Anda di halaman 1dari 33

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan alam yang semakin pesat

menuntut mahasiswa untuk aktif dan berperan serta dalam perkembangan ilmu
pengetahuan tersebut. Banyak proses-proses kimia yang diaplikasikan ke dalam
kehidupan sehari-hari terutama dibidang kimia lingkungan. Pengujian mengenai
kualitas air merupakan salah satu contoh proses kimia yang diaplikasikan dalam
kehidupan sehari-hari, maka dari itu harus mengenal lebih dalam mengenai
kualitas air secara kimiawi.
Pengujian kualitas air secara kimiawi sendiri merupakan pengujian
terhadap keberadaan senyawa organik dan anorganik. Pada pengujian dilakukan
sesuai dengan permintaan konsumen. Banyak senyawa-senyawa yang akan diuji
dalam sampel air diantaranya adalah aluminium, klorida, besi, nitrat, nitrit,
ammoniak, tembaga, kesadahan air, dan zat organik. Metode yang dilakukan
dalam pengujian ini bermacam-macam antara lain spektrofotometer uv-vis,
spektrofotometer serapan atom, dan titrasi. Pengujian secara kimiawi dilakukan di
laboratorium kimia lingkungan.
Air merupakan suatu senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan
manusia dan makhluk hidup lainnya. Karena fungsi air tidak dapat digantikan oleh
senyawa lain. Hampir semua kegiatan yang dilakukan oleh manusia
membutuhkan air, diantaranya adalah mulai dari membersihkan tubuh,
membersihkan ruangan, menyiapkan makanan dan minuman sampai dengan
kegiatan-kegiatan yang lainnya.
Sumber daya air sangat diperlukan oleh manusia dan makhluk hidup
lainnya,

oleh karena itu sumber daya air harus dilindungi agar tetap dapat

dimanfaatkan oleh manusia dan makhluk hidup lainnya untuk keperluan dalam
menjalankan kegiatan sehari-hari. Penggunaan air harus dilakukan secara
bijaksana dengan memeprhitungkan kepentingan generasi sekarang maupun
generasi yang akan datang. Sehingga aspek penghematan dan pelestarian sumber
daya air harus ditanamkan pada semua pengguana air (Effendi, 2003).
1

Keperluan air dalam kehidupan sehari-hari berasal dari sumber air tanah
dan sungai, air yang berasal dari PAM (air ledeng) bahan bakunya juga berasal
dari sungai, oleh karena itu kualitas dan kuantitas sungai sebagai sumber air harus
dipelihara. Kualitas dan kuantitas air yang sesuai dengan kebutuhan manusia
merupakan faktor penting yang menentukan kesehatan hidupnya. Karena kualitas
dan kuantitas berhubungan dengan adanya bahan-bahan lain terutama senyawasenyawa kimia baik dalam bentuk senyawa organic maupun senyawa anorganik
dan juga dengan adanya mikroorganisme yang memegang peranan penting dalam
menentukan komposisi kimia air. Oleh karena itu, diperlukan sederet pengujian
pada kualitas dan kuantitas air bersih agar dapat mengetahi layak atau tidaknya air
tersebut untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contoh
analisisnya adalah analisis kadar aluminium (Al).
Analisis kadar aluminium menggunakan salah satu instrument yang
tersedia di laboratorium. Instrument yang digunakan adalah spektrofotometer uvvis atau dapat juga disebut dengan spektrofotometer sinar tampak. Metode ini
didasarkan pada interaksi antara zat kimia dengan energi. Metode ini juga dikenal
dengan metode kolorimetri (Hendayana, 1994). Pada metode ini hanya digunakan
untuk senyawa yang berswarna saja. Sedangkan senyawa yang tak berwarna dapat
dibuat dengan mereaksikan dengan pereaksi yang menghasilkan warna.
Senyawa alumunium merupakan unsur terbanyak ketiga yang ada dalam
kerak bumi. Aluminium yang dibawa air terdapat sebagai partikel-partikel mineral
mikroskopik yang tersuspensi. Konsentrasi dari aluminium yang terlarut dalam
kebanyakan air kemungkinan kurang dari 1,0 mg/L. Kehadiran unsur aluminium
yang berlebihan juga dapat mengakibatkan gangguan neurologis pada manusia.

1.2.

Rumusan Masalah
1. Berapakah kadar aluminium (Al) yang terdapat pada sampel air bersih
?
2. Bagaimana dampak yang ditimbulkan jika kelebihan aluminium (Al) ?

1.3.

Tujuan
2

Tujuan Umum
1. Meningkatkan pengetahuan dan keahlian mahasiswa di bidang kimia
khususnya dalam kimia lingkungan.
2. Meningkatkan, memperluas dan menerapkan ketrampilan mahasiswa
yang telah dipelajari selama perkuliahan.
3. Melatih mahasiswa dalam bekerja secara disiplin, teliti dan
profesional dalam dunia kerja.
Tujuan Khusus
a) Bagi Universitas
1. Menciptakan hubungan kerjasama yang baik dengan pihak instansi
pemerintah.
2. Memperoleh gambaran nyata tentang instansi dan lapangan kerja.
b) Bagi Mahasiswa
1. Menambah pengalaman dan pengetahuan dalam dunia kerja.
2. Mampu menerapkan teori ilmu kimia dalam dunia kerja.
3. Mengetahui cara analisis sampel air bersih.
c) Bagi Instansi Pemerintah
Mendapatkan usulan secara teoritis dari mahasiswa terhadap
permasalahan yang terjadi dalam instansi pemerintah.

1.4.

Manfaat
Melalui

Praktik

Kerja

Lapangan

diharapkan

dapat

memberikan

pengalaman bagi mahasiswa dan menambah wawasan serta pengetahuan
mengenai analisis kadar alumunium (Al) dalam sampel air bersih.

