Anda di halaman 1dari 16

ARTIKEL BOLA VOLI

Diani Karuniatari
07
XI MTRC

SMKN 8 MALANG

1. Sarana dan Prasarana Permainan Bola Voli :


A. Lapangan Bola Voli

Sebuah lapangan voli adalah 18 m (59 kaki) dan 9 m (29,5 kaki) lebar, dibagi
menjadi 9 m 9 m bagian dengan satu meter (40 inci) jaringan yang luas. Bagian atas
net 2.43 m (8 ft 0 in) di atas pusat pengadilan untuk kompetisi pria, dan 2,24 m (7 ft 4
in) untuk kompetisi perempuan, bervariasi untuk veteran dan kompetisi junior.
Tetapi ukuran lapangan bola voli yang umum adalah 9 meter x 18 meter. Garis
batas serang untuk pemain belakang berjarak 3 meter dari garis tengah (sejajar dengan
jaring). Garis tepi lapangan adalah5 cm.
Daerah serang yaitu daerah yang dibatasi oleh garis tengah lapangan dengan garis
serang yang luasnya 9 x 3 meter.

Lapangan merupakan sarana yang utama untuk permainan bola voli, namun
lapangan bola voli harus memenuhi persyaratan sebagai berikut.
1) Panjang lapangan : 18 meter.
2) Lebar lapangan
: 9 meter.
3) Lebar garis serang : 3 Meter

B. Ukuran Bola Permainan Bola Voli

Tanpa alat yang satu ini, tentu pertandingan tak berjalan sebagaimana mestinya.
Yaitu sebuah bola, nah bola ini harus bulat terbuat dari kulit yang lentur atau terbuat
dari kulit sintetis yang bagian dalamnya dari karet atau bahan yang sejenis. Warna bola
harus satu warna atau kombinasi dari beberapa warna. Bahan kulit sintetis dan
kombinasi warna pada bola dipergunakan pada pertandingan resmi internasional harus
sesuai dengan standar FIVB. Bola tersebut memiliki keliling lingkaran 65 hingga 67 cm,
dengan berat 260 hingga 280 gram. Tekanan dalam dari bola tersebut hendaknya
sekitar 0.30 hingga 0.325 kg/cm2 (4.26-4.61 psi, 294.3-318.82 mbar atau hPa).

C) Ukuran Jaring/Net Bola Voli

petak-petak atau mata jaring berukuran 10 x 10 cm, tinggi net untuk putra 2,43 meter
dan untuk putri 2,24 meter, tepian atas terdapat pita putih selebar 5 cm.kg/cm2 (4,26
4,61 Psi) (294,3 318,82 mbar/hpa).

Berikut ini ukuran Net atau jaring untuk permainan bola voli :
1) Panjang net : 9,50 meter.
2) Lebar net : 1,00 meter.
3) Mata net : 10 cm.

D) Daerah Servise pada pertandingan Bola Voli.

Daerah service adalah daerah selebar 9 meter di belakang setiap garis akhir.
Daerah ini dibatasi oleh dua garis pendek sepanjang 15 cm yang dibuat 20 cm di
belakang garis akhir, sebagai kepanjangan dari garis samping. Kedua garis pendek
tersebut sudah termasuk di dalam batas daerah service, perpanjangan daerah service
adalah kebelakang sampai batas akhir daerah bebas.

F) . Sarana Pakain atau seragam untuk pertandingan Bola Voli.

Seperti halnya dengan sarana lain, tentu sangat berguna seragam ini untuk
membedakan pada team lawannya. Sehingga penonton pun tidak kebingungan dalam
mensupport team volinya.

