Anda di halaman 1dari 29

MAKALAH

JARINGAN KOMPUTER

DISUSUN OLEH :
INDRA HUWAIDI
14-33-025
UNIVERSITAS PEJUANG REPUBLIK INDONESIA
FAKULTAS TEKNIK
TAHUN 2016

BAB I
INSTALASI SERVER

INSTALASI UBUNTU SERVER, DNS SERVER, MAIL SERVER


Kegiatan awal adalah melakukan instalasi OS Ubuntu server 8.04 ditambah
Linux Apache Mysql Php (LAMP) dan Postfix mail server
Ikuti petunjuk ini secara berurutan, dan ganti xxx dengan nama kampus anda
1. Cabut kabel LAN (yang dicabut ujung di PC). Tujuannya instalasi cepat
dan tidak melakukun update. Disamping itu agar IP dapat dimasukkan
secara manual.
2. Masukkan CD Ubuntu Server 8.04 saat booting tekan esc dan pilih boot
dari dvd driver
3. Pilih English untuk bahasa instalasi <enter>
4. Install ubuntu server <enter>
5. Pilih English untuk <enter>
6. Pilih Other <enter>
7. Scroll down pilih Indonesia
8. Pilih No
9. Keyboard Layout pilih USA
10. Pilih USA .
11. Masukkan hostname sesuai daftar
Contoh : k-unud.ac.id continue
12. Untuk city zone pilih makassar
13. Pilih guided use entire disk
14. partition write the change Pilih yes
15. Pilih scsi 0.0.0
16. Pilih yes

17. Masukkan Full name : inherent


18. Password : inherent
19. Re-enter password
20. Untuk http proxy di kosongkan continue
21. Pilih paket instalasi
a. DNS Server
b. LAMP Server
c. Mail Server
d. Open SSH Server
22. Continue
23. Masukkan inherent password mysql untuk user root continue
24. Re-enter password
25. Postfix configuration pilih internet site
26. Systim mail name : xxx.ac.id. continue
27. Installation complete keluarkan cd continue
28. Rebooting

Konfigurasi DNS
29. Edit file /etc/bind/named.conf.local
Unutk editor bias menggunakan vi atau nano.
Cd /etc/bind/
Cat named.conf >> named.conf.local
Nano named.conf.local. Lihat pada configurasi file ini pada halaman belakang
30. cp db.local xxx.ac.id
edit sehingga nampak sebagai berikut:
;
; BIND data file for local loopback interface
;
$TTL

604800

IN

SOA

ns.kampusb.ac.id. root.kampusb.ac.id. (

2008110401 ; Serial
604800

; Refresh

86400

; Retry

2419200
604800 )

; Expire
; Negative Cache TTL

;
@

IN

NS

kampusb.ac.id.

IN

192.168.30.58

www

IN

CNAME @

IN

MX

10 @

31. cp db.127 192.168.30.in-addr.arpa


32. Buat file baru dengan nama file sesuai hostname anda contoh xxx.ac.id
nano /etc/bind/xxx.ac.id, dan ketik
; BIND data file for local loopback interface
$TTL 604800

IN

SOA ns.kampusb.ac.id. root.kampusb.ac.id. (


2008110401

; Serial

604800

; Refresh

86400

; Retry

2419200

; Expire

604800 )

; Negative Cache TTL

;
@

IN

NS

kampusb.ac.id.

IN

192.168.30.58

www IN

CNAME

MX

IN

10 @

33. Restart dns server


/etc/init.d/bind9 restart
34. Test dns server
Nslookup
> server xxx.ac.id
result
> yahoo.com
result
atau dig xxx.ac.id
Konfigurasi mail server
1. cd /etc/postfix
2. edit main.cf
3. pastikan anda sudah terhubung ke Internet

4. Update repository
apt-get update
Update ini bias tanpa link Internet bila memiliki DVD reposetori yang lengkap.
Apt-get install dovecot
Apt-get install nmap

BAB II
PENGERTIAN TCP/IP

TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah


standarkomunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses
tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan
Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini
berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol
yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam
bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada
perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack
Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an
sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan
jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan
sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme
transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja.
Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut
sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta
komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet. Protokol ini
juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistemsistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk
jaringan yang heterogen.
Protokol TCP/IP selalu berevolusi seiring dengan waktu, mengingat semakin
banyaknya kebutuhan terhadap jaringan komputer dan Internet. Pengembangan ini
dilakukan oleh beberapa badan, seperti halnya Internet Society (ISOC), Internet
Architecture Board(IAB), dan Internet Engineering Task Force (IETF). Macammacam protokol yang berjalan di atas TCP/IP, skema pengalamatan, dan konsep
TCP/IP didefinisikan dalam dokumen yang disebut sebagai Request for
Comments (RFC) yang dikeluarkan oleh IETF.
TCP/IP pun mempunyai beberapa layer, layer-layer itu adalah :

