Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN TUTORIAL

KASUS SKENARIO B
Tutorial 2
1. Maulana Iskandardinata ( 70 2010 008 )
2. Anin Kalma Perdani ( 70 2010 009 )
3. Mesfa Juniny ( 70 2010 011 )
4. Ian Pahlevi ( 70 2010 012 )
5. Ike Yuni Pratiwi ( 70 2010 013 )
6. Ajeng Dwinta Lestari ( 70 2010 014 )
7. M. Merlinnandoe ( 70 2010 015 )
8. Ayu Ika Gustanti Nurrahmah ( 70 2010 019 )
9. Rani (70 2010 024 )
10.Rosyiidta Janah (70 2010 031 )

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jalan Jenderal Ahmad Yani Talang Banten Kampus-B
13 Ulu Telp. 0711-7780788

PALEMBANG

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan tutorial yang berjudul Laporan Tutorial Kasus
Skenario B sebagai tugas kompetensi kelompok. Shalawat serta salam senantiasa tercurah

kepada junjungan kita, nabi besar Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat, dan
pengikut-pengikutnya sampai akhir zaman.
Penulis menyadari bahwa laporan tutorial ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna perbaikan di masa mendatang.
Dalam penyelesaian laporan tutorial ini, penulis banyak mendapat bantuan, bimbingan dan
saran. Pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada :
1. Allah SWT, yang telah memberi kehidupan dengan sejuknya keimanan.
2. Kedua orang tua yang selalu memberi dukungan materil maupun spiritual.
3. dr. Hj. Siti Hildani, M.kes, selaku tutor kelompok 2
4. Teman-teman seperjuangan
5. Semua pihak yang membantu penulis.
Semoga Allah SWT memberikan balasan atas segala amal perbuatan kepada semua orang
yang telah mendukung penulis, dan semoga laporan turotial ini bermanfaat bagi kita serta
perkembangan ilmu pengetahuan. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin.
Palembang, September 2010

Penulis

DAFTAR ISI
Halaman Judul .. 1
Kata Pengantar 2

Daftar Isi . 3
BAB I

BAB II

: Pendahuluan
1.1

Latar Belakang . 4

1.2

Maksud dan Tujuan . 4

: Pembahasan
2.1

Data Praktikum 5

2.2

Skenario .. 5

2.3

Paparan .... 6
2.3.1 Klarifikasi Istilah-Istilah . 6
2.3.2 Identifikasi Permasalahan 6
2.3.3 Analisis Permasalahan dan Jawaban ... 7
2.3.4 Hipotesis .. 10
2.3.5 Merumuskan Keterbatasan Pengetahuan
dan Learning Issue .. 11
2.3.6

Mensintesis dan Merangkum Hasil Belajar Mandiri .. 11

BAB III : Kesimpulan .. 19


DAFTAR PUSTAKA.. 20

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang

Blok Keterampilan Belajar dan Berkomunikasi adalah blok pertama pada semester 1
dari Kurikulum Berbasis Kompetensi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Palembang.
Pada kesempatan ini dilaksanakan tutorial studi kasus skenario 1 yang memaparkan
kasus mengenai Mahasiswa FK semester pertama yang mengalami kebimbangan dalam
memutuskan suatu persoalan.
1.2

Maksud dan Tujuan


Adapun maksud dan tujuan dari laporan tutorial studi kasus ini, yaitu :
1.

Sebagai laporan tugas kelompok tutorial yang merupakan bagian dari system
pembelajaran KBK di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang.

2.

Dapat menyelesaikan kasus yang diberikan pada skenario dengan metode analisis
dan pembelajaran diskusi kelompok.

3.