2. Aturan permainan dari bola voli


Dalam permainan bola voli terdapat dua buah tim yang yang saling berhadapan.
Jumlah pemain yang terdapat pada masing-masing tim adalah 6 orang. Selain itu,
dalam satu tim biasanya juga membawa 3 hingga 6 orang pemain cadangan.
Biasanya, permainan dimulai dengan menggunakan sistem coin toss, yaitu wasit
melemparkan koin dua sisi ke udara, kemudian menangkapnya kembali dalam
keadaan ditutup dengan tangan. Kedua perwakilan tim akan diminta untuk menebak
gambar sisi koin yang tampak. Bagi yang jawabannya benar, maka timnyalah yang
berhak menjadi server (yang melakukan servis pertama kali). Untuk melakukan
servis, seorang pemain dari tim server yang berada di posisi 1 bersiap ke luar garis
tepi belakang lapangan. Pemain tersebut melempar bola ke udara, kemudian
memukulnya hingga melambung dan jatuh di area lawan (menyeberangi net), dan
tidak boleh keluar dari garis lapangan lawan yang telah ditentukan. Jika keluar garis
maka bola tersebut akan dinyatakan keluar atau out, dan pihak lawan akan
mendapat satu poin. Setelah bola sampai di area lawan, maka pihak lawan akan
menerima atau menahan bola tersebut dengan cara bump atau pass (passing).

Bump atau pass adalah menahan bola dengan menggunakan kedua lengan yang
disatukan ke arah depan (passing). Dalam keadaan terpaksa, penerimaan bola dapat
dilakukan dengan menggunakan anggota tubuh mana saja.
Jika bola belum
menyeberang ke area lawan setelah pukulan ketiga, maka akan dianggap sebagai
sebuah pelanggaran. Maka bola akan berpindah ke tim lawan, dan tim lawan-pun
akan memperoleh poin tambahan. Jika pihak musuh bisa memasukkan bola ke dalam

daerah kita maka kita kehilangan bola dan musuh mendapatkan nilai Serve yang kita
lakukan harus bisa melewati net dan masuk ke daerah musuh. Jika tidak, maka
musuh pun akan mendapat nilai

A. Kesalahan dalam Permainan Bola Voli


1. Pemain menyentuh net atau melewati garis batas tengah lapangan lawan. Pemain
yang kakinya melewati garis tengah lapangan diperbolehkan asal tidak
mengganggu lawan. Pemain tosser pada waktu terdesak mengumpankan bola
menyentuh net bagian bawah diperbolehkan atau bukanlah pelanggaran.
2. Tidak boleh melempar ataupun menangkap bola. Bola voli harus di pantulkan
tanpa mengenai dasar lapangan. Tidak boleh melakukan double (dua kali
mengenai bola) dengan sengaja dan jumlah pukulan maksimal 3 kali di daerah
sendiri kemudian diseberangkan ke daerah lawan. Pemain dengan tidak sengaja
melakukan pasing double pada saat servis pertama di perbolehkan dengan
lanjutan bola tetap di mainkan tiga kali, jadi setelah bola pasing double oleh
pemain harus langsung di pasingkan atau smash ke lawan.
3. Bola yang keluar dari lapangan belum dihitung sebagai out sebelum menyentuh
permukaan lapangan.
4. Pada saat servis bola yang melewati lapangan dihitung sebagai poin bagi lawan,
begitu juga sebaliknya penerima servis lawan yang membuat bola keluar dihitung
sebagai poin bagi lawan.
5. Seluruh pemain harus berada di dalam lapangan pada saat servis dilakukan.
6. Pemain melakukan spike di atas lapangan lawan.
7. Seluruh bagian tubuh legal untuk memantulkan bola kecuali dengan cara
menendang.
8. Para pemain dan lawan mengenai net 2 kali pada saat memainkan bola dihitung
sebagai double faults.
9. Setiap team diwajibkan bertukar sisi lapangan pada saat setiap babak berakhir.
Dan apabila dilakukan babak penetuan (set ke 3) maka tim yang memiliki nilai
terendah boleh meminta bertukar lapangan sesaat setelah tim lawan mencapai
angka 13.

10. Time out dilakukan hanya sekali dalam setiap babak dan berlangsung hanya
dalam semenit.
11. Di luar dari aturan yang tertera di sini, peraturan permainan mengikuti peraturan
internasional.

