Anda di halaman 1dari 38

SISTEM PERIODIK UNSUR

Standar Kompetensi
1. Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia
Kompetensi Dasar

1.1. Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, massa atom relatif,
dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui
pemahaman konfigurasi elektron.
Anda akan melakukan kegiatan-kegiatan berikut.

Mengkaji literatur tentang perkembangan tabel periodik unsur dalam kerja


kelompok.
Presentasi hasil kajian untuk menyimpulkan dasar pengelompokkan unsur-unsur.

Akhirnya Anda akan mampu :


Membandingkan perkembangan tabel periodik unsur untuk mengidentifikasi kelebihan dan
kekurangannya.
Menjelaskan dasar pengelompokan unsur-unsur.
Ringkasan Materi

A. Perkembangan Sistem Periodik


1. Penggolongan berdasarkan sifat kelogaman
Unsur-unsur di alam digolongkan menjadi unsur logam dan unsur non logam.
2. Triade Dabereiner
Pada tahun 1817 Dabereiner menemukan adanya suatu keteraturan hubungan berat
atom antara 3 buah unsur yang mempunyai sifat kimia mirip.
Bila ketiga unsur tersebut diurutkan menurut naiknya massa atom maka massa atom
unsur ditengah sama dengan setengah dari jumlah massa atom dari dua atom yang
dipinggir.
Contoh :
Unsur
Massa Atom
Massa Atom yang Ditengah
Li
6,94
Massa atom Li + Massa atom K
Massa atom Na =------------------------------------Na
22,94
2
6,94 + 39,10
=------------------- = 23,02
K
39,10
2
Contoh lain adalah unsur Cl, Br dan I. Coba Anda buktikan sendiri. Diketahui masa
atom Cl = 35,5; I = 126,9, maka tentukanlah massa atom Br.
Namun sifat triade ini hanya terbatas pada beberapa kelompok unsur saja
3. Hukum Oktaf Newland
Pada tahunn 1865 J. Newland menyusun daftar unsur-unsur menurut kenaikan massa
atom. Dari daftar ini ternyata ditemukan pengulangan sifat unsur setiap 8 unsur.
Gas mulia tidak termasuk dalam pengelompokan unsur-unsur ini karena gas mulia
saat itu belum ditemukan.
Pengelompokan unsur-unsur Hukum Oktaf :

Li
1

Be
2

B
3

C
4

N
5

O
6

F
7

Na
8

Mg
9

Al Si P S Cl K Ca
10 11 12 13 14 15 16

Berdasarkan pengelompokan di atas, dapat kita simpulkan bahwa yang merupakan


unsur segolongan adalah :
- Li, Na, K
- Be, Mg, Ca
- B, Al
- C, Si, dan seterusnya.
4. Mendeleyev dan Lothar Meyer
Pada tahun 1869 Mendeleyef dan Lothar Meyer secara terpisah menyusun
berdasarkan kenaikan massa atom dan kemiripan sifatnya. Dari data tersebut
Mendeleyef mengemukakan : Sifat unsur-unsur adalah merupakan fungsi periodik
dari massa atomnya.
Salah satu kehebatan sistem penyusunan ini
adalah dari keperiodikan ini
Mendeleyef telah dapat meramalkan sifat unsur-unsur yang pada saat itu belum
diketahui orang. Beberapa tahun kemudian ternyata unsur-unsur tersebut
diketemukan orang dan sifat-sifatnya yang sesuai dengan ramalan Mendeleyef.
5. Sistem Periodik Panjang/Modern
Walaupun sistem periodi Mendeleyef sudah baik, namun masih banyak kelemahankelemahannya. Pada tahun 1913 Hendry G.J. Moseley melihat hubungan antara
nomor atom dan muatan inti. Kemudian Moseley mengubah susunan berkala yang
tadinya berdasarkan pada massa atom diganti dengan nomor atom. Tabel dibuat
dalam bentuk panjang yang disebut Periodik Panjang. Akibat pergantian ini ada
beberapa unsur yang berubah letaknya.
Dalam sistem periodik, unsur-unsur dibagi atas periode-periode yang merupakan
deret-deret horizontal dan golongan yang merupakan lajur-lajur vertikal.

Tempat sistem periodi modern ???

a. Periode Sistem Periodik


Periode dalam sistem periodik menyatakan banyak kulit atom yang dimiliki oleh
unsur yang bersangkutan.
Dalam sistem periodik modern, unsur-unsur terbagi atas 7 periode yang
dibedakan lagi atas :
1. Periode pendek, yaitu perode 1, 2, dan 3.
2. Periode panjang, yaitu periode 4 dan 5.
3. periode sangat panjang, yaitu periode 6.
4. Periode belum lengkap, yaitu periode 7.
b. Golongan Sistem Periodik
Golongan dalam sistem periodik menyatakan jumlah electron yang terdapat
pada kulit terluar (elektron valensi). Unsur-unsur yang terletak pada satu
golongan mempunyai sifat-sifat yang mirip.
Dalam sistem periodik modern unsur-unsur terbagi atas 18 golongan yang
masing-masing golongan dibagi atas 8 golongan utama (A) dan 8 golongan
transisi (B).
Penamaan khusus untuk beberapa golongan adalah sebagai berikut :
1. Golongan IA disebut golongan alkali, kecuali H.
2. Golongan IIA disebut golongan alkali tanah.
3. Golongan VIIA disebut golongan halogen.
4. Golongan VIIIA disebut golongan gas mulia.
5. Golongan IIIA sampai dengan golongan VIA diberi nama sesuai unsur yang ada
pada golongan tersebut.
6. Golongan IB sampai dengan golongan VIIIB disebut golongan transisi.
Rangkuman
1. Perkembangan SPU yang kita pakai sekarang secara berurutan
disusun berdasarkan sebagai berikut :
- Sifat logam dan non logam
- Triade dar Dobereiner
- Hukum Oktaf Newland
- Sistem periodik Mendeleev
- Sistem periodik modern
2. Sifat fisis dan kimia suatu unsur merupakan fungsi
periodik
nomor atomnya.
2. Golongan adalah unsur-unsur yang berada pada lajur vertikal dan
periode adalah unsur-unsur yang berada lajur horizontal.
TIPS
Teknik menghafal Sistem Periodik Unsur
Golongan
Golongan
Golongan
Golongan
Golongan
Golongan
Golongan
Golongan

IA
IIA
IIIA
IVA
VA
VIA
VIIA
VIIIA

:
:
:
:
:
:
:
:

HerLiNa Kawin Roby Cs Frustasi


Besok Minggu Cami Serentak Bawa Rambutan
Budi Alias Gali Indonesia Tulen
Cahyono Si Gendut Senang sePak bola
NaPAs Sebelum Binasa
Om Saya Senang Telo Pohung
Fuji Color Baru Itu Antik
He Nenek Arman Kurus Xena Radon

Cara di atas merupakan salah satu contoh menghapal unsur-unsur


dalam Sistem Periodik Unsur, selebihnya dapat dikembangkan
sesuai dengan lingkungan setempat.

Tugas Kelompok
Bentuklah kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari 6 atau 7 siswa.
Kemudian jawablah pertanyaan berikut dengan cara berdiskusi.
Kegiatan 1.1 Menemukan Triade Dobereiner
Perhatikan unsur-unsur berikut, unsur-unsur tersebut
terletak dimana pada sistem periodik modern.
Kemudian amati massa atomnya.
1. Tuliskan massa unsur pada setiap kolom pengolahan data
berikut.
K = .
Rb = .
Cs = .

P = .
As = .
Sb = .

2. Bandingkan massa unsur yang ditengah dengan jumlah massa


unsur pertama dan ketiga.
3. Buatlah kesimpulan dari data di atas.
4. Jelaskan ketentuan yang ditemukan oleh Doberiener tersebut,
yang dikenal dengan Triade Dobereiner.
Kegiatan 1.2. Mengamati keteraturan Hukum Oktaf.
Amati bagan berikut, lengkapi titik-titiknya dan jawab
pertanyaannya.
Li
1

Be

B C

O F

Na

Mg

Al

Si

S Cl

Pertanyaan:
1. Beri nomor urut dari Li ke K pada deretan unsur-unsur
tersebut.
2. Li nomor urut ke-1 mempunyai kesamaan sifat dengan
unsur ... nomor urut ke ... dan unsur ... nomor urut ke ...
3. Be nomor urut ke-2 mempunyai kesamaan sifat dengan
unsur ... nomor urut ke ...
4. Berdasarkan data tersebut, jelaskan keteraturan yang
ditemukan J. Newlands yang dikenal dengan hukum oktaf.
Kegiatan 1.3. Memahami sistem periodik Mendeleev.
Amati sistem periodik Mendeleef yang terdapat pada buku
reverensi lain. Kemudian jawablah pertanyaaan di bawah
ini.
1. Berdasarkan apa Mendeleev mangurutkan unsur-unsur
dalam sistem periodiknya?.
2. Mengapa pada sistem peeriodik Mendeleev ada beberapa
tempat kosong?.

Kegiatan 1.4. Mengamati sistem periodi modern.


