Anda di halaman 1dari 8

ANALISIS TEBAL PERKERASAN TAMBAHAN PADA

BANDAR UDARA NUSAWIRU CIJULANG


KABUPATEN CIAMIS
Oleh:Dedi Sutrisna, Drs., M.Si.
Abstrak
Bandar Udara Nusawiru merupakan bandara kelas perintis yang terletak di pantai
selatan Kabupaten Ciamis dan merupakan satu-satunya prasarana transportasi udara di daerah
tersebut. Konstruksi landasan pacu bandara dimaksud yang telah habis masa pelayanannya
diperlukan tebal lapis tambahan untuk dapat kembali mempunyai nilai kekuatan sesuai dengan
umur rencana yang ditetapkan.
Analisis tebal lapis tambahan pada landasan pacu Bandar Udara Nusawiru bertujuan
untuk mengetahui tebal lapis perkerasan landasan yang ideal guna mengatasi kerusakan yang
terjadi pada landasan tersebut. Adapun metode perencanaan yang dipakai yaitu metode FAA
(Federal Aviation Administration). Hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan ini adalah
harga CBR (California Bearing Ratio) subgrade, penentuan pesawat rencana, MTOW pesawat
rencana, jenis roda pendaratan, penentuan pesawat rencana, equivalent annual departure (R2),
beban satu roda (W2), Wheel load pesawat rencana (W1), dan equivalent annual departure
pesawat rencana (R1).
Dalam perencanaan tebal perkerasan lapis tambahan ini menggunakan pesawat rencana
CN 235, umur rencana adalah 10 tahun. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, bahwa
dari empat alternatif perhitungan tebal perkerasan lapis tambahan pada landasan pacu guna
perbaikan dan peningkatan landasan adalah 20,5 cm.
Kata kunci:
FAA, CBR, MTOW, CN 235.
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Bandara adalah suatu tempat dimana
kegiatan-kegiatan di dalamnya berhubungan
dengan
transportasi
udara.
Bandara
kebanyakan digunakan untuk tujuan
komersial meskipun ada beberapa bandara
yang berfungsi sebagai landasan pesawat
militer. Pedoman-pedoman perencanaan
bandara secara detail ada pada peraturanperaturan yang dikeluarkan FAA (Federal
Aviaton
Administration)
dan
ICAO
(Intenational Civil Aviaton Organization).
Di Indonesia sendiri aturan-aturan tersebut
tercakup dalam Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia Nomor 70 tahun 2001
tentang Kebandarudaraan dan Kepmen
Perhubungan No. KM 44 Tahun 2002
tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional.
Bandar Udara Nusawiru merupakan
bandara perintis yang terletak di pantai

selatan Kabupaten Ciamis. Berdasarkan


hasil pengamatan di lapangan konstruksi
perkerasan menggunakan perkerasan lentur
(fleksibel) terdiri dari subbase menggunakan
pasir kerikil, agregat base menggunakan
batu
pecah,
dan
aspal
penetrasi
menggunakan prime coat AC 60/70 dengan
tebal 7 cm. Kondisi struktur perkerasan yang
ada (existing) saat ini mengalami kerusakan,
bahu landasan yang retak-retak, ditumbuhi
rumput-rumput dan adanya genangan air
apabila terjadi hujan.
Perencanaan
perbaikan
Bandar
Udara Nusawiru menyangkut pelapisan
ulang perkerasan landasan yang meliputi
kualitas tanah dasar, beban pesawat rencana,
konfigurasi
roda
pendaratan
dan
keberangkatan tahunan ekivalen. Pesawat
rencana menggunakan CN-235 dengan
kapasitas penumpang 45 orang, bobot lepas
landas maksimum 15.100 kg (33,290 lb),
dan konfigurasi roda adalah Single Whell.

