Anda di halaman 1dari 29

EPISTEMOLOGI

Epistemologi
berasal
dari
bahasa Yunani, Episteme
:
artinya
pengetahuan
(Knowledge)
Logos : Ilmu/Teori
Epistemologi
:
Teori
Pengetahuan

Istilah Lain dari Epistemologi


1. Kriteriologi, yakni cabang filsafat yang
membicarakan ukuran benar atau
tidaknya pengetahuan.
2. Kritik Pengetahuan, yakni pembahasan
menganai pengetahuan secara kritis.
3. Gnisiology, yaitu perbincanganm
mengenai pengetahuan yang bersifat
ilahiyah (Gnosis)
4. Logika material yaitu pembahasan logis
dari segi isinya, sedanngkan logika formal
lebih menekankan pada segi bentuknya.

Semua pengetahuan hanya


dikenal dan ada dalam pikiran
manusia, tanpa pikiran
pengehauan tidak akan eksis.
Oleh karena itu keterkaian
antara pengatahun dengan
pikiran merupakan sesuatu
yang kodrati

Bahm : Ada 8 hal penting yang berfungsi


membentuk struktur pikiran manusia

1. Mengamati (observer):
Pikiran berperan dalam mengamati
objek
tapi
haruslah
mengandung
kesadaran,
Kasadaran adalah suatu karakteristik atau
fungsi fikiran.
Kesadaran Jiwa melibatkan dua unsur
penting
yaitu
kesadaran
untuk
mengetahui sesuatu dan penampakan
objek.

Namum demikian pikiran tidak


membutuhkan kesadaran karena pikiran
bisa dalam bentuk pikiran bawah sadar
atau pikiran tanpa sadar
Sebuah pikiran mengamati apasaja yang
menampak. Hal yang diamati ini disebut
Objek
Pengamatan seringkali timbul dari rasa
ketertarikan pada objek, oleh karena itu
pengamatan melibatkan pula fungsifungsi yang lain

2. Menyelidiki (inquires)
Keterkaitan pada objek dikondisikan
oleh jenis-jenis objek yang tampil.
Objek itu bisa berupa : Cara mereka
diper-sepsi, dikonsepsi, diantisipasi,
baik secara sederhana maupun
secara kompleks, dll.
Tenggang waktu minat seseorang
pada objek itu sangat tergantung
pada
daya
tariknya
Karena
kehadiran dan tenggang waktu
biasanya bersaing dengan minat-

Minat ini ada yang dikaitkan dengan


kepentingan
jasmani,
permintaan
lingkungan, tuntutan masyarakat, tujuantujuan
pribadi,
konsepsi
diri,
rasa
tanggung
jawab,
rasa
kebebasan
bertindak, dll.
Minat
terhadap
objek
melibatkan komitmen.

cendrung

Minatlah yang membimbing seseorang


secara alamiah untuk terlibat ke dalam
pemahaman pada objek-objek

3. Percaya
Manakala suatu objek muncul dalam
kesadaran, maka biasanya objek itu
diterima
sebagai
objek
yang
menampak. Sikap yang menerima
sesuatu yang menampak dinamakan
kepercayaan. Sedangkan orang yang
mengembangkan
rasa
keraguan
dalam menerima kebenaran suatu
objek dinamakan skeptikus

4. Hasrat
Konrad Hasrat ini mencakup kondisikondisi biologis dan psikologis dan
interaksi dielektrik antara tubuh dan jiwa.
Karena
pikiran
dibutuhkan
untuk
aktualisasi hasrat, maka kita dapat
mengatakan sebagai hasrat pikiran.
Tanpa pikiran tak mungkin ada hasrat.
Beberapa hasrat muncul dari kebutuhan
jasmani : makan, minim, istirahat, tidur,
dll.

