Anda di halaman 1dari 27

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN ANGGOTA

KELUARGA YANG STROKE

MAKALAH
diajukan guna melengkapi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Komunitas I
dengan Dosen Pengampu: Ns. Latifa Aini S., M.Kep., Sp.Kom

oleh
Kelompok 6
Bella Alvionitta G.P.

NIM 132310101008

Aulia Bella Marinda

NIM 132310101030

Afriezal Kamil

NIM 132310101054

Devi Maharani H.

NIM 132310101056

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2014

TUGAS KESEHATAN KELUARGA


Keluarga berfungsi untuk melaksanakan praktek asuhan
kesehatan yaitu mencegah terjadi gangguan kesehatan dan atau
merawat anggota keluarga yang sakit.

Sesuai dengan fungsi

pemeliharaan kesehatan, keluarga mempunyai peran dan tugas


di bidang kesehatan yang perlu dipahami dan dilakukan yang
meliputi:
a. Mengenal Masalah Kesehatan
Untuk mengetahui kemampuan

keluarga

dalam

mengenal masalah kesehatan yang perlu dikaji adalah


sejauhmana keluarga mengetahui fakta-fakta dari masalah
kesehatan yang meliputi pengertian, tanda dan gejala, faktor
penyebab

dan

yang

mempengaruhinya

serta

persepsi

keluarga mengambil keputusan. Berdasarkan kasus, Ny. N


belum

mengetahui

penyebab,

tanda

secara
dan

pasti

gejala,

mengenai

pengertian,

pencegahan

maupun

penanganan terkait penyakit stroke yang dialami.


b. Memutuskan Tindakan Kesehatan yang Tepat Bagi
Keluarga
Saat anggota keluarga sedang sakit pastilah keluarga
akan memutuskan akan dibawa kemana untuk memperoleh
pengobatan. Keluarga mempunyai beberapa faktor yang
mempengaruhi dalam pengambilan keputusan. Mulai dari
kebiasan-kebiasaan orang sekitar, pengalaman seseorang
yang sudah pernah mengalami stroke sebelumnya, dan
tentunya keinginan untuk segera sembuh mempengaruhi
keluarga dalam mempertimbangkan suatu keputusan yang
akan

diambil.

Keluarga

juga

cenderung

memilih

bermusyawarah sebagai cara paling tepat dalam mengambil


keputusan.
Untuk mengetahui kemampuan keluarga mengambil
keputusan mengenal tindakan kesehatan yang tepat, hal
yang perlu dikaji adalah:
1) Sejauhmana kemampuan keluarga mengerti mengenai sifat
dan luasnya masalah stroke?
2) Apakah stroke dirasakan keluarga?
3) Apakah keluarga merasa menyerah terhadap masalah
stroke yang dialami anggota keluarga?
4) Apakah keluarga merasa takut akan akibat dari penyakit
stroke yang dialami?
Berdasarkan kasus, An. T yang merupakan anak dari
Ny.N sudah membawa ibunya ke rumah sakit ketika ibunya
mengalami masalah kesehatan (stroke) tersebut sebab ia
khawatir

keadaan

ibunya

semakin

memburuk.

Bahkan,

walaupun kondisi ekonomi di keluarga tersebut sedikit sulit


tetapi sang anak selalu mengusahakannya untuk soal biaya.
Akan tetapi, Ny. N tidak mau menjalankan perawatan karena
tidak mengalami perubahan, padahal petugas kesehatan
telah

menjelaskan

bahwa

Ny.

masih

perawatan.
c. Merawat Anggota Keluarga yang Sakit
Seseorang yang tengah mengalami

membutuhkan

stroke

harus

diberikan perhatian penuh oleh keluarganya. Keluarga harus


menjaga dan merawat anggota keluarganya dengan baik
agar

tidak

mempunyai
perawatan.

terjadi

kekambuhan

caranya
Untuk

tersendiri

mengetahui

lagi.

Setiap

dalam

sejauhmana

keluarga

memberikan
kemampuan

keluarga merawat anggota keluarga yang sakit stroke, yang


perlu dikaji adalah :

1) Sejauhmana keluarga mengetahui keadaan penyakitnya


(sifat

penyebaran,

komplikasi,

diagnosa

dan

cara

perawatannya)
2) Sejauhmana keluarga mengetahui sumber-sumber yang
ada dalam keluarga (anggota keluarga yang bertanggung
jawab,

sumber

psikososial)
3) Sejauhmana

keuangan

keluarga

financial,

mengetahui

fasilitas

tentang

sifat

fisik,
dan

perkembangan perawat yang dibutuhkan


Dalam merawat anggota keluarganya yang mengalami
stroke contohnya dalam tahap rehabilitasi yaitu dengan
melatih kemampuan motorik, pengaturan diit, melakukan
terapi non farmakologis serta membantu dalam keterbatasan
eliminasi yang dialami.
1) Cara Keluarga Dalam Memberikan Perawatan
Cara keluarga dalam memberikan perawatan meliputi
melatih kemampuan motorik, menjalankan terapi non
farmakologis, mengatur asupan nutrisi, dan membantu
keterbatasan eliminasi yang dialami anggota keluarga
sebagai akibat dari penyakit stroke.
a) Melatih kemampuan motorik
Keluarga melatih kemampuan motorik anggota tubuh
pasien yang mengalami kelumpuhan contohnya dengan
cara berlatih menggunakan bola. Selain itu, keluarga
juga

melatih

kemampuan

motorik

dengan

menggerak-gerakkan

anggota

tubuh

yang

mengibas-ngibaskan

tangan

yang

lumpuh,

cara

lumpuh,
dan

mengepalkan serta membuka tangannya yang lumpuh.


