Anda di halaman 1dari 122

1.

Prinsip dasar dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah adalah


efisiensi, efektif, terbuka, transparan, diskriminatif dan akuntabel. SALAH
---- efisiensi, efektif, terbuka dan bersaing, transparan, adil/tidak diskriminatif
dan akuntabel.

2. Pengadaan barang/jasa pemerintah dapat dilaksanakan oleh penyedia


barang/jasa atau dengan cara swakelola. BENAR

3. Pada saat pelaksanaan kontrak pengadaan barang dilakukan adendum


kontrak untuk mengganti merk dan spesifikasi barang yang diperjanjikan.
SALAH
--- adendum kontrak tidak boleh mengganti spesifikasi barang.

4. Pejabat Pembuat Komitmen untuk kegiatan yang dibiayai dari APBD adalah
pengguna anggaran daerah atau pejabat yang disamakan. BENAR

1. Sertifikat keahlian pengadaan barang/jasa merupakan salah satu persyaratan


wajib untuk diangkat menjadi Pejabat Pembuat Komitmen, panitia/pejabat
pengadaan serta panitia penerima/pemeriksa barang. SALAH
--- panitia penerima/pemeriksa barang tidak wajib

2. Pengadaan Alat Tulis Kantor lebih tepat menggunakan metoda evaluasi


sistem penilaian biaya selama umur ekonomis. SALAH
--- dengan metode gugur, ATK bukan mesin

3. Panitia menggugurkan salah satu peserta pengadaan dengan alasan direktur


utama perusahaan tersebut terkena sanksi pidana. BENAR

1. Panitia pengadaan dapat melaksanakan pengadaan Alat Tulis Kantor dengan


nilai Rp. 45.000.000,- (empat puluh lima juta rupiah). BENAR

1. Pengadaan Pipa Transmisi Air Bersih senilai Rp. 400.000.000,- dapat


dilakukan metoda pelelangan umum dengan prakualifikasi. SALAH
--- dengan pasca kualifikasi, pengadaan bukan pekerjaan kompleks

2. Metoda evaluasi kualitas dapat digunakan untuk pengadaan pembangunan


pembangkit listrik tenaga air SALAH
--- evaluasi kualitasi hanya untuk pengadaan jasa konsultannya bukan
pembangunan

3. Panitia pengadaan tidak menggugurkan konsultan tenaga ahli yang berstatus


PNS dengan alasan tenaga ahli tersebut sedang cuti diluar tanggungan
negara. BENAR

1. Panitia pengadaan mengusulkan pengadaan konsultan penelitian masyarakat


pedalaman dengan menggunakan metoda pelelangan umum dengan
prakualifikasi. SALAH

1. Pengadaan jasa perencana kontruksi terowongan bawah laut dilakukan


dengan metoda seleksi umum dengan prakualifikasi. BENAR

1. Pengadaan vaksin flu burung untuk mengatasi penularan penyakit flu burung
dengan nilai Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah) dilakukan dengan
Penunjukan Langsung (PL). BENAR

1. Pejabat Pembuat Komitmen memecah pekerjaan perbaikan jalan dengan nilai


Rp. 1.200.000.000 (satu milyar dua ratus juta rupiah) menjadi 3 paket untuk
dilelangkan dengan nilai masing-masing per paket Rp. 400.000.000,- (empat
ratus juta rupiah). BENAR, memecah paket diperuntuk UK

1. Pejabat Pembuat Komitmen memutuskan untuk membatalkan proses


pelelangan dengan alasan ada sanggahan dari peserta karena panitia
pengadaan tidak menuangkan perubahan dokumen pengadaan ke dalam
addendum dokumen pengadaan. BENAR

1. Panitia menggugurkan salah satu peserta pengadaan dengan alasan peserta


tersebut tidak datang pada acara penjelasan lapangan. SALAH

1. Panitia dapat menambahkan persyaratan dalam dokumen pengadaan bahwa


peserta pengadaan wajib hadir dalam acara penjelasan, apabila disepakati
oleh semua peserta. SALAH bukan wajib, bila dipandang perlu

1. Panitia pengadaan rehab gedung kantor menunjuk perusahaan percetakan


untuk melaksanakan pekerjaan dengan alasan pekerjaan sederhana dan
nilainya hanya Rp. 40.000.000,- (empat puluh juta rupiah). SALAH, tidak
sesuai dengan bidang usaha

1. Kontrak pembangunan Jembatan lebar 10 M dan Bentang 40 M dengan dana


APBN rupiah murni dapat mempergunakan mata uang US$ untuk
menghindari kegagalan pekerjaan akibat fluktuasi perubahan mata uang
asing. SALAH, pekerjaan sederhana, banyak komponen dalam negeri.

1. Addendum kontrak disusun berdasarkan berita acara asli negosiasi teknis


dan harga antara Pejabat Pembuat Komitmen dengan penyedia barang/jasa
yang mengacu kepada ketentuan-ketentuan yang tercantum pada
perjanjian/kontrak awal. SALAH, berita acara perubahan kontrak

1. Panitia pengadaan tidak wajib membatalkan proses pengadaan meskipun


telah menemukan indikasi pengaturan harga lelang. SALAH, wajib ada
indikasi KKN

1. Pekerjaan penyusunan PERDA dan pekerjaan pilot proyek lebih tepat


dilaksanakan dengan cara swakelola. BENAR

1. Panitia dapat langsung menggugurkan penawaran yang tidak memenuhi


persyaratan pada acara pembukaan penawaran. SALAH, pada acara
pembukaan tidak ada kata gugur.

1. Panitia pengadaan memutuskan meneruskan proses pengadaan walaupun


yang lulus evaluasi administrasi hanya 1 (satu) peserta. SALAH, harus lelang
ulang max 3 peserta

1. Seluruh paket pekerjaan bernilai dibawah Rp1 miliar wajib diperuntukkan bagi
Usaha Kecil, walaupun tidak ada satupun Usaha Kecil yang memenuhi
kompetensi teknis yang dipersyaratkan. SALAH, harus memenuhi kompetensi

1. Seorang Kepala Dinas mengangkat anak buahnya menjadi Pejabat Pembuat


Komitmen di salah satu kegiatan dinasnya dengan alasan terlalu banyak
kegiatan yang menjadi tanggung jawab kepala Dinas tersebut. BENAR

1. Izin usaha dimaksudkan untuk membatasi seseorang memasuki bidang


usaha tertentu karena sudah banyak perusahaan yang bergerak di bidang
usaha yang bersangkutan. SALAH

1. Pemberian uang muka wajib diberikan kepada usaha kecil dengan besaran
maksimal 30% dari nilai kontrak. SALAH, dapat diberikan

1. Untuk memperoleh harga barang yang paling murah, proses pengadaan


harus dilaksanakan secara transparan sehingga mendorong persaingan
sehat. BENAR

1. Pemerintah dalam membeli barang dan jasa tidak mengatur tatacara


pembelian yang dilakukan oleh aparatnya karena undang-undang berkaitan
dengan perizinan usaha sudah mengatur. SALAH, sudah diatur dalam
Keppres 80/2003

1. Dalam proses pelelangan umum, terhadap calon pemenang dengan


penawaran
harga
melebihi
HPS
dapat
dilakukan
negosiasi.
SALAH, dalam lelang umum tidak ada negosiasi yang ada klarifikasi selain
lelang boleh.

1. Keputusan Presiden No.80 Tahun 2003 hanya diberlakukan terhadap


pengadaan yang dibiayai dari dana BUMN dan APBD, maupun dana
BUMN/BUMD untuk kegiatan operasional BUMN/BUMD tersebut. SALAH,
yang dibiayai oleh APBN/D sebagian atau seluruhnya

1. Paket pengadaan yang dibiayai sebagian kecil dari dana APBN dan sebagian
besarnya dibiayai dari dana BUMN tidak harus dilaksanakan berdasarkan
Keputusan Presiden No.80 Tahun 2003. SALAH, harus

1. Pada proses pelelangan umum dengan pascakualifikasi, hanya calon peserta


lelang yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam dokumen
kualifikasi yang boleh memasukkan penawaran. SALAH, itu prakualifikasi

1. Pengadaan barang/jasa yang dilakukan BUMN/BUMD dengan sumber dana


sebagian dari APBN/ APBD harus konsisten dengan Keputusan Presiden
Nomor 80 tahun 2003. BENAR

1. Proses penyusunan Naskah Pinjaman/Hibah Luar Negeri (NPHL) harus


berpedoman pada Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003. SALAH,
sesuai prinsip pengadaan/ybs

1. Kepala Daerah tidak boleh mengeluarkan keputusan yang mengatur


Pelaksanaan pengadaan barang dan jasa Pemerintah yang dibiayai dari dana
APBD. SALAH, boleh mengatur tentang honor

1. Pengadaan barang / jasa Pemerintah di Kantor Perwakilan Republik


Indonesia di Australia (dengan sumber dana APBN) berpedoman pada
ketentuan pengadaan barang/jasa dari negera Australia. SALAH, sesuai
Keppres 80/2003

1. Pemerintah Daerah menentukan pungutan sebesar 2 % dari nilai paket


kepada setiap paket pengadaan barang/jasa pemerintah yang berlokasi di
daerahnya dalam suatu Perda (sebagai biaya kontribusi pembangunan
daerah). Terhadap ketentuan Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003.
Bagaimana pendapat saudara mengenai hal ini. SALAH, Pemda memungut
biaya untuk penyedia barang/jasa selain biaya penggandaan dokumen
pengadaan.

1. Seorang Pejabat Pembuat Komitmen tidak bisa menyediakan biaya


pengumuman pelaksanaan pengadaan barang/jasa di media cetak. Sehingga
panitia yang dibentuk tidak dapat mengumumkan pelelangan melalui media
cetak karena alasan tidak ada biaya iklan. Tindakan penggunan barang/jasa
tersebut menurut saudara. SALAH, ditunda menunggu PAK, kurang sip
perencanaannya.

1. Pengadaan barang/jasa pemerintah wajib menerapkan prinsip-prinsip efisien


efektif, terbuka dan bersaing, transparan, adil/tidak diskriminatif dan
akuntabel. BENAR

1. Pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah dilakukan dengan


menggunakan penyedia barang dan jasa dan dengan cara swakelola. BENAR

1. Pelaksanaan pengadaan barang/jasa swakelola tidak boleh dilaksanakan


oleh Pejabat Pembuat Komitmen. BENAR

1. Salah satu persyaratan bagi Pejabat Pembuat Komitmen dan panitia/pejabat


pengadaan barang/jasa pemerintah adalah memiliki sertifikat keahlian
pengadaan barang/jasa Pemerintah. BENAR

1. Pejabat pengadaan adalah personil yang diangkat oleh Pejabat Pembuat


Komitmen untuk melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa dengan nilai
sampai dengan Rp50 juta. BENAR

1. Panita pengadaan barang/jasa pemborongan jasa lainnya berjumlah gasal


beranggotakan sekurang-kurangnya 5 (lima) orang. SALAH, sesuai nilai
kontrak

1. Penetapan metoda pemilihan penyedia jasa, metoda penyampaian dokumen


penawaran, metoda evaluasi penawaran, dan jenis kontrak yang paling tepat
untuk pengadaan barang/jasa ditetapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen
bersama/pejabat pengadaan. BENAR

1. Pemilihan penyedia barang/jasa pemborongan & jasa lainnya pada prinsipnya


dilakukan melalui pelelangan umum
dengan pasca kualifikasi.
SALAH, pelelangan umum titik tidak ada dengan pasca kualifikasi.

1. Pemilihan langsung dapat dilaksanakan untuk pengadaan yang bernilai


sampai dengan Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) yaitu dengan
mengundang 3 (tiga) calon peserta yang lulus kualifikasi. BENAR

1. Penunjukkan langsung dapat dilaksanakan hanya untuk pekerjaan dengan


nilai maksimum Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah). SALAH

1. Pelelangan terbatas dengan pasca kualifikasi dapat dilakukan untuk


pekerjaan kompleks dan jumlah penyedia barang/jasa yang mampu
melaksanakan diyakini terbatas. SALAH

1. Pekerjaan yang perlu dirahasiakan yang menyangkut pertahanan dan


keamanan
negara
ditetapkan
Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota.
SALAH, ditetapkan oleh presiden

1. Seleksi langsung dapat dilaksanakan untuk pengadaan yang benilai sampai


dengan Rp200.000.000,00. SALAH, sampai dengan 100 juta

1. Evaluasi administrasi penawaran dengan sistim gugur untuk pengadaan


barang dan jasa pemborongan jasa lainnya dilakukan terhadap penawaran
yang memnuhi syarat pada pembukaan penawaran. BENAR

1. Panitia Pengadaan pada saat melakukan evaluasi teknis untuk pengadaan


barnag/jasa pemborongan jasa lainnnya dengan metoda evaluasi sistim
gugur dapat menambah faktor-faktor/unsur-unsur yang dievaluasi dari yang
telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan. SALAH

1. HPS telah memperhitungkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), biaya umum


dan keuntungan yang wajar bagi penyedia barang/jasa. BENAR

1. Dalam dokumen pengadaan barang-barang, harga barang dalam negeri dan


barang impor harus dipisahkan. BENAR

1. Dalam dokumen pengadaan harus dijelaskan metoda penyampaian dokumen


penawaran dan jenis kontrak yang akan digunakan. BENAR

1. Panitia/Pejabat Pengadaan mengajukan dokumen pengadaan kepada


Pejabat Pembuat Komitmen untuk meminta pengesahan. BENAR

1. Dalam dokumen suatu pengadaan suku cadang alat berat. Dicantumkan


spsesifikasi teknis dan gambar serta merek tertentu. Sesuai dengan
ketentuan dalam Keppres 80/2003, bagaimana hal ini. SALAH, tidak boleh
menyebutkan merek tertentu

1. Di dalam surat penawaran tercantum antara lain pernyataan kesanggupan


memenuhi persyaratan yang ditentukanm dalam dokumen. BENAR

1. Daftar kuantitas dan harga dalam dokumen pengadaan barang/jasa


pemborongan jasa lainnya mencantumkan PPN dan pajak lainnya.
SALAH, hanya PPN

1. Seorang Pejabat Pembuat Komitmen menetapkan jumlah panitia sebanyak 7


(tujuh) orang sebagai pelaksana pengadaan jasa konsultasi meskipun nilai
paket tersebut hanya Rp300.000.000,00. Tindakan Pejabat Pembuat
Komitmen menurut saudara. BENAR, aturannya minim 5 orang pokoke ada
anggaran honornya

1. Pejabat Pembuat Komitmen bersama panitia pengadaan menetetapkan


metoda pemilihan penyedia barang/jasa yaitu pelelangan umum dengan
pasca kualifikasi untuk pengadaan bangku sekolah dengan pagu Rp.200 juta.
Tindakan tersebut menurut saudara. BENAR

1. Ada 3 kegiatan akan dilelangkan yaitu :


1. pengadaan kertas dengan nilai Rp400.000.000,00.
2. pengadaan pencetakan buku Rp300.000.000,00.
3. pengadaan komputer dengan nilai Rp600.000.000,00.
Pejabat Pembuat Komitmen yang bersangkutan menyusun paket dalam satu
paket pengadaan yaitu paket pengadaan alat kantor dan pencetakan dengan
nilai Rp. 1.3 Milyar.
Terhadap ketentuan Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003, tindakan
Pejabat Pembuat Komitmen : SALAH, menyatukan paket

1. Untuk 3 (tiga) ruang (satu dengan yang lainnya terpisah) pada satu sekolah
perlu dilakukan pekerjaan rehabilitasi. Total biaya yang diperlukian Rp 1.2
Milyar. Pejabat Pembuat Komitmen memecah menjadi 3 paket dengan nilai
masing-masing Rp. 400 juta, Rp. 300 juta dan Rp. 500 juta sesuai dengan

lingkup pekerjaan yang diperlukan. Tehadap Keputusan Presiden Nomor 80


tahun 2003, tindakan Pejabat Pembuat Komitmen: SALAH

1. Dalam suatu proses prakualifikasi, panitia pengadaan menggugurkan salah


satu peserta dengan alasan data kualifikasi tidak lengkap. Terhadap
ketentuan Keppres 80/2003, tindakan panitia tersebut menurut Anda: SALAH,
disuruh untuk melengkapi dulu.

1. Pada suatu pelelangan terbatas, panitia menolak keikutsertaan penyedia


barang/jasa dengan kualifikasi yang memadai dengan alasan namanya tidak
tercantum dalam pengumuman. Tehadap ketentuan Keppres 80/2003,
tindakan Panitia tersebut menurut saudara: SALAH

1. Seorang Pejabat Pembuat Komitmen memilih metoda pelelangan terbatas


dengan alasan jumlah penyedia barang dan jasa di kabupaten yang
bersangkutan diyakini terbatas. Terhadap ketentuan Keppres 80/2003,
tindakan Pejabat Pembuat Komitmen : SALAH

1. Panitia menggugurkan salah satu peserta pelelangan umum (dengan nilai


Rp5 Milyar) karena pada saat dilakukan penilaian kualifikasi, data kualifikasi
yang bersangkutan tidak lengkap. Terhadap ketentuan Keppres 80/2003.
tindakan panitia tersebut menurut saudara: BENAR

1. Dalam suatu pengadaan jasa konsultasi, 4 (empat) peserta dinyatakan lulus


prakualifikasi. Selanjutnya panitia memasukkan ke dalam daftar pendek
konsultan. Terhadap ketentuan Keppres 80/2003, tindakan panitia tersebut
menurut saudara: BENAR

1. Pada saat menyusun formulir isian data kualifikasi, panitia pengadaan


menambahkan persyaratan bahwa peserta dari luar kabupaten lokasi
pengadaan dilaksanakan harus menyertakan surat keterangan kinerja baik

dari salah satu asosiasi badan usaha setempat. Terhadap ketentuan Keppres
80/2003, tindakan panitia tersebut menurut saudara: SALAH

1. Seorang Pejabat Pembuat Komitmen menetapkan bahwa untuk setiap


pengadaan barang/jasa denga nilai sampai dengan Rp.1 Milyar harus
diperuntukkan bagi usaha kecil atau koperasi kecil. Terhadap ketentuan
Keppres 80/2003, tindakan Pejabat Pembuat Komitmen tersebut menurut
Saudara. SALAH
2. Dari data kualifikasi salah satu peserta prakualifikasi, 4 (empat) tahun terakhir
tidak pernah memiliki pengalaman. Tetapi dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun
terakhir, memiliki kemampuan dasar yang memenuhi. Panitia memutuskan
untuk meluluskan peserta ini dengan alasan memiliki kemampuan dasar yang
memenuhi. Terhadap ketentuan Keppres 80/2003, tindakan Pejabat Pembuat
Komitmen tersebut menurut saudara: SALAH

1. Kepala Kantor/Satuan Kerja adalah pejabat struktural departemen/lembaga


yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang
dibiayai dari dana anggaran rutin APBN. SALAH, dana anggaran belanja rutin
APBN

1. Pejabat Pembuat Komitmen Anggaran Daerah adalah pejabat di lingkungan


pemerintah propinsi/kabupaten/ kota yang bertanggung jawab atas
pelaksanaan pengadaan barang/ jasa yang dibiayai dari dana angaran
belanja APBD. BENAR

1. Panitia pengadaan adalah tim yang diangkat oleh Pejabat Pembuat


Komitmen unutk melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa dan
mempunyai masa tugas sampai dengan penandatanganan kontrak. SALAH

1. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2005, di bidang jasa konstruksi,


pengadaan dengan nilai di atas Rp.1.000.000.000,00 diperuntukkan bagi
usaha menengah jasa pelaksanaan konstruksi. SALAH, 1 M 3 M

1. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2005, di bidang jasa konstruksi


pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1.000.000.000,00 diperuntukkan
bagi
usaha
kecil
perencanaan
dan
pengawasan
konstruksi.
SALAH

1. Semua pemilihan penyedia barang/jasa pemborong/jasa lainnya pada


prinsipnya dilakukan dengan pelelangan umum.BENAR

1. Pemilihan langsung dapat dilaksanakan untuk pengadaan yang bernilai


sampai dengan Rp100.000.000,00 cukup dengan hanya mengundang 3 (tiga)
calon peserta yang lulus prakualifikasi . SALAH, undangan semua yang lulus
prakualifikasi

1. Penunjukkan langsung dapat dilaksanakan hanya untuk pekerjaan dengan


nilai maksimum Rp50.000.000,00. SALAH

1. Pelelangan terbatas dengan pasca kualifikasi dapat dilakukan untuk


pekerjaan kompleks dan jumlah penyedia barang/jasa yang mampu
melaksanakan diyakini terbatas. SALAH

1. Pekerjaan yang perlu dirahasiakan yang menyangkut pertahanan dan


keamanan negara ditetapkan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota.
SALAH, ditetapkan oleh presiden

1. Seleksi langsung dapat dilaksanakan untuk pengadaan yang bernilai sampai


dengan
Rp.
200.000.000,00.
SALAH, sampai dengan 100juta

1. Evaluasi administrasi penawaran dengan sistem gugur untuk pengadaan


barang/jasa pemborong/jasa lainnya dilakukan terhadap penawaran yang
memenuhi syarat pada pembukaan penawaran. BENAR

