Anda di halaman 1dari 8

MANAJEMEN PEMELIHARAAN UNTUK

OPTIMALISASI LABA PERUSAHAAN


ABSTRAK
Sejalan dengan perkembangan teknologi dewasa ini,
persoalan yang dihadapi perusahaan terutama perusahaan
industri akan semakin kompleks. Hal ini menuntut
manajemen perusahaan untuk mengambil suatu tindakan
yang

bijaksana

dengan

memilih

alternatif

dalam

mengambil keputusan agar tujuan perusahaan dapat


tercapai. Salah satu tujuan yang paling utama adalah
optimalisasi laba.
Untuk mendapatkan optimalisasi laba dapat dilakukan diantaranya dengan melakukan pemeliharaan sarana
dan prasarana. Pemeliharaan dilakukan untuk menjaga suatu barang atau memperbaikinya sampai pada suatu
kondisi atau standar yang dapat diterima atau suatu aktivitas yang dibutuhkan untuk menjaga semua fasilitas
dalam kondisi siap pakai/ operasi dan tetap dalam kondisi seperti semula.
Dalam perusahaan industri, salah satu pemeliharaan yang harus diperhatikan adalah perawatan terhadap
mesin mesin yang dimilikinya. Ada beberapa macam sistem pemeliharaan yang dapat diterapkan antara
lain: sistem pemeliharaan sesudah rusak, sistem pemeliharaan rutin, sistem pemeliharaan ulang dan sistem
pemeliharaan produktif. Namun ada kalanya suatu komponen/ mesin sebaiknya diganti berdasarkan jam
operasi sesuai dengan petunjuk pabrikan untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
1. PENDAHULUAN

satu faktor yang penting dalam mendukung proses

Beberapa tahun yang lalu, pabrikasi dan proses

produksi yang mempunyai daya saing dipasaran.

produksi telah berjalan baik dengan peralatan

Setiap perusahaan/ industri tentu selalu memiliki

sederhana dan lebih banyak melibatkan tenaga

tujuan yang ingin dicapainya, tujuan dan sasaran

kerja. Pemeliharaanya tentu sangat sederhana dan

yang ingin dicapai setiap perusahaan sebenarnya

berdampak pada luas tertentu dari fungsi mesin

sama yaitu mereka ingin mencapai laba yang

yang ada. Saat ini dalam era industrialisasi,

optimal

peralatan produksi lebih berkembang, dalam

kelangsungan hidup dari perusahaan/ industri

hubungannya

tersebut dapat terjamin.

dengan

teknologi

tinggi

dalam

jangka

panjang

sehingga

perkembangaanya berdampak pada produktifitas

Manajemen perbaikan modern tidak hanya untuk

dan kualitas yang semakin bergeser dari tenaga

memperbaiki peralatan yang rusak secara cepat.

manusia ke mesin. Pentingnya pemeliharaan

Manajemen perbaikan yang modern adalah untuk

semakin ditingkatkan perhatiannya. Pemeliharaan

menjaga suatu barang atau peralatan dapat bekerja

dalam suatu perusahaan/ industri merupakan salah

dan

Gambar 1 Skematik Program Perawatan

berjalan dengan fungsi yang maksimal dan

Dalam manajemen pemeliharaan dilaksanakan

menghasilkan produk yang berkualitas dengan

kegiatan mengikuti ketentuan pabrik pembuat, data

menekan biaya serendah mungkin.

sejarah identifikasi dan diagnosa kerusakan mesin/

Kesiapan dan keandalan fasilitas dan peralatan

peralatan yang sejenis dan data komissioning tes

peralatan

pada awal operasi. Kegiatan pemeliharaan yang

yang

dimiliki

perusahaan

harus

dipelihara agar tidak mengganggu proses produksi.

dilaksanakan

tersebut

Tentunya hal ini harus didukung oleh sistem

pemeriksaan,

perbaikan,

penggantian

dan

pemeliharaan yang efektif dan efisien. Dalam

pengujian yang bertujuan diantaranya

untuk

kaitannya dengan persediaan peralatan, sudah

mempertahankan kemampuan kerja peralatan dan

sangat umum untuk melakukan pencatatan suku

menghilangkan/ mengurangi resiko kerusakan

cadang dari peralatan/ mesin yang ada. Hal yang

mendadak yang akan mengurangi kerugian secara

sangat penting dalam manajemen pemeliharaan

ekonomis.

adalah untuk meminimalisasi penggantian

C.BAGAIMANA

suku

meliputi

perawatan/

cadang dengan tetap mendapatkan nilai produksi

MANAJEMENPEMELIHARAANDAPAT

yang tinggi. Untuk mencapai hal itu maka

MENGOPTIMALISASIKAN LABA?

peralatan peralatan penunjang proses produksi

Cara manajemen pemeliharaan dalam usaha

ini harus selalu dilakukan perawatan yang teratur

mengoptimalkan laba diantaranya:

dan

terencana.