Tercapainya tujuan dari metode pembelajaran tutorial.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Data Praktikum

TUTORIAL SKENARIO A
Tutor

: dr.Yanti

Moderator

: Ian Pahlevi

Sekretaris meja

: Anin

Sekretaris papan

Waktu Tutorial

: Selasa, 12 Oktober 2010

Rule tutorial

: 1. Alat komunikasi dinonaktifkan;

Rani

2. Belum boleh berbicara sebelum dipersilahkan oleh


moderator.
3. Tidak boleh berdiskusi sendiri selama tutorial berlangsung.
4. Izin sebelum meninggalkan ruangan.
5. Tidak boleh terlambat

2.2

Skenario Kasus

Wisnu, 20 tahun , mahasiswa FK UMP blok 1, datang ke UBKM dengan keluhan sering sakit
kepala dan sulit berkonsentrasi pada saat kuliah maupun belajar dirumah.ia merasa tidak sanggup
untuk mengikuti kuliah di FK karena sistem pembelajaran di FK berbeda dengan di SMA dimana
Wisnu telah terbiasa mendengar penjelasan dari guru daripada membaca.Selain itu, literature di
FK banyak meggunakan bahasa inggris , sehingga ia sulit memahami , ia merasa tertekan
sehingga ia berfikir untuk berhenti kuliah di FK tetapi ia takut mengatakan kepada orang tuannya
karena kuliah di FK merupakan pilihannya bukan orang tuannya.Oleh konselor ia disarankan
untuk mengikuti kursus bahasa inggris agar masalah belajarnya dapat diselesaikan.

2.3 Paparan
2.3.1 Klarifikasi Istilah-Istilah

1.
2.
3.

UBKM
Keluhan
Konsentrasi

4. sistem

: unit badan konseling mahasiswa


: ungkapan persaan susah
: pemusatan pikiran pada suatu hal
: mekanisme yang telah dirancang oleh fakultas
Kedokteran untuk pembelajaran.

4.
5.
6.
7.

literatur
guru
takut
tertekan

8.

Kursus

: kepustakaan atau sumber


: profesi seseorang yang mengajar
: merasa cemas terhadap sesuatu yang dianggap masalah
: keadaan yang tidak menyenangkan yang umumnya beban
Batin.
: pelajaran tentang sesuatu pengetahuan secara singkat

2.3.2 Identifikasi Permasalahan


1 .Wisnu,mahasiswa FK ump blok 1 datang ke UBKM dengan keluhan sering
sakit kepala dan sulit berkonsentrasi pada saat kuliah maupun belajar di rumah.
2. Wisnu tidak sanggup untuk mengikuti kuliah di FK karena system pembeljaran
di FK berbeda dengan SMA.
3. ia sulit memahami karena literatu di FK banyak menggunakan bahasa inggris.
4. ia tertekan sehingga berfikir untuk berhenti kuliah di FK tetapi ia takut
mengatakan pada orangtuanya.
5. konselor menyarankan untuk mengikuti kursus bahasa inggris agar masalah
belajarnya dapat diselesaikan.

2.3.3 Analisis Permasalahan dan Jawaban


1. a. apa yang dimaksud dengan UBKM
Jawaban : Suatu lembaga yang membantu mahasiswa untuk berkonsultasi dalam
memecahkan suatu masalah agar mahasiswa dapat menjalankan proses
pembelajaran dengan baik.

b. mengapa wisnu mengeluh sering sakit kepala dan sulit berkonsentrasi di


kuiliah maupun di rumah
Jawaban : terlalu banyak memikirkan hal hal yang berat dan tidak mampu beradaptasi
Dengan pembeljaran di FK.
c.. bagaimana cara wisnu agar bisa konsentrasi belajar di kuliah maupun
dirumah
Jawaban: wisnu harus pandai beradaptasi lingkungan di FK sekarang dengan
menerapkan adut learning dan memaksimalkan learning style.

