Anda di halaman 1dari 44

DINAMIKA

USAHA ENERGI DAN


DAYA

USAHA
Dalam fisika, kata usaha memiliki pengertian yang
berbeda dengan pengertian dalam kehidupan
sehari-hari.
Dalam kehidupan sehari-hari, usaha diartikan
sebagai segala sesuatu yang dikerjakan manusia.

Sedangkan dalam fisika, usaha


didefinisikan sebagai gaya yang
bekerja pada suatu benda yang
menyebabkan benda tersebut
berpindah.

1.

Usaha oleh Gaya yang Searah dengan


Perpindahannya

Pada Gambar terlihat seseorang sedang


menarik kotak dengan gaya konstan F yang
menyebabkan kotak berpindah sejauh s.

Secara matematis, usaha yang dilakukan orang


tersebut adalah :

dengan
F = gaya (N)
s = perpindahan (m)
W = usaha (N.m = joule)

2. Usaha oleh Gaya yang Membentuk


Sudut terhadap Perpindahan

Pada Gambar, terlihat seseorang sedang


menarik koper dengan membentuk sudut
terhadap arah horizontal.

Secara matematis, usaha yang dilakukan orang


tersebut adalah :

dengan
F = gaya (N)
s = Perpindahan (m)
= sudut antara gaya dengan perpindahan
W = usaha (N.m = joule)

CONTOH SOAL :
Seorang anak berada dalam suatu kereta yang di tarik
oleh sebuah tali yang dikaitkan pada bagian depan
kereta. Jika gaya yang bekerja 10 N dan kereta diterik
sejauh 10 m, jawablah pertanyaan berikut:
1.Carilah usaha yang dilakukan
2.Carilah usaha yang dilakukan jika tali membentuk
sudut 600 terhadap bagian depan dan kereta terus
berjalan lurus kedepan seperti padapertanyaan 1.
3.Carilah usaha yang dilakukan jika sudut dalam
pertanyaan ke-2 menjadi 900

Jawab

Diketahui :
F = 10 N
= 600
900
S = 10 m
Ditanya :
W=?
Jawab :
1.W=F.S=(10 N)(10 m)=100 Nm=100 J
2.W=F.S.cos 600=(10 N)(10 m)(cos 600)=50 J
3.W=F.S.cos 900 =(10 N)(10 m)(cos 900)=0
(pertanyaan 2)

(pertanyaan 3)

TEOREMA USAHA DAN ENERGI


Energi didefinisikan sebagai kemampuan untuk
melakukan usaha. Suatu benda dikatakan memiliki
energi jika benda tersebut dapat melakukan usaha.
Misalnya kendaraan dapat mengangkat barang
karena memiliki energi yang diperoleh dari bahan
bakar.

Keberadaan energi bersifat kekal, sesuai dengan


pernyataan Hukum Kekekalan Energi yang berbunyi :
Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat
dimusnahkan
Energi hanya mengalami perubahan bentuk
dari bentuk satu menjadi bentuk lain.
Misalnya, energi bahan bakar berubah
menjadi energi kinetik yang dimiliki yang
dimiliki kendaraan.

1. Energi Kinetik
Energi kinetik merupakan energi yang dimiliki
benda karena gerakannya.
Jadi hanya benda bergerak yang memiliki
energi kinetik.

Energi
kinetik suatu benda besarnya
berbanding lurus dengan massa benda dan
kuadrat kecepatannya. Secara matematika
ditulis sebagai berikut:

dengan,

1
Ek .m.v 2
2

m = massa benda

(kg)

v = kecepatan benda (m/s)


Ek = Energi kinetik

(joule)

Berdasarkan Hukum II Newton, diketahui bahwa


percepatan berbanding lurus dengan gaya dan
berbanding terbalik dengan massa.
Maka usaha yang dilakukan pada benda adalah
jika

maka

dengan,
F = gaya (N)
s = perpindahan (m)
m = massa benda (kg)
a = percepatan benda (m/s2)
W = Usaha (joule)

Jika gaya F bekerja pada benda, benda tersebut akan


bergerak berubah beraturan (GLBB), sehingga berlaku

atau
dengan,
V0 = kecepatan awal benda (m/s)
Vt = kecepatan akhir benda (m/s)
a = percepatan benda (m/s2)
s = perpindahan (m)

Sehingga persamaan usaha pada benda menjadi

Dengan demikian, didapat hubungan usaha dan energi


kinetik, yaitu

Contoh soal:
Berapa usaha yang diperlukan seorang pelari cepat
dengan massa 74 kg untuk mencapai kecepatan 2,2
m/s dari keadaan diam?
Diketahui:

Ditanya:
Jawab:

m = 74 kg
Vt = 2,2 m/s
V0 = 0
W = ?

