Anda di halaman 1dari 8

2.1 Luka Tusuk.....

2.1.1 Definisi Luka Tusuk (hani)


2.1.2 Epidemiologi Luka Tusuk (alin)
2.1.3 Karakteristik Luka Tusuk (hani)....
2.1.4 Anatomi Luka Tusuk (alin)....
2.1.5 Pemeriksaan pada Luka Tusuk (hani)
2.1.6 Kualifikasi Luka(alin)..
2.1.7 Penyebab Kematian (hani)...

2.1.2 Epidemiologi Luka Tusuk


Pada tahun 2009 sampai tahun 2011 di suatu tempat komunitas trauma di Jerman,
didapatkan 871 pasien dengan luka tusuk dan 305 pasien dengan luka tembak. 7Di Jerman 376
kematian akibat trauma tajam yang terjadi menunjukkan bahwa 80% merupakan kasus
pembunuhan, 17% bunuh diri dan 3% diantaranya adalah kecelakaan. 1 Pada rumah sakit di
Belgia, korban dengan luka tusuk lebih sering ditemukan pada laki-laki dewasa muda dan usia
pertengahan, dan sekitar 27% dari seluruh pasien dibawah pengaruh obat-obatan. 8 Di Indonesia,
tepatnya di provinsi Jawa Tengah, angka kejadian luka akibat benda tajam/tumpul sebanyak
16,7%.1, 2
2.1.4 Anatomi Luka Tusuk3, 4
a. Luka Tusuk Pada Kepala dan Leher
Luka tusukan pada kepala dan leher jarang terjadi. Luka tusuk pada leher dapat
menyebabkan kematian yang cepat oleh karena perdarahan, emboli udara atau asfiksia
yang disebabkan karena perdarahan jaringan lunak yang hebat dengan tekanan kompresi di
trakea dan pembuluh darah di leher.
Korban dapat meninggal karena terpotongnya arteri karotis, vena jugularis, faring,
dan trakhea. Terpotongnya arteri karotis dapat menyebabkan perdarahan yang banyak atau
dapat menyebabkan thrombus yang menyumbat arteri cerebralis. Terpotongnya vena
jugularis dapat menimbulkan embuli udara yang dapat menyumbat arteri pulmonalis.
Terpotongnya trachea dapat menyebabkan aspirasi darah kedalam paru paru.

Luka tusukan pada trakhea

Kematian jangka panjang mungkin terjadi karena selulitis, atau terjadi akibat
trombosis pada arteri dengan emboli dan infark pada serebral. Jika ada kasus dimana ada
luka tusuk pada kepala dan leher, maka wajib dilakukan untuk foto sinar-X untuk melihat
apakah ada emboli udara. Dalam luka tusuk pada leher, pisau tidak hanya melukai
pembuluh darah besar, tetapi juga trakhea, dengan tampak hasil perdarahan hebat sampai
ke bronkus.
Luka tusuk pada otak juga jarang ditemui. Sebagian besar tusukan terjadi pada mata
atau daerah temporal karena tulang pada daerah tersebut sangat tipis dibandingkan tulang
kepala yang lain. Luka tusukan pada otak tidak terlalu membahayakan, korban masih dapat
berlari dan menghindar dari pelaku. Kematian dalam kasus seperti itu terjadi karena
perdarahan intrakranial atau infeksi. Pada hasil otopsi, ukuran luka tengkorak yang
dihasilkan oleh senjata yang ditusukkan, hasilnya sama dengan ukuran senjata yang
digunakan. Perdarahan yang terjadi pada luka tusukan otak mungkin dapat mengenai
subdural, subarachnoid, intraserebral, atau kombinasi dari ketiganya.
b. Luka Tusuk di Dada

Luka tusukan yang paling bahaya terletak di daerah dada kiri. Seseorang akan
cenderung menusuk dada sebelah kiri. Selain itu, jika seseorang berniat untuk membunuh
maka orang tersebut akan menusuk pada dada sebelah kiri, hal ini karena sebagaian besar
jantung terletak di dada sebelah kiri sehingga orang tersebut berfikir korban akan lebih
cepat mati.