2. Panitia pengadaan pada saat melakukan evaluasi teknis untuk pengadaan


barang/jasa pemborong/jasa lainnya dengan metoda evaluasi sistem gugur
dapat menambah faktor-faktor/unsur-unsur yang dievaluasi dari yang telah
ditetapkan dalam dokumen pengadaan. SALAH

1. HPS telah memperhitungkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). biaya umum


dan keuntungan yang wajar bagi penyedia barang/jasa. BENAR

1. Dalam dokumen pemilihan barang, harga barang dalam negeri dan barang
impor harus dipisahkan. BENAR

1. Dalam dokumen pengadaan harus dijelaskan metoda penyampaian dokumen


penawaran dan jenis kontrak yang akan digunakan. BENAR

1. Panitia/Pejabat pengadaan mengajukan dokumen pengadaan


Pejabat Pembuat Komitmen untuk meminta pengesahan. BENAR

kepada

1. Spesifikasi teknis dan gambar tidak mengarah kepada merk/produk tertentu


kecuali untuk suku cadang/komponen produk tertentu. BENAR

1. Di dalam surat penawaran tercantum antara lain pernyataan kesanggupan


memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam dokumen. BENAR

1. Daftar kuantitas dan harga dalam dokumen pengadaan barang/jasa


pemborongan/jasa lainnya mencantumkan PPN dan pajak lainnya. SALAH

1. Pada tahap evaluasi administrasi terhadap hal-hal yang kurang jelas dan
meragukan, panitia pengadaan dapat melakukan klarifikasi.BENAR

1. Jadwal waktu pelaksana pekerjaan jasa pemborongan yang ditawarkan boleh


melampaui batas waktu yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan penyedia
barang/jasa selama tidak melampaui batas waktu pemeliharaan. SALAH

1. Panitia pengadaan melakukan evaluasi teknis terhadap semua penawaran


yang memenuhi evaluasi teknis terhadap semua penawaran yang memenuhi
persyaratan administrasi. Faktor-faktor yang dinilai pada evaluasi teknis
bersifat rahasia. BENAR

2. Bagian Pekerjaan yang akan disubkontrakkan tergantung kepada usulan


dalam penawaran. SALAH

3. Panitia pengadaan dalam melakukan verifikasi data kualifikasi terhadap


penyedia barang/jasa yang akan diusulkan sebagai pemenang dan
pemenang cadangan dapat meminta rekaman atau asli dokumen yang sah.
BENAR

4. Harga penawaran terkoreksi 50% OE. Panitia pengadaan dapat melakukan


klarifikasi. BENAR

1. Panitia pengadaan tidak dapat menggugurkan teknis berdasarkan analisa


harga satuan. BENAR

2. Dalam melakukan evaluasi teknis, panitia pengadaan dapat melakukan


klarifikasi.BENAR

3. Kegiatan/pekerjaan yang harga satuannya 0 (nol) atau tidak ditulis harus


tetap dilaksanakan atau tidak dilaksanakan tergantung dari hasil
klarifikasi.SALAH

4. Apabila mata pembayaran utama di bawah persyaratan/spesifikasi yang


ditentukan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa, maka panitia
pengadaan dapat melakukan klarifikasi. BENAR

5. Apabila setelah diumumkan ternyata ada penyedia barang/jasa yang tidak


tercantum dalam pengumuman dan berminat serta memenuhi kualifikasi,
maka wajib untuk diikutsertakan dalam pelelangan terbatas. BENAR

6. Pengumuman prakualifikasi pada proses pemilihan langsung diumumkan


melalui media cetak, papan pengumuman resmi, radio dan internet. BENAR

7. Bagi kejadian bencana alam yang masuk dalam cakupan areal suatu kontrak,
pekerjaan penanganan darurat dapat dimasukkan ke dalam Contact Change
Order (CCO) dan dapat melebihi 10% dari nilai kontrak awal. BENAR

8. Pada pemilihan penyedia jasa konsultansi dengan penunjukkan langsung


penawaran teknis dan harga dibuka sekaligus.BENAR, menggunakan metode
satu sampul

9. Salah satu peserta pengadaan kertas dengan nilai Rp90.000.000,00 dengan


nilai penawaran terendah dinyatakan gugur pada saat penilaian data
kualifikasi karena peserta tersebut tidak memiliki Ijin Usaha Jasa Konstruksi.
SALAH

10. Panitia mengusulkan untuk pengadaan komputer (PC) dengan nilai


Rp120.000.000,00 dilakukan dengan lelang umum pascakualifikasi. BENAR

11. Pemilihan penyedia alat berat dengan metoda pelelangan terbatas dengan
alasan dokumen anggarannya sudah menyebutkan merk tertentu. Pengadaan
turbin air lebih tepat menggunakan metoda evaluasi sistem nilai. SALAH

12. Panitia menggugurkan peserta pengadaan alat-alat kesehatan pada saat


penilaian kualifikasi setelah ada laporan bahwa salah satu direkturnya sedang
ditahan di penjara dalam proses penyidikan kasus penipuan. BENAR

1. Salah satu peserta pengadaan kertas dengan nilai Rp90.000.000,00 dengan


nilai penawaran terendah dinyatakan gugur pada saat penilaian data
kualifikasi karena peserta tersebut tidak memiliki Ijin Usaha Jasa Konstruksi.
SALAH

2. Panitia mengusulkan pengadaan konsultan penelitian masyarakat pedalaman


dengan pascakualifikasi. SALAH

3. Pengadaan jasa konsultan yang kompleks dan beresiko tinggi dapat


dilakukan dengan metoda seleksi umum dengan pascakualifikasi. SALAH

4. Pengadaan obat-obatan yang mendesak untuk mengatasi wabah penyakit


dengan nilai Rp250.000.000,00 dapat dilakukan dengan penunjukan
langsung. BENAR

5. Salah satu metode pemilihan penyedia jasa konsultansi adalah sistem satu
sampul atau dua sampul atau dua tahap. SALAH, penyampaian surat
penawaran

6. Pekerjaan jasa konsultansi dengan nilai dibawah Rp50.000.000,00 tidak


boleh dilakukan oleh panitia pengadaan tetapi harus oleh pejabat pengadaan.
SALAH

7. Apabila calon pemenang lelang urutan 1,2 dan 3 mengundurkan diri, maka
pelelangan dinyatakan gagal. BENAR

8. Pengadaan barang yang nilainya sampai dengan Rp50.000.000,00 maka nilai


jaminan pelaksanaan dengan jaminan bank maksimum sebesar 5%. SALAH

9. Kontrak ditanda tangani setelah ada penunjukan penyedia barang/jasa.


Dalam hal ada keterbatasan waktu, maka tanggal penandatanganan kontrak
diperbolehkan mendahului tanggal surat penunjukan penyedia barang/jasa.
SALAH

10. Penyedia barang harus mengasuransikan semua barang dan peralatan atas
kerugian yang terjadi dalam proses pengiriman sampai di lokasi penyerahan
barang/peralatan. SALAH

11. Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan yang diakibatkan oleh karena


terjadinya keadaan kahar (force majeur) maka pihak penyedia barang/jasa
tidak dapat dikenakan sanksi. BENAR

12. Addendum kontrak untuk kontrak APBN/APBD boleh melebihi 10% dari nilai
kontrak awal. SALAH

13. Panitia pengadaan barang/jasa membuat HPS secara cermat dan akurat
sebagai salah satu acuan evaluasi penawaran. BENAR

14. Sanggahan pertama dari penyedia barang/jasa disampaikan secara tertulis


kepada pimpinan instansi dalam hal dijumpai penyimpangan pelaksanaan
pengadaan. BENAR

15. Keputusan tentang pekerjaan tambah kurang harus mengacu kepada hasil
Value Engineering. SALAH

16. Pada saat evaluasi yang lulus evaluasi teknis hanya 1 (satu) dari 5 (lima)
peserta, panitia memutuskan untuk melanjutkan proses evaluasi harga.
BENAR

17. Pembangunan jembatan darurat untuk bencana Aceh dilakukan secara


swakelola oleh TNI Angkatan Darat. BENAR

18. Pengadaan jasa untuk Pekerjaan Pelatihan Perencanaan Pondasi Gedung


Tinggi boleh diikuti oleh penyedia bidang jasa lainnya. SALAH

19. Nilai kontrak pembangunan Jembatan Lebar 10 M dan Bentang 40 M dengan


dana APBN rupiah murni dapat mempergunakan mata uang Dolar Amerika
untuk menghindari kegagalan pekerjaan akibat inflasi rupiah. SALAH

20. Penyedia Jasa Pemborongan Nasional yang sedang kena sanksi oleh salah
satu Badan Sumber Dana Multilateral tidak boleh mengikuti pelelangan
nasional dengan dana APBN maupun APBD. BENAR

21. Preferensi harga dapat diberikan kepada penyedia jasa kecil yang mengikuti
pelelangan pekerjaan konstruksi yang bernilai Rp. 1.050.000.000,- (satu miliar
lima puluh juta rupiah). BENAR

22. Pada evaluasi sistem gugur, panitia memberikan nilai angka/bobot tertentu
pada setiap unsur dan sub unsur yang dinilai dalam dokumen pengadaan
berdasarkan kualitas teknis dan bahan serta nilai penawaran. SALAH

23. Penyedia barang dilarang mencantumkan merk barang yang ditawarkan


dalam dokumen penawaran teknisnya. BENAR

24. Untuk pengadaan barang/jasa yang spesifikasinya jelas dan sederhana, lebih
baik ditetapkan metode penyampaian dokumen dengan sistem satu sampul.
BENAR

25. Setiap pemilihan penyedia jasa dengan metoda pemilihan langsung harus
dilakukan dengan pascakualifikasi. SALAH

26. Dalam dokumen lelang untuk pengadaan barang dengan nilai di atas Rp. 1
miliar, panitia pengadaan menetapkan jumlah jaminan pelaksanaan sebesar
5% dari nilai kontrak. BENAR

27. Untuk pengadaan pencetakan dokumen yang memerlukan sekuritas seperti


BPKB kendaraan bermotor yang spesifikasinya ada kandungan pengaman
yang rahasia dengan nilai pengadaan Rp. 900.000.000,- (sembilan ratus juta
rupiah) hanya dapat diikuti oleh Usaha Kecil. SALAH

28. Pengadaan konsultan perencana gedung kantor dinas satu lantai termasuk
pekerjaan standar sehingga metoda evaluasinya dengan metoda biaya
terendah. BENAR

29. Pembuktian atas data kualifikasi dalam pelelangan umum dengan


pascakualifikasi hanya boleh dilakukan terhadap 3 (tiga) calon pemenang
saja. SALAH

30. Pada saat penilaian kualifikasi, panitia pengadaan untuk pengadaan


komputer dengan nilai Rp. 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah) tidak
memperhitungkan kemampuan dasar penyedia barang. SALAH

31. Penyampaian dokumen kualifikasi pada proses pelelangan umum dengan


pascakualifikasi dimasukkan dan menjadi bagian dari sampul kedua yang
berisi penawaran biaya. BENAR

32. Tidak adanya pembatasan wilayah operasi perusahaan merupakan salah satu
penjabaran dari prinsip dasar pengadaan yaitu terbuka dan bersaing. BENAR

33. Panitia pengadaan melakukan negosiasi dengan penyedia barang/jasa dalam


pengadaan barang/jasa dengan kontrak harga satuan hanya terhadap total
harga penawaran, tidak termasuk rinciannya. SALAH

34. Bila dalam surat jaminan penawaran ada perbedaan antara besarnya nilai
jaminan yang tertulis dalam angka dan tertulis dalam huruf, panitia
pengadaan dapat menggugurkan penawaran dari penyedia barang/jasa yang
bersangkutan. BENAR

35. Bila dalam surat jaminan penawaran, nama paket pekerjaan yang tertulis
dalam surat tersebut berbeda dengan nama paket pekerjaan yang sedang
dilaksanakan pengadaannya, maka penawaran dapat digugurkan. BENAR

36. Untuk pengadaan kendaraan roda empat untuk keperluan operasional dapat
dilakukan dengan pelelangan umum secara prakualifikasi. SALAH

37. Apabila suatu penawaran harga dari satu penyedia jasa untuk pengadaan
jasa konsultasi dengan menggunakan metoda evaluasi kualitas, melampaui
pagu dana tersedia, maka panitia pengadaan wajib menggugurkan
penawaran dari perusahaan yang bersangkutan. BENAR

38. Turn Key Contract merupakan bentuk kontrak yang dapat dipergunakan bagi
pengadaan jasa konsultasi. SALAH

39. Untuk kontrak sederhana senilai Rp. 40 juta, bentuk kontrak dapat berupa
Surat Perintah Kerja. BENAR

40. Pengumuman rencana pengadaan wajib diumumkan di awal tahun anggaran


melalui media massa. BENAR

41. Dalam kontrak yang dananya bersumber dari APBN rupiah murni yang harga
barangnya sering berfluktuasi/naik turun, mata uang yang digunakan dalam
kontrak untuk pembayaran barang tersebut dapat dibuat dalam mata uang
Yen Jepang. SALAH

42. Untuk pengadaan alat kesehatan dengan variasi kualitas dan harga yang
demikian beragam lebih baik menggunakan metoda evaluasi dengan sistem
nilai (scoring). BENAR

43. Surat Penunjukkan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) diterbitkan setelah


dilakukan pengumuman lelang dan melewati masa sanggah. SALAH

44. Apabila terjadi pertentangan pengaturan antara dokumen lelang dengan surat
perjanjian/kontrak, maka yang diakui adalah dokumen lelang. SALAH

45. Salah satu peserta pengadaan kertas suara Pilkada dengan HPS sebesar Rp.
1.900.000.000,- (satu miliar sembilan ratus juta rupiah) yang nilai
penawarannya terendah, apabila tidak memiliki pengalaman yang memadai di
bidang tersebut, maka dinyatakan gugur. BENAR

46. Panitia pengadaan dapat membuat ketentuan tambahan administrasi


mengenai keharusan memiliki rekening di Bank Pembangunan Daerah
setempat bagi penyedia jasa pemborongan yang akan ikut serta dalam
pelelangan umum untuk pekerjaan pembangunan jalan dengan pertimbangan
untuk memudahkan pembayaran. SALAH

47. Kewajiban melakukan pengumuman dalam proses penunjukkan langsung


merupakan salah satu penjabaran dari prinsip dasar pengadaan yaitu
akuntabel. SALAH

48. Apabila terjadi pertentangan pengaturan antara adentum dokumen lelang


dengan dokumen lelang yang aslinya, maka yang diakui adalah dokumen
lelang yang diadentum. BENAR

49. Pada evaluasi sistem gugur, panitia memberikan nilai angka/bobot tertentu
pada setiap unsur dan sub unsur yang dinilai dalam dokumen pengadaan
berdasarkan kualitas teknis dan bahan serta penilaian. SALAH

50. Dalam dokumen seleksi, panitia pengadaan dapat menetapkan jumlah


jaminan pelaksanaan sebesar 5% dari nilai kontrak. SALAH

51. Untuk pengadaan barang yang dananya bersumber APBN/APBD rupiah


murni yang harganya sering berfluktuasi/naik turun, mata uang yang
digunakan dalam kontrak untuk pembayaran barang tersebut dapat dibuat
dalam mata uang Dollar Amerika. SALAH

52. Bila dalam surat jaminan penawaran, besarnya nilai jaminan yang tertulis
hanya dalam angka, panitia pengadaan dapat menggugurkan penawaran dari
penyedia barang/jasa yang bersangkutan. SALAH

53. Penyedia barang dilarang mencantumkan merk barang ditawarkan dalam


dokumen penawarannya. BENAR

54. Untuk pengadaan barang/jasa yang bersifat kompleks dan memerlukan


evaluasi teknis yang lebih mendalam, lebih baik ditetapkan metode
penyampaian dokumen dengan sistem satu sampul. SALAH

55. Bila dalam surat jaminan penawaran, nama Pejabat Pembuat Komitmen yang
tertulis dalam surat tersebut berbeda dengan nama Pejabat Pembuat

Komitmen barang jasa yang sedang melaksanakan pengadaan, maka


penawarannya dapat digugurkan. BENAR

56. Untuk pengadaan pencetakan dokumen yang memerlukan sekuritas seperti


BPKB kendaraan bermotor yang spesifikasinya ada kandungan pengaman
yang rahasia dengan nilai pengadaan Rp900.000.000,00. hanya dapat diikuti
oleh Usaha Kecil. SALAH

57. Pengadaan konsultan perencana gedung kantor dinas satu lantai termasuk
pekerjaan standar sehingga metoda evaluasinya dengan metoda biaya
terendah.BENAR

58. Verifikasi nyata atas data kualifikasi dalam pelelangan umum dengan
pascakualifikasi hanya boleh dilakukan terhadap 3 (tiga) calon pemenang.
SALAH

59. Setiap pemilihan penyedia jasa dengan metoda pemilihan langsung harus
dilakukan dengan pascakualifikasi. SALAH

60. Pada saat penilaian kualifikasi, panitia pengadaan untuk pengadaan


komputer dengan nilai Rp150.000.000,00 tidak memperhitungkan
kemampuan dasar penyedia barang. SALAH

61. Penyampaian dokumen kualifikasi pada proses pelelangan umum dengan


pascakualifikasi dimasukkan dan menjadi bagian dari sampul pertama yang
berisi administrasi dan teknis. SALAH

62. Salah satu peserta pengadaan ATK dengan HPS sebesar Rp90.000.000,00
yang dinilai penawaran terendah, apabila tidak memiliki neraca maka
penawarannya gugur. SALAH

63. Panitia pengadaan dapat membuat ketentuan mengenai peralatan minimal


yang harus dimiliki (milik sendiri/sewa) bagi penyedia jasa pemborongan
untuk pekerjaan pembangunan jalan dengan pertimbangan untuk
memudahkan pelaksanaan pekerjaan. BENAR

64. Panitia pengadaan melakukan negosiasi dengan penyedia barang/jasa dalam


pengadaan barang/jasa dengan kontrak lumpsum hanya terhadap total harga
penawaran, tidak termasuk rinciannya. BENAR

65. Untuk pengadaan barang/alat dengan teknologi tinggi seperti roket untuk
keperluan penelitian cuaca dapat dilakukan dengan pelelangan umum
prakualifikasi. SALAH

66. Dalam pengadaan jasa konsultasi dengan menggunakan metoda evaluasi


kualitas, apabila suatu penawaran harga dari konsultan melampaui pagu
dana yang tersedia, maka penawarannya digugurkan. BENAR

67. Cost plus fee merupakan bentuk kontrak yang dapat dipergunakan bagi
pengadaan jasa lainnya.SALAH

68. Untuk kontrak sederhana, hari diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja
dapat dibuat sama dengan hari mulai berlakunya kontrak. BENAR

69. Pengumuman pemenang lelang wajib diumumkan di media massa. BENAR

70. Untuk pengadaan alat kesehatan dengan variasi kualitas dan harga yang
demikian beragam lebih baik menggunakan metoda evaluasi dengan sistem
nilai. BENAR

71. Surat Penunjukkan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) diterbitkan setelah


keluarnya keputusan pemenang lelang dan sebelum pengumuman lelang.
SALAH

72. Pejabat Pembuat Komitmen dapat melakukan penunjukkan langsung untuk


mengejar sisa waktu tahun anggaran berjalan yang tinggal 1 (satu) bulan.
SALAH

73. Peserta pelelangan yang tidak mengikuti acara penjelasan lapangan


(aanwijzing) tidak dapat digugurkan keikutsertaannya oleh Panitia
Pengadaan. SALAH

74. Dalam pelelangan umum, penawaran harga yang melebihi HPS dapat
dilakukan negoisasi oleh Panitia. SALAH

75. Penyusunan PERDA lebih tepat dilaksanakan dengan metode swakelola.


BENAR

76. Sebelum ditandatangani, kontrak barang/jasa wajib mendapatkan persetujuan


dari pimpinan instansi yang bersangkutan. SALAH

77. Harga Perhitungan Sendiri (HPS) bersifat rahasia termasuk volume pekerjaan
yang dilelangkan tidak boleh disampaikan peserta pelelangan. SALAH

78. Surat Perintah Kerja (SPK) dapat digunakan sebagai kontrak untuk pekerjaan
senilai Rp10.000.000,00 BENAR

79. Pemerintah Daerah berwenang menetapkan suatu peraturan kepada daerah


mengenai peleksanaan pengadaan sesuai dengan kebutuhan daerah masingmasing sehingga berbeda ketentuan dalam Kaputusan Presiden No. 80
Tahun 2003. SALAH

80. Panitia pengadaan dapat menetapkan besarnya jaminan pelaksanaan


sebesar 5% dari nilai kontrak.SALAH

81. Panitia pengadaan pekerjaan jasa pemborongan pembangunan jalan dapat


membuat ketentuan tambahan tentang keharusan memiliki rekening Bank
Pembangunan Daerah setempat untuk memudahkan pembayaran. SALAH

82. Penyedia barang/jasa yang ditetapkan sebagai pemenang tidak perlu


diumumkan melalui papan pengumuman resmi bila Pejabat Pembuat
Komitmenan metode penunjukkan langsung. BENAR

1. Pembelian alat tulis kantor dengan nilai Rp. 35.000.000,- (Tiga puluh lima juta
rupiah) dapat dilakukan oleh Panitia Pengadaan. BENAR

