Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Nilai sebuah mixer yang digerakkan di dalam industri ditentukan oleh waktu

yang diperlukan, tenaga yang diterima dan sifat-sifat produk. Peralatan mixing dan
sifat-sifat yang diinginkan dalam material yang diolah berbeda dari setiap kasus.
Terkadang diperlukan kehomogenitasan yang tinggi, gerakan mixing dan tenaga yang
dibutuhkan minimum. Dalam proses mixing ini digunakan impeller sebaga mixer
yang akan mencampurkan dua fase atau lebih yang terpisah. Ada beberapa tipe
impeller yang biasa digunakan antara lain : propeller, paddle dan turbine. Setiap
impeller ini memiliki tingkat efisiensi yang berbeda terhadap proses pencampuran.
Propeller: Tipe impeller ini berbentuk kipas yang menghasilkan aliran aksial.
Propeller mempunyai tingkat efisiensi yang baik bila digunakan pada fluida yang
berviskositas rendah, kurang dari 2000 cP. Arus yang meninggalkan propeller
mengalir melalui zat cair menurut arah tertentu sampai dibelokkan oleh lantai atau
dinding bejana. Hal ini efektif digunakan dalam bejana besar. Paddle : Tipe impeller
ini akan mendorong zat cair secara radial dan tangensial. Arus yang terjadi bergerak
keluar ke arah dinding, lalu membelok ke atas atau ke bawah. Paddle merupakan
impeller yang paling efektif. Hal ini dapat dilihat dari pola aliran yang ditimbulkan
akibat gerakan paddle ke seluruh bagian sehingga molekul yang akan dilarutkan
bergerak acak dan homogenitas yang tinggi dihasilkan. Hal ini menyebabkan paddle
mempunyai efisiensi yang tinggi. Impeller ini digunakan untuk fluida yang
berviskositas 100.000 sampai 1.000.000 cP. Turbine : Turbine biasanya efektif untuk
fluida berviskositas sedang yaitu 2000 sampai 50.000 cP. Arus yang ditimbulkan
bersifat radial dan tangensial. Komponen tangensialnya menimbulkan vortex dan arus
putar yang harusdihentikan dengan menggunakan baffle.
Arus yang ditimbulkan oleh gerakan impeller ini menyebabkan terbentuknya
vortex yang sangat tidak diinginkan dalam proses mixing. Untuk mencegah terjadinya

vortex ketika fluida diaduk dalam tanki silinder dengan impeller yang berada pada
pusatnya maka digunakan baffle yang dipasang pada dinding vessel. Baffle yang
digunakan biasanya memiliki jarak yang sama. Baffle biasanya tidak menempel pada
dinding vessel sehingga secara kebetulan akan terdapat celah antara baffle dengan
dinding vessel. Pada percobaan ini akan diamati keefisiensian setiap jenis impeller
dalam melakukan pencampuran zat.
1.2.

Tujuan Percobaan
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah :

1) Untuk mengetahui arah aliran air dan pasir.


2) Untuk mengetahui pola aliran yang terbentuk dengan menggunakan baffle.
3) Untuk mengetahui pola aliran yang ditimbulkan oleh 3 buah impeller yang
berbeda.
4) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi adanya perbedaan pola
aliran.
1.3.

Manfaat Percobaan
Manfaat dari percobaan ini adalah : Dapat mengetahui prinsip dasar dari

percobaan fluid mixing apparatus. Dapat mengetahui perbedaan pola aliran yang
ditimbulkan oleh tiga buah impeller yang berbeda (Propeler, Turbin dan Paddle).
Dapat mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan pola aliran yang berbeda seperti
padatan yang digunakan, viscositas cairan yang digunakan, kecepatan putaran dari
impeller dan lain-lain.Dapat mengetahui pola aliran air dan pasir yang ditimbulkan
dari pemakaian baffle.
1.4.

