Anda di halaman 1dari 2

Akurasi merupakan ukuran yang menunjukkan kedekatan hasil analisis

terhadap nilai yang sebenarnya. Sedangkan yang dimaksud dengan


presisi adalah ukuran yang menunjukkan penyebaran data yang diperoleh
jika pengukuran dilakukan secara berulang. Semakin menyebar data
maka semakin rendah tingkat presisi dari metode/instrumen tersebut.

Akurasi ditetapkan melalui uji rekoveri. Uji rekoveri dilakukan dengan


men-spike (menambahkan) analat target pada konsentrasi tertentu ke
dalam sampel. Semakin tinggi tingkat presisi dari suatu metode, maka
semakin besar nilai rekoveri yang diperoleh.
Tingkat

presisi

dapat

diperoleh

dari

nilai

RSD

(relative

standard

deviasion) hasil pengukuran sampel pada beberapa seri pengulangan.


Semakin tinggi tingkat presisi dari suatu metode/instrumen maka
semakin rendah nilai RSD-nya.
Selektivitas atau spesifisitas
suatu metode adalah kemampuannya
yang hanya mengukur zat tertentu
saja secara cermat dan seksama
dengan adanya komponen lain yang
mungkin ada dalam matriks sampel.
Selektivitas seringkali dapat dinyatakan sebagai derajat penyimpangan
(degree of bias) metode yang dilakukan
terhadap sampel yang mengandung
bahan yang ditambahkan berupa
cemaran, hasil urai, senyawa sejenis,
senyawa asing lainnya, dan dibandingkan terhadap hasil analisis sampel yang
tidak mengandung bahan
lain yang ditambahkan.

Batas deteksi adalah jumlah terkecil analit dalam sampel yang dapat
dideteksi yang masih memberikan
respon signifikan dibandingkan
dengan blangko. Batas deteksi merupakan parameter uji batas. Batas
kuantitasi merupakan parameter
pada analisis renik dan diartikan

sebagai kuantitas terkecil analit dalam sampel yang masih dapat memenuhi
kriteria cermat dan seksama.