Anda di halaman 1dari 14

Arsip untuk ‘kebumian’ Kategori

Kedalaman dan Ketebalan


Oktober 21, 2007

Data dalam ilmu kebumian selalu berkaitan dengan kedalaman dan ketebalan. Oleh karena itu,
seorang ahli ilmu kebumian harus mempunyai kemampuan untuk menentukan kedalaman dan
ketebalan.

Kedalaman sendiri sebebarnya adalah lokasi sebuah titik, yang diukur secara vertikal terhadap
ketinggian titik acuan.

Dalam ilmu Geofisika misalnya. Dikenal klasifikasi gempa berdasarkan kedalaman. Menurut
Fowler, 1990, klasifikasi gempa berdasarkan kedalaman fokus adalah :

1.Gempa dangkal : kedalaman fokus gempa kurang dari 70 km

2.Gempa sedang : kedalamanan fokus gempa kurang dari 300 km

3.Gempa dalam : kedalaman fokus gempa lebih dari 300 km (kadang-kadang lebih dari 450 km)

Seperti halnya kedalaman, kemampuan untuk menentukan ketebalan juga sangat diperlukan
dalam ilmu kebumian. Dengan mengetahui cara menghitung ketebalan, ahli kebumian bisa
menyelidiki ketebalan lapisan-lapisan penyusun bumi sehingga kita bisa mengetahui bahwa
ketebalan kerak bumi mencapai 100 km, ketebalan matel adalah sekitar 2900 km, liquid outer
core sekitar 2200 km, dan solid inner core sekitar 1250 km.

picture by wikipedia
Analisis geometri akifer (aquifer : lapisan yang dapat menyimpan dan mengalirkan air dalam
jumlah yang ekonomis. Contoh : pasir, kerikil, batupasir, batugamping rekahan.) juga melibatkan
analisis kedalaman dan ketebalan.

Jadi jelaslah bahwa sangat bermanfaat sekali, khususnya bagi orang-orang yang mempelajari
ilmu kebumian, untuk mengetahui (cara) dan menentukan kedalaman. Karena mempelajari bumi
berarti mempelajari segala yang ada di dalamnya. Dan itu berhubungan langsung dengan
kedalaman dan ketebalan.

Referensi

http://http://www.pirba.ristek.go.id/det.php?id=4

http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1030986000&34

http://http://72.14.235.104/search?q=cache:B5UgCE2vrygJ:jurnalsipil

-ukm.tripod.com/v2n2_2theo_ari.pdf+ketebalan+inner+core&hl=id&ct=clnk&cd=1&gl=id

www.appliedgeology.itb.ac.id/static/lab/hg/modul1.pdf

Ditulis dalam kebumian | 3 Komentar »

Bumi Itu Dinamis. Apa Buktinya?


September 30, 2007

Semua orang pasti tahu bahwa bumi ini dinamis terhadap benda lain di tata surya. Bumi bergerak
berputar mengelilingi matahari. Dan bersama matahari mengelilingi galaksi Bimasakti (milky
way). Ternyata bumi dan matahari bersama bintang-bintang dan planet lain di galaksi ini juga
bergerak saling menjauh dengan galaksi lain (teori big bang).

Namun, ternyata bumi itu sendiri dinamis. Apakah buktinya bahwa bumi ini dinamis?
(lagi…)

Ditulis dalam kebumian | 20 Komentar »

Gaya Endogen dan Eksogen Sangat Berjasa Bagi Kehidupan Manusia


September 21, 2007

Semua pasti tahu bahwa Bumi ini tidak statis, tetapi dinamis. Hal itu ditandai dengan -salah
satunya- banyaknya siklus di permukaan dan di bawah permukaan Bumi. Diantara siklus-siklus
itu antara lain adalah siklus Batuan (Rock Cycle) dan daur Hidrologi (siklus air).

Pertanda lain bahwa bumi itu dinamis adalah adanya pergerakan lempeng bumi relatif terhadap
lempeng lainnya. Kita telah mengetahui bahwa kerak Bumi (crust) ini terdiri dari retakan-
retakan. Retakan-retakan ini disebut lempeng. Hal ini diungkapkan oleh seorang geologist yang
bernama Alfred Wegener dalam teorinya yang bernama Continental Drift Theory (Teori
Pengapungan Benua).

