Anda di halaman 1dari 5

Diagnosa , Intervensi dan Rasional Keperawatan

1.

2.

Diagnosa
Tujuan
Potensial
Tidak terjadi
komplikasi
peningkatan TIK
peningkatan
tekanan intrakranial
berhubungan
dengan akumulasi
cairan
serebrospinal.

Gangguan persepsi Tidak terjadi

Kriteria hasil

Intervensi
Observasi ketat tanda-tanda peningkatan
TIK (Nyeri kepala, muntah, lethargi, lelah,
apatis, perubahan personalitas, ketegangan dari
sutura cranial dapat terlihat pada anak berumur
10 tahun, penglihatan ganda, kontruksi
penglihatan perifer strabismus, Perubahan pupil)
Pantau terus tingkat kesadaran anak
Pantau terus adanya perubahan TTV
Berkolaborasi dengan dokter untuk
melakukan pembedahan, untuk mengurangi
peningkatan
Kaji pengalaman nyeri pada anak, minta
anak menunjukkan area yang sakit dan
menentukan peringkat nyeri dengan skala nyeri
0-5 (0 = tidak nyeri, 5 = nyeri sekali)
Rasional : Membantu dalam mengevaluasi rasa
nyeri.
Bantu anak mengatasi nyeri seperti
dengan memberikan pujian kepada anak untuk
ketahanan dan memperlihatkan bahwa nyeri
telah ditangani dengan baik.

Kesadaran
Komposmetis

Tidak terjadi
nyeri kepala

TTV norma

tampak rileks,
tidak meringis
kesakitan

Penurunan visus -

Rasional
Untuk mengetahui
secara dini peningkatan
TIK
Penurunan
keasadaran
menandakakan adanya
peningkatan TIK
Untuk mengetahui
kondisi aliran darah dan
aliran oksigen ke otak
Dengan dilakukan
pembedahan, diharapkan
cairan cerebrospinal
berkurang, sehingga TIK
menurun, tidak terjadi
penekanan pada lobus
oksipitalis dan tidak
terjadi pembesaran pada
kepala
Membantu dalam
mengevaluasi rasa nyeri.
Pujian yang
diberikan akan
meningkatkan
kepercayaan diri anak
untuk mengatasi nyeri
dan kontinuitas anak
untuk terus berusaha
menangani nyerinya
dengan baik.

Mempertahankan visus agar tidak terjadi -

Ketidakmampuan

sensori
disorientasi pada
berhubungan
anak
dengan penekanan
lobus oksipitalis
karena
meningkatnya TIK

3.

Kurang
pengetahuan orang
tua berhubungan
dengan penyakit
yang di derita oleh
anaknya

Meningkatkan
pengetahuan orang
tua mengenai
penyakit yang
diderita anaknya

4.

Resiko
Jalan nafas tetap
ketidakefektifan
efektif
pola nafas yang
berhubungan
dengan penurunan

dalam penglihatan tidak


tidak bertambah penurunan visus yang lebih parah
a.
Membantu
ADL
pasien
bertambah parah, klien
lebih parah
b. Membantu orientasi tempat
tidak mengalami
Anak bisa
c. Berikan tempat yang nyaman dan aman
disorientasi tempat, Klien
mengenali
( pencahayaan terang, bed plang dll dipasang
merasa nyaman dan
lingkungan
agar tidak cedera )
aman
sekitarnya
Membantu pasien untuk mengenali
Klien tidak
sesuatu dengan kondisi penglihatan yang
banyak bergantung pada
terganggu
orang lain
Beri kesempatan orang tua untuk
Keluarga dapat
Kecemasan
mengekspresikan kesedihannya
mengemukakan
orang tua pada
Beri kesempatan orang tua untuk bertanya perasaannya sehinnga
kondisi
mengenai kondisi anaknya
perasaan orang tua dapat
kesehatan
Jelaskan tentang kondisi penderita,
lebih lega
anaknya dapat
prosedur, terapi dan prognosanya.
Pengetahuan
berkurang
Ulangi penjelasan tersebut bila perlu
orang tua bertambah
Orang tua
dengan contoh bila keluarga belum mengerti
mengenai penyakit yang
mengungkapkan
di derita oleh anaknya
pemahaman
sehinnga kecemasan
tentang penyakit,
orang tua dapat
pengobatan dan
berkurang
perubahan pola
Pengetahuan
hidup yang
kelurga bertambah dan
dibutuhkan
dapat mempersiapkan
keluarga dalam merawat
klien post operasi
Keluarga dapat
menerima seluruh
informasi agar tidak
menimbulkan salah
persepsi
Posisikan klien posisi semifowler
Klien merasa
Anak tidak sesak Pemberian oksigen
nyaman dan tidak merasa
napas
Observasi pola dan frekuensi napas
sesak napas
Tidak terdapat Auskultasi suara napas
Suplai oksigen
klien dapat tercukupi

refleks batuk

5.