Perumusan Permasalahan
Adapun rumusan masalah pada praktikum ini yaitu :

1) Pengaruh penggunaan impeller yang berbeda terhadap kualitas pencampuran


yang dihasilkan.
2) Faktor-faktor yang mempengaruhi pola aliran dalam proses pencampuran.
3) Penggunaan baffle dalam proses pencampuran.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.

Pencampuran (Mixing)
Pencampuran atau mixing adalah peristiwa menyebarnya bahan-bahan secara

acak dimana bahan yang satu menyebar ke dalam bahan yang lain dan sebaliknya,
dimana bahan-bahan itu sebelumnya terpisah dalam dua fase atau lebih. Sedangkan
pengadukan atau agitation adalah gerakan yang terinduksi menurut cara tertentu pada
suatu bahan di dalam bejana, dimana gerakan itu biasanya mepunyai semacam ppola
aliran sirkulasi.
Pengadukan zat cair dilakukan untuk berbagai maksud, tergantung dari
tujuan langkah itu sendiri. Tujuan pengadukan antara lain adalah :
1)
2)
3)
4)

Untuk memilih suspensi partikel zat padat.


Untuk meramu zat cair yang mampu larut, misalnya metil alkohol dan air.
Untuk menyebarkan gas didalam zat cair dalam bentuk gelembung kecil.
Untuk menyebarkan zat cair yang tidak dapat bercampur dengan zat cair lain,

sehingga membentuk emulsi atau suspensi butiran-butiran halus.


5) Untuk mempercepat perpindahan kalor antara zat cair dengan kumparan atau
mantel kalor.
Kadang-kadang pengaduk digunakan untuk beberapa tujuan sekaligus,
misalnya dalam hidrogenasi katalitik dan zat cair. Dalam bejana hidrogenasi
didispersikan melalui zat cair dimana terdapat partikel-partikel katalis padat dalam
keadaan suspensi, sementara kalor reaksi diangkut keluar melalui kumparan atau
mantel. Pengadukan menunjukkan gerakan yang terinduksi menurut cara tertentu
pada suatu bahan di dalam bejana, dimana gerakan itu biasanya mempunyai semacam
sirkulasi. Dari segi bentuknya, ada tiga jenis impeller: propeller (baling-baling),
dayung (padle), dan turbin (turbine). Masing-masing jenis terdiri lagi atas berbagai
variasi dan sub-jenis. Ada lagi jenis-jenis impeller lain yang dimaksudkan untuk
situasi-situasi tertentu, namun ketiga jenis itu agaknya dapat digunakan untuk
menyelesaikan 95 persen dari semua masalah agitasi zat cair. Pada percobaan kali ini

digunakan alat Fluid Mixing Apparatus dengan impellernya. Impeller inilah yang
akan membangkitkan pola aliran di dalam sistem, yang menyebabkan zat cair
bersikulasi di dalam bejana untuk akhirnya kembali ke impeller.
Ada dua macam impeller pengaduk, yaitu impeller aliran-aksial (axial-flow
impeller) dan impeller aliran-radial (radial-flow impeller). Impeller jenis pertama
membangkitkan arus sejajar dengan sumbu poros impeller, dan yang kedua
membangkitkan arus pada arah tengensial atau radial. Propeller yang berputar
membuat pola heliks di dalam zat cair, dan jika tidak tergelincir antara zat cair dan
propeller itu, satu putaran penuh propeller akan memindahkan zat cair secara
longitudinal pada jarak tertentu, bergantung dari sudut kemiringan daun propeller.
Rasio jarak ini terhadap diameter dinamakan jarak-bagi (pitch) propeller itu.
Propeller yang mempunyai jarak bagi 1,0 disebut mempunyai jarak-bagi bujursangkar (square pitch).
Untuk tugas-tugas sederhana, agitator yang terdiri dari satu dayung datar
yang berputar pada poros vertikal merupakan pegaduk yang cukup efektif. Kadangkadang daun-daunnya dibuat miring, tetapi biasanya vertikal saja. Dayung (padle) ini
berputar di tengah bejana dengan kecepatan rendah sampai sedang, dan mendorong
zat cair secara radial dan tangensial, hampir tanpa adanya gerakan vertikal pada
impeller, kecuali bila daunnya agak miring. Arus yang terjadi bergerak ke luar ke arah
dinding, lalu membelok ke atas atau ke bawah.
Dalam tangki-tangki yang dalam, kadang-kadang dipasang beberapa dayung
pada satu poros, dayung yang satu di atas yang lain. Dalam beberapa rancang,
daunnya disesuaikan dengan bentuk dasar bejana, yang mungkin bulat atau cekung,
piring, sehingga dapat mengikis atau menyapu permukaan pada jarak sangat dekat.
Dayung (padle) jenis tersebut dinamakan agitator jangkar (anchor agitator). Jangkar
ini sangat efektif untuk mencegah terbentuknya endapan atau kerak pada permukaan
penukar kalor, seperti umpamanya, dalam bejana proses bermantel, tetapi tidak terlalu
efektif sebagai alat pencampur. Jangkar ini biasanya dioperasikan bersama dengan