Amati sistem periodik modern dan lengkapi tabel berikut.
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Pertanyaan
Letak golongan
Letak periode
Jumlah golongan A
Jumlah golongan B
Jumlah periode
Jumlah unsur periode
Jumlah unsur periode
Jumlah unsur periode
Jumalh unsur periode
Jumlah unsur periode
Jumlah unsur periode
Jumlah unsur periode
Unsur no. 57-71
Unsur no. 89-103

1
2
3
4
5
6
7

Jawaban
Lajur
Lajur
yakni
yakni

Golongan
Golongan

Tugas Individu
Hapal unsur-unsur yang terdapat dalam golongan IA sampai dengan
golongan VIIIA. Kemudian pada pertemuan selanjutnya guru akan menilai
hafalan Anda.
Soal-soal Latihan
Soal Essay
1. Apakah fungsi pengelompokan unsur-unsur ?
2. Apakah yang dimaksud dengan kelompok unsur Triade ? Jelaskan !
3. Jelaskan mengapa Newland dianggap penemu keperiodikan unsur ?
4. Sebutkan keunggulan Mendeleev dalam menyusun sistem periodiknya.
5. Apa yang dimaksud dengan periode dan golongan dari sistem periodik
modern?
Soal Pilihan Ganda
Silanglah (X) huruf a, b, c, d, atau e di depan jawaban yang tepat!
1. Yang menemukan aturan Triade adalah
a. Lothar Meyer
d. Newland
b. Mendeleev
e. J.J Thomson
c. Doberiener
2. Susunan berkala unsur menurut Mendeleyev disusun berdasarkan
a. kenaikan massa atom
b. kenaikan nomor atom
c. sifat fisik
d. sifat kimia
e. sifat logam

3. Pernyataan yang salah mengenai sistem periodik bentuk panjang


adalah
a. periode 1 hanya berisi dua unsur
b. periode 2 dan periode 3 masing-masing berisi 8 unsur
c. periode 4 berisi 18 unsur
d. periode 5 dan periode 6 masing-masing berisi 32 unsur
e. periode 7 belum terisi penuh
4. Yang pertama kali menemukan adanya hubungan antara sifat-sifat
kimia unsur dengan massa atomnya adalah
a. Dalton
b. Dobereiner
c. John Newland
d. Lothar Meyer
e. Mendeleev
5. Dari pernyataan berikut :
1. Keyakinan akan ramalannya tentang unsur yang belum ditemukan
2. Mampu membedakan logam dan nonlogam
3. Dengan tegas memperbaiki massa atom yang dianggapnya tidak
tepat
4. Unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan nomor atomnya
Yang merupakan keunggulan sistem periodic Mendeleev adalah
a. 1 dan 2
d. 2 dan 4
b. 1 dan 3
e. 3 dan 4
c. 2 dan 3
6. Unsur alkali pada sistem periodik unsur terletak pada golongan
a. IA
d. VIA
b. IIA
e. VIIA
c. IIIA
7. Menurut IUPAC, dalam sistem periodik terdapat
a. 6 periode, 8 golongan
b. 6 periode, 8 golongan A, dan 8 golongan B
c. 7 periode, 8 golongan A, dan 8 golongan B
d. 7 periode, 16 golongan
e. 7 periode, 18 golongan
8. Unsur-unsur yang terdapat pada golongan VIIIA disebut golongan
a. alkali tanah
d. halogen
b. alkali
e. oksigen
c. gas mulia
9. Penggolongan unsur berikut yang benar adalah
a. klor termasuk golongan gas mulia
b. barium termasuk golongan alkali
c. kalium termasuk golongan alkali tanah
d. helium termasuk golongan karbon
e. neon termasuk golongan gas mulia
10. Dari pernyataan tentang golongan B :
1. Disebut golongan transisi
2. Merupakan unsur logam
Pernyataan yang benar adalah
a. 1, 2, dan 3
b. 1 dan 3

3. Terdapat pada periode 4-7


4. Terletak antara IIA dan IIIA
d. 3 dan 4
e. 1, 2, 3, dan 4

c. 2 dan 4

STRUKTUR ATOM
Standar Kompetensi
1. Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia
Kompetensi Dasar

1.1. Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, massa atom relatif,
dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui
pemahaman konfigurasi elektron.
Anda akan melakukan kegiatan-kegiatan berikut.

Mengkaji tabel periodik unsur untuk menentukan notasi atom, partikel dasar,
konfigurasi elektron, golongan dan periode unsur utama.

Mengindentifikasi unsur ke dalam isotop, isobar, dan isoton melalui kerja


kelompok.

Akhirnya Anda akan mampu :


Menentukan notasi atom
Menentukan partikel dasar (proton, elektron dan neutron)
Mengklasifikasi unsur ke dalam isotop, isobar dan isoton.
Menentukan konfigurasi elektron dan elektron valensi.
Menentukan golongan dan periode golongan utama dar konfigurasi elektron.

Ringkasan Materi
Notasi Atom
Dalam percobaan menunjukkan bahwa atom mempunyai inti dan kulit atom. Di dalam inti terdapat
proton dan neutron yang menentukan besarnya massa sebuah atom. Jumlah proton atau muatan
positif yang terdapat dalam inti atom ditunjukkan oleh nomor atom. Untuk atom netral jimlah
muatan positif (proton) sama dengan jumlah muatan negatif (elektron). Jumlah total keseluruhan
proton dan neutron yang terdapat dalam inti atom ditunjukkan oleh nomor massa.
Notasi atau simbol atom yang dilengkapi dengan nomor massa dan nomor atom dapat ditulis sebagai
berikut :
A
Z

Keterangan : A= nomor massa


B= nomor atom
C= lambang unsur
Jumlah Proton, Elektron dan Neutron
Atom yang netral memliki jumlah proton sama dengan jumlah elektron.
Z=p=e
Keterangan : p = proton
e = elektron
Nomor massa menunjukkan jumlah nukleon (proton dan neutron) yang terdapat dalam inti atom.
Jumlah nukleon dalam suatu unsur dinyatakan sebagai nomor massa atom unsur itu. Apabila jumlah

neutron dalam inti atom dilambangkan n dan jumlah proton dilambangkan p, nomor massa dapat
dirumuskan sebagai berikut :

A=p+n
Oleh karena p sama dengan Z, maka:
A = Z + n atau n = A Z
Keterangan : A = jumlah proton + jumlah neutron (p + n)
Z = jumlah proton
n = jumlah neutron
Nomor atom, jumlah proton dan jumlah elektron merupakan cirri yang khas untuk suatu unsur.
Artinya setiap atom suatu unsur yang sama selalu mempunyai nomor atom, jumlah proton dan
jumlah electron yang sama pula.
Atom yang netral mempunyai jumlah proton yang sama dengan jumlah elektronnya. Jika suatu atom
melepaskan elektron, atom tersebut menjadi bermuatan positif atau disebut kation sebab jumlah
proton lebih banyak dari jumlah elektron. Namun jika atom menangkap elektron akan menjadi
bermuatan negatif atau disebut anion, sebab mempunyai jumlah elektron yang lebih banyak dari
proton. Perubahan tersebut hanya terjadi pada elektron, sedangkan jumlah proton dan neutron
tetap sama sebab inti atom tidak berubah.
Contoh :
1. Atom natrium dengan nomor atom 11 dan nomor massa 23.
Artinya notasi atom natrium adalah :
23
11 Na
Atom terdiri atas : 11 proton, 11 elektron dan 12 neutron.
Ion Na+ terdiri atas : 11 proton, 10 elektron dan 12 neutron.
2. Atom belerang dengan nomor atom 16 dan nomor massa 32.
Artinya notasi atom belerang adalah :
32
16 S
Atom terdiri atas : 16 proton, 16 elektron dan 16 neutron.
Ion S2- terdiri atas : 16 proton, 18 elektron dan 16 neutron.
Isotop, Isobar dan Isoton
Atom sejenis yang mempunyai nomor atom yang sama, tetapi mempunyai nomor massa yang
berbeda disebut isotop. Perbedaan ini karena adanya perbedaan jumlah neutron dalam inti atom.
35
37
Contoh : 17 Cl dan 17 Cl
Isobar merupakan atom-atom unsur yang mempunyai nomor massa sama, tetapi unsur berbeda
(nomor atom berbeda).
14
14
Contoh : 6 C dan
7 N
Isoton merupakan atom-atom unsur yang mempunyai jumlah neutron yang sama, tetapi unsur
berbeda (nomor atom berbeda).
31
32
Contoh : 15 P dan 16 S
Konfigurasi Elektron dan elektron Valensi
Elektron-elektron yang mengelilingi inti beredar pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit
atom. Dalam setiap atom terdapat berbgai macam kulit. Kulit terdekat dengan inti disebut dengan
kulit K, dan kulit-kulit selanjutnya dinamai secara berurutan L, M, N dan seterusnya. Semakin jauh
dari inti, tingkat energi dari kulit tersebut semakin tinggi.
Konfigurasi elektron adalah susunan elektron pada setiap kulit atom. Sebelum kita menentukan
konfigurasi elektron, kita harus mengetahui lebih dahulu nomor atomnya yang menunjukkan jumlah
elektron dari atom suatu unsur.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan konfigurasi electron sebagai berikut.
1. Dimulai dari kulit yang terdekat dengan inti.
n = 1 disebut kulit K

n = 2 disebut kulit L
n = 3 disebut kulit M, dan seterusnya.

2. Jumlah elektron maksimum yang menempati tiap kulit tidak sama. Jumlah maksimum
pengisian elektron pada suatu kulit ditunjukkan dengan rumus sebagai berikut.
= 2n2
Keterangan : = jumlah maksimum elektron pada suatu kulit
n = nomor kulit (bilangan kuantum utama)
Kulit K (n = 1) maksimum berisi 2x12 = 2 elektron
Kulit L (n = 2) maksimum berisi 2x22 = 8 elektron
Kulit M (n = 3) maksimum berisi 2x22 = 18 elektron dan seterusnya.
3. Kulit terluar hanya boleh terdapat maksimum 8 elektron.
4. Pada kulit ke-3 (M), jika sisa elektron lebih dari 8 ditulis 8, jika sisa elektron lebih dari 18
ditulis. Demikian pada kulit ke-4 (N), jika sisa elektron lebih dari 8 ditulis 8, lebih dari 18
ditulis 18, lebih dari 32 ditulis 32.
Contoh :
Unsur 11 Na mempunyai konfigurasi elektron sebagai berikut :
Kulit ke-1 = 2 elektron
Kulit ke-2 = 8 elektron, karena jumlah elektron 11 tetapi baru terisi 10 elektron dan masih
bersisa 1 elektron lagi dan elektron pada kulit terakhir tidak boleh melebihi
dari 8 elektron, maka 1 elektron lagi terisi pada kulit selanjutnya.
Kulit ke-3 = 1 elektron
Dengan demikian, konfigurasi elektron untuk 11 Na = 2 . 8 . 1
Elektron yang terdapat pada kulit terluar disebut elektron valensi. Pada contoh di atas maka
elektron valensi unsur natrium adalah 1. Elektron valensi sangat menentukan sifat atom. Unsur
dengan elektron valensi yang sama mempunyai sifat yang sama pula.
Golongan dan Periode Unsur
Unsur-unsur yang jumlah kulitnya sama ditempatkan pada periode atau baris yang sama. Unsurunsur yang memiliki jumlah elektron valensi sama ditempatkan pada golongan atau kolom yang
sama.
Partikel dasar : partikel-partikel pembentuk atom yang terdiri dari elektron, proton den
neutron.
1. Proton
2. Neutron
3. Elektron

: partikel pembentuk atom yang mempunyai massa sama dengan satu


sma (amu) dan bermuatan +1.
: partikel pembentuk atom yang bermassa satu sma (amu) dan netral.
: partikel pembentuk atom yang tidak mempunyai massa dan
bermuatan -1.

b. Nukleus : Inti atom yang bermuatan positif, terdiri dari proton den neutron.
c. Notasi unsur :

A
z

A dengan X : tanda atom (unsur)


Z : nomor atom

= jumlah elektron (e)


= jumlah proton (p)
= jumlah proton +
neutron

A : bilangan massa
Pada atom netral, berlaku: jumlah elektron = jumlah proton.
Contoh :
1. Tentukan jumlah elektron, proton den neutron dari unsur
Jawab :

26

56

Fe !