II.a. Bagaimana sistem pembelajaran di FK dan SMA


Jawaban :

b. apa perbedaan atau ciri ciri perbedaannya


Jawaban :

TEACHER CENTERED

STUDENT CENTERED

1. Terstandaridasi
2. Tradisional
3. Model pabrik
4. Berdasarkan Norma (bell curve)
5. Dangkal
6. Satu subjek
7. Berorientasi Produk
8. Ada batasan waktu
9. PBM terarah
10. Hapalan

1. BersIfat konstruktif
2. Berkembang
3. Berpola pengumpulan Informasi
4. Berbasis Kriteria
5. Dalam
6. Tema terintergrasi
7. Berorientasi Proses dan produk
8. Blok terjadwal
9. Kerjasama
10. Dengan pengalaman

c. mengapa wisnu terbiasa mendengar pejelasan daripada membaca


Jawaban :
d. bagaimana gaya belajar wisnu
Jawaban : auditory
e. bagaimana cara wisnu agar terbiasa pada sistem pembelajaran di FK
Jawaban : memaksimalkan learning style dan mulai menerapkan
III. a. bagaimana cara wisnu agar bisa memahami literatur yag menggunakan
Jawaban :
b. mengapa literatur di FK banyak menggunakan bahasa inggris
Jawaban :
IV.a mengapa wisnu merasa tertekan
Jawaban :
b. bagaimana cara komunikasi yang baik antara wisnu dan orang tuannya
Jawaban :
c. apakah pemikiran wisnu untuk berenti kuliah dapat dibenarkan , padahal kuiah di
FK adalah piihannya.
Jawaban :tidak.
V.a. apakah dengan mengikuti kursus bahasa inggris , semua masalahnya dapat
diseesaikan.
Jawaban :tidak karena masalah utamanya dia tidak bisa mengikuti sistem beljar di FK
b. bagaimana solusi agar masalah belajar wisnu dapat diselesaikan
Jawaban :
Mengikuti les b.inggris dan menerapkan adult learning

Hipotesis
Kerangka Konsep

Wisnu
Mahasiswa FK

Student
Center

Sistem
Belajar

Learning
Style

Sulit Konsentrasi
dan memahami
literatur bahasa
Inggris
Komunikasi
orangtua
kurang baik

Berpikir berhenti
kuliah

Audictory
Visual
Kinestik
Audiovisual

Konsultasi di
UBKM

Kursus
bahasa
Inggris

Adult
learning

Dari kerangka konsep di atas dapat diambil kesimpulan :


Wisnu mahasiswa FK UMP sulit mengikuti system pembelajaran di FK karena belum
menerapkan Adult Learning dan belum memaksimalkan Learning Style.

2.3.2

Merumuskan Keterbatasan Pengetahuan dan Learning Issue

Pokok
Bahasan
Sistem
belajar

What I Know

Adult
learning
Learning
style

Definisi
system
belajar
Faktor
penduku
ng
pembel
ajaran.

Commu
nication,
adult

Definisi,
tujuan,ti
pe

What I Dont Know

What I Hope To
Prove

Bagaimana
pengaruh
faktor-faktor
pendukung
pembelajar
an terhadap
system
belajar.

Faktorfaktor
penduku
ng
pembela
jaran
mempen
garuhi
sistem
belajar

How I Will
Learn

Family
communi
cation

komunik
asi

PENJELASAN
1. MOTIVASI
Artinya Dorongan untuk melakukan sesuatu.
INSTRINSIK : dorongan dari dalam sendiri untuk mencapai sesuatu
-

Ex : kemauan dari dalam diri sendiri


EKSTRINSIK : dorongan dari luar diri individu

Ex : paksaan, motivasi dari luar

Text
Book
Journal
Internet
Pakar
Sumber
Lain

2. LEARNING STYLE
Artinya cara yang dipilih masing masing individu mulai belajar untuk
berkonsentrasi, menyerap, memproses dan menyimpan informasi baru dan
sulit.
TUJUAN

membantu

dan

memahami

kita

untuk

mempermudah

pembelajaran

Beberapa jenis Learning Styles, antara lain :

1. Active dan Reflective styles


Active style

Seorang mahasiswa yang menerapkan cara belajar yang aktif


umumnya lebih mudah memahami informasi dengan melakukan
sesuatu sendiri.
Seorang active learner lebih menyukai bekerja secara berkelompok.
Sulit untuk duduk diam dan tidak mengerjakan sesuatu.

