P. 1
Aktivitas antimikroba kunyit

Aktivitas antimikroba kunyit

|Views: 2,053|Likes:
Dipublikasikan oleh epsh4ever

More info:

Published by: epsh4ever on Mar 17, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/06/2013

pdf

text

original

A.Kunyit (Curcuma domestica)

1.

Klasifikasi Kunyit

Kunyit (Curcuma domestica) merupakan salah satu tanaman

rempah sekaligus tanaman obat-obatan (Anonim, 2003). Kunyit

mempunyai habitat di daerah tropis dan merupakan tanaman tahunan

(parenial). Secara taksonomi kunyit merupakan anggota dari : (Anonim,

2003).

a.Divisio : Spermatophyta

b.Sub-diviso : Angiospermae

c.Kelas : Monocotyledoneae

d.Ordo : Zingiberales

e.Famili : Zungiberaceae

f.Genus : Curcuma

g.Species : Curcuma domestica Val.

2.

Morfologi

Secara umum kunyit dapat dideskripsikan sebagai berikut:

(Anonim, 2003)

a.Tinggi 0,75- 1,00 m, tumbuh membentuk rumpun. Batang semu,

tegak, silindris, dan berwarna hijau kekuningan.

b.Batang atau rimpang kunyit seperti umbi, terdapat dalam tanah,

bercabang banyak, tebal dan berdaging seperti gasing, dan bagian

dalamnya berwarna kuning jingga.

c.Akar serabut berwarna coklat muda.

6

d.Berbau khas aromatik, rasa agak getir (agak pedas dan pahit).

e.Daun tanaman kunyit tunggal tersusun atas dua baris, bentuk

daunnya lanset, ujung daunnya lancip berekor, helaian daun biasanya

lebar dengan ibu tulang yang tebal, tulang-tulang cabang sejajar dan

rapat satu sama lain, serta berwarna hijau muda (Gambar 2.1).

Gambar 2.1. Tanaman Kunyit (C. domestica)
Sumber: Anonim (2003).

3.

Kandungan Kimia

Komposisi zat yang terkandung dalam kunyit terdiri dari 3-5%

curcuminoid, 70% karbohidrat, 7% protein, 4% mineral, dan sedikitnya

mengandung 4% minyak esensial. Kunyit juga mengandung vitamin,

alkaloid lain, dan 1% resin (Jager, 2003). Unsur pokok yang terkandung di

dalam kunyit disebut curcumin. Senyawa ini larut pada suhu 176-1770

C

dan mempunyai sifat larut dalam ethanol, basa, keton, asam asetat, dan

kloroform (Araújo dan Leon, 2001).

Curcumin secara alami terkandung dalam kunyit (C. domestica)

yang dijual secara komersil sebagai turmeric, serbuk berwarna kuning

jingga yang digunakan sebagai bumbu dapur atau pewarna makanan alami.

Turmeric mengandung

curcuminoid

yang terdiri dari

7

demethoxycurcumin (curcumin II), bisdemethoxycurcumin

(curcumin III), dan cyclocurcumin (Aggarwal et al., 2006).

Kandungan lain dalam kunyit yang juga sangat bermanfaat adalah

minyak esensial. Minyak esensial hanya menyusun sekitar 4% dari seluruh

kandungan zat dalam kunyit tetapi merupakan bagian yang mempunyai

daya antimikroba paling kuat (Chowdhury et al., 2008). Di dalamnya

terdapat sedikitnya lima belas zat dengan komposisi utama berupa ar-

Turmerone dan turmerone (Tabel 2.1) (Leela et al.,2002). Keduanya

merupakan dua dari zat utama penyusun minyak esensial kunyit yang

disebut terpene (Natta et al., 2008). Terpene inilah yang mempunyai daya

antimikroba, khususnya pada bakteri gram positif.

Tabel 2.1. Kandungan Minyak Esensial Kunyit.
Sumber : Natta et al.(2008)

8

4.

Manfaat dan Kegunaan

Kunyit mengandung banyak zat yang bermanfaat bagi kesehatan

(Gambar 2.2). Tanaman rimpang ini mempunyai aktivitas antibiotik,

pencegah kanker, anti-inflamasi, dan antioksidan, antiprotozoa, nematosid,

antivenom, antitumor, dan anti-HIV (Araújo dan Leon, 2001; De Jager,

2003).