B. Formasi Pemain dalam permainan bola volley


Formasi pemain Permainan Bola Volley Pemain nomor satu dinamakan server,
pemain kedua dinamakan spiker, pemain ketiga dinamakan set upper atau
tosser,pemain nomor empat dinamakan blocker, pemain nomor lima dan enam
dinamakan libero. Berikut adalah pengertiannya:
1. Tosser atau pengumpan orang yang bertugas untuk mengumpankan bola kepada
rekan-rekannya dan mengatur jalannya permainan. Permainan voli menuntut
kemampuan otak yang prima, terutama tosser. Tosser harus dapat mengatur
jalannya permainan. Tosser harus memutuskan apa yang harus dia perbuat
dengan bola yang dia dapat, dan semuanya itu dilakukan dalam sepersekian detik
sebelum bola jatuh ke lapangan sepanjang permainan.
2. Spiker bertugas untuk memukul bola agar jatuh di daerah pertahanan lawan.
3. Libero adalah pemain bertahan yang bisa bebas keluar dan masuk tetapi tidak
boleh men-smash bola ke seberang net.
4. Defender adalah pemain yang bertahan untuk menerima serangan dari lawan.

C. Sistem Pertandingan
Sistem pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi yang terdiri dari 8
tim dan akan disitribusikan ke dalam 2 (dua) group, masing-masing group terdiri
dari 4 (empat) tim. Setiap tim terdiri dari 10 pemain meliputi 6 pemain inti yang
bermain di lapangan dan 4 pemain cadangan. Pergantian pemain inti dan
cadangan pada saat pertandingan berlangsung tidak di batasi. Pertandingan tidak
akan ditunda apabila salah satu atau lebih dari satu anggota tim sedang bermain
untuk cabang olahraga yang lain Jumlah pemain minimum yang boleh bermain di
lapangan adalah 4 orang. Apabila di lapangan terdapat kurang dari 4 orang, maka
tim yang bersangkutan akan dianggap kalah. Setiap pertandingan berlangsung 3
babak (best of three), kecuali pada 2 babak sudah di pastikan pemenangnya
maka babak ke tiga tidak perlu dilaksanakan. Sistem hitungan yang digunakan
adalah 25 rally point. Bila poin peserta seri (24-24) maka pertandingan akan
ditambah 2 poin. Peserta yg pertama kali unggul dengan selisih 2 poin akan
memenangi pertandingan. Kemenangan dalam pertandingan penyisihan
mendapat nilai 1. Apabila ada dua tim atau lebih mendapat nilai sama, maka
penentuan juara group dan runner-up akan dilihat dari kualitas angka pada tiaptiap set yang dimainkan.

3. Teknik Dasar Permainan Bola Voli


Servis pada zaman sekarang bukan lagi sebagai awal dari suatu permainan
atau sekedar menyajikan bola, tetapi sebagai suatu serangan pertama bagi regu yang
melakukan servis. Servis terdiri dari servis tangan bawah dan servis tangan atas.
Servis tangan atas dibedakan lagi atas tennis servis, floating dan cekis.

Servis tangan bawah

Mula-mula pemain berdiri di petak servis dengan kaki kiri lebih ke depan dari kaki
kanan.

Bola dipegang dengan tangan kiri.

Bola dilambungkan tidak terlalu tinggi,tangan kanan ditarik ke bawah belakang.

Setelah bola kira-kira setinggi pinggang,lengan kanan diayunkan lurus ke depan


untuk memukul bola.

Telapak tangan menghadap bola dan tangan ditegangkan untuk mendapat


pantulan yang sempurna, tangan dapat pula menggenggam.

Servis tangan atas


Sikap persiapan dimulai dengan mengambil posisi kaki kiri lebih ke depan, kedua
lutut agak rendah.
Tangan kiri dan kanan bersama-sama memegang bola,tangan kiri menyangga
bola, tangan kanan di atas bola.

Bola dilambungkan dengan tangan kiri kira-kira setengah meter di atas


kepala.
Tangan kanan ditarik ke belakang atas kepala, menghadap depan.
Lakukan gerakan seperti mensmesh bola, perhatian terpusat pada bola.
Lecutan tangan diperlukan pada saat perkenaan bola.
Floating servis

Posisi kaki sama seperti tennis servis.