dayung berkecepatan tinggi atau agitator lain, yang biasanya berputar menurut arah
yang berlawanan.
Jenis aliran di dalam bejana yang sedang diaduk bergantung pada jenis
impeller, karakteristik fluida, dan ukuran serta perbandingan (proporsi) tangki, sekat,
dan agitator. Arus tangensial itu mengikuti suatu lintasan berbentuk lingkaran di
sekitar poros, dan menimbulkan vorteks pada permukaan zat cair, dan karena adanya
sirkulasi aliran laminar, cenderung membentuk stratifikasi pada berbagai lapisan
tanpa adanya aliran longitudinal antara lapisan-lapisan itu. Jika di dalam sistem itu
terdapat pula partikel zat padat, arus sirkulasi itu cenderung melemparkan partikelpartikel itu, dengan gaya sentrifugal, ke arah luar, dan dari situ bergerak ke bawah,
dan sesampai di dasar tangki, lalu ke pusat. Karena itu, bukannya pencampuran yang
berlangung di sini, tetapi sebaliknya pengumpulanlah yang terjadi. Jadi, karena dalam
aliran sirkulasi zat cair begerak menurut arah gerakan daun impeller, kecepatan relatif
antara daun dan zat cair itu berkurang, dan daya yang dapat diserap zat cair itu
menjadi terbatas. Dalam bejana yang tak bersekat, alir putaran itu dapat dibangkitkan
oleh segala jenis impeller, baik aliran aksial maupun yang radial. Jadi, jika putaran
zat cair itu cukup kuat, pola aliran di dalam tangki itu dapat dikatakan tetap,
bagaimanapun bentuk rancangan impeller. Pada kecepatan impeller tinggi vorteks
yang terbentuk mungkin sedemikian dalamnya, sehingga mencapai impeller dan gas
dari atas permukaan zat cair akan tersedot ke dalam zat cair itu. Makanya hal
demikian tidaklah dikehendaki.
Aliran tingkat (circulatory flow) dan arus putar (swirling) dapat dicegah
dengan menggunakan salah satu dari tiga cara di bawah ini. Dalam tangki-tangki
kecil impeller dipasang di luar sumbu tangki (eksentrik). Porosnya digeser sedikit dari
garis pusat tangki, lalu dimiringkan dalam suatu bidang yang tegak lurus terhadap
pergeseran itu. Dalam tangki-tangki yang lebih besar, agitatornya dipasang di sisi

tangki, dengan porosnya pada bidang horisontal, tetapi membuat sudut dengan jarijari tangki.
2.2.

