Anda di halaman 1dari 2

Batu Empedu

sBatu empedu atau cholelithiasis adalah timbunan Kristal


didalam kandungan empedu atau didalam saluran empedu atau
kedua-duanya. Batu kandung empedu merupakan gabungan beberapa
unsur dari cairan empedu yang mengendap dan membentuk suatu
material mirip batu didalam kandung empedu atau saluran empedu.
Komponen utama dari cairan empedu adalah bilirubin, garam empedu,
fosfolipid dan kolesterol. Batu yang ditemukan didalam kandung
empedu bisa berupa batu kolesterol, batu pigmen yaitu coklat atau
pigmen hitam, atau batu campuran.
Lokasi batu empedu bisa bermacam-macam yakni di kandung
empedu, duktus sistikus, duktus koledokus, ampula vateri, didalam
hati. Kandung empedu merupakan kantong berbentuk seperti buah
alpukat yang terletak tepat dibawah lobus kanan hati. Empedu yang
disekresi secara terus-menerus oleh hati masuk kesaluran empedu
yang kecil didalamahasism hati. Saluran empedu yang kecil-kecil
tersebut bersatu membentuk dua saluran yang lebih besar yang keluar
dari permukaan bawah hati sebagai duktus hepatikus kanan dan kiri
yang akan bersatu membentuk duktus hepatikus komunis. Duktus
hepatikus komunis bergabung dengan duktus sistikus membentuk
duktus koledokus. Pada banyak orang, duktus koledokus bersatu
dengan duktus pankreatikus membentuk ampula vateri sebelum
bermuara ke usus halus. Bagian terminal dari kedua saluran dan
ampula dikelilingi oleh serabut otot sirkular, dikenal sebagai sfringter
oddi.
Faktor Resiko
1. Jenis Kelamin
Wanita mempunyai resiko 3 kali lipat untuk terkena batu empedu
dibandingkan dengan pria. Ini dikarenakan oleh hormone esterogen
berpengaruh terhadap peningkatan eskresi kolesterol oleh kandung
empedu. Kehamilan, yang meningkatkan kadar esterogen juga
meningkatkan resiko terkena batu empedu. Penggunaan pil kontraspsi
dan terapi hormone (esterogen) dapat meningkatkan kolesterol dalam
kandung empedu dan penurunan aktivitis pengosongan kandung
empedu.
2. Usia
Resiko untuk terkena batu empedu meningkat sejalan dengan
bertambahnya usia. Orang dengan usia >60 tahun lebih cenderung
untuk terkena batu empedu dibandingkan dengan oran usia yang
lebih muda.
3. Berat badan

Orang dengan Body Mass Index (BMI) tinggi, mempunyai resiko


lebih tinggi untuk terjadi batu empedu. Ini dikarenakan dengan
tingginya BMI maka kadar kolesterol dalam kandung empedu pun
tinggi, dan juga mengurangi garam empedu serta mengurangi
kontraksi/pengosongan kandung empedu

4. Makanan
Intake rendah klorida, kehilangan berat yang begitu cepat
(seperti setelah operasi gastrointestinal) mengakibatkan gangguan
terhadap unsur kimia dari empedu dan dapat menyebabkan
penurunan kontraksi kandung empedu
5. Riwayat keluarga
Orang dengan riwayat keluarga batu empedu mempunyai resiko
lebih besar dibandingkan tanpa riwayat keluarga
6. Aktifitas fisik
Kurangnya aktifitas fisik berhubungan dengan peningkatan resiko
terjadi batu empedu. Ini mungkin disebabkan oleh kandung empedu
lebih sedikit berkontraksi
7. Penyakit usus halus
Penyakit yang dilaporkan berhubungan dengan batu empedu
adalah crhon disease, DM, anemia sel sabit, trauma, dan ileus paralitik
8. Nutrisi intravena jangka lama
Nutrisi intravena jangka lama mengakibatkan kandung empedu
tidak terstimulasi untuk berkontraksi, karena tidak ada makanan/nutrisi
yang melewati intestinal. Sehingga resiko untuk terbentuknya batu
menjadi meningkatkan dalam kandung empedu