Anda di halaman 1dari 34

ANGGARAN PENDAPATAN

DAN BELANJA NEGARA RI


(APBN)
Hj.Wadiyah Rudy,SE,MM

ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA


NEGARA RI(APBN)
Anggaran pendapatan dan belanja negara
adalah rencana yang disusun oleh pemerintah
dituangkan dalam nilai mata uang, yang ditetapkan
dengan undang-undang antara lain meliputi:
1. Perkiraan
jumlah tertinggi belanja/pengeluaran
negara yang dibutuhkan oleh pemerintah dalam
satu periode tertentu(lazimnya 1 tahun)
2. Perkiraan
jumlah pendapatan negara yang
diperlukan
oleh
pemerintah
membiayai
belanja/pengeluaran pemerintah dalam satu
periode tertentu(lazimnya 1 tahun)

PENGERTIAN YANG BERKAITAN DENGAN


SIKLUS ANGGARAN
ANGGARAN RUTIN ADALAH: Bagian dari
APBN yang terdiri dari anggaran/sumber-sumber
penerimaan rutin(sekarang disebut penerimaan
dalam
negeri)
dan
anggaran
belanja/pengeluaran rutin.
ANGGARAN
PEMBANGUNAN
ADALAH:
Bagian
dari
APBN
yang
terdiri
dari
anggaran/sumber-sumber
penerimaan
pembangunan (penerimaan yang berasal dari
utang/bantuan
luar
negeri)dan
belanja/pengeluaran pembangunan.

PENGERTIAN
ANGGARAN
SECARA
SEDERHANA
ADALAH:
Rencana
kegiatan
secara
kuantitatif(dengan
angka-angka
diantaranya
diwujudkan
dalam jumlah mata uang, yang akan
dijalankan
untuk
masa
mendatang
lazimnya 1 tahun.
ANGGARAN
NEGARA
Atau
dapat
disebut juga anggaran pendapatan dan
belanja negara (APBN).

DEFINISI ANGGARAN MENURUT AHLI

JOHN F.DOE: Anggaran adalah suatu


rencana keuangan untuk jangka waktu
tertentu dimana dalam suatu budget
yang diumumkan adalah pernyataan
yang diharapkan untuk periode yang
akan datang bersama-sama data-data
pengeluaran dan pendapatan nyata
untuk periode yang sedang berjalan dan
untuk periode yang lalu.

MENURUT NEWMAN: Anggaran adalah


suatu rencana keuangan dari suatu periode
tertentu
yang
termasuk
didalamnya
usulan-usulan mengenai keuangan pada
badan legislatif untuk disetujui.
MARZUKI ELIAS: Mengemukakan pula
bahwa anggaran merupakan dasar untuk
mengambil
keputusan
mengenai
penerimaan,
pengeluaran
dan
juga
dilakukan untuk pengawasan.

ANGGARAN DAPAT DITINJAU DARI


BERMACAM CARA

DALAM ARTI TATA USAHA Merupakan


suatu kekuasaan yang dipisahkan antara
pihak legislatif dengan pihak eksekutif.
DALAM ARTI POLITIK yaitu mencakup
semua
tugas
pemerintah
yang
membutuhkan pengeluaran negara.
DALAM
ARTI
HUKUM
Sangat
tergantung tentang hak budget.

SISTEM PENYUSUNAN ANGGARAN

Adalah suatu penyusunan anggaran atau


syarat
pelaksanaan
daripada
anggaran(budget)
itu
sendiri
agar
menjadi lebih mudah, efisien dan efektif.

3 SISTEM PENYUSUNAN ANGGARAN


APBN SECARA SISTEMATIS
1.

TRADISIONAL
BUDGET
YAITU:
Penyusunan anggaran tidak berdasarkan
pada pemikiran dan analisa terhadap
rangkaian kegiatan yang akan dilakukan
guna mencapai tujuan yang telah
ditentukan.
Dalam penyusunan yang
merupakan
hal
terpenting
adalah
pertanggung jawaban dari pelaksanaan
anggaran,
pengawasan
serta
penyusunan pembukuan.

2. PERFORMANCE BUDGET: Yaitu suatu sistem


anggaran yang menentukan maksud dan tujuan
yang menentukan rancangan yang dibuat dalam
bentuk tindakan-tindakan sehingga biaya yang
dikeluarkan
tersebut mencapai
tujuan
yang
diinginkan.
3.
PLANNING,
PROGRAMMING,AND
BUDGETTING
SYSTEM(SYSTEM
ANGGARAN
TERPADU) Yaitu sistem yang mengarah pada
benefit atau manfaat dari biaya atau proyek apa
yang kita laksanakan didasarkan pada efisiensi dan
efektivitas.

CIRI-CIRI SISTEM ANGGARAN TERPADU


(PPBS)
1.
2.

3.

4.

Peranan ahli sangat menonjol


Untuk mencapai tujuan PPBS harus
menguasai informasi yang akurat
Kunci
utama
ditetapkan
dalam
perencanaan,
sehingga
bagian
perencanaan dari tiap-tiap departemen
memegang peranan penting.
PPBS mengharuskan kita harus lebih
bersikap rasional dalam mencapai tujuan
secara lebih efisien dan efektif.