Jenis-Jenis Pencampuran

1) Pencampuran Solid-Liquid
Bila zat padat disuspensikan dalam tanki yang diaduk, ada beberapa cara
untuk mendifinisikan kondisi suspensi itu. Proses yang berbeda akan memerlukan
derajat suspensi yang berlainan pula, dan karena itu kita perlu menggunakan definisi
yang tepat dan korelasi yang semestinya didalam merancang atau dalam penerapan ke
skala besar. Mendekati suspensi penuh yaitu suspensi dimana masih terdapat
sebagian kecil kelompok-kelompok zat padat yang terkumpul didasar tanki agak
kepinggir atau ditempat lain. Partikel bergerak penuh yaitu seluru partikel berada
dalam suspensi atau bergerak disepanjang dasar tanki Suspensi penuh atau Suspensi
diluar dasar yaitu seluruh partikel berada dalam keadaan suspensi dan tidak ada
didasar tanki atau tidak berada didasar tanki selama leih dari 1 atau 2 detik.
2) Pencampuran Liquid-Liquid
Pencampuran zat cair-cair (misible) didalam tanki merupakan proses yang
berlangsung cepat dalam daerah turbulent. Impeller akan menghasilkan arus
kecepatan tinggi, dan fluida itu mungkin dapat bercampur baik disekitar impeller
karena adanya keterbulenan yang hebat. Pada waktu arus itu melambat katrena
membawa ikut zat cair lain dan mengalir disepanjang dinding, terjadi juga
pencampuran radial sedang pusaran-pusaran besar pecah menjadi kecil, tetapi tidak
banyak terjadi pencampuran pada arah aliran.
3)

Pencampuran Gas-Liquid
Dalam proses pencampuran gas dengan liquid, gas akan tersuspensi dalam

bentuk gelembung-gelembung kecil dengan tekanan tertentu. Agitator dayung yang


digunakan di industri biasanya berputar dengan kecepatan antara 20 dan 150 rpm.
Panjang total impeller dayung biasanya antara 50 sampai 80 persen dari diameter-

dalam bejana. Lebar daunnya seperenam sampai sepersepuluh panjangnya. Pada


kecepatan yang sangat rendah, dayung dapat memberikan pengadukan sedang di
dalam bejana tanpa-sekat, pada kecepatan yang lebih tinggi diperlukan pemakaian
sekat, sebab jika tidak, zat cair itu akan berputar-putar saja mengelilingi bejana itu
dengan kecepatan tinggi, tetapi tanpa adanya pencampuran.
Beberapa di antara berbagai ragam bentuk rancang turbin adalah turbin daunlurus terbuka, turbin piring berdaun dan turbin piring lengkung vertikal. Kebanyakan
turbin itu menyerupai agitator-dayung berdaun banyak dengan daun-daunnya yang
agak pendek, dan berputar pada kecepatan tinggi pada suatu poros yang dipasang di
pusat bejana. Daun-daunnya boleh lurus dan boleh pula lengkung, boleh bersudut,
dan boleh pula vertikal. Impellernya mungkin terbuka, setengah terbuka, atau
terselubung. Diameter impeller biasanya lebih kecil dari diameter dayung, yaitu
berkisar antara 30 sampai 50 persen dari diameter bejana.
Turbin biasanya efektif untuk jangkau viskositas yang cukup luas. Pada cair
berviskositas rendah, turbin itu menimbulkan arus yang sangat deras yang
berlangsung di keseluruhan bejana, menabrak kantong-kantong yang stagnan dan
merusaknya. Di dekat impeller itu terdapat zona arus deras yang sangat turbulen
dengan geseran yang kuat. Arus utamanya bersifat radial dan tangensial. Komponen
tangensialnya menimbulkan vorteks dan arus putar, yang harus dihentikan dengan
menggunakan sekat (baffle) atau difuser agar impeller itu menjadi sangat
efektif. Penggunaan impeller diatas tergantung pada geometri vessel (tanki,
viskositas cairan.
a) Untuk viskositas yang < 2000 cp, maka digunakan impeller dengan tipe propeller.
Untuk viskositas antara 2000 cp 50.000 cp, maka digunakan impeller dengan
tipe turbin.
b) Untuk viskositas antara 100.000 1.000.000 cp maka digunakan impeller dengan
tipe dan paddles.
c) Untuk viskositas > 1.000.000 cp maka digunakan impeller pencampuran khusus
seperti banburg mixer, kneaders, extrudes, digunakan sigama mixer dan tipe lain.