Jumlah elektron = jumlah proton = nomor atom = 26


Jumlah neutron = bilangan massa - nomor atom = 56 - 26 = 30
2. Berikan notasi unsur X, jika diketahui jumlah neutron = 14 dan jumlah elektron = 13 !
Jawab :
Nomor atom = jumlah elektron = 13
Bilangan massa = jumlah proton + neutron = 13 + 14 = 27
Jadi notasi unsurnya:

13

27

d. Atom tak netral : atom yang bermuatan listrik karena kelebihan atau kekurangan
elektron bila dibandingkan dengan atom netralnya.
Atom bermuatan positif bila kekurangan elektron, disebut kation.
Atom bermuatan negatif bila kelebihan elektron, disebut anion.
Contoh:
-

Na+ : kation dengan kekurangan 1 elektron


Mg2- : kation dengan kekurangan 2 elektron
Cl- : anion dengan kelebihan 1 elektron
O2 : anion dengan kelebihan 2 elektron

e. Isotop : unsur yang nomor atomnya sama, tetapi berbeda bilangan massanya.
Contoh: Isotop oksigen: 816 O ; 817 O ; 818 O
f. Isobar : unsur yang bilangan massanya sama, tetapi berbeda nomor atomnya.
Contoh: 2759 CO dengan 2859 Ni
g. Isoton : unsur dengan jumlah neutron yang sama.
Contoh: 613 C dengan 714 N
h. Iso elektron: atom/ion dengan jumlah elektron yang sama.
Contoh: Na+ dengan Mg2+
K+ dengan Ar
MODEL ATOM JOHN DALTON
- atom adalah bagian terkecil suatu unsur
- atom tidak dapat diciptakan, dimusnahkan, terbagi lagi, atau diubah menjadi zat lain
- atom-atom suatu unsur adalah same dalam segala hal, tetapi berbeda dengan atomatom dari unsur lain
- reaksi kimia merupakan proses penggabungan atau pemisahan atom dari unsurunsur yang terlihat
Kelemahan teori atom Dalton: tidak dapat membedakan pengertian atom den molekul.
Dan atom ternyata bukan partikel yang terkecil.
B.
MODEL ATOM J.J. THOMPSON
- atom merupakan suatu bola bermuatan positif dan di dalamnya tersebar elektronelektron seperti kismis
- jumlah muatan positif sama dengan muatan negatif, sehingga atom bersifat netral

C. MODEL ATOM RUTHERFORD


- atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dengan muatan positif yang massanya
merupakan massa atom tersebut
- elektron-elektron dalam atom bergerak mengelilingi inti tersebut
- banyaknya elektron dalam atom sama dengan banyaknya proton dalam inti dan ini
sesuai dengan nomor
atomnya

D. MODEL ATOM BOHR


- elektron-elektron dalam mengelilingi inti berada pada tingkat-tingkat energi (kulit)
tertentu tanpa
menyerap atau memancarkan energi
- elektron dapat berpindah dari kulit luar ke kulit yang lebih dalam dengan
memancarkan energi, atau
sebaliknya
TIPS
Nomor periode = jumlah kulit
Nomor golongan = jumlah elektron valensi
Dengan menggunakan konfigurasi elektron berdasarkan kulit atom ini (konfigurasi Niels Bohr),
maka hanya efektif untuk golongan utama atau golongan A.
Rangkuman
1. Banyaknya proton dalam inti atom suatu unsur dapat dilihat dari nomor atomnya. Untuk
atom netral jumlah proton sama dengan jumlah elektronnya.
2. Nomor massa menunjukkan jumlah nukleon (proton + neutron) yang terdapat dalam inti
atom.
A
3. Suatu atom dapat disimbolkan dengan Z X.
4. Isotop adalah beberapa atom sejenis yang mempunyai nomor atom yang sama, tetapi nomor
massa yang berbeda.
5. Isobar adalah beberapa atom yang berbeda jenis dengan nomor massa sama, tetapi nomor
atom berbeda.
6. Isoton adalah beberapa atom yang berbeda jenis dengan nomor atom dan nomor massa
berbeda, tetapi jumlah neutron sama.
7. Konfigurasi elektron adalah susunan elektron di dalam kulit atomnya.
8. Elektron valensi adalah elektron yang terdapat pada kulit paling luar.

Tugas Kelompok
Kegiatan 2.1. Menentukan Notasi Atom, Jumlah Proton, Elektron dan Neutron
1. Lengkapi tabel berikut.
Unsur

Nomor

Massa

Jumlah

Lambang

Atom
4

Atom
9

Proton

Elektron

Neutron

35

17

15

31

9
4
...
...

...
...

39
19

...
...

D
E

2. Tulislah lambang unsur/ion yang atom-atomnya memiliki partikel-pertikel atom


sebagai berikut.
Unsur/Ion Proton
A
3

Elektron
3

Neutron
7

Lambang Unsur/Ion
...
...

A
B

...
...

13

13

27

...
...

19

19

39

...
...

21

21

45

...
...

11

12

12

10

...
...

X ...

10

10

...
...

Y ...

10

12

...
...

Z ...

Kegiatan 2.2. Menentukan Isotop, Isobar dan Isoton


Tentukan unsur-unsur yang merupakan isotop, isobar dan isoton dari unsur
dengan lambang berikut.
12
6

C;

16
8

O;

14
7

N;

14
6

C;

15
8

O;

37
17

Cl;

18
35
8 O; 17

Cl;

2
1

H; dan

17
8

Isotop =
Isobar =
Isoton =

Kegiatan 2.3. Menentukan Konfigurasi Elektron dan Elektron Valensi


Buatlah konfigurasi elektron atom unsur dengan melengkapi kolom-kolom
pada tabel berikut.
Lambang
Unsur

No.
Atom

Jumlah Elektron
L
M
N
O P

Konfigurasi
Elektron

Elektron
Valensi

H
C
Mg

1
6
2. 8. 2
2

18

7
8
2

54

Ba
Fr
87
Kegiatan 1.4. Menentukan Golongan dan Periode
1. Tentukan lambang unsur, golongan dan periode dari unsur-unsur berikut.
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Nama
Unsur
Xenon
Kalium
Nitrogen
Klor
Natrium
Uranium
Silikon
Sulfur
Hidrogen
Magnesium

Lambang
Unsur

Konfigurasi
Elektron

Elektron
Valensi

Golongan

Periode

2. Tuliskan lambang unsur dan nomor atom dari unsur berikut.


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Golongan
IA
IIA
VA
VIIA
VIIIA
IIIA
VI
IV
IIA
IA

Periode

Konfigurasi
Elektron

Elektron
Valensi

Nomor
Atom

Lambang

2
4
3
5
6
4
4
6
5
7

Tugas Individu
Kerjakan soal-soal latihan dibawah ini dan dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.
Soal-Soal Latihan
Soal Essay
1. Tentukan jumlah proton, elektron, dan neutron unsur-unsur berikut!

a.

59
27

b.

204
81

Co
Te

c.

150
62

Sm

d.

195
78

Pt

2. Tulislah lambang dari :


a. Atom M yang mempunyai jumlah neutron 17 dan nomor massa 37.
b. Atom G yang mempunyai jumlah neutron 10 dan 40 proton.
3. Jelaskan yang dimaksud dengan :
a. Isotop, isobar, dan isoton.
b. Konfigurasi pada kulit atom.
c. Elektron valensi.
4. Lengkapilah data dalam tabel berikut ini!
Lambang
Nomor
Nomor
No
Unsur
Atom
Massa
23
1

Jumlah
Neutron

Konfigurasi
Elektron

Elektron
Valensi

11
...
...

40
...

20

...
...

42

2.8.18.5

...
53

74

63

63

5. Atom 29 A mempunyai 2 buah isotop dan 72,5% 29 A ada di alam. (Ar A = 63,55)
a. Tulislah konfigurasi elektronnya dan hitunglah jumlah elektron pada kulit terluarnya!
b. Berapa nomor massa isotop A yang lainnya?
Soal Pilihan Ganda
Silanglah (X) huruf a, b, c, d, atau e di depan jawaban yang tepat!
1. Bila unsur X mempunyai 14 proton, 14 elektron dan 14 neutron, unsur tersebut dilambangkan
dengan
28
a. 14
X
d. 27
12 X
b.
c.

30
14
14
14

e.

26
14

X
64

2.

Suatu unsur mempunyai lambang 29 Cu. Pernyataan yang tepat tentang unsur tersebut
adalah
a. unsur Cu mempunyai nomor atom 29, dan massa atom 64
b. unsur Cu mempunyai nomor atom 29, dan massa atom 29
c. unsur Cu mempunyai jumlah proton 29, dan jumlah elektron 35
d. unsur Cu mempunyai jumlah proton 29, dan jumlah neutron 29
e. unsur Cu mempunyai jumlah proton 35, dan jumlah neutron 29

3.