Beberapa cara yang dapat ditempuh untuk membantu seorang active


learner dalam belajar, antara lain :

Belajar dalam kelompok dimana setiap anggotanya bergiliran


menjelaskan topik yang berbeda satu sama lain.
Memprediksikan pertanyaan-pertanyaan dan menjawabnya.

Reflective style

Seorang mahasiswa yang menerapkan cara belajar reflective


cenderung lebih mudah memahami informasi dengan memikirkannya
sendiri.
Seorang reflective learner lebih menyukai bekerja sendirian daripada
harus mengikuti sebuah grup belajar.
Lebih senang duduk diam, memikirkan sesuatu.

Beberapa cara yang dapat ditempuh untuk membantu seorang reflective


learner, antara lain :

Tidak mencoba membaca dan mengingat materi. Tidak mengulang secara


periodik apa yang telah dibaca dan berpikir tentang pertanyaan dan aplikasi
yang mungkin ditemukan.
Meringkas bacaan dengan kata-kata sendiri.
Latihan mengingat materi secara efektif.

TYPE LEARNING STYLE SECARA UMUM


VISUAL
AURAL
WRITE AND READ
KINESTETIK

Type Learning style menurut, HOWARD GARDNER, yaitu Multiple Intellegency


7 cara untuk mendemonstrasikan kemampuan intelektual diantaranya :
1. LOGICAL ( MATEMATICAL )
2. SPASIAL ( VISUAL )
3. LINGUISTIC ( VERBAL )
4. INTERPERSONAL
5. INTRAPERSONAL
6. MUSICAL
7. BODILY ( KINESTHETIK )

3. TIME MANAGEMENT
Adalah USE TIME WISELY
-

Memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin

Memprioritaskan waktu kegiatan seefektif mungkin.

Cara menerapkan time management dengan baik, antara lain:


Clear your schedule
Get motivated
Prioritize

Make Sure you understand the task


Break down the task into chunks
It doesnt have to be perfect
When you really hate it, try to make it as enjoyable as possible

4. EFFECTIVE COMMUNICATION
Merupakan proses penyampaian pesan agar lebih dimengerti oleh komunikan

Faktor Penghambat dalam komunikasi efektif adalah

Hambatan Psikologi
Ex. Situasi psikologi, marah, cemas dsb
Hambatan Semantis
Ex. Latar belakang bahasa yang berbeda.
Hambatan Mekanis
Ex. Suara yang bising, tulisan yang tidak terbaca, sinyal yang hilang pada
telepon seluler, dll.
Hambatan Ekologis
Ex. Adanya gangguan suara ( noise ) , hujan deras, lalu lintas yang bising.
Komunikasi

dapat

dikatakan

effektif

bila

pesan

yang

komunikator dapat diterima dan dimengerti oleh komunikan.

5. ADULT LEARNING
Dapat diartikan sebagai :
-

Belajar mandiri

Tahu tujuan

Mematuhi tujuan

Mematahui alasan ( Relevasi )

disampaikan

oleh

Pratical, Fokus kepada sesuatu yang berguna

Adanya hubungan experience dan pengetahuan

Mengakumulasikan situasi

What we do as adult learning ?


1. Taking responsibility
2. Making connection
3. Planning
4. Strategic Learning
5. Monitoring Progress

Perubahan sistem pengajaran di universitas di Indonesia memang telah memulai


suatu babak baru dalam dunia pendidikan. Perubahan ini tentunya dilatarbelakangi
oleh hal-hal yang positif dan esensial. Dari teacher centered ke student centered.
Sistem lama perlahan-lahan mulai ditinggalkan dan beralih kepada suatu
pencerahan. Tentunya, sistem baru menuntut beberapa kriteria yang harus dimiliki
berbagai komponen yang terlibat dalam dunia pendidikan untuk mewujudkan suatu
keberhasilan.