Terdapat cara lain dalam melatih kemampuan motorik
yaitu menjalankan fisioterapi.
b) Melakukan terapi non farmakologis

Terapi non farmakologis yang dilakukan keluarga pada


anggota

keluarga

yang

terkena

stroke

adalah

mengkonsumsi obat tradisional dan melakukan terapi


tradisional contohnya berendam dalam rebusan air yang
telah diberi garam.
c) Pengaturan diit
Pengaturan diit merupakan salah satu cara keluarga
dalam merawat anggota keluarganya yang mengalami
stroke. Keluarga mengatur menu makanan sesuai aturan.
d) Membantu dalam keterbatasan eliminasi yang dialami
Keluarga

dapat

membantu

anggota

keluarga

yang

mengalami stroke yang mengalami keterbatasan dalam


eliminasi dengan cara memapah atau menunggui ke
kamar

mandi

dan

membuatkan

tongkat

sebagai

pegangan.
2) Hambatan Keluarga Dalam Memberikan Perawatan
Hambatan yang dihadapi keluarga dalam memberikan
perawatan adalah kejenuhan, keterbatasan tenaga, dan
ketidakpatuhan pasien dalam menjalankan latihan-latihan
mandiri di rumah dan melanggar aturan diit yang sudah
ditentukan.
Berdasarkan kasus, keluarga telah mencoba melatih
gerakan pada Ny. N sesuai yang telah diajarkan suster. Selain
itu, keluarga juga telah membawanya ke akupuntur.
d. Menggunakan Fasilitas Kesehatan dan Sosial
Keluarga dengan anggota keluarga yang stroke ini
harus mengetahui keberadaan serta fungsi dari fasilitas
kesehatan yang ada. Ketika mengetahui anggota keluarga
mengalami sakit diharapkan keluarga dapat membawanya ke
rumah sakit atau layanan kesehatan lain agar dapat langsung

ditangani oleh tenaga kesehatan atau menjalani berbagai


metode pengobatan alternatif sebagai tambahan.
Untuk mengetahui sejauhmana kemampuan keluarga
menggunakan

fasilitas

atau

pelayanan

kesehatan

di

masyarakat, hal yang perlu dikaji adalah:


1) Sejauhmana keluarga mengetahui keberadaan fasilitas
kesehatan?
2) Sejauhmana keluarga memahami keuntungan-keuntungan
yang dapat diperoleh dari fasilitas kesehatan tersebut?
3) Sejauhmana

tingkat

kepercayaan

keluarga

terhadap

petugas dan fasilitas kesehatan?


Akan tetapi, ada beberapa kendala bagi keluarga dalam
memanfaatkan fasilitas kesehatan yaitu masalah keuangan
dan masalah jarak antara rumah keluarga dengan fasilitas
kesehatan yang cukup jauh.
mempunyai

keluhan-keluhan

Selain

itu,

tersendiri

keluarga

untuk

juga

pelayanan

fasilitas kesehatan seperti petugas kesehatan yang kurang


peduli

terhadap

pasien

dan

keluarga

serta

kurangnya

informasi yang didapat oleh masyarakat sebagai pengguna


jasa

mengenai

standar

pelayanan

rumah

sakit

yang

diterapkan sehingga masyarakat seringkali beranggapan


tidak baik terhadap pelayanan rumah sakit. Oleh karena itu,
kendala dan keluhan-keluhan ini mempengaruhi keluarga
dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan. Dari keluhankeluhan tersebut keluarga mempunyai harapan bagi fasilitas
kesehatan agar memberikan pelayanan yang seoptimal
mungkin.
Berdasarkan kasus, walaupun mengalami keterbatasan
biaya namun An. T tetap berusaha memberikan pengobatan
bagi Ny. N, ia rajin membawa Ny. N ke rumah sakit maupun

dokter praktek yang jaraknya lumayan dekat dari kediaman


keluarga mereka.
e. Memodifikasi Lingkungan
Seseorang yang mengalami stroke akan menghadapi
kesulitan dalam mobilisasi seperti berjalan dan menghadapi
kesulitan dalam beraktifitas lainnya seperti buang air besar.
Maka dari itu, keluarga harus mempunyai inisiatif sendiri
untuk memodifikasi lingkungan untuk membantu anggota
keluarganya yang sedang stroke untuk beraktifitas dan
mobilisasi. Keluarga dapat membuatkan alat bantu berjalan
seperti tongkat sebagai alat bantu mobilisasi, memodifikasi
letak kloset yang lebih tinggi untuk mempermudah ketika
BAB atau

memodifikasi

barang bekas

guna

mengatasi

masalah gangguan eliminasi yang dialami oleh anggota


keluarga yang mengalami stroke, serta membuatkan suatu
alat untuk melatih kemampuan motoriknya.
Berdasarkan kasus, keluarga telah membuatkan tempat
untuk BAB/BAK dengan menggunakan kursi yang dilubangi
tengahnya agar Ny. N tidak mengalami kesulitan dalam
mengatasi masalah gangguan eliminasi.

