Anda di halaman 1dari 2

I.

PENDAHULUAN

A. Botani Kopi
Sejarah mencatat bahwa penemuan kopi sebagai minuman berkhasiat dan berenergi
pertama kali ditemukan oleh Bangsa Etiopia di benua Afrika sekitar 3000 tahun (1000 SM) yang
lalu. Kopi kemudian terus berkembang hingga saat ini menjadi salah satu minuman paling
populer di dunia yang dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat. Indonesia sendiri telah
mampu memproduksi lebih dari 400 ribu ton kopi per tahunnya. Sebagai negara penghasil kopi
terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan Vietnam, Indonesia mampu memproduksi
sedikitnya 748 ribu ton atau 6,6 % dari produksi kopi dunia pada tahun 2012. Dari jumlah
tersebut, produksi kopi robusta mencapai lebih dari 601 ribu ton (80,4%) dan produksi kopi
arabika mencapai lebih dari 147 ribu ton (19,6%). Luas lahan perkebunan kopi di Indonesia
mencapai 1,3 jutahektar(ha) dengan luas lahan perkebunan kopi robusta mencapai 1 juta ha dan
luas lahan perkebunan kopi arabika mencapai 0,30 ha (Hartono, 2013). Di samping rasa dan
aromanya yang menarik, kopi juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker, diabetes,
batu empedu, dan berbagai penyakit jantung (kardiovaskuler). (Sumber id.wikipedia.org)
Di Indonesia dikenal dua jenis kopi yaitu kopi Arabica dan kopi Robusta. Kedua jenis kopi
ini

menguasai

pasaran

kopi

dunia.

Klasifikasi:
Kingdom:

Plantae

Phylum:

Spermatophyta

Class:

Angiosperma

Order :

Gentianales

Family :

Rubiaceae

Subfamily :

Ixoroideae

Genus :

Coffea

Kopi terdiri lebih dari 90 species kopi. Dari seluruh spesies kopi hanya 25 yang paling
komersial untuk buah, dan hanya 4 spesies yang memiliki posisi terkemuka dalam perdagangan
biji kopi, yaitu arabica, robusta, liberica dan excelsa.
Kopi dapat tumbuh baik pada zona antara 20 O Lintang Utara dan 20O Lintang Selatan.
Sebagian besar daerah kopi di Indonesia terletak antara 0O 10O LS (Sumatera Selatan,

Lampung, Jawa, Bali, Sulawesi Selatan), dan sebagian kecil antara 0O 5O LU (Aceh, Sumatera
Selatan).
Kopi Arabika dapat ditanam pada elevasi 500 2000 m di atas permukaan laut. Tetapi
elevasi yang optimal adalah 800 1500 m di atas permukaan laut dengan temperatur rata rata
tahunan 17 21O C.
Bagi tanaman kopi, distribusi curah hujan lebih penting dari pada jumlah curah hujan per
tahun. Kopi memerlukan masa aga kering selama kurang lebih 3 bulan yang diperlukan bagi
pembentukan primordial bunga, florasi dan penyerbukan. Curah hujan yang optimal adalah 2000
3000 mm per tahun, dengan kurang lebih 3 bulan kering, tetapi dengan hujan kiriman yang
cukup.
Perakaran kopi relatif dangkal, sehingga peka terhadap keadaan lapisan lapisan tanah
paling atas. Derajat keasaman tanah (pH) yang baik bagi tanaman kopi adalah 5,5 6,5.