Beberapa hasrat bisa juga timbul dari


pengrtian yang lebih tinggi seperti : hasrat
diri, keinginan pada objek, pada orang lain,
kesenangan
pada
binatang,
tumbuhtumbuhan dan proses interaktif.
Beberapa
hasrat
juga
timbul
dari
keterkaitan pada tindakan, pengaruh,
pengendalian.
Beberapa
harsat
juga
muncul
dari
keterkaitan pada kesenangan dan dalam
melupakan penderitaan
Beberapa hasrat dapat muncul dari
keterkaitan
pada
kehormatan,
penghargaan, reputasi dan rasa keamanan.

5. Maksud
Kendatipun seseorang memilik maksud ketika
akan mengopservasi, menyelidiki,
mempercayai, dan berhasrat, namun sekaligus
perasaannya tidak berbeda bahkan terdorong
ketika melakukannya. Perubahan kehendak
dari intensitas minimal ke maksimal, dari
keinginan menerima yang menampak akan
menimbulkan pengaruh juga.

6. Mengatur
Setiap pikiran adalah organisasi yang
teratur dalam diri sesorang.
Pikiran mengatur melalui kesadaran yang
sudah menjadi.
Pikiran mengatur dalam kesadaran
penampakan dalam setiap kehadiran,
Pikiran mengatur manakala ia mengatasi
setiap kehadiran melalui gap
ketidaktahuan dalam penampakan untuk
menghasilkan kesadaran lebih lanjut

Pikiran
mengatur
melalui
panggilan
untuk
memunculkan objek dan berperan serta dalam
pembentukan objek yang medorong untuk diatur
melalui otak.
Pikiran mengatur melalui pengingatan dan
mendukung penampakan pada objek-objek yang
hadir, minat dan proses.
Pikiran mengatur melelui pengantisipasian ,
peramalan, dan menjadikan kesadaran terhadap
objek-objek yang diramalkan.
Pikirang mengatur melalui proses generalisasi,
yaitu dengan mencatat kesamaan diantara
berbagai objek dan menyatakan dengan tegas
tentang kesamaan itu.

7. Menyesuaikan
Menyesuaikan

pikiran-pikiran

sekaligus

melakukan pembatasan-pembatasan yang


dibebankan kepada pikiran melalui kondisi
kebeadaan yang tercakup dalam otak dan
tubuh di dalam fisik, biologis, lingkungan
sosial dan kultural dan keuntungan yang
terlihat
kepuasan

pada

tindakan,

hasrat

dan

Kehidupan terdiri atas kesiapan untuk


menghadapi persoalan secara terus
menerus
dan
mencoba
untuk
memecahkannya. Beberapa solusi
memperlihatkan
rasa
kepuasan
selama beberapa waktu. Akibatnya
muncul kebiasaan, adat, dan institusi
dalam masyarakat. Beberapa solusi
mungkin
hanya
memuaskan
sebagian, atau untuk masa yang
pendek, tetapi sebagian yang lain
mungkin dapat membuat frustasi,

8. Menikmati
Pikiran-pikiran dapat mendatangkan
keasyikan, seperti orang yang
menekuni suatu persoalan, maka ia
akan menikmati dalam pikirannya.

Epistemologi
juga
terkait
dengan
jenis-jenis
pengetahuan, oleh karena itu
dapat dibagi menjadi 2 jenis :
- Pengetahuan ilmiah
- nir-ilmiah

Ciri-ciri pengatuan ilmiah :


1. Berlaku umum, artinya : jawaban atas
pertanyaan apakah sesuatu ltu layak atau
tidak tergantung pada faktor-faktor subjektif
2. Menpunyai kedudukan mandiri, artinya :
meskipun faktor luar juga berpengaruh,
tetapi harus diupayakan agar tidak
menghentikan pengembangan ilmu secara
mandiri
3. Mempunyai dasar pembenaran, artinya : cara
kerja ilmiah diarahkan untuk memperoleh
derajat kepastian yang sebesar mungkin

4. Sistematik, artinya : ada sistem


dalam susunan pengetahuan dan
dalam cara memperolehnya.
5. Intersubjektif, artinya : kepastian
pengathuan ilmiah tidaklah
didasarkan atas intuisi-intuisi serta
pemahaman yang subjektif.

