Anda di halaman 1dari 1

Merpati Persahabatan

Cerpen Karangan: Depi Agustiani


Lolos moderasi pada: 29 October 2015

Ini kisahku ketika masih duduk di bangku SMK. Aku mempunyai 5 orang sahabat yang aku
sayangi, Dewi, Dian, Erna, Lezta dan Rahma. Kala itu kami kenal akrab sejak kelas 1 sampai
pertengahan kelas 2 SMK, hingga ke akraban itu membuat kami menjadi sahabat yang tak
terpisahkan. Boleh dibilang kami seperti sekawanan burung merpati yang selalu terbang
bersama, di mana ada aku di situ pasti ada mereka.
Pernah suatu hari ketika Dian tidak masuk karena sakit aku merasa hilang semangat, begitu
pula dengan Dewi, Erna, Lezta dan Rahma. Kami pun sepakat untuk tidak ikut pelajaran dan
itu pertama kali kami berusaha melanggar aturan. Tet.. tet.. Suara bel tanda pelajaran sudah
berbunyi. Aku mendahului pergi ke UKS bersama Dewi, tak lama kemudian Erna, Rahma
dan Lezta mengikuti kami. UKS di sekolahku cukup luas untuk beberapa ranjang, akan tetapi
di sana hanya ada 1 ranjang saja. Kami yang hanya berempat kiranya tak muat menempati
ranjang itu, akhirnya kami menggelar tikar dan berbaring di sana.
Gelak tawa yang kami rasakan seakan memecah keheningan yang berada di UKS. Hal itu tak
kami sadari hingga beberapa menit berlalu aku mendengar langkah sepatu masuk ke UKS,
aku mati kutu tak luput jua lirikan mataku arahkan ke sahabat-sahabatku, ia Ibu guru yang
paling tak ramah itu memelototkan matanya. Ku lihat secarik kertas dan sebuah ballpoint ia
pegang. Mampus!!! pikirku.
Kami saling menunduk dan tak sepatah kata pun kami ucapkan. Ibu guru mulai mencatat satu
per satu nama kami dan langsung pergi, kami memutuskan kembali ke kelas. Sesampainya di
kelas kami diberi tugas yang tak akan kami lupakan, mulai dari menemui wali kelas yang
kebetulan seorang guru BP, lalu meminta maaf kepada Bu guru yang mengajar dan yang
paling kami malu ketika berhadapan dengan Ibu kepala sekolah.
Ya, itu hukuman yang pantas tetapi tak membuat aku dan sahabatku jera, kini kami sudah tak
bersama lagi. Setelah lulus sekolah kami berpisah untuk mencari pekerjaan, kini sekawanan
merpati telah pergi. Akan tetapi persahabatan akan tetap abadi. Pacar boleh cari pengganti.
Mantan boleh pula tak kembali, tetapi Sahabat Akan Selalu Abadi, jika kalian mempunyai
sahabat jaga dia, mengertikan dirinya, jangan buat dia kecewa.