3

3. 185 Semarang. Gambar 2. Melaksanakan pelayanan dan pemeriksaan Laboratorium yang berkualitas.1. Gambaran Umum Balai Laboratorium Kesehatan Semarang Balai Laboratorium Kesehatan Semarang merupakan laboratorim milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang terletak di Jl. Balai Laboratorium Kesehatan Semarang Balai Laboratorium Kesehatan Semarang memiliki visi dan misi dalam mewujudkan pelayanan secara profesional. Laboratorium kesehatan berkewajiban penuh untuk memberikan pelayanan secara professional dan bermutu tinggi kepada seluruh masyarakat. 2. sesuai tuntutan masyarakat. di bidang Laboratorium Kesehatan dan Lingkungan. Melaksanakan pelayanan dan pemeriksaan Laboratorium. Misi dari Balai Laboratorium Kesehatan Semarang yaitu : 1. Melaksanakan tugas teknis Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Laboratorium ini merupakan laboratorium rujukan di wilayah Provinsi Jawa Tengah. 4 . dengan harga terjangkau.1. Soekarno Hatta No. ketelitian dan ketepatan.BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. untuk kepuasan masyarakat. Visi Balai Laboratorium Kesehatan Semarang adalah laboratorium rujukan yang mengutamakan.

menyatakan bhwa air minum adalah aie yang melalui proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Air sendiri dibedakan menjadi 2 jenis yaitu air bersih dan air minum. tentang syarat-syarat pengawasan kualitas air. Kebutuhan akan air bersih selayaknya diprioritaskan oleh pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat baik di perkotaan maupun di pedesaan. Sehingga aspek penghematan dan pelestarian sumber daya air harus ditanamkan pada semua pengguana air (Effendi. Persyaratan Biologis Maksud dari persyaratan biologis ini adalah air bersih tersebut tidak mengandung mikroorganisme yang dapat menyebabkan berbagai penyakit di dalam tubuh manusia. Mikroorganisme tersebut dibagi menjadi 4 (empat) kelompok. cuci. tentang persyaratan kualitas air minum. Adapun syarat-syarat kesehatan air bersih adalah sebagai berikut : a. dan muntah-muntah. demam. virus. memasak makanan dan sanitasi. 492/MENKES/PER/IV/2010. 2. sehingga air ini juga layak untuk keperluan mandi. Penggunaan air harus dilakukan secara bijaksana dengan memeprhitungkan kepentingan generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.4.2 Air Air merupakan kebutuhan dasar bagi kehidupan makhluk hidup. Air minum merupakan air yang kualitasnya telah memenuhi syarat untuk dapat diminum langsung. Menurut Permenkes RI No. 5 . Menurut Permenkes RI No. 416/MENKES/PER/IX/1990. bakteri. 2003). Air bersih merupakan air yang layak digunakan sebagai air baku bagi air minum. Meningkatkan kemampuan sumber daya dan teknologi Laboratorium Kesehatan dan Lingkungan. Terutama untuk kebutuhan manusia seperti mandi. kram perut. mencuci. dan sanitasi. minum. Hampir semua kegiatan yang dilakukan oleh manusia membutuhkan air. air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan ssehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. yaitu parasit. untuk kegiatan rujukan. 5. Menjalin kerjasama dengan unit kerja terkait. dan kuman. Pada umumnya yang menjadi parameter kualitas air adalah bakteri Eschericia coli yang dapat menyebabkan diare.

Persyaratan Radioaktif Pada persyaratan ini sering dimaksukkan dalam kategori persyaratan fisik. 2. kimia.b. Kandungan kimia seperti logam-logam berat dapat menyebabkan gangguan pada tubuh karena tidak sesuai dengan proses biokimia di dalam tubuh. c.3 Air Bersih Air bersih adalah air yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan air bersih ini merupakan air baku untuk digunakan sebagai air minum. warna. 416/MENKES/PER/IX/1990. kejernihan. Persyaratan fisika ini dapat digunakan sebagai indikator kualitas air yang baik. seperti wilayah di sekitar reaktor nuklir karena jika kualitas air sudah tercemar akan sangat membahayakan bagi kesetahan tubuh. d. dan bau. biologis dan radioaktif. Persyaratan radioaktif sangat penting dilakukan pada wilayah tertentu. Persyaratan Kimia Persyaratan kimia pada kualitas air bersih menjadi aspek yang sangat penting karena kandungan kimiawi air yang dapat memberikan akibat buruk pada kesehatan. namun sering dipisahkan karena jenis pemeriksaannya sangat berbeda. suhu. seperti derajat keasaman (pH). sehingga logam-logam berat tersebut berubah menjadi racun dalam tubuh. Air bersih juga harus memenuhi persyaratan fisika. Selain persyaratan tersebut pemerintah telah membuat peraturan mengenai persyaratan kualitas air bersih yang dibuat dalam Permenkes RI No. 6 . tentang syarat-syarat pengawasan kualitas air yang tercantum pada Tabel 2. Persyaratan Fisika Pada persyaratan fisika air bersih terdiri dari kondisi fisik air yang umum. Jika air memiliki warna yang tidak jernih (keruh) berarti kualitas air tersebut buruk.3.

5 10 1. 7. 4.0 1.00001 mg/L mg/L mg/L mg/L 0.001 0.0007 0. 16. khusus air hujan pH minimum 5. 1.Tabel 2.003 0. 6.01 0. 9.0003 0.01 0. 5.05 0. 2 FISIKA Bau Jumlah zat padat terlarut (TDS) 2. 7. 11. 5. sebagai N 12. pH 13. Kekeruhan 4. KIMIA Air raksa Arsen Besi Fluorida Kadnium Kesadahan (CaCO3) Klorida Krommium. 6. 5. 15. 3.05 1. 3. Rasa Suhu 6.03 0.00001 7 Merupakan batas minimum dan maksimum.9.03 0.10 0. 9.01 15 0.3 DAFTAR PERSYARATAN KUALITAS AIR BERSIH No. 8.5 . 10.0 Selenium Seng Sianida Sulfat Timbal Kimia Organik Aldrin dan Dieldrin Benzena Benzo (a) pyrene Chlordane (total isomer) Coloroform 2. 11.2 Discloroethane 1.1 Discloroethene Heptaclor dan heptaclor epoxide Haxachlorobenzena mg/L mg/L mg/L 0. 1. Parameter 1 A. 4.500 - Satuan Keterangan 5 Skala NTU ᵒ C Skala TCU 25 - Suhu udara ± 3ᵒC Tidak berasa - mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 0.5 .0 50 - 6.05 mg/L mg/L mg/L mg/L 0.007 0. Valensi 6 Mangan Nitrat. 17.005 500 600 0. Warna B.5 0. 8. 1. sebagai N Nitrit. 3. 10. 14.1 400 0. 2. 12 3 Kadar Maksimum yang diperbolehkan 4 - - Tidak berbau mg/L 1.5 1.4 D DDT Detergen mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 0. 2.