2. Pengumuman seleksi langsung pekerjaan pengawasan pembangunan


gedung dengan perkiraan nilai kontrak sebesar Rp. 80.000.000,- (Delapan
puluh juta rupiah) cukup diumumkan melalui papan pengumuman resmi.
BENAR

3. Pekerjaan pencetakan dokumen sertifikat berpengaman khusus dengan


perkiraan nilai kontrak sebesar Rp. 400.000.000,- (Empar ratus juta rupiah)
hanya boleh diikuti oleh usaha kecil. SALAH

4. Penunjukkan langsung dapat dilakukan untuk pengadaan tenda darurat


dengan nilai Rp. 750.000.000,- (Tujuh ratus juta rupiah) untuk memnuhi
kebutuhan penampungan pengungsi akibat bencana alam. BENAR

5. Panitia Pengadaan dapat mengambil keputusan untuk meneruskan proses


pengadaan walaupun peserta yang memenuhi persyaratan administrasi
hanya 2 (dua) peserta. SALAH

6. Panitia pengadaan dapat menggugurkan penawaran dari penyedia


barang/jasa apabila terdapat perbedaan antara besarnya nilai penawaran
yang tertulis dalam angka dan yang tertulis dalam huruf. SALAH

7. Panitia melanjutkan proses evaluasi teknis hanya terdapat penawaran yang


telah memenuhi persyaratan administrasi. BENAR

8. Untuk pemilihan jasa konsultasi yang menggunakan metoda evaluasi kualitas,


penawaran harga yang melampaui pagu dana yang tersedia akan
digugurkan. BENAR

9. Peserta pengadaan yang direktur utamanya sedang terkena sanksi pidana


dapat digugurkan keikutsertaannya oleh panitia pengadaan. BENAR

10. Dalam evaluasi yang menggunakan sistem gugur, panitia dapat memberi
bobot tertentu terhadap kualitas teknis/bahan. SALAH

11. Paket-paket pekerjaan yang akan dilelangkan ditetapkan panitia pengadaan


dan pejabat pembuat komitmen. SALAH

12. Pejabat pembuat komitmen tidak dapat dituntut untuk mengganti kerugian
penyedia apabila terjadi keterlambatan pembayaran. SALAH

13. Sesuai dengan prinsip terbuka dan bersaing, maka semua penyedia
barang/jasa di Indonesia memenuhi syarat harus diperbolehkan untuk
mengikuti pengadaan dan memasukkan penawaran terbaik. BENAR

14. Untuk kontrak yang sederhana, penerbitan Surat Perintah Mulai Kerja dapat
dilakukan bersamaan dengan tanggal mulai berlakunya kontrak. BENAR

15. Harga Perhitungan Sendiri (HPS) bersifat rahasia termasuk volume pekerjaan
yang dilelangkan tidak boleh disampaikan peserta pelelangan. SALAH

16. Surat Perintah Kerja (SPK) dapat digunakan sebagai kontrak untuk pekerjaan
senilai Rp. 10 Juta. BENAR

17. Pemerintah Daerah berwenang menetapkan suatu peraturan kepada daerah


mengenai peleksanaan pengadaan sesuai dengan kebutuhan daerah masingmasing sehingga berbeda ketentuan dalam Kaputusan Presiden No. 80
Tahun 2003. SALAH

18. Penyedia barang/jasa yang ditetapkan tidak perlu diumumkan melalui papan
pengumuman resmi bila penggunaan metode penunjukkan langsung. BENAR

19. Pembelian alat tulis kantor dengan nilai Rp. 35.000.000,- (Tiga puluh lima juta
rupiah) dapat dilakukan oleh Panitia Pengadaan. BENAR

20. Pejabat Pembuat Komitmen dapat melakukan penunjukkan langsung untuk


mengejar sisa waktu tahun anggaran berjalan yang tinggal 1 (satu) bulan.
SALAH

21. Peserta pelelangan yang tidak mengikuti acara penjelasan lapangan


(aanwijzing) tidak dapat digugurkan keikutsertaannya oleh Panitia
Pengadaan. BENAR

22. Dalam pelelangan umum, penawaran harga yang melebihi HPS dapat
dilakukan negoisasi oleh Panitia. SALAH

23. Panitia pengadaan dapat menetapkan besarnya jaminan pelaksanaan


sebesar 5% dari nilai kontrak. SALAH

1. Penyusunan PERDA lebih tepat dilaksanakan dengan metode swakelola.


BENAR

1. Sebelum ditandatangani, kontrak barang/jasa wajib mendapatkan persetujuan


dari pimpinan instansi yang bersangkutan. SALAH

1. Panitia pengadaan pekerjaan jasa pemborongan pembangunan jalan dapat


membuat ketentuan tambahan tentang keharusan memiliki rekening Bank
Pembangunan Daerah setempat untuk memudahkan pembayaran. SALAH

2. Pengumuman seleksi langsung pekerjaan pengawasan pembangunan


gedung dengan perkiraan nilai kontrak sebesar Rp. 80.000.000,- (Delapan
puluh juta rupiah) cukup diumumkan melalui papan pengumuman resmi.
BENAR

3. Pekerjaan pencetakan dokumen sertifikat berpengaman khusus dengan


perkiraan nilai kontrak sebesar Rp. 400.000.000,- (Empar ratus juta rupiah)
hanya boleh diikuti oleh usaha kecil. SALAH

4. Penunjukkan langsung dapat dilakukan untuk pengadaan tenda darurat


dengan nilai Rp. 750.000.000,- (Tujuh ratus juta rupiah) untuk memnuhi
kebutuhan penampungan pengungsi akibat bencana alam. BENAR

1. Panitia Pengadaan dapat mengambil keputusan untuk meneruskan proses


pengadaan walaupun peserta yang memenuhi persyaratan administrasi
hanya 2 (dua) peserta. SALAH

2. Panitia pengadaan dapat menggugurkan penawaran dari penyedia


barang/jasa apabila terdapat perbedaan antara besarnya nilai penawaran
yang tertulis dalam angka dan yang tertulis dalam huruf. SALAH

3. Panitia melanjutkan proses evaluasi teknis hanya terdapat penawaran yang


telah memenuhi persyaratan administrasi. BENAR

4. Untuk pemilihan jasa konsultasi yang menggunakan metoda evaluasi kualitas,


penawaran harga yang melampaui pagu dana yang tersedia akan
digugurkan. BENAR

5. Peserta pengadaan yang direktur utamanya sedang terkena sanksi pidana


dapat digugurkan keikutsertaannya oleh panitia pengadaan. BENAR

6. Dalam evaluasi yang menggunakan sistem gugur, panitia dapat memberi


bobot tertentu terhadap kualitas teknis/bahan. SALAH

7. Paket-paket pekerjaan yang akan dilelangkan ditetapkan panitia pengadaan


dan pejabat pembuat komitmen. SALAH

8. Pejabat pembuat komitmen tidak dapat dituntut untuk mengganti kerugian


penyedia apabila terjadi keterlambatan pembayaran. SALAH

9. Sesuai dengan prinsip terbuka dan bersaing, maka semua penyedia


barang/jasa di Indonesia memenuhi syarat harus diperbolehkan untuk
mengikuti pengadaan dan memasukkan penawaran terbaik. BENAR

10. Untuk kontrak yang sederhana, penerbitan Surat Perintah Mulai Kerja dapat
dilakukan bersamaan dengan tanggal mulai berlakunya kontrak. BENAR

TIPE SOAL PILIHAN GANDA


o JUMLAH SOAL :
220 soal (soal No. 1 s/d 220)
o PETUNJUK MENGERJAKAN SOAL :

Pilihlah 1 (satu) jawaban yang paling saudara anggap benar


dari 4 (empat) jawaban yang tersedia : a atau b atau c atau d

o PENILAIAN JAWABAN

Apabila jawaban benar, mendapat nilai

: 3 (tiga)

Apabila jawaban salah, mendapat nilai

: -1 (minus satu)

Apabila tidak dijawab, mendapat nilai

: 0 (nol)

SOAL
1. Keputusan dari Arbiter dalam rangka penyelesaian perselisihan antara
pengguna dan penyedia barang/jasa bersifat :
1. Mengikat kedua belah pihak dan bersifat final
2. Mengikat kedua belah pihak sepanjang keduanya sepakat dengan
keputusan tersebut.
3. Saran dan putusan akhir ada pada kedua belah pihak.

4. Tidak mengikat tergantung kesepakatan anatar pihak pengguna,


penyedia barang/jasa dan Arbiter.

2. Yang tidak memenuhi syarat


pelaksanaan pengadaan adalah :

menjadi

penyedia

barang/jasa

dalam

1. Memiliki keahlian, pengalaman, kemampuan teknis dan manajerial


untuk menyediakan barang/jasa
2. Dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir pernah memperoleh
pekerjaan menyediakan barang/jasa baik di lingkungan pemerintah
atau swasta.
3. Penyedia barang/jasa yang menugaskan tenaga ahli yang tidak
memiliki NPWP.
4. Pegawai BUMD yang telah mengambil cuti diluar tanggungan Negara.

1. Salah satu acuan data yang paling tepat untuk penyusunan HPS adalah,
kecuali :
1. Data harga yang dikeluarkan BPS
2. Engineering Estimate
3. Daftar harga satuan dasar yang dikeluarkan Pemda.
4. Data harga dari calon penyedia barang/jasa.

2. Berikut ini merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh Pejabat


Pembuat Komitmen pada tahap perencanaan, kecuali :
1. Melakukan pemaketan pekerjaan.
2. Menyusun jadwal pelaksanaan.
3. Menyiapkan biaya yang diperlukan untuk proses pengadaan.
4. Melakukan prakualifikasi dan pascakualifikasi.

3. Pengadaan barang/jasa pemerintah yang bernilai dibawah Rp. 100.000.000,(seratus juta rupiah) berlaku ketentuan :
1. Harus dilakukan dengan metoda pelelangan umum.
2. Dapat dilakukan metoda pemilihan langsung.
3. Dilakukan pemecah paket pengadaan barang/jasa agar dapat
dilakukan penunjukan langsung.
4. Harus dilakukan dengan pelelangan terbatas.
4. Untuk pengadaan barang/jasa yang berkaitan dengan penggunaan teknologi
tinggi, kompleks, dan resiko tinggi, maka penyampaian dokumen penawaran
menggunakan metoda :
1. Metode Satu Sampul
2. Metode Dua Sampul Satu Tahap
3. Metode Dua Tahap
4. Metode Satu Sampul Dua Tahap

5. Apabila proses penilaian kompetensi dan kemampuan usaha serta


pemenuhan persyaratan tertentu lainnya dari penyedia barang/jasa dilakukan
setelah yang bersangkutan memasukkan penawaran, maka metode yang
dilakukan adalah :
1. Pelelangan umum dengan prakualifikasi
2. Pelelangan umum dengan paskakualifikasi.
3. Pelelangan terbatas.
4. Pemilihan langsung.

6. Jumlah penyedia jasa konsultansi yang dimasukkan dalam daftar pendek


sebanyak :
1. Sekurang-kurangnya 3 penyedia jasa.

2. Antara 5 sampai dengan 7 penyedia jasa.


3. Antara 1 sampai dengan 5 penyedia jasa.
4. Sebanyak-banyaknya 10 penyedia jasa.

7. Dalam pemilihan langsung, pengumuman dilakukan papan pengumuman


resmi selama :
1. Sekurang-kurangnya 7 hari kalender.
2. Sekurang-kurangnya 7 hari kerja.
3. Sekurang-kurangnya 3 hari kerja
4. Tidak lebih dari 3 hari kalender

8. Metoda pemilihan penyedia barang/jasa pemborongan/jasa lainnya dengan


cara mengumumkan di media masa dam memilih satu calon penyedia barang
dan beberapa calon penyedia jasa yang dinilai mampu disebut :
1. Pelelangan umum
2. Pemilihan langsung
3. Penunjukan langsung
4. Pembelian langsung

9. Untuk penyaluran dana bagi bantuan kepada masyarakat bagi pembangunan


jalan desa dengan cara swakelola diberikan dengan besaran :
1. 100% dari total dana apabila organisasi penerima bantuan telah siap.
2. 50% dari total dana apabila proposal dari penerima bantuan telah
diajukan
3. 100% dari total dana apabila progress pekerjaan telah mencapai 30 %
4. 50% dari total dana apabila kemajuan pekerjaan telah mencapai 50 %

10. Yang dipersyaratkan harus menyampaikan neraca perusahaan dalam


dokumen kualifikasi adalah untuk pengadaan :
1. Jasa pemborongan
2. Jasa Konsultansi
3. Barang
4. Jasa lainnya

11. Untuk pengadaan barang/jasa dengan nilai Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima
juta rupiah) maka dapat dibentuk panitia pengadaan yang memnuhi ketentuan
berikut ini kecuali :
1. Anggota panitia pengadaan berasal dari pegawai negeri, baik instansi
sendiri maupun instansi teknis lainnya.
2. Anggota panitia pengadaan memiliki sertifikat keahlian pengadaan
barang/jasa pemerintah.
3. Anggota panitia pengadaan memahami jenis pekerjaan tertentu yang
menjadi tugas yang bersangkutan.
4. Anggota panitia pengadaan memiliki jabatan struktural tertentu

12. Pelaksanaan lelang ulang yang terjadi akibat panitia pengadaan terlibat KKN
dilakukan oleh :
1. Panitia pengadaan
sebelumnya.

yang

melaksanakan

pelelangan

umum

2. Panitia pengadaan baru yang diangkat untuk pelaksanaan pelelangan


ulang.
3. Pejabat pengadaan untuk dilakukan penunjukan langsung.
4. Panitia lelang sebelumnya, dengan jalan mengganti ketua panitia.

13. Dalam kontrak harga satuan, apabila volume yang tertuang dalam kontrak
sebanyak 100 m3, dan ternyata hasil pengukuran dari pekerjaan yang

dilaksanakan penyedia jasa pemborongan hanya sebanyak 95 m3, maka


pembayaran yang diberikan kepada penyedia jasa tersebut senilai uang
tertentu untuk volume pekerjaan :
1. 100 m3
2. (100 + 95) m3 dibagi 2
3. Sesuai hasil negosiasi
4. 95 m3

14. Untuk pengadaan barang/jasa yang memperhitungkan keunggulan teknis


sepadan dengan harganya, maka dipergunakan cara evaluasi penawaran
dengan :
1. Sistem gugur
2. Sistem nilai
3. Sistem penilaian biaya selama umur ekonomis
4. Sistenm evaluasi pagu anggaran

15. Dalam pengadaan peralatan dan mesin yang tidak sederhana, metode
penyampaian dokumen penawaran yang paling tepat adalah :
1. Empat sampul
2. Tiga sampul
3. Dua sampul
4. Satu sampul

16. Sistem yang digunakan dalam mengevaluasi pengadaan barang yang


kompleks dengan memperhitungkan perkiraan biaya operasi dan
pemeliharaan serta nilai sisa selama umur ekonomis barang tersebut,
dinamakan :
1. economic life cycle cost

2. passing grade
3. total bid evaluated price
4. post bidding

1. Dalam pengadaan barang, panitia dapat menetapkan penggunaan salah satu


jenis penawaran berikut, kecuali :
1. Eks pabrik
2. Harga free on board
3. Cost insurance and freight
4. Pabrikan

2. Hal-hal yang dimuat dalam Kerangka Acuan Kerja adalah sebagai berikut,
kecuali :
1. Cara pembayaran
2. Latar belakang pekerjaan
3. Tujuan dan sasaran studi
4. Kualifikasi tenaga ahli yang diperlukan

3. Peserta pengadaan jasa pengiriman dokumen (ekspedisi) untuk pengadaan


senilai Rp. 350 juta disyaratkan memiliki surat dukungan keuangan dari bank
umum minimal sebesar :
1. 10% dari nilai proyek
2. 5% dari nilai proyek
3. 15% dari nilai proyek

4. 20% dari nilai proyek

4. Keputusan dalam penetapan pemenang lelang untuk pekerjaan


pembangunan bandar udara bersumberkan dana APBN senilai Rp. 100
miliar :
1. Presiden
2. Pejabat Pembuat Komitmen
3. Gubernur
4. Menteri teknis

5. Dokumen penawaran asli dalam seleksi umum jasa konsultasi, hanya dapat
dibuka :
1. Setelah diterbitkan surat penetapan pemenang atau ada sanggahan
dari peserta.
2. Pada saat evaluasi teknis
3. Pada saat evaluasi administrasi
4. Pada saat negosiasi

6. Dokumen penawaran asli jasa konsultasi disimpan dalam keadaan tertutup


1. Peserta seleksi.
2. Panitia pengadaan.
3. Pengguna jasa.
4. Staf proyek.

1. Personil konsultan dan sub konsultan dalam penggantian dan perpindahan


tenaga inti hanya dapat dilaksanakan dengan persetujuan :

1. Atasan (team leador) tenaga ahli tesebut.


2. Pejabat Pembuat Komitmen.
3. Penyedia barang jasa.
4. Panitia/pejabat pengadaan
.

1. Untuk pekerjaan pembuatan dan percetakan naskah soal Seleksi Penerimaan


Mahasiswa Baru (SPMB) dapat dilakukan dengan cara :
a. Penunjukan langsung setelah mendapat ijin Presiden.
b. Pelelangan umum.
c. Pelelangan terbatas
d Pelelangan umum dengan mengundang penyedia jasa dari luar negeri.

1. Apabila pengguna jasa menilai bahwa personil dari penyedia jasa tidak
mampu atau tidak dapat melakukan pekerjaan dengan baik atau berkelakuan
tidak baik, pihak pengguna jasa dapat memerintahkan kepada penyedia jasa
untuk mengganti personil tersebut dalam waktu tidak lebih dari :
1. 7 hari setelah perintah
2. 14 hari setelah perintah
3. 15 hari setelah perintah
4. 21 hari setelah perintah

2. Pekerjaan yang kompleks, seperti perencanaan tata ruang rekonstruksi


propinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang memiliki tingkat spesialisasi tinggi,
maka lebih tepat menggunakan metode pemilihan konsultan :
1. Sistem Evaluasi Kualitas
2. Sistem Evaluasi Pagu Anggaran

3. Sistem Evaluasi Biaya Terendah


4. Sistem Evaluasi Kualitas dan Biaya

3. Metoda penunjukan langsung dalam pengadaan konsultan yang paling tepat


digunakan dalam kasus :
1. Untuk pekerjaan komplek yang dapat dikerjakan oleh banyak
konsultan.
2. Disain jembatan permanen yang runtuh akibat bencana alam.
3. Disain penyusunan sistem pelaporan keuangan rendah.
4. Pekerjaan desain bangunan dengan nilai Rp. 30 juta

4. Apabila pengguna jasa meminta penggantian personil karena dinilai tidak


mampu atau tidak dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik, maka
penyedia jasa harus :
1. Mengganti personil yang kualitasnya setara/lebih tinggi dengan yang
sebelumnya tanpa menambah nilai kontrak..
2. Mengganti personil yang kualitasnya lebih rendah dari yang diganti
dengan mengurangi nilai kontrak.
3. Mengganti personil yang kualitasnya lebih tinggi dengan meminta
tambahan nilai kontrak.
4. Menambah personil baru untuk membantu personil yang dinilai tidak
mampu bekerja dengan baik dengan tidak meminta tambahan nilai
kontrak

5. Dalam hal dokumen lelang untuk pekerjaan lebih dari 12 bulan tidak
memberlakukan penyesuaian harga, maka :
1. Pemberlakuan penyesuaian harga dapat ditambahkan pada saat
penandatanganan kontrak..
2. Dapat diberlakukan penyesuaian harga secara otomatis.

3. Dapat diberlakukan penyesuaian harga melalui adendum kontrak.


4. Penyesuaian harga
kesepakatan.

dilakukan

secara

profesional

berdasarkan

6. Komponen dalam perhitungan biaya personil konsultan perseorangan adalah


sebagai berikut, kecuali :
1. Gaji dasar yang telah di audit
2. Biaya overhead konsultan yang bersangkutan.
3. Beban biaya sosial
4. Keuntungan perusahaan.

7. Dalam pengadaan jasa pemborongan, dokumen lain yang termasuk satu


kesatuan yang tidak terpisahkan dengan dokumen kontrak adalah tersebut
dibawah ini, kecuali :
1. Surat penunjukkan
2. Surat penawaran
3. Surat perintah mulai kerja
4. Surat pembatalan lelang

1. Dalam pekerjaan jasa pemborongan, sejak tanggal diajukan permintaan uang


muka dan jaminan uang muka, Pejabat Pembuat Komitmen harus
mengajukan Surat Permintaan Pembayaran uang muka selambat-lambatnya :
1. 3 hari kerja
2. 7 hari kerja
3. 21 hari kerja
4. 30 hari kerja

2. Yang bukan merupakan laporan hasil pekerjaan jasa pemborongan yang


harus dibuat oleh penyedia jasa pemborongan adalah :
1. Laporan harian
2. Laporan mingguan
3. Laporan bulanan
4. Laporan tahunan

3. Berikut ini adalah pertimbangan/alasan yang dapat digunakan oleh Pejabat


Pembuat Komitmen untuk memperpanjang waktu pelaksanaan pekerjaan
jasa pemborongan, kecuali :
1. Keterlambatan akibat kesalahan Pejabat Pembuat Komitmen.
2. Pekerjaan bertambah
3. Keterlambatannya turunnya Dokumen Anggaran.
4. Perubahan Disain

4. Dalam pelaksanaan jasa pemborongan senilai Rp. 2 miliar, persetujuan


perpanjangan waktu pelaksanaan dituangkan dalam :
1. Adendum kontrak
2. Amandemen SPMK
3. Revisi SPK
4. Adendum SPPBJ
5. Yang bukan merupakan materi pembahasan dalam rapat persiapan
pelaksanaan kontrak untuk pekerjaan jasa pemborongan adalah :
1. Organisasi kerja
2. Jadual pelaksanaan pekerjaan.