ANALISA MASALAH KESEHATAN

a. Penjajakan Tahap I
Pada penjajakan tahap 1 terdapat beberapa data yang dikumpulkan, yaitu
masalah keperawatan yang menunjukkan adanya ancaman kesehatan, kurang
atau tidak sehat, dan krisis. Setelah mengidentifikasi masalah tersebut
perawatan akan menentukan kesanggupan keluarga untuk melaksanakan 5
tugas kesehatan yang berkaitan dengan 3 kelompok masalah kesehatan.
1) Ancaman kesehatan merupakan suatu keadaan yang dapat menyebabkan
terjadinya penyakit, atau kegagalan tubuh dalam mencapai potensi
kesehatan, misalnya:
a) Konsumsi makanan berlemak yang berlebihan, Ibu N menyukai buah
durian. Sedangkan buah tersebut banyak mengandung kolesterol.
b) Factor yang dapat menimbulkan tekanan/stress, beberapa bulan lalu
suami Ibu N menikah lagi, semenjak itu Ibu N jadi sering marah dan
memeiliki tekanan darah tinggi.
c) Kebiasaan atau gaya hidup, Ibu N jarang sekali dan hampir tidak
pernah olahraga. Karena dia disibukkan dengan kegiatan rumah.
d) Riwayat kesehatan yang dapat menimbulkan masalah kesehatan.
Sebelum menderita stroke Ibu N menderita hipertensi. Sehingga
stroke yang diderita oleh Ibu N bisa saja didapat dari hipertensi
tersebut.
2) Kurang sehat adalah kegagalan dalam memantapkan kesehatan yang
meliputi keadaan sakit apakah telah terdiagnosis atau belum.
a) Setelah mengetahui kalau badan Ibu N kurang sehat, Ibu N langsung
memeriksakan diri ke Rumah Sakit. Sehingga penyakit yang diderita
Ibu N sudah terdiagnosis.
b) Setelah Ibu N terdiagnosis stroke, sebagian tubuh Ibu N hampir
lumpuh tidak dapat digerakkan sama sekali.
3) Krisis merupakan salah satu kondisi yang terlalu menuntut individu atau
keluarga dalam penyesuaian sumberdaya yang diluar batas kemampuan
mereka. Pada keluarga ini, suami Ibu N berselingkuh dan menikah lagi
sehingga Ibu N mengalami tekanan yang mengakibatkan Ibu N hipertensi
dan akhirnya menderita stroke.
b. Penjajakan Tahap II

Tahap penjajakan II berisi tentang ketidakmampuan keluarga dalam


melaksanakan tugas kesehatan. hasil analisa data yang diambil pada
penjajakan tahap II adalah penyataan masalah keperawatan. Terdapat 5
kelompok masalah keperawatan, yaitu:
1) Ketidaksanggupan mengenal masalah kesehatan
a. Anak dari Ibu N awalnya tidak mengetahui penyakit apa yang
diderita ibunya tersebut, karena keterbatasan pengetahuan.
b. Ibu N lebih memilih pulang dari Rumah Sakit karena terhalang
masalah biaya.
2) Ketidaksanggupan mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan
yang tepat
a. Ibu N memutuskan untuk pulang dari Rumah Sakit karena dia merasa
tidak mengalami perubahan apa apa setelah dirawat disana.
b. Pengampilan keputusan untuk pulang langsung diambil oleh ibu N
tanpa memusyawarahkan dengan keluarga terlebih dahulu.
3) Ketidakmampuan merawat atau menolong anggota keluarga yang sakit
karena kurangnya pengetahuan dalam merawat atau menolong anggota
keluarga yang sakit. Anak Ibu T tidak mengetahui upaya untuk
penyembuhan Ibu T, sehingga dia merawat Ibu T seperti merawat orang
sakit pada umumnya,
4) Ketidaksanggupan memelihara

lingkungan

rumah

yang

dapat

mempengaruhi kesehatan dan pengembangan pribadi anggota keluarga,


karena
a) Pandangan hidup
Setelah beberapa hari memutuskan untuk pulang Ibu N baru
menyadari bahwa kesembuhan itu penting untuk keluarganya
kedepan. Sehingga ia memutuskan untuk menjalani terapi di rumah.
b) Ketidaktahuan tentang usaha pencegahan penyakit
Sebelum mendapat pendidikan kesehatan dari perawat Ibu T tidak
mengetahui bagaimana dia bisa menderita stroke. Namun setelah
mendapatkan pendidikan dari perawat Ibu T mengetahuinya dan tahu
usaha untuk mencegah penyakit tersebut.
c) Kurang kompaknya antar anggota keluarga
Awalnya anak Ibu N tidak mengetahui bagaimana merawat ibunya
yang menderita stroke. Namun setelah perawat mengunjungi keluarga

dan mengajarkan tindakan ROM, setiap paginya anak Ibu N


menerapkan tindakan tersebut.
5) Ketidakmampuan menggunakan fasilitas kesehatan dimasyarakat untuk
memelihara kesehatan. Berdasarkan kasus keluarga Ibu N ini tidak
ditemukan ketidakmampuan menggunakan fasilitas kesehatan. Karena
Ibu N telah menggunaka fasilitas kesehatan untuk mengetahui kondisi
kesehatannya.
c. Jenis Masalah
1) Actual: masalah keperawatan yang menggambaran penilaian klinis yang
memerlukan tindakan yang tepat.
Berdasar kasus diatas masalah keperawatan actual yang dapat kami
temukan adalah
a. Gangguan mobilitas fisik pada keluarga Tn. T khususnya Ny. N
b. Pemeliharaan kesehatan tidak efektif
2) Resiko: masalah keperawatan yang menggambarkan dimana individu
atau keluarga lebih rentan mengalami masalah dibanding orang lain
Berdasar kasus diatas masalah keperawatan resiko yang dapat kami
temukan adalah Resiko cedera pada keluarga Tn. T khususnya pada Ny.
N
3) Wellness: suatu keadaan sejahtera dimana keluarga dapat memenuhi
kebutuhannya dan mempunyai sumber penunjang kesehatan
Berdasarkan kasus diatas masalah keperawatan wellness yang dapat kami
temukan adalah
1. Potensial terhadap peningkatan kesejahteraan terhadap Ny. N pada
keluarga Tn. T
2. Potensial terhadap peningkatan status kesehatan terhadap Ny. N pada
keluarga Tn. T
3. Potensial terhadap terjadinya cedera pada keluarga Tn. T khususnya
terhadap Ny. N
d. Cara Memprioritaskan Masalah
Dalam menentukan prioritas masalah terdapat 4 kriteria yang dapat
digunakan, yaitu:
1) Sifat masalah, dikelompokkan menjadi:
a) Ancaman kesehatan
b) Keadaan sakit atau kurang sehat

c) Situasi krisis
2) Kemungkinan masalah dapat dirubah apabila dilakukan intervensi
keperawatan.
3) Potensi masalah untuk dicegah, adalah sifat dan beratnya masalah yang
akan timbul dan dapat dikurangi atau dicegah melalui tindakan
keperawatan dan kesehatan.
4) Masalah yang menonjol, adalah cara keluarga melihat dan menilai
masalah dalam hal berat dan mendesak masalah untuk segera diatasi
dengan intervensi keperawatan dan kesehatan.