Teacher centered
Teacher centered merupakan sistem konvensional yang sebenarnya telah mengakar
kuat di tubuh pendidikan Indonesia. Teacher centered menitikberatkan proses
pembelajaran pada pemberian materi secara berkesinambungan dari teacher
(pendidik; guru atau dosen) kepada student (murid atau mahasiswa).
Beberapa karakteristik teacher centered :

Guru berperan sebagai pentransfer ilmu pengetahuan kepada muridnya.


Murid atau mahasiswa bersifat pasif; hanya menerima masukan ilmu yang
diberikan guru.
Materi pembelajaran disampaikan secara terpisah-pisah sesuai dengan mata
pelajaran.
Tidak memiliki standar kompetensi yang jelas dalam setiap akhir proses
pembelajaran.

Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari pengaplikasian sistem ini, antara
lain:

Murid atau mahasiswa bisa mendapatkan pengetahuan lebih terarah karena


telah disuapi ilmu oleh para pengajarnya.
Para pengajar ( guru atau dosen ) dapat lebih mengenal muridnya satu per
satu karena intensitasnya bertemu dan berkomunikasi langsung dengan
murid-muridnya.
Murid dapat mengetahui langsung kesalahan yang ia perbuat dalam proses
pembelajaran karena guru atau dosen akan langsung memberi tahu
kesalahannya sehingga tidak menimbulkan keragu-raguan.
Proses pembelajaran cenderung stabil (terarah) karena dimonitor langsung
oleh guru atau dosen yang bersangkutan.
Waktu yang diperlukan dalam proses pembelajaran cenderung lebih singkat
karena pemberian materi langsung dilakukan dari dosen kepada
mahasiswanya.

Beberapa karakteristik yang dikemukakan di atas ternyata menimbulkan beberapa


fakta yang dapat dipandang tidak terlalu menguntungkan, antara lain :

Pengetahuan yang didapatkan oleh murid atau mahasiswa terbatas pada


ilmu yang diberikan oleh guru atau dosen. Lebih jauhnya, mahasiswa tidak
dapat mengembangkan pengetahuan dasar yang dimiliki secara lebih luas
dan mendalam.
Dapat mematikan kreativitas murid atau mahasiswa.
Karena materi yang diberikan secara terpisah-pisah, mahasiswa dituntut
untuk memiliki kemampuan membuat koneksi antara satu materi dengan
materi lainnya.
Kegiatan pembelajaran cenderung monoton.
Karena tidak memiliki standar kompetensi yang jelas, maka keberhasilan
belajar mahasiswa tidak memiliki indikator yang jelas pula.

Student centered
Student centered adalah suatu sistem pembelajaran yang sedang dalam
pengembangan di Indonesia. Sistem ini menitikberatkan prosesnya pada student
( murid atau mahasiswa) tanpa mengabaikan sepenuhnya keberadaan dan posisi
pembimbing. Pada sistem ini, dosen berperan sebagai motivator.

Beberapa karakteristik student centered adalah sebagai berikut :

Guru atau dosen berperan sebagai motivator yang akan memberikan trigger
atau rangsangan kepada para mahasiswanya dalam proses pembelajaran.
Mahasiswa berperan aktif dalam menjalankan studinya. Dituntut pribadi yang
mandiri dan dewasa.
Materi yang disampaikan tidak lagi terpisah-pisah, tetapi terintegrasi secara
baik dalam suatu problem yang harus dituntaskan mahasiswa.
Memiliki standar kompetensi yang jelas yang harus dicapai setiap mahasiswa.
Standar kompetensi berbeda-beda dan ditetapkan sesuai dengan
kebijaksanaan universitas.

Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dengan penerapan sistem ini, antara
lain :

Membentuk pribadi mahasiswa yang aktif, kreatif, dan mandiri.


