Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN ANTARA

PENYUSUNAN STUDI KELAYAKAN DERMAGA SUNGAI DI KOTA


TERPADU MANDIRI (KTM) RAWA PITU KAB. TULANG BAWANG T.A
2013

BAB IV
Data dan Analisis
Dalam bab ini diuraikan analisa data berdasarkan survey yang telah
dilakukan

pelaksanaan

pekerjaan

konsultan

dalam

melaksanakan

pekerjaan Studi Kelayakan Dermaga KTM Rawa Pitu. Pegolahan


data primer dan sekunder dilakukan dengan acuan dan ketentuan yag
ada.

Tataran

Transportasi

Lokal

(tatralok)

kabupaten

Tulang

Bawang

pengembangan angkutan sungai danau dan penyebrangan yang di


peruntukkan sebagai kawasan transportasi angkutan sungai harus
didukung dengan infrastruktur yang memadai. Pengembangan dermaga
sungai di KTM Rawa Pitu diharapkan mampu menunjang program
pemerintah

guna

mempercepat

pertumbuhan

ekonomi

terutama

dibidang pertanian, perikanan, dan perkebunan.

KTM

Rawa

Pitu

termasuk

salah

satu

kawasan

yang

sedang

dikembangkan oleh pemerintah kabupaten Tulang Bawang, Kebutuhan

PT. NANDHA CITRA KREASI

IV - 1

LAPORAN ANTARA
PENYUSUNAN STUDI KELAYAKAN DERMAGA SUNGAI DI KOTA
TERPADU MANDIRI (KTM) RAWA PITU KAB. TULANG BAWANG T.A
2013

akan dermaga sebagai sarana transportasi angkutan barang dan jasa


sangat di perlukan.

Pembinaan

angkutan

sungai

danau

dan

penyebrangan

(ASDP)

dilaksanakan agar kehidupan usaha dan peranan penting angkutan


sungai tetap terpelihara sebagai bagian dari potensi angkutan nasional
yang merupakan satu kesatuan sistem transportasi nasional untuk
pengembangan ekonomi.

4.1. Data Hasil Survei Lapangan


1) Data Sekunder
Berdasarkan data hasil survei lapangan dari kuisioner yang
disebarkan pada 50 orang responden menunjukkan bahwa kapal
yang

sering

melewati

lokasi

rencana

dermaga

yang

akan

dibangun ini memiliki panjang berkisar antara 4 sampai dengan


16 meter. Kapal Ini adalah berupa speed boat, kapal klotok, serta
kapal kecil yang dipergunakan untuk mengangkut barang dan
penumpang.
Berdasarkan hasil wawancara langsung dengan orang tua yang
sudah tinggal di sekitar wilayah sungai Tulang Bawang selama
puluhan tahun, mengatakan bahwa banjir yang pernah terjadi di
wilayah tersebut disebabkan oleh bendungan way rarem yang
ketinggian nya mencapai + 1 meter. Lebar saluran/kanal pada
PT. NANDHA CITRA KREASI

IV - 2

LAPORAN ANTARA
PENYUSUNAN STUDI KELAYAKAN DERMAGA SUNGAI DI KOTA
TERPADU MANDIRI (KTM) RAWA PITU KAB. TULANG BAWANG T.A
2013

