Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PERCOBAAN II
MOTOR DC SERI
1.1 Tujuan
a. Mengetahui prinsip kontruksi motor DC seri dan prinsip kerja dari
motor DC seri
b. Mengetahui, mampu menjelaskan dan memahami

Karakteristik

motor DC seri (pengaruh perubahan Tegangan input (Vin) terhadap


Arus jangkar (Ia) dan putaran rotor (Nr)).
c. Mengetahui, mampu menjelaskan dan memahami

Karakteristik

motor DC seri (pengaruh perubahan pembebanan /Torsi ke rotor (T)


terhadap Arus jangkar (Ia) dan putaran rotor (Nr)).
1.2 Bahan dan Peralatan
a. 1 unit Series wound machine
b. 1 unit Control unit 0.3
c. 1 unit Magnetik Power Brake
d. 1 unit Extra low/Low Voltage
e. 1 unit Starter
f. 1 unit on-off swit
g. 1 unit Volt Meter
h. 1 unit Ampere Meter
i. Kabel jumper secukupnya

BAB II
DASAR TEORI
2.1

Pengertian Motor Listrik


Motor listrik termasuk kedalam kategori mesin listrik dinamis dan

merupakan sebuah perangkat elektromagnetik yang mengubah energi listrik


menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan untuk, misalnya, memutar
impeller pompa, fan atau blower, menggerakan kompresor, mengangkat bahan, dll
di industri dan digunakan juga pada peralatan listrik rumah tangga (seperti: mixer,
bor listrik,kipas angin).

Motor listrik kadangkala disebut kuda kerja nya

industri, sebab diperkirakan bahwa motor-motor menggunakan sekitar 70% beban


listrik total di industri.
Mekanisme kerja untuk seluruh jenis motor listrik secara umum yaitu:
Arus listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya.
Jika kawat yang membawa arus dibengkokkan menjadi sebuah lingkaran/loop,
maka kedua sisi loop, yaitu pada sudut kanan medan magnet, akan mendapatkan
gaya pada arah yang berlawanan.
Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar/ torsi untuk memutar kumparan.
Motor-motor memiliki beberapa loop pada dinamonya untuk memberikan tenaga
putaran yang lebih seragam dan medan magnetnya dihasilkan oleh susunan
elektromagnetik yang disebut kumparan medan.
Dalam memahami sebuah motor listrik, penting untuk mengerti apa yang
dimaksud dengan beban motor. Beban mengacu kepada keluaran tenaga
putar/torsi sesuai dengan kecepatan yang diperlukan. Beban umumnya dapat
dikategorikan kedalam tiga kelompok:
Beban torsi konstan, adalah beban dimana permintaan keluaran energinya
bervariasi dengan kecepatan operasinya, namun torsi nya tidak bervariasi. Contoh
beban dengan torsi konstan adalah conveyors, rotary kilns, dan pompa
displacement konstan.

Beban dengan torsi variabel, adalah beban dengan torsi yang bervariasi dengan
kecepatan operasi. Contoh beban dengan torsi variabel adalah pompa sentrifugal
dan fan (torsi bervariasi sebagai kwadrat kecepatan).
Beban dengan energi konstan, adalah beban dengan permintaan torsi yang
berubah dan berbanding terbalik dengan kecepatan. Contoh untuk beban dengan
daya konstan adalah peralatan-peralatan mesin.

Gambar 2.1 Prinsip dasar kerja motor listrik

2.2

Pengertian Motor DC Seri


Motor DC adalah motor listrik yang memerlukan supply tegangan arus

searah pada kumparan medan untuk diubah menjadi energi gerak mekanik.
Kumparan medan pada motor dc disebut stator (bagian yang tidak berputar) dan
kumparan jangkar disebut rotor (bagian yang berputar). Motor arus searah,
sebagaimana namanya, menggunakan arus langsung yang tidak langsung/directunidirectional. Motor DC memiliki 3 bagian atau komponen utama untuk dapat
berputar sebagai berikut.
Hubungan antara kecepatan, flux medan dan tegangan kumparan motor
DC ditunjukkan dalam persamaan berikut :
Gaya elektromagnetik

:E=KN

Torque

: T = K Ia

Dimana:
E

= gaya elektromagnetik yang dikembangkan pada terminal kumparan

motor DC (volt)

= flux medan yang berbanding lurus dengan arus medan

= kecepatan dalam RPM (putaran per menit)

= torque electromagnetic

Ia

= arus kumparan motor DC

= konstanta persamaan
Motor DC jenis ini mempunyai ciri kumparan penguat medan diseri

terhadap Kumparan armatur. Kelebihan dari Motor DC jenis ini yaitu daya output
yang dihasilkan besar. Sedangkan kelemahannya yaitu arus beban yang diminta
sangatlah besar, sesuai dengan beban yang dipikulnya, jika tegangan inputnya
tidak stabil maka fluks magnet yang dihasilkan oleh kumparan seri tidak stabil
pula, sehingga daya output yang dihasilkan tidak stabil. Dalam motor DC seri,
gulungan medan (medan shunt) dihubungkan secara seri dengan gulungan
Dinamo. Oleh karena itu, arus medan sama dengan arus dinamo.
Berikut tentang kecepatan motor seri:
a. Kecepatan dibatasi pada 5000 RPM
b. Harus dihindarkan menjalankan motor seri tanpa ada beban sebab motor
akan mempercepat tanpa terkendali.
Motor-motor seri cocok untuk penggunaan yang memerlukan torque
penyalaan awal yang tinggi, seperti derek dan alat pengangkat hoist seperti pada
gambar berikut.