IP (internet protocol) yang berperan dalam pentransmisian paket data dari node ke
node. IP mendahului setiap paket data berdasarkan 4 byte (untuk versi Ipv4) alamat
tujuan (nomor IP). Internet authorities menciptakan range angka untuk organisasi
yang berbeda. Organisasi menciptakan grup dengan nomornya untuk departemen.
IP bekerja pada mesin gateaway yang memindahkan data dari departemen ke
organisasi kemudian ke region dan kemudian ke seluruh dunia.
TCP (transmission transfer protocol) berperan didalam memperbaiki pengiriman data
yang benar dari suatu klien ke server. Data dapat hilang di tengah-tengah jaringan.
TCP dapat mendeteksi error atau data yang hilang dan kemudian melakukan
transmisi ulang sampai data diterima dengan benar dan lengkap.
Sockets yaitu merupakan nama yang diberikan kepada subrutin paket yang
menyediakan akses ke TCP/IP pada kebanyakan sistem.
Protokol (komputer)
Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan
terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih
titik komputer.Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau
kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan
koneksi perangkat keras.
Protokol perlu diutamakan pada penggunaan standar teknis, untuk menspesifikasi
bagaimana membangun komputer atau menghubungkan peralatan perangkat keras.
Protokol secara umum digunakan pada komunikasi real-time dimana standar
digunakan untuk mengatur struktur dari informasi untuk penyimpanan jangka
panjang.
Sangat susah untuk menggeneralisir protokol dikarenakan protokol memiliki banyak
variasi didalam tujuan penggunaanya. Kebanyakan protokol memiliki salah satu atau
beberapa dari hal berikut:
Melakukan deteksi adanya koneksi fisik atau ada tidaknya komputer atau mesin
lainnya.
Melakukan metoda jabat-tangan (handshaking).

Negosiasi berbagai masam karakteristik hubungan.


Bagaimana mengawali dan mengakhiri suatu pesan.
Bagaimana format pesan yang digunakan.
Yang harus dilakukan saat terjadi kerusakan pesan atau pesan yang tidak
sempurna.
Mendeteksi rugi-rugi pada hubungan jaringan dan langkah-langkah yang dilakukan
selanjutnya
Mengakhiri suatu koneksi.
Alamat IP
Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka
biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap
komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32bit (untuk Ipv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk Ipv6 atau IP versi 6) yang
menunjukkan alamat dari komputertersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.
Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni:
IP versi 4 (Ipv4)
IP versi 6 (Ipv6)
Perbandingan Alamat Ipv6 dan Ipv4
berikut menjelaskan perbandingan karakteristik antara alamat IP versi 4 dan alamat
IP versi 6.
Kriteria

Alamat IP versi 4

Alamat IP versi 6

Panjang alamat

32 bit

128 bit

232=4 miliar host

2128

Jumlah total host


(teoritis)
Menggunakan

Ya, kelas A, B, C, D, dan E. Tidak

kelas alamat

Belakangan tidak digunakan


lagi, mengingat telah tidak

relevan dengan
perkembangan jaringan
Internet yang pesat.
Alamat multicast

Kelas D, yaitu 224.0.0.0/4

Alamatbroadcast Ada
Alamat yang
belum ditentukan
Alamatloopback

127.0.0.1

::1

ditetapkan oleh otoritas

Alamat IP pribadi Ipv4, yang


Alamat IP pribadi ditetapkan oleh
otoritasInternet

alamat otomatis

Tidak ada
::

Internet (IANA)

Konfigurasi

Ipv6, yaitu FF00:/8

0.0.0.0

Alamat IP publik Ipv4, yang


Alamat IP publik

Alamat multicast

Ya (APIPA)

Alamat Ipv6unicast
global

Alamat Ipv6unicast
site-local(FEC0::/48)
Alamat Ipv6unicast
link-local(FE80::/64)

Representasi

Dotted decimal format

Colon hexadecimal

tekstual

notation

format notation

Fungsi Prefiks

Subnet mask atau panjang


prefiks

Panjang prefiks

Resolusi

A Resource Record (Single AAAA Resource

alamat DNS

A)

Record (Quad A)

TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah


standarkomunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses
tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan
Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini
berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol
yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam
bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada
perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack

Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an
sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan
jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan
sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme
transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja.
Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut
sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta
komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet. Protokol ini
juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistemsistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk
jaringan yang heterogen.
Protokol TCP/IP selalu berevolusi seiring dengan waktu, mengingat semakin
banyaknya kebutuhan terhadap jaringan komputer dan Internet. Pengembangan ini
dilakukan oleh beberapa badan, seperti halnya Internet Society (ISOC), Internet
Architecture Board(IAB), dan Internet Engineering Task Force (IETF). Macammacam protokol yang berjalan di atas TCP/IP, skema pengalamatan, dan konsep
TCP/IP didefinisikan dalam dokumen yang disebut sebagai Request for
Comments (RFC) yang dikeluarkan oleh IETF.
TCP/IP pun mempunyai beberapa layer, layer-layer itu adalah :
IP (internet protocol) yang berperan dalam pentransmisian paket data dari node ke
node. IP mendahului setiap paket data berdasarkan 4 byte (untuk versi Ipv4) alamat
tujuan (nomor IP). Internet authorities menciptakan range angka untuk organisasi
yang berbeda. Organisasi menciptakan grup dengan nomornya untuk departemen.
IP bekerja pada mesin gateaway yang memindahkan data dari departemen ke
organisasi kemudian ke region dan kemudian ke seluruh dunia.
TCP (transmission transfer protocol) berperan didalam memperbaiki pengiriman data
yang benar dari suatu klien ke server. Data dapat hilang di tengah-tengah jaringan.
TCP dapat mendeteksi error atau data yang hilang dan kemudian melakukan
transmisi ulang sampai data diterima dengan benar dan lengkap.
Sockets yaitu merupakan nama yang diberikan kepada subrutin paket yang
menyediakan akses ke TCP/IP pada kebanyakan sistem.

Protokol (komputer)
Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan
terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih
titik komputer.Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau
kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan
koneksi perangkat keras.
Protokol perlu diutamakan pada penggunaan standar teknis, untuk menspesifikasi
bagaimana membangun komputer atau menghubungkan peralatan perangkat keras.
Protokol secara umum digunakan pada komunikasi real-time dimana standar
digunakan untuk mengatur struktur dari informasi untuk penyimpanan jangka
panjang.
Sangat susah untuk menggeneralisir protokol dikarenakan protokol memiliki banyak
variasi didalam tujuan penggunaanya. Kebanyakan protokol memiliki salah satu atau
beberapa dari hal berikut:
Melakukan deteksi adanya koneksi fisik atau ada tidaknya komputer atau mesin
lainnya.
Melakukan metoda jabat-tangan (handshaking).
Negosiasi berbagai masam karakteristik hubungan.
Bagaimana mengawali dan mengakhiri suatu pesan.
Bagaimana format pesan yang digunakan.
Yang harus dilakukan saat terjadi kerusakan pesan atau pesan yang tidak
sempurna.
Mendeteksi rugi-rugi pada hubungan jaringan dan langkah-langkah yang dilakukan
selanjutnya
Mengakhiri suatu koneksi.
Alamat IP

Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka
biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap
komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32bit (untuk Ipv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk Ipv6 atau IP versi 6) yang
menunjukkan alamat dari komputertersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.
Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni:
IP versi 4 (Ipv4)
IP versi 6 (Ipv6)
Perbandingan Alamat Ipv6 dan Ipv4
berikut menjelaskan perbandingan karakteristik antara alamat IP versi 4 dan alamat
IP versi 6.
Kriteria

Alamat IP versi 4

Alamat IP versi 6

Panjang alamat

32 bit

128 bit

232=4 miliar host

2128

Jumlah total host


(teoritis)

Ya, kelas A, B, C, D, dan E.


Belakangan tidak digunakan
Menggunakan

lagi, mengingat telah tidak

kelas alamat

relevan dengan

Tidak

perkembangan jaringan
Internet yang pesat.
Alamat multicast

Kelas D, yaitu 224.0.0.0/4

Alamatbroadcast Ada
Alamat yang

Alamat multicast
Ipv6, yaitu FF00:/8
Tidak ada

0.0.0.0

::

Alamatloopback

127.0.0.1

::1

Alamat IP publik

Alamat IP publik Ipv4, yang Alamat Ipv6unicast

belum ditentukan

ditetapkan oleh otoritas

Internet (IANA)

global

Alamat IP pribadi Ipv4, yang


Alamat IP pribadi ditetapkan oleh

site-local(FEC0::/48)

otoritasInternet
Konfigurasi
alamat otomatis

Alamat Ipv6unicast

Alamat Ipv6unicast

Ya (APIPA)

link-local(FE80::/64)

Representasi

Dotted decimal format

Colon hexadecimal

tekstual

notation

format notation

Fungsi Prefiks

Subnet mask atau panjang


prefiks

Panjang prefiks

Resolusi

A Resource Record (Single AAAA Resource

alamat DNS

A)

Record (Quad A)

BAB III
SWITCH DAN ROUTER

Pengertian Switch :