3. Jadual pengadaan bahan


4. Honorarium pengguna jasa.
6. Untuk nilai pengadaan barang senilai Rp. 800 juta, dapat ditunjuk :
1. Panitia pengadaan sebanyak 3 orang
2. Seorang pejabat pengadaan.
3. Panitia pengadaan sebanyak 9 orang
4. Jawaban b dan c benar

1. Beberapa persyaratan bagi penyedia barang/jasa yang dapat dimuat dalam


pengumuman lelang, kecuali :
1. Memiliki pengalaman pada sub bidang yang sejenis
2. Memiliki Surat Ijin Usaha
3. Memiliki peralatan yang diperlukan
4. Memiliki Surat Ijin Tempat Usaha di lokasi pengadaan.

2. Dalam pelaksanaan jasa pemborongan, pembayaran kepada sub kontraktor


adalah tanggung jawab :
1. Pejabat Pembuat Komitmen
2. Penyedia jasa
3. Bendaharawan
4. Kantor Perbendaharaan Negara

3. Penayangan pengumuman lelang umum wajib dilakukan pada :


1. Papan pengumuman resmi dan internet
2. Papan pengumuman resmi dan radio

3. Koran dan internet


4. Koran dan Papan pengumuman resmi

4. Untuk pekerjaan kompleks panitia pengadaan melakukan pengadaan dengan


cara :
1. Pemilihan langsung dengan Prakualifikasi
2. Penunjukan langsung dengan Pascakualifikasi
3. Pelelangan Umum dengan Prakualifikasi
4. Pelelangan terbatas dengan Pascakualifikasi

5. Dalam rangka pemenuhan persyaratan kualifikasi untuk pekerjaan jasa


konsultan senilai Rp. 1 miliar, maka penyedia jasa tersebut harus memenuhi :
1. KD = 3 NPt
2. KD = 2 NPt
3. KD = 5 NPt
4. SKK = Pagu dana

6. Total HPS tidak bersifat rahasia dan diberitahukan kepada seluruh peserta
pengadaan. Saat yang tepat mengumumkan nilai HPS adalah :
1. Pendaftaran peserta pengadaan
2. Pengambilan dokumen lelang
3. Rapat pembukaan dokumen penawaran
4. Rapat penjelasan

1. Untuk menyatakan bahwa penyedia barang/jasa tidak masuk daftar hitam


(black list) instansi pemerintah manapun, maka pembuktiannya melalui :
1. Surat pernyataan dari penyedia barang/jasa yang bersangkutan
2. Surat keterangan dari KADIN
3. Surat keterangan dari Dinas Perdagangan.
4. Surat keterangan dari Asosiasi

2. Salah satu kelengkapan penawaran barang yang dapat membuktikan


kemampuan penawar menyediakan barang sesuai dengan spesifikasi yang
disyaratkan adalah :
1. Sketsa barang
2. Foto barang yang ditawarkan
3. Brosur asli
4. Gambar Teknik

3. Salah satu persyaratan bagi tenaga ahli yang akan melaksanakan pekerjaan
jasa konsultasi perseorangan adalah :
1. Memiliki rekening koran
2. Memiliki NPWP
3. Menempati kantor tertentu
4. Memiliki kartu anggota asosiasi profesi

4. Pengumuman dalam proses penunjukan langsung dilakukan pada :


1. Awal proses penunjukan langsung

2. Setelah ditetapkan hasil prakualifikasi


3. Setelah diterbitkannya Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa
(SPPBJ)
4. Setelah ada surat penetapan dari Pejabat Pembuat Komitmen.

5. Apabila penyedia barang/jasa tidak puas atas jawaban sanggahan banding


dari kepala daerah tentang penetapan pemenang lelang, maka penyedia
barang/jasa tersebut dapat mengajukan gugatannya kepada :
1. Pengadilan Negeri
2. Pengadilan Tata Usaha Negara
3. Badan Arbitrasi Nasional
4. Komisi Pemberantasan Korupsi.
6. Dalam penyusuna HPS pengadaan jasa konsultansi untuk pekerjaan
pengembangan poensi daerah, komponen biaya langsung non personil
seperti biaya pencetakan laporan perjalanan, laporan komunikasi, dan biaya
sewa kenderaan, dan lain-lai ditentukan :
1. Maksimum 40% dari total HPS
2. 50% dan 50% sisanya untuk biaya langsung personil
3. 100% dari total HPS
4. Minimum 40% dari total HPS

7. Berikut adalah satu penyebab terjadinya lelang gagal, kecuali :


1. Jumlah penyedia barang/jasa yang memasukkan penawaran hanya 2
peserta
2. Harga penawaran terendah terkoreksi lebih besar dari pagu dana yang
tersedia
3. Jumlah penyedia barang/jasa yang lulus administrasi dan teknis hanya
1 peserta

4. Karena terjadinya kenaikan harga BBM, calon pemenang 1, 2 dan 3


yang akan ditunjuk mengundurkan diri.
8. Seseorang yang tidak dapat diangkat sebagai panitia pengadaan di
Sekretariat Daerah, kecuali yang bersangkutan saat ini sebagai :
1. Pejabat BAWASDA yang bertugas dalam pengawasan di Sekretariat
Daerah.
2. Pegawai honorer daerah di Sekretariat Daerah.
3. Pengurus koperasi pegawai yang akan bertindak sebagai penyedia
barang/jasa bagi Sekretariat Daerah.
4. Pejabat pengadaan di Sekretariat Daerah

9. Untuk menghitung nilai present value dari kontrak yang pernah diperoleh
penyedia jasa diperhitungkan berdasarkan indeks BPS pada bulan saat
terjadinya :
1. Serah terima pertama
2. Berakhirnya masa pemeliharaan
3. Penanda tanganan kontrak
4. Pembayaran termin pertama.

10. Hal yang tidak dapat diperhitungkan dalam Analisa Harga Satuan adalah
sebagai berikut :
1. Biaya beban umum (overhead cost)
2. Keuntungan
3. Harga barang/jasa di pasaran
4. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

5. Apabila terjadi perubahan dokumen pengadaan, maka perlu dibuat


addentum dokumen pengadaan yang harus disahkan oleh :

1. Panitia pengadaan.
2. Pejabat pengadaan.
3. Pejabat Pembuat Komitmen
4. Bendahara kegiatan.

1. Terkait dengan sistem evaluasi dengan menggunakan sistem nilai, maka


pernyataan yang tidak benar adalah :
1. Memberikan nilai dalam mata uang pada setiap unsur yang dinilai
berdasarkan kriteria dan nilai yang ditetapkan.
2. Memberikan nilai angka tertentu pada setiap unsur yang dinilai
berdasarkan kriteria dan nilai yang telah ditetapkan.
3. Penyusunan peringkat calon pemenang didasarkan perolehan nilai
untuk masing-masing penyedia.
4. Memberi nilai angka terhadap unsur teknis dan harga.

1. Yang tidak diwajibkan untuk


barang/jasa pemerintah adalah :

memiliki

sertifikat

keahlian

pengadaan

1. Ketua panitia pengadaan yang menjabat jabatan struktural.


2. Sekretaris panitia pengadaan.
3. Panitia penerimaan/pemeriksaan barang.
4. Anggota panitia pengadaan.

1. Metoda pemilihan penyedia untuk pengadaan alat berat dengan nilai Rp.
1.000.000.000,- (satu milyar rupiah) yang paling tepat adalah :

1. Penunjukkan Langsung.
2. Pemilihan Langsung.
3. Pelelangan Terbatas.
4. Pelelangan Umum.

1. Kewenangan dalam memutuskan pemenang pelelangan terbatas untuk nilai


pengadaan sebesar Rp. 65 miliar dengan dana Dekonsentrasi adalah :
1. Bupati.
2. Menteri teknis.
3. Gubernur.
4. Pejabat Pembuat Komitmen.

1. Penyedia harus menyampaikan surat dukungan keuangan dari bank untuk


pengadaan :
1. Jasa lainnya sebesar 5% untuk setiap pengadaan.
2. Jasa konsultansi sebesar 10% untuk nilai di atas Rp. 200 juta.
3. Barang sebesar 5% untuk nilai pengadaan di atas Rp. 1 miliar.
4. Jasa pemborongan sebesar 10% untuk setiap pengadaan.

1. Sistem kontrak yang paling tepat digunakan untuk pengadaan barang yang
sudah jelas spesifikasi teknis dan jumlahnya adalah :
1. Kontrak harga satuan.
2. Kontrak prosentase.
3. Kontrak lump sum.
4. Kontrak terima jadi.

1. Pihak yang wajib melakukan pengujian barang dalam proses pengadaan alat
berat adalah :
1. Pejabat Pembuat Komitmen.
2. Konsultan penguji.
3. Bendahara.
4. Panitia penerima barang.

1. Yang termasuk dalam tugas panitia pengadaan barang/jasa adalah :


1. Mengesahkan dokumen lelang.
2. Mengevaluasi dan mengklarifikasi penawaran.
3. Menyediakan biaya peninjauan lapangan.
4. Menetapkan pemenang lelang.

1. Pada saat ditemukan harga satuan suatu pekerjaan ternyata timpang, maka
langkah yang perlu dilakukan panitia pengadaan adalah :
1. Menggugurkan penawaran karena melampaui harga satuan pekerjaan
yang ada di HPS.
2. Melakukan klarifikasi untuk memastikan volume pekerjaan sesuai
dengan volume yang ada dalam dokumen lelang.
3. Melakukan konfirmasi dan bila penyedia merasa salah dalam
memasukkan angka, harga satuan pekerjaan dari penawaran direvisi.
4. Meneruskan proses dengan segala resiko ada pada penyedia
barang/jasa yang bersangkutan

1. Media pengumuman yang wajib digunakan untuk pelelangan umum adalah :

1. Radio
2. Internet
3. Televisi
4. Koran

1. Untuk pekerjaan reboisasi hutan seluas 5.000 Ha, bagian pekerjaan yang
dapat disubkontrakkan adalah sebagai berikut, kecuali :
1. Pekerjaan penyediaan benih tanaman.
2. Pekerjaan pengangkutan benih.
3. Pekerjaan penanaman dan pemeliharaan.
4. Pekerjaan penyiapan lahan.

1. Dalam penyusunan HPS, diperoleh informasi bahwa seseorang dapat


membeli barang A di pasaran seharga Rp. 10.000.000,00 per unit. Berapa
total nilai HPS untuk pengadaan barang A sebanyak 5 unit :
1. Rp. 55.000.000,00.
2. Rp. 60.000.000,00.
3. Rp. 60.500.000,00.
4. Rp. 50.000.000,00.

1. Jangka waktu yang diberikan kepada Menteri/Kepala daerah untuk menjawab


sanggahan banding selama :
1. Selambat-lambatnya 15 hari sejak surat sanggahan banding diterima.
2. Selambat-lambatnya 5 hari sejak surat sanggahan banding diterima.
3. Selambat-lambatnya 5 hari dari tanggal surat sanggahan banding.
4. Selambat-lambatnya 15 hari dari tanggal surat sanggahan banding.

1. Pengaturan dalam pemaketan pengadaan yang dibolehkan adalah sebagai


berikut :
1. Memecah paket pengadaan dengan tujuan agar apat ditunjuk
langsung.
2. Menggabungkan beberapa paket agar nilai pengadaan menjadi besar
sehingga tidak perlu melibatkan Usaha Kecil yang terbatas
kemampuannya.
3. Memecah paket sehingga Usaha Kecil dapat memperoleh kesempatan
dan proses pengadaan dilakukan melalui pelelangan umum.
4. Memusatkan beberapa kegiatan yang tersebar di beberapa daerah
yang menurut sifat pekerjaannya lebih tepat dilaksanakan di daerah.

1. Apabila terjadi pertentangan pengaturan/ketentuan


dokumen, maka dokumen yang berlaku adalah :

dalam

beberapa

1. Surat penawaran
2. Berita Acara Hasil Seleksi
3. Dokumen seleksi
4. Surat perjanjian/kontrak
2. Tahapan proses yang tidak boleh dilakukan dalam pelelangan umum adalah :
1. Klarifikasi
2. Verifikasi nyata atas kualifikasi
3. Negosiasi
4. Koreksi aritmatik

1. Yang termasuk sebagai suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak para
pihak dalam kontrak (force majeur) adalah sebagai berikut :
1. Kerusakan massal

2. Kelalaian para pihak


3. Kenaikan BBM
4. Gempa bumi

1. Dalam pengadaan jasa konsultasi dengan menggunakan metoda evaluasi


berdasarkan kualitas, pembukaan dokumen penawaran harga dilakukan
terhadap :
1. Seluruh penyedia yang lulus evaluasi teknis.
2. Penyedia dengan nilai teknis terbaik.
3. Penyedia yang memperoleh skor sama dengan passing grade.
4. Seluruh penyedia yang perolehan nilainya melewati ambang batas.

2. Informasi yang termuat dalam Berita Acara Pembukaan Dokumen Penawaran


adalah sebagai berikut, kecuali :
1. Jumlah dokumen penawaran yang lengkap dan tidak lengkap.
2. Jumlah dan nama peserta yang terlambat menyampaikan dokumen.
3. Jumlah dokumen penawaran yang masuk.
4. Jumlah dan penyebab penawaran yang digugurkan.

3. Apabila diperlukan bahan-bahan yang harus dibeli oleh instansi pemerintah


dalam pelaksanaan swakelola yang nilainya Rp. 300.000.000,- maka
pelaksanaan pengadaan untuk bahan tersebut dilakukan dengan cara :
1. Pelelangan umum.
2. Pembelian langsung ke supermarket.
3. Pemilihan langsung.
4. Seleksi umum.

1. Hal-hal yang menjadi pokok penilaian teknis dalam evaluasi jasa konsultasi
adalah sebagai berikut, kecuali :
1. Pengalaman perusahaan.
2. Pendekatan dan metodologi penyelesaian pekerjaan.
3. Kualifikasi tenaga ahli yang akan dipekerjakan.
4. Kepemilikan peralatan.
2. Dalam penyusunan jadual pelaksanaan swakelola yang ada kegiatan
pemilihan langsung pengadaan bahan baku, pengalokasian waktu dalam
proses pemilihan lansung diserahkan sepenuhnya kepada :
1. Pejabat Pembuat Komitmen.
2. Panitia pengadaan.
3. Pejabat pengadaan.
4. Pelaksana swakelola.
3. Pekerjaan untuk pengawasan pekerjaan pembangunan gedung, maka lebih
tepat menggunakan metode pemilihan konsultan :
1. Metode Evaluasi Kualitas.
2. Metode Biaya Terendah.
3. Metode Pagu Anggaran Tetap.
4. Metode Kualitas dan Biaya.

1. Metode penunjukkan langsung dalam pengadaan konsultan yang paling tepat


digunakan dalam kasus :
1. Untuk pekerjaan komplek yang dapat dikerjakan oleh banyak
konsultan.
2. Disain jembatan permanen yang runtuh akibat bencana alam.
3. Pekerjaan desain bangunan dengan nilai Rp. 30 juta.

4. Disain penyusunan sistem pelaporan keuangan daerah dengan nilai


Rp. 60 juta.

1. Pemenuhan persyaratan kualifikasi berupa tidak masuk dalam daftar hitam


dilakukan melalui :
1. Surat pernyataan dari penyedia yang bersangkutan.
2. Surat pernyataan dari asosiasi tempat perusahaan tersebut bernaung.
3. Surat keterangan dari pihak Kepolisian.
4. Surat keterangan dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi.

1. Kontrak pengadaan barang tidak dapat diadendum apabila :


1. Ditemukan persekongkolan diantara penyedia barang.
2. Tambahan pekerjaan yang melebihi 10% kontrak asal.
3. Perubahan lingkup pekerjaan.
4. Terjadi pemutusan kontrak.

1. Apabila sanggahan banding dari penyedia barang/jasa kepada Menteri/


Gubernur/ Bupati/Walikota mengenai kesalahan panitia dalam melakukan
evaluasi dianggap benar atau dapat diterima, maka panitia pengadaan atau
Pejabat Pembuat Komitmen harus :
1. Meminta penyedia barang/jasa menyampaikan penawaran ulang.
2. Melakukan pelelangan ulang dengan mengumumkan kembali.
3. Meneruskan proses pelelangan dengan menerbitkan SPPBJ.
4. Melakukan evaluasi ulang terhadap dokumen penawaran yang ada.

1. Yang dapat diangkat sebagai pejabat pengadaan adalah sebagai berikut :

1. Ketua panitia pengadaan di instansi tersebut.


2. Fungsional dari Inspektorat untuk kegiatan Departemen/LPND.
3. Pegawai honorer daerah.
4. Bendaharawan/pemegang kas.
2. Jenis pelaporan yang umumnya dipersyaratkan dalam dokumen Kerangka
Acuan Kerja adalah sebagai berikut, kecuali :
1. Laporan mingguan (weekly report).
2. Laporan pendahuluan (inception report).
3. Laporan antara (interim report).
4. Laporan akhir (final report).
3. Hal-hal yang dapat dicantumkan dalam dokumen lelang adalah sebagai
berikut, kecuali :
1. Spesifikasi teknis untuk pengadaan suku cadang mengarah pada merk
tertentu.
2. Jenis penawaran harga barang merupakan eks pabrik.
3. Surat jaminan penawaran yang dianggap sah hanya dari bank umum.
4. Pekerjaan-pekerjaan yang dapat disubkontrakkan kepada penyedia
jasa spesialis.

1. Koreksi aritmatik hanya dapat dilakukan apabila terjadi sebagai berikut


kecuali :
1. Kesalahan dalam perkalian antara volume dengan harga satuan.
2. Kesalahan dalam penjumlahan seluruh karyawan.
3. Kesalahan dalam harga satuan barang.
4. Kesalahan dalam pencantuman nilai Pajak Pertambahan Nilai.

1. Salah satu alasan tidak diperkenankannya penyebutan merk barang tertentu


dalam dokumen lelang adalah disebabkan hal tersebut melanggar prinsip
dasar pengadaan barang/jasa pemerintah, yaitu :
1. Adil/tidak diskriminatif.
2. Terbuka dan bersaing.
3. Akuntabel.
4. Transparan.

1. Kriteria Usaha Kecil menurut UU No. 9/1995 dan Keppres No. 80/2003 adalah
sebagai berikut, kecuali :
1. Memiliki kekayaan bersih tidak lebih dari Rp. 200 juta diluar tanah dan
bangunan.
2. Memiliki Surat Ijin Tempat Usaha (domisili).
3. Memiliki omzet tidak lebih dari Rp. 1 miliar per tahun.
4. Merupakan perusahaan yang berdiri sendiri dan bukan merupakan
bentukan anak perusahaan besar.

1. Berikut adalah kewenangan yang dimiliki Pejabat Pembuat Komitmen dalam


pengadaan untuk pekerjaan pembangunan jembatan senilai Rp. 65 miliar,
kecuali :
1. Menetapkan paket pekerjaan.
2. Melaporkan pelaksanaan pengadaan kepada pimpinan instansinya.
3. Mengesahkan dokumen lelang yang disusun panitia pengadaan.
4. Menetapkan pemenang lelang.

1. Apabila HPS suatu pengadaan barang senilai Rp. 200.000.000,- (dua ratus
juta), maka panitia pengadaan dapat menentukan besaran jaminan
penawaran senilai sebagai berikut, kecuali :

1. Rp. 2.000.000,2. Rp. 1.500.000,3. Rp. 5.000.000,4. Rp. 3.500.000,-

1. Apabila dokumen penawaran disampaikan melalui pos atau kurir, langkah


yang paling tepat dilakukan panitia/pejabat adalah :
1. Memasukkan dokumen penawaran ke kotak/tempat pelelangan tapi
dipisahkan dengan dokumen penawaran yang disampaikan langsung.
2. Mencatat waktu, tanggal, dan tempat penerimaan pada sampul luar
dokumen penawaran yang bersangkutan, kemudian memasukkan
pada kotak/tempat yang disediakan.
3. Menerima
dokumen
penawaran
memasukkannya ke kotak pelelangan.

tersebut

dan

langsung

4. Menolak dan meminta kepada petugas kurir agar memberitahukan


kepada si pengirim untuk menyerahkan langsung dokumen penawaran
tersebut kepada panitia pengadaan.

1. Untuk menghitung kekayaan bersih penyedia jasa pemborongan didasarkan


atas :
1. Neraca perusahaan tersebut.
2. Perolehan pekerjaan yang sedang dilaksanakan.
3. Kontrak yang pernah diperoleh selama 7 tahun terakhir.
4. Jumlah aset yang dimiliki diluar tanah dan bangunan.

1. Komponen biaya yang diperhitungkan dalam penyusunan HPS adalah


sebagai berikut, kecuali :
1. Harga barang.