Unsur X mempunyai nomor atom 24 dan massa atom 52. Jumlah elektron, proton, dan
neutron berturut-turut adalah
a. 24, 28, dan 24
d. 24, 24, dan 52
b. 28, 24, dan 24
e. 24, 52, dan 52
c. 24, 24, dan 28

4.

Bilangan massa unsur X adalah 27 dan mempunyai 12 buah elektron. Jumlah neutron unsur
tersebut adalah

a. 5
b. 10
c. 15
5.

6.

d. 12
e. 17

Pasangan unsur-unsur di bawah ini yang termasuk isobar adalah


14
14
15
28
a. 6 C dan 14
Si
d. 6 C dan 8 O
b.

14
7

c.

14
6

N dan

7
3

C dan

14
7

Li

e.

14
7

N dan

28
14

Si

N
12

13

14

Unsur C mempunyai tiga buah isotop, yaitu 6 C, 6 C, 6 C. Ketiganya berbeda dalam


a. jumlah elektron
d. jumlah proton dan elektron
b. nomor massa dan jumlah neutron
e. nomor massa
c. nomor atom
39

7.

Susunan elektron pada setiap kulit dari unsur 19 K adalah


a. 2. 8. 9
d. 2. 8. 8. 2
b. 2. 7. 10
e. 2. 8. 9. 1
c. 2. 8. 8. 1
8. Jumlah elektron valensi pada unsur 37 Rb adalah
a. 1
d. 4
b. 2
e. 5
c. 3
9. Unsur-unsur dalam sistem periodik panjang disusun berdasarkan
a. kenaikan massa atom relatif
b. kenaikan nomor atomnya
c. kenaikan bilangan massa
d. bertambahnya neutron
e. bertambahnya proton
10. Unsur Y dengan nomor atom 17, dalam sistem periodik terdapat dalam
a. golongan IA; periode 7
d. golongan IIIA; periode 3
b. golongan VIIA; periode 1
e. golongan IA; periode 3
c. golongan VIIA; periode 3

SIFAT FISIK, SIFAT KIMIA DAN SIFAT KEPERIODIKAN UNSUR


Standar Kompetensi
1. Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia
Kompetensi Dasar

1.1. Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, massa atom relatif,
dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui
pemahaman konfigurasi elektron.
Anda akan melakukan kegiatan-kegiatan berikut.

Mengamati beberapa unsur untuk membedakan sifat logam, non logam dan
metaloid.

Mengkaji keteraturan jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas elektron dan


keelektronegatifan unsur-unsur seperiode dan segolongan berdasarkan data atau grafik dan nnomor
atom melalui diskusi kelompok.

Menghubungkan keteraturan sifat jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas


elektron, dan keelektronegatifan.
Akhirnya Anda akan mampu :
Mengklasifikasikan unsur ke dalam logam, non logam dan metaloid.
Menganalisis tabel, grafik untuk menentukan keteraturan jari-jari atom, energi ionisasi, affinitas
elektron dan keelektronegatifan

Ringkasan Materi

Sifat Fisis dan Sifat Kimia Unsur


Sistem periodik mengandung banyak informasi tentang sifat-sifat unsur. Selain nomor atom dan
nomor massa, banyak tabel periodik yang mencantumkan data titik cair dan titik didih, wujud pada
suhu kamar, serta sifat logam dan non logam. Kita akan membahas beberapa sifat tersebut.
1.Logam dan Nonlogam
Unsur dapat digolongkan ke dalam logam dan nonlogam. Perbandingan sifat antara logam dan
nonlogam secara ringkas diberikan pada tabel dibawah ini. Besi, aluminium, emas, dan raksa
tergolong logam. Sedangkan hydrogen, oksigen, dan belerang tergolong nonlogam. Tergolong
apakah
tembaga, perak, silikon, dan karbon?.
Logam
1. Kecuali raksa, berwujud padat pada suhu
kamar
2. Dapat ditempa dan dapat diregang

Nonlogam
1. Ada berwujud padat, cair atau gas.

3. Mengkilap jika digosok

3. Kecuali intan (karbon), tidak mengkilap jika


digosok
4. Nonkonduktor, kecuali grafit (karbon)

4. Konduktor listrik dan panas

2. Bersifat rapuh, tidak dapat ditempa

Dalam tabel periodik, logam terdapat pada bagian kiri bawah, sedangkan nonlogam pada bagian
kanan atas. Artinya sifat logam dalam sistem periodik, makin ke bawah makin besar dan makin ke
kanan makin berkurang.Logam dan nonlogam dibatasi oleh suatu garis tangga di bagian tengah
sistem periodik.
Unsur-unsur disekitar garis batas tersebut mempunyai dua sifat baik sifat logam maupun sifat

nonlogam. Unsur-unsur itu digolongkan sebagai Metaloid.


2. Titik Leleh dan Titik didih
Bagi unsur logam segolongan, titik leleh dan titik didih makin ke bawah makin rendah. Sedangkan
unsur nonlogam segolongan titik leleh dan titik didih makin ke bawah makin tinggi.
3. Wujud
Wujud zat bergantung pada titik leleh dan titik didihnya. Pada suhu kamar hanya dua unsur yang
berwujud cair, 11 unsur berwujud gas dan sisanya berwujud padat.
4. Kereaktifan
Reaktif artinya mudah bereaksi. Unsur logam pada sistem periodik makin ke bawah makin reaktif,
karena makin mudah melepaskan elektron. Sedangkan unsur nonlogam pada sistem periodik
makin ke bawah makin kurang reaktif, karena makin sukar menangkap elektron.
Unsur segolongan bukannya mempunyai sifat yang identik, melainkan hanya mirip. Unsur-unsur
tersebut mungkin mempunyai sifat yang sama, tetapi kadarnya berbeda. Salah satu sifat unsur
logam alkali (golongan IA), yaitu bereaksi dengan air. Akan tetapi, kecepatan reaksinya berbeda,
dari atas ke bawah makin dasyat. Satu hal yang harus disadari bahwa setiap unsur mempunyai
sifat khas yang membedakannya dari unsur lainnya.
Sifat-Sifat Periodik Unsur
Sifat periodik adalah sifat yang berubah secara beraturan sesuai dengan kenaikan nomor atom,
yaitu dari kiri ke kanan dalam satu periode, atau dari atas ke bawah dalam satu golongan. Sifatsifat periodik yang akan dibahas meliputi jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas elektron dan
kelektronegatifan.
1. Jari-Jari Atom
Jarak antara inti atom dengan elektron terluar disebut jari-jari atom. Penentuan jari-jari atom,
yaitu dengan mengukur jarak antara inti-inti dalam senyawa kovalen menggunakan difraksi
sinar-X.
2. Energi Ionisasi
Energi ionisasi adalah energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron terluar dari suatu
atom. Apabila suatu atom mempunyai energi ionisasi kecil maka atom tersebut akan mudah
melepaskan elektron. Demikian juga sebaliknya, semakin besar energi ionisasi suatu atom akan
menyebabkan atom tersebut semakin sukar melepaskan elektron.
3. Afinitas Elektron
Afinitas elektron adalah besarnya energi yang dilepaskan jika suatu atom menangkap elektron.
Afinitas elektron merupakan ukuran mengenai mudah atau tidaknya suatu atom menjadi ion
negatif. Apabila atom menangkap elektron, atom bermuatan negatif. Semakin besar energi
yang dilepaskan suatu atom, semakin mudah atom-atom tersaebut menangkap elektron.
4. Keelektronegatifan
Keelektronegatifan adalah kecendrungan suatu atom untuk bermuatan negatif atau
kemampuan suatu atom untuk menangkap/menarik elektron dari atom lain. Harga
keelektronegatifan ini bersifat relatif antara atom yang satu dengan atom lain.
TIPS
Sifat periodik unsur-unsur bisa diringkas seperti yang ada dibawah ini.
-

Jari-jari atom makin kecil


Energi ionisasi makin besar
Afinitas elektron makin besar
Keelektronegatifan makin besar
Sifat logam makin kecil

Rangkuman
Sifat fisis dan sifat kimia unsur antara lain adalah sifat logam dan nonlogam, titik leleh dan titik
didih, wujud dan kerekatifan.
Jarak antara inti atom dengan elektron terluar disebut jari-jari atom.
Energi ionisasi adalah energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron terluar dari suatu
atom.

Afinitas elektron adalah besarnya energi yang dilepaskan jika suatu atom menangkap elektron.
Keelektronegatifan adalah kecendrungan suatu atom untuk bermuatan negatif atau
kemampuan suatu atom untuk menangkap/menarik elektron dari atom lain.
Tugas Kelompok
Kegiatan 3.1. Logam dan Nonlogam
Berdasarkan data, unsur-unsur dalam sistem periodic dapat dikelompokkan
menjadi unsur yang bersifat logam dan nonlogam.
1. Berilah warna yang berbeda pada bagan sistem periodic berikut untuk logam,
nonlogam dan metaloid.

2. Tentukan unsur-unsur yang membatasi logam dan nonlogam pada setiap


periode
dan tulis unsur metaloidnya.
Periode

Antara Golongan

Unsur yang
Membatasi

Nama metaloid

2
3
4
5
Pada sistem periodik, di dalam satu golongan ada yang mengandung unsur
logam saja, logam dan non logam, serta logam, non logam dan metaloid.
Amati sistem periodik, tuliskan golongan unsur yang terdiri dari unsur-unsur
berikut.
Logam saja
:
Logam dan metaloid
:
Logam, metalloid, dan nonologam

Nonlogam saja

:
:

Kegiatan 3.2. Jari-Jari Atom


Untuk mengetahui keperiodikan jari-jari atom dari unsur-unsur dalam sistem
periodik, amati gambar di bawah ini.

Gambar jari-jari atom???

a. Lengkapi tabel berikut dengan menganalisis diagram jari-jari atom.