Switch adalah Sebuah alat yang menyaring/filter dan melewatkan(mengijinkan lewat)


paket yang ada di sebuah LAN. switcher bekerja pada layer data link (layer 2) dan
terkadang di Network Layer (layer 3) berdasarkan referensi OSI Layer Model.
sehingga dapat bekerja untuk paket protokol apapun. LAN yang menggunakan
Switch untuk berkomunikasi di jaringan maka disebut dengan Switched LAN atau
dalam fisik ethernet jaringan disebut dengan Switched Ethernet LANs.
Switch lebih cerdas dibandungkan Hub. Switch melanjutkan paket data hanya ke
port penerima yang dituju. Menurut informasi dalam header paket, untuk
memisahkan transmisi dari port yang berbeda, switch membuat koneksi sementara
antara sumber dan tujuan, kemudia meneruskan koneksi setelah komunikasi data
berakhir.
Switch dan Hub memang kadang sulit dibedakan karena memiliki kesamaan
dalam segi fungsi umum dan jika dilihat secara fisik hampir sama. Tapi sebenarnya
Switch memiliki salah satu keunggulan yaitu dapat mencegah terjadinya Collision
(Tabrakan), maksud dari tabrakan di sini adalah tabrakan data. Jadi, Switch dapat
mencegah Collision ini karena Switch memiliki fungsi meneruskan data dan jika
salah satu node ingin mengirim data ke node yang lain, dan ada node lagi yang ingin
mengirim data. Switch akan memberikan jalur pada keduannya, sehingga tidak akan
terjadi Collision. Jadi, pengertian dari Switch adalah Sebuah Networking Device
yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa node dalam jaringan namun
memiliki fungsi lain yaitu sebagai pencegah Collision dengan cara memberi jalur
aliran data masing-masing sesuai Port / Collision Domain.
Jadi, jika menggunakan Switch setiap Client dapat melakukan Komunikasi data
tanpa adanya masalah Collision (Tabrakan) Data. Selain itu Semakin banyak port
yang tersedia pada switch, tidak akan mempengaruhi bandwidth yang tersedia untuk
setiap port. Ketika paket data dikirimkan melalui salah satu port pada switch, maka

pengiriman paket data tersebut tidak akan terlihat dan tidak terkirim ke setiap port
lainnya sehingga masing-masing port mempunyai bandwidth yang penuh. Hal ini
menyebabkan kecepatan pentransferan data lebih terjamin. Switch dapat bekerja di
Layer Data Link dan Layer Network, biasanya kecepatan Switch yang sering
digunakan adalah 10/100 Mbps.

Cara Kerjanya :
Ada dua arsitektur dasar yang digunakan yaitu: cut-through dan store and forward.
Switch cut trough memiliki kelebihan di sisi kecepatan karena ketika sebuah paket
datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen
tujuannya.
Sedangkan Switch store and forward merupakan kebalikan dari switch cut-through.
Switch ini menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke
tujuan dan untuk memeriksa satu paket memerlukan waktu, tetapi ini memungkinkan
switch untuk mengetahui adanya kerusakan pada paket dan mencegahnya agar
tidak mengganggu jaringan.
Switch dengan spesifikasi 10/100Mbps akan mengalokasikan 10/100Mbps penuh
untuk setiap port nya. Jadi berapapun jumlah computer yang terhubung, pengguna
akan selalu memiliki bandwidth penuh.

Pengertian Router :

Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui
sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang
dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan
seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI

1.Fungsi Router Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih
jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router
berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk
membentuk suatu Local Area Network (LAN).

Analogi Router dan Switch Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan
switch adalah switch merupakan suatu jalanan, dan router merupakan penghubung
antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam
suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai

macam alat, dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah
LAN. Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol
TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi
AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan
contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router dapat
digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang
lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan
besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga
mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk
mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti
halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan
komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer
dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke
Token Ring. Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah
layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital
Subscriber Line (DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke
sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut sebagai access
server. Sementara itu, router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal
ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan DSL router. Router-router jenis tersebut
umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan
alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak
memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan packetfiltering router. Router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara
broadcast sehingga dapat mencegah adanya broadcast storm yang mampu
memperlambat kinerja jaringan
2.Jenis-jenis router
Secara umum, router dibagi menjadi dua buah jenis, yakni:
static router (router statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis
yang diset secara manual oleh para administrator jaringan.
dynamic router (router dinamis): adalah sebuah router yang memiliki dab
membuat tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga
dengan saling berhubungan dengan router lainnya.