Air Angkasa (Air Hujan) Air angkasa atau air hujan merupakan uap air yang sudah mengalami kondensasi yang kemudian jatuh ke bumi dalam bentuk air. 3 mg/L Kadar Maksimum yang diperbolehkan 4 0. 17. 14.10 0. 15. 2.004 mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 0. maka 8 . Sumber air tersebut tidak berdiri sendiri. C.4 Sumber Air Sumber air yang dapat dimanfaatkan umumnya dapat digolongkan menjadi 3 (tiga) bagian. air permukaan. air tanah.01 0.01 10 Satuan Jumlah per 100 ml Jumlah per 100 ml Radio Aktivitas Aktivitas Alpha (Gross Alpha Activity) Aktivitas Beta (Gross Beta Activity) Keterangan 5 50 Bukan air perpipaan 10 Air perpipaan Bq/L 0.0 Keterangan : mg = miligram ml = mililiter L = liter Bq = Bequerel NTU = Nephelometrik Turbidity Units TCU = True Colour Units Logam berat merupakan logam terlarut Sumber : Permenkes RI No.10 0. Bagi daerah yang hanya memilki sedikit sumber air tanah maupun sumber air permukaan. 2009). 1. a. yaitu air angkasa (air hujan).4.mg/L No. Parameter 2 Gamma-HCH (Lindane) Methoxychlor Pentachlorophanol Pestisida Total 2.1 Bq/L 1. 1 13. 18.6 urichlorophenol Zat organik (KMnO4) Mikro biologik Total koliform (MPN) D. 16. tetapi merupakan suatu rantai yang dikenal sebagai siklus daur hidrologi (hydrology cycle) (Efendi. 416/1990 2.

c. Biasanya air tanah ini tidak berwarna (bening) tetapi lebih banyak mengandung zat kimia (garam-garam yang terlarut) daripada air permukaan. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup. waduk. c) Mata Air Mata air merupakan air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan tanah.5 Pencemaran Air Definisi pencemaran air dalam UU No. dan air dari saluran irigasi. Pada umumnya air permukaan telah mengalami pencemaran. energi. b) Air Tanah Dalam Air tanah dalam terdapat setelah lapisan rapat air yang pertama. Sumber air permukaan dapat berupa danau. yaitu : a) Air Tanah Dangkal Air tanah dangkal dapat terjadi karena ada proses peresapan air dari permukaan tanah. Mata air biasanya tidak terpengaruh oleh musim dan kualitas atau kuantitasnya sama dengan keadaan air tanah dalam. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan PP RI No. Akan tetapi kualitas dari air hujan banyak dipengaruhi oleh keadaan lingkungan sekitar karena air hujan juga mengandung senyawa-senyawa lain seperti debu dan bakteri. 2. sungai.sumber air hujan ini menjadi sumber yang sangat penting. sedangkan tingkat pencemarannya sendiri bergantung pada lokasi daerahnya. zat. Air tanah sendiri dapat dibagi dalam beberapa jenis. Air Permukaan Air permukaan adalah air yang mengalir dipermukaan bumi. Air permukaan merupakan air baku utama bagi produksi air minum di kota-kota besar. sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang 9 . dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia. empang. b. Pengambilan air tanah dalam tidak semudah air tanah dangkal melainkan harus digunakan bor dan memasukkan pipa kedalamnya (kedalaman bor antara 10-100 meter). Air Tanah Air tanah merupakan air permukaan yang meresap kedalam tanah kemudian masuk dalam pori-pori tanah yang terdapat pada lapisan tanah.

Pencemaran air dapat menentukan indikator air yang berada pada lingkungan sekitar (Harmayani. Bahan buangan organik Pada umumnya bahan buangan organik berupa limbah yang dapat membusuk atau terdegradasi oleh mikroorganisme. larutan penyamak kulit dan zat radioaktif. yaitu : a. arsen (As) dan air raksa (Hg) yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia. bahan pemberantas hama. Zat kimia ini di air lingkungan merupakan racun yang mengganggu dan dapat mematikan hewan air. sehingga hal ini dapat mengakibatkan air menjadi bersifat sadah karena mengandung ion kalsium (Ca) dan ion magnesium (Mg).menyebabkan air tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Dari definisi tersebut dapat tersirat bahwa pencemaran air adalah keadaan air tersebut telah mengalami penyimpangan dari keadaan normalnya (Harmayani. contohnya 10 . unsur aluminium banyak digunakan dalam dunia industri. 2007).6 Aluminium Pada masa sekarang ini dengan kemajuan teknologi yang semakin berkembang. tanaman air dan mungkin juga manusia. 2007) yang dapat terjadi secara sengaja maupun tidak sengaja dari kegiatan yang dilakukan oleh manusia. Apabila bahan buangan anorganik ini masuk ke air lingkungan maka akan terjadi peningkatan jumlah ion logam di dalam air. 1995). zat warna kimia. Keadaan normal air bergantung pada faktor penentu yaitu kegunaan air itu sendiri dan asal sumber air tersebut (Wardhana. Selain itu ion-ion tersebut dapat bersifat racun seperti timbal (Pb). c. Pencemaran air sendiri dikelompokkan menjadi 3 (tiga) bagian. Bahan buangan zat kimia Pada bahan buangan zat kimia banyak ragamnya seperti bahan pencemar air yang berupa sabun. Bahan buangan anorganik Pada umumnya bahan buangan anorganik berupa limbah yang tidak dapat membusuk dan sulit didegradasi oleh mikroorganisme. 2. sehingga hal ini dapat mengakibatkan semakin berkembangnya mikroorganisme dan mikroba patogen pun ikut juga berkembang biak di mana hal ini dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit. b.