Bunuh diri dengan luka


tusuk pada dada kiri

Luka tusukan pada dada akan mengakibatkan cedera pada jantung yang sangat
mengancam jiwa. Jarang sekali kematian disebabkan oleh luka pada tusukan di paru-paru.
Luka tusukan pada dada kanan biasanya melukai ventrikel kanan, aorta, ataupun atrium
kanan. Dan pada dada kiri biasanya melukai ventrikel kanan. Sebagian besar kematian
disebabkan kombinasi dari hematothorax, perdarahan eksternal, dan hemoperikardium.
Luka tusuk yang mengenai arteri koroner dapat sangat cepat menimbulkan kematian. Pada
luka tusuk, kerusakan pada atrium dapat lebih serius dibandingkan kerusakan dari ventrikel
karena otot ventrikel masih dapat berkontraksi, sehingga dapat memperlambat atau

mengakhiri pendarahan. Luka tusuk jantung biasanya ditemukan di depan dada dan
menembus ke belakang. Sebagian besar luka tusuk pada dada kiri juga dapat melubangi
paru-paru . Beberapa orang masih dapat bertahan pada luka tusukan jantung.
Luka tusukan dari paru-paru, menyerupai seperti tusukan pada jantung, biasanya
tertusuk pada bagian depan dada, jarang dari sisi samping, dan hanya sesekali dari sisi
belakang. Kebanyakan luka tersebut berkaitan dengan luka tusuk pada jantung. Kematian
pada luka tusukan paru-paru biasanya terjadi perdarahan besar karena hematothoraks.
Pneumotoraks pun juga dapat terjadi tetapi tidak secepat hematothoraks.Luka tusuk pada
bagian dada yang lebih rendah dapat menimbulkan cedera tidak hanya pada jantung dan
paru-paru, tetapi juga dapat melukai organ perut. Luka tusukan fatal pada perut biasanya
melukai hepar ataupun pembuluh darah utama, seperti aorta, vena cava, iliaka, atau
pembuluh mesenterika. Kadang-kadang pada luka perut kematian tidak terjadi secara
langsung tetapi korban biasanya mati karena robeknya usus sehingga terjadi peritonitis.
c. Luka Tusuk Pada Tulang Belakang
Luka tusukan pada tulang belakang juga jarang ditemui. Seperti pada luka tusukan
kepala, pisau yang digunakan dapat pecah dan ditemukan pecahannya di tulang belakang.
Cedera pada medula spinalis dapat menyebabkan kelumpuhan.
d. Luka Tusuk Pada Abdomen
Dapat menimbulkan kerusakan pada hepar, lien, gaster, pankreas, renal, vesika
urinaria, usus sehingga dapat menimbulkan perdarahan yang cukup banyak. Luka tusuk
lebih sering terjadi pada kuadran atas dari abdomen dibandingkan dengan kuadran bawah.
Kematian tidak terjadi secara langsung pada luka tusuk di abdomen. Faktanya baru
beberapa hari bahkan sampai beberapa minggu luka tusuk dapat menyebabkan kematian.

Luka Tusuk pada Abdomen


Tampak omentum keluar dari dalam
Abdomen

e. Luka Tusukan Pada Ekstremitas


Luka tusuk pada ekstremitas dapat menyebabkan kematian juga. Tusukan dapat
mengenai pembuluh darah ekstremitas seperti arteri femoralis. Dalam hampir semua kasus
ini, korban ditikam saat mengkonsumsi alkohol dan tidak sadar kalau sedang mengalami
luka tusukan. Sehingga, mereka terus berjalan walaupun perdarahan hebat sedang terjadi
dan pada akhirnya korban kehabisan darah dan mati. Luka tusukan pada ekstremitas atas
seringkali terjadi karena korban mencoba menangkis tusukan dari lawan. Jarang sekali
menangkis menggunakan ekstremitas bawah.