Secara

skematik,

program

1. Memperpanjang

umur

yang

kegunaan

digunakan

dari

perawatan di dalam suatu industri bisa dilihat pada

peralatan

untuk

Gambar 1.

berproduksi.

B. KEGIATAN MANAJEMEN

Cara yang umum dilakukan adalah dengan

PEMELIHARAAN

rutin melakukan pemeriksaan terhadap

Perusahaan membutuhkan suatu sistem yang

mesin mesin produksi dan melakukan

memiliki kemampuan untuk mendukung dan

perbaikan dini terhadap kerusakan kecil,

mempersatukan berbagai tujuan ke dalam suatu

bila kerusakan tersebut telah diketahui

tujuan bersama yang pada akhirnya tujuan tersebut

secara dini maka peralatan dapat digunakan

adalah memperoleh laba. Pemeliharaan merupakan

menjadi semakin lama.

topik yang penting dan menerima anggaran yang

2. Selain cara tersebut, hal yang umum

sama besar dengan biaya operasi. Pada saat ini

dilakukan adalah menjamin ketersediaan

konsep pemeliharaan dan operasi tidak berdiri

optimum kesediaan suku cadang mesin

sendiri, dan lebih dikenal dengan istilah O&M

mesin yang terpasang untuk produksi dan

(operation

dan

mendapatkan laba investasi (return of

dikoordinasikan,

investment) yang maksimum, maksudnya

pemeliharaan hanya merupakan pendukung dari

dengan selalu menyediakan suku cadang

operasi akan tetapi jika pemeliharaan tidak baik

yang harus diganti setelah bekerja selama

maka pengoperasian akan gagal atau kurang

waktu tertentu, seperti pelumas, belt, dan

berhasil.

sebagainya.

and

pemeliharaan

maintenance).
harus

Operasi

3. Cara yang ke tiga untuk menjamin kesiapan


operasi dari seluruh peralatan/ mesin yang
diperlukan

setiap

waktu,

misalnya

pengoperasian mesin mesin cadangan, dan


mesin mesin pembantu lainnya. Hal ini
dimaksudkan jika mesin yang sedang
beroperasi mengalami kerusakan, proses

Dalam kegiatan pemeliharaan yang andal banyak

produksi dapat digantikan oleh mesin

faktor

cadangan, dan mesin yang mengalami

pengadaan, pemakaian dan pemeliharaan fasilitas,

kerusakan dilakukan perbaikan, sehingga

yang didukung oleh organisasi pengelolaan dan

proses produksi dapat terus berjalan tanpa

mekanisme kerja pemeliharaan. Maka kegiatan

yang

mempengaruhinya

antara

lain

pemeliharaan peralatan adalah suatu lingkaran


tertutup dalam suatu siklus edaran kegiatan.
Dimana satu sama lain merupakan unsur unsur
kegiatan yang tidak dapat dipisahkan.

Dari Gambar 2 dapat ditarik kesimpulan bahwa


menunggu
diperbaiki.
4. Cara ke

mesin

yang

rusak

selesai

setiap

diprogramkan
empat

adalah

menaikan

produktivitas dengan melakukan berbagai


modifikasi

dalam

terhadap

peralatan/mesin

sehingga diperoleh efisiensi yang tinggi.


Modifikasi umumnya dilakukan setelah
proses produksi berjalan dan di evaluasi
hasilnya, maupun pada saat perbaikan

pengadaan
dalam

peralatan

harus

pemakaiannya tentang

pemeliharaan (perawatan dan perbaikan). Dimana


dalam pemeliharaan rutin mesin harus tersedia
dana, suku cadang/ peralatan dan tenaga pelaksana.
Disamping itu, faktor cara pemakaian/ penggunaan
akan

sangat

berpengaruh

kepada

tindakan

pemeliharaan terhadap mesin tersebut.


