Anda di halaman 1dari 2

Universitas Paramadina 201

0
Nama Harsa Arizki Nurulsrihanto
NIM 206 000 321
Mata Kuliah Komunikasi Internasional
Prodi Hubungan Internasional

Ketika dunia mengalami Revolusi Internet, apakah masih relevan menggunakan sensor
seperti yg tercantum pada TKIDB (Tata Komunikasi dan Informasi Dunia Baru)

Di era globalisasi sekarang ini, kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya
internet. internet merupakan sarana untuk mendapatkan berbagai macam informasi yang
dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Internet pada awalnya muncul pada tahun 1969
di AS, yaitu teknologi yang diawali oleh proyek yang dilakukan oleh departemen AS. Proyek
yang disebut ARPA ini bertugas untuk melakukan penelitian yang bermanfaat bagi kelancaran
dan kemajuan tugas-tugas militer AS, karena berbasis komputer maka dinamakan dengan
ARPANET.

Internet adalah sistem informasi global berbasis komputer. jadi, bergaul dengan
internet sama juga bergaul dengan komputer. Untuk mengakses internet kita hanya
membutuhkan seperangkat komputer, modem, dan saluran telepon. Bahkan saat ini tidak
perlu mempergunakan jaringan telepon, cukup dengan menggunakan wireless internet. jadi,
sangat gampang bukan untuk mengakses internet?

Keberadaan internet memberi dampak positif bagi seluruh masyarakat pengguna


internet termasuk remaja. Disana mereka bisa dengan cepat mendapatkan informasi, bisa
mencarinya dengan menggunakan google, bing atau dengan cara yang lain. Tetapi
kebanyakan remaja menggunakan internet untuk mencari teman, chatting, kirim e-mail dan
mencari tugas-tugas kuliah atau tugas sekolah. Dikalangan remaja masa kini yang lagi marak-
maraknya adalah facebook. Mereka mencari teman melalui facebook, bisnis kecil-kecilan,
mencari teman lama, reuni sekolah atau kuliah, membuat grup, dan masih banyak lagi. Selain
itu ada situs jejaring sosial yg bernama Twitter, dimana kita dapat menyebarkan ide dengan
sangat cepat, baik dengan jumlah follower yang banyak atau melalui fitur retweet yang
hampir seperti pesan berantai. Hal ini banyak dimanfaatkan oleh public figure, politisi, UKM,
remaja dalam promosi maupun menyebarkan ide-idenya.
Internet bukan hanya untuk mencari informasi saja, akan tetapi dapat digunakan
Universitas Paramadina 201
0
sebagai tempat penjualan barang dan jasa. Penjualan melalui internet ini disebut E-commerce
(electronic commerce). Muncunya istilah ini seiring dengan semakin berkembangnya disiplin
ilmu komputer dan internet. E-commerce ini dapat diartikan sebagai pertukaran barang, jasa,
dan atau informasi melalui medium elektronik dengan imbalan uang yang pembayarannya
dilakukan dengan menggunakan credit card (kartu kredit). Cakupan bisnis melalui internet ini
mulai dari pemesanan bunga dan kartu ucapan, jual buku, langganan majalah, sampai
pembayaran untuk pembelian OS (Operation System) dan Anti-Virus yang akan digunakan
untuk komputer.

Selain dampak positif, internet juga bisa memberi dampak negatif bagi kalangan
masyarakat khususnya remaja. Misalnya para remaja membuka situs-situs porno di internet.
Selain itu, dampak buruk dari internet itu adalah timbul berbagai macam kejahatan.
Diantaranya adalah pencurian uang di Bank melalui internet, dan biasanya orang yang ahli di
bidang itu disebut Hacker. Perbuatan kriminal tersebut sulit untuk di deteksi karena mereka
menggunakan taktik sendiri dan kode-kode tertentu dalam pelaksanaan misi mereka. Dan itu
semua tidak dapat diketahui pihak lain. Pembobolan Bank ini dapt merugikan negara karena
jumlah yang diraut bukan hanya jutaan rupiah, melainkan trillyun rupiah. Contoh kejahatan
lain adalah penipuan undian berhadiah. Dan masih banyak lagi tindak kriminal yang
dilakukan melalui internet.

Jadi, fitur sensor yang terdapat di TKIDB (Tata Komunikasi dan Informasi Dunia
Baru) walaupun bisa dikatakan tidak relevan lagi karena dunia internet sekarang sudah
bergerak tanpa batas, masih tetap diperlukan karena anak-anak dibawah umur harus dibatasi
atau dicegah dalam mengakses situs-situs negatif, caranya bisa dilakukan pada Wi-Fi sistem
disekolah, dikampus, ataupun ditempat umum lainnya supaya tidak bisa mengakses situs-
situs porno. Dan untuk mengatasi para hacker pemerintah harus memiliki undang-undang
yang jelas dalam mengatasi Cyber Crime, dan pada saat ini Pemerintah Indonesia sudah
merealisasikan nya dalam UU ITE, walaupun hal itu menimbulkan banyak kontroversi.
Selain itu Badan Intelijen Nasional dan Kepolisian dapat bekerjasama dengan provider
internet untuk dapat melacak keberadaan dan aksi hacker atau cracker yang sangat
merugikan masyarakat.