2. Biaya umum penyedia barang.


3. Keuntungan.
4. Pajak penghasilan.

1. Sanksi bagi penyedia barang/jasa yang diputuskan kontraknya oleh Pejabat


Pembuat Komitmen yang disebabkan oleh kelalaian/kesalahan penyedia
barang/jasa tersebut adalah sebagai berikut, kecuali :
1. Membayar denda dan ganti rugi kepada negara.
2. Melunasi seluruh uang muka yang telah diberikan.
3. Jaminan pelaksanaan disita untuk menjadi milik negara.
4. Mengalihkan pekerjaan kepada penyedia barang/jasa yang lain.

1. Dalam mengusulkan calon pemenang kepada Pejabat Pembuat Komitmen,


informasi yang perlu dimuat dalam surat usulan tersebut adalah sebagai
berikut, kecuali :
1. Harga penawaran terkoreksi.
2. Nama dan alamat penyedia barang/jasa.
3. Nomor surat ijin usaha penyedia barang/jasa.
4. NPWP penyedia barang/jasa.

1. Untuk pekerjaan yang dilakukan secara swakelola, dalam hal dibutuhkan


tenaga ahli dari luar instansi yang bersangkutan, maka jumlah tenaga ahli
tersebut adalah :
1. Paling banyak 50% dari keseluruhan.
2. Tidak lebih ari 30% terhadap tenaga sendiri.
3. Bisa berapapun asal sesuai kebutuhan.
4. Sebanyak-banyaknya 1 orang.

2. Kegiatan mobilisasi dalam rangka pekerjaan jasa pemborongan dimaksudkan


untuk hal-hal sebagai berikut, kecuali :
1. Mendatangkan personil.
2. Mempersiapkan laporan.
3. Mendatangkan peralatan.
4. Mempersiapkan fasilitas pendukung.

1. Dalam rapat persiapan pelaksanaan kontrak untuk pekerja jasa


pemborongan, hal-hal yang perlu disepakati adalah sebagai berikut, kecuali :
1. Jadual mobilisasi peralatan dan personil.
2. Jadual pembayaran honorarium staf proyek.
3. Jadual pengadaan bahan.
4. Jadual pelaksanaan pekerjaan.

2. Metoda penunjukan langsung dalam penanggulangan bencana alam


digunakan hanya untuk penanganan darurat dengan konstruksi darurat,
seperti :
1. Pembangunan penahan tebing tanggul permanen.
2. Penambahan pintu air.
3. Perbaikan sementara tanggul yang bocor/rusak.
4. Peningkatan kapasitas tanggul.

3. Sejak tanggal penandatanganan kontrak, pengguna jasa konsultan dapat


melakukan addendum kontrak maksimum :
1. 3 kali
2. 5 kali

3. 1 kali
4. tidak dibatasi

4. Dalam pelaksanaan pekerjaan jasa konsultasi, karena sesuatu hal pengguna


jasa meminta penggantian tenaga ahli. Alasan yang dapat dibenarkan untuk
penggantian tenaga ahli tersebut adalah sebagai berikut, kecuali :
1. Pengguna jasa menganggap tidak mampu tenaga yang bersangkutan.
2. Yang bersangkutan
dokumen.

melanggar

ketentuan

tentang

kerahasiaan

3. Yang bersangkutan meninggal dunia.


4. Yang bersangkutan ditugaskan oleh penyedia jasa pada pekerjaan
lain.

1. Dokumen lain yang tidak termasuk satu kesatuan yang tidak terpisahkan
dengan dokumen kontrak adalah sebagai berikut :
1. Surat pembatalan keikutsertaan.
2. Surat penunjukkan penyedia jasa.
3. Surat penawaran.
4. Surat perintah mulai kerja.

1. Lampiran yang harus disertakan oleh pihak penyedia barang/jasa pada saat
mengajukan permintaan pembayaran kepada pihak Pejabat Pembuat
Komitmen yang pekerjaannya sebagian disubkontrakkan kepada penyedia
jasa yang lain adalah :
1. Bukti pembayaran kepada subkontraktor.
2. Bukti tagihan pembayaran dari subkontraktor.
3. Bukti penyelesaian pekerjaan oleh subkontraktor.
4. Bukti tagihan pembayaran dari penyedia jasa.

1. Dalam proses penilaian kualifikasi, apabila ditemukan indikasi kuat penipuan


data dalam isian dokumen kalifikasi, maka :
1. Tetap diputuskan sebagai pemenang.
2. Diberitahukan secara formal untuk diperbaiki.
3. Langsung digugurkan.
4. Dilakukan verifikasi nyata dan apabila penipuan terbukti, digugurkan.

1. Pengguna dan penyedia tidak dapat melakukan ruang lingkup pekerjaan pada
saat :
1. Setelah serah terima pertama.
2. Mobilisasi.
3. Sebelum kontrak ditandatangani.
4. Setelah penandatanganan kontrak.

1. Hal-hal tersebut dibawah ini menunjukkan sikap penyedia barang/jasa yang


tidak etis, kecuali :
1. Menerima secara profesional bila jawaban sanggahan dari pengguna
ternyata benar.
2. Menyogok pejabat panitia untuk memberikan informasi bahwa hasil
evaluasi sebelum tanda tangan kontrak.
3. Setelah menerima dokumen lelang tidak menyampaikan penawaran
tanpa surat pemberitahuan.
4. Melakukan dengan sengaja pemberian dokumen palsu.

1. Untuk pengadaan barang pabrikan, apabila penyedia barang tidak


melampirkan Surat Kuasa Menjualkan Barang dari produsen dalam dokumen
penawaran penyedia tersebut, maka terhadap penyedia barang tersebut :
1. Dilanjutkan prosesnya karena dianggap bukan persyaratan mutlak.
2. Digugurkan pada evaluasi dokumen penawaran.
3. Diberikan tambahan waktu agar dapat mengurus surat kuasa tersebut.
4. Diberikan kemudahan dengan cara mengganti surat kuasa tersebut
dengan surat kesanggupan menyediakan barang.

1. Salah satu persyaratan untuk lulus kualifikasi bagi penyedia barang yang
mengikuti pelelangan dengan pascakualifikasi adalah mempunyai :
1. Memiliki dukungan keuangan dari bank umum sekurang-kurangnya
10% dari nilai pengadaan.
2. Memiliki sisa kemampuan keuangan senilai paket pengadaan barang
yang akan diadakan.
3. Memiliki sisa kemampuan paket sesuai dengan jumlah barang yang
akan diadakan.
4. Memiliki pengalaman
diadakan.

melaksanakan

pengadaan

sejenis

yang

1. Perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan jasa pemborongan dapat


dilakukan dengan alasan sebagai berikut, kecuali :
1. Penyerahan lapangan dari pengguna barang/jasa terlambat.
2. Adanya tambahan pekerjaan.
3. Anggaran terlambat disahkan.
4. Kelangkaan bahan-bahan di pasaran.
2. Metoda pemilihan penyedia untuk pengadaan alat berat dengan nilai

Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah) yang paling tepat adalah :


1. Penunjukkan Langsung
2. Pelelangan Umum
3. Pemilihan langsung
4. Pelelangan Terbatas

1. Yang termasuk dalam tugas panitia pengadaan barang/jasa adalah :


1. Mengesahkan dokumen lelang
2. Menyediakan biaya peninjauan lapangan
3. .Menetapkan pemenang lelang
4. Mengevaluasi dan mengklarifikasi penawaran

1. Sistem kontrak yang paling tepat digunakan untuk pengadaan barang yang
sudah jelas spesifikasi teknis dan jumlahnya adalah :
a.Kontrak lump sum
b.kontrak harga satuan
c.Kontrak prosentase
d.Kontrak terima jadi

1. Pihak yang wajib melakukan pengujian barang dalam proses pengadaan alat
berat adalah :
a.Konsultan penguji
b.Bendahara
c.Pejabat Pembuat Komitmen
d.Panitia penerima barang

1. Pemenuhan persyaratan kualifikasi berupa tidak masuk dalam daftar hitam


dilakukan melalui :
1. Surat pernyataan dari asosiasi tempat perusahaan tersebut bernaung.
2. Surat keterangan dari pihak Kepolisian.
3. Surat pernyataan dari penyedia yang bersangkutan.
4. Surat keterangan dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi.

2. Apabila terjadi perubahan dokumen pengadaan, maka perlu dibuat addendum


dokumen pengadaan yang harus disahkan oleh :
1. Pejabat Pembuat Komitmen
2. Panitia pengadaan
3. Pejabat pengadaan
4. Bendahara kegiatan.

1. Yang tidak diwajibkan untuk


barang/jasa pemerintah adalah :

memiliki

sertifikat

keahlian

pengadaan

1. Ketua panitia pengadaan yang menjabat jabatan struktural.


2. Sekretaris Penyedia Pengadaan
3. Panitia penerimaan/pemeriksaan barang.
4. Anggota panitia pengadaan

1. Terkait dengan sistem evaluasi dengan menggunakan sistem nilai, maka


pernyataan yang tidak benar adalah :

1. Memberikan nilai angka tertentu pada setiap unsur yang dinilai


berdasarkan kriteria dan nilai yang telah ditetapkan.
2. Penyusunan peringkat calon pemenang didasarkan perolehan nilai
untuk masing-masing penyedia
3. Memberi nilai angka terhadap unsur teknis dan harga
4. Memberi nilai dalam mata uang pada setiap unsur yang dinilai
berdasarkan kreteria dan nilai yang ditetapkan

1. Berikut adalah kewenangan yang dimiliki Pejabat Pembuat Komitmen dalam


pengadaan untuk pekerjaan pembangunan jembatan senilai Rp. 65 miliar,
kecuali :
1. Menetapkan paket pekerjaan
2. Menetapkan pemenang lelang.
3. Melaporkan pelaksanaan pengadaan kepada pimpinan instansinya
4. Mengesahkan dokumen lelang yang disusun panitia pengadaan

1. Dalam penyusunan HPS, diperoleh informasi bahwa seseorang dapat


membeli barang A di pasaran seharga Rp. 10.000.000,00 per unit. Berapa
total nilai HPS untuk pengadaan barang A sebanyak 5 unit :
1. Rp. 60.000.000,00
2. Rp. 60.500.000,00
3. Rp. 55.000.000,00 .
4. Rp. 50.000.000,00

1. Kewenangan dalam memutuskan pemenang pengadaan pelelangan terbatas


untuk nilai pengadaan sebesar Rp. 65 miliar dengan dana Dekonsentrasi
adalah :
1. Menteri teknis.

2. Bupati
3. Gubernur.
4. Pejabat Pembuat Komitmen.

2. Penyedia harus menyampaikan surat dukungan keuangan dari bank untuk


pengadaan :
1. Jasa lainnya sebesar 5% untuk setiap pengadaan.
2. Barang sebesar 5% untuk pengadaan dengan nilai di atas Rp 1 miliar
3. Jasa konsultasi sebesar 10% untuk pengadaan dengan nilai di atas Rp
200 juta.
4. Jasa pemborongan sebesar 10% untuk setiap pengadaan
.

1. Apabila dokumen penawaran disampaikan melalui pos atau kurir, langkah


yang paling tepat dilakukan panitia/pejabat adalah :
1. Memasukkan dokumen penawaran ke kotak/tempat pelelangan tapi
dipisahkan dengan dokumen penawaran yang disampaikan langsung.
2. Menerima
dokumen
penawaran
memasukkannya ke kotak pelelangan

tersebut

dan

langsung

3. Mencatat waktu, tanggal, dan tempat penerimaan pada sampul luar


dokumen penawaran yang bersangkutan,kemudian memasukkan pada
kotak/tempat yang disediakan.
4. Menolak dan meminta kepada petugas kurir agar memberitahukan
kepada si pengirim untuk menyerahkan langsung dokumen penawaran
tersebut kepada panitia pengadaan
.
1. Hal-hal yang dapat dicantumkan dalam dokumen lelang adalah sebagai
berikut, kecuali :
1. Spesifikasi teknis untuk pengadaan suku cadang mengarah ptertentu.

2. Jenis penawaran harga barang merupakan eks pabrik.


3. Pekerjaan-pekerjaan yang dapat disubkontrakkan kepada penyedia
jasa spesialis.
4. Surat jaminan penawaran yang dianggap sah hanya dari bank umum.

1. Pada saat ditemukan harga satuan suatu pekerjaan ternyata timpang, maka
langkah yang perlu dilakukan panitia pengadaan adalah :
1. Melakukan klarifikasi untuk memastikan volume pekerjaan sesuai
dengan volume yang ada dalam dokumen lelang.
2. Menggugurkan penawaran karna melampauin harga satuan pekerjaan
yang ada di HPS
3. Melakukan konfirmasi dan bila penyedia merasa salah dalam
memasukkan angka, harga satuan pekerjaan dari penawaran direvisi.
4. Meneruskan proses dengan segala resiko ada pada penyedia
barang/jasa yang bersangkutan

1. Media pengumuman yang wajib digunakan untuk pelelangan umum adalah :


1. Radio
2. Koran
3. Internet
4. Televisi

1. Untuk pekerjaan reboisasi hutan seluas 5.000 Ha, bagian pekerjaan yang
dapat disubkontrakkan adalah sebagai berikut, kecuali :
1. Pekerjaan penyediaan benih tanaman.
2. Pekerjaan pengangkutan benih.
3. Pekerjaan penyiapan lahan.

4. Pekerjaan penanaman dan pemeliharaan.

1. Jangka waktu yang diberikan kepada Menteri/Kepala daerah untuk menjawab


sanggahan banding selama :
1. Selambat-lambatnya 5 hari sejak surat sanggahan banding diterima
2. Selambat-lambatnya 5 hari dari tanggal surat sanggahan banding
3. Selambat-lambatnya 15 hari sejak surat sanggahan banding diterima.
4. Selambat-lambatnya 15 hari dari tanggal surat sanggahan banding.

1. Larangan dalam penentuan paket pengadaan adalah sebagai berikut,


kecuali :
1. Memecah paket sehingga Usaha Kecil dapat memperoleh kesempatan
dan proses pengadaan dilakukan melalui pelelangan umum.
2. Memecah paket pengadaan dengan tujuan agar dapat ditunjuk
langsung.
3. Menggabungkan beberapa paket sehingga nilai pengadaan menjadi
besar dan tidak dapat diikuti oleh Usaha Kecil.
4. Memusatkan beberapa kegiatan yang tersebar dibeberapa daerah
yang menurut sifat pekerjaannya lebih tepat dilaksanakan di daerah.

1. Apabila terjadi pertentangan pengaturan/ketentuan


dokumen, maka dokumen yang berlaku adalah :
1. Surat penawaran
2. Berita Acara Hasil Seleksi

dalam

beberapa

3. Surat perjanjian/kontrak
4. Dokumen seleksi

1. Apabila diperlukan bahan-bahan yang harus dibeli oleh instansi pemerintah


dalam pelaksanaan swakelola yang nilainya Rp. 300.000.000,- maka
pelaksanaan pengadaan untuk bahan tersebut dilakukan dengan cara :
1. Pembelian langsung ke supermarket.
2. Pemilihan langsung.
3. Seleksi umum.
4. Pelelangan umum.

1. Tahapan proses yang tidak boleh dilakukan dalam pelelangan umum adalah :
1. Klarifikasi
2. Negosiasi
3. Verifikasi nyata atas kualifikasi
4. Koreksi aritmatik

1. Yang termasuk sebagai suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak para
pihak dalam kontrak (force majeur) adalah sebagai berikut :
1. Kerusakan massal
2. Kenaikan BBM
3. Gempa bumi
4. Kelalaian para pihak.

2. Dalam pengadaan jasa konsultasi dengan menggunakan metoda evaluasi


berdasarkan kualitas, pembukaan dokumen penawaran harga dilakukan
terhadap :
1. Seluruh penyedia yang lulus evaluasi teknis.
2. Penyedia yang memperoleh skor sama dengan pasing grade
3. Penyedia dengan nilai teknis terbaik
4. Seluruh penyedia yang memperoleh nilainya melewati ambang batas.

1. Dalam mengusulkan calon pemenang kepada Pejabat Pembuat Komitmen,


informasi yang perlu dimuat dalam surat usulan tersebut adalah sebagai
berikut, kecuali :
1. Harga penawaran terkoreksi.
2. Nama dan alamat penyedia barang/jasa.
3. NPWP penyedia barang/jasa.
4. Nomor surat ijin usaha penyedia barang/jasa.

1. Informasi yang termuat dalam Berita Acara Pembukaan Dokumen Penawaran


adalah sebagai berikut, kecuali :
1. Jumlah dokumen penawaran yang lengkap dan tidak lengkap.
2. Jumlah dan penyebab penawaran yang digugurkan.
3. Jumlah dan nama peserta yang terlambat menyampaikan dokumen.
4. Jumlah dokumen penawaran yang masuk.
2. Hal-hal yang menjadi pokok penilaian teknis dalam evaluasi jasa konsultasi
adalah sebagai berikut, kecuali :
1. Pengalaman perusahaan.
2. Kepemilikan peralatan
3. Pendekatan dan metodologi penyelesaian pekerjaan.

4. Kualifikasi tenaga ahli yang akan dipekerjakan.

1. Dalam penyusunan jadual pelaksanaan swakelola yang ada kegiatan


pemilihan langsung pengadaan bahan baku, pengalokasian waktu dalam
proses pemilihan lansung diserahkan sepenuhnya kepada :
1. Pejabat Pembuat Komitmen.
2. Pejabat pengadaan.
3. Panitia pengadaan.
4. Pelaksana swakelola.
.
1. Pekerjaan untuk pengawasan pekerjaan pembangunan gedung, maka lebih
tepat menggunakan metode pemilihan konsultan :
1. Metode Pagu Anggaran Tetap.
2. Metode Evaluasi Kualitas.
3. Metode Biaya Terendah.
4. Metode Kualitas dan Biaya.

1. Metode penunjukkan langsung dalam pengadaan konsultan yang paling tepat


digunakan dalam kasus :
1. Untuk pekerjaan komplek yang dapat dikerjakan oleh banyak
konsultan.
2. Pekerjaan desain bangunan dengan nilai Rp. 30 juta.
3. Disain jembatan permanen yang runtuh akibat bencana alam.
4. Disain penyusunan sistem pelaporan keuangan daerah dengan nilai
Rp. 60 juta.

1. Jenis pelaporan yang umumnya dipersyaratkan dalam dokumen Kerangka


Acuan Kerja adalah sebagi berikut, kecuali :
1. Laporan mingguan (weekly report).
2. Laporan pendahuluan (inception report).
3. Laporan antara (interim report).
4. Laporan akhir (final report).

2. Kontrak pengadaan barang tidak dapat diadendum apabila :


1. Ditemukan persekongkolan diantara penyedia barang.
2. Perubahan lingkup pekerjaan.
3. Terjadi pemutusan kontrak.
4. Tambahan pekerjaan yang melebihi 10% kontrak asal.

3. Yang dapat diangkat sebagai pejabat pengadaan adalah sebagai berikut :


1. Fungsional dari Inspektorat untuk kegiatan Departemen/LPND.
2. Ketua panitia pengadaan di instansi tersebut.
3. Pegawai honorer daerah.
4. Bendaharawan/pemegang kas.
4. Koreksi aritmatik hanya dapat dilakukan apabila terjadi sebagai berikut
kecuali :
1. Kesalahan dalam perkalian antara volume dengan harga satuan.
2. Kesalahan dalam penjumlahan seluruh penawaran.
3. Kesalahan dalam harga satuan barang.
4. Kesalahan dalam pencantuman nilai Pajak Pertambahan Nilai.

1. Apabila sanggahan banding dari penyedia barang/jasa kepada Menteri/


Gubernur/ Bupati/Walikota mengenai kesalahan panitia dalam melakukan
evaluasi dianggap benar atau dapat diterima, maka panitia pengadaan atau
Pejabat Pembuat Komitmen harus :
1. Meminta penyedia barang/jasa menyampaikan penawaran ulang.
2. Melakukan pelelangan ulang dengan mengumumkan kembali.
3. Meneruskan proses pelelangan dengan menerbitkan SPPBJ.
4. Melakukan evaluasi ulang terhadap dokumen penawaran yang ada.
2. Kriteria Usaha Kecil menurut UU No. 9/1995 dan Keppres No. 80/2003 adalah
sebagai berikut, kecuali :
1. Memiliki kekayaan bersih tidak lebih dari Rp. 200 juta diluar tanah dan
bangunan.
2. Memiliki omzet tidak lebih dari Rp. 1 miliar per tahun.
3. Merupakan perusahaan yang berdiri sendiri dan bukan merupakan
bentukan anak perusahaan besar.
4. Memiliki Surat Ijin Tempat Usaha (domisili).
3. Salah satu alasan tidak diperkenankannya penyebutan merk barang tertentu
dalam dokumen lelang adalah disebabkan hal tersebut melanggar prinsip
dasar pengadaan barang/jasa pemerintah, yaitu :
1. Adil/tidak diskriminatif.
2. Terbuka dan bersaing.
3. Akuntabel.
4. Transparan.
4. Sanksi bagi penyedia barang/jasa yang diputuskan kontraknya oleh Pejabat
Pembuat Komitmen yang disebabkan oleh kelalaian/kesalahan penyedia
barang/jasa tersebut adalah sebagai berikut, kecuali :
1. Mengalihkan pekerjaan kepada penyedia barang/jasa yang lain.
2. Membayar denda dan ganti rugi kepada negara.
3. Melunasi seluruh uang muka yang telah diberikan.

