Anda di halaman 1dari 1

2.

Upah Pegawai tidak tetap dibayar tidak secara bulanan


Atas penghasilan bagi Pegawai Tidak Tetap atau Tenaga Kerja Lepas yang tidak dibayar secara
bulanan atau jumlah kumulatifnya dalam 1 (satu) bulan kalender belum melebihi Rp 2.025.000,
berlaku ketentuan sebagai berikut sesuai pasal 12 PER-31/PJ./2012:

tidak dilakukan pemotongan PPh Pasal 21, dalam hal penghasilan sehari atau rata-rata
penghasilan sehari belum melebihi Rp200.000,
dilakukan pemotongan PPh Pasal 21, dalam hal penghasilan sehari atau rata-rata
penghasilan sehari melebihi Rp200.000, dan jumlah sebesar Rp200.000 tersebut
merupakan jumlah yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto. Rata-rata penghasilan
sehari adalah rata-rata upah mingguan, upah satuan, atau upah borongan untuk setiap hari
kerja yang digunakan.

Dalam hal Pegawai Tidak Tetap telah memperoleh penghasilan kumulatif dalam 1
(satu) bulan kalender melebihi Rp2.025.000, maka jumlah yang dapat dikurangkan
dari penghasilan bruto adalah sebesar PTKP yang sebenarnya. PTKP yang
sebenarnya adalah sebesar PTKP untuk jumlah hari kerja yang sebenarnya yaitu
PTKP setahun dibagi 360 hari.
Sedangkan jika jumlah penghasilan kumulatif dalam satu bulan kalender sudah
melebihi Rp 7.000.000 PPh pasal 21 dihitung berdasarkan tarif pasal 17 ayat 1 UU
KUP atas jumlah penghasilan kena pajak yang disetahunkan (dikali 12).
Contoh :
Jika pada contoh 1 diatas upah Solmet dibayar tidak secara bulanan dan dalam
bulan Januari 2013 tersebut menyelesaikan dalam waktu 24 hari dan upah perhari
130,000
Upah sehari .................... = Rp 130.000
batas upah harian ............ = Rp 200.000 (-)
Phkp ...............................= Rp
0
(pada hari pertama tidak dikenakan PPh karena tidak melebihi batas upah harian)
Solmet baru dilakukan pemotongan pph 21 pada hari ke-16 karena jumlah upah
kumulatif nya pada hari itu sudah lebih dari Rp 2.025.000.
Upah s/d hari ke-16 ........16 hari x Rp 130.000 = Rp 2.080.000
PTKP sebenarnya ........ 24.300.000 / 360 x 16 = Rp 1.080.000 (-)
Penghasilan Kena Pajak ................................... = Rp 1.000.000
PPh terutang samapai hari ke-16 5% x 1.000.000= Rp
50.000
Jadi penghasilan seluruhnya yang harus dipotong selama 1 bulan adalah:
Upah selama satu bulan 24 hari x Rp 130.000 = Rp 3.120.000
PTKP sebenarnya 24.300.000 / 360 x 24
= Rp 1.620.000 (-)
Penghasilan kena pajak
Rp 1.500.000
PPh terutang
5% x Rp 1.500.000 = Rp 75.000