Serbuk aluminium dapat pula digunakan untuk bahan cat aluminium dan masih banyak yang lain (Sugiyarto.0 mg/l (Achmad. 2012).0. letusan dari gunung berapi. aluminium sangat reaktif khususnya dengan oksigen. pembungkus makanan. 11 . dan obat-obatan (Ravindhranath et al. Bila terkena udara. Aluminium sendiri adalah logam putih yang dapat ditempa dan memiliki sifat amfoter.logam aluminium yang banyak digunakan dalam peralatan rumah tangga. dan pembuangan limbah yang tidak tepat dari industri melarutkan aluminium trivalen dalam badan air terdekat (Ravindhranath et al. Aluminium merupakan logam kedua yang paling banyak digunakan setelah besi di dunia industri modern dan senyawa senyawanya dapat digunakan dalam berbagai industri. pebungkus pasta gigi dan lain sebagainya. 2004). Logam aluminium ini merupakan logam yang ringan. Konsentrasi dari aluminium yang terlarut dalam air kemungkinan kurang dari 1. 2012). Aluminium tidak pernah dijumpai dalam keadaan bebas di alam. 2003). melainkan sebagai senyawa yang merupakan penyusun utama dari bahan tambang bijih bauksit yang berupa campuran oksida dan hidroksida aluminium (Sugiyarto. hantaran listrik yang baik dan sifat-sifat yang baik lainnya sebagai sifat logam.0 dan ion Al 3+ yang terhidrasi akan kehilangan ion hydrogen saat nilai pH berubah lebih dari 4. Jenis aluminium yang terlarut adalah Al (H 2O)3+ yang memiliki nilai pH 4. Logam ini dapat larut dengan mudah menggunakan asam klorida encer dan akan mengalami pelarutan lebih lambat dalam asam sulfat encer atau asam nitrat encer (Vogel. minuman. kaleng minuman. seperti makanan. yang mempunyai ketahanan korosi yang baik. sedangkan bubuknya berwarna abu-abu dan dapat melebur pada temperatur 659 ° C. 2003). 1990). tetapi lapisan oksida melindungi objek dari oksidasi lebih lanjut. Kerak bumi sendiri 8% terdiri atas Aluminium dan kondisi asam yang dihasilkan akibat dari aktivitas manusia yang intensif. Oleh karena itu. objek-objek aluminium ini akan teroksidasi pada permukaannya.

Teknik analisis pada spektrofotometri UV-Vis memakai sumber radiasi elektromagnetik ultraviolet dekat (190-380) dan sinar tampak (380-780). sel pengabsorpsi untuk larutan sampel atau blanko dan suatu alat yang digunakan untuk mengukur 12 . Spektrofotometer sendiri terdiri atas spektrometer dan fotometer.5 .+¿ 2+¿+ H ¿ 3+¿ → Al ( OH ) ( H 2 O )5¿ ¿ Al ( H 2 O )6 Pada kisaran pH 4. 2004). Spektrofotometri UV-Vis melibatkan suatu energi elektronik yang cukup besar pada mSolekul yang sedang dianalisis.6. Spektrofotometer sendiri alat yang menghasilkan sinar dari spektrum yang memiliki panjang gelombang tertentu. sehingga instrumen ini lebih banyak digunakan untuk analisis kuantitatif daripada kualitatif. monokromator.7 Spektrofotometer UV-Vis Spektrofotometer UV-Vis adalah salah satu teknik metode analisis yang berdasarkan pada penurunan intensitas cahaya yang diserap oleh suatu media.5 akan terjadi polimerisasi yang dimulai dengan pembentukan dimmer yang akhirnya akan berhenti dengan terbentuknya partikelpartikel padat dari gibbsite. Al2O3. Spektrofotometer tersusun atas sumber spektrum yang kontinyu. sedangkan fotometer alat pengukur intensitas cahaya yang ditranmisikan atau yang diabsorpsi. Pada perairan alami aluminium memiliki pH diatas kurang lebih 10 sehingga terbentuk ion aluminat yang larut Al (OH)4-. Kelebihan dari spektrofotometer adalah panjang gelombang dari sinar putih dapat benar-benar terseleksi dengan bantuan alat prisma sebagai alat pengurai. 4 +¿+2 H 2 O 2+¿ →( H 2 O)4 Al Al ( OH ) ( H 2 O ) 4¿ 2 Al OH ( H 2 O ) 5¿ 2. 3 H2O (Achmad.

Pada lampu deuterium digunakan pada daerah panjang gelombang 190nm sampai 380nm (daerah ultra violet dekat). Sumber radiasi dari lampu deuterium (D2) sekitar 500 jam pemakaian.perbedaan absorpsi antara sampel dan blangko ataupun pembanding (Khopkar. atau uap. Monokromator Monokromator berfungsi untuk medapatkan sumber sinar yang monokromatis dari sumber sinar yang memancarkan radiasi polikromatis. Sumber Radiasi Sumber radiasi yang digunakan pada spektrofotometer UV-Vis adalah lampu deuterium. Lampu tungsten ini merupakan campuran dari filament tungsten dan gas iodine (halogen). Masing-masing sumber radiasi memiliki panjang gelombang tersendiri. 2012). Sumber radiasi merkuri adalah sumber radiasi yang mengandung uap merkuri bertekanan rendah dan biasanya sumber radiasi ini digunakan untuk mengecek atau kalibrasi panjang gelombang pada spektrofotometer UV-Vis pada daerah ultra violet khususnya disekitar panjang gelombang 365nm dan sekaligus mengecek resolusi dari monokromator. Sumber radiasi tungsten-iodine ini digunakan pada daerah pengukuran sinar tampak dengan rentang panjang gelombang 380-900nm. 3. Spektrofotometer UV-Vis dapat digunakan untuk penentuan sampel yang berupa larutan. Tidak terjadi interaksi dengan molekul senyawa yang dianalisis. Pelarut yang digunakan tidak mengandung ikatan rangkap terkonjugasi pada struktur molekulnya dan tidak berwarna. Kemurniannya harus tinggi atau derajat untuk analisis. Komponen-komponen yang terpenting pada spektrofotometer adalah sebagai berikut : 1. Pada sampel larutan perlu diperhatikan pelarut yang dipakai. lampu tungsten. 2. 1990). 13 . yaitu : 1. gas. Monokromator pada spektrofotometer UV-Vis biasanya terdiri dari susunan celah (slit) masuk – filter – prisma – kisi (grating) – celah keluar (Wardani. 2. sedangkan umur tungsten-iodine sekitar 1000 jam pemakaian. dan lampu merkuri. oleh sebab itu lampu tungsten dapat disebut dengan sumber radiasi “tungsten-iodine”.