Setelah mengetahui fakta bahwa Bumi ini dinamis, maka kita bisa menyimpulkan bahwa pasti
ada banyak gaya yang terdapat di Bumi. Menurut letaknya, ada dua gaya yang bekerja di Bumi
ini : Gaya Endogen dan Gaya Eksogen.

Gaya Endogen adalah gaya yang bekerja di dalam Bumi. Gaya Endogen (kompresi dan
tensional) dapat menyebabkan berubahnya struktur geologi bawah permukaan. Lapisan yang
semulanya relatif sejajar dengan tanah, bisa saja menjadi melengkung dan menjadi lipatan (fold)
akibat gaya kompresi.

Gaya Eksogen adalah gaya yang bekerja di permukaan Bumi. Gaya ini dapat berupa pengikisan-
pengikisan oleh air, angin, dan lain-lain.

Untuk lebih memahami Gaya Endogen dan Eksogen, mari kita lihat gambar di bawah ini :
Terlihat bahwa pada awalnya sebelum gaya Endogen bekerja, lapisan itu tampak normal. Namun
setelah gaya Endogen bekerja lapisan itu mengalami lipatan dan terbentuklah struktur antiklin
dan sinklin. Lapisan yang telah mengalami gaya Endogen ini disebut Morfologi awal.

Lalu setelah lapisan itu terlipat, gaya Eksogen mulai bekerja. Terjadilah pengikisan tanah oleh
air (bisa saja disebabkan oleh banjir) sehingga tersibaklah stratigrafinya (morfologi akhir).

Lalu makna apa yang bisa kita simpulkan dari adanya gaya Endogen dan gaya Eksogen ini?

Manusia sangat perlu berterima kasih kepada Tuhan YME karena telah mengadakan kedua gaya
di atas. Kesejahteraan manusia sangat bergatung kepada gaya dalam dan luar itu. Kita semua
tahu bahwa akumulasi minyak dan gas Bumi biasanya ada pada struktur lipatan antiklin. Oleh
karena minyak dan gas bumi itu terkumpul di situ, manusia bisa mengebornya. Bayangkan jika
lapisan bumi itu lurus dan sejajar saja. Jasad renik yang telah membusuk dan mengalami proses
fisika kimia yang panjang itu pasti tidak bisa kita manfaatkan. Kandungan minyak pasti
menyebar. Mustahil mengebornya satu-satu.

Gaya Endogen yang menyebabkan terjadinya lipatan itu juga sangat berjasa bagi pariwisata
negara kita khususnya. Daerah pegunungan biasanya dijadikan tempat wisata. Dan itu
memberikan manfaat yang besar bagi negara dan masyarakat sekitar.

Begitu juga dengan gaya Eksogen. Setelah stratigrafi suatu daerah tersibak, terlihatlah sumber
daya alam, seperti emas dan batubara, yang selama ini terpendam di bawah permukaan.

Jadi jelaslah bahwa gaya Endogen dan Eksogen sangat berjasa bagi kehidupan manusia.

Ditulis dalam kebumian | 12 Komentar »

Bumi Itu Dinamis. Apa Buktinya?


By morishige

Semua orang pasti tahu bahwa bumi ini dinamis terhadap benda lain di tata surya. Bumi bergerak
berputar mengelilingi matahari. Dan bersama matahari mengelilingi galaksi Bimasakti (milky
way). Ternyata bumi dan matahari bersama bintang-bintang dan planet lain di galaksi ini juga
bergerak saling menjauh dengan galaksi lain (teori big bang).

Namun, ternyata bumi itu sendiri dinamis. Apakah buktinya bahwa bumi ini dinamis?

Mari kita lihat beberapa buktinya:

Bukti pertama adalah adanya bermacam siklus di bumi. Siklus tersebut antara lain adalah
siklus batuan (Rock Cycle) dan siklus Air.

• Siklus batuan.
Jika ditelaah lebih dalam, akan sulit untuk menemukan titik awal suatu siklus (namanya saja
putaran). Nah, untuk memudahkan kita mempelajari siklus ini, kita mulai bahasannya dari
sebuah gunung berapi.

Ketika gunung berapi meletus, akan keluar lahar yang suhunya sangat panas. Lama kelamaan
lahar tersebut membeku dan membentuk batuan beku (igneous rock).

