Anda di halaman 1dari 6

Pada bulan Juli 2002 Worldcom mengikuti program proteksi kebangkrutan.

Maret
sebelumnya, US SEC telah mulai melakukan investigasi atas pelanggaran
regulasi Akuntansi pada perusahaan. Pada tahun 2002 worldcom telah mengakui
adanya misclassifying modal substansial pada periode sebelumnya. Pada maret
2004, Bernie Ebbers selaku Pimpinan (CEO) terdahulu, didakwa penipuan ,
konspirasi dan membuat kesalahan pelaporan keuangan yang tidak sesuai
dengan standar akuntansi, yang mengawali jatuhnya Worldcom. Scott Sulivan,
Kepala bagian
keuangan
(CFO) terdahulu, telah menyetujui rencana
pelanggaran tersebut. Konsekwensi dari kebangkrutan Worldcom adalah
kekesalan pemegang saham, yang kehilangan semua investasi mereka.

Awal Karir Bisnis Bernie Ebbers


Terlahir di Edmonton Kanada pada 1941, Ebbers menghabiskan masa kecilnya di
situ, dan terdaftar pada University Of Alberta, namun hanya satu tahun.
Beberapa tahun kemudian dia mendaftar pada Mississippi Collage di Amerika
Serikat, dan lulus pada tahun 1967, dengan gelar pendidikan jasmani. Dalam
hidupnya dia sangat berterimaksih terhadap pendidikan yang telah dia dapat di
Perguruan Tinggi Mississipii. Ebbers menikah pada 1968, dalam beberapa tahun
dia melakukan berbagai pekerjaan, mulai dari pelatih basket pada salah satu
sekolah local, dan bekerja pada suatu perusahaan pabrikasi pakaian. Setelah
beberapa tahun, dia meninggalkan perusahaan pabrikasi pakaian, dan kemudian
membeli sebuah motel dan rumah makan.
Pada awal bisnisnya, Ebbers dikenal piawai dalam mengelola pengeluaran dalam
berbisnis, dan terampil dalam mebuat sebuah kesepakatan bisnis. Sukses
dengan membeli satu motel, dia membangun motel yang cukup besar. Model
bisnis awalnya adalah dimana satu motel dapat mendatangkan nilai lenih selama
lima tahun, setelah itu dia dapat menunjukkan hasil dari proses operasinya. Pada
tahun 1983, ia mendapat peluang bisnis lain. Pada tahun itu, system AT&T Bell
membuka kompetisi pada pasar penyedia telepon interlokal. AT&T dipaksa
meleasing lini telephone interlokal pada perusahaan kecil regional, yang mampu
menjual kapasitas pada pengguna lain.
Ebbers membentuk asosiasi, yang menyediakan layanan telekomunikasi pada
1983. Persekutuan yang baru dibentuk tersebut, diberi nama Long Distance
Discount Service (LLDS). Ebbers adalah salah satu dari Sembilan pendiri yang
menanamkan modal, ia memberikan andil sebesar 14,5% dari modal disetor, tapi
dia memilih untuk tidak bergabung dalam dewan direksi pendiri. Bahkan pada
waktu itu, Ebbers yakin bahwa persekutuan yang telah didirikannya itu sukses
meberikan jasa telepon interlokal yang baik, dan menjadi perusahaan dengan
prospek yang baik. Namun, dia diajak oleh asosiasinya untuk berpartisipasi
dalam usahanya.

Long Distance Discount Service (LDDS)


LDDS mulai beroperasi pada Januari 1984 dengan 200 pelanggan. Awalnya,
LDDS tidak mempunyai satu teknisi yang cukup ahli, maupun alat alat