CAKRAWALA GALUH Vol. I No. 6 September 2011

111

Dedi Sutrisna

Analisis Tebal Perkerasan Tambahan Pada Bandar Udara Nusawiru Cijulang


Kabupaten Ciamis

Diharapkan bandar udara tersebut dapat


lebih mengembangkan akses dari dan ke
daerah
lain
guna
mengembangkan
kepariwisataan di Kabupaten Ciamis.
Dengan
adanya
perubahan
peruntukan landasan dari pesawat Cesssna
Grand Caravan PK-VVH menjadi pesawat
CN-235, maka perlu direncanakan tebal
lapis perkerasan ulang Bandar Udara
Nusawiru yang memadai bagi kepentingan
bandara tersebut.
B. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui tebal lapis tambah atau overlay
landasan pacu Bandar Udara Nusawiru yang
diperlukan dengan menggunakan pesawat
rencana CN 235.
LANDASAN TEORI
A.Konsep Umum Landasan Bandar
Udara
Bandar
udara
atau
bandara
merupakan sebuah fasilitas tempat pesawat
terbang dapat lepas landas dan mendarat. B
andara yang paling sederhana minimal
memiliki sebuah landas pacu namun
bandara-bandara besar biasanya dilengkapi
berbagai fasilitas lain, baik untuk operator
layanan
penerbangan
maupun
bagi
penggunanya.
Standar-standar rancangan FAA
sangat mirip dengan ketentuan-ketentuan
ICAO, yang memberikan keseragaman
fasilitas-fasilitas
bandar
uadara
dan
pedoman bagi para pembuat dan operator
pesawat terbang mengenai fasilitas-fasilitas
yang mungkin disediakan pada masa yang
akan datang.
Komponen Perkerasan Fleksibel
Landasan Bandar Udara, terdiri dari:
1.Lapis Permukaan (Surface)
2.Lapis Pondasi Atas (Base Course)
3.Lapis Pondasi Bawah (Subbase Course)
4.Lapisan Tanah Dasar (Subgrade)

Gambar 1. Lapisan Perkerasan


Landasan
B. Perencanaan Perkerasan Landasan
Perkerasan
landasan
adalah
konstruksi yang dibangun diatas tanah dasar
(subgrade), yang berfungsi untuk menopang
beban pesawat. Perencanaan konstruksi
perkerasan landasan dapat dilakukan dengan
berbagai metode, antara lain FAA (federal
Aviaton
Administration),
ICAO
(Intenational Civil Aviaton Organization)
dan Bina Marga (Indonesia).

Gambar 2. Bagan Alir Sistem


Perencanaan Perkerasan Landasan
Karakteristik kekuatan tanah untuk
perencaaan perkerasan fleksibel yang
digunakan dalam metode FAA adalah
nilai CBR. Parameter yang dibutuhkan
untuk perencaaan perkerasan ini meliputi
bobot lepas landas maksimum pesawat yang
menggunakan landasan, konfigurasi roda
pendaratan, volume lalu lintas, dan kualitas
tanah dasar.
C. Beban Pesawat dan Tipe Main Gear
Beban pesawat diperlukan untuk
menentukan tebal lapis keras landing
movement yang dibutuhkan. Beberapa jenis
beban pesawat yang berhubungan dengan
pengoperasian pesawat antara lain:

CAKRAWALA GALUH Vol. I No. 6 September 2011

112

Dedi Sutrisna

Analisis Tebal Perkerasan Tambahan Pada Bandar Udara Nusawiru Cijulang


Kabupaten Ciamis

a) Berat Kosong Operasi (Operating Weight


Empty = OWE)
b) Muatan (Payload)
c) Berat Bahan Bakar Kosong (Zero Fuel
Weight = ZFW)
d) Berat Ramp Maksimum (Maximum Ramp
Weight = MRW)
e) Berat Maksimum Lepas Landas
(Maximum Take Off Weight = MTOW)
f) Berat Maksimum Pendaratan (Maximum
Landing Weight = MLW)

Gambar 3. Tipe Konfigurasi Roda


Pendaratan Utama.
Keterangan:
Sr = jarak antar sumbu pada roda tandem
S = Jarak antar pusat kontak area
D. Penentuan Desain Pesawat (Air Craft)
Desain pesawat tidak harus pesawat
terberat yang diramalkan beroperasi, tetapi
adalah jenis pesawat yang membutuhkan
tebal perkerasan paling tebal menurut
Forecast Annual Departure tiap tipe
pesawat. Untuk perencanaan perkerasan
landasan di Bandara Udara Nusawiru
Cijulang menggunakan pesawat rencana
CN 235 (Single Wheel) dengan MTOW
15.100 lbs.
E. Volume Lalu Lintas
Forecast Annual Departure menurut
tipe pesawat diperlukan untuk perencanaan
tebal perkerasan. Informasi mengenai
pesawat yang beroperasi diperoleh dari
airport activity statistic. Penyelidikan
menunjukkan bahwa lalu lintas pesawat
pada umumnya disebarkan pada daerah
lateral dari permukaan perkerasan.