Jadi, usaha yang dilakukan oleh gaya pada benda sama


dengan perubahan energi kinetik partikel.

Persamaan di atas dikenal dengan teorema


Usaha-Energi.

2. Energi Potensial
Energi potensial merupakan energi yang
dimiliki suatu benda karena kedudukannya
atau keberadaannya.
Benda yang memiliki kedudukan di atas
permukaan bumi, dikatakan bahwa benda
tersebut
memiliki
energi
potensial
gravitasi.
Jika suatu benda yang ditegangkan, ditekan
atau ditarik maka benda itu akan memiliki
energi potensial pegas.

a. Energi Potensial Gravitasi


Energi
potensial gravitasi adalah
energi yang dimiliki oleh suatu benda
karena pengaruh tempat kedudukannya
(ketinggian).

dengan,
m = massa benda (kg)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
h = tinggi benda (m)
Ep = energi potensial gravitasi (Joule)

Misalnya, usaha untuk mendarat sebuah


Helikopter dari suatu ketinggian sampai ke
permukaan tanah adalah

Energi potensial dinyatakan dengan

Dengan demikian, didapat hubungan usaha


dan energi potensial sbb:

Jadi, perlakuan oleh gaya pada benda sama


dengan perubahan energi potensial.

dengan,
F = gaya (N)
s = perpindahan (m)
m = massa benda (kg)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
ht = tinggi akhir benda (m)
h0 = tinggi awal benda (m)
Ep = energi potensial gravitasi (Joule)
W = usaha (Joule)

Contoh soal:
g
m

Benda bermassa 2 kg jatuh bebas


dari ketinggian 20 m di atas tanah.
Tentukan usaha yang dilakukan
gaya berat benda tersebut pada
saat mencapai tanah.

Diketahui:

m=
h0 =
ht =
g =

2 kg
0
20 m
10 m/s2

Ditanya: W = ?
Jawab:

W = m . g . (ht h0)
= 2 . 10 . (20 0)
= 20 . 20
W = 400 joule

b. Energi Potensial Pegas


Ketika bahan elastis diberi regangan
maka pada bahan tersebut akan timbul
energi potensial.
Misalnya, karet atau pegas yang
direntangkan akan memiliki energi potensial.
gaya yang diberikan dihilangkan, energi
potensial pegas akan berubah menjadi
kinetik.
Sifat pegas ini dimanfaatkan dalam
shockbreaker dan busur panah.

Energi potensial yang dimiliki pegas atau


benda elastis besarnya berbanding lurus
dengan konstanta pegas k dan kuadrat
simpangannya.
Secara matematis dapat dinyatakan dengan
persamaan berikut
dengan,
k = konstanta pegas (N/m)
x = simpangan (m)
Ep = energi potensial pegas (Joule)

Persamaan di atas diperoleh dari hasil


penurunan persamaan gaya pegas yang
dirumuskan oleh Hooke.
Besarnya usaha yang diperlukan untuk
meregangkan pegas adalah sama dengan
keadaan energi potensial akhir dikurangi
keadaan energi potensial awal dari pegas

Atau

Untuk keadaan awal x1 = 0, energi potensial


awal Epawal = 0, sehingga usaha untuk
meregangkan pegas dari keadaan awal
adalah

Contoh soal:
Sebuah pegas memiliki konstanta pegas
2.102 N/m. Jika pegas tersebut ditarik
hingga bertambah panjang 20 mm, berapa
besar energi potensial pegas sebelum
dilepaskan?

Diketahui:
Ditanya:
Jawab:

k = 2.102 N/m
x = 20 mm = 2.10-2 m
Ep = ?

Hukum Kekekalan Energi Mekanik


Sebelumnya sudah dikemukakan bahwa energi di
alam ini tidak dapat dimusnahkan dan tidak dapat
diciptakan. Akan tetapi, energi hanya berubah
bentuk.