perlengkapan untuk mendatangkan keuntungan yang lebih besar pada


perusahaan. Sehingga untuk menumbuhkan perusahaan, LDDS harus berivestasi
pada alat alat perlengkapad, dan melatih staf teknisi dengan baik. Namun, ini
mebutuhkan biaya yang mahal, sehingga perusahaan harus segera
mengusahakan finansialnya. Pada akhir 1984 LDDS telah mengakumulasikan
hutangnya sebesar $1,5 Juta.
Kerena Ebbers sendiri telah mebuktikan dirinya selaku pebisnis yang cerdas,
dalam mengembangkan bisnis motelnya, membuat dewan direksi LDDS
memutuskan mengengkat Ebbers menjadi CEO, pada 1985. Dalam beberapa
bulan, Ebbers mampu membawa perusahaan kedalam suatu putaran bisnis yang
menguntungkan. Ketika berdiskusi dengan pemegang saham LDDS, ia berniat
hanya menjadi investor, dan berkonsentrasi pada bisnis motelnya. Namun saat
LDDS flounder, ia memutuskan untuk berupaya menolong bisnis telekomunikasi.
Ebbers memperoleh reputasi baik dalam mengelola dan mengendalikan
pengeluaran bisnis. Dia juga mengatur jumlah minimal staf, kecuali pada waktu
yang sama dengan tingkat pendapatan. Walau dia bukanlah sorang pakar
telekomunikasi, namun dia mempuanyai pengetahuan yang baik terhadap
industry dan terbukti dia sangat kompeten. Walau kadang kala dia tampak
abrasive, namun mampu meberikan loyalitas kepada karyawan. Hal ini dapat
membuat karyawan mampu bekerjasama dengan baik demi suksesnya LDDS.
Meskipun dimikian dia mampu menjadi bos/atasan yang baik hati.
Ebbers adalah seorang nasrani yang beriman, dan seringkali memimpin kelas
kitab injil pada hari minggu di Gereja Baptis Lokal. Dalam setiap rapat dia selalu
memimpin dan memulainya dengan doa, ini adalah suatu kebiasaan yang sangat
disukai oleh orang Mississipi. Banyak dari pendapatannya yang diinvestasikan di
bursa dan disumbangkan ke masyarakat.
Meskipun demikian, dia sangat mengharagai ekonomi dari skala rumit hingga
kesuksesan LDDSs, terutama sifatnya yang menjunjung tinggi kompetitif dalam
bisnis. Oleh sebab itu, LDDS berambisi merencanakan program akusisi dan
merger, dalam 15 tahun kedepan. Dalam waktu yang relative singkat, bersama
Ebbers sebagai CEO, LDDS telah tumbuh dan perkembang dengan sangat cepat,
pada 1988 penjualannya mencapai $95 juta. Agar tingkat ini dapat
dipertahankan, Ebbers menyadari LDDS perlu suatu kuota dalam bursa saham
untuk memperoleh pendanaan. Pada 1989 LDDS memperoleh suatu kesempatan,
ketika salah satu Advantage Companies Inc yang terdaftar di NASDAQ
mengalami kebangkrutan.
Charles Cannada ditugaskan sebagai CFO dari LDDS pada 1989. Pada 1992 Scott
Sullivan selaku bendahara wakil presiden dan asisten melaporkan Cannada. Pada
1994 Sullivan diangkat menjadi CFO. Sullivan yang mempunyai pengalaman
kerja di KPMG, menjadikannya sesuai sebagai akunting. Walaupun Ebbers dan
Sullivan dapat bekerjasama dengan baik, namun nampaknya Sullivan dapat
mengganggu manajer divisional.

LDDS secara agresif terus meningkatkan strategi akuisisi dan mergernya. Walau
ia adalah salah seorang dari kepala perusahaan teknologi, Ebbers mengakui
dirinya tidaklah mempunyai keahlian teknis dalam bidang itu. Hal ini terbukti
dengan tersiarnya kabar bahwa Ebbers segan untuk mempergunakan internet
dan lebih suka untuk mengirimkan fax Handwritten. Meskipun demikian, ia
menyadari pada akhir tahun 1980an diperlukan adanya instalasi dengan pitalebar besar untuk membawa data. Selama awal 1990an LDDS terus berkembang
dengan menyewa lini usaha grosir dan menjual kembali dengan harga eceran
diskon. LDDS terus mendatangkan keuntungan pada 1992 dan 1993. Perusahaan
mulai mengadakan perluasan ke California dan timur laut Amerika Serikat,
seperti halnya Eropa, dan ingin memperluas ke selatan Amerika. Pada 1995
LDDS mengambil alih perusahaan khusus penyalur (distributor), WilTel, untuk
memperoleh keuntungan atas penghematan biaya dan sinergi. Pada 1995, LDDS
dinamai ulang dengan Wolrdcom. Yang perlu digaris bawahi adalah ambisi dari
perusahaan dan Ebbers untuk menjadikan Worldcom sebagai perusahaan global.
Masuknya Worldcom kedalam pasar penyedia layanan internet sangat tertolong
dengan pembelian teknologi dari UUNET, yang dipimpin oleh John Sidgmore,
ketika itu diambil pada 1996 oleh perusahaan telekomunikasi MFS. Dalam
hitungan minggu, Worldcom mengambil alih MFS dan Sidgmore untuk memimpin
divisi internet Worldcom. Pada 1996, Wall Street Journal menempatkan Worldcom
di peringkat pertama sebagai perusahaan yang memberi dividen kepada para
pemegang sahamnya.