4. Jaminan pelaksanaan disita untuk menjadi milik negara.

5. Apabila HPS suatu pengadaan barang senilai Rp. 200.000.000,- (dua ratus
juta), maka panitia pengadaan dapat menentukan besaran jaminan
penawaran senilai sebagai berikut, kecuali :
1. Rp. 2.000.000,2. Rp. 5.000.000,3. Rp. 3.500.000,4. Rp. 1.500.000,-

1. Untuk menghitung kekayaan bersih penyedia jasa pemborongan didasarkan


atas :
1. Perolehan pekerjaan yang sedang dilaksanakan.
2. Kontrak yang pernah diperoleh selama 7 tahun terakhir.
3. Neraca perusahaan tersebut.
4. Jumlah aset yang dimiliki diluar tanah dan bangunan.

2. Untuk pekerjaan yang dilakukan secara swakelola, dalam hal dibutuhkan


tenaga ahli dari luar instansi yang bersangkutan, maka jumlah tenaga ahli
tersebut adalah :
1. Paling banyak 50% dari keseluruhan.
2. Tidak lebih ari 30% terhadap tenaga sendiri.
3. Bisa berapapun asal sesuai kebutuhan.
4. Sebanyak-banyaknya 1 orang.

3. Dokumen lain yang tidak termasuk satu kesatuan yang tidak terpisahkan
dengan dokumen kontrak adalah sebagai berikut :
1. Surat pembatalan keikutsertaan.
2. Surat penunjukkan penyedia jasa.
3. Surat penawaran.
4. Surat perintah mulai kerja.

1. Kegiatan mobilisasi dalam rangka pekerjaan jasa pemborongan dimaksudkan


untuk hal-hal sebagai berikut, kecuali :
1. Mendatangkan personil.
2. Mendatangkan peralatan
3. Mempersiapkan fasilitas pendukung
4. Mempersiapkan laporan.
2. Perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan jasa pemborongan dapat
dilakukan dengan alasan sebagai berikut, kecuali :
1. Penyerahan lapangan dari pengguna barang/jasa terlambat.
2. Adanya tambahan pekerjaan.
3. Anggaran terlambat disahkan.
4. Kelangkaan bahan-bahan di pasaran.
3. Lampiran yang harus disertakan oleh pihak penyedia barang/jasa pada saat
mengajukan permintaan pembayaran kepada pihak Pejabat Pembuat
Komitmen yang pekerjaannya sebagian disubkontrakkan kepada penyedia
jasa yang lain adalah :
1. Bukti tagihan pembayaran dari subkontraktor.
2. Bukti penyelesaian pekerjaan oleh subkontraktor.
3. Bukti tagihan pembayaran dari penyedia jasa.
4. Bukti pembayaran kepada subkontraktor.

1. Dalam pelaksanaan pekerjaan jasa konsultasi, karena sesuatu hal pengguna


jasa meminta penggantian tenaga ahli. Alasan yang dapat dibenarkan untuk
penggantian tenaga ahli tersebut adalah sebagai berikut, kecuali :
1. Pengguna jasa menganggap tidak mampu tenaga yang bersangkutan.
2. Yang bersangkutan ditugaskan oleh penyedia jasa pada pekerjaan
lain.
3. Yang bersangkutan
dokumen.

melanggar

ketentuan

tentang

kerahasiaan

4. Yang bersangkutan meninggal dunia.

1. Komponen biaya yang diperhitungkan dalam penyusunan HPS adalah


sebagai berikut, kecuali :
1. Harga barang.
2. Biaya umum penyedia barang.
3. Keuntungan.
4. Pajak penghasilan.
.
1. Dalam proses penilaian kualifikasi, apabila ditemukan indikasi kuat penipuan
data dalam isian dokumen kalifikasi, maka :
1. Gugur setelah Dilakukan verifikasi nyata dan ternyata indikasi
penipuan terbukti benar.
2. Tetap diputuskan sebagai pemenang.
3. Diberitahukan secara formal untuk diperbaiki.
4. Langsung digugurkan.

1. Hal-hal tersebut dibawah ini menunjukkan sikap penyedia barang/jasa yang


tidak etis, kecuali :

1. Menyogok pejabat panitia untuk memberikan informasi bahwa hasil


evaluasi sebelum tanda tangan kontrak.
2. Setelah menerima dokumen lelang tidak menyampaikan penawaran
tanpa surat pemberitahuan
3. Melakukan dengan sengaja pemberian dokumen palsu.
4. Menerima secara profesional bila jawaban sanggahan dari pengguna
ternyata benar.

1. Dalam rapat persiapan pelaksanaan kontrak untuk pekerja jasa


pemborongan, hal-hal yang perlu disepakati adalah sebagai berikut, kecuali :
1. Jadual mobilisasi peralatan dan personil.
2. Jadual pembayaran honorarium staf proyek.
3. Jadual pengadaan bahan.
4. Jadual pelaksanaan pekerjaan.

1. Pengguna dan penyedia tidak dapat melakukan ruang lingkup pekerjaan pada
saat :
1. Setelah serah terima pertama.
2. Mobilisasi.
3. Sebelum kontrak ditandatangani.
4. Setelah penandatanganan kontrak.

2. Untuk pengadaan barang pabrikan, apabila penyedia barang tidak


melampirkan Surat Kuasa Menjualkan Barang dari produsen dalam dokumen
penawaran penyedia tersebut, maka terhadap penyedia barang tersebut :
1. Digugurkan pada evaluasi dokumen penawaran.
2. Dilanjutkan prosesnya karena dianggap bukan persyaratan mutlak.

3. Diberikan tambahan waktu agar dapat mengurus surat kuasa tersebut.


4. Diberikan kemudahan dengan cara mengganti surat kuasa tersebut
dengan surat kesanggupan menyediakan barang.

1. Salah satu persyaratan untuk lulus kualifikasi bagi penyedia barang yang
mengikuti pelelangan dengan pascakualifikasi adalah mempunyai :
1. Memiliki dukungan keuangan dari bank umum sekurang-kurangnya
10% dari nilai pengadaan.
2. Memiliki pengalaman
diadakan.

melaksanakan

pengadaan

sejenis

yang

3. Memiliki sisa kemampuan paket sesuai dengan jumlah barang yang


akan diadakan.
4. Memiliki sisa kemampuan keuangan senilai paket pengadaan barang
yang akan diadakan.

1. Sejak tanggal penandatanganan kontrak, pengguna jasa konsultan dapat


melakukan addendum kontrak maksimum :
1. 3 kali
2. tidak dibatasi
3. 5 kali
4. 1 kali

1. Metoda penunjukan langsung dalam penanggulangan bencana alam


digunakan hanya untuk penanganan darurat dengan konstruksi darurat,
seperti :
1. Pembangunan penahan tebing tanggul permanen.
2. Penambahan pintu air.
3. Perbaikan sementara tanggul yang bocor/rusak.

4. Peningkatan kapasitas tanggul.

1. Perubahan kontrak dapat dilakukan maksimum :


1. 3 Kali
2. 5 Kali
3. 1 Kali
4. Tidak dibatasi

1. Harga Perkiraan Sendiri disusun berdasarkan data yang dapat


dipertanggungjawabkan. Artinya data yang digunakan untuk menghitung HPS
berasal dari :
1. Harga pasar setempat pada waktu penyusunan HPS
2. Harga dari satu penyedia barang/jasa
3. Harga dari kontrak-kontrak beberapa tahun sebelumnya
4. Harga yang dikeluarkan oleh satu pabrikan

1. Pemutusan kontrak yang disebabkan oleh kelalaian penyedia barang/jasa


dikenakan sanksi sesuai yang ditetapkan dalam kontrak berupa :
1. Jaminan pelaksanaan menjadi milik negara.
2. Uang muka yang sudah dibayar dikembalikan seluruhnya oleh
penyedia.
3. Membayar denda ganti rugi kepada panitia pengadaan.
4. Pengenaan daftar hitam dan waktu selamanya.

1. Metoda pemilihan penyedia barang yang paling tepat untuk pengadaan


traktor dengan nilai Rp. 5.000.000.000,- (Lima miliar rupiah) adalah :

1. Pelelangan terbatas dengan prakualifikasi.


2. Pelelangan umum dengan pascakualifikasi.
3. Penunjukkan langsung dengan prakualifikasi.
4. Pemilihan langsung dengan prakualifikasi.

1. Apabila masa pemeliharaan untuk pekerjaan pembangunan rumah dinas


senilai Rp. 100.000.000,- (Seratus juta rupiah) dipastikan akan melewati
tahun anggaran yang sedang berjalan, maka langkah yang sebaiknya
dilakukan pejabat pembuat komitmen adalah :
1. Membayar sebesar 100% dari nilai kontrak dengan syarat
penyedia barang/jasa menyerahkan jaminan pemeliharaan senilai
5%.
2. Membayar sebesar 95% dari nilai kontrak, dan 5% sisanya disimpan
direkening pribadi penggunaan barang/jasa.
3. Membayar sebesar 95% dari nilai kontrak, dan sisanya dialokasikan di
tahun anggaran berikutnya.
4. Membayar sebesar 100% dari nilai kontrak dan pada akhir tahun
anggaran dibuatkan MOU yang menyetakan kesanggupan penyedia
menyelesaikan seluruh pekerjaannya.

2. Apabila dalam proses pengadaan dijumpai adanya perbedaan ketentuan


antara dokumen pengadaan dengan berita acara penjelasannya dan
dokumen penawaran serta dokumen hasil evaluasi, maka yang diacu adalah
ketentuan yang terdapat dalam :
1. Dokumen penawaran
2. Dokumen pengadaan
3. Dokumen hasil evaluasi
4. Berita Acara Penjelasan

1. Jaminan pelaksanaan harus memenuhi ketentuan antara lain :


1. Besarnya 5%
pemborongan.

dari

nilai

kontrak

untuk

pekerjaan

jasa

2. Besarnya 5% dari nilai kontrak yang diterbitkan oleh bank atau


perusahaan asuransi.
3. Besarnya 5% dari nilai kontrak untuk pekerjaan dengan nilai sebesar
Rp. 50.000.000,- (Lima puluh juta rupiah)
4. Besarnya 5% dari nilai kontrak untuk pekerjaan jasa konsultasi

1. Pada waktu dilakukan koreksi aritmatik, panitia pengadaan dilarang :


1. Menyesuaikan volume pekerjaan yang tercantum dalam dokumen
penawaran dengan volume dalam dokumen pengadaan.
2. Mengubah harga satuan pekerjaan yang terdapat pada dokumen
penawaran.
3. Mengubah peringkat peserta berdasarkan hasil koreksi aritmatik
4. Mengoreksi kesalahan perkalian antara harga satuan dengan volume

1. Pengumuman pelelangan umum sekurang-kurangnya harus memuat :


1. Nama dan alamat pejabat membuat komitmen, dan syarat-syarat
peserta lelang dan uraian pekerjaan.
2. Nama dan alamat pejabat pembuat komitmen, perkiraan nilai
pekerjaan, syarat-syarat peserta lelang, uraian pekerjaan, dan
waktu pengambilan dokumen.

3. Nama dan alamat pejabat pembuat komitmen, perkiraan nilai


pekerjaan, dan syarat-syarat peserta lelang.
4. Nama dan alamat pejabat pembuat komitmen, waktu pemasukan
penawaran, syarat-syarat peserta lelang, uraian pekerjaan, dan waktu
pengambilan dokumen.

1. Obyek pengawasan pengadaan barang/jasa di instansi pemerintah pada


dasarnya meliputi aspek-aspek berikut :
1. Administrasi pelaksanaan pengadaan
2. Administrasi keuangan
3. Manfaat/fungsional hasil pengadaan
4. Semua jawaban benar

1. Dalam seleksi umum pekerjaan jasa konsultasi, apabila peserta yang lulus
prakualifikasi hanya 2 (dua), maka panitia dapat :
1. Mengundang peserta di luar panitia yang mendaftar
2. Mengulang kembali proses prakualifikasi dengan pengumuman
lelang
3. Melaksanakan proses evaluasi kualifikasi ulang
4. Meminta peserta memperbaiki dokumen prakualifikasi

1. Informasi yang termuat dalam Berita Acara Pembukaan Dokumen Penawaran


adalah sebagai berikut, kecuali :
1. Jumlah dokumen penawaran yang masuk
2. Jumlah dan
dokumen

nama

peserta

yang

terlambat

menyampaikan

3. Jumlah dokumen penawaran yang lengkap dan tidak lengkap


4. Jumlah dan penyebab penawaran yang digugurkan

1. Koreksi aritmatik tidak dilakukan untuk kesalahan dalam :


1. Perkalian antara volume dengan harga satuan.
2. Pencantuman nilai Pajak Pertambahan Nilai
3. Penjumlahan seluruh penawaran
4. Penulisan harga satuan barang

1. Apabila surat penawaran hanya ditandatangani oleh penerima kuasa dari


direktur utama perusahaan namun nama penerima kuasa tersebut tidak
tercantum dalam akta pendirian perusahaan, maka :
1. Surat penawaran tetap dianggap sah.
2. Surat penawaran dianggap tidak sah.
3. Surat penawaran tidak sah tetapi penawarannya tidak digugurkan
4. Surat penawaran diminta untuk ditandatangani direktur utama

1. Salah satu kelengkapan penawaran barang yang dapat membuktikan


kemampuan penawar penyedua barang sesuai spesifikasi yang diisyaratkan
adalah :
1. Sketsa barang
2. Foto barang yang ditawarkan
3. Brosur asli dari fabrikan
4. Gambar teknik

1. Cara membuktikan bahwa calon pemenang yang akan diusulkan adalah


pengusaha kecil yang akan mampu membangun gedung dengan nilai Rp.
500.000.000,- (Lima ratus juta rupiah) adalah dengan :

1. Mendasarkan pada informasi yang disampaikan peserta dalam formulir


isian kualifikasi.
2. Meneliti secara nyata dengan hanya melihat Izin Usaha Jasa
Konstruksi, Sertifikat Badan Usaha Kontruksi dan neraca perusahaan.
3. Melakukan verifikasi terhadap semua data dan informasi yang ada
dalam formulir isian kualifikasi.
4. Melihat SIUP asli dan calon pemenang yang datanya tercantum dalam
formulir isian kualifikasi.

1. Apabila setelah melakukan pelelangan ulang tetapi tidak ada penawaran yang
memenuhi syarat teknis, maka :
1. Panitia pengadaan dapat menunjuk langsung kepada penyedia yang
nilai penawaran teknisnya paling tinggi.
2. Panitia pengadaan melakukan proses pelelangan umum kembali
dengan mengubah spesifikasi barang/jasa yang dilelangkan.
3. Panitia pengadaan mengusulkan kepada pejabat pembuat komitmen
untuk melaksanakan kegiatan tersebut secara swakelola
4. Panitia pengadaan meminta peserta pelelangan untuk menyesuaikan
penawaran teknis sehingga memenuhi syarat.

1. Dalam menetapkan persyaratan kualifikasi, Panitia Pengadaan dilarang :


1. Menambah persyaratan kualifikasi berdasarkan ketentuanm Undangundang.
2. Menambah persyaratan teknis yang ditetapkan dalam Keppres No. 80
Tahun 2003.
3. Mensyaratkan peserta hanya berasal dari propinsi lokasi kegiatan.
4. Mengurangi persyaratan kualifikasi yang ditetapkan dalam Keppres
No. 80 Tahun 2003 agar peserta semakin banyak.

1. Pada pelelangan umum secara pascakualifikasi, bila terdapat penyedia


barang/jasa yang menawarkan tidak mengisi formulir isian kualifikasi secara
lengkap, maka panitia dapat :
1. Melanjutkan penawaran penyedia yang bersangkutan diproses
pada tahap berikutnya.
2. Meminta penyedia memasukkan penawaran ulang.
3. Meminta penyedia melengkapi kekurangan dan isian
4. Menggugurkan penawaranan dalam proses evaluasi.

1. Terpenuhinya persyaratan bahwa suatu penyedia barang/jasa tidak masuk


dalam daftar hitam adalah dengan :
1. Surat pernyataan dari asosiasi perusahaan tersebut.
2. Surat keterangan dari pihak pejabat pembuat komitmen sebelumnya
3. Surat pernyataan dari penyedia yang bersangkutan
4. Surat keterangan dari lembaga independen

1. Apabila sanggahan banding dari penyedia barang/jasa kepada Walikota


terhadap proses evaluasi dianggap benar, maka panitia pengadaan harus:
1. Melakukan evaluasi ulang terhadap tiga calon pemenang yang
diusulkan.
2. Melakukan evaluasi ulang terhadap semua dokumen penawaran yang
ada.
3. Meminya penyedia barang/jasa menyampaikan penawaran ulang.
4. Melakukan evaluasi ulang terhadap semua dokumen penawaran yang
lulus teknis.

1. Dalam proses pelelangan umu, pejabat membuat komitmen baru dapat


menerbitkan surat penunjukkan penyedia barang/jasa, apabila :

1. Setelah masa sanggah pertama tidak ada sanggahan dari peserta


lelang.
2. Sanggahan pertama tidak dapat diterima dan sudah dijawab oleh
pejabat pembuat komitmen.
3. Sanggahan pertama tidak dapat diterima dan sudah dijawab oleh
atasan pejabat pembuat komitmen.
4. Sanggahan kedua tidak dapat diterima dan sudah dijawab oleh pejabat
pembuat komitmen.

1. Apabila penyedia barang/jasa tidak puas atas jawaban sanggahan banding


dari Walikota tentang penetapan pemenang lelang, maka penyedia
barang/jasa tersebut dapat mengajukan gugatannya kepada :
1. Pengadilan Negeri
2. Pengadilan Tata Usaha Negara
3. Badan Arbitrasi Nasionala
4. Komisi Pemberantasan Korupsi

1. Apabila dalam evaluasi harga penawaran ditemukan adanya harga satuan


yang nilainya tidak ditulis, maka panitia :
1. Melakukan klarifikasi dan pekerjaan yang harga satuannya tidak ditulis
tetap dilaksanakan.
2. Memberi nilai tertentu dari harga tertinggi dari penawaran peserta yang
lain.
3. Mengembalikan penawaran tersebut kepada peserta lelang untuk
memperbaiki.
4. Menggunakan penawaran karena termasuk penawaran yang tidak
responsif.

1. Untuk menjamin penawaran dari penyedia barang/jasa dapat dilaksanakan


dengan benar, maka Panitia Pengadaan dapat membuat ketentuan :
1. Menggugurkan penawaran yang nilainya dibawah 80% HPS
2. Menghariskan jaminan penawaran dari Bank apabila penawaran di
bawah 80% HPS
3. Meningkatkan jaminan pelaksanaan secara berjenjang, mulai 5%
sampai dengan 30% dari 80% HPS apabila penawaran dibawah 80%
HPS.
4. Adakan dilakukan klarifikasi dan negosiasi terhadap harga penawaran.

1. Perpanjangan waktu
dilaksanakan apabila :

pelaksanaan

pekerjaan

dalam

kontrak

dapat

1. Penyedia terlambat melaksanakan pekerjaan karena alasan cuaca.


2. Adanya perubahan pekerjaan yang berakibat pada perubahan jadwal
3. Tahun anggaran sudah berakhir tetapi masa pemeliharaan belum
berakhir.
4. Adanya perubahan pekerjaan dan perubahan pelaksanaan pekerjaan.

1. Pejabat pembuat komitmen dan penyedia barang/jasa tidak dapat melakukan


perubahan ruang lingkup pekerjaan pada saat :
1. Setelah serah terima pertama
2. Setelah penandatanganan kontrak
3. Sebelum kontrak ditandatangani
4. Mobilisasi

1. Dalam pelaksanaan jasa pemborongan senilai Rp. 2.000.000.000,- (Dua


miliar rupiah) persetujuan perpanjangan waktu pelaksanaan dituangkan
dalam :

1. Perubahan kontrak
2. Perubahan Surat Perintah Mulai Kerja
3. Perubahan Surat Perintah Kerja
4. Berita Acara perubahan waktu pelaksanaan

1. Pihak yang wajib melakukan pengujian barang dalam pelaksanaan kontrak


pengadaan alat berat adalah :
1. Konsultasi penguji
2. Bendahara
3. Pejabat pembuat komitmen
4. Panitia penerima barang

1. Untuk kepentingan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan


jasa pemborongan, seluruh aktivitas kegiatan dicatat di dalam laporan
tersebut dibawah ini, kecuali :
1. Laporan harian
2. Laporan mingguan
3. Laporan bulanan
4. Laporan tahunan
2. Penayangan pengumuman pelelangan umum wajib diumumkan melalui :
1. Papan pengumuman resmi dan internet
2. Papan pengumuman resmi dan radio
3. Koran dan papan pengumuman resmi
4. Koran dan internet

1. Pengadaan jasa konsultasi dengan menggunakan metode evaluasi kualitas,


pembukaan dokumen penawaran harga Hanya dilakukan terhadap :
1. Penyedia yang lulus evaluasi teknis dan harga yang paling rendah
2. Penyedia yang memiliki proposal teknis yang memenuhi syarat dan
melampaui ambang batas persyaratan teknis.
3. Penyedia yang memiliki nilai teknis terbaik yang melewati ambang
batas persyaratan teknis.
4. Penyedia yang perolehan nilainya melewati ambang batas.