Mahasiswa dapat mengembangkan potensinya sekaligus membiasakan diri
dengan masalah-masalah yang diberikan.
Karena materi telah terintegrasi dengan baik, maka pengetahuan yang
didapatkan akan semakin luas dan mendalam.
Dengan standar kompetensi yang jelas, maka mahasiswa akan berpacu untuk
lebih baik lagi dalam segala bidang.
Kegiatan belajar mengajar akan lebih terasa variatif dan tidak membosankan
antara lain dengan cara :
a. Berbagi informasi : curah gagasan, kooperatif, kolaboratif, diskusi
kelompok, diskusi panel, simposium, dan seminar.
b. Belajar dari pengalaman : stimulasi, bermain peran, permainan,dan
kelompok temu.
c. Pembelajaran melalui pemecahan masalah : studi kasus, tutorial.
Para pengajar dituntut untuk memperdalam ilmunya agar selalu up to date
dan dapat mengayomi mahasiswanya.

Beberapa kelemahan sistem ini antara lain :

Peran seorang pengajar yang hanya sebagai motivator membuatnya tidak


terlalu mengikuti perkembangan para mahasiswanya.
Proses cenderung memerlukan waktu yang lebih lama karena mahasiswa
diberikan kesempatan untuk mencari dan mengumpulkan informasi yang
sebanyak-banyaknya.
Menuntut kecakapan yang lebih baik terutama dalam mengorganisasikan
semua kegiatan baik bagi mahasiswa maupun dosen. Kecakapan yang
dimaksud meliputi kepribadian yang mandiri, sikap mental yang tidak mudah
putus asa, peningkatan pengetahuan, pemahaman, keahlian, dan
keterampilan.

Menuntut terpenuhinya sarana dan prasarana yang menunjang proses


pembelajaran.
Bagi mahasiswa yang pasif, sulit untuk ,mengikuti sistem pembelajaran.

Kesulitan yang dihadapi oleh Yoyok dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis
berdasarkan asal datangnya kesulitan tersebut, yaitu :

1. Internal

: Kesulitan yang dihadapi yang datangnya dari dalam diri individu.


Kesulitan internal ini meliputi :
a. Kurang baiknya sosialisasi dan komunikasi.
b. Kurangnya rasa percaya diri
c. Tidak beradaptasi dengan baik.
d. Belum menerapkan metode pembelajaran adult learning.
e. Belum bisa mandiri.

2. Eksternal

: Kesulitan yang dihadapi yang datangnya dari luar diri individu.


Yang termasuk kesulitan eksternal antara lain :
a. Lingkungan yang kurang kondusif.
b. Sarana belajar yang kurang memadai.
c. Tempat menetap yang jauh dari sumber atau tempat
mendapatkan informasi.

Learning styles

Learning styles adalah cara pembelajaran atau metode belajar yang diterapkan
setiap orang dan menjadi karakteristik setiap orang atau mahasiswa. Learning
styles yang khas akan sulit diubah. Bahkan memerlukan waktu sekitar 2 sampai 3
tahun. Namun, beberapa orang dapat menggabungkan bermacam-macam learning
styles.

Beberapa jenis Learning Styles, antara lain :

2. Active dan Reflective styles


Active style

Seorang mahasiswa yang menerapkan cara belajar yang aktif


umumnya lebih mudah memahami informasi dengan melakukan
sesuatu sendiri.
Seorang active learner lebih menyukai bekerja secara berkelompok.
Sulit untuk duduk diam dan tidak mengerjakan sesuatu.

Beberapa cara yang dapat ditempuh untuk membantu seorang active


learner dalam belajar, antara lain :

Belajar dalam kelompok dimana setiap anggotanya bergiliran


menjelaskan topik yang berbeda satu sama lain.
Memprediksikan pertanyaan-pertanyaan dan menjawabnya.