Jika terkena suhu dan tekanan yang tinggi, batuan beku tersebut akan berubah menjadi batuan
metamorf (metamorphic rock). Sedangkan jika terkena gaya eksogen (erosi, pelapukan), dan
mengalami pengompakan dan sementasi, akan menjadi batuan sedimen (sedimentary rock).
Batuan sedimen jika terkena suhu dan tekanan yang tinggi juga akan berubah menjadi batuan
metamorf.

Nah, pada saat terjadi subduksi (penunjaman, lempeng benua dan lempeng samudra beradu.
Karena lempeng benua lebih keras, lempeng samudra menunjam ke bawah), batuan metamorf
yang terkubur di sekitar zona subduksi akan meleleh. Voila..!!! Jadilah magma. Lama kelamaan
terbentuk gunung berapi. Jika gunung berapi itu meletus, akan keluar lahar.

Siklus itu terjadi berulang-ulang.

• Siklus Air (Daur Hidrologi)


Ketika matahari sedang dengan teriknya menyinari bumi, sebagian air di lautan menguap. Di
kemudian uap tersebut mengalami kondensasi (pengembunan). Terjadilah awan. Karena
perbedaan tekanan, awan tersebut bergerak ke daratan.

Di daratan, awan yang membawa uap air itu turun ke bumi menjadi hujan. Air hujan itu sebagian
ada yang meresap ke tanah -menjadi air tanah- dan mengalir melalui aliran-aliran tertentu
(sungai). Aliran sungai itu akan berakhir di muara. Begitulah siklus air berlangsung.

Bukti yang lain adalah seringnya terjadi gempa bumi.

Kita tahu bahwa permukaan bola bumi ini tidak bulat mulus, melainkan retak-retak seperti telur.
Retakan-retakan ini disebut lempeng (crust). Ada lempeng benua (continental crust) dan ada
lempeng samudra (oceanic crust). Banyak lempeng di bumi ini. Lempeng tersebut berinteraksi
satu sama lain. Interaksi lempeng tersebut dikendalikan oleh arus konveksi yang ada pada lapisan
mantel Bumi. Untuk mengetahui labih jauh tentang lempeng bumi, bacalah artikel tentang
continental drift theory ini.

Jika dua buah lempeng berinteraksi, terjadilah gempa. Interaksi dua buah lempeng juga lah yang
menyebabkan terbentuknya gunung berapi (proses subduksi).

However, masih banyak bukti-bukti lain yang menjelaskan bahwa bumi itu dinamis. Namun
karena keterbatasan ide waktu, baru dua buah bukti di atas yang bisa kuungkapkan.

Tulisan ini dikirim pada pada September 30, 2007 1:07 pm dan di isikan dibawah kebumian. Anda dapat
meneruskan melihat respon dari tulisan ini melalui RSS 2.0 feed. r Anda dapat merespon, or trackback dari website
anda.

20 Tanggapan ke “Bumi Itu Dinamis. Apa Buktinya?”


1. Gaya Endogen dan Eksogen Sangat Berjasa Bagi Kehidupan Manusia « Jejaka
Petualang Berkata:

Cari
Search:

• the author

The name is Morishige. A twenty something young boy. The hobby is


travelling. And hiking. And reading. And watching film. And playing guitar.


• my twitter
o @gypsibelle :D belum ketemu nih sama orang yang minjem. tapi yang kedua
selalu available. ntar deh saya kabarin.. :D 2 days ago
o #nowreading Percy Jackson and The Olympians: Sea of Monsters 2 days ago
o don't leave me high, don't leave me dry 2 days ago
o seandainya saya cuma sayang kamu karena kamu cantik, sudah dari dulu saya
berpaling dari kamu karena banyak sekali yang cantik di dunia ini 5 days ago
o tough day. huff.. 5 days ago
o great monday morning #ilovemonday 5 days ago
o love, one day again I'll have to try #nowplaying Jamie Cullum - Mind Trick
6 days ago
o Ending Percy Jackson & The Olympians: The Lightning Thief mengandung pesan
bagus: Hero juga manusia, takut kesepian. :D 6 days ago
o Oh, jadi kuch2 hota hai itu ceritanya begitu y.. *manggut2* 1 week ago
o Suara gadis itu seperti... seperti.. err, seperti apa ya? hahaha... 1 week ago