sesuai dengan faktor konversi pada tabel


berikut:
Tabel 1. Konversi Konfigurasi Roda
Pendaratan Umum

Keberangkatan tahunan dari pesawat


rencana ditetapkan dengan menjumlahkan
keberangkatan tahunan pesawat.
R2 = Repetisi pesawat pada tahun rencana x
faktor konversi (2.1)
Log R1 = Log R2 (W2/ W1)
(2.2)
Dimana :
R1 = keberangkatan tahunan ekivalen oleh
pesawat rencana
R2 = jumlah keberangkatan tahunan oleh
pesawat lain
W1= beban roda pesawat rencana (kg)
W2= beban roda pesawat lain (kg)
G. Daya Dukung Tanah Dasar
Untuk melengkapi data/keterangan
tentang sifat tanah, dilakukan penyelidikan
tanah, merupakan data dasar yang
diperlukan untuk mengembangkan suatu
bandar udara. Kuat dukung tanah di ukur
dengan pengujian California Bearing Ratio
(CBR), pengujian ini didasarkan pada
desakan dengan pertambahan regangan
(strain) yang seragam, gaya desak yang
dibutuhkan
untuk
mendapatkan
penetrasi.tanah
H. Tebal Perkerasan Fleksibel
Kurva perencanaan tebal lapis
permukaan, tebal lapis pondasi bawah dan
total tebal perkerasan, seperti gambar
dibawah ini:

F.
Penentuan
Equivalent
Annual
Departure ke Pesawat Rencana
Perbedaan konfigurasi roda pendaratan
utama tersebut harus dikonversikan terhadap
roda pendaratan utama pesawat rencana,
CAKRAWALA GALUH Vol. I No. 6 September 2011

113

Dedi Sutrisna

Analisis Tebal Perkerasan Tambahan Pada Bandar Udara Nusawiru Cijulang


Kabupaten Ciamis

METODOLOGI PENELITIAN
A.Waktu dan Tempat
Penelitian ini dilakukan pada bulan
Januari sampai Februari 2011 di Bandar
Udara Nusawiru Cijulang Kabupaten
Ciamis. Lokasi ini dipilih mengingat bandar
udara tersebut merupakan satu-satunya
transportasi udara di Kabupaten Ciamis
yang
dapat
memacu
perkembangan
perekonomian,
khususnya
di
sektor
pariwisata.
B. Data Penelitian
1. Data Bandar Udara Nusawiru

Gambar 3. Kurva Perancangan


Perkerasan Fleksibel
Untuk perencanaan tebal minimum
lapis pondasi seperti pada gambar berikut ini
:

2.Data Pesawat Rencana


Pesawat rencana yang digunakan
adalah CN-235, dengan spesifikasi sebagai
berikut:
Kru: 2(dua) pilots
Kapasitas: sampai 45 penumpang
Panjang: 21.40 m (70 ft 3 in)
Bentang sayap: 25.81 m (84 ft 8 in)
Tinggi: 8.18 m (26 ft 10 in)
Area sayap: 59.1 m (636 ft)
Berat Kosong: 9,800 kg (21,605 lb)
Berat Isi: 15,500 kg (16,500 kg
Military load) ( lb)
Maksimum take off: 15,100 kg
(33,290 lb)

Gambar 4. Kurva Perencanaan Tebal


Minimum Lapis Pondasi

C. Metode Penelitian
1. Metode FAA
Langkah-langkah perencanaan tebal
lapis tambah (overlay) perkerasan bandar
udara dengan Metode FAA (Federal
Aviation
Administration)
dengan
menggunakan perkerasan fleksibel adalah
sebagai berikut :
1. Menentukan nilai CBR Tanah
Dasar (Subgrade).

CAKRAWALA GALUH Vol. I No. 6 September 2011

114

Dedi Sutrisna

Analisis Tebal Perkerasan Tambahan Pada Bandar Udara Nusawiru Cijulang


Kabupaten Ciamis

2. Menentukan Daya Dukung Tanah


(DDT)
3. Menentukan Beban Pesawat dan
Tipe Main Gear.
4. Menentukan
Keberangkatan
Tahunan Ekivalen
5. Menentukan Equivalent Annual
Departure ke Pesawat Rencana.
6. Menentukan tebal lapis tambahan
perkerasan,
yaitu
lapisan
permukaan (surface), lapis pondasi
(base course), lapis pondasi bawah
(subbase course) dan lapisan tanah
dasar (subgrade).
7. Menetapkan Tebal Lapis Tambah
2. Tahapan Penelitian
Tahapan
penelitian
yang
dilakukan
digambarkan dalam bagan alir berikut ini :