Router versus Bridge


Cara kerja router mirip dengan bridge jaringan, yakni mereka dapat meneruskan
paket data jaringan dan dapat juga membagi jaringan menjadi beberapa segmen
atau menyatukan segmen-segmen jaringan. Akan tetapi, router berjalan pada
lapisan ketiga pada model OSI (lapisan jaringan), dan menggunakan skema
pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, seperti halnya alamat IP. Sementara
itu, bridge jaringan berjalan pada lapisan kedua pada model OSI (lapisan data-link),
dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, yakni
MAC address. Lalu, kapan penggunaan bridge jaringan dilakukan dan kapan
penggunakan router dilakukan? Bridge, sebaiknya digunakan untuk menghubungkan
segmen-segmen jaringan yang menjalankan protokol jaringan yang sama (sebagai
contoh: segmen jaringan berbasis IP dengan segmen jaringan IP lainnya). Selain itu,
bridge juga dapat digunakan ketika di dalam jaringan terdapat protokol-protokol yang
tidak bisa melakukan routing, seperti halnya NetBEUI. Sementara itu, router
sebaiknya digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringan yang
menjalankan protokol jaringan yang berebeda (seperti halnya untuk menghubungkan
segmen jaringan IP dengan segmen jaringan IPX.) Secara umum, router lebih
cerdas dibandingkan dengan bridge jaringan dan dapat meningkatkan bandwidth
jaringan, mengingat router tidak meneruskan paket broadcast ke jaringan yang
dituju. Dan, penggunaan router yang paling sering dilakukan adalah ketika kita
hendak menghubungkan jaringan kita ke Internet

BAB IV
DOMAIN NAME SERVER

Suatu host pada jaringan Transmission Control


Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) harus memiliki alamat IP agar dapat diakses.
Alamat IP yang digunakan sekarang (IP versi 4) dibentuk dalam format angka long
integer 32-bit yang dikelompokkan menjadi empat kelompok (untuk setiap
kelompoknya masing-masing terdiri dari 8 bit). Bila dalam suatu jaringan TCP/IP
memiliki banyak sekali host, maka tidak mudah bagi manusia untuk mengingat
alamat-alamat IP yang ada (tentu saja bagi komputer hal ini bukan menjadi
masalah). Karena itulah alamat-alamat IP tersebut perlu dipetakan menjadi nama
yang dapat diingat manusia secara mudah dengan menggunakan DNS. Misalnya
seperti IP Address 222.124.194.11 yang dipetakan menjadi
www. unsri.ac.id sehingga lebih mudah diingat.
Dalam teknologi internet sekarang ini, DNS pun merupakan jantung yang sangat
berperan penting. Setiap kali kita meggunakan internet dalam kegiatan kita seharihari, maka setiap kali itu pula secara tidak langsung kita menggunakan DNS
(Domain Name System). Pengunaan DNS didalam internet tersebut meliputi aplikasi
email (electronic mail), browsing, ssh/telnet, ftp, maupun aplikasi yang lain yang ada
kaitannya dengan internet. Oleh karena itu Pengetahuan dan pengertian tentang
DNS merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh operator maupun pengguna
internet.

Pengertian Domain Name System (DNS)


Beberapa pengertian mengenai Domain name system adalah sebagai berikut:
Merupakan sistem database yang terdistribusi yang digunakan untuk pencarian
nama komputer di jaringan yang menggunakan TCP/IP. DNS mempunyai kelebihan
ukuran database yang tidak terbatas dan juga mempunyai performa yang baik.
Merupakan aplikasi pelayanan di internet untuk menterjemahkan domain name ke
alamat IP dan juga sebaliknya.
Komputer yang terhubung dan memiliki tanggung jawab memberikan informasi zona
nama domain anda, merubah nama domain menjadi alamat IP dan juga memiliki
tanggung jawab terhadap distribusi email di mail server yang menyangkut dengan
nama domain.
Aplikasi yang membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address
pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail.

DNS dapat dianalogikan sebagai pemakaian buku telepon dimana orang yang ingin
kita hubungi, berdasarkan nama untuk menghubunginya dan menekan nomor
telefon berdasarkan nomor dari buku telepon tersebut. Hal ini terjadi karena
komputer bekerja berdasarkan angka, dan manusia lebih cenderung bekerja
berdasarkan nama.
Misalkan domain name yahoo.com mempunyai alamat IP 202.68.0.134, tentu
mengingat nama komputer lebih mudah dibandingkan dengan mengingat alamat IP.
Didalam DNS, sebuah name server akan memuat informasi mengenai host-host di
suatu daerah/zone. Name server ini dapat mengakses server-server lainnya untuk
mengambil data-data host di daerah lainnya. Name server akan menyediakan
informasi bagi client yang membutuhkan, yang disebutresolvers.
Fungsi Utama Sistem DNS
Menerjemahkan nama-nama host (hostnames) menjadi nomor IP (IP address)
ataupun sebaliknya, sehingga nama tersebut mudah diingat oleh pengguna internet.
Memberikan suatu informasi tentang suatu host ke seluruh jaringan internet. DNS
memiliki keunggulan seperti:
Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP
address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
Konsisten, IP address sebuah komputer boleh berubah tapi host name tidak
berubah. Contoh:
unsri.ac.id mempunyai IP 222.124.194.11, kemudian terjadi perubahan menjadi
222.124.194.25, maka disisi client seolah-olah tidak pernah ada kejadian bahwa
telah terjadi perubahan IP.
Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di
Internet maupun di Intranet.
Konsep dan Hirarki DNS
DNS adalah suatu bentuk database yang terdistribusi, dimana pengelolaan secara
lokal terhadap suatu data akan segera diteruskan ke seluruh jaringan (internet)
dengan menggunakan skema client-server. Suatu program yang dinamakan name