lokasi alternatif dermaga yang akan dibangun lebih kurang 15-20


meter dengan kedalaman sekitar 5 - 6 meter. Dimana tinggi
gelombang yang terjadi hanya sekitar 30 cm, hal ini karena lokasi
dermaga jauh dari pantai.
Jalan dari Pusat KTM Rawa Pitu ke lokasi alternatif dermaga yang
akan dibangun mudah, akan tetapi kondisinya jalan yang belum
beraspal dengan kondisi rusak.
Kondisi kemiringan lahan sekitar lokasi alternative dermaga
sangat datar sekitar, hal ini karena karakteristik wilayah ini
merupakan wilayah dataran rendah dengan ciri cirri tanah
bergambut dan wilayah jangkauan intrusi air laut sangat jauh ke
hulu.
Status tanah dalam setiap program pembangunan yang akan
dilaksanakan oleh pemerintah bisa menjadi suatu masalah yang
sangat penting karena ini dapat menjadi kendala dalam setiap
pelaksanaan pembangunan. Dari rencana pembangunan dermaga
ini didapatkan bahwa, alternatif ke 1 (Andalas Cermin) yang
mungkin untuk dermaga sekitar 2 Ha, akan tetapi untuk alternatif
ke 2 (Mulyo Dadi) luas areal yang bisa di bangun hanya 1 Ha,
dimana 2 Ha merupakan hibah masyarakat merupakan areal yang
merupakan areal warga sekitar.

PT. NANDHA CITRA KREASI

IV - 3

LAPORAN ANTARA
PENYUSUNAN STUDI KELAYAKAN DERMAGA SUNGAI DI KOTA
TERPADU MANDIRI (KTM) RAWA PITU KAB. TULANG BAWANG T.A
2013

Profil wilayah lokasi Daerah Kota Mandiri Terpadu (KTM) Rawa Pitu
dijabarkan dalam Bab II Gambaran Umum Wilayah.
2) Data Primer
a. Data Hasil Survei Topografi
Hasil

Pengukuran/survei

topografi

di

wilayah

rencana

pembangunan Daerah Kota Terpadu Mandiri (KTM) Rawa Pitu


dapat dilihat pada peta topografi terlampir
b. Data Hasil Survei Sosial, Ekonomi, Budaya dan Lingkungan
Inventarisasi data sosial ekonomi dan budaya masyarakat
selain dilakukan dengan wawancara langsung juga dengan
menyebarkan kuisioner kepada warga masyarakat sekitar lokasi
Daerah Kota Mandiri Terpadu (KTM) Rawa Pitu.
Lembar kuisioner yang disebar sebanyak 50 (lima puluh)
kuisioner, dengan variasi jawaban seperti terlampir.
Berdasarkan hasil jawaban masyarakat sekitar Daerah Kota
Mandiri Terpadu (KTM) Rawa Pitu, inti jawaban masyarakat
sekitar dermaga adalah bahwa mereka berharap akan sesegera
mungkin terbangunnya kembali Daerah Kota Mandiri Terpadu
(KTM) Rawa Pitu dan diaktifkannya kembali operasi/penggunaan
dermaga tersebut, dengan harapan dapat terbuka lapangan
pekerjaan baru sehingga perekonomian masyarakat sekitar
dapat terangkat.
Dengan adanya dermaga tersebut, maka budaya masyarakat
Kabupaten

Tulang

Bawang

yang

sejak

dahulu

terbiasa

menggunakan transportasi air dapat kembali terbangkitkan.


PT. NANDHA CITRA KREASI

IV - 4

LAPORAN ANTARA
PENYUSUNAN STUDI KELAYAKAN DERMAGA SUNGAI DI KOTA
TERPADU MANDIRI (KTM) RAWA PITU KAB. TULANG BAWANG T.A
2013

Bukti tingginya kebutuhan dan perlunya dibangun dermaga KTM


Mesuji SP VIII ini terlihat dari jawaban 50 kuisioner yang diisi
oleh masyarakat, dimana jumlah kapal perhari yang melintasi
lokasi rencana pembangunan dermaga adalah berkisar antara 6
sampai

10

kapal

yang

terdiri

dari

kapal

klotok,

kapal

penumpang dan barang kecil dengan tujuan dari dari Wilayah


KTM Rawa Laut ke Gedung meneng, Menggala

dan wilayah

Sum-Sel. Barang yang paling banyak diangkut terutama Kayu,


barang

belanjaan

dan

sembako,

barang

dagangan,

juga

termasuk hasil pertanian seperti sawit dan padi apabila jalan


darat tidak memungkinkan.
Dari

hasil

survei

ini

juga

menunjukkan

bahwa,

semua

responden menyatakan bahwa lokasi dermaga yang paling


cocok adalah lokasi alternatif ke 1(Andalas Cermin) yang
letaknya pada sungai Tulang Bawang dekat dengan muara