Jenis-jenis impeller yaitu:


a) The marine type propeller,
b) Flat blade turbine,
c) The disk flat blade turbine,
d) The

curved blade turbine,

e) The pitched blade turbine,


f) The shrouded turbine.
Propeller merupakan impeller aliran aksial berkecepatan tinggi untuk zat cair
berviskositas rendah. Propeller kecil biasanya berputar pada kecepatan motor penuh,
yaitu 1.150 atau 1.750 rpm, sedang propeller besar berputar pada 400

sampai 800

rpm. Arus yang meninggalkan propeller mengalir melalui zat cair menurut arah
tertentu sampai dibelokkan oleh lantai atau dinding bejana.

Kolom zat cair

yang berputar dengan sangat turbulennya itu meninggalkan impeller dengan


membawa ikut zat cair stagnan yang dijumpainya dalam perjalanannya itu , dan zat
cair stagnan yang terbawa ikut itu mungkin lebih banyak dari yang

dibawa kolom

arus sebesar itu kalau berasal dari nosel stasioner. Daun-daun propeller merobekkan
menyeret zat cair itu. Oleh karena arus aliran ini

sangat gigih, agitator

propeller sangat efektif dalam bejana besar.


2.3.

Jenis-Jenis Mixer

1) Jet Mixer
Pencamuran dalam sebuah vessel; dilakukan untuk viskositas rendah dengan
menggunakan jet nozzle yang dimasukkan dalam vessel dimana cairan dengan
viskositas tinggi dialirkan kedalam jet nozzle. Pompa digunakan untuk mengeluarkan
sebagian liquid dari vessel dan dikembalaikan melalui nozzle melalui vessel. Transfer
momentum dari jet viskositas tinggi menuju liquid dalam vessel menyebabkan aksi
pencmpuran sirkulasi dalam tanki.
2) In-line Static Mixer

In-line static mixers digunakan untuk operasi pencampuran dan pelarutan


dalam jumlah yang besar. Sebuah unit tetap diletakkan dalam sebuah pipa dan
pencampur dimasukkan oleh sistem pemompaan. Untuk kasus pencmpuran liquid
kental secara
folding.

laminer, pencampuran dilakukan dengan mekanisme slicing dan

Proses

pencampuran

ini

memberikan

peningkatan

dalam

produk

campuran sebagai jumlah dari elemen pencampuran yang diulang meningkat.


Dalam kasus

pelarutan liquid/liquid dan gas liquid seperti mekanisme

diatas tidak berpengaruh dan biasanya operasi terjadi secara turbulen.


3)

In-Line Dynamic Mixer


Untuk

operasi

pencampuran

dimana

membutuhkan

produksi

continue dari solid yang dilarutkan dan emulsi, In-Line Dynamic Mixers
adalah salah satu bentuk mixer yang dapat digunakan. Alat ini terdiri
dari sebuah rotor dimana spin adalah kecepatan tinggi di dalam sebuah
casing

dan

umpan

material

dipompakan

secara

continue

menuju

unit.

Di dalam casing, shear force fluida yang tinggi digunakan pada operasi pelarut.
4) Mills
Beberapa kegiatan kimia termasuk pelarutan solid dan pengemulsian tidak
dapat dilakukan di dalam vessel yang dicampur secara mekanik karena tidak mungkin
dapat

menurunkan

tegangan

tinggi

untuk

memecah

partikel

agregat

dalam memperoleh kualitas pelarutan atau menciptakan emulsi yang stabil.