server, mengandung semua segmen informasi dari database dan juga merupakan
resolver bagi client-client yang berhubungan ataupun menggunakannya.
Struktur dari database DNS bisa diibaratkan dengan dengan struktur file dari sebuah
sistem operasi UNIX. Seluruh database digambarkan sebagai sebuah struktur
terbalik dari sebuah pohon (tree) dimana pada puncaknya disebut dengan root node.
Pada setiap node dalam tree tersebut mempunyai keterangan (label) misalnya,
.org, .com, .edu, .net, .id dan lain-lainnya, yang relatif rerhadap puncaknya
(parent).Ini bisa diibaratkan dengan relative pathname pada sistem file UNIX,seperti
direktori bin, usr, var, etc dan lain sebagainya. Pada puncak root node dalam sebuah
sistem DNS dinotasikan dengan . atau / pada sistem file UNIX.
Pada setiap node juga merupakan root dari subtree, atau pada sistem file UNIX
merupakan root direktori dari sebuah direktori. Hal ini pada sistem DNS disebut
dengan nama domain. Pada tiap domain juga memungkinkan nama subtree dan
bisa berbeda pula, hal ini disebut subdomain atau subdirektori pada sistem file
UNIX. Pada bagian subdomainjuga memungkinkan adanya subtree lagi yang bisa
dikelola oleh organisasi yang berbeda dengan domain utamanya.
Struktur Database DNS
Struktur DNS Domain Name Space merupakan hirarki pengelompokan domain
berdasarkan nama. Domain ditentukan berdasarkan kemampuan yang ada di
struktur hirarki yang disebut
level yang terdiri dari :
Root-Level Domains : merupakan level paling atas di hirarki yang di ekspresikan
berdasarkan periode dan dilambangkan oleh ..
Top-Level Domains :berisi second-level domains danhostsyaitu :
com : organisasi komersial, seperti IBM (ibm.com).
edu : institusi pendidikan, seperti U.C. Berkeley (berkeley.edu).
org : organisasi non profit, Electronic Frontier Foundation (eff.org).
net : organisasi networking, NSFNET (nsf.net).

gov : organisasi pemerintah non militer, NASA (nasa.gov).


mil : organisasi pemerintah militer, ARMY (army.mil).
xx : kode negara (id:Indonesia,au:Australia)
Second-Level Domains : berisi domain lain yang disebut subdomain.
Contoh, unsri.ac.id. Second-Level Domains unsri.ac.id bisa mempunyai
host www.unsri.ac.id
Third-Level Domains : berisi domain lain yang merupakan subdomain dari second
level domain diatasnya. Contoh, ilkom.unsri.ac.id. Subdomain ilkom.unsri.ac.id juga
mempunyai hostilkom.unsri.ac.id.
Host Name : domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan
fully qualified domain name (FQDN) untuk setiap komputer. Contohnya, jika terdapat
www. unsri.ac.id, www adalah hostname dan unsri.ac.id adalah domain name.
DNS Zone
Terdapat dua bentuk Pemetaan DNS Zone, yaitu:
Forward Lookup Zone : Melakukan pemetaan dari nama menuju IP address
Reverse Lookup Zone : Melakukan pemetaan dari IP address menuju nama
Forward Lookup Zone
Cara kerja DNS tersebut dengan Forward Lookup Zone dapat kita lihat pada contoh
berikut ini. Misal kita browsing di warnet, dan akan menghubungi www. unsri.ac.id .
Maka alur kerjanya adalah:
PC kita mengontak Server DNS lokal (biasanya terletak pada jaringan ISP) untuk
menanyakan IP Address unsri.ac.id.
Server DNS lokal akan melihat ke dalam cache-nya.
Jika data itu terdapat di dalam cache server DNS server lokal, maka server tersebut
akan memberikan alamat IP tersebut ke Browser. Jika tidak, maka server tersebut
mengontak server DNS di atasnya (biasanya disebut Root DNS server .) untuk
mengetahui alamat IP dari name server yang mengelola Top Level Domain .id.