• recent posts
o Langkah (42): Madura, Lebih Panas Daripada Surabaya
o Langkah (41): Dreamland
o Langkah (40): Sukawati – Apa Saja Yang Bisa Dibeli?
o Langkah (39): Kintamani – Bali Bukan Cuma Pantai
o Langkah (38): Another Day in Kuta
o Langkah (37): Terapi Emosi di Kebun Raya Eka Karya – Bali Bukan
Cuma Pantai
o Langkah (36): Pura Ulun Danu Beratan – Bali Bukan Cuma Pantai
o Book: The Naked Traveler 2
o Langkah (35): Kamera Kejutan
o Langkah (34): Memory’s Forever
• kategori

• arsip

• hits
o 69,259 netters
• komentar
Agung Pushandaka on Langkah (42): Madura, Lebih Pa…

dhodie on Langkah (42): Madura, Lebih Pa…

annosmile on Langkah (42): Madura, Lebih Pa…

indra1082 on Langkah (42): Madura, Lebih Pa…

Cipu on Langkah (42): Madura, Lebih Pa…

Okkots on Langkah (42): Madura, Lebih Pa…

• blogroll
o Ade's Expotulating
o Ade's I Spy
o Adhadi Praja
o Adil Makmur
o Adinda
o Adyatma
o Affcell
o Afif
o Afilia
o Agustinus Wibowo
o Al Maskaty
o Alaya
o Ale
o Alex
o Alex Aceh
o Alfaro Lamblawa
o Amd
o Anak Rimba
o Angga Franniko
o Antobilang
o Astri
o Bachtiar
o Ben Bego
o Brapio Love's
o Budi Rahardjo
o Bundo
o Cafeblogger
o Cak Moki
o Cantigi
o Caplang
o Casrudi
o Celetukan Segar
o Chika
o Chrisibiastika
o Cipu
o Coffee Affair
o Coretan Pinggir
o Danalingga
o Darma Eka
o Della
o Den Mas
o Devino
o Dhe'
o Dian Purnomo
o Dins
o Djoko Santoso
o Dongeng Geologi
o Dy
o Elmoudy
o Elrangga
o Enda Nasution
o Erander
o Escoret
o Eskopidantipi
o Evelyn
o Fahmi Fajar
o Fauza
o Fertobhades
o Georgetterox
o Gimbal
o Gimbal RockaVeller
o Goenawan Mohammad
o Goop
o Hanna Fransisca
o Healthy Blog
o Hoekgirang
o Imelda Coutrier
o Imil
o Ina
o Indonesia Matters
o Indonesia Menulis
o Inggit
o Intan
o Inung Halaman Samping
o Ira
o Irayani Queency Putri
o Irene Santi
o Jenderal Bayut
o Jho Sbastian
o Jie
o Joyo
o Kang Tutur
o Kidung Jingga
o Kweebee
o Langitjiwa
o Lei Hermawan
o Li'l Angel Sing
o Lika
o Luigi Pralangga
o M. Shodiq Mustika
o Maistropro
o Mang Kumlod
o Marshmallow
o Masmpep
o Matatita
o Mbelgedez
o Merzy Rider
o Mira Marsillea
o Mulut
o Mutia Mahda
o Muzdalifah Muhlan
o Nadya
o Nahdhi Omahmiring
o Nana
o Neng Ratna
o Neo Forty-Nine
o Ngupingjakarta
o Niez
o Nofie Iman
o Nurussadad
o O-Mai-Gat
o Odi Gusviyan
o Pakacil Banjarbaru
o Paman Tyo
o Payjo
o Pilar
o Planet Orange
o Prabu Dian Sori
o Pratanti
o Pushandaka
o Qzink666
o Ria
o Rifu
o Rita Susanti
o Riyanti
o RMY
o Ruthwijaya
o Sachroel
o Sakurata
o Sara
o Sash
o Saskhya Aulia Prima
o Siawhietji
o Siwi
o Soulmate
o Surau Inyiak
o Suryotomo
o Sweetheart Onigiri
o Syafriadi
o Takochan
o Trinity
o Tukangkopi
o Uncle Goop
o Urip Helgeduelbek
o Wadehel
o WhoDoYouThinkHeAre
o Wimar Witoelar
o Zam Matriphe!
o Zamrud Khatulistiwa Expedition
o Zons

Blog pada WordPress.com.


Masukan (RSS) dan Komentar (RSS).