Mills dapat digunakan dalam operasi pelarutan dimana pelarutan partikel
dilakukan dengan crushing atau shearing.
5) Unit Pelarutan dengan Kecepatan Tinggi
Tipe peralatan ini serupa dengan In-Line Dynamic Mixer, tetapi dalam
kasus ini alat digunakan dalam sebuah vessel. Alat pencampur ini terdiri
dari rotor kecepatan tinggi di dalam
ke aksi shearing intensif.
6) Valve Homogenizers

vessel dimana fluida dimasukkan

Unit ini mempunyai bagian pemompaan untuk menyuplai material yang akan
dilarutkan melalui sebuah orifice terkecil. Tekanan tinggi akan diturunkan mendekati
tekanan fluida melalui sebuah orifice sehingga menghasilkan shear force tinggi
dimana emulsi dan suspensi koloid akan dihasilkan secara continue.
7) Ultrasonic Homogenizers
Material yang akan diproses dipompakan pada tekanan tinggi (diatas 150 bar)
melalui

orifice

yang

didesain

secara

khusus

untuk

menghasilkan

aliran

dengan kecepatan tinggi melalui sebuah blade yang digoyangkan atau digetarkan
pada ftrekwensi ultrasonic.
8) Extruders
Pelarutan dalam industri plasit biasanya dilakukan dalam extruders.
Feed yang biasanya mengandung polimer utama dalam bentuk granular atau
bubuk, bersama-sama dengan aditif seperti stabilizer, plastizer, pigmen berwarna, dll.
Selama proses dalam extruders dikeluarkan pada tekanan tinggi dan laju kontrol dari
extruders untuk pembentukan. Parameter yang mempengaruhi klasifikasi agotator:
a) Parameter Proses
Yang termasuk dalam parameter proses yaitu viskositas rendah, kelarutan
zat terlarut, konduktivitas termal fluida dan zat terlarut jika terjadi,
perpindahan panas, densitas fluida, dan ukuran partikel solid.
b) Parameter Mekanik
Yang termasuk dalam paramter mekanik yaitu diameter impeller, rotasi
impeler permenit, bentuk impeller, volume vessel, bentuk vessel, dan
letak agitator terhadap vessel.
Keberhasilan operasi suatu proses pengolahan tergantung pada efektifitas
pengadukan dan pencampuran zat dalam proses. Pengadukan diartikan sebagai
gerakan terinduksi menurut cara tertentu pada suatu bahan didalam bejana dimana
gerakan terinduksi menurut cara tertentu menurut bahan didalam bejana,

dimana gerakan mempunyai pola sirkulasi . Sedangkan pencampuran adalah peristiwa


menyebarnya bahan-bahan secara acak dimana bahan yang satu menyebar
kedalam bahan yang lain, sedangkan kedua bahan tersebut tadinya terpisah
dalam dua fase yang berbeda.
2.4.

Mechanically Agitated Vessel

1) Vessel
Vessel biasanya berbentuk tanki silinder vertikal dimana di dalamnya akan
diisikan fluida dengan kedalaman yang sama dengan diameter tanki. Tetapi pada
beberapa sistem pengontakan gas atau cairan dengan kedalaman cairan sekitar 3 kali
diameter tanki maka akan digunakan banyak impeller. Diameter vessel berkisar
antara 0,1 meter untuk unit yang kecil hingga 10 meter ataupun lebih untuk
instalasi industri besar. Bagian dasar tangki dapat berbentuk datar, lengkungan
atau lancip (kerucut) tergantung pada faktor kemudahan pada saat pengurasan atau
pada zat padat yang terlarut.
Bentuk yang sering digunakan adalah bentuk lengkungan karena sudut yang
ada sangat minimalis sehingga zat padat tidak ada yang terselip dan akan rata
tercampur. Sedangkan jika bentuk kerucut (cone) yang digunakan makan harus
dipastikan bahwa pencampuran dapat dilakukan dengan sempurna dengan cara
menurunkan posisi impeller, Tetapi hal ini akan sangat berbahaya jika immpeller
terlalu dekat dengan permukaan dinding vessel terutama jika sampai bersentuhan
akan mengakibatkan alat menjadi rusak.
Dalam kasus lainnya sering pula digunakan 2 buah impeller pada bagian atas.
Walaupun bawah vessel untuk memperoleh pencampuran yang sempurna. Pada
design mixer atau settler untuk solvent extraction biasanya digunakan tanki segi
empat karena pertimbangan harga yang lebih murahh untuk kapasitas yang besar dan
juga lebih mudah mengkombinasikannya dengan settler.
2) Baffle