Komponen

Unsur dengan Jari-Jari


Terbesar
Terkecil

Dari seluruh unsur


Unsur golongan IA
Unsur golongan IIA
Unsur periode 2
Unsur periode 3
b. Jelaskan kepriodikan jari-jari atom :
Dalam satu periode
:

Dalam satu golongan


:

c. Mengapa pada satu periode dengan naiknya nomor atom, jari-jari makin kecil?

d. Mengapa pada suatu golongan dari atas kebawah, jari-jari makin besar?

Kegiatan 3.3. Energi Ionisasi


Energi ionosasi unsur-unsur dalam satu periode atau dalam satu golongan dapat
kamu pelajari berdasarkan grafik energi ionisasi pertama terhadap nomor atom
berikut ini.

Grafik energi ionisasi ???

Isi tabel pengamatan berikut berdasarkan harga energi ionisasi dari grafik.
Energi Ionisasi
Pada
Pada
Pada
Pada
Pada
Pada

Tertinggi
Lambang Unsur

kJ/mol

Terendah
Lambang Unsur
kJ/mol

periode 2
periode 3
golongan IA
golongan IIA
golongan VIIA
golongan VIIIA

Kemudian jawablah pertanyaan di bawah ini.


Pertanyaan
1.Berdasarkan grafik energi
ionisasi, jelaskan bagaimana
perubahan energi ionisasi
pertama dari unsur-unsur
dalam satu periode!
2.Berdasarkan grafik energi
ionisasi, jelaskan pula
perubahan energi ionisasi
unsur-unsur dalam satu
golongan!

Jawaban

Kegiatan 3.4. Afinitas Elektron


Perhatikan tabel afinitas elektron beberapa unsur berikut ini.
Golongan

IA

IIIA

IVA

VA

VIA

VIIA

Periode
1
2
3
4
5

H
-73
Li
-60
Na
-53
K
-48
Rb
-47

B
-27
Al
-44
Ga
-30
In
-30

C
-122
Si
-134
Ge
-120
Sn
-121

N
0
P
-772
As
-77
Sb
-101

O
-141
S
-20
Se
-195
Te
-190

F
-328
Cl
-349
Br
-235
I
-295

Pertanyaan:
1. Berdasarkan tabel di atas, bagaimana kecendrungan harga afinitas elektron unsurunsur dalam satu golongan?
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------2. Mengapa unsur-unsur golongan IIA dan VIIIA tidak tercantum pada tabel afinitas
elektron di atas?
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Kegiatan 3.5. Keelektronegatifan
Perhatikan tabel keelektronegatifan berikut ini!

Tebel keelektronegatifan???

Pertanyaan:
1. Berdasarkan data tabel di atas harga keelektronegatifan dalam:
a. satu periode
--------------------------------------------------------------------------------------------------

b. satu golongan
------------------------------------------------------------------------------------------------2. Jika unsur A lebih elektronegatif dari pada unsur B, tentukan ke arah mana
pasangan
elektron akan tertarik dalam senyawa AB?.

Tugas Individu
Kerjakan soal-soal latihan dibawah ini dan dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.
Soal Soal Latihan
Soal Essay
1. Manakah yang lebih banyak jumlahnya, unsur logam atau nonlogam?
2. Jelaskan dengan singkat hubungan antara :
a. jumlah kulit dengan jari-jari atom
b. muatan inti dengan jari-jari atom unsur seperiode
c. energi ionisasi dengan jari-jari atom
d. energi ionisasi dengan muatan inti.
3. Ditentukan beberapa unsur sebagai berikut: H(Z = 1); He(Z = 2); Li(Z = 3); Be(Z = 4); F(Z =
9); Ne(Z = 10); Na(Z = 11); dan Ar(Z = 18).
Di antara unsur tersebut, unsur manakah mempunyai:
a. jari-jari atom terbesar?
b. energi ionisasi terbesar?
c. afinitas elektron terbesar?
d. titik didih tertinggi?
4. Di antara unsur Li (Z = 3), Be (Z = 4), dan B (Z = 5), unsure manakah yang mempunyai :
a. energi ionisasi tingkat pertama terbesar?
b. energi ionisasi tingkat kedua terbesar?
Jelaskan jawabanmu!
5. Kereaktifan logam berkaitan dengan kecendrungan melepas elektron, sedangkan kereaktifan
nonlogam berkaitan dengan kecendrungan menarik elektron. Bandingkanlah kereaktifan
antara:
a. Na dengan Mg
b. Na dengan Cl
c. Cl dengan Ar
d. F dengan Br

Soal Pilihan Ganda


1. Unsur dengan nomor atom 14 mempunyai sifat sebagai
a. nonlogam reaktif
d. metalloid
b. logam reaktif
e. logam kurang reaktif

c. unsur transisi
2. Berikut ini merupakan sifat-sifat unsure logam, kecuali
a. titik leleh rendah
d. dapat ditempa
b. bersifat magnetis
e. mengkilap permukaannya
c. merupakan konduktor
3. Di antara unsur-unsur 11 Na; 12 Mg; 19 K; 20 Ca; dan 37 Rb yang memiliki jari-jari atom
terkecil
adalah unsur
a. 11 Na
d. 20 Ca
b.

12

Mg

e.

37

Rb

c. 19 K
4. Jika jari-jari atom unsure Li, Na, K, Be, dan B secara acak (tidak berurutan) dalam angstrom
(A) adalah : 2,01; 1,23; 1,57; 0,80; dan 0,89, maka jari-jari atom litium adalah
a. 2,03
d. 0,89
b. 1,57
e. 0,80
c. 1,23
5. Tiga unsur yang nomor atomnya berurutan mempunyai energi ionisasi 1681, 2081 dan 496
kJ/mol. Ketiga unsur itu berturut-turut adalah
a. Na Mg Al
d. F Ne Na
b. N O F
e. Ne Na Mg
c. O F- Ne
6. Di antara pasangan unsur berikut, pasangan manakah yang energi ionisasi unsur yang kedua
lebih kecil daripada unsur yang pertama?
a. Na dan Mg
d. Mg dan Al
b. Be dan F
e. Cl dan F
c. Mg dan P
7. Diketahui beberapa unsur dengan konfigurasi elektron sebagai berikut:
P:2881
S:284
Q:28
T:27
R:282
Unsur yang mempunyai afinitas elektron terbesar adalah..
a. P
d. S
b. Q
e. T
c. R
8. Unsur A dan B mempunyai afinitas elektron berturut-turut 240 kJ/mol dan -328 kJ/mol.
Berarti
a. unsur A lebih mudah menyerap elektron daripada unsur B
b. ion B- lebih stabil daripada atom B
c. ion A- lebih stabil daripada atom A
d. unsur A lebih bersifat nonlogam daripada B
e. unsur A lebih sukar melepas elektron daripada unsure B
9. Pernyataan berikut yang paling benar tentang arti keelektronegatifan adalah
a.energi yang dibebaskan ketika suatu atom dalam wujud gas menyerap elektron
membentuk ion negatif
b.energi yang diperlukan untuk melepaskan satu electron dari suatu atom dalam wujud gas
membentuk ion positif
c.energi yang dibebaskan pada pembentukan suatu ikatan kimia
d.bilangan yang menyatakan kecendrungan menarik elektron ke pihaknya dalam suatu
ikatan kimia
e.bilangan yang menyatakan perbandingan energi ionisasi dari suatu unsur dengan unsur
lainnya
10. Unsur yang mempunyai keelektronegatifan terbesar adalah
a. helium
d. klorin
b. hidrogen
e. oksigen
c. fluorin

PERKEMBANGAN MODEL ATOM


Standar Kompetensi
1. Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia

Kompetensi Dasar
1.1. Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, massa atom relatif,
dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui
pemahaman konfigurasi elektron.
Anda akan melakukan kegiatan-kegiatan berikut.

Mengkaji literatur tentang perkembangan teori atom (di rumah setelah


ditugaskan pada pertemuan sebelumnya).

Mempresentasikan dan diskusi hasil kajian.

Menyimpulkan hasil pembelajaran.

Akhirnya Anda akan mampu :


Menjelaskan perkembangan teori atom untuk menunjukkan kelemahan dan kelebihan masingmasing teori atom berdasarkan fakta eksperimen.
Ringkasan Materi
Setiap orang pasti pernah merasakan gagal, jatuh, atau berbuat kesalahan. Hal itu adalah sesuatu
yang wajar dan manusiawi. Demikian halnya dengan para ilmuwan yang berusaha untuk menemukan
teori atom yang sebenarnya. Yang penting adalah kemauan untuk selalu berusaha.
Ilmu pengetahuan yang kita pelajari sekarang ini timbul begitu saja, namun melalui serangkaian
percobaan-percobaan yang menghasilkan sebuah hipotesis. Hipotesis tersebut harus dibuktikan
terlebih dahulu secara eksperimen. Setelah terbukti kebenarannya, barulah dapat kita sebut teori.
Pada awal perkembangan ilmu kimia, banyak berkembang teori-teori tentang atom. Macam-macam
teori tersebut sebagai berikut.
1. Model Atom Dalton
Teori atom yang pertama kali dikemukakan dan dilandasi data ilmiah adalah teori atom Dalton
yaitu
pada tahun 1803.
Pokok-pokok teori Dalton sebagai berikut.
a. Atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur.
b. Atom tidak dapat dibagi lagi.
c. Atom-atom unsur yang sejenis mempunyai sifat yang sama, sedangkan atom-atom unsur tidak
sejenis mempunyai sifat yang berbeda.
d. Reaksi kimia terjadi karena penggabungan dan pemisahan atau pemutusan ikatan antar atom.
Model atom Dalton dapat digambarkan sebagai bola yang berbentuk bulat massif. Kelemahan
model atom ini adalah belum mengemukakan adanya muatan dalam suatu atom.
2. Model Atom Thomson
Model atom Dalton sudah tidak sesuai lagi setelah Thomson menemukan elektron pada tahun
1897 dengan menggunakan tabung sinar katode.
Atom merupakan bola bermuatan positif yang dipermukaannya tersebar elektron. Model atom
Thomson digambarkan sebagai kismis yang tersebar pada seluruh bagian roti sehingga sering
disebut dengan model roti kismis.
Model atom Thomson tidak lama berkembang karena Rutherford meragukan kebenaran model
atom ini. Kelemahan model atom ini adalah belum menggambarkan letak dan lintasan elektron
dalam suatu atom.