Reflective style

Seorang mahasiswa yang menerapkan cara belajar reflective


cenderung lebih mudah memahami informasi dengan memikirkannya
sendiri.
Seorang reflective learner lebih menyukai bekerja sendirian daripada
harus mengikuti sebuah grup belajar.
Lebih senang duduk diam, memikirkan sesuatu.

Beberapa cara yang dapat ditempuh untuk membantu seorang reflective


learner, antara lain :

Tidak mencoba membaca dan mengingat materi. Tidak mengulang secara


periodik apa yang telah dibaca dan berpikir tentang pertanyaan dan aplikasi
yang mungkin ditemukan.
Meringkas bacaan dengan kata-kata sendiri.
Latihan mengingat materi secara efektif.

Time management.
7 prinsip manajemen waktu menurut Dr. Jan Yager
D : Divide. Membagi-bagi tugas ( memprioritaskan tugas-tugas )
O : Organize. Atur bagaimana melak4sanakannya.
I : Ignore. Mengabaikan gangguan.
T : Take. Mengambil kesempatan.
N : Now. Jangan menunda tugas-tugas yang dapat dikerjakan sekarang.
O : Opportunity. Memanfaatkan kesempatan
W : Watch out! Berhati-hati menggunakan waktu.

Tips menurut George :


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

lakukan survey waktu pribadi.


Perhatikan jadwal harian.
Jangan menjadi perfeksionis.
belajarlah berkata tidak.
belajar menentukan priritas.
gabungkan sejumlah aktivitas.
Adaptasi diri.

--

I. Mensintesis dan merangkum hasil belajar mandiri

Sistem pembelajar di FK Usnri adalah KBK dimana mahasiswa sebagai pusat


pembelajaran, dosen hanya sebagai fasilitator atau Student centered merupakan
sistem pembelajaran yang ada dalam KBK FK Unsri. Student centered adalah
sistem pembelajaran yang mana siswa dituntut lebih aktif dan mandiri untuk
melakukan proses pembelajaran.
Student centered secara tidak langsung menuntut Yoyok sebagai adult learning

Perbedaan sistem pembelajaran antara SMA yang menggunakan sistem teacher


centered dengan FK yang menggunakan sistem student centered

TEACHER CENTERED
11.
12.
13.
14.
(bell
15.
16.
17.
18.
19.
20.

Terstandaridasi
Tradisional
Model pabrik
Berdasarkan Norma
curve)
Dangkal
Satu subjek
Berorientasi Produk
Ada batasan waktu
PBM terarah
Hapalan

STUDENT CENTERED
11.
BersIfat konstruktif
12.
Berkembang
13.
Berpola
pengumpulan Informasi
14.
Berbasis Kriteria
15.
Dalam
16.
Tema terintergrasi
17.
Berorientasi Proses
dan produk
18.
Blok terjadwal
19.
Kerjasama
20.
Dengan pengalaman

Sistem ini membuat Yoyok sulit memahami materi kuliah karena belum bisa
menjadi adult learner, me-manage waktu dan mengenali learning style-nya.
Sebaikanya Yoyok dapat menjadi :
1. Adult learner
Otonom dan belajar mandiri
Mengakumulasikan fondasi dari pengalaman hidup dan pengetahuan
Berorientasi pada tujuan
Berorientasi pada relevansi
Praktek
Mencari penghargaan

2. Time management
Membuat perencanaan
Memusatkan perhatian
Mengambil waktu istirahat
Menjauhkan suasana berkecamuk
Jangan menjadi perfectionist
Jangan takut mengatakan tidak
Jangan menunda-nunda pekerjaan

3. Learning style
Ada 6 tipe dalam belajar =
1. Visual

2. Audio
3. Gerakan
4. Sentuhan
5. Umum
6. Analisis (logika)
Yoyok harus dapat mengenali cara belajarnya sendiri karena dengan begitu ia
dapat menyesuaikan diri dengan sistem pembelajaran di FK Unsri.