D.

SISTEMATIKA

KEGIATAN

untuk menjaga kontinuitas dan peningkatan


Gambar 3 Sistematika Kegiatan Pemeliharaan

produksi.
5. Terakhir selalu menjamin
kerja

dari

orang

peralatan/ mesin

yang
dan

keselamatan
menggunakan

peralatan bantu

lainnya. Dengan meningkatnya jaminan


keselamatan kerja, hal ini akan memacu
produktifitas

karyawan

meningkatkan produksi.

Gambar 2 Siklus edaran kegiatan

untuk

PEMELIHARAAN

Pemeliharaan terprogram:
Suatu
kegiatan
pemeliharaan

yang

diprogramkan dan merupakan salah satu


kegiatan

institusi/

perusahaan

yang

dilakukan dengan pemikiran berorientasi


kemasa depan, pengendalian dan pendataan
sesuai

dengan

rencana

yang

telah

ditetapkan

sebelumnya.

Termasuk

atau diluar dugaan, dan tidak termasuk

didalamnya adalah:
- Pemeliharaan pencegahan (perawatan)
Suatu kegiatan pemeliharaan yang

dalam anggaran biaya. Yang termasuk

dilaksanakan

secara

terencana

dan

periodik dalam bentuk penjadwalan


(time

schedule), tujuannya

mengurangi kemungkinan

untuk

kerusakan,

gangguan dan menjaga fasilitas dalam


kondisi standar. Kegiatan pencegahan
ini ada yang harus dilakukan harian
seperti mencatat suhu mesin mesin
yang

berputar, kegiatan mingguan

seperti

pemantauan

sambungan
listrik,

kabel

tereminasi

pada

peralatan

kegiatan bulanan

mengganti

seperti

mengganti minyak trafo

atau mesin mesin yang berputar serta


kegiatan pencegahan tahunan seperti
diantaranya
-

melakukan

pengecatan

pada peralatan yang ada.


Pemeliharaan perbaikan:
Suatu kegiatan pemeliharaan membawa
fasilitas

ke kondisi standar semula

melalui perbaikan dari keadaan rusak


sebelumnya. Kegiatan
dilakukan

ini

dalam

dapat

pemeliharaan

terprogram maupun pemeliharaan tak


terprogram.

Contoh

pemeliharaan

perbaikan

adalah

kegiatan

kegiatan
terprogram

minor/

mayor

maintenance, yaitu kegiatan perbaikan


yang bersifat kecil/ besar namun hal ini
sesuai dengan rekomendasi

pabrik

pembuat yang tercantum dalam manual


instruction (petunjuk pabrik) untuk

operasional mesin tersebut.


Pemeliharaan tak terprogram:
Suatu kegiatan pemeliharaan

dalam

pemeliharaan

umumnya

tak

terprogram

adalah pemeliharaan darurat,

seperti kerusakan mesin yang tiba tiba


pada saat kegiatan produksi berlangsung,
maka mesin
segera

yang

rusak tersebut harus

diperbaiki

kerugiaan

yang

untuk

menghindari

lebih

besar

karena

berhentinya produksi.
Dalam
keberhasilan

pelaksanaan

pemeliharaan

berdasarkan

diukur

sedikitnya frekuensi dan lama waktu time


down (fasilitas tidak berfungsi). Jadi down
time peralatan karena kerusakan harus
dihindarkan

sedapat

mungkin, melalui

pemeliharaan perawatan (preventive) yang


terprogram.
Ada beberapa macam pemeliharaan yang sering
dilakukan

oleh

perusahaan

dalam

rangka

melakukan perawatan mesin mesin yang


dimilikinya, antara lain:
1. Sistim

pemeliharaan

sesudah

rusak

(breakdown maintenance)
Tujuan pemakaian metode ini adalah untuk
mendapatkan
biaya

dan

penghematan
perbaikan

waktu

dilakukan

dan
pada

keadaan yang benar benar perlu. Pada


pemeliharaan sistim ini pekerja-pekerja
pemeliharaan hanya akan bekerja setelah
terjadi

kerusakan

pada

mesin

atau

peralatan. Jika kita memakai sistim ini


kerusakan mesin atau equipment akan
terjadi

berkali

kali

kerusakannya hampir

dan

frekuensi

sama saja setiap

tahunnya. Artinya beberapa

mesin atau

equipment pada pabrik tersebut ada yang


akibat

terjadinya kerusakan diluar perencanaan

sering

diperbaiki.