Dengan adanya filter optik sebagai bagian dari monokromator akan dihasilkan pita cahaya sangat sempit sehingga kepekaan analisisnya lebih tinggi.1) Celah (slitt) Celah monokromator adalah bagian yang pertama dan terakhir dari suatu sistem optik monokromator pada spektrofotometer UV-Vis. Celah dibuat dari logam yang kedua ujungnya diasah dengan cermat sehingga sama. Berdasarkan bahan yang dipakai untuk membuat kuvet dibedakan menjadi 2 (dua) macam yaitu kuvet dari leburan silica (kuarsa) dan kuvet dari gelas. sedangkan kuvet dari bahan gelas dipakai pada daerah pengukuran 380-1100 nm karena bahan dari gelas mengadsorbsi radiasi sinar UV. 3) Prisma dan kisi (grating) Prisma dibuat dari leburan silica. Pada spektrofotometer UV-Vis 14 . 4. kuvet yang berasal dari leburan silica dapat digunakan untuk analisis kualitatif dan kuantitatif pada daerah pengukuran 190-1100 nm. Prinsipnya adalah mendispersi radiasi elektromagnetik sebesar mungkin supaya didapatkan resolusi yang baik dari radiasi polikromatis. Sel atau Kuvet Sel atau kuvet merupakan wadah sampel yang digunakan untuk analisis. Filter optik yang sederhana dan yang bayak dipakai terdiri dari kaca yang berwarna. 3. Penggunaan kuvet ini juga berbeda. Detektor merupakan salah satu bagian yang penting dari spektrofotometer UV-Vis sehingga kualitas detektor akan menentukan kualitas spektrofotometer UV-Vis. Detektor Detektor dalam spektrofotometer berfungsi untuk mengubah sinyal radiasi yang diterima menjadi sinyal elektronik. Prisma dan kisi ini merupakan bagian monokromator yang terpenting. 2) Filter optik Filter optik ini berfungsi untuk menyerap warna komplementer sehingga cahaya tampak yang diteruskan merupakan cahaya yang berwarna sesuai dengan warna filter optik yang dipakai.

detektor tabung foton hampa. yaitu : 1. Sistem optik radiasi berkas terpisah (splitter beam) 15 . Spektrofotometer jika dilihat dari sistem optiknya dapat digolongkan menjadi 3 (tiga) macam.menggunakan beberapa macam dektektor yaitu detektor fotosel. 1994). Sistem optik radiasi berkas ganda (double beam) 3. detektor photo diode-array yang merupakan detektor dengan teknologi yang modern (Mulya. Sistem optik radiasi berkas tunggal (single beam) 2. detektor penggandaan foton (photomultiplier tube).

25 ml. dan labu erlenmeyer 250 ml.2. 0.06 ppm.2 Alat dan Bahan 3. 10 ppm dan 1 ppm.5 ppm.BAB 3 METODE PERCOBAAN Pengujian sampel air bersih yang diduga mengandung logam alumunium (Al) dilakukan di Balai Laboratorium Kesehatan Semarang. 50 ml.3 Prosedur Kerja 3.3. NH4OH 5%. CH3COOH 25% 3. 16 . 1 ml.2. 3 ml. 0. 15 ml. Pada pengujian ini menggunakan Spektrofotometer UV-Vis sehingga sampel yang akan dianalisis harus memilki spektrum warna dengan cara mengomplekskan sampel tersebut dengan alizarin. Pembuatan larutan standar alumunium (Al) dengan konsentrasi tersebut menggunakan standar alumunium (Al) 1000 ppm yang kemudian diencerkan menjadi 100 ppm. 10 ml. 5 ml. CH 3COOH 5%. labu takar 250 ml. 0.3 ppm. 3. 50 ml.1 ppm. 1 ppm.7 ppm. 0.1 Alat Alat yang digunakan dalam analisi ini adalah pipet volume 100 ml. 100 ml. 0.2 Bahan Bahan yang digunakan dalam analisis ini adalah alizarin.02 ppm. Pengujian ini menggunakan larutan standar 0.1 Tanggal Pemeriksaan 2 Februari 2015 dan 7 Februari 2015 3.1 Pembuatan Larutan Standar Alumunium Pemeriksaan logam alumunium (Al) menggunakan spektrofotometer UVVis harus membuat larutan standar terlebih dahulu. 3.

