Anda di halaman 1dari 11

3.2 Ruang Lingkup Usaha PT.

(IGLAS) Persero
A. Bahan Baku
Bahan Baku Utama:
1. Cullet/beling
Cullet merupakan pecahan gelas atau produk gelas yang tidak sesuai dengan
standar yang telah ditetapkan.Culletmerupakan produksi pabrik yang sudah
diketahui komposisinya. Sedangkan cullet yang dibeli dari luar diteliti terlebih
dahulu komposisinya dan disesuaikan dengan standar. Cullet yang berasal dari
produk sendiri :
Cutting Yield : berasal dari pemotongan kaca bagian samping.
a. Kaca Riject : berasal dari kaca-kaca yang cacat.
b. Serpihan cutting center : berasal dari sisa-sisa ukuran pemesanan.
c. Overflow cullet : berasal dari molten glass yang dikeluarkan pada saat ada
perbaikan yang keluar melalui ujung bagian samping refiner sampai
disemprot air.
d. Medium cullet : cullet yang dibuang pada saat transisi pergantian warna
dimana pengembalian berasal dari karoseri-karoseri.
Penggunaan cullet yang berlebihan (> 65 %) akan meningkatkan
viskositas dan retordasi, sehingga akan menimbulkan kecacatan pada kaca yang
disebut seeds & buble. Fungsi dari cullet adalah untuk mempercepat proses
peleburan karena panas peleburan cullet lebih rendah dari panas peleburan batch .
1. Pasir Silika: SiO2
Silica sand merupakan sumber utama penghasil SiO2 dan merupakan
sumber terbesar

dalam

pembuatan

gelas

atau

kaca. Di

dalam silika

sand terkandung butiran-butiran kaca yang berdiameter antara 0.7 mm sampai 0.1
mm.Jenis silica sand yang dipakai adalah washed silica sand. Dalam setiap
harinya dibutuhkan 34.220 Kg silica sanduntuk pembuatan kaca. Fungsi
dari silica sand adalah sebagai penyusun utama kaca dan memberikan pengaruh
kekerasan dan kekuatan pada kaca.

2.

Soda Ash : Na2CO3

Soda Ash merupakan sumber Na2O yang berfungsi untuk mempercepat


peleburan bahan baku. Fungsi dari Soda Ash adalah untuk menurunkan
temperature devitrifikasi dan untuk mempermudah proses refining. Bentuk
dari soda ash ini adalah serbuk dan berwarna putih.
3. Limestone : MgCO3, CaCO3
Kandungan Utama limestone adalah CaCO3 yang berfungsi sebagai sumber
kalsium untuk mempercepat pembentukan gelas. Bentuk dari limestone ini adalah
serbuk dan berwarna putih.
4.

Dolomite : MgCO3, CaCO3


Dolomite dapat diperoleh di daerah Tuban dan Gresik. Dolomite merupakan

mineral alam, sumber CaO dan Mg.Dolomite berwarna putih kecoklatan,


berbentuk serbuk dan biasanya terdapat bersama batu kapur (CaCO3) yang
direaksikan

dengan

dari dolomite ini

SiO2 untuk

adalah

untuk

pembuatan
memperkuat

gelas
kaca,

atau
untuk

kaca.

Fungsi

mengurangi

terjadinya devitrifikasi (pembentukan kristal), dan untuk memberikan daya tahan


kaca terhadap zat-zat kimia.
Bahan Baku Tambahan :
1. Aluminium Hidroksida : Al(OH)3 ; Al2O3
2. Sodium Sulfat : Na2SO4
3. Sodium Bichromat : Na2Cr2O7
4. Selenium : Se
5. Arang : C
B. Proses Produksi
Pembuatan gelas dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu: penyiapan
bahan, peleburan bahan pembentukan, enealing, dan perbaikan bentuk.

Bahan Baku

Pasir Silika
Beling
Soda Ash
Limestone
Dolomite

a. Penyiapan bahan
Bahan-bahan untuk pembuatan gelas, sebelum diaolah biasanya
perlu dibersihkan atau dimurnikan sehingga tidak mengandung bahan
asing yang dapat mengganggu dalam proses atau mutu gelasnya.
Bahan-bahan untuk pembuatan gelas, sebelum diolah biasanya
perlu dibersihkan atau dimurnikan sehingga tidak mengandung bahan
asing yang dapat menggangu. Dalam proses dan mutu gelasnya.
Bahan untuk gelas biasanya mengandung besi yang rendah
(biasanya kurang dari 0,5%) agar gelas yang dibuat berwarna bening
cerah. Besi akan menyebabkan warna gelas berwarna hijau. Bahan- bahan
setelah digiling halus dan dicampur menurut perbandingan sesuai menurut
gelas yang akan dibuat, dilebur dalam tungku peleburan. Bahan baku yang
digunakan SiO2 yang berkadar silika tinggi, sebagai sumber Na 2O dipakai
soda abu atau natrium karbonat. Sebagai sumber CaO atau MgO dipakai
batu kapur atau batu kapur dolomit. Sebagai sumber Al 2O3
feldspar di mana di dalamnya terdapat Na2O atau K2O.