Tangan kiri memegang bola dan tangan kanan di samping setinggi pelipis.

Dengan tangan kiri bola di lambungkan sedikit ke samping kanan tidak terlalu
tinggi.

Setelah bola melambung ke atas setinggi kepala, tangan kanan dipukulkan pada
bagian tengah bola.

Pukulan float dapat dilakukan dengan beberapa cara:


o

Dengan tumit tangan.

Dengan tangan, di saat ibu jari dilipat ke dalam dan menempel pada
telapak tangan.

Memukul dengan tangan tergenggam.

Cekis

Sikap permulaan dengan mengambil sikap berdiri menyamping dengan tubuh


bagian kiri lebih dekat ke jaring.

Bola dipegang tangan kiri dan kanan.

Saat bola dilambungkan, badan diliukkan sedikit ke belakang dan lutut ditekuk.

Kedua tangan dijulurkan ke arah samping bawah kanan dalam keadaan


memegang bola.

Bola dilambung ke atas kepala dengan kedua belah tangan.

Setelah bola lepas, tangan kanan ditarik ke samping kanan bawah, liukkan badan
ke kanan.

Berat badan ada di kaki kanan, telapak tangan menghadap ke atas.

Setelah bola ada pada jangkauan tangan,secepatnya bersama sama lengan,


liukkan badan ke samping kiri

Perkenaan bola bagian bawah belakang bola,pukulan bola dibantu liukkan badan
dan lecutan tangan.
Macam-macam servis

Servis atas adalah servis dengan awalan melemparkan bola ke atas seperlunya.
Kemudian server melompat untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari
atas.

Servis bawah adalah servis dengan awalan bola berada di tangan yang tidak
memukul bola. Tangan yang memukul bola bersiap dari belakang badan untuk
memukul bola dengan ayunan tangan dari bawah.

Servis mengapung adalah servis atas dengan awalan dan cara memukul yang
hampir sama. Awalan servis mengapung adalah melemparkan bola ke atas
namun tidak terlalu tinggi (tidak terlalu tinggi dari kepala). Tangan yang akan
memukul bola bersiap di dekat bola dengan ayunan yang sangat pendek.
Yang perlu diperhatikan dalam service antara lain:

Sikap badan dan pandangan.

Lambung ke atas harus sesuai dengan kebutuhan.

Saat kapan harus memukul bola.

Passing

Passing Bawah (Pukulan/pengambilan tangan ke bawah)


o

Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.

Tangan dirapatkan, satu dengan yang lain dirapatkan.

Gerakan tangan disesuaikan dengan keras/lemahnya kecepatan bola.

Passing Ke atas (Pukulan/pengambilan tangan ke atas)


o

Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.

Badan sedikit condong kemuka, siku ditekuk jari-jari terbuka membentuk


lengkungan setengah bola.

Ibu jari dan jari saling berdekatan membentuk segitiga.

Penyentuhan pada semua jari-jari dan gerakannya meluruskan kedua


tangan

Menggunakan gerakan kaki untuk menambah power

Smash
Dengan membentuk serangan pukulan yang keras waktu bola berada di atas
jaring untuk dimasukkan ke daerah lawan. Untuk melakukan dengan baik perlu
memperhatikan awalan, tolakan, pukulan, dan pendaratan.
Teknik smash
Teknik dalam permainan bola voli dapat diartikan sebagai cara memainkan bola
dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku untuk
mencapai suatu hasil yang optimal. Smash adalah suatu pukulan yang kuat di saat
tangan kontak dengan bola secara penuh pada bagian atas, sehingga jalannya bola
terjal dengan kecepatan yang tinggi, apabila pukulan bola lebih tinggi berada di atas
net, maka bola dapat dipukul tajam ke bawah. Smash merupakan pukulan keras yang
biasanya mematikan karena bola sulit diterima atau dikembalikan.
Spike adalah bentuk serangan yang paling banyak digunakan untuk
menyerang dalam upaya memperoleh nilai suatu tim dalam permainan voli. Dari
beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa teknik smash atau spike adalah
cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan
untuk mencapai pukulan keras yang biasanya mematikan ke daerah lawan.
Tes smash
Tes smash adalah tolak ukur dalam kemampuan smash.
Membendung (bloking)

Bola yang melewati tangan bloker.