Untuk mencegah terjadinya pembentukan ruang udara (vortex) pada saat


cairan-cairan dengan viskositas rendah diaduk dalam tanki silinder vertikal dengan
impeller yang berada pada pusatnya, maka digunakanlah baffle yang dipasang pada
dinding vessel. Baffle yang digunakan biasanya memiliki jarak yang sama sekitar 1 10 dari diameter tanki. Baffle biasanya tidak menempel pada dinding vessel sehingga
secara kebetulan akan terdapat celah antara baffle dengan dinding vessel. Baffle
umumnya tidak digunakan pada cairan dengan viscositas tinggi dimana pembentukan
vortex bukanlah menjadi masalah yang penting. Baffle dipasang pada mixing vessel
untuk menambah turbulensi. Walaupun penggunaan baffle menaikkan jumlah tenaga
atau energi, tetapi di sisi lain memilki keuntungan yaitu terjadinya perpindahan panas
secara terus menerus dan waktu yang dibutuhkan untuk mencampur lebih cepat.
Ketika waktu yang digunakan pada proses pencampuran sangatlah sedikit, pencampur
yang terbaik adalah pencampur dengan jumlah tenaga yang terkecil dan waktu yang
sangat pendek.
3) Impeller
Beberapa tipe impeller, yaitu : propeller, turbin, paddle, anchor, helical
ribbbon, helical screw. Penggunaan impeller diatas tergantung pada geometri vessel
(tanki), visikosita cairan.
a) Untuk viscositas yang lebih kecil dari 2000 cP, maka digunakan impeller dengan
tipe propeller.
b) Untuk viscositas antara 2000 cP - 50000 cP, maka digunakan impeller dengan tipe
turbin.
c) Untuk viscositas antara 10000 cP - 1000000 cP, maka digunakan impeller tope
anchor, helical ribon dan paddle
d) Untuk viscositas diatas 1 juta cP, digunakan pencampuran khusus, seperti
banburg mixer, kneaders, extrudes, sigma mixer dan beberapa tipe lainya.
Ukuran impeller tergantung pada jenis impeller dan kondisi operasi seperti
yang dijelaskan oleh Reynolds, Froude,and Power sebagai suatu karakteristik yang
saling mempengaruhi. Untuk impeller jenis turbin, perbandingan diameter dari

impeller dan vessel berada pada range, d/D = 0,3 -0,6, harga terendah berada pada
rpm yang tinggi sebagai contoh dispersi gas. Kecepatan impeller standar yang
digunakan untuk kepentingan komersil (industri) adalah 34, 45, 56, 68, 84, 100, 125,
155, 190, dan 320 rpm. Tenaga yang dibutuhkan biasanya

tidak cukup untuk

digunakan secara continue untuk mengatur gerakan steam turbin. Dua kecepatan
driver mungkin dibutuhkan pada saat torques awal sangat tinggi.
BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1.

Alat dan Bahan

Alat yang digunakan yaitu


1) Satu unit Fluid Mixing Appartus yang dilengkapi dengan impeller berbeda dengan
baffle dan tanpa baffle.
Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah :
1) Air
2) Pasir
3) Garam
4) Ohmmeter
3.2.

Prosedur Percobaan

1) Siapkan fluid mixing Apparatus tanpa buffle sehingga dapat digunakan


sebagaimana mestinya.
2) Masukkan air, pasir, dan garam ke dalam Fluid Mixing Apparatus, kemudian
pasang impeller yang dikehendaki
3) Hidupkan Fluid Mixing Aparatus dan aturlah kecepatan putaran impeller sesuai
petunjuk.
4) Amati dan gambarkan pola aliran yang terjadi setiap kenaikan kecepatan putaran
impeller.
5) Ukur konduktivitas air dengan ohmmeter setiap 2 menit dan ulangi sampai 6 kali.

6) Ulangi percobaan diatas untuk impeller yang berbeda dan Fluid Mixing Apparatus
dengan Baffle.