Anda di halaman 1dari 3

ANALISIS SPESIFIKASI KARYAWAN YANG DIBUTUHKAN DI UNIT BEDAH

A. Pengertian Kamar Operasi


Kamar operasi adalah suatu unit khusus di rumah sakit, tempat untuk melakukan tindakan pembedahan, baik elektif maupun
akut, yang membutuhkan keadaan suci hama (steril).
Secara umum lingkungan kamar operasi terdiri dari 3 area.
1. Area bebas terbatas (unrestricted area)
Pada area ini petugas dan pasien tidak perlu menggunakan pakaian khusus kamar operasi.
2. Area semi ketat (semi restricted area)
Pada area ini petugas wajib mengenakan pakaian khusus kamar operasi yang terdiri atas topi, masker, baju dan celana
operasi.
3. Area ketat/terbatas (restricted area).
Pada area ini petugas wajib mengenakan pakaian khusus kamar operasi lengkap dan melaksanakan prosedur aseptic.
Requierements/spesifikasi jabatan
Usia maksimal 45 tahun
Pendidikan D3 Keperawatan
Pengalaman min 2 tahun DI RUANG OK
Mempunyai sertifikat pelatihan yang berhubungan dengan keterampilan di OK
Mempunyai STR Perawat
Memiliki sertifikat HIPERKES (lebih diutamakan)
Memiliki komitmen yang tinggi terhadap pekerjaan
Disiplin, inisiatif dan komunikatif
Jujur dan dapat bekerjasama dalam tim
Mampu bekerja dibawah tekanan
Bersedia untuk tidak menggunakan atribut keagamaan
Fresh Graduated di persilahkan
Syarat dan Dokumen-dokumen
Surat Lamaran & Riwayat hidup
Foto berwarna 4x6 (1 Lembar)
Foto kopi Ijazah & Transkrip Nilai
Foto Kopi sertifikat
SKCK yang masih berlaku
Surat keterangan sehat
Surat keterangan kerja dari perusahaan sebelumnya

WEWENANG
1.Melaksanakan petunjuk dan bimbingan yang diberikan Kepala Perawatan untuk meningkatkan pengetahuan,disiplin dan
prestasi kerja.
2.Menerapkan kebijaksanaan dari Ka. Dinas Medis
3.Mengoreksi pekerjaan dengan tetap berpegang teguh pada petunjuk dan pembinaan dari Kepala Perawatan & Ka. Dinas
Medis
Sistem Recruitment Pegawai Unit Bedah
Metode non ilmiah adalah seleksi yang dilakukan dimana dasar pemilihannya tidak didasarkan kepada kriteria atau standar
ataupun spesifikasi jabatan, tetapi hanya berdasarkan kepada perkiraaan pengalaman. Metode ini merupakan metode seleksi

yang berdasarkan tradisi lama atau metode lama, itu mempunyai kelemahan besar yaitu tidak mempunyai pegangan yang
pasti akan tepat tidaknya seorang keryawan untuk memangku suatu jabatan.
Menggunakan bahan-bahan pertimbangan sebagai berikut:
Surat lamaran bermaterai atau tidak.
Ijazah sekolah dan daftar nilai.
Surat keterangan pekerjaan dan pengalaman.
Referensi atau rekomendasi dari pihak yang dapat dipercaya.
engadakan wawancara langsung dengan pelamar yang bersangkutan.
Metode ilmiah adalah seleksi yang dalam pelaksanaannya berdasarkan kepada spesifikasi jabatan dan kebutuhan nyata
yang akan diisi serta pedoman kepada kriteria dan standar tertentu. Seleksi metode ini merupakan pengembangan seleksi
non-ilmiah.
Dalam metode Ilmiah berdasarkan ilmu pengetahuan diadakan test kepada calon karyawan yang mana nilai dan hasil test
tersebut sangat berpengaruh terhadap pengambilan keputusa apakah karyawan tersebut diterima atau ditolak.
Adapun presedur seleksi yang lazim diadakan adalah sebagai berikut:
Seleksi surat lamaran yang masuk.
Pengisian formulir lamaran.
Pemeriksaan referensi.
Wawancara pendahuluan.
Test-test pemeriksaan
Test psikologi.
Persetujuan atasan langsung.
Memutuskan diterima atau ditolak.
Procedure Seleksi
Tahap I
Proses seleksi merupakan dua arah. Organisasi memilih para karyawan dan para pelamar memilih perusahaan. Seleksi
dimulai dengan kunjungan calon pelamar ke kantor personalia atau dengan permintaan tertulis untuk aplikasi. Pada saat ini
biasanya dilakukan penyeleksian surat-surat lamaran yang masuk menjadi dua bagian, yaitu surat lamaran yang memenuhi
syarat dan surat lamaran yang tidak memenuhi syarat. Lamaran yang tidak memenuhi syarat berarti gugur, sedangkan
lamaran yang memenuhi syarat dipanggil untuk mengikuti seleksi berikutnya.