Pengertian blok dalam permainan bola voli adalah sebuah usaha membendung serangan
lawan yang berupa smash agar tidak menghasilkan poin. Dengan daya upaya di dekat
jaring untuk mencoba menahan/menghalangi bola yang datang dari daerah lawan.
Sikap memblok yang benar adalah
Jongkok, bersiap untuk melompat.
Lompat dengan kedua tangan rapat dan lurus ke atas.
Saat mendarat hendaknya langsung menyingkir dan memberi kesempatan pada
kawan satu regu untuk bergantian melakukan blok.
Blok ada dua macam
Blok tunggal adalah membendung bola yang dilakukan oleh satu orang pemain.
Blok ganda adalah membendung bola yang dilakukan oleh dua orang pemain atau
lebih. Hal yang harus diperhatikan dalam melakukan block ganda antara lain
adalah memadukan langkah kaki dan kerjasama antar bloker dalam menentukan
waktu lompatan dan arah pergerakan bola.
Kedudukan pemain (posisi pemain)
Posisi pemain bola voli

ada waktu service kedua regu harus berada dalam lapangan/di daerahnya masingmasing dalam 2 deret ke samping. Tiga deret ada di depan dan tiga deret ada di
belakang. Pemain nomor satu dinamakan server, pemain kedua dinamakan spiker,
pemain ketiga dinamakan set upper atau tosser, pemain nomor empat dinamakan
blocker, pemain nomor lima dan enam dinamakan libero

Sejarah berdirinya induk organisasi bola voli nasional (PBVSI) dan


internasional (FIVB)
Sejarah olahraga bola voli
Sebenarnya bola voli telah dikenal sejak abad pertengahan, terutama romawi. Setelah
itu permainan ini diperkenalkan di jerman dengan nama Faustball pada tahun 1893.
Kemudian pada tahun 1895, William G.Morgan menciptakan sebuah permainan
semacamnya, yang kemudian permainan tersebut diberi nama minonette. William G.
Morgan adalah seorang direktur pendidikan jasmani (Director of Phsycal Education) di
YMCA (Young Men Christian Association) di kota Holyoke, negara bagian Massachusetts,
Amerika Serikat. Dasar yang digunakan dalam permainan minonette ini adalah
memukul-mukul bola yang melayang secara hilir mudik di udara. Nama minonette ini
kemudian dirubah menjadi volleyball (bola voli) pada tahun 1896.
Kemudian karena banyak masyarakat yang menyukai permainan ini, perkembangan
permainan olahraga bola voli ini menjadi begitu cepat dan menyebar luas hingga ke
seluruh dunia. Kemudian pada tahun 1947 dibentuklah induk organasasi bola voli dunia
dengan nama IVBF (International Volley Ball Federation) dengan beranggotakan 15
negara dan berkedudukan di paris, Perancis. Induk organsisasi bola voli internasional
IVBF atau yang sekarang dikenal dengan nama FIVB adalah induk organisasi olah raga
bola voli yang mengatur regulasi pertandingan dan peraturan umum bola voli di seluruh
dunia atau internasional.