02 ppm 1. Memipet sebanyak 10 ml dari larutan standar alumunium 100 ppm. 2. e) Larutan standar alumunium 0.3 ppm 1. Kemudian masukkan dalam labu takar 50 ml. Tambahkan aquadest sampai tanda batas pada labu takar.a) Larutan standar alumunium 100 ppm 1. 4. g) Larutan standar alumunium 0. Tutup dan homogenkan. Kemudian dimasukkan dalam labu takar 50 ml. Kemudian masukkan dalam labu takar 250 ml. Tambahkan aquadest sampai tanda batas pada labu takar. 4. 3. 2.06 ppm 1. 17 . Tutup dan homogenkan. Masukkan dalam Erlenmeyer. Tambahkan aquadest sampai tanda batas pada labu takar. Memipet sebanyak 15 ml dari larutan standar alumunium 1 ppm. Masukkan dalam Erlenmeyer. Tutup dan homogenkan. 2. h) Larutan standar alumunium 0. Tambahkan aquadest sampai tanda batas pada labu takar. Tambahkan aquadest sampai tanda batas pada labu takar. 2. Kemudian masukkan dalam labu takar 50 ml. 4. Memipet sebanyak 5 ml dari larutan standar alumunium 1 ppm. Memipet sebanyak 25 ml dari larutan standar alumunium 1 ppm. 3. c) Larutan standar alumunium 1 ppm 1. 2. 3. Masukkan dalam Erlenmeyer. Kemudian masukkan dalam labu takar 50 ml. Kemudian masukkan dalam labu takar 50 ml. Memipet sebanyak 25 ml dari larutan standar alumunium 10 ppm. Memipet sebanyak 5 ml dari larutan standar alumunium 1000 ppm. Tutup dan homogenkan. f) Larutan standar alumunium 0. 2. Masukkan dalam Erlenmeyer. Tutup dan homogenkan. Tambahkan aquadest sampai tanda batas pada labu takar. Memipet sebanyak 1 ml dari larutan standar alumunium 1 ppm.5 ppm 1. 3. Tambahkan aquadest sampai tanda batas pada labu takar.1 ppm 1. 3. d) Larutan standar alumunium 0. 2. Kemudian masukkan dalam labu takar 50 ml. Tutup dan homogenkan. Memipet sebanyak 3 ml dari larutan standar alumunium 1 ppm. 3. 3. 4. Tutup dan homogenkan. b) Larutan standar alumunium 10 ppm 1. Tutup dan homogenkan. Kemudian masukkan dalam labu takar 100 ml. 3. 2. Tambahkan aquadest sampai tanda batas pada labu takar.

3. 5. 5.3. 0. 4. Kemudian masukkan dalam labu takar 50 ml. dengan alizarin sebanyak 0.3 ppm. 4. j) Larutan standar 1 ppm 1. Memipet sebanyak 35 ml dari larutan standar alumunium 1 ppm dengan menggunakan pipet volume 25 ml dan 10 ml.3.5 ppm.5 mL.7 ppm.02 ppm. Tambahkan alizarin sebanyak 0. i) Laruta standar alumunium 0.5 mL. Kemudian masukkan dalam labu takar 50 ml. 3.4.1 ppm. Tutup dan homogenkan. 0. Sebanyak 50 mL larutan standar yang sudah disiapkan ditambah 2. Sebanyak 50 mL sampel air bersih dimasukkan dalam Erlenmeyer.25 mL. Analisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan dengan λ = 490 nm. Masukkan dalam Erlenmeyer. Masukkan dalam Erlenmeyer. Memipet sebanyak 50 ml dari larutan standar alumunium 1 ppm. 3. Tambahkan aquadest sampai tanda batas pada labu takar. Tambahkan asam asetat 25 % sebanyak 2. Tambahkan asam asetat 5% sebanyak 2.7 ppm 1. a) Persiapan Larutan Standar 1.5 mL. 3. Diamkan selama 1 jam. Tutup dan homogenkan.25 mL. Analisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan dengan λ = 490 nm. 4.06 ppm. 2. 0. Masukkan dalam Erlenmeyer.2 Analisis Kadar Alumunium (Al) Menggunakan Spektrofotometer UV-Vis Pada analisis kadar alumunium (Al) menggunakan spektrofotometer UVVis dengan panjang gelombang 490 nm dan menggunakan larutan standar alumunium 0. 2. 3. 3. 0. Diamkan selama 1 jam. 6.5 mL. Tambahkan NH4OH 5% sebanyak 2. dan 1 ppm. 6.5 mL. Tambahkan asam asetat 5% sebanyak 2. 0. Tambahkan NH4OH 5% sebanyak 2. 2. b) Persiapan Sampel Air Bersih 1.3 Prosedur dan Cara Penggunaan Spektrofotometer UV-Vis 18 .

. 4.. Pada layar monitor akan tampil : Photometric λ : . 13.Pada analisis ini menggunakan spektrofotometer UV-Vis 1601.. Bersihkan cuvet dan masukkan ke dalam kotak yang tersedia pada alat. Tunggu sampai proses inisialisasi lengkap Setelah Inisialisasi selesai maka pada monitor akan tampil menu sebagai berikut : Mode : 1) Photometric 2) Spectrum 3) Quantiation 4) Kinetis 5) Time scan 6) Multi-component 7) Optional Program Pack 8) Utilities 6. MODE 19 . 11.... ABS 8. Tekan AUTO ZERO 12. Tekan tombol GO TO WL 9. Tekan tombol Power Stabilizer pada posisi ON Tekan tombol Power pada Spektrofotometer pada posisi ON Lampu pada monitor akan menyala Alat akan melakukan inisialisasi. lalu ENTER 10.. 5.... Pilih “Photometric” dengan menekan tombol 1 pada key board 7. Masukkan blanko ke dalam cuvet. berikut adalah petunjuk penggunaannya : 1..... 3... Ketik panjang gelombang yang diinginkan. Masukkan standar berurutan dari konsentrasi kecil ke besar ke dalam cuvet. 2. nm Data : ... Setelah didapat absorbansinya dari masing-masing konsentrasi standar maka lanjutkan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1... Kembalikan ke menu awal dengan menekan RETURN.. Catat absorbansinya.