Apabila dilihat dari kasus dengan keluarga stoke, maka prioritas masalah
keperawatannya adalah:
a. Gangguan mobilitas fisik pada keluarga Tn. T khususnya Ny. N
b. Pemeliharaan kesehatan tidak efektif
e. Pengukuran Bobot Masalah
Untuk dapat menentukan bobot masalah yaitu dengan menentukan skala
prioritas sebagai berikut:
No
.
1.

Kriteria

Bobot

Sifat Masalah:
a. Tidak/kurang sehat
b. Ancaman kesehatan
c. Krisis

3
2
1

2.

Kemungkinan masalah dapat diubah:


a. Dengan mudah
b. Hanya sebagian
c. Tidak dapat

2
1
0

3.

Potensi masalah untuk dicegah:


a. Tinggi
b. Hanya sebagian
c. Tidak dapat

3
2
1

4.

Menonjolkan masalah:
a. Masalah berat, harus ditangani

Nilai

b. Masalah

tidak

perlu

segera

ditangani
c. Masalah tidak dirasakan

1
0

RUMUSAN DIAGNOSA KEPERAWATAN


a. Keluarga dan Format Perencanaan
Keluarga Ny. N merupakan keluarga inti dengan 4 anggota keluarga
termasuk dirinya dengan KK Tn. T berumur 60 tahun dengan pendidikan
terakhir SD, pekerjaan sopir, yang tinggal di RT 08 RW XIII Kelurahan
Tandang. Ny. N sendiri berumur 55 tahun mempunyai anak tertua An. Z 23
tahun, dengan pendidikan terakhir tamat SMK dan sudah menikah, bekerja
menjadi karyawan sebuah perusahaan swasta. Ny. N juga memiliki anak
bungsu An. T usia 20 tahun dan belum menikah, pendidikan terakhirnya
adalah SMK dan belum berkerja.
Tn. T selaku suami tidak tinggal serumah dengan Ny. N dikarenakan
memiliki istri lagi dan Ny. N tidak ingin suaminya tinggal serumah
dengannya. Anak tertuanya An. Z sudah menikah dan tidak tinggal serumah
dengan Ny. N juga. Didalam satu rumah, hanya ditinggali oleh Ny. N dan
An.T.
Format Perencanaan yang akan dipakai adalah sebagai berikut:
N
o

Diagnosa

Tupan

1
2
3
b. Asuhan Keperawatan Keluarga

Tupen

Kriteria Standar

Intervensi

1.1 Data Umum


1. Nama KK
: Tn. T
2. Umur
: 60 tahun
3. Pendidikan
: SD
4. Pekerjaan
: Sopir
5. Alamat
: RT 08 RW XIII Kelurahan Tandang
6. Daftar Anggota Keluarga
N

Nama

Peran

Umur

L/

Status

Pendidikan

Pekerjaan

o
1
2
3
4

Tn. T
Ny. N
An. Z
An.T

KK
Istri
Anak
Anak

60 th
55 th
23 th
20 th

P
L
P
L
P

K
K
K
BK

SD
SD
SMK
SMK

Sopir
IRT
Swasta
Belum
Bekerja

7. Tipe Keluarga
Tipe Keluarga pada keluarga Ny. N adalah nuclear family dengan dua
orang tua dan dua anak.
8. Budaya
a) Suku bangsa : Jawa
b) Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa jawa
c) Pantangan
Ketika diwawancara, Ny. N mengatakan jika mereka tidak
mempunyai pantangan apapun
d) Kebiasaan budaya yang berhubungan dengan masalah kesehatan
Keluarga ini menjelaskan jika mereka tidak mempunyai kebiasaankebiasaan yang buruk terhadap masalah kesehatan. Mereka biasa
tidur pada jam 21.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB
9. Kegiatan keagamaan di rumah
Keluarga Ny. N menganut agama islam, namun Ny. N mengaku jika
semenjak sakit, Ny. N tidak bisa menjalankan ritual ibadahnya dengan
sempurna, namun anaknya aktif mengikuti pengajian remaja.
10. Status Sosial Ekonomi Keluarga
a) Pekerjaan Anggota Keluarga
Ny. N tidak bekerja, anaknya yang kecil juga belum bekerja, setiap
hari Ny. N dijatah suaminya dari hasil bekerjanya sebagai sopir
dengan penghasilan Rp. 20.000,- setiap hari dan terkadang anak
sulungnya mengirimi mereka uang namun tidak tentu.
b) Penghasilan Anggota Keluarga

Tidak ada penghasilan yang pasti, hanya penghasilan dari


suaminya sedikitnya Rp. 20.000,- setiap hari.
c) Pemenuhan Kebutuhan Sehari-hari
Ny. N mengatakan jika penghasilannya tersebut hanya cukup untuk
kebutuhan makan sehari-hari sama untuk dibuat membayar uang
rewang. Hal ini dikarenakan anaknya tidak ada di rumah.
d) Tabungan / Asuransi
Ny. N mengatakan bahwa ia hanya memiliki tabungan di kampung
10.000/ minggu.
11. Kebutuhan Rekreasi
a) Rekreasi di Rumah
Ny. N mengatakan tidak pernah rekreasi kemana-mana, ia dan
keluarganya hanya menonton TV. Hal ini karena Ny. N sendiri
tidak bisa pergi kemana-mana.
b) Rekreasi di Luar Rumah
Ny. N mengatakan jika mereka tidak pernah melakukan rekreasi
bersama, beliau menambahkan paling-paling anak saya pergi ke
rumah neneknya dari suami di kediri.
1.2 Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga
1. Tahapan Perkembangan Keluarga
Keluarga Ny. N berada pada tahap perkembangan keluarga dengan
lanjut usia. Tugas perkembangan keluarga yang harus dilalui oleh
keluarga

ini

adalah

mempertahankan

suasana

rumah

yang

menyenangkan. Adaptasi dengan perubahan kehilangan pasangan,


teman, kekuatan fisik, dan pendapatan. Mempertahankan keakraban
suami istri dan saling merawat, mempertahankan hubungan dengan
anak dan sosial masyarakat dan melakukan life review.