Sejarah Berdirinya PBVSI

PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) adalah induk organisasi bola voli nasional.
PBVSI mempunyai peran untuk mengatur regulasi pertandingan dan peraturan umum
bola voli di indonesia.
Pada tahun 1953 dimana Pekan Olahraga Nasional (PON) III selesai diselenggarakan,
Pengurus Ikatan Perhimpunan Volleyball Surabaya (I.P.V.O.S) mengadakan rapat
pengurus pada pertengahan tahun 1954. Dalam rapat IPVOS tersebut menghasilkan ide
atau keputusan untuk membentuk sebuah organisasi induk bola voli nasional. Untuk
mewujudkan ide tersebut, pengurus IPVOS mengirim seorang untuk menemui pengurus
Komite Olimpiade Indonesia (KOI) di jakarta. Pada waktu itu, atas bantuan dari dokter
Aziz Saleh yang merupakan Ketua Komisi Teknik KOI, diadakanlah suatu pertemuan
antara IPVOS (Ikatan Perhimpunan Volleyball Surabaya) dan PERVID (Persatuan
Volleyball Indonesia Djakarta). Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa keputusan,
antara lain:
IPVOS dan PERVID menyetujui untuk menjadi sponsor atau perintis dalam mendirikan
sebuah top organisasi atau induk organisasi bola voli di indonesia.
Menunjuk bapak Wim J. Latumetan yang merupakan tokoh olahraga sebagai formatul
tunggal dengan tugas menjadi ketua atau pengurus pertama induk organisasi bola voli
indonesia. Kemudian pada 22 januari 1955 diadakan rapat penyusunan pengurus
organisasi bola voli indonesia yang tertinggi tersebut yang bertempat di stadion Ikada
Jakarta. Hari itu juga merupakan hari resmi lahirnya induk organisasi bola voli nasional
PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia). Dengan susunannya sebagai berikut:

Wim J. Latumetan sebagai Ketua

Erwin Baharudin sebagai Wakil ketua

Soewarno sebagai Penulis dan merangkap bendahara

S. Adi Widjaja sebagai Komisi pertandingan

Da Graza sebagai Komisi teknik dan pemilih

Alimuddin Nasution, Soemadi, R Heinz, Coenraad, W Jocom, dan Soebronto


sebagai anggota

W. Kho Kuy Liong sebagai Komisaris daerah yang berkedudukan di surabaya

Setelah itu pada bulan maret 1955, PBVSI disyahkan oleh KOI sebagai induk organisasi
bola voli tertinggi di indonesia. Pada tahun yang sama itu pula, PBVSI mendapat
pengesahan sementara dari IVBF (International Volleyball Federation) yang merupakan
induk organisasi bola voli dunia yang bermarkas besar di Paris, Perancis.
Dan pada akhirnya bulan oktober 1959, PBVSI resmi menjadi anggota IVBF atau
sekarang yang dikenal dengan sebutan FIVB. Pada saat itu telah ada 64 negara anggota
FIVB/ IVBF, dan PBVSI menjadi anggota yang ke 62.

Sejarah berdirinya FIVB (Fdration Internationale de Volleyball)

Pada tahun 1947, beberapa federasi nasional eropa mendirikan suatu badan atau
organisasi internasional untuk permainan bola voli. empat belas federasi nasional
menghadiri pertemuan Kongres Konstitutif pada bulan april 1947 tersebut dan mewakili
lima benua yang berbeda. Pada saat itu pula entitas secara resmi dibentuk dengan Paul
Libaud dari perancis sebagai presiden pertamanya.
Setelah 2 tahun kemudian, salah satu tujuan dari kongres 1947 tersebut akhirnya
tercapai dengan digelarnya acara kejuaraan voli internasional untuk pertama kalinya.
Setelah itu pada tahun 1952 turnamen kejuaraan voli perempuan juga diperkenalkan.
Pada tahun 1964, penambahan olahraga bola voli untuk program olimpiade didukung