1. Hal-hal yang harus dimuat dalam Kerangka Ancuan Kerja adalah sebagai
berikut, kecuali :
1. Cara pembayaran
2. Latar belakang pekerjaan
3. Tujuan dan sasaran pekerjaan
4. Kualifikasi tenaga ahli yang diperlukan

1. Apabila terjadi perubahan dokumen pengadaan, maka perlu dibuat adendum


dokumen pengadaan yang harus disahkan oleh :
1. Panitia pengadaan
2. Pengguna anggaran
3. Pejabat pembuat komitmen
4. Kepala satuan kerja
2. Metode penyampaian penawaran yang paling tepat untuk seleksi umum
dengan metode evaluasi biaya terendah adalah :
1. Satu sampul dan dua sampul
2. Satu sampul

3. Dua tahap
4. Dua sampul

1. Dalam penysunan Harga Perhitungan Sendiri (HPS), diperoleh informasi


bahwa seseorang dapat membeli barang A di pasaran seharga Rp.
10.000.000,- per unit. Berapa total nilai HPS untuk pengadaan barang A
sebanyak 5 unit :
1. Rp. 55.000.000,2. Rp. 60.000.000,3. Rp. 60.500.000,4. Rp. 50.000.000,-

1. Biaya yang harus disediakan agar pelaksanaan pengadaan dapat berjalan


dengan benar adalah :
1. Honorarium pelaksana pengadaan, honorarium atasan
pembuat komitmen, serta biaya penyusunan anggaran.

pejabat

2. Honorarium pelaksana pengadaan, biaya pengumuman rencana


pengadaan dan pengumuman pelelangan, serta biaya penyusunan
anggaran.
3. Biaya pengumuman rencana pengadaan dan pengumuman
pelelangan, biaya honorarium atasan pejabat pembuat komitmen.
Serta biaya penyusunan anggaran
4. Honorarium pelaksana pengadaan, biaya pengumuman rencana
pengadaan dan pengumuman pelelangan, serta biaya pengandaan
dokumen pengadaan.

1. Tindakan yang harus dilakukan oleh pejabat pembuat komitmen apabila


dalam dokumen anggaran tidak tersedia hanya pengumuman pelelangan:
1. Tetap melakukan pelangan umum tanpa melakukan pengumuman

2. Tetap melakukan pelelangan umum yang pengumumannya hanya


dilakukan di papan pengumuman resmi.
3. Melakukan revisi dokumen anggaran untuk mengalokasikan biaya
pengumuman.
4. Pengadaannya dilakukan dengan pemilihan langsung.

1. Apabila kualitas barang yang tersedia di psar memiliki keunggulan teknis


yang sangat bervariasi dan harga yang lebih rendah mencerminkan
keunggulan teknis yang lebih rendah pula maka metode evaluasi yang paling
tepat diperguanakan adalah :
1. Sistem penilaian selama umur ekonomis
2. Sistem nilai
3. Sistem gugur
4. Sistem evaluasi pagu anggaran

1. Pengumuman dalam proses penunjukkan langsung untuk pengadaan ATK


dengan nilai Rp. 40 Juta dilakukan pada :
1. Setelah ada surat penetapan dari jabatan pembuat komitmen
2. Setelah ditetapkan hasil prekualifikasi
3. Setelah diterbitkan Surat Penunjukkan Penyedia Barang / Jasa
4. Awal proses penunjuk langsung

1. Metode pemilihan penyedia barang/jasa pemborongan/jasa lainnya dengan


cara menumumkan di media masa dan memilih satu calon penyedia barang
dari beberapa calon penyedia barang/jasa yang dinilai mampu disebut :
1. Pelelangan umum
2. Pemilihan langsung
3. Penunjukan langsung

4. Pembelian langsung
2. Yang dimaksud dengan eveluasi dengan metode sistem gugur dalam
pelelangan umum untuk pekerjaan pembangunan gadung adalah :
1. Memilih penawaran harga terendah diantara penawar yang memnuhi
persyaratan teknis.
2. Menggugurkan penawaran disetiap tahapan apabila tidak dapat
memnuhi persyaratan.
3. Menggugurkan
administrasi.

penawaran

yang

tidak

memenuhi

persyaratan

4. Memilih penawaran harga dengan penawaran teknis terbaik.

1. Apabila pejabat pepmbuat komitmen meminta penggantian personil karena


dinilai tidak mampu atau tidak dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik,
maka penyedia jasa harus :
1. Mengganti personil yang kualitasnya setara/lebih tinggi dengan yang
sebelumnya tanpa menambah nilai kontrak.
2. Mengganti personil yang kualitasnya lebih rendah dari yang diganti
dengan mengurangi nilai kontrak.
3. Mengganti personil yang kualitasnya lebih tinggi dengan tambahan
nilai kontrak
4. Menambah personil baru untuk personil yang dinilai tidak mampu
bekerja dengan baik dengan tidak meminta tambahan nilai kontrak.

1. Tindakan panitia pengadaan dengan memberikan informasi mengenai


variabel-variabel yang akan digunakan dalam evaluasi penawaran hanya
kepada beberapa peserta, merupakan tindakan yang melanggar prinsip dasar
:
1. Efektifitas;
2. Efesiensi;
3. Transparan dan adil serta non diskriminatif;
4. Terbuka dan bersaing;

1. Dalam pengadaan jasa konsultasi, evaluasi dengan metoda kualitas dan


biaya paling tepat diterapkan untuk pekerjaan :
1. Perencanaan kawasan pariwisata
2. Studi pengembangan sistem manajemen keuangan
3. Pengawasan konstruksi jalan negara
4. Perencanaan bangunan 3 lantai

1. Peserta pengadaan jasa pengiriman dokumen (ekspedisi) untuk pengadaan


senilai Rp. 350.000.000,- (Tiga ratus lima puluh juta rupiah), disyaratkan
memiliki surat dukungan keuangan dari bank umum minimal sebesar :
1. 10% dari nilai proyek
2. 5% dari nilai proyek
3. 15% dari nilai proyek
4. 20% dari nilai proyek

1. Yang dilarang menjadi penyedia barang/jasa pemerintah adalah :


1. Koperasi karyawan
2. Perusahaan perseorangan

3. Perguruan tinggi
4. Individual konsultan

1. Pelelangan umum dengan sistem Pascakualifikasi paling tepat digunakan


untuk :
1. Pekerjaan perencanaan bangunan 3 lantai senilai Rp. 200,- juta
2. Pengadaan buku pelajaran senilai Rp. 500,- juta
3. Pengadaan bahan makanan senilai Rp. 90,- juta
4. Pengadaan baju seragam kantor senilai Rp. 50,- juta

1. Pengadaan 10 unit mobil operasional jenis minibus 1600 cc dilakukan dengan


:
1. Pelelangan
kualifikasi.

umum

dengan

mengundang

penyedia

yang

lulus

2. Mengumumkan secara terbuka di media cetak yang penilaian


kualifikasinya setelah evaluasi.
3. Penunjukkan langsung kepada dealer setempat untuk memudahkan
perawatan.
4. Pelelangan terbatas dengan pascakualifikasi karena jumlah penyedia
terbatas.

1. Lelang ulang yang diakibatkan karena Panitia terlibat KKN dilaksanakan


dengan :
1. Mengumumkan kembali pelelangan umum oleh Panitia sebelumnya
2. Menggugurkan penawaran dari penyedia yang terlibat
3. Meminta penawaran ulang dari peserta pelelangan
4. Mengangkat Panitia pengadaan baru untuk pelaksanaan pelelangan
ulang.

1. Karena barang yang akan diadakan tidak bayak tersedia penyediaannya dan
kompleks, maka panitia pengadaan melakukan pengadaan dengan cara :
1. Pemilihan langsung dengan prakualifikasi
2. Penunjukan langsung dengan pascakualifikasi
3. Pelelangan umum dengan prakualifikasi
4. Pelelangan terbatas dengan pascakualifikasi

1. Pengadaan dengan swakelola dapat dilaksanakan oleh :


1. BUMD
2. Koperasi karyawan
3. Unit kerja bersangkutan dengan perguruan tinggi negeri
4. Konsultan perorangan

1. Persyaratan yang tidak harus dipenuhi oleh penyedia barang yang akan
mengikuti pelelangan dengan nilai dibawah Rp. 1.000.000.000,- (Satu milyar
rupiah) adalah :
1. Tidak masuk dalam daftar hitam
2. Secara hukum mempunyai kapasitas menandatangani perjanjian
3. Memiliki syrat ijin usaha pada bidang usahanya
4. Memiliki kemampuan dasar pada bidang atau sub bidang pekerjaan
yang sesuai.

1. Sistem kontrak harga satuan lebih cepat diperguanakn untuk pekerjaan yang :
1. Harga satuannya masih dapat berubah-ubah sesuai harga pasar

2. Spesifikasi teknis dan volumenya masih merupakan perkiraan


3. Spesifikasi teknis dan volumenya sudah pasti
4. Volume pekerjaan masih dapat berubah sesuai keadaan.

1. Dalam pemaketan pekerjaan ketentuan yang harus diperhatikan panitia


pengadaan adalah :
1. Dilarang menyatukan beberapa paket sehingga
pengusaha kecil untuk mengikuti pelelangan.

menghalangi

2. Dilarang memecah paket yang merupakan satu kesatuan sistem


kegagalan bangunan menjadi beberapa paket.
3. Dilarang memecah paket menjadi beberapa paket untuk menghindari
pelelangan.
4. Semua jawaban benar.

TIPE SOAL KASUS


o JUMLAH SOAL :
39 soal (soal No.1 s/d 39)
o PETUNJUK MENGERJAKAN SOAL :

Pilihlah 1 (satu) jawaban yang paling saudara anggap benar


dari 4 (empat) jawaban yang tersedia : a atau b atau c atau d

o PENILAIAN JAWABAN

SOAL

Apabila jawaban benar, mendapat nilai

: 4 (empat)

Apabila jawaban salah, mendapat nilai

: -1 (minus satu)

Apabila tidak dijawab, mendapat nilai

: 0 (nol)

1. Pejabat Pembuat Komitmen akan melakukan pengadaan pekerjaan renovasi


gedung kantor senilai Rp. 750 juta dengan sumber dana ABT pada bulan
Nopember 2005. Pelaksanaan pekerjaan diperkirakan selama 3 bulan.
Terhadap kasus tersebut, tindakan yang dilakukan adalah :
1. Meminta ijin kepada kepala daerah agar kontrak dapat berlaku sampai
dengan tahun 2006 dan proses dilakukan dengan pelelangan umum.
2. Karena terdesaknya waktu pengadaan dilakukan dengan penunjukan
langsung kepada satu penyedia yang mempunyai reputasi baik.
3. Meminta ijin kepada kepala daerah untuk dilakukan penunjukan
langsung.
4. Melakukan pelelangan umum dan pada akhir tahun anggaran dibuat
Berita Acara penyelesaian seluruh anggaran

1. Untuk pengadaan makanan bagi pasien yang menginap di rumah sakit umum
pemerintah, jenis makanan (bubur sum-sum, makanan diet, dll) dan jumlah
makanan tersebut tergantung pada banyaknya pasien yang dirawat inap di
rumah sakit tersebut dan jumlah kebutuhan makanan tersebut dalam
prakteknya sulit untuk diketahui secara pasti. Untuk melakukan pengadaan
seperti hal tersebut, sistem kontrak yang paling tepat digunakan adalah :
a.

Kontrak terima jadi (turn key)


b.

Kontrak lumpsum

Kontrak harga satuan

Kontrak prosentase

1. Dalam rangka pelelangan umum dengan pascakualifikasi, apabila satu


penyedia barang/jasa memasukkan dokumen penawaran ternyata tidak
melampirkan dokumen kualifikasi yang telah diisi lengkap, maka terhadap
penyedia barang/jasa :
1. Diminta melengkapi kekurangan dokumen
2. Diminta memasukkan penawaran ulang

3. Dilanjutkan proses pada tahap berikutnya.


4. Digugurkan dalam proses evaluasi.

1. Panitia pengadaan mensinyalir akan terjadinya persaingan yang tidak sehat


yang dilakukan antar penyedia barang/jasa dengan jalan membanting harga
penawaran serendah-rendahnya. Menghadapi hal tersebut, antisipasi yang
perlu dilakukan panitia pengadaan dalam pelelangan umum adalah :
1. Membuat ketentuan tentang jaminan pelaksanaan bagi penawaran di
secara berjenjang, mulai 5% s/d 30% dikali 80% HPS
2. Membuat ketentuan bahwa peserta lelang dinyatakan gugur apabila
penawaran harga dibawah 80% HPS
3. Membuat ketentuan tentang surat penawaran harus dari
4. Membuat ketentuan tentang akan dilakukan klarifikasi dan negosiasi
terhadap penawaran harga yang disampaikan penyedia.

2. Pada pembuktian (cross-chek) terhadap 3 calon pemenang lelang antara data


kualifikasi yang disampaikan penyedia barang/jasa dengan dokumen aslinya,
ditentuka bahwa surat penawaran dari Calon Pemenang I, yang
ditandatangani oleh Direktur Keuangan nama orang yang menjabat Direktur
Keuangan tersebut tidak terdaftar/termasuk dalam akte pendirian ataupun
perubahannya. Terhadap Calon Pemenang I tersebut, maka :
1. Diminta mengubah Akta Pendirian Perusahaan dan memasukkan,
menambahkan nama orang yang menjabat Direktur Keuangan
tersebut.
2. Diminta mengganti dengan surat penawaran yang ditandatangani
Direktur Utama yang namanya tercantum dalam Akta Pendirian
Perusahaan.
3. Dialnjutkan proses pada tahap berikutnya, karena harga penawaran
dari penyedia barang/jasa tersebut paling menguntungkan keuangan
negara.
4. Digugurkan sebagai Calon Pemenang dan dimasukkan dalam daftar
hitam (black list) selama 2 tahun

1. Waktu yang tepat untuk penyampaian surat jaminan pelaksanaan kepada


Pejabat Pembuat Komitmen untuk pekerjaan pembangunan jalan senilai Rp.
800 juta adalah :
1. Sebelum dokumen kontrak ditandatangani oleh kedua belah pihak
2. Setelah penandatanganan kontrak dan sebelum keluarnya Surat
Perintah Mulai Kerja (SPMK).
3. Pada hari yang sama dengan diterbitkannya surat penetapan
pemenang dan Pejabat Pembuat Komitmen.
4. Selambat-lambatnya 2 hari setelah kontrak ditandatangani oleh
penyedia dan Pejabat Pembuat Komitmen
2. Dalam dokumen pelelangan umum pekerjaan pengadaan barang, disebutkan
bahwa sampul satu dan dua dimasukkan dalam sampul luar ditutup dan dilak.
Ternyata pada saat pembukaan dokumen penawaran, ada satu dokumen
penawaran dari penyedia yang sampul luarnya tidak di lak. Terhadap kasus
tersebut, maka :
1. Penyedia diminta melengkapi lak pada acara pembukaan.
2. Digugurkan karena tidak sesuai dengan dokumen lelang.
3. Dibiarkan tanpa lak dan tidak gugur.
4. Panitia membuat inisiatif memberikan lak pada dokumen penawaran
tersebut.

1. Dalam pengadaan jasa konsultan untuk pekerjaan penyusunan jurnal


lingkungan hidup telah dilakukan negosiasi harga dengan calon pemenang
pertama, namun tidak mencapai kesepakatan beberapa harga satuan karena
lebih tinggi dibandingkan HPS meskipun total penawarannya tidak melebihi
pagu anggaran. Terhadap kasus tersebut, langkah berikutnya yang dilakukan
panitia pengadaan adalah :
1. Tetap menunjuk calon pemenang pertama, walaupun negosiasi gagal.
2. Mengundang calon pemenang kedua untuk negosiasi sampai
diperoleh harga satuan seluruh pekerjaan dibawah atau sama dengan
HPS
3. Menegosiasikan dengan calon pemenang kedua dan kemudian
dibandingkan dengan hasil negosiasi terhadap calon pemenang
pertama, dan apabila masih lebih murah penawaran calon pemenang

pertama maka keputusan hasil negosiasi dengan calon pemenang


pertama dicabut.
4. Mengundang calon pemenang kedua sampai diperoleh kesepakatan
sama dengan penawaran calon pemenang pertama.

1. Dalam pengumuman prakualifikasi panitia menghimbau kepada peserta


(bergabung) sebelum menyampaikan dokumen prakualifikasinya kepada
panitia pengadaan. Beberapa dari dokumen prakualifikasinya yang diterima
panitia pengadaan tidak berkonsursium, karena merasa cukup mampu
sebagai penyedia barang/jasa tunggal/sendiri. Bagaimana pendapat anda
perlakuan terhadap penyedia barang/jasa yang tidak berkonsursium :
1. Himbauan tidak mengikat, sehingga yang tidak melakukan konsursium,
tidak gugur.
2. Himbauan boleh tidak diikuti namun bagi yang berkonsursium
diberikan nilai tambah.
3. Yang tidak berkonsursium diundang untuk mengubah menjadi
konsursium
4. Walaupun sifatnya himbauan, tapi panitia lebih menginginkan untuk
perusahaan yang berkonsursium, sehingga yang tidak berkonsursium
dapat digugurkan.

1. Panitia pengadaan kesulitan membuat spesifikasi komputer kemudian minta


bantuan seorang pakar/ahli dibidang komputer yang kebetulan pakar/ahli
tersebut menjabat wakil direktur utama dari satu perusahaan yang akan ikut
pengadaan tersebut. Salah satu ungkapan yang paling sesuai dengan kasus
tersebut :
1. Spesifikasi komputer yang disarankan kemungkinan mengarah pada
merk-merk terkenal agar panitia tidak kecewa
2. Spesifikasi komputer yang disarankan merupakan yang terbaik karena
pakar tersebut independen.
3. Spesifikasi komputer yang disarankan oleh pakar tersebut
kemungkinan besar mengarah pada produk yang dimiliki perusahaan
tersebut.
4. Spesifikasi komputer yang disarankan akan mengacu pada spesifikasi
yang pada umumnya digunakan oleh masyarakat.

1. Langkah apa sebaiknya dilakukan Pejabat Pembuat Komitmen apabila masa


pemeliharaan untuk pekerjaan pembangunan rumah dinas senilai Rp. 100
juta dipastikan akan melewati tahun anggaran yang sedang berjalan :
1. Membayar sebesar 95% dari nilai kontrak, dan 5% sisanya disimpan di
rekening pribadi Pejabat Pembuat Komitmen.
2. Membayar sebesar 95% dari nolai kontrak, dan sisanya dialokasikan di
tahun anggaran berikutnya.
3. Membayar sebesar 100% dari nilai kontrak dengan syarat penyedia
barang/jasa menyerahkan jaminan pemeliharaan senilai 5%.
4. Membayar sebesar 100% dari nilai kontrak dan pada akhir tahun
anggaran dibuatkan MOU yang menyatakan kesanggupan penyedia
menyelesaikan seluruh pekerjaannya.

1. Apa yang harus dilakukan panitia pengadaan apabila dalam Berita Acara
Penjelasan (BAP) rapat penjelasan terdapat hal-hal/ketentuan baru atau
perubahan penting yang perlu ditampung :
1. Dengan mendasarkan cukup pada BAP rapat penjelasan tersebut,
melanjutkan proses pengadaan dengan meminta kepada peserta
pengadaan untuk segera memasukkan dokumen penawaran.
2. Melakukan adendum dokumen lelang dan disahkan oleh Pejabat
Pembuat Komitmen untuk dibagikan kepada seluruh peserta lelang
dalam waktu bersamaan.
3. Melakukan amandemen dokumen lelang dan disahkan oleh Pejabat
Pembuat Komitmen untuk dibagikan hanya kepada peserta lelang
yang telah hadir pada acara penjelasan.
4. Mengulangi rapat penjelasan pada waktu dan tempat yang telah
ditentukan, agar tidak menimbulkan tafsiran yang berbeda-beda atas
dokumen lelang yang baru.

1. Asuransi yang harus disediakan penyedia jasa pemborongan saat mulai


pelaksanaan pekerjaan sampai dengan akhir masa pemeliharaan adalah
sebagai berikut, kecuali :

1. Semua peralatan-peralatan yang mempunyai resiko tinggi terjadi


kerusakan.
2. Pihak ketiga sebagai akibat kecelakaan di tempat kerja.
3. Perlindungan terhadap kegagalan bangunan.
4. Pengguna jasa sebagai akibat kematian.

1. Setelah kenaikan BBM ternyata harga barang-barang di pasaran mengalami


kenaikan yang sangat berarti sehingga pada saat perhitungan HPS dengan
harga-harga tersebut menunjukkan nilai HPS lebih besar dari pagu dana yang
tersedia. Menghadapi hal tersebut, apa yang sebaiknya dilakukan :
1. Diusulkan untuk dilakukan revisi anggaran dengan perubahan
lingkup pekerjaan/spesifikasi teknisnya.
2. Melanjutkan proses pengadaan walaupun hasil perhitungan HPS
lebih besar dibandingkan pagu dana yang tersedia.
3. Menunda sementara waktu. Apabila harga barang dianggap sudah
cukup stabil kemudian dilanjutkan proses pengadaannya.
4. Melanjutkan proses pengadaan dengan perhitungan HPS yang
didasarkan pada data harga barang pada saat penyusunan
anggaran.