2. Tugas Tahapan Perkembangan yang Belum Terpenuhi


Ny. N mengatakan jika beliau telah berpisah dengan suaminya
semenjak beliau sakit dan suaminya menikah lagi. Sekarang suaminya
Tn. T tinggal bersama istri mudanya di rumah baru.
3. Riwayat Keluarga Inti
Menurut keterangan Ny. N Saya asli semarang, bapak asli Klaten, dari
pertama menikah saya sudah tingal di sini.
4. Riwayat Keluarga Sebelumnya

a) Riwayat Hubungan Keluarga


Ny. N kadang-kadang bisa bertemu dengan saudara-saudaranya
dikarenakan rumah yang berdekatan, tapi jika bertemu dengan
saudara suami, beliau mengatakan tidak pernah. Hal ini karena
saudara suaminya sudah meninggal semua.
b) Konflik antar Pasangan
Terjadi konflik antara Ny. N dengan Tn. T, dimana hal ini dimulai
sejak Ny. N sakit dan Tn. T mendapatkan istri baru. Beliau
mengatakan jika tidak ingin tinggal serumah dengan Tn. T.
1.3 Lingkungan
1. Karakteristik Rumah
a) Status Rumah
Status rumah merupakan rumah dengan status hak milik atas nama
Tn. T
b) Perincian Denah Rumah
Jenis bangunan permanen dengan ukuran 15x10 meter, yang terdiri
dari: 1 ruang tamu, 2 kamar tidur, 1 kamar mandi dan dapur. Lantai
diplester. Ruang tamu memiliki 1 jendela yang selalu dibuka. Atap
dibuat dari genting. Dapur terletak dibelakang yang berada dekat
dengan kamar mandi. MCK terletak didalam rumah, sumber air
dari

sumur

dengan

penampungan air.
Denah Rumah:

c) Keadaan Rumah

sanyo.

Keluarga

mempunyai

tempat

Kondisi lantai bersih, kondisi ruangan kurang teratur, lantai terbuat


dari plester, atap terbuat dari genting, tidak dipasang eternit.
d) Kebiasaan Keluarga dalam Perawatan Rumah
Ny. N mengatakan Biasanya anak saya atau kadang rewang saya
yang menyapu dan mengepel.
e) Sistem Pembuangan Sampah
Menurut keterangan Ny. N Pembuangan sampah di taruh di tong
kemudian dibakar.
f) Sistem drainage air
Keluarga Ny. N memiliki selokan untuk membuang limbah
keluarga dan selokan tersebut bermuara sampai ke sungai,
selokannya terbuka dan lancar.
g) Penggunaan Jamban
Keluarga memiliki jamban jenisnya kloset duduk yang letaknya
didalam rumah, tempat penampungan jamban tersebut dengan
sumber air jaraknya lebih dari 10 meter.
h) Kondisi Air
Keluarga memakai sumber air dari sumur menggunakan sanyo
untuk pemenuhan kebutuhan sehari hari, kondisi air bersih, tidak
berbau, berasa ataupun berwarna.
i) Pengetahuan Keluarga Mengenal Masalah Kesehatan yang
berkaitan dengan Lingkungan
Ny. N mengatakan jika lingkungan kotor maka akan menyebabkan
masyarakat menjadi sakit.
2. Karakteristik Tetangga dan Komunitas
a) Adat dan Istiadat Komunitas Sekitar
An. T mengatakan jika tetangga sekitar mempunyai kebiasaan
mengadakan pengajian bersama, apabila ada salah satu tetangganya
yang sakit, maka mereka akan saling bantu-membantu. An. T juga
menambahkan jika setiap bulan pada minggu pertama, diadakan
pertemuan PKK tingkat RT dan keesokan harinya dilakukan kerja
bakti ibu-ibu bersama untuk membersihkan lingkungan sekitar
rumah masing-masing dan membakar sampah di penampungan
sampah umum.
b) Pola Pergaulan Keluarga

Ny. N mengatakan jika tetangganya baik-baik. Menurutnya


hubungan keluarga dengan tetangga baik-baik saja, tapi karena
beliau sedang sakit maka sejak saat itu tidak bisa pergi kemanamana. Ny. N dulu pernah belajar berjalan menggunakan tongkat,
namun semenjak jatuh, Ny. N takut untuk belajar berjalan lagi.
Sejak itulah jika tidak dipapah Ny. N tidak mau berjalan.
c) Persepsi Keluarga terhadap Komunitas
Ny. N menerangkan jika mereka merasa nyaman hidup ditengahtengah masyarakat, menurut mereka, masyarakat layaknya keluarga
sendiri, saling membantu jika ada kesulitan.
d) Pengetahuan Keluarga mengenai Masalah

Kesehatan

yang

berkaitan dengan Komunitas


Ny. N tampak kebingungan ketika menjawab, beliau akhirnya
menjawab jika dirinya belum mengetahui secara khusus, namun
pada saat itu tengah terjadi musim demam berdarah.
3. Mobilitas Geografi Keluarga
a) Alat Transportasi di Daerah
Menurut keterangan dari Ny. N, alat transportasi yang ada di daerah
banyak seperti angkot, namun untuk bisa masuk sampai ke daerah
rumahnya belum ada kendaraan umum yang bisa masuk, kecuali
dengan naik ojek, atau jalan kaki.
b) Alat Transportasi dan Interaksi dengan Masyarakat
Ny. N mengatakan jika dirinya tidak pergi kemana-mana, hanya
saja anaknya jika keluar menaiki sepeda motor.
4. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat
a) Peran Serta Keluarga dalam Perkumpulan di Masyarakat
Ny. N mengatakan jika keluarganya tidak aktif dalam organisasi
kemasyarakatan apapun.
b) Persepsi Keluarga mengenai Perkumpulan di Masyarakat
An. T mengatakan jika perkumpulan masyarakat memang banyak
manfaatnya karena selain berkumpul bersama, juga bisa menjalin
tali silaturahmi yang lebih erat sambil cerita bercanda bersama.
1.4 Struktur Keluarga
1. Pola Komunikasi Keluarga
Ny. N menerangkan jika mereka selalu menyarankan agar saling
terbuka dan saling membantu jika ada masalah.