Pada

pabrik

yang

beroperasi secara terus menerus, dianjurkan

beroperasi,

untuk menyediakan cadangan mesin (stand

tahun pemeliharaan rutin dilaksanakan di

by machine) bagi mesin mesin yang vital.

pabrik, dari data inspeksi yang telah

Sebagai

untuk

dilakukan akan diketahui umur serta biaya

pembongkaran mesin mesin pabrik

dari masing masing peralatan, kemudian

tahunan tidak dipakai karena pada saat

dapat ditentukan prioritas unit yang harus

dilakukannya penyetelan dan perbaikan

segera diperbaiki. Ini akan menjadikan

mesin, unit-unit mesin cadanganlah yang

prosedur perbaikan yang baik untuk dapat

dipakai.
2. Sistim Pemeliharaan Rutin ( preventive

meminimalkan waktu yang dipakai untuk

tambahan,

sistim

ini

dibuat

dengan

jika proses pemeliharaan

ulang telah

atau peralatan cadangan karena kondisi


masing-masing mesin/peralatan sudah lebih

bahan untuk perbaikan dan faktor faktor

terjamin.
4. Sistim Pemeliharaan Produktif
Dari beberapa sistem pemeliharaan yang

lainnya. Biaya perbaikan dan lamanya


mesin/ peralatan tidak beroperasi dapat
dengan

telah diuraikan di atas, dapat disimpulkan

tetapi

bahwa makin tinggi efisiensi makin tinggi

dilakukan setelah mesin itu rusak total.

pula keuntungan yang akan diperoleh,

Sistim pemeliharaan

maka bila efisiensi yang tinggi tersebut

perbaikan

dibandingkan

beberapa

berjalan baik, maka tidak diperlukan mesin

mempertimbangkan

ketersediaan tenaga kerja, suku cadang,

diminimalkan

setelah

pekerjaan pemeliharaan rutin. Umumnya

maintenance)
Tipe pemeriksaan dan perbaikan preventive
ini

misalnya

mesin

yang

sama

mesin meliputi

rencana inspeksi dan perbaikan secara

belum

periodik. Biaya pembuatan atau modal

diinginkan,

awal

konsep baru yang lain.

Dewasa ini pola

pemeliharaan dapat memberikan informasi

pemeliharaan

dianggap

informasi yang baik tentang masalah

efektif dan efisien jika jam operasi pada

masalah

peralatan,

peralatan tersebut masih dalam petunjuk

pemasangan unit unit cadangan dapat

pabrikan, jika jam operasi sudah terpenuhi

dibuat optimal. Selanjutnya

maka

dapat

dikurangi

servis

bila

mesin/

bagian

dilakukan

memberi
maka

keuntungan
perlu

prediktif

peralatan

harus

yang

dipikirkan

diganti.

lebih

Jika

standarisasi jenis mesin dan suplier dan

pergantian peralatan yang jam operasinya

juga meningkatkan mutu barang tanpa

telah

menambah biaya hingga modal dapat

dikhawatirkan kerusakan yang lebih parah

dihemat dan juga biaya-biaya pemeliharaan

akan terjadi dan menimbulkan kerugian

selanjutnya.
3. Sistim Pemeliharaan Ulang (corrective
maintenance).
Hal yang dilakukan

dalam

kegiatan

pemeliharaan ulang umumnya terjadi pada


peralatan atau mesin yang telah lama

terpenuhi

tidak

dilakukan,

yang lebih besar


E.

FAKTOR

MEMPENGARUHI
PEMELIHARAAN

FAKTOR

YANG
SISTEM

Supaya optimalisasi laba dapat tercapai melalui

akan menciptakan suasana kerja yang

sistem pemeliharaan ada beberapa faktor yang

penuh dedikasi dan tanggung jawab.

perlu

diperhatikan

dalam

mendesain

sistem

tersebut, antara lain:


a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Sedangkan kelemahan kelemahan yang akan


timbul dari kegiatan yang direncanakan adalah

Ruang lingkup pekerjaan


Lokasi pekerjaan
Prioritas pekerjaan
Metode yang digunakan
Kebutuhan material
Kebutuhan keahlian
Kebutuhan tenaga kerja

seperti:
a. adanya perasaan mendapat tugas tambahan
untuk melakukan perawatan pada saat
sistem ini diterapkan.
b. Perlu
melakukan input data semua
peralatan yang ada dalam suatu database,

F.