Pada name server yang mengelola Top Level Domain .id, maka server akan
menanyakan IP dari name server pengelola domain ac.id.
Kemudian server akan mengontak name server pengelola domain ac.id, disini server
akan menanyakan alamat IP dari second level Domain unsri.ac.id.
Setelah mendapatkan IP dari name server pengelola second level
Domain unsri.ac.id, Pada name server yang mengelola unsri.ac.id, maka DNS
server kita akan menanyakan alamat FQDN dariunsri.ac.id.
Setelah mendapatkan IP dari http://www.unsri.ac.id, maka server akan memberikan
alamat IP tersebut ke PC yang me-request tadi, dan membuat cache terhadap
alamat yang telah dicari. Sehingga jika ada permintaan lagi untuk
mengakses http://www.unsri.ac.id, maka DNS Server akan memberikan alamat yang
telah disimpan didalam cache tanpa harus menghubungi server diatasnya. Jadi
permintaan terhadap server diatasnya hanya jika alamat yang akan diakses
belum terdapat pada cache.
Setelah PC mendapatkan alamat IP dari http://www.unsri.ac.id barulah PC tadi bisa
mengaksesunsri.ac.id
Reverse Domain Server
Di dalam jaringan TCP/IP diperlukan juga pemetaan dari IP address ke hostname.
Pemetaan ini merupakan pemetaan balik dari pemetaan hostname ke IP address
yang disebut reverse domain. Tujuannya untuk menyimpan informasi ataupun
statistik yang disimpan dalam satu log file. Selain itu juga diperlukan untuk security
jaringan (authorization check). Jika menggunakan host table (/etc/hosts) maka
pemetaan hostname ke IP address merupakan pemetaan satu ke satu. Resolver
akan mencari hostname pada host tabel secara sekuensial. Dengan menggunakan
DNS proses pencarian IP address dari suatu hostname dapat dengan mudah
dilakukan. Tapi proses pencarian hostname dari suatu host dengan IP address
tertentu memerlukan proses pencarian yang cukup lama karena harus dilacak ke
seluruh domain name server.
Solusi yang digunakan adalah dengan membuat suatu domain dengan
menggunakan IP address sebagai domain. Pada jaringan TCP/IP top level domain

yang menggunakan IP address sebagai domain diberi nama in-addr. arpa.


Pemberian nama sub domain dibawah top level domain ini mengikuti aturan sebagai
berikut:
Sub domain dibentuk dengan menuliskan sub domain dalam format representasi IP
address dalam bentuk dot-octet.
Pembentukan sub domain di bawah top level domain dimulai dari oktet pertama dari
IP address (IP address terdiri dari 32 bit=4 oktet) dan sub domain selanjutnya
dibentuk dari oktet ketiga dan demikian seterusnya.
Contoh:
Sebuah network dengan IP address 222.124.194.XX (Network Klas C, XX = variable
0 s.d. 255) dikoordininasikan oleh DNS server ns1.unsri.ac.id. Agar DNS ini dapat
merupakan server untuk reverse domain pada IP address di atas maka reverse
domain yang harus dibuat adalah 194.124.222.in-addr.arpa
Keterangan :
Network dengan IP address 222.124.194.XX bila direpresentasikan dalam bentuk
dot-octet adalah 222.124.194.
Oktet pertama dari IP address network di atas adalah 222, oktet kedua 124, dan
octet ketiga 194 maka sub domain di bawah top level domain in-addr.arpa adalah
222.in-addr.arpa. Subdomain berikutnya adalah oktet kedua yaitu 124, maka di
bawah sub-domain 222.in-addr.arpa terdapat lagi sub domain 124.222.in-addr.arpa.
Kemudian subdomain berikutnya adalah octet ketiga yaitu 180, maka di bawah
subdomain 124.222.in-addr.arpa terdapat subdomain 194.124.222.in-addr.arpa.