2.1.6 Kualifikasi Luka

Dalam membuat kesimpulan luka sebaiknya dokter juga menentukan derajat


keparahan luka yang dialami korban atau disebut juga derajat kualifikasi luka. Diharapkan
dari dokter untuk dapat membantu kalangan hukum dalam menilai berat ringannya luka
yang dialami korban pada waktu atau selama perawatan dilakukannya.5
Kualifikasi luka yang dapat dibuat oleh dokter adalah menyatakan pasien
mengalami luka ringan, sedang atau berat. Yang dimaksud dengan luka ringan adalah luka
yang tidak menimbulkan halangan dalam menjalankan mata pencaharian, tidak
mengganggu kegiatan sehari-hari. Sedangkan luka berat harus disesuaikan dengan
ketentuan undang-undang yaitu yang diatur dalam KUHP pasal 90. Luka sedang adalah
keadaan luka antara luka ringan dan luka berat. KUHP Pasal 90; luka berat berarti:6
a) Jatuh sakit atau mendapat luka yang tidak memberi harapan akan sembuhsama
sekali, atau yang menimbulkan bahaya maut,
b) Tidak mampu terus menerus untuk menjalankan tugas jabatan ataupekerjaan
c)
d)
e)
f)
g)

pencaharian
Kehilangan salah satu panca indera
Mendapat cacat berat
Menderita sakit lumpuh
Terganggunya daya pikir selama empat minggu lebih
Gugur atau matinya kandungan seorang perempuan.
Kualifikasi di atas secara terperinci dapat di bagi dalam empat kualifikasiderajat

luka, yaitu :6
a. Derajat 1: Orang yang bersangkutan tidak menjadi sakit atau tidak mendapat
halangan dalam melakukan pekerjaan atau jabatan.
b. Derajat 2: Orang yang bersangkutan menjadi sakit dan tidak ada halangan
untuk melakukan pekerjaan atau jabatannya
c. Derajat 3: Orang yang bersangkutan menjadi sakit dan berhalangan untuk
melakukanpekerjaan atau jabatannya.
d. Derajat 4: Orang yang bersangkutan mengalami :
Penyakit atau luka yang tidak ada harapan untuk sembuh
Dapat mendatangkan bahaya maut
Tidak dapat menjalankan pekerjaan
Tidak dapat menggunakan salah satu panca indra
Terganggu pikiran lebih dari 4 minggu
Keguguran

Hal

ini

perlu

dipahami

oleh

dokter

karena

ini

merupakan

jembatan

untuk menyampaikan derajat kualifikasi luka dari sudut pandang medik untuk
penegak hukum.2,6
Penerapan penyampaian pendapat dokter dalam VeR tentang luka yang
menimbulkan bahaya maut, misalnya bila seorang korban mendapat luka di perut yang
mengenai hati, yang menyebabkan perdarahan hebat sehingga dapat mengacam jiwa.
Walaupun pasien akhirnya sembuh tetapi di dalam VeR dokter dapat menggambarkan
keadaan ini dalam kata kata, korban mengalami luka tusuk di perut mengenai jaringan
hati yang menyebabkan perdarahan banyak yang dapat mengancam jiwa pasien.
Ungkapan ini akan mengingatkan para penegak hukum bahwa korban telah mengalami
luka berat.6

1. Bagian Kedokteran Forensik FKUI, Ilmu kedokteran forensik,1997.


2. Triono. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) provinsi Jawa Tengah Tahun
2007. 2008.
3. Apuranto, H dan Hoediyanto. 2010. Ilmu Kedokteran Forensik Dan Medikolegal, Surabaya :
Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK Unair.
4. Pal Singh V, Sharma B.R, Harish D, Vij Krishan. A Critical Analysis of Stab Wound On The
Chest A Case Report. JIAFM, 2004; 26(2).
5. Atmadja DS. Tatacara dan pelayanan pemeriksaan serta pengawetan jenazah pada kematian
wajar. Jakarta: Bagian Kedokteran Forensik dan MedikolegalFKUI / RSUPN Cipto
Mangunkosumo. 2002.
6. Shkrum MJ, Ramsay DA. Penetrating Trauma, Sharp-Force Injuries In Forensic Pathology
of Trauma Common Proplems for Pathologist. Humana Press. 2007 p 357 - 397