MANFAAT SISTEM ANGGARAN


TERPADU(PPBS)
1.

2.

3.

4.
5.

Mengindentifikasi
tujuan
pembangunan
nasional secara cermat dan terus menerus.
Kita bisa memilih yang mendasar, yaitu dengan
skala prioritas.
Mencari kemungkinan dari tujuan-tujuan yang
paling efektif dan biaya-biaya yang paling kecil.
Dapat menyatakan biaya yang akan datang.
Dapat mengukur pelaksanaan program dalam
pencapaian hasil dari setiap biaya yang
dilakukan.

PRINSIP-PRINSIP APBN
1.

2.

3.

COMPREHENSIVE: yaitu suatu prinsip yang harus


mencakup seluruh aspek kehidupan yang dapat
dibiayai dengan anggaran.
UTILITY: Yaitu merupakan suatu prinsip dimana
semua jumlah yang tercantum didalam anggaran baik
dibidang penerimaan maupun pengeluaran harus
bersifat bulat dengan mempunyai angka-angka yang
utuh.
SPECIFICATION: yaitu prinsip yang menyatakan
bahwa suatu anggaran harus terperinci mulai dari
departemen sampai ke instansi yang terkecil dengan
tujuan agar semua kebutuhan dapat terpenuhi.

4. ACCURATE: Merupakan prinsip bahwa


menentukan jumlah penerimaan dan
pengeluaran haruslah secermat mungkin
agar menjadi utuh.
5. PUBLICITY: Merupakan prinsip bahwa
anggaran haruslah mudah di mengerti
oleh masyarakat.

MAKSUD DAN TUJUAN APBN


1.

2.
3.

4.
5.

Rasionalisasi pemanfaatan potensi yang


ada
Penyempurnaan rencana
Penggunaan sumber-sumber menurut objek
pembelanjaan
Landasan yuridis formil
Menampung,
menganalisa
mengambil
keputusan alokasi pembelanjaan dapat
memperkirakan
biaya-biaya
dengan
anggaran yang ada.

FUNGSI ANGGARAN NEGARA RI


1.
2.
3.

Fungsi hukum(formil)
Fungsi materiil
Fungsi kebijaksanaan

Anggaran
negara
sebagai
hukum
diwujudkan dalam bentuk UU anggaran
pendapatan dan belanja negara(APBN) yang
ditetapkan sebagai undang-undang berarti
mempunyai fungsi hukum(formil) berarti
badan legislatif(DPR) memberikan kuasa
kepada badan eksekutif(pemerintah) untuk
melaksanakan kegiatan-kegiatan dan proyek
proyek yang ditetapkan dalam anggaran,
yang mana sumber pembiayaannya berasal
dari anggaran pendapatan.

Fungsi
Materiil
berarti
anggaran
negara
merupakan
suatu
rencana
(planning) yang diwujudkan dalam nilai
mata uang disatu pihak berisi jumlahjumlah pengeluaran (belanja) negara
setinggi-tingginya
untuk
membiayai
kegiatan-kegiatan
dan
proyek
pemerintah untuk masa 1 tahun
mendatang.

FUNGSI KEBIJAKSANAAN

Anggaran
negara
berfungsi
kebijaksanaan berarti anggaran negara
menggambarkan kebijaksanaannya yang
akan oleh pemerintah untuk masa satu
tahun mendatang.

SIKLUS (DAUR) KEGIATAN ANGGARAN


NEGARA

Adalah kegiatan yang diawali dari


penyusunan rancangan UU anggaran
pendapatan dan belanja (APBN) dan
diakhiri dengan pengesahan perhitungan
anggaran negara(pertanggung jawaban
anggaran negara)oleh perwakilan rakyat.

TAHAPAN SIKLUS KEGIATAN ANGGARAN NEGARAMENURUT HARYONO SUMODIRJO, SH

1.
2.

3.
4.
5.

Penyusunan rancangan UU APBN


Pembahasan (pengesahan) rancangan
UU APBN
Pelaksanaan UU APBN
Pengawasan pelaksanaan UU APBN
Pengesahan
perhitungan
anggaran
negara(pertanggung jawaban anggaran
negara)

CIRI-CIRI UTAMA APBN INDONESIA


PRINSIP
ANGGARAN
BERIMBANG(BALANCED
BUDGET) Adalah sisi penerimaan sama dengan sisi
pengeluaran,dimana defisit anggaran ditutup bukan
untuk mencetak uang batu melainkan dengan
bantuan/pinjaman utang luar negeri.
2. PRINSIP ANGGARAN DINAMIS
A .ANGGARAN DINAMIS ABSOLUT adalah Peningkatan
jumlah tabungan pemerintah dari tahun ketahun,
sehingga kemampuan menggali sumber dalam negeri
bagi pembiayaan pembangunan dapat tercapai.
B. ANGGARAN DINAMIS RELATIF Adalah semakin
kecilnya ketergantungan pembiayaan terhadap bantuan
luar negeri atau pinjaman luar negeri.
1.

