Anda di halaman 1dari 5

PERUBAHAN PERTAMA

UUD 1945 (SU MPR RI Tgl. 19 OKTOBER 1999)


BAB III
KEKUASAAN PEMERINTAHAN NEGARA
Pasal 5
(1) presiden berhak mengajukan rancangan undang-undang kepada dewan
perwakilan rakyat.
Danpaknya:
Presiden tidak lagi sepenuhnya memegang kekuasaan terhadap UUD tetapi masih bisa
mengajukan rancangan UUD kepada DPR.
Pasal 7
Presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya
dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali jabatan.
Danpaknya:
Pasal 9
(1) sebelum memangku jabatannya, presiden dan wakil presiden bersumpah
menurut agama, atau berjanji dengan sungguh-sungguh di hadapan Majelis
Permusyawratan Rakyat atau dewan perwakilan rakyat sebagai berikut: (A-1)
sumpah presiden (waikil presiden)
Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik
Indonesia (Wakil Presiden Republiik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadiladilnya, memegang teguh undang-undang dasar dan menjalankan segala undanguandang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan
Bangsa
Janji Presiden (wakil presiden)
saya berjanji dengan sungguh-sungguh akan memenuhi kewajiban presiden Republik
Indonesia (wakil presiden republik indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadiladilnya, memegang teguh uundang-undang dasar dan menjalankan segala udangundang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan
Bangsa
(1) jika Majelis Peermusyawaratan Rakyat atau Dewan Perwakilan Rakyat tidak
dapat mengadakan sidang, presiden dan wakil presiden bersumpah menurut

agama, atau berjanji dengan sungguh-sungguh di hadapan pemimpin Majelis


Permusyawaratan Rakyat dengan disaksikan pemimpin Mahkamah Agung.
Pasal 10
Tetap
Pasal 11
Tetap
Pasal 12
Tetap
Pasal 13
(1) Tetap
(2) Dalam hal mengangkat duta, presiden menmperhatikan pertimbangan dewan
perwakilan rakyat.
(3) Presiden menerima penempatan duta Negara lain dengan memperhatikan
pertimbangan dewan perwkilan rakyat.
Pasal 14
(1) presiden memberi grasi dan rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan
Mahkamah Agung
(2) presiden memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan
dewan perwakila rakyat.
Pasal 15
Presiden emberi gelar, tanda jasa dan lain-lain tanda kehormatan yang di atur dengan
undang-undang
BAB IV
DEWAN PERTIMBANGAN AGUNG
Pasal 16
(1) tetap
(2) tetap
BAB V
KEMENTERIAN NEGARA
Pasal 17
(1) Tetap
(2) Menteri-menteri itu diangkat dan diberhentikan presiden.
(3) Setiap menteri membidangi urusan tertentu dalam pemeritahan.
BAB VI

PEMERINTAH DAERAH
Pasal 18
Tetap
BAB VII
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
Pasal 19
(1) tetap
(2) tetap
pasal 20
(1) Dewan perwakilan rakyat memegang kekuasaan membentuk undang-undang.
(2) Setiap rancangan undang-undang dibahas oleh dewan perwakilan rakyat dan
presiden untuk mendapat persetujuan bersama.
(3) Jika undang-undang itu tidak mendapat persetujuan bersama, rancangan
undang-undang itu tidak boleh diajukan lagi dalam persidangan dewan
perwakilan rakyat pada masa itu
(4) Presiden mengesahkan rancangan undang-undang yang telah disetujui
bersama untuk menjadi undang-undang.
Pasal 21
Anggota dewan perwakilan rakyat berhak mengajukan usul rancangan undang-undang
Pasal 22
(1) Tetap
(2) Tetap
(3) Tetap
BAB VIII
HAL KEUANGAN
Pasal 23
(1) Tetap
(2) Tetap
(3) Tatap
(4) Tatap
(5) Tatap
BAB IX
KEKUASAAN KEHAKIMAN
Pasal 24

(1) Tetap
(2) Tetap
Pasal 25
Tetap
BAB X
WARGA NEGARA DAN PENDUDUK
Pasal 26
(1) tetap
(2) tetap
pasal 27
(1) tetap
(2) tetap
pasal 28
tetap
BAB XI
AGAMA
Pasal 29
(1) Tetap
(2) Tetap
BAB XII
PEMERINTAHAN DAN KEAMANAN NEGARA
Pasal 30
(1) Tetap
(2) Tetap
BAB XIII
PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Pasal 31
(1) tetap
(2) tetap
pasal 32
tetap
BAB XIV
KESEJAHTRAAN SOSIAL
pasal 33

(1) tetap
(2) tetap
(3) tetap
pasal 34
tetap
BAB XV
BENDERA DAN BAHASA
Pasal 35
Tetap
Pasal 36
Tetap
BAB XVI
PERUBAHAN UNDANG-UNDANG DASAR
Pasal 37
(1) tetap
(2) tetap
ATURAN PERALIHAN
Pasal I, II, III, dan IV
Tetap
ATURAN ANBAHAN
(1) Tetap
(2) Tetap