2. Struktur Kekuatan Keluarga


Menurut keterangan dari Ny. N dalam pengambilan keputusan
dilakukan dengan musyawarah, namun tetap melibatkan Tn. T walau
tidak tinggal serumah.
3. Struktur Peran
Walau tidak tinggal serumah, Tn. T tetap berperan sebagai pencari
nafkah karena Ny. N tidak bisa berkeja dan anaknya belum bekerja.
4. Nilai dan Norma Budaya
Ny. N mengatakan jika anaknya rajin mengikuti kegiatan keagamaan
yang ada diwilayah RT seperti pengajian bersama. Keluarga
mengatakan jika didalam keluarga harus menghormati satu sama lain
namun tetap menjaga agar suasana rumah bisa hidup dengan saling
menghargai.

Jika

ada

permasalahan,

maka

keluarga

akan

membicarakannya secara serius antara anggota keluarga.


1.5 Fungsi Keluarga
1. Fungsi Afektif
Ny. N sangat menyayangi anak-anaknya, sebenarnya Tn. T juga
menyayangi anaknya, tapi Ny. N mengatakan tidak mau berkumpul
lagi dengan Tn. T karena memilih beristri lagi.
2. Fungsi Sosial
Ny. N mengatakan Kami saling menyayangi, bapak juga sayang sama
anak-anak, tapi saya tidak mau dia tinggal disini, biar dia tinggal sama
istri mudanya.
3. Fungsi Reproduksi
Ny. N mengatakan jika dirinya sudah tidak lagi menstruasi dan
suaminya sekarang tinggal dengan istri mudanya.
4. Fungsi Sosialisasi
Ny. N mengatakan jika dirinya tidak pernah bergaul dengan tetangga,
karena dirinya tidak bisa kemana-mana, tetapi hubungan saya dengan
tetangga baik-baik saja. Mereka juga mau membantu memapah saya
jalan bila tidak ada anak saya.
5. Fungsi Perawatan Kesehatan
a) Kemampuan Keluarga Mengenal Masalah Kesehatan
An. T tahu tentang penyakit yang diderita Ny. N adalah lumpuh,
dan keluarga tahu sebenarnya Ny. N harus diterapi, tetapi Ny. N
tidak mau karena merasa putus asa.

b) Kemampuan Keluarga Mengambil Keputusan mengenai Tindakan


Keperawatan
An. T mengatakan kalau masalah biaya pengobatan selalu
diusahakan, keluarga menyadari ada masalah dengan anggota
keluarganya yaitu Ny. N yang mengalami kelumpuhan.
c) Kemampuan Keluarga Merawat Anggota Keluarga yang Sakit
An. T mengatakan Kami sebenarnya sudah mengupayakan untuk
kesembuhan ibu, kami membawa ke rumah sakit untuk dilatih
gerakan, tapi ibu akhirnya tidak mau. Akhirnya saya memanggil
seorang suster untuk dilakukan perawatan di rumah dan ibu
akhirnya bosan. Ibu mintanya langsung bisa jalan. Lalu keluarga
mencoba melatih gerakan sendiri seperti yang telah dilakukan oleh
suster. Keluarga juga membawa klien ke akupuntur tapi tidak ada
perubahan.
d) Kemampuan Keluarga Memodifikasi Lingkungan Rumah yang
Sehat.
Menurut keterangan An. T, keluarga sudah membuatkan tempat
untuk BAB/BAK dengan menggunakan kursi yang dilubangi
tengahnya agar Ny. N tidak kesulitan.
e) Kemampuan Memanfaatkan Fasilitas Kesehatan
An. T mengatakan jika sebelumnya dirinya rajin membawa Ny. N
ke rumah sakit atau dokter praktek, karena tidak ada kemajuan dari
Ny. N sedangkan beliau ingin segera bisa jalan, maka ibu meminta
pengobatan untuk dihentikan.
1.6 Stres dan Koping Individu
1. Stressor Jangka Pendek
Ny. N mengatakan anaknya sudah mencari kerja tapi belum dapat
pekerjaan.
2. Kemampuan Keluarga Berespon Terhadap Stressor
An. T sudah berusaha mencari kerja karena ingin bersungguh-sungguh
membantu keluarga.
3. Strategi Koping yang Digunakan
Ny. N mengatakan jika ada masalah keluarga maka mereka lebih suka
berunding bersama dan pasrah kepada Tuhan.
4. Harapan Keluarga pada Perawat

Ny. N dan An. T berharap bisa mendapatkan berbagai informasi


kesehatan dan mampu memberikan penyelesaian masalah kesehatan
yang dihadapi keluarga.
5. Persepsi Keluarga terhadap Perawat
Ny. N dan An. T menganggap sosok perawat adalah seseorang yang
mampu membantu jika ada masalah kesehatan yang muncul.
6. Harapan Keluarga terhadap Perawat berhubungan dengan Masalah
yang Dihadapi
Ny. N dan An. T mengatakan jika ingin mendapatkan berbagai
informasi mengenai kesehatan demi menjaga kesehatan anggota
keluarga.
1.7 Hasil Pemeriksaan Fisik Keluarga
Sebagaimana prosedur pengkajian yang komprehensif, pemeriksaan
fisik juga dilakukan menyeluruh dari ujung rambut sampai kuku untuk
semua

anggota

keluarga.