MANFAAT DAN KELEMAHAN DARI

SISTEM

PEMELIHARAAN

untuk dicatat dan diolah dalam sistem

YANG

untuk perencanaan pemeliharaan yang akan

DIRENCANAKAN

datang.

Sistem pemeliharaan terhadap peralatan/ fasilitas

Solusi yang dilakukan untuk mengatasi kelemahan

khususnya mesin akan memberi manfaat yang

kelemahan diantaranya dengan menciptakan

besar bagi perusahaan antara lain:

suasana untuk merasa memiliki sehingga dengan

a. Kesiapan

fasilitas

kegiatan

sendirinya beban dan tanggung jawab yang ada

operasional lebih baik, karena kerusakan

tidak merupakan penghalang untuk dapat bekerja

yang terjadi pada peralatan bisa berkurang

dan melakukan inovasi yang akhirnya dapat

karena adanya sistem perawatan yang baik

meningkatkan kesejahteraan.

dan teratur. Begitu juga untuk pengadaan

G. KESIMPULAN

suku cadang yang dibutuhkan akan lebih

Untuk dapat melaksanakan kegiatan pemeliharaan

terkontrol

tersedia

peralatan dengan cara yang benar, diperlukan

bilamana dibutuhkan.
b. Pelayanan yang sederhana dan teratur

sistem manajemen perawatan. Sistemnya dapat

dan

dalam

akan

selalu

dapat mengurangi kemacetan produksi,


lebih

cepat

memperbaiki

dan

murah

kerusakkan

daripada

yang

terjadi

secara tiba tiba.


c. Pengelolaan dan pelayanan perawatan yang
terencana dapat menjaga kesinambungan
hasil industri dengan kualitas dan efisiensi
yang tinggi.
d. Pemanfaatan tenaga kerja lebih besar dan
efektif,

dimana

frekuensi

dengan cara

manual ataupun

komputerisasi.
manajemen

dengan cara

Salah satu tujuan dari sistem

perawatan

adalah

operasi

dan

pekerjaan yang baik. Manfaat yang akan didapat


dari

pelaksanaan

terhadap

mesin

manajemen

mesin

pemeliharaan

khususnya

adalah

terjaganya suatu kondisi atau standar yang dapat


diterima atau dibutuhkan untuk menjaga semua
fasilitas

dalam

kondisi

kegiatan

siap

yang

pakai sehingga

pekerjaan

menciptakan

perawatan yang direncanakan dapat merata

mendapatkan

dalam setahunnya, sehingga penumpukan

pemeliharaaan

tugas perawatan akan terkurangi dan pada

efiisiensi, tetapi dalam penerapannya pemeliharaan

akhirnya cara kerja perawatan yang positif

dapat diterapkan jika

optimalisasi

terencana
laba.

mengutamakan
jam

untuk

Manajemen
pencapaian

operasi peralatan

tersebut masih dalam petunjuk pabrikan, jika sudah

kerugian lebih besar. Oleh sebab itu maka tidak

memenuhi jam operasi maka peralatan tersebut

seluruh peralatan dilakukan pemeliharaan, ada

harus diganti, karena telah dilakukan test oleh

kalanya suatu komponen sebaiknya diganti saja

pabrikan. Jika hal ini tidak dilakukan dikwatirkan

berdasarkan

kerusakan yang lebih parah akan terjadi dan

pemeliharaan malah merugikaN.

jam

operasi.

Jika

dilakukan

DAFTAR PUSTAKA
, 1994, Offshore Maintenance Management, Program Team Pengelola IWPL Migas dan KKSDBPPKA Pertamina, PPT Migas. Cepu.
Businessdictionary.com., 2008, (http://www.businessdictionary.com/definition/maintenancemanagement.html) Alfian Hamsi, 2004, Manajemen Pemeliharaan Pabrik,
(http://library.usu.ac.id/download/ft/mesin-alfian.pdf). Asyari Daryus, 2007, Manajemen Pemeliharaan
Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Darma Persada, Jakarta.
Heinz P Blonch, 1990, Improving Machinery Reliability 2nd ed. (Practical Machinery Management
Management for Process Plants). Gulf Publishing Co., Houston.
Hendris Agung, 2008, Maintenance dan Reliabilitas, (http://hendrisagung.wordpress.com/page/2/).