Pengetahaun dipandang dari jenis


pengetahuan yang dibangun dapat
dibedakan atas
1. Pengetahaun biasa : siafatnya subjektif
artinya sangat terikat pada subjek yang
mengenal. Dengan demikian
pengetahuan memiliki sifat selalu benar.
2. Pengetahuan ilmiah yaitu pengetahuan
yang telah menetapkan objek yang khas
melalui pendekatan metodologis.
Kebenarannya bersifat relatif, karena
selalu aada perbaharuan.

3.
Pngetahuan
Filsafati,
yaitu
pengetahuan yang pedekatannya
melalui
metodologi
pemikiran
filsafat. Sifatnya mendasar dan
menyeluruh
dengan
model
pemikiran yang analitis, kritis, dan
spekulatif
4.
Pengetahuan
agama,
yaitu
pengatauan yang didasarkan pada
keyakinan
dan
ajaran
agama
tertentu. Sifatanya dogmatis artinya
pernyataan dalam suatu agama
selalu didasarkan pada keyakinan

Pengetahaun dipandang dari Kriteria


karak-teristiknya dapat dibedakan atas
1. Pengetahuan indrawi : Pengetahuan yang
didasarkan atas indra/Pengalaman
2. Pengetahuan akal budi, Pengetahaun yang
didasarkan atas kekuatan rasio
3. Pengetahuan intuitif, pengetahuan yang
memuat pemahaman secara cepat
4. Pengetahuan otoritatif, pengetahuan yang
dibangun atas dasar kredibilitas seorang
tokoh atau sekelompok orang yang
dianggap profesional dalam bidangnya.

AKSIOLOGI
.

Aksiologi berasal dari axion dan


logos. Axion artinya nilai atau
sesuatu yang berharga,
logos artinya akal atau teori.
Jadi aksiologi artinya : teori nilai,
penyelidikan mengenai kodrat,
kriteria, dan status metafisik dari
nilai.

Persoalan utama dari aksiologi


berkai-tan dengan 4 faktor
1. Kodrat nilai berupa

persoalan mengenai : Apakah


nilai itu berasal keinginan,
kesenangan, kepentingan,
preferensi, keinginan rasio
murni, pengalaman
kepribadian, pengalamn yang
mendorong semangat hidup

2. Jenis-jenis nilai yaitu


menyangkut
perbedaan
pandangan antara nilai
intrintik,
ukuran
untuk
kebijaksanaan itu sendiri,
nilai-nilai intrumental yang
menjadi
penyebab
mengenai nilai intrinsik itu.

3. Kriteria Nilai
Kriterian nilai artinya ukuran untuk menguji
nilai yang dipengaruhi sekaligus oleh teori
psikologi dan logika
Penganut hedonist menemukan bahwa
ukuran nilai terletak pada sejumlah
kenikmatan yang dilakukan oleh seseorang
atau masyarakat.
Penganut Intusionist mengemukakan bahwa
ukuran nilai adalah suatu wawasan yang
paling akhir dalam keutamaan.

Penganut idealist mengakui


kriteria ukuran nilai adalah
sisten norma rasional atau
norma ideal
Penganut naturalist
mengemukakan bahwa
keunggulan biologis sebagai
ukuran yang standar.

4. Status Metafisik Nilai


Status metafisika nilai mempersoalkan
tentang bagaimana hubungan antara
nilai terhadap fakta-fakta yang
disedlidiki melalui ilmu-ilmu kealaman
Status metafisika ini tergolong dlm 3
kelompok :
Subjektivisme menganggap bahwa
nilai merupakan sesuatu yang terikat
pada pengalaman manusia

Objektivisme logis menganggap


bahwa nilai merupakan hakekat atau
substansi logis yang bebas dari
keberadaannya yang diketahui tanpa
status eksistensional atau tindakan
dalam realitas.
Okjektivisme Metafisik menganggap
bahwa nilai atau norma adalah
integral, objektif dan unsur-unsur
aktif kenyataan metafisik.