3. PRINSIP ANGGARAN FUNGSIONAL


Bahwa fungsi dari bantuan luar negeri
hanya untuk membiayai anggaran
belanja
pembangunan(pengeluaran
pembangunan)
dan
bukan
untuk
membiayai anggaran rutin.
.

KEBIJAKSANAAN FISKAL

Adalah kebijakan pemerintah dalam rangka


membelanjakan uangnya guna mencapai
tujuan negara dan upaya pemerintah untuk
mendapatkan
dana
untuk
membiayai
pengeluaran-pengeluaran pemerintah.
Merupakan
kebijakan
pemerintah
untuk
memberikan
bimbingan,
pengarahan,
memperbaiki
penyimpangan-penyimpangan
yang dilakukan oleh sektor perusahaan maupun
masyarakat lainnya, sehingga tujuan negara
dapat tercapai dengan efektif dan efisien.

FUNGSI FISKAL
MUSGRAVE MELIHAT Adanya 3 fungsi
utama kebijakan fiskal:
1. FUNGSI ALOKASI
Merupakan fungsi yang mengadakan
alokasi terhadap sumber-sumber dana
untuk digunakan mengadakan barangbarang kebutuhan perorangan dan sarana
yang dibutuhkan untuk kepentingan
umum,
semuanya
diarahkan
pada
keseimbangan.

2 . FUNGSI DISTRIBUSI
Fungsi menyeimbangkan, menyesuaikan pembagian
pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Faktor-faktor yang mempengaruhi fungsi distribusi pendapatan
dan kemakmuran:
a. Tingkat pengembalian faktor produksi
b. Pendistribusian faktor pemilikan modal
3. FUNGSI STABILITAS
Penggunaan anggaran merupakan kebijaksanaan untuk
mempertahankan kesempatan kerja yang senantiasa terbuka
luas, stabilitas harga barang kebutuhan masyarakat dan
menjamin selalu meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang
mantap.

MACAM-MACAM KEBIJAKAN FISKAL


1.

2.

SISTEM PAJAK PROGRESIF


Pajak dilakukan dengan penggunaan persentase
yang
tidak
sama,
semakin
tinggi
pendapatan/kekayaan seseorang maka semakin
besar persentase pembebanan pajaknya.
KEBIJAKSANAAN DALAM EKONOMI TERBUKA
Sistem terbuka disini berarti bersedia menerima
pengaruh dari luar. Dengan terbukanya sistem
ekonomi suatu negara, maka penanaman modal
asing dapat diterima.

3.

KEBIJAKSANAAN TABUNGAN
NEGARA
Tabungan negara dapat dimanfaatkan
untuk pembentukan social overhead
capital
yang
nantinya
sangat
bermanfaat bagi kelancaran usaha
meningkatkan
kehidupan
sosial
ekonomis.

PERANAN PEMERINTAH SANGAT PENTING


MENGINGAT:
1.

2.

3.

Perekonomian akan berjalan baik dan adil


apabila pemerintah menggunakan kekuasan
legalnya dapat melindungi kepentingan pihakpihak yang bersangkutan.
Berdasarkan
peraturan
yang
dibuatnya,pemerintah
akan
menjamin
mekanisme pasar dapat berjalan baik, dan
seimbang.
Pemerintah perlu campur tangan dalam
menyelesaikan masalah-masalah ekstern yang
timbul dan akan menyebabkan kegagalan pasar.

4.

5.

Pemerintah
juga
dibutuhkan
untuk
menjamin tetap terbukanya kesempatan
kerja dan harga barang tetap stabil.
Atas
dasar
nilai-nilai
sosial
yang
menginginkan keadilan sosial ekonomis,
peranan pemerintah sangat penting
untuk mewujudkan suatu sistem pasar
yang mampu menciptakan pembagian
pendapatan yang adil dan kesejahteraan
yang selalu menigkat.

Kebijaksanaan
moneter
adalah
tindakan
kebijaksanaan yang diambil oleh pemerintah yang
berkenaan dengan jumlah uang yang beredar
dalam masyarakat.
Kebijaksanaan fiskal adalah tindakan kebijaksanaan
yang dilakukan oleh pemerintah, yang berkaitan
dengan pendapatan dan pengeluaran uang.
Kebijaksanaan keuangan internasional adalah
tindakan
kebijaksanaan
yang
diambil
oleh
pemerintah
di
bidang
keuangan
dalam
hubungannya dengan dunia internasional.

Kebijaksanaan publik
Menurut Oxford Advanced Leaners dictionary of
current english, policy:
1. Plan of action, statement of aims and ideals,
eps. One made by a government, political
parties, businnes company.
2. Wise sensible conduet : art of government.
Public policy is authritative guide for carryng
out governmental action is national, state,
regional and municipal jurisdictions. (William
Dunn, 1977, X. 1.7)

PELAKU DARI PUBLIK POLICY ADALAH:


1.

2.

Pejabat pemerintah (dan ini merupakan


kemungkinan besar).
Bukan pemerintah, misalnya dari partai
politik.