Worldcom mengambil alih MCI


Di Inggris, dari 1996 undang undang Telekomunikasi telah mengatur kompetisi
industry telekomunikasi, agar dapat meberikan harga yang kompetitif bagi
konsumen. Pada 1997 British Telecom (BT) telah mendiskusikan rencana
Pengambil alihan MCI. Pada saat itu, ia adalah salah satu investor besar dalam
perusahaan di US. Meskipun demikian, BT dan MCI masing masing adalah
perusahaan yang lebih besar dari Worldcom, Sullivan beranggapan bahwa
Pengambil alihan MCI oleh Worldcom adalah layak. Faktanya, keuntungan yang
didapat dari sinergi Worldcom sangat besar, tentu saja hal ini didapatkan dari
jaringan telekomunikasi Worldcom.
Worldcom mampu mengalahkan tender BT untuk MCI, sekalipun BT telah
memegang 20% saham MCI. Worldcom harus mebayar tunai atas penyertaan BT
di MCI, tapi worldcom mampu meng-emisi modalnya sendiri untuk dapat
mengontrol MCI. Worldcom lebih sepakat mengambil alih MCI tanpa adanya
penyertaan tunai oleh BT. Hal ini lebih memberikan kekuatan bagi Worldcom
untuk Penyatuan kepentingan merger, daripada menggunakan metode akuisisi.
Pada saat itu di AS, penyatuan kepentingan dari kelompok akuntansi diijinkan,
dan tidak akan menimbulkan goodwill dalam neraca. Disisi lain, metode akuisisi
akan menimbulkan adanya goodwill dan ini akan merugikan pelaporan laba
dimasa yang akan datang.

Harga Saham Worldcom Mencapai Puncak

Puncaknya pada 1999, harga pasar saham Worldcom mencapai $115 milyar, ini
adalah perusahaan besar yang ke-14 di Amerika Serikat, dan ke-24 pada
peringkat dunia. Worldcom dan MCI adalah dua perusahaan yang memiliki
budaya organisasi yang berbeda. Di MCI ide baru dimunculkan dari staf Yunior,
sedangkan di Worldcom ide baru cenderung muncul dari manajer senior. Ebbers,
Sullivan, dan Sidgmore adalah tiga orang yang dipandang penting dalam
kaitannya dengan membangun kesepakatan dan menjalani merger.
Kemudian berkesempatan untuk menagbilalih Nextel. Gerakan ini akan
memperluas bisnin internet Worldcom, dan hal ini telah mendapat dukungan dari
Sidgmore, tapi ditentang oleh Sullivan. Awalnya Ebbers berpihak pada Sidgmore,
tapi ketika Sullivan protes, Ebbers kembali berpihak pada Sullivan, karena dia
beranggapan bahwa keahlian Sullivan tidak tergantikan. Kemudian, peran
Sidgmore peran dan keikutsertaan Sidgmore perlahan menurun, walaupun masih
menjabat sebagai wakil ketua.
Pengambil alihan MCI oleh Worldcom akhirnya lenkap pada 1998, dan ditahun itu
Worldcom juga mengambil alih
dua perusahaan besar, Brooks Fiber dan
CompuServe. Sidgmore dapat mengambil banyak kredit dari Worldcom untuk
berpindah dari teknologi telepon tradisional ke teknologi yang lebih modern.
Worldcom berlanjut memperoleh perusahaan. Pada 1999, Worldcom memulai
pembicaraan dengan Sprint, salah satu penyedia layanan telekomunkasi besar di
Amerikas Serikat. Bagaimanapun, ini adalah saat dimana perkembangan internet
mulai merosot, dan kompetisi industry telekomnukiasi terus meningkat.
Worldcom mengalami kesulitan untuk mempertahankan margin keuntungan
yang telah diperoleh selama 1990an. Walau pemegang saham Worldcom setuju
atas rencana pemngambil alihan Sprint pada april 2000, pembuat undang
undang di Amerika Serikat dan Eropa menganggap bahwa pengambil alihan
semacam itu akan menyebabkan anti-persaingan.
Pada Juni 2000 Departemen Keadilan (Pengadilan) US menghalangi kesepakatan
dan Ebbers memutuskan untuk tidak membawa keputusan itu ke meja hijau
(pengadilan/persidangan). Penundaan dari merjer bersamaan dengan jatuhnya
harga saham worldcom, dan terdengar kabar bahwa Worldcom sendiri tunduk
terhadap tawaran Takeover. Gagalnya kesepakatan Worldcom untuk merjer
dengan Sprint, berarti bahwa Worldcom tidak akan mampu dengan cepat
melakukan perluasan ke teknologi bandwith modern.
Awal kemerosotan Worldcom mungkin bermula dari gagalnya merjer Sprint, dan
menurunnya popularitas saham TMT. Pada tahun 1999 harga saham Worldcom
mencapai puncak di $62 tapi satu tahun kemudian berada di $46. Nampaknya
pasar merasakan bahwa perkembangan Worldcom berasal dari program akuisisi
sebelumnya. Harga saham akan stagnan atau bahkan menurun. Secepatnya
Worldcom mulai merevisi perkembangannya, saat harga sahamnya mulai turun.
Bertambahnya masalah Worldcom adalah mulai munculnya complain pelanggan
atas pelayanan. Sejak 1990an memperoleh aliran secara terus menerus dari
perusahaan. Tapi perusahaan tidak mempertimbangkan dengan baik untk