Setelah

ditemukan

masalah

kesehatan,

pemeriksaan fisik lebih terfokuskan.


1. Pemeriksaan Fisik Ny. N
a) Kepala
Rambut: Beruban dan tidak rontok
Mata: Tidak anemis
Hidung: simetris, tidak ada polip
Telinga: aurikula simetris, bersih, tidak terdapat penumpukan
serumen
Mulut: Gigi sudah ada yang tanggal, mulut bersih, tidak ada lesi
Leher: Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada kesulitan
menelan
b) Dada
Bentuk: simetris
Paru
Inspeksi: gerakan dada ritmis
Auskultasi: Wheezing terdengar
Perkusi: redup
Palpasi: fremitus positif
Jantung
tidak tampak ictus cordis, suara S1-S2 terdengar normal, sonor
c) Abdomen
Bentuk: Datar
Inspeksi: Gerakan nafas ritmis
Auskultasi: peristaltik terdengar 10-20 kali/menit

Perkusi: redup
Palpasi: tidak teraba hepar dan tidak ada nyeri tekan
d) Ekstremitas (atas dan bawah)
Mengalami keterbatasan pergerakan pada tangan kanan dan kaki
kanan. Kekuatan tonus otot 1, tidak ada edema
e) Tanda-tanda Vital
Tekanan darah: 140/90 mmHg
Suhu badan: 36,5 oC
Nadi: 88 kali/menit
Pernafasan: 20 kali/menit
Tinggi badan: 143 cm
Berat badan: 60kg
2. Pemeriksaan Fisik An. T
a) Kepala
Rambut: Bersih dan tidak rontok
Mata: Tidak anemis
Hidung: simetris, tidak ada polip
Telinga: aurikula simetris, bersih, tidak terdapat penumpukan
serumen
Mulut: Gigi utuh, mulut bersih, tidak ada lesi
Leher: Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada kesulitan
menelan
b) Dada
Bentuk: simetris
Paru
Inspeksi: gerakan dada ritmis
Auskultasi: suara dasar vesikuler
Perkusi: sonor
Palpasi: suara dasar vesikuler
Jantung
tidak tampak ictus cordis, suara S1-S2 terdengar normal, sonor
c) Abdomen
Bentuk: Datar
Inspeksi: Gerakan nafas ritmis
Auskultasi: peristaltik terdengar 8-15 kali/menit
Perkusi: redup
Palpasi: tidak teraba hepar dan tidak ada nyeri tekan
d) Ekstremitas (atas dan bawah)
ROM maksimal kekuatan sama, ROM maksimal, tidak ada edema,
kekuatan sama dan tidak ada kelemahan anggota gerak.
e) Tanda-tanda Vital
Tekanan darah: 120/80 mmHg
Suhu badan: 36,8 oC

Nadi: 80 kali/menit
Pernafasan: 20 kali/menit
Tinggi badan: 150 cm
Berat badan: 43kg
c. Diagnosa Aktual
Diagnosa aktual yang dapat dirumuskan dari data pengkajian yang
telah didapatkan dari contoh keluarga yang diambil adalah sebagai berikut:
1. Gangguan mobilitas fisik pada keluarga Tn. T khususnya Ny. N
berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota
keluarga yang terkena stroke ditandai oleh Ny. M yang tidak bisa
beraktivitas apapun, hanya tiduran di tempat tidur atau duduk di kursi,
menolak dilakukan latihan ROM pasif.
2. Pemeliharaan kesehatan tidak efektif

berhubungan

dengan

ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan stroke


ditandai oleh An. T yang mengatakan jika ibunya ingin pengobatan
dihentikan karena tidak menunjukkan perubahan dan ingin cepat bisa
berjalan, memakan makanan dengan menu yang sama dengan yang
dimakan keluarga, lantai yang diplester, keluarga tidak pernah melatih
klien untuk mobilisasi.
d. Diagnosa Resiko
Adapun diagnosa resiko yang dapat dirumuskan adalah sebagai berikut:
1. Resiko cedera pada keluarga Tn. T khususnya pada Ny. N berhubungan
dengan ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan yang sesuai.
e. Diagnosa Potensial/Wellness
Sedangkan untuk diagnosa keperawatan potensial yang dapat
dirumuskan berdasarkan faktor-faktor yang berhubungan. Diantaranya
adalah:
4. Potensial terhadap peningkatan kesejahteraan terhadap Ny. N pada
keluarga Tn. T
5. Potensial terhadap peningkatan status kesehatan terhadap Ny. N pada
keluarga Tn. T
6. Potensial terhadap terjadinya cedera pada keluarga Tn. T khususnya
terhadap Ny. N

A. Penyusunan Perencanaan Asuhan Keperawatan Keluarga (Tupan, tupen, intervensi, standar, indikator)
No

Diagnosa

Gangguan mobilitas fisik Setelah


pada

Tupan

keluarga

khususnya

Tn.
Ny.

berhubungan

T kunjungan
N dirumah

dengan keluarga

Tupen

Kriteria Standar

dilakukan Setelah
selama

dilakukan Kriteria hasil yang ditetapkan 1. Ajarkan

2x kunjungan

rumah adalah:

diharapkan selama 1x60 menit,


dan

Ny.