1. Pengembalian uang muka yang telah diterima penyedia barang/jasa


sebaiknya dilakukan dengan cara ?
1. Membayarkan sekaligus pada saat uang muka diterima oleh
penyedia barang/jasa.
2. Membayarkan sekaligus pada akhir kontrak.
3. Memotong secara proporsional pada setiap pembayaran.
4. Menyediakan jaminan uang muka sebesar uang muka yang
diberikan.

1. Pada tahapan koreksi aritmatik, apabila terjadi perubahan peringkat yang


semula peringkat terendah pertama menjadi peingkat terendah ketiga. Siapa
yang seharusnya diusulkan menjadi calon pemenang adalah :
1. Penawaran terendah pertama sebelum koreksi aritmatik.
2. Penawaran terendah pertama setelah koreksi aritmatik.
3. Penawaran kedua setelah koreksi aritmatik.
4. Penawaran ketiga sebelum koreksi aritmatik.

1. Penyedia barang/jasa dapat melakukan penandatanganan Pakta Integritas


pada pelelangan umum pascakualifikasi pada saat berikut, kecuali :
1. Mendaftar dan mengambil dokumen lelang.
2. Menghadiri rapat pembukaan penawaran.
3. Menyampaikan dokumen penawaran.
4. Menghadiri rapat penjelasan lelang (aanwijziing).

1. Apabila biaya untuk iklan di koran tidak disediakan dalam dokumen anggaran
kegiatan tersebut, maka langkah yang paling tepat yang dilakukan panitia
pengadaan adalah :
1. Panitia melakukan proses pelelangan umum dengan mengumumkan
hanya pada papan pengumuman resmi.
2. Panitia memasang iklan di koran dengan biaya sendiri, dan
kemudian meminta kontribusi penyedia barang untuk penggantian
biaya iklan tersebut.
3. Panitia mengusulkan kepada pengguna barang agar biaya iklan di
koran didanai melalui dana taktis proyek tersebut.
4. Panitia pengusulkan kepada pengguna barang untuk dilakukan revisi
anggaran sehingga dana untuk iklan tersedia.

1. Apabila pengguna jasa meminta penggantian personil karena dinilai tidak


mampu atau tidak dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik, maka
penyedia jasa harus :
1. Mengganti personil yang kualitasnya setara/lebih tinggi dengan yang
sebelumnya tanpa menambah nilai kontrak.
2. Mengganti personil yang kualitasnya lebih rendah dari yang diganti
dengan mengurangi nilai kontrak.
3. Mengganti personil yang kualitasnya lebih tinggi dengan tambahan
nilai kontrak
4. Menambah personil baru untuk membantu personil yang dinilai tidak
mampu bekerja dengan baik dengan tidak meminta tambahan nilai
kontrak.

1. Pada saat dilakukan negosiasi terhadap perusahaan calon pemenang


pengadaan jasa konsultasi dengan metoda evaluasi kualitas dan biaya,
penyedia jasa diminta memperlihatkan gaji dasar (basic salary) masingmasing tenaga ahli tetap yang akan dilibatkan dalam proyek tersebut. Pada
saat diperbandingkan antara penawaran biaya dan gaji dasar diperoleh
informasi sebagaimana tabel berikut.

Penawaran Biaya/

Gaji Dasar/

Bulan/Orang (Rp)

Bulan/Orang (Rp)

Nainggolan, SH, MH

8.500.000,-

2.000.000,-

Drs. Handyo, Msi

6.000.000,-

2.000.000,-

Ir. Tatang, MBA, MCP

10.000.000,-

3.000.000,-

Tenaga Ahli

Dari penawaran biaya tersebut, siapa dari ketiga tenaga ahli yang remunerasi
(biaya langsung personilnya) tidak dapat dikurang/dinegosiasikan :
1. Nainggolan, SH, MH dan Ir. Tatang, MBA, MCP
2. Nainggolan, SH, MH dan Drs. Handyo, Msi
3. Drs. Handyo, Msi dan Ir. Tatang, MBA, MCP
4. Semuanya tidak dapat dinegosiasikan

1. Berdasarkan hasil survey, setelah kenaikan BBM ternyata harga barangbarang di pasaran mengalami kenaikan yang sangat bearti. Hasil perhitungan
dalam rangka penyusunan HPS dengan harga-harga tersebut menunjukkan
nilai HPS lebih besar dari pagu dana yang tersedia.
Menghadapi hal tersebut, apa yang sebaiknya dilakukan :
1. Melanjutkan proses pengadaan walaupun hasil perhitungan HPS lebih
besar dibandingkan pagu dana yang tersedia.
2. Menunda sementara waktu. Apabila harga barang dianggap sudah
cukup stabil kemudian dilanjutkan proses pengadaannya.
3. Melanjutkan proses pengadaan dengan perhitungan HPS yang
didasarkan pada data harga barang pada saat penyusunan anggaran
4. Diusulkan untuk dilakukan revisi anggaran dengan perubahan lingkup
pekerjaan/spesifikasi teknisnya.

22. Apabila masa pemiliharaan untuk pekerjaan pembangunan rumah dinas


senilai Rp. 100 juta dipastikan akan melewati tahun anggaran yang sedang
berjalan, maka langkah yng sebaiknya dilakukan Pejabat Pembuat Komitmen
adlah sebagai berikut :
1. Membayar sebesar 100% dari nilai kontrak dengan syarat penyedia
barang/jasa menyerahkan jaminan pemeliharaan senilai 5%.
2. Membayar sebesar 95% dari nilai kontrak, dan 5% sisanya disimpan di
rekening pribadi Pejabat Pembuat Komitmen.

3. Membayar sebesar 95% dari nolai kontrak, dan sisanya dialokasikan di


tahun anggaran berikutnya.
4. Membayar sebesar 100% dari nilai kontrak dan pada akhir tahun
anggaran dibuatkan MOU yang menyatakan kesanggupan penyedia
menyelesaikan seluruh pekerjaannya.

23. Pada saat dilakukan koreksi aritmatik, terjadi perubahan peringkat yang
semula peringkat terendah pertama menjadi peringkat terendah ketiga, dan
seluruh nya memenuhi persyaratan administrasi dan teknis. Yang esharusnya
diusulkan menjadi calon pemenang adalah :
a. Penawaran terendah pertama sebelum koreksi aritmatik
b. penawaran kedua setelah koreksi aritmatik.
c. Penawaran ketiga sebelum koreksi aritmatik.
d. Penawaran terendah pertama setelah koreksi aritmatik.
24. Penyedia jasa harus menyediakan asuransi yang mencakup dari saat
mulai pelaksanaan pekerjaan sampai dengan akhir masa pemeliharaan, untuk
hal-hal sebagai berikut, kecuali :
a. Semua peralatan-peralatan yang beresiko tinggi terjadi kerusakan.
b. Pengguna jasa sebagai akibat kematian
c. Pihak ketiga sebagai akibat kecelakan ditempat kerja
d. Perlindungan terhadap kegagalan bangunan.
25.
Apabila pengguna jasa meminta penggantian personil karena dinilai
tidak mampu atau tidak dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik, maka
penyedia jasa harus :
1. Mengganti personil yang kualitasnya lebih rendah dari yang diganti
dengan menguragi nilai kontrak.
2. Mengganti personil yang kualitasnya lebih tinggi dengan tambahan
nilai kontrak
3. Mengganti personil yang kualitasnya setara/lebih tinggi dengan yang
sebelumnya tanpa menambah nilai kontrak.

4. Menambah personil baru untuk membantu personil yang dinilai tidak


mampu bekerja dengan baik dengan tidak meminta tambahan nilai
kontrak.

26. Bagaimana cara yang paling tepat dalam pengembalian uang muka yang
telah diterima penyedia barang/jasa.?
a. Membayarkan sekaligus pada saat uang muka diterima oleh
penyedia barang/jasa.
b.

Mebayarkan sekaligus pada akhir kontrak.

c.

Memotong secara proporsional pada setiap pembayaran.

d. Menyediakan jaminan uang muka sebesar uang muka yang


diberikan.

27. Penandatangan pakta integritas oleh penyedia barang/jasa untuk


pelelangan umumpasca kualifikasi dapat dilakukan pada saat sebagai
berikut,kecuali :
a. Menghadiri rapat pembukaan dokumen penawaran
b. Mendaftar dan mengambil dokumen lelang.
c. Menyampaikan dokumen penawaran.
d. Menghadiri rapat penjelasan lelang (aanwijziing).

28. Panitia pengadan diperintahkan melakukan pengadaan barang melalui


pelelangan umum. Diketahui bahwa biaya untuk iklan di koran tidak
disediakan dalam dokumen anggaran
kegiatan tersebut, menyikapi hal
tersebut, langkah yang tepat yang dilakukan panitia pengadaan adalah
sebagai berikut :
a. Panitia melakukan proses pelelangan umum dengan mengumumkan
hanya pada papan pengumuman resmi.
b. Panitia memasang iklan di koran dengan biaya sendiri, dan kemudian
meminta ontribusi penyedia barang untuk penggantian biaya iklan
tersebut

c. Panitia mengusulkan kepada pengguna barang agar biaya iklan di


koran didanai melalui dana taktis proyek tersebut.
d. Panitia pengusulkan kepada pengguna barang untuk dilakukan
revisi anggaran sehingga dana untuk iklan tersedia.

29. Apabila dalam Berita Acara Penjelasan (BAP) rapat penjelasan terdapat
hal-hal/ketentuan baru atau perubahan penting yang perlu ditampung, maka
langkah selanjutnya yang harus dilakukan panitia pengadaan
adalah :
1. Dengan mendasarkan cukup pada BAP rapat penjelasan tersebut,
melanjutkan proses pengadaan dengan meminta kepada peserta
pengadaan untuk segera memasukkan dokumen penawaran.
2. Melakukan amandemen dokumen lelang dan disahkan oleh Pejabat
Pembuat Komitmen untuk dibagikan hanya kepada peserta lelang
yang telah hadir pada acara penjelasan.
3. Mengulangi rapat penjelasan pada waktu dan tempat yang telah
ditentukan, agar tidak menimbulkan tafsiran yang berbeda-beda atas
dokumen lelang yang baru.
4. Melakukan adendum dokumen lelang dan disahkan oleh Pejabat
Pembuat Komitmen untuk dibagikan kepada seluruh peserta lelang
dalam waktu bersamaan.

30. Apabila masa pemeliharaan untuk pekerjaan pembangunan rumah dinas


senilai Rp. 100.000.000,- (Saratus juta rupiah) dipastikan akan melewati tahun
anggaran yang sedang berjalan, maka langkah yang sebaiknya dilakukan
pejabat pembuat komitmen adalah :
1. Membayar sebesar 100% dari nilai kontrak dengan syarat penyedia
barang/jasa menyerahkan jaminan pemeliharaan senilai 5%.
2. Membayar sebesar 100% dari nilai kontrak dan pada akhir tahun anggaran
dibuatkan MOU yang menyatakan kesanggupan penyedia menyelesaikan
seluurh pekerjaan.
3. Membayar sebesar 95% dari nilai kontrak, dan sisanya dialokasikan di
tahun anggaran berikutnya.

4. Membayar sebesar 95% dari nilai kontrak, dan 5% sisanya disimpan di


rekening pribadi Pejabat Pembuat Komitmen.

31. Dalam evaluasi pengadaan alat pertanian dengan nilai Rp. 600.000.000,(Enam ratus juta rupiah) ditetapkan penawar terendah sebagai berikut :
PT. A dengan harga penawaran Rp. 500.000.000,- (Lima ratus juta rupiah)
PT. B dengan harga penawaran Rp. 525.000.000,- (Lima ratus dua puluh lima
juta rupiah).
PT. C dengan harga penawaran Rp. 550.000.000,- (Lima ratus lima puluh juta
rupiah).
Kemudian panitia melakukan penilaian kualifikasi terhadap tiga penawar diatas
dengan hasil :
1. PT. A dalam SIUP kualifikasi perusahaannya K-3
2. PT. B dalam SIUP kualifikasi perusahaannya K-2
3. PT. C dalam SIUP kualifikasi perusahaanya K-1
Perusahaan yang akan ditunjuk sebagai calon pemenang I, II dan III adalah :
1. Calon pemenang I adalah PT. B, calon pemenang II adalah PT. C, dan PT. A
dinyatakan gugur karena kualifikasinya K-3.
2. Calon pemenang I adalah PT. A, calon pemenang II adalah PT. B dan calon
pemenang III adalah PT. C.
3. Calon pemenang PT. karena PT. A dan PT. B dinyatakan gugur.
4. Semua penawar dinyatakan gugur.

32. Dalam proses pelelangan umum dengan pascakualifikasi untuk


pencetakan sertifikat dan soal ujian dengan nilai Rp. 350.000.000,- (Tiga ratus
lima puluh juta rupiah) peserta yang memasukkan dokumen penawaran hanya
35 (Tiga puluh lima) peserta dari 120 (Seratus dua puluh) yang mendaftar. Hasil
koreksi aritmatik terhadap semua penawaran harga menghasilkan 3 (tiga)
penawar terendah sebagai berikut :
1. PT. A : Rp. 120.000.000,- (terendah I).
2. PT. B : Rp. 150.000.000,- (terendah II).
3. PT. C : Rp. 200.000.000,- (Terendah III).
4. dst. Terendah IV s/d XXXV harganya diatas Rp. 300.000.000,Catatan :
1. Pagu anggaran Rp. 400.000.000,2. HPS : Rp. 350.000.000,-

Ketiga penawaran tersebut dinyatakan lulus administrasi dan teknis dan


dilakukan evaluasi harga. Melihat kondisi di atas, keputusan apa yang harus
diambil oleh panitia pengadaan untuk menetapkan calon pemenang.
1. Membatalkan proses pelelangan
2. Menggugurkan ketiga penawar terendah tersebut, dengan
pertimbangan penaran harganya dibawah 80% dari nilai HPS dan
menetapkan penawar terendah IV, V, VI sebagai calon pemenang.
3. Menetapkan ketiga penawar terendah sebagai calon pemenang,
dengan catatan setelah dilakukan klarifikasi kewajaran harga semua
harganya wajar.
4. Menetapkan ketiga penawar terendah sebagai calon pemenang tanpa
terlebih dahulu melakukan klarifikasi kewajaran harga.

33. Panitia pengadaan 5 (lima) unit mobil pemadam kebakaran mendapat tugas
melaksanakan pengadaan yang merk dan type mobil pemadam kebakaran
sudah ditentukan oleh Kepada Dinas selaku pengguna, yang juga sudah
disebutkan secara tegas dalam dokumen anggaran. Dalam hal ini, Panitia perlu
:

1. Meminta ijin kepada kepala daerah untuk melakukan penunjukkan


langsung karena dokumen anggarannya sudah menyebut satu merk.
2. Meminta pejabat pembuat komitmen melakukan revisi dokumen
anggaran untuk menghapus merk dan selanjutnya menyusun
spesifikasi teknis baru yang sesuai dengan kebutuhan tanpa
menunjuk merk tertentu.
3. Menyusun spesifikasi teknis yang sudah diarahkan kepada merk
yang diminta kepala dinas dan pengadaannya dilaksankan dengan
menunjuk langsung.
4. Menyusun spesifikasi teknis sesuai dengan merk yang diminta
kepala dinas dan pengadaannya dilaksanakan dengan pelelangan
terbatas.

34. Karena tahun anggaran akan segera berakhir, maka panitia pengadaan
melakukan penunjukkan langsung untuk pekerjaan penimbunan sampah
dengan nilai Rp. 7.000.000.000,- (Tujuh miliar rupiah) kepada 1 (satu) penyedia
jasa yaitu PT. A karena keterbatasan peralatan. PT. A degan seijin Pejabat
Pembuat Komitmen mensubkontrakkan seluruh pekerjaan penyediaan tanah
dan pengiriman kepada PT. B. menurut pendapat Saudara, kesalahankesalahan apa saja yang telah dilakukan oleh para pihak?
1. C dan D benar
2. Pengguna dan panitia pengadaan barang/jasa tidak melakukan
kesalahan apa-apa.
3. Pejabat Pembuat Komitmen salah memberi ijin kepada PT. A untuk
mensubkontrakkan seluruh pekerjaan penyedia dan pengiriman
tanah kepada PT. B
4. Pengguna/Panitia pengadaan barang/jasa hanya salah memilih
metoda penunjukkan langsung yang seharusnya dilelang umum.

35. Dalam rapat penjelasan pelelangan umum pengadaan furniture kantor


senilai Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah), seorang peserta memprotes
isi dokumen pengadaan karena menyaratkan : 1. Penyedia harus malampirkan
dukungan dari pabrikan, 2. Harus memiliki tanda keanggotaan asosiasi X.
Menurut Saudara, tindakan yang harus dilakukan panitia dalam menghadapi
protes tersebut adalah :

1. Menerima sebagian protes peserta tersebut untuk mengganti


persyaratan jaminan penawaran boleh dari Bank Umum atau
perusahaan asuransi dan membuat addendum dokumen pangadaan.
2. Meminta pendapat dan persetujuan dari peserta lain, apakah akan
menolak atau menyetujui protes peserta tersebut.
3. Mengabaikan protes tersebut, karena peserta lain tidak protes.
4. Menerima semua protes peserta tersebut dan membuat addendum
dokumen pengadaan untuk menghilangkan persyaratan tersebut.

36. Pada survey pasar untuk penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS)
pengadaan 50 jenis peralatan IT, panitia mendapatkan hasil survey pasar
semua harga per jenis peralatan mengalami kenaikan mencapai 50% (lima
puluh persen) dari harga yang ditetapkan dalam pagu anggaran. Hal ini
dikarenakan seluruh komponen peralatan merupakan barang import sehingga
terpengaruh fluktasi nilai dolar. Tindakan panitia yang paling tepat dalam
menghadapi permasalahan tersebut adalah :
a.

Meminta petunjuk kepada pimpinan instansi

Memutuskan untuk langsung melaksanakan proses pengadaan


tersebut.

Meminta kepada pejabat pembuat komitmen untuk menunda proses


pelelangan dan merevisi dokumen anggaran untuk menambah dana
atau merevisi volume atau spesifikasi teknis peralatan tersebut.

Membatalkan proses pelelangan.

37. Pelelangan rehab kantor dewan dengan perkiraan nilai Rp. 1.500.000.000,
hasil evaluasi kualifikasi dari 3 calon pemenang lelang :
1. PT. A mempunyai pengalaman tertinggi sejenis dengan nilai Rp.
2.000.000.000,2. PT. B mempunyai pengalaman pengalaman tertinggi sub bidang sejenis
dengan nilai Rp. 800.000.00,3. PT. C mempunyai pengalaman tertinggi sub bidang sejenis dengan nilai Rp.
900.000.000,Siapakah yang dinyatakan lulus kualifikasi :
1. Hanya PT. A

b. PT. A, PT. B dan PT. C


c. Hanya PT. B dan PT. C
d. Tidak ada yang lulus kualifikasi
38. Pada saat rapat penjelasan dokumen pengadaan untuk pembangunan
gedung dewan seluruh peserta yang hadir dalam penjelasan mengusulkan
kepada panitia untuk mengubah substansi dokumen pengadaan :
1. Mengubah waktu pelaksanaan pekerjaan yang semula 150 (seratus lima
puluh) hari kalender menjadi 300 (tiga ratus) hari kerja karena sebagian
peserta menilai waktu pelaksanaan tersebut tidak memadai.
2. Menambah persyaratan jaminan penawarannya harus dari Bank Umum.
Apa yang seharusnya dilakukan panitia pengadaan atas kedua usulan tersebut
diatas
a. Menyetujui semua usulan dan dituangkan dalam berita acara
penjelasan.
1. Menolak semua usulan peserta
2. Menyetujui usulan pertama saja dan menolak usulan kedua,
menuangkan usulan pertama tersebut dalam berita acara
penjelasan, membuat addendum dokumen pelelangan atas
perubahan tersebut dan disahkan oleh PPK.
3. Menyetujui usulan pertama saja dan menolak usulan kedua,
menuangkan usulan pertama tersebut dalam berita acara
penjelasan, tanpa membuat addendum dokumen pelelangan atas
perubahan tersebut.

39. Pada pembuktian (cross-check) terhadap 3 calon pemenang lelang,


antara data kualifikasi yang disampaikan penyedia barang/jasa dengan
dokumen ditanda tangani oleh Direktur Keuangan namanya tidak tercantum
dalam akte pendirian perusahaan ataupun perubahannya. Tindakan yang
seharusnya dilakukan panitia terhadap Calon Pemenang tersebut adalah :
1. Meminta untuk mengubah Akte Pendirian Perusahaan dan
memasukkan/menambahkan Nama Direktur Keuangan tersebut.
2. Meminta untuk mengganti surat penawaran baru yang
ditandatangani oleh Direktur Utama yang namanya tercantum dalam
Akte Pendirian perusahaan.

3. Melanjutkan proses pada tahap berikutnya, karena harga penawaran


dari penyedia barang/jasa tersebut paling menguntungkan keuangan
Negara.
4. Menggugurkan sebagai Calon Pemenang dan memasukkan dalam
daftar hitam (blacklist) selama 2 tahun.