Anda di halaman 1dari 2

PENYAKIT TIDAK MENULAR

Penyakit tidak menular (PTM) juga dikenal sebagai penyakit kronis, tidak ditularkan
dari orang ke orang. Penyakit tidak menular pada mjenis anusia mempunyai durasi
panjang dan perkembangan umumnya lambat. 4 jenis penyakit tidak menular
menurut WHO adalah penyakit kardiovaskuler, kanker, penyakit pernafasan kronis
dan diabetes.
Epidemologi PTM sudah mempengaruhi Negara-negara berpenghasilan rendah dan
menengah dimana hampir 80% dari kematian PTM atau sekitar 29 juta kematian
telah terjadi.
Beberapa factor yang dapat meningkatkan angka prevalensi terhadap epidemologi
penyakit tidak menular, diantaranya:
1. Lingkungan gempa bumi, banjir, angin, badai, kekeringan karena perubahan
iklim
2. Lingkungan biologi hewan, serangga, mikrobiologi, vegetasi
3. Lingkungan kimia racun dan toksin, allergen
4. Lingkungan fisik getaran , radiasi, abrasi, kelembapan
5. Psikologi stress, kebosanan, kecemasan, ketidak nyamanan, depresi
6. Sosiologi kepadatan penduduk, isolasi.
Penyakit tidak Menular Penyakit tidak menularadalah jenis penyakit yang tidak
menular seperti cacat fisik, gangguan mental, kanker, penyakit degeneratif, penyakit
gangguan metabolisme, dan kelainan-kelainan organ tubuh lain penyakit jantung,
pembuluh darah, penyakit tekanan darah tinggi, penyakit kencing manis, berat badan
lebih, osteoporosis, kanker usus, depresi dan kecemasan. Penyakit Tidak Menular
(PTM) adalah penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Keadaan dimana penyakit
menular masih merupakan masalah kesehatan penting dan dalam waktu bersamaan
morbiditas dan mortalitas PTM makin meningkat merupakan beban ganda dalam
pelayanan kesehatan, tantangan yang harus dihadapi dalam pembangunan bidang
kesehatan di Indonesia.
Penyakit tidak menular sering dianggap tidak berbahaya dibanding penyakit menular.
Padahal menurut data Dinas Kesehatan pembunuh nomor satu justru masuk pada
kategori penyakit tidak menular seperti serangan jantung, diabetes, ginjal, dan lain-lain.
Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) RI tahun 2007, pada usia 45-54 tahun
kematian akibat stroke sebesar 15,9%, diabetes sebesar 14,7%, penyakit jantung
sebesar 15,8%, hipertensi sebesar 7,1%, kecelakaan lalu lintas sebesar 5,2%, dan
kanker 4,8%.