oleh IOC. Pada tahun tersebut jumlah federasi nasional yang bergabung dengan FIVB
telah tumbuh dan berkembang menjadi 89 anggota. Setelah itu pada tahun 1969,
kejuaraan internasioan piala dunia mulai diperkenalkan.
Dan setelah Mr. Libaud dari perancis tersebut pensiun dan terpilihnya Mr. Rubn Acosta
Hernandez dari meksiko untuk posisi presiden pada tahun 1984, kantor pusan FIVB yang
terpusat di Paris, Perancis dipindahkan ke Lausanne, Swiss. Setelah itu kebijakankebijakan untuk memajukan bola voli di seluruh dunia mulai ditingkatkan, seperti
membentuk kompetisi laki-laki dan perempuan (Liga Dunia, pada tahun 1990, serta
Grand Prix, pada tahun 1993), indikasi voli Pantai sebagai event Olimpiade (1996) dan
beberapa perubahan dalam aturan main dan bertujuan meningkatkan visibilitas publik.
Dan pada tahun 2010, sebanyak 220 federasi nasional telah bergabung atau beafiliasi
dengan FIVB.
Demikianlah artikel mengenai sejarah induk organisasi bola voli nasional (PBVSI) dan
internasional (FIVB). Semoga bermanfaat, jangan lupa baca juga pengertian libero
dalam permainan olahraga voli.
Pada awal penemuannya, olahraga permainan bola voli ini diberi nama Mintonette.
Olahraga Mintonette ini pertama kali ditemukan oleh seorang Instruktur pendidikan
jasmani (Director of Phsycal Education) yang bernama William G. Morgan di YMCA pada
tanggal 9 Februari 1895, di Holyoke, Massachusetts (Amerika Serikat). William G.
Morgan dilahirkan di Lockport, New York pada tahun 1870, dan meninggal pada tahun
1942. YMCA (Young Mens Christian Association) merupakan sebuah organisasi yang
didedikasikan untuk mengajarkan ajaran-ajaran pokok umat Kristen kepada para
pemuda, seperti yang telah diajarkan oleh Yesus. Organisasi ini didirikan pada tanggal 6
Juni 1884 di London, Inggris oleh George William. Setelah bertemu dengan James
Naismith (seorang pencipta olahraga bola basket yang lahir pada tanggal 6 November
1861, dan meninggal pada tanggal 28 November 1939), Morgan menciptakan sebuah
olahraga baru yang bernama Mintonette. Sama halnya dengan James Naismith, William
G. Morgan juga mendedikasikan hidupnya sebagai seorang instruktur pendidikan
jasmani. William G. Morgan yang juga merupakan lulusan Springfield College of YMCA,
menciptakan permainan Mintonette ini empat tahun setelah diciptakannya olahraga
permainan basketball oleh James Naismith. Olahraga permainan Mintonette sebenarnya
merupakan sebuah permainan yang diciptakan dengan mengkombinasikan beberapa
jenis permainan. Tepatnya, permainan Mintonette diciptakan dengan mengadopsi empat
macam karakter olahraga permainan menjadi satu, yaitu bola basket, baseball, tenis,
dan yang terakhir adalah bola tangan (handball). Pada awalnya, permainan ini diciptakan
khusus bagi anggota YMCA yang sudah tidak berusia muda lagi, sehingga permainan inipun dibuat tidak seaktif permainan bola basket.
Perubahan nama Mintonette menjadi volleyball (bola voli) terjadi pada tahun 1896, pada
demonstrasi pertandingan pertamanya di International YMCA Training School. Pada awal
tahun 1896 tersebut, Dr. Luther Halsey Gulick (Director of the Professional Physical
Education Training School sekaligus sebagai Executive Director of Department of Physical
Education of the International Committee of YMCA) mengundang dan meminta Morgan
untuk mendemonstrasikan permainan baru yang telah ia ciptakan di stadion kampus
yang baru. Pada sebuah konferensi yang bertempat di kampus YMCA, Springfield
tersebut juga dihadiri oleh seluruh instruktur pendidikan jasmani. Dalam kesempatan
tersebut, Morgan membawa dua tim yang pada masing-masing tim beranggotakan lima
orang. Dalam kesempatan itu, Morgan juga menjelaskan bahwa permainan tersebut

adalah permainan yang dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruangan dengan
sangat leluasa. Dan menurut penjelasannya pada saat itu, permainan ini dapat juga
dimainkan oleh banyak pemain. Tidak ada batasan jumlah pemain yang menjadi standar
dalam permainan tersebut. Sedangkan sasaran dari permainan ini adalah
mempertahankan bola agar tetap bergerak melewati net yang tinggi, dari satu wilayah
ke wilayah lain (wilayah lawan).