3. Model Atom Rutherford


Rutherford (1911) mengadakan percobaan hamburan sinar alfa dari uranium yang disimpan dalam
wadah yang dibuat dari timbal. Sinar alfa yang keluar dari uranium diarahkan pada lempeng tipis

logam emas. Hasil percobaan menunjukkan bahwa sebagian besar sinar alfa dapat menembus
lempeng emas dan sebagian kecil dipantulkan.
Dari percobaannya, Rutherford menyimpulkan sebagai berikut. Atom mempunyai inti bermuatan
positif yang sangat kecil dan padat. Di dalam inti terdapat proton dan massa atom terpusat pada
intinya. Inti atom sangat kecil dibandingkan volumnya sehingga banyak terdapat ruang kosong di
dalam atom. Inti atom dikelilingi elektron. Atom bersifat netral sehinga muatan positif (inti
atom) sama dengan muatan negatif (elektron).
Kelemahan model atom ini adalah Rutherford tidak mampu menerangkan mengapa electron
tidak jatuh ke inti atom. Menurut teori fisika klasik, jika electron bergerak mengelilingi inti yang
muatannya berlawanan, elektron akan kehilangan energi. Akibatnya, elektron akan jatuh ke
inti.
4. Model Atom Niels Bohr
Pada tahun 1913, Niles Bohr seorang ahli fisika memperbaiki teori atom Rutherford, yaitu dengan
mengadakan percobaan spektrum hidrogen. Hasil percobaan Bohr dapat disimpulkan sebagai
berikut.
a. Atom terdiri atas inti atom bermuatan positif dan dikelilingi elektron bermuatan negatif
menurut lintasan-lintasan tertentu seperti susunan tata surya, tanpa menyerap atau
memancarkan energi. Lintasan-lintasan tersebut dikenal dengan orbit berbentuk lingkaran
dengan jari-jari tertentu.
b. Apabila elektron beredar mengelilingi inti pada orbitnya, tidak mengalami perubahan energi
(keadaan stasioner).
c. Apabila elektron berpindah dari orbit dalam ke orbit luar, diperlukan energi (menyerap
energi).
Sebaliknya, jika elektron berpindah dari orbit luar ke orbit yang lebih dalam, akan
dipancarkan energi (radiasi). Kelemahan dari model atom ini adalah hanya tepat untuk atomatom dengan nomor atom kecil.
5. Model Atom Modern
Menurut teori dualisme, electron di dalam atom dapat dipandang sebagai pertikel dan
gelombang. Dengan dasar ini, Heisenberg mengemukakan teori ketidakpastian.
Teori ketidakpastian menyatakan bahwa kedudukan dan kecepatan gerak elektron tidak dapat
ditentukan secara pasti, yang dapat ditentukan hanyalah kemungkinan terbesarnya atau
probalitasnya. Dengan demikian, kedudukan dan kecepatan gerakan elektron dalam atom berada
dalam ruang tertentu dalam atom yang disebut orbital. Teori mengenai elektron berada dalam
orbital-orbital di seputar inti atom inilah yang merupakan pokok teori atom modern.
Persamaan gelombang untuk menggambarkan bentuk dan tingkat energi orbital berhasil
dirumuskan oleh Erwin Schrodinger, 1926 seorang ahli fisika dari Austria. Model atom
Schrodinger ini disebut model atom mekanika kuantum. Lintasan elektron pada model atom
mekanika kuantum berupa orbital, sedangkan tingkat energinya mirip dengan model atom Bohr.
Rangkuman
Perkembangan teori model atom :
1. Pokok-pokok teori atom Dalton :
a. atom merupakan bagian terkecil dari suatu unsur.
b. atom tidak dapat dibagi lagi.
c. atom-atom unsur sejenis sifatnya sama, sedangkan atom-atom unsur berlaianan jenis
sifatnya berbeda.
d. reaksi kimia terjadi karena penggabungan dan pemutusan ikatan antar atom.
Model ini menggambarkan atom sebagai bola berbentuk bola masif.
2. Model atom Thomson
Model ini menggambarkan atom seperti roti kismis. Atom tersebut berupa bola bermuatan
positif yang dipermukaannya tersebar elektron.

3. Model atom Rutherford


Percoabaannya dengan melakukan hamburan sinar alfa dari uranium yang disimpan dalam
wadah yang terbuat dari timbal.
Atom mempunyai inti bermuatan positif yang sangat kecil dan padat. Di dalam inti terdapat

proton dan massa atom terpusat pada intinya. Inti ataom dikelilingi elektron. Atom bersifat
netral sehingga muatan positif (inti atom) sama dengan muatan negatif (elektron).
4. Model atom Bohr
a. atom terdiri atas inti bermuatan positif yang dikelilingi elektron bermuatan negatif menurut
lintasan-lintasan tertentu (orbit).
b. elektron beredar mengelilingi inti pada orbitnya tanpa mengalami perubahan energi.
c. elektron berpindah dari orbit dalam ke orbit luar dengan menyerap energi dan sebaliknya,
memancarkan energi jika pindah dari orbit luar ke orbit dalam.
5. Model atom Modern
Dikemukakan oleh Heisenberg dengan menerangkan teori ketidakpastian yang menyatakan
bahwa kedudukan dan kecepatan gerak elektron tidak dapat ditentukan secara pasti karena
hanya dapat ditentukan kemungkinan terbesarnya atau probalitasnya. Dengan demikian
kedudukan dan kecepatan gerakan elektron dalam atom ditemukan dalam ruang tertentu dalam
atom yang disebut orbital.
Soal-Soal Latihan
Soal Essay
1. Atas dasar apakah J.J Thomson menyusun model atomnya?
2. Jelaskan model atom menurut Rutherford berdasarkan hasil eksperimenya.
3. Mengapa model atom Rutherford akhirnya dianggap gagal?
4. Bagaimana gerak elektron mengelilingi inti berdasarkan model atom Bohr?
5. Apa sebab model atom Bohr dinyatakan gagal?
Soal Pilihan Ganda
1. Ilmuwan yang mengadakan percobaan hamburan sinar alfa dari uranium yang disimpan dalam
wadah timbal adalah
a. Avogadro
d. Rutehrford
b. Dalton
e. Niels Bohr
c. Thomson
2. Model atom Dalton digambarkan sebagai bola yang berbentuk bulat masif. Kelemahan model
atom ini adalah
a. belum menggambarkan letak dan lintasan elektron dalam suatu atom
b. belum mengemukakan adanya muatan dalam suatu atom
c. Dalton tidak mampu menerangkan mengapa elektron tidak jatuh ke inti
d. hanya tepat untuk atom dengan nomor atom kecil
e. atomnya digambarkan sebagai bola yang berbentuk bulat masif
3. Elektron dapat berpindah dari suatu lintasan ke lintasan yang lain sambil menyerap atau
memancarkan energi. Teori ini merupakan penyempurnaan teori atom Rutherford yang
dikemukakan oleh
a. Becquerel
d. Rontgen
b. Bohr
e. Thomson
c. Dalton
4. Teori atom Thomson menyatakan
a. semua materi tersusun atas pertikel-pertikel kecil yang tidak dapat dimusnahkan atau
diciptakan
b. benda tersusun atas partikel yang sangat kecil dan disebut atom
c. atom-atom suatu unsur tertentu adalah identik, artinya memiliki berat, ukuran, dan sifatsifat yang sama
d. atom adalah bola bermuatan positif dan dipermukaannya tersebar elektron yang bermuatan
negatif
e. atom merupakan suatu bola berongga dengan inti yang bermuatan positif dikelilingi elektron
yang bermuatan negatif
5. Kelemahan model atom Bohr adalah
a. belum ada muatan dalam atom
b. hanya tepat untuk atom-atom dengan nomor atom kecil
c. belum menggambarkan lintasan dan letak elektron dalam atom

d. elektron akan jatuh ke inti


e. elektron bergerak stasioner pada lintasannya
6. Ilmuwan yang memperbaiki teori atom Rutherford dengan mengadakan percobaan spektrum
hidrogen adalah
a. Dalton
d. Bohr
b. Thomson
e. Heisenberg
c. Rutherford
7. Salah satu isi teori atom Dalton yang sudah tidak sesuai lagi adalah
a. atom adalah bagian yang dapat dibagi menjadi lebih kecil lagi
b. atom unsur sejenis mempunyai sifat yang sama
c. atom unsur yang sejenis mempunyai sifat yang berbeda
d. reaksi kimia terjadi karena penggabungan dan pemisahan atom
e. atom adalah bagian terkecil suatu unsur yang tidak dapat dibagi
8. Pernyataan yang tidak sesuai dengan teori ketidakpastian elektron adalah
a. kedudukan elektron tidak dapat ditentukan secara pasti
b. kecepatan gerak elektron tidak dapat ditentukan secara pasti
c. kedudukan elektron dalam atom ditemukan dalam ruang tertentu
d. kecepatan gerak elektron dalam atom ditemukan dalam ruang tertentu
e. probalitas kedudukan elektron tidak dapat ditentukan
9. Rutherford mengemukakan bahwa di dalam atom terdapat inti atom yang bermuatan positif.
Hasil tersebut diperoleh setelah melakukan percobaan dengan
a. tabung sinar katode
b. tabung sinar anode
c. hamburan sinar alfa dari uranium
d. penembakan gas helium
e. tabung sinar katode yang dimodifikasi
10.Suatu atom terdiri atas inti yang bermuatan positif dengan elektron-elektron yang
mengelilinginya. Elektron-elektron tidak akan jatuh ke dalam intinya karena
a. elektron selalu dalam keadaan diam
b. energi tolak menolak partikel positif dan partikel negatif cukup besar
c. elektron bergerak menurut lintasannya yang tertentu dengan gerak tertentu pula dari inti
d. elektron terlalu jauh dari inti sehingga ada efek tarik menarik
e. antara inti dan elektron terdapat penghalang

IKATAN KIMIA
Standar Kompetensi
1. Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia

Kompetensi Dasar
1.2. Membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan koordinasi, dan ikatan
logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk
Anda akan melakukan kegiatan-kegiatan berikut.