Untuk perencanaan tebal lapis


tambahan diperlukan daya dukung tanah
yang baik agar struktur perkerasan landasan
dapat menahan beban pesawat secara
optimal.
Faktor-faktor
yang
harus
diperhatikan dalam perencanaan tebal lapis
tambahan adalah sebagai berikut :
1. CBR tanah dasar (subgrade)
2. Daya Dukung Tanah (DDT)
3. Tebal lapisan tambahan
B. CBR Tanah Dasar (Subgrade)
Dari data CBR akan dihitung dengan
4 (empat) alternatif nilai CBR yaitu dengan
nilai nilai CBR rata-rata tiap 4 titik. Nilai
CBR yang didapatkan dari yang terendah
adalah: 7.1, 9.1, 10.9, 13.6. Nilai CBR yang
digunakan adalah nilai CBR tertinggi yaitu
13,6 %.
Nilai CBR lapis pondasi bawah untuk
perhitungan tebal perkerasan diambil nilai
CBR terendah yaitu 36%.

Gambar 5. Bagan Alir Penelitian

HASIL PENELITIAN DAN


PEMBAHASAN
Susunan perkerasan landasan dengan
perkerasan fleksibel yaitu :
a. Lapis Permukaan
:7,00 cm (AC)
b. Lapis Pondasi Atas
:20,00 cm
c. Lapis Pondasi Bawah :15,00 cm

A.Perencanaan Lapis Tambahan

C. Penentuan Beban Pesawat dan Tipe


Main Gear
Perencanaan tebal perkerasan harus
memakai Maximmum Take Off Wight
(keadaan paling aman). Pada perencanan
tebal lapis tambahan perkerasan Bandar
Udara Nusawiru Cijulang Kabupaten Ciamis
menggunakan pesawat rencana CN-235
dengan MTOW (Maximmum Take Off
Wight) 15.100 kg (33,290 lb) dengan tipe
main gear Single Whell. Desain pesawat
tidak harus pesawat terberat yang
diramalkan beroperasi, tetapi adalah jenis
pesawat
yang
membutuhkan
tebal
perkerasan paling tebal menurut forecast
annual departure tiap tipe pesawat.
D. Penentuan Keberangkatan Tahunan
Ekivalen
Keberangkatan Tahunan Ekivalen
(R1) dari pesawat rencana CN 235
ditetapkan
dengan
menjumlahkan
keberangkatan tahunan dari pesawat lain
(R2) yang beroperasi di Bandar Udara
Nusawiru Cijulang. Contoh perhitungan
jumlah keberangkatan tahunan oleh pesawat
lain (R2) berdasarkan rumus (2.1) untuk

CAKRAWALA GALUH Vol. I No. 6 September 2011

115

Dedi Sutrisna

Analisis Tebal Perkerasan Tambahan Pada Bandar Udara Nusawiru Cijulang


Kabupaten Ciamis

pesawat F 28 dengan repetisi rencana


tahun 2018 = 89 dan faktor konversi = 0,6
adalah sebagai berikut:
R2 pesawat F 28 = 89 x 0,6 = 53,4
Tabel 2. Jumlah Keberangkatan Tahunan
oleh Pesawat Lain (R2)

Total tebal perkerasan existing =


a. Lapis Permukaan :7,00 cm (AC)
b. Lapis Pondasi Atas :20,00 cm
c. Lapis Pondasi Bawah:15,00 cm +
42,00 cm
Dari perhitungan beberapa alternatif di
atas dapat dilihat dalam tabel di bawah ini :
Tabel 4. Alternatif Ketebalan Rencana
10 Tahun Kedepan

Sumber : Hasil Perhitungan

Tabel 3. Penentuan Equivalent Annual


Departure ke Pesawat Rencana CN-235

Sumber : Hasil Perhitungan

Keterangan :
R1 = Equivalent Departures ke pesawat CN
235
R2 = Repetisi pesawat pada tahun rencana x
faktor konversi)
W1 = Beban roda dari pesawat rencana
W2 = beban satu roda pesawat
E. Penentuan Tebal Lapis Tambahan
1. Alternatif I dengan Nilai CBR 9,1%
Surface
4 inchi
10 cm
Base Course 5,63 inchi 14,07 cm
Subbase
7,72 inchi
19,3 cm
Sumber : Hasil Perhitungan
2. Alternatif II dengan Nilai CBR 13, 6%
Surface
4 inchi
10 cm
11,85
Base Course
29,62 cm
inchi
Subbase
7 inchi
17,5 cm
Sumber : Hasil Perhitungan
3. Alternatif III dengan Nilai CBR 7, 1 %
Surface
4 inchi
10 cm
Base
6,1 inchi
15,25 cm
Course
Subbase
11,8inchi
29,5 cm
Sumber : Hasil Perhitungan
4. Alternatif IV dengan Nilai CBR 10, 9%
Surface
4 inchi
10 cm
Base Course 8,75 inchi 21,87 cm
Subbase
8,15 inchi 20,38 cm
Sumber : Hasil Perhitungan
F. Penetapan Tebal Lapis Tambahan