Gambar 2.2 Karakteristik Motor DC Seri

Motor-motor seri cocok untuk penggunaan yang memerlukan torque


penyalaan awal yang tinggi, seperti derek dan alat pengangkat hoist.
2.3

Prinsip Kerja Motor DC Seri


Motor universal pada dasarnya merupakan motor DC yang dimodifikasi

sedemikian rupa sehina dapat dijalankan dengan supply tegangan AC. Pada motor
DC seri, jika arah aliran arusnya dibalik maka arah medan magnetnya juga
terbalik sehinga tosi dari motor tetap memiliki arah yan sama sebelum arah aliran
arus dibalik.

BAB III

CARA KERJA
3.1

Rangkaian dasar/basic Motor DC Seri


Mulailah percobaan dengan merakit rangkaian dasar/basic motor DC Seri

sesuai dengan gambar (3.1)! peragakanlah rangkaian yg telah dirangkai!, pahami


rangkaian yg diuji!, Bila ada yg belum atau kurang dipahami mintalah petunjuk
dari asisten. Sehingga nantinya Mengetahui prinsip kontruksi motor DC seri dan
prinsip kerja dari motor DC seri.

Gambar 3.1 Rangkaian basic machine dari Motor DC Seri

3.2

Pengujian Karakteristik motor DC seri (pengaruh perubahan


Tegangan input (Vin) terhadap Arus jangkar (Ia) dan putaran rotor
(Nr)).
Mulailah dengan merangkai rangkaian pengujian karakteristik motor DC

seri seperti pada gambar (3.2).

Gambar 3.2 Line Diagram Pengujian Motor DC Seri

Periksalah dengan baik rangkaian yg telah dirangkai, pastikan rangkaian


sudah benar .
Siapkanlah sumber listrik DC sesuai dengan tabel 1.1!, Hidupkanlah
sumber daya listrik!,mulailah lakukan pengukuran parameter uji, catat hasilnya
pada tabel 1.1!.
Tabel 1.1 Pengujian Karakteristik motor DC seri (pengaruh perubahan Tegangan input (Vin)
terhadap Arus jangkar (Ia) dan putaran rotor (Nr)).

Vin(DC
)

40

60

80

100

120

140

160

180

200

220

(Volt)
Ia
(Amper
)
n (rpm)

Jika sudah selesai kemudian matikan sumber daya listrik!,Pahami


rangkaian yg diuji !, periksa data yg didapat diskusikan dengan anggota
kelompok, Bila ada yg belum atau kurang dipahami mintalah petunjuk dari
asisten. sehingga pada akhir kegiatan dapat Mengetahui, dapat menggambarkan
karakteristik

akibat perubahan tegangan input motor tersebut ,mampu

menjelaskan dan memahami Karakteristik motor DC seri (pengaruh perubahan


Tegangan input (Vin) terhadap Arus jangkar (Ia) dan putaran rotor (Nr)).
3.3 Pengujian Karakteristik motor DC seri (pengaruh perubahan
pembebanan /Torsi ke rotor (T) terhadap Arus jangkar (Ia) dan putaran
rotor (Nr)).
Mulailah dengan merangkai rangkaian Pengujian Karakteristik motor DC
seri seperti pada gambar (3.3).

Gambar 3.3 Diagram Pengujian Motor DC Seri Berbeban

Periksalah dengan baik rangkaian yg telah dirangkai, pastikan rangkaian


sudah benar . Siapkanlah sumber listrik DC sesuai dengan gambar rangkaian 3.3!,
Hidupkanlah sumber daya listrik!,mulailah lakukan pengukuran parameter uji
sesuai tabel 1.2 dan catat hasilnya pada tabel 1.2 yg tersedia!.

Tabel 1.2 Pengujian Karakteristik motor DC seri (pengaruh perubahan pembebanan /Torsi ke rotor
(T) terhadap Arus jangkar (Ia) dan putaran rotor (Nr))

Torsi(T)
(Newton)

0,01

0,02

0,03

0,04

0,05

0,06

0,07

0,08

Ia (Amper)
n (rpm)

Jika sudah selesai kemudian matikan sumber daya listrik!,Pahami


rangkaian yg diuji !, periksa data yg didapat!, diskusikan dengan anggota
kelompok !, Bila ada yg belum atau kurang dipahami mintalah petunjuk dari
asisten. sehingga pada akhir kegiatan dapat Mengetahui, dapat menggambarkan
karakteristik akibat pembebanan tersebut ,mampu menjelaskan dan memahami
Karakteristik motor DC seri (pengaruh perubahan pembebanan ke rotor(T)
terhadap Arus jangkar (Ia) dan putaran rotor (Nr)).

0,09

0,10