Anda di halaman 1dari 3

1.

Kepuasan
Kepuasan

adalah persepsi responden tentang keadaan emosional yang

menyenangkan atau tidak menyenangkan sehingga meninmbulkan rasa puas


atau tidak puas terhadap kualitas pelayanan kesehatan di puskesmas dan klinik
pratama.
2. Kehandalan
Dimensi mutu pelayanan kesehatan yang mengacu pada kemampuan penyedia
untuk melakukan pelayanan yang dijanjikan secara mandiri dan akurat,
meliputi:
Penerimaan pasien cepat dan tepat
Prosedur pelayanan tidak menyusahkan pasien.
Ketepatan jadwal pelayanan.
3. Ketanggapan
Dimensi mutu pelayanan kesehatan pada instansi kesehatan untuk segera
merespon bila diperlukan oleh pasien yang meliputi:
Pelayanan cepat & tepat
Kemampuan Menyelesaikan keluhan
Pemberian Informasi yang jelas kepada pasien
4.
5. Jaminan
Dimensi mutu pelayanan kesehatan yang mengacu pada pengetahuan,
kemampuan, keterampilan para tenaga medis dalam bekerja, serta memberikan
keamanan pelayanan kesehatan pada pasien, meliputi:
Kemampuan dokter dalam menetapkan diagnosis penyakit.
Keterampilan bekerja para dokter, perawat dan petugas lainnya.
Keamanan pelayanan yang diberikan terhadap pasien
6.
7. Kepedulian
Dimensi mutu pelayanan kesehatan tentang pemahaman pasien pada penyedia
layanan kesehatan terhadap masalah dan kebutuhan pasien miliki, meliputi:

Perhatian dokter terhadap keluhan pasien.


Pelayanan yang adil pada pasien
Prioritas yang diberikan terhadap pasien.
8. Sarana & Prasarana
Dimensi mutu pelayanan kesehatan yang mengacu pada bukti fisik (fasilitas)
yang dimiliki oleh instansi kesehatan, meliputi:
Kenyamanan ruangan
Kelengkapan Alat
Penampilan staf

Jaminan kesehatan adalah jaminan kepada setiap orang yang telah membayar
iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah. Jaminan tersebut berupa
perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh pemeliharaan kesehatan dan
perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan. Jaminan sosial adalah
bentuk perlindungan sosial yang menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi
kebutuhan dasar hidupnya yang layak. Badan hukum publik yang dibentuk untuk
menyelenggarakan program jaminan kesehatan adalah Badan Penyelenggara
Jaminan Kesehatan Sosial (BPJS).(27, 28)
Sistem jaminan sosial nasional adalah tata cara penyelenggaraan program
jaminan sosial oleh badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) kesehatan dan
ketenagakerjaan. Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) diselenggarakan melalui
mekanisme Asuransi Kesehatan Sosial yang bersifat wajib (mandatory)
berdasarkan Undang-undang No. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial
Nasional. Tujuannya agar semua penduduk Indonesia memiliki asuransi sehingga
mereka dapat memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak.(27)
Semua penduduk Indonesia termasuk orang asing yang telah bekerja di
Indonesia minimal enam bulan dan telah membayar iuran wajib menjadi peserta

jaminan kesehatan yang dikelola olah BPJS. Peserta BPJS Kesehatan terdapat 2
kelompok, yaitu(27):
1. PBI (Penerima Bantuan Iuran) jaminan kesehatan
2. Bukan PBI (Penerima Bantuan Iuran) jaminan kesehatan
Penerima Bantuan Iuran (PBI) adalah peserta program jaminan kesehatan yang
iurannya dibayar oleh pemerintah sesuai dengan UU SJSN seperti fakir miskin,
orang yang tidak mampu dan yang mengalami cacat total. Sedangkan, peserta
bukan PBI seperti Pegawai Negeri Sipil, anggota TNI, anggota POLRI, pejabat
negara, pegawai pemerintah non pegawai negeri, pegawai swasta, dan lain-lain.