N diharapkan keluarga

ketidakmampuan

keluarga mampu

melaksanakan dapat

memenuhi

dalam

anggota aktivitas

fisik

yang

keluarga

merawat
yang

sesuai kriteria

terkena dengan kemampuannya

Intervensi

di

yang tidak bisa beraktivitas


apapun, hanya tiduran di
tempat tidur atau duduk di

melakukan latihan gerak aktif

a. Tidak

terjadi

kontraktur

sendi
b. Klien

meningkat

aktivitas fisik
c. Mengerti
tujuan

tidak efektif berhubungan kunjungan


dengan

ketidakmampuan dirumah

pada ekstrimitas yang tidak

sakit
dalam 2. Berikan papan kaki pada
ekstrimitas

dalam

posisi

dari

kursi, menolak dilakukan


latihan ROM pasif
Pemeliharaan
kesehatan Setelah

untuk

fungsionalnya
peningkatan mobilitas
3. Stimulasi
bibir
untuk
d. Bertambahnya kekuatan otot
menutup
dan
membuka
e. Klien menunjukkan tindakan
mulut secara manual
untuk
meningkatkan
4. Berikan makanan dengan
mobilitas
perlahan pada lingkungan

tetapkan

stroke ditandai oleh Ny. M

klien

yang tenang
dilakukan Setelah
selama

2x kunjungan

dilakukan

a. Klien mampu menyebutkan 1. Evaluasi

rumah

pengertian penyakit, kondisi

diharapkan selama 1x60 menit,

dan penanganannya.
b. Klien memulai perubahan

tipe/derajat

dari

gangguan persepsi sensori


2. Diskusikan keadaan patologis
yang khusus dan kekuatan

keluarga merawat anggota keluarga


keluarga

dengan

dan

stroke mampu

ditandai oleh An. T yang meningkatkan


mengatakan

jika

Ny.

N diharapkan keluarga

untuk dapat

memenuhi

fungsi kriteria

yang

ibunya pemeliharaan

ingin pengobatan dihentikan kesehatannya


karena tidak menunjukkan baik
perubahan dan ingin cepat

tetapkan
dengan

di

gaya hidup yang diperlukan


pasien
c. Keluarga tidak menganggap 3. Berikan
bahwa

penyakit

yang

kesehatan

diderita klien adalah masalah

mengenai

pendidikan
pada

keluarga
pengertian

penyakit dan penanganannya


4. Diskusikan rencana untuk
memenuhi

kebutuhan

memakan

perawatan diri dan keluarga.


5. Monitor kebutuhan klien

makanan dengan menu yang

untuk alat-alat bantu untuk

sama dengan yang dimakan

kebersihan

keluarga,

lantai

yang

berpakaian, berhias, toileting,

diplester,

keluarga

tidak

dan makan
6. Sediakan bantuan pada klien

bisa

berjalan,

pernah melatih klien untuk


mobilisasi

diri

seperti

dan keluarga hingga mampu


secara utuh untuk melakukan
self-care

Soal dan Kunci Jawaban


1. Keluarga

melatih kemampuan motorik, pengaturan diit,

melakukan terapi non farmakologis serta membantu dalam


keterbatasan eliminasi yang dialami anggota keluraga yang
stoke merupakan salah satu tugas kesehatan keluarga
yaitu....
a. mengenal masalah kesehatan
b. memutuskan tindakan kesehatan

yang

tepat

bagi

keluarga
c. merawat anggota keluarga yang sakit
d. menggunakan fasilitas kesehatan dan sosial
e. memodifikasi lingkungan
2. Kendala-kendala yang dihadapi dalam memanfaatkan fasilitas
kesehatan, kecuali....
a. Keuangan
b. Jarak fasilitas kesehatan yang cukup jauh
c. Petugas kesehatan yang kurang peduli
d. Kurangnya informasi dari layanan kesehatan
e. Fasilitas terjangkau, dalam hal ongkos maupun lokasi

3. Dalam menentukan masalah prioritas terdapat beberapa kriteria yang harus


dijadikan acuan. Dibawah ini yang bukan merupakan kreteria dalam
menentukan masalah prioritas adalah .
a. Sifat masalah
b. Kemungkinan masalah dapat dirubah
c. Kegawatdaruratan masalah
d. Potensi masalah untuk dicegah
e. Masalah yang menonjol
4. Apakah diagnosa resiko yang dapat dirumuskan dari kasus keluarga diatas?
a. Resiko cedera pada keluarga Tn. T khususnya pada Ny. N
berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga memodifikasi
lingkungan yang sesuai
b. Pemeliharaan kesehatan

tidak

efektif

berhubungan

dengan

ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan stroke


ditandai oleh An. T yang mengatakan jika ibunya ingin pengobatan
dihentikan karena tidak menunjukkan perubahan dan ingin cepat bisa
berjalan, memakan makanan dengan menu yang sama dengan yang

dimakan keluarga, lantai yang diplester, keluarga tidak pernah melatih


klien untuk mobilisasi.
c. Potensial terhadap peningkatan kesejahteraan terhadap Ny. N pada
keluarga Tn. T
d. Potensial terhadap peningkatan status kesehatan terhadap Ny. N pada
keluarga Tn. T
e. Resiko infeksi saluran nafas pada keluarga Tn. T berhubungan dengan
adanya sumbatan jalan nafas
5. Berdasarkan kasus di atas, Ny. N menerangkan jika mereka selalu
menyarankan agar saling terbuka dan saling membantu jika ada masalah. Hal
tersebut merupakan salah satu struktur keluarga yaitu...
a. Struktur kekuatan keluarga
b. Pola komunikasi keluarga
c. Struktur peran
d. Nilai dan norma budaya
e. Pola pergaulan keluarga

DAFTAR PUSTAKA

Budi, Santosa. 2006. Panduan Diagnosa Keperawatan NANDA 2005-2006.


Jakarta: Prima Medika.

Harnilawati. 2013. Konsep dan Proses Keperawatan Keluarga. Sulawesi Selatan:


Pustaka As Salam.
Indarti, W. 2006. Asuhan Keperawatan Keluarga pada Keluarga Tn. S dengan
Masalah Khusus: Stroke. Semarang: PSIK FK Universitas Diponegoro.
Price, Sylvia A. 1995. Patofisiologi Konsep Klinik Proses-Proses Penyakit edis 4.
Jakarta: EGC.
Setiadi. 2008. Konsep dan Proses Keperawatan Keluarga. Yogyakarta: Graha
Ilmu.
http://keperawatan.unsoed.ac.id/sites/default/files/BAB
%20IV_7.pdf (diakses tanggal 5 November 2014 pukul 14.45
WIB)