dipakai

WEIGHING

MIXING

Gambar Bahan baku ditimbang sesuai komposisi kemudian diaduk di


dalam mixer
b. Peleburan
Peleburan dilakukan dengan tungku bak yang terbagi menjadi dua
ruangan, ruang pertama untuk meleburkan, sedangkan ruang kedua untuk
pengadukan, sehingga massa gelas homogen dan bebas dari gelembung
udara. Di dalam ruang kedua ini juga berdekatan dengan ruang kerja
pembentukan.
Dalam pembuatan botol, botol gelas tersebut dikeluarkan sedikitsedikit secara kontinyu dengan jumlah yang cukup untuk membentuk 1
benda.

Gambar Batch dipanasi hingga melebur pada temperatur 15300 C


menggunakan Burner dengan bahan bakar Natural Gas (NG).

Gambar Dapur Peleburan


c. Pembentukan

Gelas cair mengalir dalam saluran Forehearth sambil dipanasi atau


didinginkan untuk mendapatkan gelas dengan temperatur tertentu dan
homogen.
Pembentukan gelas pada PT IGLAS merupakan jenis gelas yang
bermulut kecil, pencetakan dilakukan dengan pencetakan. Pada proses
floating massa gelas dialirkan melaluli rol penggilas untuk membentuk
dan ketebalannya diatur menurut yang telah dikehendaki. Hasil gilasan
yang biasanya memiliki lebar tertentu kemudian dipotong-potong.

Gob didistribusikan pada cetakan di mesin secara bergantian


dan ditiup udara dalam 2 tahapan :
Tahap I
: Pembentukan Parison pada cetakan blank.
Tahap II
:Pembentukan akhir pada cetakan botol sesuai bentuk
botol yang dikehendaki.
d. Annealing
Annealing adalah suatu proses dimana benda gelas yang telah
dibentuk, perlu dipanasi pada suhu kurang lebih 500 atau 600 oC, dan
suhu diturunkan secara perlahan-lahan. Sebab bila massa gelas di mana
waktu dibentuk segera mendingin di udara biasa, umumnya akan
mudah pecah, akibat perubahan kejutan suhu.
Dengan dilakukan proses anealing ini, keburukan tadi dapat
dihindari. Makin lama penurunan suhu kurang dari 600oC sampai suhu
udara biasa, maka ketahanan gelas terhadap perubahan suhu semakin
baik. Dalam pabrik pembuatan botol ini ruang annealing terpisah dari
ruang peleburan.

Pendinginan botol secara perlahan dan bertahap untuk


mendapatkan gelas Non Kristaline yang bebas tegangan (Strain
Stress).
e. Perbaikan bentuk
Setelah dibentuk, gelas biasanya masih memiliki sisi-sisi yang belum
baik atau tajam dan ini perlu diperbaiki. Misalnya pada mulut botol,
biasanya digerinda agar tidak tajam atau dipanasi agar meleleh. Pada
perbaikan bentuk ini sering terjadi bendagelas itu pecah, dan pecahan
gelas itu disebut cullet,

dikumpulkan dan dileburkan lagi dalam

tungku.
Di dalam proses produksi botol di PT IGLAS Surabaya. Salah satu
faktor yang mempengaruhi kualitas botol gelas adalah faktor kekuatan tekan
botol karena merupakan syarat mutlak yang diminta oleh konsumen. Untuk
itu perlu di tentukan standard tekan botol untuk mengetahui apakah botol
yang dihasilkan sudah memenuhi standard dan proses produksi yang
berlangsung sudah dalam keadaan terkontrol. Karena pada PT IGLAS
seluruh proses produksi menggunakan mesin dan prosesnya kontinyu, maka
faktor-faktor yang mungkin dapat mempengaruhinya adalah faktor mesin
dan shift. Dengan menggunakan analisa varian dua arah, maka dapat

diketahui bahwa faktor mesin mempengaruhi standard deviasi kekuatan


tekan botol sedang faktor yang mempengaruhi rata-rata kekuatan tekan tidak
dapat diketahui. Karena itu penentuan standart rata-rata kekuatan tekan
botol dibuat per-mesin per-shif dengan menggunakan X chart dan o chart.
Selanjutnya dengan menggunakan model regresi dapat diketahui kapan
proses dari mesin Iini menghasilkan rata-rata kekuatan tekan dalam batas
kontrol dan dapat diketahui pula seberapa besar standard deviasi kekuatan
tekan yang dihasilkan oleh kedua mesin tersebut.