Menentukan unsur yang dapat melepaskan elektron atau menerima elektron


untuk mencapai kestabilan dalam diskusi kelompok

Menggambarkan susunan elektron valensi Lewis melalui diskusi kelas.

Membandingkan proses pembentukan ikatan ion dan ikatan kovalen dalam


diskusi kelas

Mendikusikan proses terbentuknya ikatan kovalen koordinat dari beberapa


contoh senyawa sederhana.

Merancang dan melakukan percobaan untuk menyelidiki kepolaran senyawa di


laboratorium.

Mengindentifikasi sifat fisik logam dan menghubungkannya dengan proses


pembentukan ikatan logam dalam diskusi kelompok di laboratorium.
Akhirnya Anda akan mampu :
Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya.
Menggambarkan susunan elektron valensi atom gas mulia (duplet dan okted) dan elektron valensi
bukan gas mulia (struktur Lewis).
Menjelaskan proses terbentuknya ikatan ion.
Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal, rangkap dua, dan rangkap tiga.
Menjelaskan proses terbentuknya ikatan koordinasi pada beberapa senyawa.
Menyelidiki kepolaran beberapa senyawa dan hubungannya dengan keelektronegatifan melalui
percobaan.
Mendeskripsikan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannya dengan sifat fisik logam.
Menghubungkan sifat fisis materi dengan jenis ikatannya.
Ringkasan Materi
A. Kestabilan Unsur-Unsur
Unsur-unsur di alam cendrung stabil. Kestabilan unsur bisa diperoleh jika jumlah elektron pada
kulit
terluarnya (elektron valensi) sama dengan jumlah yang dimiliki gas mulia (golongan VIIIA), yaitu
2
elektron (duplet) dan 8 elektron (oktet). Seperti pada tabel di bawah ini :
Tabel Konfigurasi Elektron Gas Mulia
Unsur
He
Ne
Ar
Kr
Xe
Rn

Nomor Atom
2
10
18
36
54
86

Konfigurasi Elektron
2
2. 8
2. 8. 8
2. 8. 18. 8
2. 8. 18. 18. 8
2. 8. 18. 32. 18. 8

Kita tahu bahwa gas mulia adalah merupakan unsur yang paling tidak reaktif (kestabilan tinggi).
Agar seperti gas mulia, maka unsur-unsur bekerja sama dengan yang lain sehingga terjadi gaya
tarik menarik antar atom. Gaya tarik menarik antar atom dalam suatu zat itulah yang
dinamakan Ikatan Kimia.
Ada tiga cara suatu atom untuk mencapai kestabilan (seperti gas mulia), yaitu:
1. Dengan cara melepaskan elektron, sehingga bermuatan positif sebesar sejumlah elektron
yang dilepaskan (menurut Albrecht Kossel).
Contoh : 12Mg 12Mg2+ + 2eKalau kita perhatikan dari struktur elektronnya :
12Mg : 2. 8. 2 (tidak stabil)
(stabil seperti Ne)
12Mg : 2. 8
2. Dengan cara menarik elektron, sehingga terjadi ion bermuatan negatif sebesar jumlah
elektron yang diterimanya (menurut Albrecht Kossel).
Contoh : 9F + e- FKalau kita lihat dari struktur elektronnya :
9F : 2. 7 (tidak stabil)
9F : 2. 8 (stabil seperti Ne)
3. Dengan cara menggunakan pasangan elektron bersama.
Ada dua macam pasangan elektron yang digunakan bersama (menurut Lewis) :
a. Masing-masing atom yang berkaitan menyumbangkan satu elektron.
b. Pasangan elektron yang dipakai bersama hanya berasal dari salah satu atom saja.
Cara yang ketiga ini akan dijelaskan lebih rinci di dalam ikatan kovalen.
B. Lambang Lewis
G.N. Lewis telah memperkenalkan suatu metode yang simpel, tetapi dapat digunakan untuk
menjelaskan cara penyusunan elektron valensi dalam molekul. Metode ini menggunakan titik (.)
atau silang (x) untuk menggambarkan jumlah elektron valensi. Lewis menggambarkan suatu
unsur terdiri atas lambang unsur dikelilingi oleh sejumlah titik atau silang yang melambangkan
elektron yang mengelilingi inti atomnya.
x
Contoh : Nax ;
Mgx ; xAlxx dan lain-lain
Lambang Lewis digunakan untuk menjelaskan ikatan kimia antaraatom, terutama ikatan
kovalen.
Meskipun demikian, lambang Lewis juga dapat digunakan untuk menggambarkan ikatan ion.
C. Ikatan Ion dan Ikatan Kovalen
Atas dasar cara-cara untuk mencapai keadaan stabil di atas, maka dikenal ada dua jenis ikatan
yang utama yaitu ikatan ion dan ikatan kovalen.
1. Ikatan Ion
Ikatan ion atau ikatan heteropolar (elektrovalen) adalah ikatan kimia yang terjadi dari ion
positif dan ion negatif yang saling berikatan atau ikatan antara logam dan nonlogam.
Terjadinya ikatan ion jika atom suatu unsur melepaskan elektron valensinya (lalu berubah
menjadi ion positif) dan atom unsur lain mengikat elektron tersebut (berubah menjadi ion
negatif), maka kedua ion yang terjadi berikatan dengan gaya coulomb (elektrostatik).
Contoh Soal :
Ikatan yang ada di dalam garam dapur (NaCl)
Garam dapur dibentuk dari atom natrium dan atom klorin. Natrium akan mempunyai
konfigurasi seperti gas mulia jika melepaskan satu elektron, sedangkan klorin akan
mempunyai konfigurasi seperti gas mulia jika menangkap satu elektron. Oleh karena itu,
kedua atom membentuk ion positif dan ion negatif. Secara sederhana, pembentukan ikatan
antara Na dan Cl dapat
dijelaskan sebagai berikut :

11

Na (2. 8. 1)

11

Na+ (2. 8) + e-

Cl (2. 8. 7) + e 17Cl- (2. 8. 8)


_____________________________________
Na+ +
Cl- NaCl (Natrium Klorida)
Lambang Lewis pembentukan NaCl adalah sebagai berikut:
17

Nax +

Cl

Na+[ Cl ]-

NaCl

Atau dapat juga dijelaskan dengan diagram model atom ;

Sifat dan ciri senyawa ion antara lain :


1). Karena ikatan antara ion-ion sangat kuat, maka :
a. Umumnya senyawa ion berupa zat padat berbentuk kristal dengan titik lebur yang
tinggi.
b. Dalam keadaan cair atau larutan dapat menghantarkan listrik.
2). Molekul senyawa ion selalu terdiri atas atom logam dengan satu atau lebih nonlogam,
kecuali pada senyawa-senyawa ammonium (NH4+).
2. Ikatan Kovalen
Ikatan kovalen adalah ikatan antara dua atau lebih atom unsur yang sejenis atau berbeda
didasarkan pada pemakaian elektron valensi bersama, sehingga masing-masing atom
memiliki susunan elektron stabil seperti gas mulia (duplet atau oktet).
a. Ikatan Tunggal
Ikatan kovalen tunggal melibatkan sepasang elektron yang digunakan bersama-sama.
Contoh :
1). Pembentukan molekul H2
Pembentukan ikatan kovalen pada molekul H2 terbentuk dari dua buah atom H.
Setiap atom H memiliki 1 elektron. Untuk mencapai konfigurasi seperti gas mulia
(He), atom H memerlukan 1 elektron. Karena mempunyai daya tarik elektron sama,
antara kedua atom H tidak mungkin terjadi serah terima elektron. Oleh karena itu,
kedua atom memasangkan elektronnya. Masing-masing atom H menyumbang 1
elektron untuk dijadikan milik bersama. Sepasang elektron itu ditarik oleh kedua
inti atom hidrogen hingga kedua atom berikatan.
Secara sederhana, pembentukan ikatan kovalen pada molekul H2 dapat digambarkan
dengan rumus atau struktur Lewis.
H0 +

0x

Penulisan itu dapat disederhanakan dengan mengganti sepasang elektron yang


digunakan untuk berikatan dengan sepotong garis dan menghilangkan semua
elektron yang tidak digunakan untuk berikatan. Rumus Lewis yang sudah
disederhanakan itu disebut rumus bangun atau rumus struktur.
Rumus strukturnya : H H
Rumus kimianya
: H2
2). Pembentukan molekul HCl
Atom 1H mempunyai 1 elektron valensi. Atom 17Cl mempunyai konfigurasi elektron
2.8.7. Berarti baik atom H maupun Cl memerlukan 1 elektron lagi untuk mencapai
susunan elektron stabil. Kedua atom ini saling meminjamkan 1 elektron valensinya.
Rumus Lewis :

H0 +

xx

Clxx

xx
0x

Clxx

xx

xx

Rumus struktur : H Cl
Rumus kimia : HCl

b. Ikatan Rangkap Dua


Ikatan rangkap dua melibatkan dua pasang elektron yang dipakai bersama oleh dua
atom.
Contoh : Pembentukan molekul O2
Pembentukan molekul O2 dari atom-atom O. Atom 8O mempunyai konfigurasi elektron
2.6. Untuk mencapai susunan elektron stabil atom O memerlukan 2 elektron lagi.
Sehingga atom-atom saling meminjamkan 2 elektron valensinya.
Rumus Lewis :
xx

