Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Seperti kita ketahui bahwa penyebab kecelakaan kerja terbesar adalah
Human Error hingga lebih dari 80%. Penyebab utama sebagian besar berasal dari
tindakan tidak aman serta kondisi tidak aman. Artinya

tingkat

kelalaian,

kecerobohan dan sejenisnya sangat dominan. Namun, didalam system manajemen


keselamatan dan kesehatan kerja yang sebagian besar diterapkan di perusahaan
menyebutkan bahwa setiap kejadian atau kecelakaan yang ditimbulkan oleh kesalahan
manusia (Human Error) tidak diperkenankan menyalahkan manusia. Artinya informasi
yang dijadikan bahan pertimbangan akan menyimpulkan bahwa penyebab dasar dari
kecelakaan kerja adalah penerapan system yang kurang memenuhi standard.
Walaupun begitu, kita tetap harus lebih konsentrasi dan berhati-hati dalam
bekerja agar tidak tercipta suatu kondisi tidak aman dan tindakan tidak aman yang
dapat berpotensi mengakibatkan suatu kecelakaan kerja. Karena secara langsung dan
tidak langsung kecelakaan kerja dapat merugikan pekerja dan perusahaan tempat dia
bekerja.
Jadi, sebisa mungkin kita harus menghindari faktor-faktor yang dapat
menyebabkab terjadinya Human Error, karena itu merupakan penyebab utama
terjadinya suatu kecelakaan kerja.
Dengan membaca artikel ini, maka kita dapat mengetahui dan memahami
bersama apa saja faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya human error,
sehingga kita dapat menghindarinya.

BAB II
PEMBAHASAN
Pada

dasarnya

diakibatkan oleh Human


keteledoran

kejadian
Error

atau
yang

kecelakan
berasal

dari

yang

sebagian

kelalaian,

besar

kecerobohan,

dan sejenisnya yang timbul pada seorang pekerja diakibatkan oleh

kemampuan pekerja tersebut dalam mengelola fisik dan mental bersangkutan


untuk menangani pekerjaan mereka di area kerja. Manusia sangat didominasi oleh
faktor kelelahan (Fatigue) bila melampaui batas toleransi yang bisa diterima oleh
seorang pekerja.
Idealnya seorang pekerja akan melakukan pekerjaan dengan baik selama 8
jam kerja terus menerus. Penambahan 1 (satu) jam kerja akan mengurangi
tingkat kewaspadaan hingga 5-10%, maksimal 15%. Jadi bila seorang pekerja
menambah jam kerja selama 4 (empat) jam setelah jam kerja normal (lembur) maka
tingkat kewaspadaan berkurang hingga 60%. Hilangnya tingkat kewaspadaan yang
lebih besar dari 50% berpotensi

pada pekerja bersangkutan untuk kehilangan

konsentrasi. Fatigue Point (Titik Kelelahan) maksimal yang sangat perlu diwaspadai
adalah 85% kewaspadaan berkurang. Artinya yang bersangkutan hanya mempunyai
konsentrasi untuk bertahan (Survive Working Time). Fatigue Point ini adalah
penyebab

utama

Human Black Out (Kehilangan kesadaran

hingga tingkat

menuju tidur pulas/pingsan). Akibatnya adalah Incident atau Accident.


Manusia mempunyai keterbatasan dalam menerima suatu beban. Beban
ini bisa bervariasi baik beban internal maupun beban eksternal. Fenomena
timbulnya kecelakaan

diakibatkan

oleh

daya

beban

seseorang

melampaui

batas

Beban

akan

menyebabkan

seseorang

mengalami

beban dirinya.

kelelahan,

ini

dan kelelahan yang muncul adalah kelelahan yang tidak terkendali.

Kategori kelelahan (Fatigue) dibagai dua yaitu :


1.

Psychological Fatigue (Kelelahan Psikologis)

2.

Physical Fatigue (Kelelahan Fisik)

Psychological Fatigue (Kelelahan secara psikologis) menjadi salah satu


faktor dalam menimbulkan kelelahan yang tidak terkendali (Uncontrolle Fatigue).
Seorang Project Manager di suatu proyek konstruksi dan instalasi pabrik industri

akan mendapatkan hak cuti tahunan selama dua minggu (Off Duty). Di hari akhir
kepulangannya, beliau sangat ceria dan begitu bersemangat dalam menyelesaikan
pekerjaan terakhirnya yang akan digantikan oleh pejabat lain. Hari itu beliau tidak
menggunakan pakaian kerja proyek, karena sore harinya merupakan jadwal
perjalanannya menuju kota transit untuk terbang ke daerah asalnya. Disamping
tidak

menggunakan

pakaian

kerja

proyek, beliau

pun

sudah mengemasi

perlengkapan pelindung diri milik pribadinya dalam locker ruangannya. Satu jam
sebelum penjemputan, beliau keluar kantor untuk berpamitan dengan rekan rekan
kerja di lapangan tanpa menggunakan alat pelindung diri satupun. Respon rekan
rekan kerja memberikan ucapan selamat berlibur dan sampai berjumpa di dua
minggu berikutnya. Saat melewati bagian kontruksi tower, dimana supervisor
konstruksi sedang mengawasi pekerjaan pemasangan bordes disisi tower dengan
ketinggian 50 meter akan diberi ucapan perpisahan, tiba tiba terpercik darah segar
yang berasal dari project

manager

yang

berjarak 1 (satu)