mengintegrasikan tiap perusahaan kedalam struktur Worldcom. Setiap


telekomunikasi memiliki teknis yang berbeda beda struktur, struktur penagihan
berbeda dengan penjualan dan perencanaan. Gugatan hokum muncul dari
kemarahan pelanggan pada 2000 dan 2001 yang meminta Worldcom secepatnya
harus mebayar ganti rugi.

Hutang Worldcom kepada Ebbers


Ceo Ebbers menjadi sangat kaya dari kenaikan harga sahamnya di saham
Worldcom umum. Namun, pada tahun 2000, industry telekomunikasi memasuki
masa krisis, yang mebuat Worldcom mengalami kemunduran serius,
menyebabkan pemerintah AS melalui Departemen Kehakiman memaksa
perusahaan ini untuk membatalkan rencana merger dengan Sprint. Pada saat itu,
saham Worldcom menurun dan Ebbers berada dibawah tekanan tinggi dari pihak
bank untuk menutupi kewajiban kekurangan marjin pada saham Worldcom-nya
yang digunakan untuk mebiayai jenis usaha yang lainnya seperti kayu dan kapal
pesiar. Diketahui Ebbers meminjam jutaan dollar As kepada perusahaan tersebut
untuk menanggung kelebihan yang harus dibayarnya untuk saham saham
perusahaan itu sendiri.

Cynthia Cooper dan internal Audit


Pada 2001 Auditor internal mulai menemukan masalah terhadap akuntansi
Worldcom dari komisi penjualan. Pada tahun 2002, sebuah tim audit internal
bekerja secara rahasia, menyelidiki dan menggali kemana alokasi dana
perusahaan yang hilang sebesar $3,8 milyar. Hingga pada akhirnya mereka
menemukan jawaban bahwa dana perusahaan tersebut telah diselewengkan
oleh CEO dan rekan rekan kerja untuk memperkaya diri mereka sendiri. Segera
kemudian komite audit dan dewan direksi diberitahu mengenai masalah
penipuan akuntansi ini. Tidak lama kemudian, mereka segera memanggil dan
memecat CFO Scott Sullivan, dan David Meyrs segera mengundurkan diri.
Worldcom : Peristiwa Kunci
1983
1985
1992
1994
1995
1998
1999
2000
2001
Maret 2002
April 2002

LDDS dibentuk
Bernie Ebbers diangkat sebagai CEO LDDS
Scott Sullivan bergabung dengan LDDS
Scott Sullivan dipromosikan sebagai CFO
LDDS mengubah nama menjadi Worldcom
Worldcom mengambil allih MCi
Worldcom
mulai
mereklasifikasikan
beberapa
beban
operasional sebagai pengeluaran modal
Pemegang saham Worldcom menyetujui rencana merjer
dengan Sprint, namun regulator melarang.
Auditor internal menemukan masalah overpayment terhadap
komisi penjualan
Worldcom telah memberikan pinjaman Ebbers sebesar $341
juta
Ebbers mengundurkan diri sebagai CEO, digantikan oleh

Juni 2002

Juli 2002
Agustus 2002
September 2002
Desember 2002
Maret 2004
Mei 2004

Sidgmore
Auditor internal Cynthia Cooper melaporkan pengeluaran
modal Worldcom kepada komite audit (13 Juni); Sullivan
dipecat sebagi CFO (24 juni)
Worldcom mengarsipkan kebangkrutan
Worldcom melaporkan pelanggaran akuntansi sebesar $3,8
milyar
Sidgmore mengundurkan diri sebagai CEO
Pemerintah menyetujui kompensasi untuk CEO baru, Michael
Capellas
Sullivan mengajukan pembbelaan
Worldcom berganti nama menjadi MCI