Jika gaya-gaya yang bekerja pada sebuah benda


bersifat konservatif maka total usaha yang
dilakukan sampai kembali kekedudukan semula
(satu siklus) adalah nol, atau energi yang dimiliki
benda tetap.

Sebuah benda massanya m bergerak vertikal ke


atas, pada ketinggian benda h1 kecepatannya v1,
setelah ketinggian benda mencapai h2 kecepatannya
v2.
Jika gaya gesekan benda dengan udara diabaikan,
akan memenuhi hukum kekekalan energi mekanik.

Usaha yang dilakukan pada benda sama dengan


negatif perubahan energi potensial

Usaha yang dilakukan pada benda sama dengan


perubahan energi kinetik

Dari kedua persamaan di atas, diperoleh:

atau dapat ditulis sebagai berikut:

Jumlah energi potensial dengan energi kinetik


disebut energi mekanik (Em). Oleh karena itu,
persamaan di atas dinamakan hukum kekekalan
energi mekanik (Em)

Dari rumus tersebut didapat bahwa jumlah energi


kinetik dan energi potensial suatu benda bernilai
tetap jika gaya-gaya yang bekerja pada benda
bersifat konservatif.

Contoh soal:
Sebuah kereta roller coaster mulai melaju dari
keadaan diam dari puncak lengkungan setinggi 5 m.
carilah kecepatan vektor kereta pada lembah
lengkung, dengan menganggap permukaannya
tanpa gesekan.

Penyelesaian:
Pakai kekekalan energi

EP + EK(atas) = EP + EK(bawah)
mgh + 0 = 0 + 1/2 mv2
(10 m/s2)(5 m) = (1/2 )(v2)
v = 10 m/s

(massa diabaikan)

Daya
Dua orang anak A dan B dapat memindahkan meja
sejauh 5 m. akan tetapi dalam memindahkan meja
itu si A dapat melakukannya lebih cepat daripada
si B.
Dapat dikatakan bahwa daya si A lebih besar
daripada daya si B.

Jadi, daya adalah kecepatan melakukan usaha atau


usaha per satuan waktu.
Dinyatakan dengan persamaan :

dengan,
W = usaha (J)
t = waktu (s)
P = daya (J/s = watt)

Satuan lain daya yang sering dijumpai dalam


kehidupan sehari-hari adalah
hp = Horse power;
DK = daya kuda;
PK = Paarden Kracht
dengan
1 hp = 1 DK = 1 PK = 746 watt

Dari rumusan daya, dapat disimpulkan bahwa


daya, jika dikalikan satuan waktu, s,
menghasilkan satuan watt.s atau J yang
merupakan satuan energi . Dari sini muncul
satuan energi
yang dikaitkan dengan
pemakaian energi
listrik sehari-hari yaitu
kwh.
1 kwh (kilo watt hour= kilo watt jam) dengan
demikian adalah sama dengan
103x 3600 watt s = 3,6 . 106 J

Contoh soal:
Sebuah mesin menghasilkan daya 2.000 watt,
berapakah kerja yang dihasilkan oleh mesin
itu selama 1 jam?
Diketahu: P = 2.000 watt
t = 1 jam = 3.600 s
Ditanya : W = ?
Jawab : W = p . t
W = 2000 w . 3600 s
W = 7.200.000 w.s
W = 7.200.000 Joule

Contoh SOAL :
Sebuah sistem tali/katrol dipakai untuk mengangkat sebuah balok.
Sistem katrol mengandung suatu unsur gesekan dan seperti sebuah
mesin, yang bekerja dengan efisiensi 80%. Jika gaya 10 N didekatkan
pada sistem ini dan tali ditarik sepanjang 50 m, tentukan berapa
banyak energi yang hilang sebagai gesekan/panas.
PENYELESAIAN

Kunci untuk menyelesaikan ini adalah dengan memahami prinsipprinsip konseptual. Jika sistem katrol mempunyai efisiensi 80%, anda
dapat mencari usaha yang disertai dengan naiknya kalor. Usaha yang
berkitan dengan kerekn tali, atau masukan usaha, adalah W=Fs atau
(10 N)(50 m)=500 J. Oleh karna efisiensi 80% atau 0,8; 0,8=(keluaran
usaha)/500 J. Jadi keluaran usaha harus sama dengan 400 J. sebagian
energi hilang sebagai gesekan sebanyak 500 J-400 J=100 J