Tahap II Tes-tes Penerimaan


Tes penerimaan sangat berguna untuk mendapatkan informasi yang relatif objektif tentang pelamar yang dapat
dibandingkan dengan para pelamar lainnya dan para karyawan yang sekarang. Selain itu tes penerimaan merupakan proses
untuk mencari data calon karyawan yang disesuaikan dengan spesifikasi jabatan yang akan dijabat. Bentuk-bentuk tes
penerimaan ini biasanya adalah:
Physical tes (medical tes), yaitu suatu proses untuk menguji kemampuan fisik pelamar.
Academic tes (knowledge tes), yaitu proses menguji kecakapan yang dimiliki pelamar sesuai dengan kebutuhan
jabatan yang akan diisinya.
Physychological tes, yaitu proses menguji tentang kecerdasan, bakat, prestasi, minat, dan kepribadian dari pelamar.
Tahap III Wawancara Seleksi
Wawancara seleksi adalah percakapan formal dan mendalam yang dilakukan untuk mengevaluasi diterimanya atau tidak
seorang pelamar. Dengan percakapan langsung, pewawancara yang berpangalaman dan jeli akan dapat menggali
kemampuan seorang pelamar. Dengan wawancara ini pula akan diperoleh informasi dari setiap pelamar, kemudian
dibandingkan satu persatu siapa yang paling tinggi kemampuannya untuk melakukan pekerjaan itu.
Tahap IV Pemeriksaan Referensi
Memeriksa referensi adalah meneliti siapa referensi pelamar, dipercaya atau tidak untuk memberikan informasi mengenai
sifat, perilaku, pengalamn kerja, dan hal-hal lain yang dianggap penting dari pelamar. Referensi pada dasarnya adalah
seseorang yang dapat memberikan informasi dan jaminan mengenai pelamar yang bersangkutan. Referensi yang digunakan
biasanya adalah personel references dan employement references.
Personal references adalah referensi yang dapat memberikan informasi mengenai karakter dan kondisi kesehatan atau
penyakit yang pernah dialami pelamar. Referensi ini biasanya diberikan oleh keluarga atau teman-teman dekat pelamar.
Employement references adalah referensi yang dapat memberikan informasi atau semacam jaminan mengenai latar
belakang maupun pengalaman kerja pelamar bersangkutan. Referensi ini biasanya diberikan oleh perusahaan asal pelamar
atau oleh teman yang telah pernah bekerja sama dalam suatu organisasi. Jadi pada prinsipnya, semakin penting, strategis,
dan vital suatu jabatan, semakin cermat pemeriksaan referensi.
Tahap V Evaluasi Medis
Evaluasi ini merupakan pemeriksaan kesehatan fisik pelamar apakah memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan untuk
jabatan yang bersangkutan. Evaluasi ini hendaknya diperhatikan dengan cermat karena sangat menentukan prestasi kerja
karyawan. Tidak mungkin karyawan akan dapat berprestasi baik jika ia sering sakit dan tidak dapat hadir untuk
melaksanakan tugas-tugasnya
Tahap VI Wawancara oleh Penyelia
Kepala bagian atau atasan langsunng mewawancarai pelamar untuk memperoleh data yang lebih mendalam tentang
kemampuan pelamar dalam melaksanakan tugas-tugas yang akan diberikan kepadanya. Wawancara ini bertujuan untuk
mengetahui sejauh mana kemampuan praktis pelamar dalam mengerjakan pekerjaan dan juga untuk memperoleh gambaran
apakah pelamar dapat diajak bekerja sama atau tidak. Wawancara akhir akan menentukan diterima atau tidaknya pelamar
menjadi calon karyawan pada perusahaan tersebut.
Tahap VII Penerimaan
Top manajer akan memutuskan diterima atau ditolaknya pelamar setelah memperoleh hasil dari seleksi-seleksi terdahulu.
Keputusan ini menandai berakhirnya proses seleksi.
Tahap VIII Penempatan
Penempatan adalah tindak lanjut dari seleksi, yaitu menempatkan calon karyawan yang diterima (lulus seleksi) pada jabatan
atau pekerjaan yang membutuhkannya dan sekaligus mendelegasikan authority kepada orang tersebut. Dengan demikian,
calon karyawan itu akan dapat mengerjakan tugas-tugasnya pada jabatan bersangkutan