00

Oxx +

00

xx

xx

00

00

xx

x
x

0
0

00

Rumus struktur
:O=O
Rumus kimia
: O2
c. Ikatan Rangkap Tiga
Ikatan rangkap tiga melibatkan tiga pasang elektron yang dipakai bersama oleh dua
atom.
Contoh : Pembentukan molekul N2.
Pembentukan molekul N2 dari atom-atom N. Atom 7N mempunyai konfigurasi 2. 5. Untuk
mencapai susunan elektron stabil atom N memerlukan 3 elektron lagi. Maka atom-atom
N saling meminjamkan 3 elektron valensinya.
x

000
0

Nxxx +

xx

x0

N00

Rumus struktur
: NN
Rumus kimia
: N2
d. Ikatan Kovalen Koordinasi
Ikatan kovalen koordianasi adalh ikatan kovalen dimana pasangan elektron yang
digunakan bersama berasal dari salah satu atom.
Contoh : Pembentukan ion NH4+ dari NH3 dan ion H+ yang tidak memiliki elektron.
Molekul NH3 dengan rumus Lewis :
H
0x

xo

N
0x

00

H
Molekul NH3 seperti pada rumus Lewis di atas, mempunyai sepasang elektron yang tidak
digunakan (elektron sunyi). Maka molekul NH3 dapat mengikat ion H+.
H
H
0x

xo

N
0x

0x
00

+ H

xo
ox

oo

H
H
Untuk membedakan ikatan kovalen biasa dengan ikatan kovalen koordinasi, maka
pasangan elektron koordinasi digambarkan dengan anak panah dari arah yang
memberikan pasangan elektron.
Rumus strukturnya :
H

N H

D. Kepolaran Ikatan
Suatu ikatan kovalen disebut polar, jika pasangan electron ikatan tertarik lebih kuat ke salah
satu atom.
Contoh : Molekul HCl
H

oo

xo

Cl
oo

oo

Pasangan elektron milik bersama akan lebih dekat pada atom Cl, karena Cl mempunyai daya
tarik elektron yang lebih besar dari pada H. Sehingga pada ikatan H-Cl terjadi polarisasi.
Suatu ikatan disebut nonpolar, jika pasangan elektron ikatan tertarik sama kuat ke semua
atom.
Contoh : Molekul H2
H xo H
Kepolaran disebabkan oleh perbedaan keelektronegatifan antara atom yang berikatan.
E. Ikatan Logam
Semua sifat logam dapat dipahami dengan cara melihat ikatan antar atom logam. Atom logam
dapat dibayangkan seperti kelereng yang terjejal dalam sebuah kotak yang saling bersentuhan
satu sama lain. Karena tiap atom logam mempunyai kulit elektron yang belum terisi penuh,
elektron valensi dapat bergerak dengan bebas dan dapt berpindah dari satu kulit atom ke kulit
atom yang lainnya. Dengan kata lain, elektron valensi tesebar membaur dengan awan elektron
yang menyelimuti semua logam. Oleh karena itu, semua logam dapat dibayangkan sebagai ionion positif yang diselimuti awan elektron.
TIPS
Jika molekul hanya mengandung dua atom :
Jika kedua atom sejenis, maka ikatan bersifat non polar.
Contoh : H2; Cl2; Br2.
Jika kedua atom tidak sejenis, maka ikatan bersifat polar.
Contoh : HCl; HBr.
Jika molekul mengandung tiga atau lebih atom, maka yang menentukan adalah pasangan elektron
bebas yang dimiliki atom pusat (atom yang berada ditengah molekul).
Jika tidak memiliki pasangan elektron bebas, maka ikatan nonpolar.
Contoh : CH4; CO2.
Jika memilki pasangan elektron bebas, maka ikatan polar.
Contoh : NH3; H2O.
Rangkuman
1. Unsur yang memiliki energi ionisasi rendah mudah melepaskan elektron, sedangkan unsur yang
memiliki afinitas elektron tinggi mudah menangkap elektron.
2. Unsur gas mulia sangat stabil karena konfigurasi elektron di kulit terluarnya telah penuh.
3. konfigurasi electron seperti gas mulia dapt dicapai oleh suatu atom dengan cara melepaskan
elektron menangkap elektron atau menggunakan elektron secara bersama.
4. Ikatan ion adalah ikatan yang terbentuk karena adanya serah terima elektron.
5. Ikatan kovalen adalah ikatan kimia yang melibatkan penggunaan bersama pasangan electron.
6. Ikatan kovalen meliputi ikatan kovalen tunggal, ikatan kovalen rangkap dua, ikatan kovalen
rangkap tiga dan ikatan kovalen koordinasi.
7. Ukuran kepolaran dinyatakan dengan momendipol ().

8. Pada ikatan logam, semua logam dapat dibayangkan sebagai ion-ion positif yang diselimuti awan
elektron.

Tugas Kelompok
Kegiatan 5.1. Menentukan Kestabilan Unsur-Unsur
Untuk mencapai kestabilan, suatu atom dapat melepaskan elektron valensinya atau
menerima elektron sesuai dengan sifat periodiknya dan membentuk ion poisitif atau
ion negatif.
Lengkapi tabel berikut.
Lambang
Unsur

Konfigurasi
Elektron

Li
4Be
8O
9F
11Na
12Mg
16S
17Cl

2. 1

Sifat Periodik
(besar/kecil)
EI
KN
Kecil Kecil

Keterangan : EI = energi ionisasi

Jumlah Elektron
Diterima

Dilepaskan
1

Ion yang
Dibentuk
(stabil)
Li+

KN = Keelektronegatifan

Kegiatan 5.2. Pembentukan Ikatan Ion


Lengkapilah tabel di bawah ini.
Soal
1. Buatlah diagram pembentukan
ikatan ion pada senyawa KF

Penyelesaian

2. Buatlah diagram pembentukan


Ikatan pada senyawa Na2O

3. Di dalam sistem periodik,


ikatan ion pada umumnya
mudah terjadi dari unsurunsur pada golongan berapa?

Kegiatan 5.3. Pembentukan ikatan kovalen


Gambarkan pembentukan ikatan kovalen pada senyawa berikut dan tulis rumus
Lewisnya.

F2

Br2

HF

Br

Br

HBr

CH4

Br

CCl4
H
H

Cl
H

Cl

Cl

Cl

NH3

C2H5OH
H

H
H

H
SO3

H2SO4
O

O3

HNO3
O

O
O

O
H

Kegiatan 5.4. Kepolaran Senyawa Kovalen


Cara Kerja :
1. Sediakan buret atau pipet tetes panjang. Isi dengan air, HCl. Dan CCl 4.
Buat muatan listrik pada penggaris plastik.
2. Keluarkan zat dari buret atau pipet tetes lalu dekatkan pada penggaris
yang sudah bermuatan seperti pada gambar disamping.

3. Amati apa yang terjadi.


Zat
Air

Hasil Pengamatan

HCl

CCl4

Catatan :CCl4 dapat diganti dengan minyak tanah.


Pertanyaan :
1. Apakah ada pengaruh dari muatan listrik pada zat-zat tersebut?
2. Dari percobaan di atas buatlah kesimpulan dari kepolaran senyawa!
Latihan :
Berikan contoh ikatan kovalen nonpolar dan ikatan kovalen polar, masukkan pada
tabel berikut.
Ikatan Kovalen Nonpolar
Rumus
Rumus Lewis
Molekul

Rumus
Molekul

Ikatan Kovalen Polar


Rumus Lewis

Kegiatan 5.5. Ikatan Logam


Diamati dari sifat-sifatnya, atom-atom logam pun berikatan satu sama laindi dalam
kristal logamnya. Bagaimana atom-atom pada logam dapat berikatan?
Untuk mempelajarinya lakukan kegiatan-kegiatan berikut!
1. Tuliskan beberapa logam dan keguanaannya dalam kehidupan sehari-hari!
No
1

Nama Logam

Kegunaan

Alasan Penggunaan Logam

2
3
4
5
2. Tuliskan sifat-sifat logam!
a. ------------------------------------------------------------------------------------------------b. ------------------------------------------------------------------------------------------------c. ------------------------------------------------------------------------------------------------d. ------------------------------------------------------------------------------------------------e. -------------------------------------------------------------------------------------------------

3. Atom-atom logam berikatan dengan membentuk lautan electron.


Gambarkan terjadinya ikatan logam tersebut.

4. Jelaskan pengertian ikatan logam!


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Kegiatan 5.6. Jenis Ikatan pada Suatu Zat
Untuk mengingat kembali materi ikatan kimia, jawablah pertanyaan ini!
Perhatikan zat-zat yang terdapat pada gelas kimia di bawah ini!

NaCl

NH3

HCl

CCl4

H2O

NH4Cl

Tentukan ikatan kimia yang terdapat pada senyawa di dalam gelas kimia pada gambar
di atas!
Rumus

Jenis Ikatan

Soal-Soal Latihan
Soal Essay
1. Tulislah rumus Lewis untuk unsur-unsur berikut : Na, Ca, Al, C, P, S, Cl dan Ar. Bagaimana cara
yang paling mungkin ditempuh oleh masing-masing unsur tersebut untuk mencapai konfigurasi
oktet? Jelaskan!

2. Tuliskan jenis ikatan serta rumus senyawa yang terjadi dari :


a. 15 A dan 17 B
b.

11 C

c.

14

dan

E dan

17

d. 12 G dan 16 H
3. Kelompokkan senyawa-senyawa berikut dalam kelompok ionik dan kovalen!
a. HCl
e. CaF2
b. SF6
f. K2O
c. CH4
g. NaBr
d. CCl4
h. H2SO4
4. Ramalkan jumlah ikatan dan jenis ikatan yang terjadi serta lukiskan rumus Lewis dari :
a. HCl
b. H2CO3
c. HNO3
d. H2SO4
e. H3PO4
5. Unsur X mempunyai massa atom 40 dan inti atomnya mengandung 20 neutron. Inti atom unsur Y
mengandung 17 proton dan 19 neutron. Tentukan :
a. Konfigurasi electron masing-masing unsur.
b. Elektron valensi X dan Y.
c. Golongan dan periodenya di dalam SPU.
d. Jenis ikatan dan rumus senyawa yang terjadi.
e. Massa molekul relatif senyawa itu.
Soal Pilihan Ganda
1.