BAB V
WEB DAN FTP SERVER
Web server merupakan salah satu kebutuhan yang digunakan oleh user untuk
website yang mempunyai kapasitas penyimpanan yang besar dan juga akses yang
cepat untuk trafik yang besar dalam mencegah terjadinya down pada suatu website
atau aplikasi. Pada artikel kali ini IDCloudHost mengajak teman-teman membahas
seputar Server / Web server.
Pengertian Server atau Web server
Server atau Web server adalah sebuah software yang memberikan layanan berbasis
data dan berfungsi menerima permintaan dari HTTP atau HTTPS pada klien yang
dikenal dan biasanya kita kenal dengan nama web browser (Mozilla Firefox, Google
Chrome) dan untuk mengirimkan kembali yang hasilnya dalam bentuk beberapa
halaman web dan pada umumnya akan berbentuk dokumen HTML.
Fungsi Server atau Web Server
Fungsi utama Server atau Web server adalah untuk melakukan atau akan
mentransfer berkas permintaan pengguna melalui protokol komunikasi yang telah
ditentukan sedemikian rupa. halaman web yang diminta terdiri dari berkas teks,
video, gambar, file dan banyak lagi. pemanfaatan web server berfungsi untuk
mentransfer seluruh aspek pemberkasan dalam sebuah halaman web termasuk
yang di dalam berupa teks, video, gambar dan banyak lagi.
Salah satu contoh dari Web Server adalah Apache. Apache (Apache Web Server
The HTTP Web Server) merupakan web server yang paling banyak dipergunakan di
Internet. Program ini pertama kali didesain untuk sistem operasi lingkungan UNIX.
Apache mempunyai program pendukung yang cukup banyak. Hal ini memberikan
layanan yang cukup lengkap bagi penggunanya.
Beberapa dukungan Apache :

Kontrol Akses
Kontrol ini dapat dijalankan berdasarkan nama host atau nomor IP CGI (Common
Gateway Interface) Yang paling terkenal untuk digunakan adalah perl (Practical

Extraction and Report Language), didukung oleh Apache dengan menempatkannya


sebagai modul (mod_perl)

PHP (Personal Home Page/PHP Hypertext Processor)


Program dengan metode semacam CGI, yang memproses teks dan bekerja di
server. Apache mendukung PHP dengan menempatkannya sebagai salah satu
modulnya (mod_php). Hal ini membuat kinerja PHP menjadi lebih baik

SSI (Server Side Includes)


Web server Apache mempunyai kelebihan dari beberapa pertimbangan di atas :
1. Apache termasuk dalam kategori freeware.
2. Apache mudah sekali proses instalasinya.
3. Mampu beroperasi pada berbagai platform sistem operasi.
4. Mudah mengatur konfigurasinya. Apache mempunyai hanya empat file
konfigurasi.
5. Mudah dalam menambahkan peripheral lainnya ke dalam platform web
servernya.

FTP (File Transfer Protocol) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk
pertukaran file dalam suatu jaringan komputer yang mendukung protokol TCP/IP.
Dua hal pokok pada FTP yaitu FTP Server dan FTP Client. FTP juga bisa
dikatakan sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang
merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesinmesin dalam sebuah framework.
FTP merupakan salah satu protokol Internet yang paling awal dikembangkan,
dan masih digunakan hingga saat ini untuk melakukan pengunduhan (download)
dan pengngunggahan (upload) berkas-berkas komputer antara FTP Client dan
FTP Server. Sebuah Client FTP merupakan aplikasi yang dapat mengeluarkan

perintah-perintah FTP ke sebuah Server FTP, sementara Server FTP adalah


sebuah Windows Service atau daemon yang berjalan di atas sebuah komputer
yang merespons perintah-perintah dari sebuah Client FTP. Perintah-perintah FTP
dapat digunakan untuk mengubah direktori, mengubah modus transfer antara
biner dan ASCII, menggugah berkas komputer ke Server FTP, serta mengunduh
berkas dari Server FTP.
Fungsi FTP yang utama adalah melakukan pertukaran file dalam jaringan.
Fungsi FTP adalah Melakukan transfer file antara komputer yang terhubung
melalui jaringan, termasuk internet. Dalam bahasa teknis, FTP dikenal sebagai
protokol jaringan yang memungkinkan transfer file antara komputer yang
tersambung pada TCP/IP yang berbasis jaringan. Hal ini mencangkup
serangkaian peraturan dan prosedur untuk transfer data digital yang aman. FTP
juga berfungsi untuk mempermudah dalam pembagian file-file., mempercepat
secara tidak langsung atau implicyt menggunakan komputer remote, melindungi
user dari berbagai file storage system antar host.
Fungsi FTP Server adalah menjalankan perangkat lunak yang digunakan untuk
pertukaran file (File Exchange), yang selalu siap memberikan layanan FTP
apabila mendapatkan request atau permintaan dari FTP Client. FTP Client
adalah komputer yang meminta koneksi ke FTP Server untuk tujuan tukar
menukar file (Upload dan Download File).
Cara Kerja FTP Cara utamanya digunakan dalam pengembangan situs web
untuk menjalankan fungsi-fungsi FTP yaitu mentransfer halaman file dari
komputer Client ke situs web komputer hosting, juga digunakan oleh situs yang
menyediakan fasilitas download file. Ini juga digunakan untuk file intra-jaringan
pada sistem jaringan komputer kecil. Sebagian besar program termasuk web
browser memiliki dukungan built-in untuk transfer data berbasis FTP