Struktur dari alizarin adalah sebagai berikut : Gambar 4. Adanya orbital d yang belum terisi penuh elektron memungkinkan untuk terjadinya transisi elektron dari satu orbital d dengan tingkat energi terendah (keadaan dasar) ke orbital d lain yang tingkat energinya lebih tinggi (Effendy.1 Struktur Alizarin Sampel yang mengandung ion aluminium (Al) akan membentuk kompleks dengan alizarin sehingga menyebabkan warna merah pada larutan. Mineral sendiri pada dasarnya merupakan kontaminan dalam air. Alizarin atau 1. 2007). Aluminium merupakan salah satu mineral yang terdapat dalam air. 2007). Pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kadar Alumunium (Al) yang terdapat pada air bersih.10-dione merupakan zat padat yang berwarna merah yang memiliki rumus molekul C14H8O4. Mineral dalam jumlah sedikit sangat diperlukan bagi tubuh sehingga keberadaannya mutlak adanya. Senyawa kompleks dapat menunjukkan salah satu warna komplementer apabila atom pusatnya memiliki orbital d yang belum terisi penuh oleh elektron.BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN Air memiliki banyak peran dalam kehidupan sehari-hari sehingga perlu dilakukan sebuah penelitian mengenai kandungan mineral tertentu yang terdapat pada sampel air bersih.2dihydroxyanthracene-9. Namun hal ini akan berbeda dengan senyawa kompleks dari ion aluminium 20 . Pengujian adanya kandungan aluminium (Al) dapat dilakukan dengan mengomplekskan aluminium dengan larutan alizarin. Warna merah yang dihasilkan berasal dari kompleks ion aluminium (Al) dengan alizarin yang merupakan warna komplementer dari warna yang diserap oleh kompleks tersebut yakni warna hijau kebiruan (Effendy.

Alizarin sendiri merupakan ligan bidentat dimana ligan ini akan mendonorkan dua atomnya untuk berikatan dengan atom pusat dari kompleksnya yaitu ion aluminium (Al).dan alizarin. Pada kompleks oktahedral logam berada dipusat oktahedron dengan ligan di setiap sudutnya.2 Struktur Kompleks ion Al3+ dengan Alizarin 21 . d2. Hibridisasi yang terbentuk adalah sp3. Struktur kompleks antara ion Al3+dengan alizarin adalah sebagai berikut : Gambar 4.dan H2O yang berikatan dengan atom pusat Al3+. 2s2. Aluminium (Al) memiliki nomor atom 13 dan dalam bentuk ionnya Al3+ yang memiliki konfigurasi elektron 1s2. Hal ini dikarenakan ion Al3+ tidak memiliki elektron yang menempati orbital d dan hanya memiliki orbital s dan p yang terisi elektron. Warna merah yang dihasilkan bukan disebabkan oleh ion Al3+ yang merupakan atom pusatnya. Warna merah dari kompleks tersebut dihasilkan oleh ligan yang terikat dengan ion Al3+. 2p6 sehingga akan membentuk struktur kompleks oktahedral saat mengalami hibridisasi dengan ligan alizarin tersebut. Kompleks yang terbentuk tidak hanya dari ligan alizarin saja melainkan juga dari ligan OH . Ligan yang terikat yaitu ligan alizarin sendiri yang keadaan fisiknya berwarna merah.

07 0.007 0.Hasil yang didapatkan kemudian di analisis dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 490 nm sehingga diperoleh data larutan standar aluminium (Al) sebagai berikut : Tabel 4.1 dapat dibuat kurva kalibrasi larutan standar aluminium (Al) sehingga akan diketahui persamaan garis. 0.3000 0.2 Konsentrasi Gamba r 4.4 0.06 f(x) = 0.2 0.0000 Absorbansi 0. 1 2 3 4 5 6 7 8 Konsentrasi 0.069 Berdasarkan dari Tabel 4.046 0.0600 0.3 Kurva kalibrasi larutan standar aluminium (Al) Berdasarkan kurva tersebut didapatkan persamaan y = 0.04 0.05 Absorbansi 0.0200 0. kurva dapat dilihat pada Gambar 4.000 dan R2 = 0.991 sehingga pada percobaan ini menggunakan data larutan standar yang sudah ada pada instrument spektrofotometer uv-vis yaitu sebagai berikut : Tabel 4.0000 0.1000 0.1 Data larutan standar aluminium (Al) No.002 0.019 0.029 0.08 0.07x + 0 R² = 0. Dalam hal ini grafik yang didapatkan kurang bagus karena R2 yang dihasilkan adalah 0.066x + 0.02 0.5000 0.007 0.03 0.000 0.991.99 0.7000 1.6 0.2 Data larutan standar aluminium (Al) 22 .3.01 0 0 0.8 1 1.

998. Setelah didapatkan kurva kalibrasi yang sesuai.2 0.dalam instrumen spektrofotometer UV-Vis No. maka dilakukan pengukuran terhadap sampel yang akan dianalisis.0600 0.4 0.1000 0. Penyebab R 2 tidak bagus kemungkinan dikarenakan saat pembuatan larutan standar yang kurang teliti sehingga mengakibatkan konsentrasi pada 0. Persamaan ini memiliki R2 yang bagus karena 3 angka dibelakang koma diatas angka 5.0000 0.000 0. 1 2 3 4 5 6 7 Konsentrasi 0.2 Konsentrasi Gambar 4.02 0 0 0.12 0.06 0.000 dan R2 = 0.6 0. maka akan diperoleh kurva kalibrasi sebagai berikut : 0.038 0.0000 Absorbansi 0.7000 1.04 0.078 0.06 ppm dan 0. 23 .8 1 1.1 f(x) = 0.08 Absorbansi 0.1 ppm memiliki absorbansi yang sama.113x + 0.14 0.3000 0.011 0. sehingga dapat dihitung kadar aluminium yang ada dalam sampel.11x + 0 R² = 1 0.115 Berdasarkan data tersebut. Sampel yang telah dilakukan analisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis akan diperoleh nilai absorbansinya.5000 0.007 0.057 0.4 Kurva larutan standar aluminium (Al) dalam spektrofotometer uv-vis Kurva yang ada dalam instrument memiliki persamaan y = 0.

