Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM INDIVIDU

Judul Praktikum

: Teorema Balooen 2 ( Variabel Banyak)

Mata kuliah / kode

: Praktik Teknik Digital / 530217

Semester / SKS

: 2/1

Nama Mahasiswa

: Rizky Dwi Prasetya Utomo

NIM

: 5302412102

Kelompok

Tangggal Praktikum

: 12 April 2013

Tanggal penyerahan Laporan : 26 April 2013

Dosen Pengampu

: Drs. R.Kartono, M.pd

Nilai

LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO


PROGRAM STUDI PTIK S1
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2013
FAKULTAS TEKNIK UNNES SEMARANG
Laboratorium Elektro
Jurusan : Teknik
Elektro

Judul Praktikum

Smt : 2 Praktikum ke : 2

Teorema Boolean 2
(Dengan Variabel Banyak)
Waktu : 2 SKS

A. Tujuan Praktikum
1. Mahasiswa mampu untuk memahami teorema Boolean 2 variabel atau
lebih dengan segala variasinya.
2. Manusia mampu membuktikan semua dalil sesuai dengan logika berfikir
mahasiswa.
B. Teori Dasar
Teorema Boolean adalah rumus-rumus yang berlaku pada aljabar
Boolean. Ada yang sama dengan aljabar biasa, namun ada juga yang berbeda.
Dalil-dalil pada teorema Boolean tidak sama karena menggunakan logika sa
kelar.
Teorema Boolean dengan dua variabel atau lebih dipaparkan pada
rumus-rumus berikut:

1. Hukum Komutatif

x+y = y+x
x . y = y. x

2. Hukum Asosiatif
x + (y + z) = (x + y) + z = x + y + z
x (yz) = (xy) z = xyz

3. Hukum Distributif
x (y + z) = xy + xz
x + yz

= (x + y)(x + z)

(w + x)(y + z) = wy + wz + xy + xz
wx + yz = (w + y)(w + z)(x + y)(x +z)

4. Hukum Absorsi
x + xy = x
x (x + y) = x
x + xy = x + y
x (x + y) = xy

C. Alat dan Bahan yang diperlukan


1. Alat

a) Papan percobaan
(1 buah)
b) AVO meter (1 buah)
c) Konektor ( secukupnya)
2. Bahan
a) IC 7432
b) IC 7408
D. Langkah Kerja
1. Menggambarkan pernyataan teorema Boolean di dibawah ini dengan

x(y+z)
menggunakan simbol gate beserta rangkaiannya, khusus untuk hukum
distributif dan hukum absorsi.

ic 7408

Hukum Distributif :
X(Y+Z) = XY+XZ

xGambar Rangkaian untuk X(Y+Z) :

c 7432

Gambar Rangkaian untuk X(Y+Z) :

x
y

ic 7408

ic 7432

xy+xz

z
ic 7408
x'
y'

x'y' ekivalen dengan

Hukum Absorsi :
X + XY = X

ic 7408

x
y

ic 7432
x

2. Mengimplementasikan gambar rangkaian hukum distributive dan


hukum absorsi pada papan percobaan.
3. Menunjukkan pada instruktur sebelum percobaan dimulai.
4. Mencatat semua hasil percobaan.
5. Menganalisis hasil percobaan dengan logika berfikir saudara.

E. Data Pengukuran
Hukum Distributif :

x
x

00
00

00
00

0 0
1 1

00
00

11
11

0 0
1 1

11
11

00
00

0 0
1 1

11
1
1

11
1
1

0 0
1
1

xy
y+z

xz

xy+xz
x(y+z)

Hukum
Absorsi :

xy

x+xy

F. Analisis dan Pembahasan


Pada hasil pembuktian yang pertama yaitu pembuktian hukum
distributive pada teorema balooen 2 diketahui bahwa Hukum distributive
dapat dirumuskan sebagai berikut :
x(y+z) = xy+xz
Setelah dibuat rangkaian sesuai dengan rumusan hukum distributive diatas
kemudian didapati suatu hasil yang mana hasilnya di tulis dalam bentuk tabel
kebenaran. Pada hasil tabel kebenaran tersebut ternyata pada ruas yang kanan
dan ruas yang kiri memiliki nilai yang sama untuk setiap pemberian nilainilai kepada n peubah. Jadi bisa dikatakan bahwa x(y+z) dengan xy+xz itu
ekuivalen yang mana pada hokum distributif ini bertujuan untuk mengubah
suatu pernyataan yang awalnya berupa perkalian menjadi suatu pernyataan
yang berupa penjumlahan.

Sedangkan hasil pembuktian yang kedua yaitu pembuktian hokum


absorsi pada teorema balooen 2 diketahui bahwa hukum absorsi dapat
dirumuskan sebagai berikut :
x + xy = x

Setelah dibuat rangkaian sesuai dengan rumusan hukum

absorsi diatas

kemudian didapati suatu hasil yang mana hasilnya di tulis dalam bentuk tabel
kebenaran. Pada hasil tabel kebenaran tersebut ternyata pada ruas yang kanan
dan ruas yang kiri memiliki nilai yang sama untuk setiap pemberian nilainilai kepada n peubah. Jadi bisa dikatakan bahwa

x+xy dengan x itu

ekuivalen yang mana pada hokum absorsi ini bertujuan untuk mengubah
suatu pernyataan ke dalam bentuk normal disjungtif.
G. Kesimpulan
Jadi berdasarkan hasil pengamatan percobaan diatas dapat disimpulkan
bahwa hukum distributive ini digunakan untuk mengubah suatu pernyataan
yang awalnya berupa perkalian menjadi suatu pernyataan yang berupa
penjumlahan

yang

mana

pada

perubahan

pernyataan

ini

tidak

mempengaruhi/merubah nilai pada pernyataan tersebut sedangkan untuk


hukum absorsi digunakan untuk mengubah suatu pernyataan ke dalam bentuk
normal disjungtif yang mana pada perubahan pernyataan ini tidak
mempengaruhi/merubah nilai pada pernyataan tersebut.