meter

dengan

supervisor tersebut. Dan rubuhlah sang manager dipangkuan bawahannya dengan


mengeluarkan darah segar yang keluar dari kepalanya. Apa yang terjadi ?, sebuah
baut yang jatuh dari ketinggian 50 meter berasal dari pekerja pemasangan bordes
diatas tower. Hanya sebuah baut seberat 0,1 kg mampu membunuh seorang
manajer konstruksi yang begitu berpengalaman dan mempunyai jam terbang
cukup tinggi. Ketinggian 50 meter menyebabkan baut itu mempunyai 0,1 kg x
9,8m/det2 x 50 m percepatan yang dihasilkan yaitu 50 kg.m2/det2.
Faktor psikologis yang terjadi adalah manajer tersebut ternyata baru bisa
cuti setelah menangani proyek selama delapan bulan terus menerus tanpa
cuti, mengingat target yang ditetapkan pemilik perusahaan begitu tinggi dengan tidak
ada waktu tunda yang terjadi. Ketegangan yang selama ini terjadi membuahkan
kelelahan secara psikologis akibat tekanan dari

berbagai

pihak

termasuk

kesempatan bertemu keluarga yang selama ini hanya melalui telepon. Akumulasi
kelelahan selama delapan bulan mencapai klimaknya dengan diberikannya ijin cuti
oleh pimpinan pusat mengingat target yang dibebankan sesuai rencana. Namun,
akumulasi kelelahan ini membuat yang bersangkutan mengabaikan semua standar
ketentuan keselamatan yang selama ini dia dengungkan ke semua karyawan
tentang pentingnya keselamatan sebagai prioritas utama di hari terakhirnya.
Tindakan spontan dan sama sekali tidak berniat untuk melanggar standar

keselamatan tentunya. Namun nasib berkata lain, seandainya beliau selalu


memperhatikan Safety Warning Sign bahwa ada pekerjaan di ketinggian,
menggunakan APD yang dipersyaratkan, standar keselamatan Safety Net yang
terpasang mempunyai ukuran jaring yang lebih kecil dari baut dan sebagainya, maka
hal ini bisa dihindari. Satu contoh bahwa akumulasi kelelahan (Fatigue Point) akan
selalu muncul pada kondisi dimana seseorang melampuai daya beban dirinya.
Banyak

sekali

contoh

kejadian

yang

disebabkan

oleh

kelelahan

psikologis (Psychological Fatigue) seperti beban rumah tangga yang berat, terlilit
utang rumah tangga, atasan yang arogan, tekanan target kerja yang tinggi,
tekanan lainnya maupun lingkungan sekitar.
Physical Fatigue adalah kelelahan yang diakibatkan oleh beban kerja
berlebihan melampaui daya beban dirinya sehingga menyebabkan daya tahan
tubuh menurun dengan kecenderungan tidak mampu melakukan aktivitas fisik
pada keadaan normal.
Kelelahan fisik juga banyak berperan dalam mengakibatkan kecelakaan
diantaranya kecelakaan transportasi kendaraan angkutan umum barang maupun
penumpang yang sering terjadi di jalan tol akibat pengendara mengantuk setelah
perjalanan panjang di malam hari kemudian di pagi ataupun siang hari masih
melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan tanpa istirahat.

Fatique Range berkisar antara jam ke-13 hingga jam ke-23 tergantung kalori
yang ada dalam diri manusia. Bila seseorang mengkonsumsi makanan dengan kalori
normal maka rentan kisaran fatique point tergantung daya tahan bersangkutan.
Sumber: http://www.sentral-sistem.com/HSE_Article.php

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan.
Kecelakaan kerja yang terjadi sebagian besar (80%) disebabkan karena
kelalaian, kecerobohan, keteledoran para pekerja (Human Error). Tingginya anggka
human error itu dikarenakan konsentrasi pekerja yang menurun, sebab manusia
mempunyai batas dalam manerima suatu beban. Jika seseorang melampauinya, maka
akan menyebabkan kelelahan yang tidak terkendali. Jadi dapat ditarik kesimpulan
bahwa human error disebabkan karena kelelahan dan kehilangan kesadaran yang dapat
menakibatkan kecelakaan. Kategori kelelahan dibagai dua yaitu :
1.

Psychological Fatigue (Kelelahan Psikologis)


Kelelahan Psikologis adalah kelelahan yang diakibatkan kerena tekanan
psikologis

dari

berbagai

pihak,

seperti

tuntutan

pekerjaan

yang

mengharuskannya tidak dapat bertemu dengan keluarga, terlilit utang rumah


2.

tangga, atasan yang arogan, dll.


Physical Fatigue (Kelelahan Fisik)
Kelelahan Fisik adalah kelelahan yang diakibatkan oleh beban kerja
berlebihan yang melampaui daya beban dirinya sehingga menyebabkan
daya

tahan tubuh

menurun

dengan

kecenderungan

tidak

mampu

melakukan aktivitas fisik pada keadaan normal.


Saran
Dalam melakukan pekerjaan, kita sebaiknya berkonsentrasi agar tidak terjadi
kecerobohan, kelalaian, dan keteledoran yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja.
Namun agar kita dapat berkonsentrasi secara penuh, maka sebisa mungkin kita harus
menghindari kelelahan fisik dan kelelahan psikologis.
Kelelahan fisik dapat kita cegah dengan bekerja secara ideal, yakni 8 jam
sehari dan dengan banyak makan makanan yang bergizi untuk tubuh kita.
Kelelahan psikologis dapat kita cegah dengan bersikap terbuka kepada orang
lain dan lebih banyak bersosialisasi agar kita tidak terlalu fokus pada tekanan-tekanan
yang kita dapat, sehingga fikiran kita tidak terlalu lelah untuk memikirkan tekan
tersebut.