Pada sampel nomer 1 (satu) memiliki absorbansi 0. alumunium juga menyerang ginjal.Data absorbansi dimasukkan kedalam persamaan y = 0. kurangnya energi dan perut kembung. paru-paru. mual mulas. retardasi mental pada bayi. penyakit gastrointestinal. masalah kulit. Parkinson's Disease. termasuk otak. sakit kepala. disfungsi ginjal. Selain menyerang hepar. Aluminium sendiri jika dalam bentuk ion akan sangat toksik bila termakan manusia dan kadarnya yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan organ detoksifikasi yakni hepar.0150 3 0. Aluminium terakumulasi di berbagai jaringan di dalam tubuh.0026 sehingga dalam spektrofotometer UV-Vis tidak terdeteksi karena batas minimal terditeksi adalah 0.0120 *ND : Not Detection (ND) Konsentrasi (ppm) ND 0.1062 Berdasarkan data tersebut. penyakit hati. hati. seng dan selenium oleh tubuh. luka usus dan lambung. Aluminium di dalam tubuh akan bersaing dengan calsium dalam proses absorpsi sehingga dapat mengakibatkan mineral dalam tulang berkurang. ginjal. dan tiroid.113x + 0. kadar alumunium (Al) pada sampel air bersih tidak melebihi kadar maksimum yang diperbolehkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 416/MENKER/PER/IX/1990 tanggal 3 September 1990 untuk air minum dan air bersih bersih yaitu sebesar 0.0044 tetapi bukan berarti sampel nomer 1 (satu) tidak mengandung aluminium.1327 0. 24 . Masih dapat dimungkinkan sampel nomer 1 (satu) mengandung aluminium bila menggunakan instrumen yang lain karena dalam analisis ini menggunakan instrumen spektrofotometer UV-Vis 1601.000 sehingga akan diperoleh data sebagai berikut : Tabel 4. Pada bayi hal ini dapat menghambat pertumbuhan dan juga dapat mengganggu penyerapan fosfor.3 Penetapan kadar alumunium (Al) Sampel Absorbansi 1 0. menyebabkan kerusakan DNA. gangguan belajar pada anak.0026 2 0. Kelebihan aluminium juga dapat menyebabkan kerusakan otak (Alzheimer). Potensi bahaya dari keracunan alumunium (Al) yaitu dapat menyebabkan kerusakan otak.2 mg/L. serta dapet memicu kanker payudara. sembelit.

Air bersih sendiri artinya air yang digunakan dalam sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat dan jika dimasak dapat digunakan untuk air minum.Oleh karena itu kadar aluminium tidak boleh melebihi 0. 25 .2 mg/L pada air minum dan pada air bersih tidak dicantumkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 416/MENKER/PER/IX/1990. Sehingga kualias air bersih harus memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh pemerintah agar tidak membahayakan kesehatan dan sampel yang diuji memenuhi standar baku air yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

1327 ppm. kerusakan otak. 2. Kadar aluminium yang terkandung dalam sampel air bersih yang dianalisis adalah sebesar 0. kanker payudara.BAB 5 KESIMPULAN 1. kerusakan DNA. dan 0. 26 dan dapat menyebabkan . ginjal. Dampak yang ditimbulkan jika kelebihan aluminium (Al) adalah gangguan hati.1062 ppm sehingga kadar tersebut tidak melebihi batas yang tertera dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 416/MENKER/PER/IX/1990.

M. Yogyakarta : Kanisius. 1994. 2010. R. 416/Menkes/Per/IX/1990 Tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air. 1990. K. Ravindhranath. Asep S.. Jakarta : UI-Press. Depkes. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. 5(2) : 62-108 Hendayana. and Anna A. 2014. Kimia Analitik Instrumen. Efendi. Asep K. Wardhana. Jakarta : Jilid 1. dan I. 2012. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. S. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. L. Depok : Perpustakaan Departemen Kimia FMIPA UI Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Edisi Kelima. Sugiyarto. Konsep Dasar Kimia Analitik. Harmayani. Extraction of aluminium (III) ions from polluted waters using bio-sorbents derived from Acacia melanoxylon and Eichhornia crassipes plants. K. 2003. Coca-Cola Bottling Indonesia Unit Medan. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Konsukartha. A. International Journal of ChemTech Research. W.Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta. Ravindhranath. Kalman Media Pustaka Wardani. H. Dasar-Dasar Kimia Anorganik Logam. K. S. Universitas Indonesia. Dampak Pencemaran Lingkungan. K. 2003. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pencemaran Air Tanah Akibat Pembuangan Limbah Domestik di Lingkungan Kumuh. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. Penentuan Kadar Al Secara Spektrofotometri Pada Water Treatment Plant (WTP) di PT. 4(4) : 1733-1745. Yogyakarta : Penerbit Andi Yogyakarta Depkes. Mulya. and Anna A. 1994.A. S. Karya Ilmiah. Validasi Metode Analisis dan Penentuan Kadar Vitamin C Pada Minuman Buah Kemasan dengan Spektrofotometri UV-Visible. 2007. Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. Jurnal Permukiman Natah. M. G. Jakarta : Andi Offset Yogyakarta 27 . 4(5) : 2836-2849. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Vogel. Kimia Lingkungan. E... K. H. Journal of Chemical and Pharmaceutical Research. Skripsi. 2009. D. 2012. Falkutas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. K.M. PT. Analisis Instrumental. 2003. 1995. 1990. AA Sumarna. 492/Menkes/Per/IV/2010 Tentang Kualitas Air Minum. 2012. Removal Of Aluminium (III) Ions From Polluted Waters Using Bio-Sorbents Derived From Moryngea millingtonia and Cygium arjunum Plants. Universitas Sumatera Utara Effendi. Semarang : IKIP Semarang Press Khopkar.DAFTAR PUSTAKA Achmad.

LAMPIRAN Lampiran 1. Persamaan kurva kalibrasi 28 . Spektrofotometer UV-Vis 1601 Lampiran 2.

Kurva kalibrasi dan data absorbansi 29 .Lampiran 3.

Permohonan PKL 30 .Lampiran 4.

Surat Permohonan Ijin PKL 31 .Lampiran 5.

Surat Tugas 32 .Lampiran 6.

Penarikan Mahasiswa PKL dan Ucapan Terima Kasih 33 .Lampiran 7.