Anda di halaman 1dari 3

1.

Penyerapan Air oleh Tumbuhan


Tekanan osmotik juga merupakan mekanisme utama dalam pengangkutan air
ke bagian atas pada tumbuhan. Air bergerak dari daerah yang airnya lebih banyak
ke daerah yang airnya lebih sedikit. Kandungan air tanah lebih tinggi (hipertonis)
daripada air dalam tubuh tumbuhan (hipotonik). Demikian pula, air jaringan lebih
tinggi daripada air udara. Adanya perbedaan kadar air ini mendorong air masuk
ke dalam akar dan bergerak

dari tanah jaringan udara. Semua jenis zat

termasuk air akan bergerak menyebar karena adanya perbedaan (gradien) tekanan
atau suhu. Dalam hal ini tekanan pada daerah di sekitar akar (rizhosfir) berbeda
dengan tekanan di dalam sel atau jaringan sehingga air akan terdorong ke atas
lewat batang, cabang, dan ranting-ranting pohong oleh tekanan osmotik.
Perhatikan hubungan air (beda potensial air = PA = (psi)) antara tanah
jaringan udara berikut.

Desalinasi Air Limbah Melalui Osmosis Balik


Osmosis balik (Reverse Osmosis/RO) adalah suatu metode pemurnian melalui membran
semipermeabel pada suatu tekanan tinggi (50-60 psi). Tekanan tinggi tersebut akan
mendorong air melewati proses osmosis balik dari cairan yang memiliki kepekatan tinggi
menuju cairan dengan kepekatan rendah. Selama proses berlangsung, kotoran dan bahan

yang berbahaya akan dibuang sebagai air tercemar (concentrate), sedangkan molekul air
dan bahan yang berukuran lebih kecil dari pori-pori RO akan melewati poripori membran
sehingga dihasilkan air yang murni.

Antibeku pada Radiator Mobil


Di daerah beriklim dingin, ke dalam air radiator biasanya ditambahkan etilen
glikol. Di daerah beriklim dingin, air radiator mudah membeku. Jika keadaan ini
dibiarkan, maka radiator kendaraan akan cepat rusak. Dengan penambahan etilen
glikol ke dalam air radiator diharapkan titik beku air dalam radiator menurun,
dengan kata lain air tidak mudah membeku.

g mempunyai dua gugus hidroksil (OH) berfungsi untuk mencegah pembekuan


Ethylene glycol (HOCH2CH2OH)
Infus merupakan suatu alat yang digunakan untuk memberikan makanan ataupun obat
dalam bentuk cairan kepada pasien.

Garam memiliki kemampuan untuk membuang air dalam daging sapi yang berpotensi
sebagai tempat tumbuh bakteri dan jamur. Garam membuat tingkat keasaman sel bakteri
menjadi tidak seimbang sehingga bakteri pun tidak dapat tumbuh dalam daging.

Dapus
Novita, Laela. Reduksi Kadmium Dalam Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun Cair
Dengan Membran Osmosis Balik. http://digilib.batan.go.id/e-prosiding/File
%20Prosiding/Lingkungan/Pengolahan_limbah_IV_2004/artikel/laela_N_77.pdf.
2008. Diakses pada tanggal 4 Desember 2015.
Suyitno. Osmosis & Penyerapan Zat Pada Tumbuhan.
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/suyitno-aloysius-drs-ms/osmosisdan-penyerapan-zat-pada-tumbuhan.pdf. 2011. Diakses pada tanggal 4 Desember
2015.