Gangguan
pertumbuhan dan
perkembangan
berhubungan
pembesaran kepala

6.

Resiko tinggi
Tidak terdapat
infeksi berhubungantanda-tanda infeksi
dengan pemasangan ( 3 x 24 jam )
drain/shunt

7.

sehingga klien tidak


mengalami hipoksia
Untuk mengetahui
ada tidaknya
ketidakefektifan pola
napas
Untuk mengetahui
adanya kelainan suara

ronchi

Klien tidak
mengalami
gangguan
pertumbuhan dan
perkembangan

Tidak retraksi
otot bantu
pernapasan

Pernapasan
teratur, RR
dalam batas
normal

Pertumbuhan
dan
perkembangan
klien tidak
mengalami
keterlambatan
dan sesuai
dengan tahapan
usia

Memberikan diet nutrisi untuk


pertumbuhan ( asuh )
Memberikan stimulasi atau rangsangan
untuk perkembangan kepada anak ( asah )
Memberikan kasih sayang ( asih )

Mengetahui
penyebab terjadinya in
feksi

Mencegah
timbulnya ifeksi
Asupan nutrisi

dapat membantu
kemerahan
menyembuhkan luka
Antibiotik dapat
mencegah timbulnya
infeksi
Ketidakseimbangan Setelah dilaksakan tidak terjadi penurunan Pertahankan kebersihan mulut dengan
Mulut yang tidak
nutrisi kurang dari asuhan
berat badan sebesar 10% baik sebelum dan sesudah mengunyah makanan. bersih dapat
kebutuhan tubuh
keperawatan
dari berat awal, tidak
Tawarkan makanan porsi kecil tetapi
mempengaruhi rasa
yang berhubungan diharapkan
sering untuk mengurangi perasaan tegang pada makanan dan

Pantau tanda-tanda infeksi( letargi, nafsu


TD dalam batas makan menurun, ketidakstabilan, perubahan
normal
warna kulit )
Tidak terdapat Lakukan rawat luka
perdarahan
Pantau asupan nutrisi
Kolaborasi dalam pemberian antibiotik
Tidak terdapat -

Mempertahankan
berat badan agar tetap
stabil
Agar
perkembangan klien tetap
optimal
Memenuhi
kebutuhan psikologis

dengan muntah
sekunder akibat
kompresi serebral
dan iritabilitas.

ketidakseimbangan adanya mual-muntah.


nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh
teratasi dengan

lambung
Atur agar mendapatkan nutrien yang
berprotein/ kalori yang disajikan pada saat
individu ingin makan
Timbang berat badan pasien saat ia
bangun dari tidur dan setelah berkemih pertama.
Konsultasikan dengan ahli gizi mengenai
kebutuhan kalori harian yang realistis dan
adekuat.

meninbulkan mual
Makan dalam
porsi kecil tetapi sering
dapat mengurangi beban
saluran pencernaan.
Saluran pencernaan ini
dapat mengalami
gangguan akibat
hidrocefalus
Agar asupan
nutrisi dan kalori klien
adeakuat
Menimbang berat
badan saat baru bangun
dan setelah berkemih
untuk mengetahui berat
badan mula-mula
sebelum mendapatkan
nutrient
Konsultasi ini
dilakukan agar klien
mendapatkan nutrisi
sesuai indikasi dan
kebutuhan kalorinya.

A PATOFISIOLOGI
Malforma
si

Ketidakseimbangan
sekresi dan
absorbsi

Obstruksi

CSS
akumulasi
CSS di Vent.

Tekanan

Dilatasi bag. Proksimal


s.d tempat obstruksi
Dilatasi bag.
Vent.

Menekan
otak

Sbl
penutupan

Stl
penutupan

Pembesaran
tlg.

Sutura
terbuka

P/ TIK