Sumber : Hasil Perhitungan

SIMPULAN DAN SARAN


A.Simpulan
Dari hasil analisis yang dilakukan,
maka dapat ditarik simpulan bahwa tebal
perkerasan lapis tambahan Bandar Udara
Nusawiru untuk umur rencana 10 tahun
kedepan adalah sebagai berikut :
a. Alternatif I dari nilai CBR 9,1 dan total
tebal perkerasan 45, 6 cm, didapat nilai
tebal perkerasan lapis tambahan 3,6 cm.
b. Alternatif II dari nilai CBR 13,6 dan
total tebal perkerasan 62,5 cm, didapat
nilai tebal perkerasan lapis tambahan
20,5 cm.
c. Alternatif III dari nilai CBR 7,1 dan total
tebal perkerasan 44, 62 cm, didapat nilai
tebal perkerasan lapis tambahan 2,62
cm.
d. Alternatif IV dari nilai CBR 10,9 dan
total tebal perkerasan 55,38 cm, didapat
nilai tebal perkerasan lapis tambahan
13,38 cm.
Berdasarkan
keempat alternatif
diatas, maka tebal perkerasan lapis
tambahan Bandar Udara Nusawiru untuk 10
tahun ke depan guna perbaikan dan
peningkatan landasan adalah 20, 5 cm. Hasil
ini diambil berdasarkan nilai CBR yang
tertinggi yaitu 13,6, karena semakin baik
kondisi tanah, maka semakin besar nilai
CBR nya.

Dedi Sutrisna

Analisis Tebal Perkerasan Tambahan Pada Bandar Udara Nusawiru Cijulang


Kabupaten Ciamis

B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian ini,
penulis dapat memberikan saran sebagai
berikut :
1. Untuk perencanaan landasan pacu
(Runway), selain kondisi lingkungan,
perlu dipertimbangkan juga data prestasi
pesawat rencana, sehingga didapatkan
hasil perhitungan yang paling tepat
untuk digunakan.
2. Agar kekuatan landasan sesuai dengan
umur rencana, maka pihak kontraktor
harus memperhatikan mutu bahan yang
akan digunakan.
3. Dalam pelaksaaan konstruksi perkerasan
hendaknya dilakukan pengawasan yang
ketat untuk menjaga agar tidak terjadi
kegagalan yang dapat menyebabkan
kerugian baik waktu, biaya, maupun
jiwa.
4. Dalam
pemeliharaan
hendaknya
dievaluasi
secara
berkala
guna
menanggulangi hal-hal yang tidak
diinginkan
bagi
keamanan
dan
kenyamanan.

Riwayat Penulis
Dedi Sutrisna, Drs., M.Si. adalah Dosen
Kopertis Wilayah IV dpk Fakultas Teknik
Universitas Galuh,
Kandidat Doktor
Teknologi Kejuruan UPI Bandung.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2010. Gambaran Umum Bandar
Udara
Nusawiru,
Dinas
Perhubungan Provinsi Jawa Barat.
Bandung.
Anonin, 1996. Pekerjaan Hotmix/ AC
Bandar
Udara
Nusawiru,
Departemen Pekerjaan Umum
Kabupaten Daerah Tingkat II
Ciamis, Jawa Barat.
Horonjeff, Robert / Francis X. McKelvey.
1988.
Perencanaan
dan
Perancangan Bandar Udara.
Erlangga, Jakarta.
Sandhyavitri, Ari & Hendra Taufik. 2005.
Teknik Lapangan Terbang 1
(teori dasar). Universitas Riau.
Pekanbaru.
Zally, Ismail. 2007. Konstruksi Landasan
Pacu. Balai Pendidikan dan
Pelatihan
Penerbangan.
Palembang.

CAKRAWALA GALUH Vol. I No. 6 September 2011

117

Dedi Sutrisna

Analisis Tebal Perkerasan Tambahan Pada Bandar Udara Nusawiru Cijulang


Kabupaten Ciamis

CAKRAWALA GALUH Vol. I No. 6 September 2011

118