Anda di halaman 1dari 4

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Umum Lanjut usia


2.1.1 Lanjut Usia
Menua (menjadi tua) adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk
memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan
terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita. Menurut WHO 2008, dibandingkan dengan
pertumbuhan penduduk berdasarkan kelompok usia lainnya, peningkatan proporsi jumlah lansia penduduk
berusia lebih dari 60 tahun meningkat cukup cepat di berbagai negara sebagai hasil dari semakin panjangnya
tingkat harapan hidup dan menurunnya angka kematian.
2.1.2 Batasan-Batasan Lanjut Usia
Menurut WHO (1999) batasan lanjut usia meliputi:
a. Usia pertengahan (Middle age) ialah kelompok usia 45-59 tahun
b. Lanjut usia (Elderly) antara 60-70 tahun
c. Lanjut usia tua (Old) antara 75-90 tahun
d. Usia sangat tua (Very old) diatas 90 tahun.
2.1.3 Teori Penuaan
Teori penuaan terbagi atas dua, meliputi:
A. Teori Genetik

Teori genetik memfokuskan mekanisme penuaan yang terjadi pada nucleus sel. Penjelasan teori yang
berdasarkan genetik diantaranya:
1. Teori Hayflick. Menurut studi hayflick dan Moorehead (1961), penuaan disebabkan oleh berbagai faktor,
antara lain perubahan fungsi sel, efek kumulatif dari tidak normalnya sel, dan kemunduran sel dalam organ
dan jaringan.
2. Teori Kesalahan. Dalam teori ini dinyatakan bahwa kesalahan dalam proses atau mekanisme pembuatan
protein akan mengakibatkan beberapa efek. Penurunan ketepatan sintesis protein secara spesifik telah
dihipotesiskan penyebabnya, yaitu ketidaktepatan dalam penyiapan pasangan kodon Mrna dan atikodon
tRNA.
3. Teori DNA lewah (kelebihan DNA). Medvedev (1972) mengemukakan teori yang berhubungan dengan
teori kesalahan, ia percaya bahwa perubahan usia biologis merupakan hasil akumulasi kesalahan dalam
memfungsikan gen (plasma pembawa sifat).
4. Teori rekaman. Rekaman (transcription) adalah tahap awal dalam pemindahan informsi dari DNA ke
system protein. Teori yang mengacu pada teory Hayflick itu menyatakan 4 kondisi berikut:
a. Dengan peningkatan usia terjadi perubahan yang sifatnya merusak metabolisme Posmitotic cells yang
berbeda.
b. Perubahan merupakan hasil dari kejadian primer yang terjadi pada inti kromatin.
c. Perubahan itu terjadi dalam inti kromatin kompleks, merupakan satu mekanisme kontrol yag bertanggung
jawab terhadap penampilan dan urutan penuaan primer.

d. Mekanisme kontrol itu meliputi regulasi transkripsi meskipun regulasi lain dapat terjadi.
B. Teori Non Genetik
Teori non genetik memfokuskan lokasi diluar nucleus, seperti organ, jaringan, dan system. Teori yang
berdasarkan non genetik antara lain:
1. Teori radikal bebas. Pada dasarnya radikal bebas adalah ion bermuatan listrik yang berada diluar orbin
dan berisi ion tak berpasangan, radikal bebas mampu merusak membran sel, lisosom, mitokondria dan inti
membran melalui reaksi kimia yang disebut peroksidasi lemak.
2. Teori autoimun. Menurut teori autoimun, penuaan diakibatkan oleh antibody yang bereaksi terhadap sel
normal dan merusaknya. Reaksi itu terjadi karena tubuh gagal mengenal sel normal dan memproduksi
antibodi yang salah.
3. Teori hormonal. Donner Denckle percaya bahwa pusat penuaan terletak pada otak. Pernyataan ini
didasarkan pada studi hipotiroidisme. Hipotiroidisme dapat menjadi fatal apabila tidak di obati dengan
tiroksi, sebab seluruh menifestasi dari penuaan akan tampak, seperti penuaan system kekebalan, kulit kriput,
uban dan penuaan proses metabolisme secara berlahan.
4. Teori pembatasan energy. Roy Walfrod (1986) adalah penganut kuat diet yang di dasarkan pada
pembatasan kalori yang di kenal sebagai pembatasan energy. Diet nutrisi tinggi yang rendah kalori berguna
untuk meningkatkan untuk tubuh agar tidak cepat tua.
2.1.4 Permasalahan Kesehatan Lansia

(Hardywinoto, 2005) Permasalahan kesehatan lanjut usia sebagai berikut:


1) Permasalahan Umum
a. Besarnya jumlah penduduk lanjut usia dan tingginya presentase kenaikan lanjut usia memerlukan upaya
peningkatan kualitas pelayanan dan pembinaan kesehatan lanjut usia.
b. Jumlah lanjut usia miskin makin banyak.
c. Nilai perkerabatan melemah, dan tatanan masyarakat makin individualistik.
d. Rendahnya kualitas dan kuantitas tenaga professional yang melayani lanjut usia.
e. Terbatasnya sarana dan fasilitas pelayanan bagi lanjut usia.
f. Adanya dampak pembangunan yang merugikan seperti urbanisasi dan populasi pada kehidupan dan
penghidupan lanjut usia.
2) Permasalahan Khusus
a. Terjadinya perubahan normal pada fisik lanjut usia.
Perubahan akan terlihat pada jaringan dan organ tubuh, seperti:
1. Kulit menjadi kering dan berkeriput
2. Rambut beruban dan rontok.
3. Penglihatan menurun sebagian atau menyeluruh.
4. Pendengaran juga berkurang.
5. Indra perasa menurun.
6. Daya penciuman berkurang
7. Tinggi badan menyusut karena proses osteoporosis yang berakibat badan bungkuk.
8. Tulang keropos massanya berkurang, kekuatannya berkurang dan mudah patah.
9. Elastisitas paru-paru berkurang, nafas menjadi pendek.