C. Produk

PENGEMASAN

GUDANG

SHRINK WRAP

DELIVERY

PT. IGLAS (persero) memproduksi botol sesuai desain pesanan customer.


PT. IGLAS memproduksi kemasan gelas untuk berbagai keperluan industri
seperti farmasi, minuman ringan, minuman beralkohol dan kosmetika.
Kemas gelas dengan 3 (tiga) warna:
- Bening (Flint)
- Coklat (Amber)
- Hijau UVA (UVA Green)
Selain itu Iglas juga mempunyai Unit Produk Plastik, yang mampu
memproduksi barang-barang berbahan baku plastik, baik berupa kemasan
maupun produk khusus/premium lainnya. Kami juga memberikan jasa desain
produk plastik maupun mold produk plastik. Mempertahankan kepuasan
Pelanggan merupakan komitmen perusahaan dengan diwujudkan keterikatan
kerjasama yang terus terjalin antara Pelanggan dengan PT Iglas (Persero) hingga
saat ini.
D. Laboratorium pada Industri Gelas atau kaca
Pada dasarnya setiap industri besar paling tidak mempunyai 2
laboratorium yaitu laboratorium R & D (Research And Development) dan
laboratorium Quality Control (QC).
a) Laboratorium R & D (Research And Development)
Kegiatan penelitian dan pengembangan dilakukan dengan tujuan untuk
meningkatkan daya saing melalui pengembangan produk penggunaan bahan
baku dan energi alternatif, serta melakukan rekayasa proses produksi. Aktivitas
yang dilakukan merupakan bagian dari Continuous Improvement untuk
meningkatkan

pertumbuhan

jangka

pengembangan yang dilakukan meliputi :


1) Pengembangan Produk
2) Pengembangan Kemasan
3) Pengembangan Bahan Baku

panjang.

Kegiatan

penelitian

dan

4) Pengembangan Bahan Bakar


b) Laboratorium QC
Laboratorium pengendalian mutu merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari proses industri gelas atau kaca. Di Laboratorium ini
dilakukan pemeriksaan terhadap mutu produk, apakah produk tersebut layak
untuk dipasarkan atau tidak. Pemeriksaan terhadap mutu atau kualitas gelas
tergantung pada model dan bentuk, persyaratan-persyaratan yang diminta
oleh customer, kemampuan produksi.Pemeriksaan terhadap mutu atau
kualitas gelas atau kaca meliputi 2 hal, yaitu :
1) Kualitas gelas atau kaca ( bahaya ) mencakup pemeriksaan terhadap
softening point ( titik lunak ), blister / seed ( gelembung halus ), stones
( batua-batuan dalam gelas ), density ( berat jenis ), cord ( tegangan ) dan
warna gelas.
2) Kualitas atau kaca ( finist product ), menyangkut cacat-cacat yang ada
pada kaca atau gelas. Secara garis besar terdapat dua cara pengamatan dan
penelitian mutu yang dilakukan, yaitu:
a)

Hot and Check


Untuk memperoleh informasi yang cepat terhadap persyaratan
forming gelas atau kaca. Pemeriksaan dilakukan pada gelas yang sangat
panas yang baru keluar dari mesin cetak dan dimasukkan kedalam
Annealing Lehr. Pada kondisi ini gelas atau kaca mudah berubah bentuk
dan pecah. Pengecekan panas pada umumnya dilakukan terhadap berat,
tinggi, perpusatan (concentricit) dan cacat tampak yang dapat diketahui.

b)

Cacat Pada Kaca


Cacat-cacat pada kaca terdiri dari :

1) Cacat visual defect (cacat yang terlihat / tampak): pecah, gelembung,


bengkok.
2) Mechanical defect (cacat yang berhubungan dengan kekuatan mekanik):
tegangan (cord), impact test, thermal shock, tekanan pecah.

3) Physical defect (cacat pada badan gelas atau kaca): berat, volume, tebal
dinding dan dimensi.

3.1.5 Pengelolaan Lingkungan


Limbah yang dihasilkan industri kaca pada umumnya tidak
menimbulkan masalah karena sisa proses produksi sebagian besar berupa gas
dan dibuang ke udara melalui cerobong. Hal itu masih dalam batas normal
sehingga tidak mencemari udara sekitarnya. Sedangkan limbah berupa padat,
misalnya pecahan botol atau beling, digiling untuk proses pencampuran
kembali serta limbah cairberupa air buangan yang tidak mencemari lingkungan
sekitarnya.buangan yang tidak mencemari lingkungan sekitarnya.