Anda di halaman 1dari 2

Daun dan Biji Sirsak: Pestisida Alami Untuk Mengendalikan Wereng

Wereng adalah sebutan umum untuk serangga penghisap cairan tumbuhan.


Ukuran tubuhnya kecil. Terdapat beberapa jenis hama wereng, beberapa
diantaranya antara lain wereng hijau dan coklat. Karena hanya bisa hidup dengan
menghisap cairan tumbuhan, wereng menjadi hama penting dalam budidaya
tanaman, selain sebagai pemakan langsung, wereng juga menjadi vektor bagi
penularan sejumlah penyakit tumbuhan dari kelompok virus.
Untuk membuat pestisida alami dari daun sirsak diperlukan daun sirsak sebanyak
1 genggam, rimpang jeringau sebanyak 1 genggam, bawang putih 20 siung, sabun
colek 20 gr dan air sebanyak 20 liter. Daun sirsak berfungsi sebagai penghamabat
nafsu makan serangga, sedangkan jeringau dan bawang putih berfungsi untuk
pengusir serangga dengan baunya yang khas. Bawang putih juga mengandung
alisin yang akan membantu pertumbuhan jaringan yang rusak. Sementara itu
sabun colek berfungsi sebagai perekat ketika larutan disemprotkan.
Cara pembuatan: Daun sirsak, rimpang jeringau, dan bawang putih ditumbuk
sampai halus, kemudian dicampur dengan sabun colek. Campuran tersebut
kemudian direndam dalam air 20 liter selama dua hari. Larutan selanjutnya
disaing dengan kain halus dan siap diaplikasikan. Setiap 1 liter air saringan
diencerkan dalam 15 liter air, kemudian disemprotkan merata ke bagian bawah
tanaman padi.
Cara lainnya yakni menggunakan biji dan daun sirsak yang sudah dicincang
halus sebanyak 250 gram, dicampur dengan mikroba (efektif mikroorganisme)
sebanyak 50 ml, tetes gula sebanyak 50 ml, dicampur dengan 1 liter air.
Keseluruhan bahan dimasukan ke dalam drum plastik, tutup drum rapat-rapat dan
simpan ke dalam ruangan yang hangat (20-35 derajat celcius) dan tidak terkena
sinar matahari langsung. Aduk secara teratur dengan cara menggoyangkan ember
dan tutup drum dibuka sebentar untuk membebaskan gas. Fermentasi akan mulai
dan gas akan dibebaskan dalam 2-5 hari. Lalu masukkan ekstrak yang dihasilkan
ke dalam botol plastik setelah disaring. Penggunaan Ekstrak dapat dilakukan
dengan disiramkan ke tanah atau tanaman secara merata dalam bentuk larutan
dengan dosis 5-10 cc/liter air. Penyemprotan pada tanaman yang dilakukan setelah
pertumbuhan tunas, secara kontinyu sebelum hama atau penyakit muncul,
penyemprotan dilakukan sore atau pagi hari, di waktu angin tidak bertiup kencang
atau setelah hujan.#

Ramuan Tembakau Mengatasi Serangan Ulat

Misalnya, ramuan yang terbuat dari 50 lembar daun sirsak dicampur dengan
segenggam tembakau berkualitas jelek, bisa digunakan untuk membasmi ulat dan
belalang.
Cara membuatnya sangat sederhana. Kedua bahan itu ditumbuk sampai lumat
kemudian direndam dalam seliter air selam 24 jam. Hasil rendaman disaring dan
dicampur dengan 14 liter air sebelum digunakan untuk menyemprot padi.
Dia memperkenalkan berbagai ramuan bioensektisida dengan bahan tembakau.
Selain diramu dengan daun sirsak, tembakau yang diramu dengan laos dan gambir
juga bisa untuk membasmi ulat grayak. Caranya, satu ons laos, satu kilogram
tembakau, dan lima biji gambir ditumbuk halus dan ditambah 10 gelas air.
Difermentasikan
Campuran itu kemudian difermentasikan dengan 250 cc EM4. Setelah itu, larutan
tersebut dapat digunakan untuk menyemprot hama ulat grayak dengan
perbandingan satu gelas larutan dicampur 10 liter air. Dengan dua tiga kali
semprot, ulat dapat diatasi.
''Tembakau yang dicampur dengan delingo dan bengle atau tembakau dicampur
daun sirih dan daun jarak juga bisa digunakan untuk mengatasi walang sangit
Campuran pertama terdiri atas satu ons delingo dan satu ons bengle direndam
dalam satu liter air semalam. Kemudian segenggam tembakau direndam dalam
satu liter air semalam. Kedua rendaman dicampur dan disaring. Setiap dua liter
rendaman dapat digunakan untuk menyemprot seperempat hektare lahan.
Campuran kedua terdiri atas satu ons daun sirih, satu ons daun jarak, dan satu ons
daun tembakau ditumbuk halus dan direndam dengan tiga liter air. Setelah itu,
disaring dan dapat digunakan untuk menyemprot lahan setelah diencerkan dengan
air, tiap liter air ditambahkan 3 cc larutan.