Sebagai anti-inflamasi, triethyl curcumin mempunyai potensi anti-

inflamasi paling tinggi dibandingkan analog curcumin lain dan obat

pilihan dalam mengurangi inflamasi kronik. Selain itu, kunyit juga

menghambat peroxidasi lipid pada mikrosom hati tikus, membran eritrosit,

dan otak, dengan meningkatkan dan mempertahankan aktivitas enzim

antioksidan seperti superoxide dismutase, catalase dan glutathione

peroxidase. Peroksidasi lipid mempunyai peranan penting dalam

patogenesis inflamasi, penyakit jantung, dan kanker (Araújo dan Leon,

2001).

Kunyit juga mempunyai aktivitas biologis lain, diantaranya

aktivitas antiprotozoa terhadap Leishmania amazonensis, Plasmodium

falciparum dan L. major; aktivitas nematisid terhadap Paramecium

caudatum dan Toxocara canis; aktivitas antivenom yang bersifat

antihemoragi dari racun Bothrops dan Crotalus; anti-HIV dengan

menghambat replikasi HIV-1 integrase protein; aktivitas antitumor; serta

aktitivitas antibiotik (Araújo dan Leon, 2001).

9

Gambar 2.2. Aktivitas Biologis Curcumin
Sumber: Aggarwal et al.(2006).

Sebagai antibiotik kunyit mempunyai aktivitas antibakteri terhadap

beberapa jenis bakteri gram negatif dan positif seperti, Staphylococcus

albus, S. aureus, Lactobacillus sp, Escherichia coli, Pseudomonas

aeruginosa, Salmonella typhimurium dan Bacillus typhosus. Kemampuan

antimikroba ini paling kuat didapatkan pada minyak esensial kunyit yang

kaya akan terpene.

5.

Penelitian Pendukung

Goel (2008) meneliti bahwa ekstrak kunyit mempunyai MIC sebesar

40µg/ml terhadap koloni S.aureus. Ungphaiboon et al.(2005) dan Çıkrıkçı

et al (2008) melaporkan bahwa ekstrak kunyit dengan fraksi etanol

mempunyai daya antimikroba terhadap beberapa spesies diantaranya,

10

Bacillus subtilis, S. aureus, Cryptococcus neoformans, dan Candida

albicans dengan MIC berturut-turut 16, 128, 128, dan 256 μg/ml.

Pada penelitian lain Singh et al.( 2002) menggunakan empat fraksi,

didapatkan hasil penyulingan/ minyak esensial menunjukkan efektivitas

lebih baik dari antibiotik standar yang digunakan (gentamisin, ampisilin)

terhadap koloni S. aureus dan S. albus. Selain itu fraksi ekstrak kunyit

dengan air juga menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap S. aureus.

Aktivitas terhadap bakteri gram negatif hanya ditunjukkan oleh minyak

esensial dengan aktivitas menengah. Dengan metode difusi pada isolat

klinik minyak esensial mempunyai aktivitas hambat 221% tanpa

pengenceran, 207% pada pengenceran 10 kali, dan 142% pada

pengenceran 100 kali. Sedangkan pada isolat standar minyak esensial

mempunyai aktivitas hambat sebesar 31% tanpa pengenceran, 28% pada

pengenceran 10 kali, dan 21% pada pengenceran 100 kali.

Zat yang bersifat antimikroba dan terkandung minyak esensial

kunyit adalah golongan terpene . Terpene yang banyak ditemukan dalam

minyak esensial kunyit diantaranya ethyl-p-methoxycinnamate; tumerone,

farnescene, curlone dan zingiberene; terpinene, geraniol, dan 6-

camphenone; serta methyl chavicol. Zat-zat tersebut mempunyai daya

antimikroba terutama terhadap bakteri gram positif (Natta et al., 2008).

Hal ini disebabkan karena sifatnya yang hidrofob dan dapat mengganggu

kestabilan membran sel dengan cara merusak integritas membran

sitoplasmanya, menurunkan cadangan ATP intrasel, menurunkan potensial

membran bakteri, menurunkan pH intrasel, serta dengan meningkatkan

11

efluks kalium keluar sel (Ultee et al., 1999; Sikkema et al.,1995;

Trombetta et al.,2005).

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->