4.2. Sosial Ekonomi Masyarakat


Rencana pengembangan Dermaga KTM Rawa Pitu berada di dua titik
yaitu di desa Andalas Cermin dan di desa Mulyo Dadi. Arahan dari
RTRW tulang bawang berusaha meningkatkan taraf hidup sosial
ekonomi

masyarakat

sekitar

KTM

Rawa

Pitu

dengan

mengembangkan sarana transportasi sungai nya. Pengembangan

PT. NANDHA CITRA KREASI

IV - 5

LAPORAN ANTARA
PENYUSUNAN STUDI KELAYAKAN DERMAGA SUNGAI DI KOTA
TERPADU MANDIRI (KTM) RAWA PITU KAB. TULANG BAWANG T.A
2013

dermaga

ini

diharapkan

mampu

mengembangkan

kegiatan

transportasi angkutan jasa dan barang.


Dari hasil survey wawancara yang telah dilakukan, tanggapan
masyarakat

KTM

Rawa

Pitu

100

mendukung

tentang

pembangunan dermaga ini. Mengenai pembangunan dermaga ini


sebagian masyarakat ada yang tahu dan tidak.

Gambar 4.1. Grafik Pengetahuan Penduduk tetang Pembangunan


Dermaga (survey 2013)

1) Konteks Ekonomi Kawasan


Jika tinjauan dipusatkan di kawasan KTM Rawa Pitu, dari hasil
identifikasi

kesibukan

perekonomian

kawasan,

diketahui

bahwa terdapat 4 pintu utama keluar masuk barang di areal


penelitian KTM Rawa Pitu. Dari arah barat, melalui Penawar Aji
dengan moda transportasi darat (yang juga merupakan pintu
masuk utama keluar masuknya barang), barang-barang masuk
dari

Unit

II,

PT. NANDHA CITRA KREASI

Menggala,

Bandar

Lampung,

Metro,

Liwa,
IV - 6

LAPORAN ANTARA
PENYUSUNAN STUDI KELAYAKAN DERMAGA SUNGAI DI KOTA
TERPADU MANDIRI (KTM) RAWA PITU KAB. TULANG BAWANG T.A
2013

Palembang, OKI (Sumsel) dan desa-desa sekitar yang berada


di bagian barat. Dari utara, melalui Simpang Mesir dengan
moda transportasi darat dan air, keluar-masuknya barang dari
Unit II, Menggala, Bandar Lampung, Metro, Liwa, Palembang,
OKI (Sumsel) dan desa-desa sekitar yang berada di Utara. Dari
arah timur, yaitu dengan moda transportasi air, barang masuk
melalui dermaga di Rawa Ragil melewati saluran primer
langsung ke pasar Rawa Ragil. Dari pintu ini, keluar masuk
barang terutama yang berasal dari Rawajitu dan desa-desa
sekitar di wilayah timur. Pintu ini juga merupakan pintu masuk
utama, terutama untuk komoditi dengan volume besar dan
berat seperti beras, sawit dan lain-lain yang akan dibongkar di
Muara Ipil (Kec Rawajitu). Karena jalur inilah, sejauh ini beras
dari Rawa Pitu lebih dikenal sebagai beras Rawajitu. Dari
selatan, melalui Gedong Meneng dengan moda transportasi air
yang kemudian dilanjutkan dengan darat, disini keluar masuk
barang dari Unit II, Menggala, Bandar Lampung, Metro, Jakarta
dan desa-desa sekitar.

2) Konteks Ekonomi Lokal


Salah satu indikator potensi ekonomi suatu daerah adalah
pasar. Pengamatan terhadap pasar yang ada di areal studi
KTM Rawa Pitu ini menunjukkan adanya enam pasar utama,
PT. NANDHA CITRA KREASI

IV - 7

LAPORAN ANTARA
PENYUSUNAN STUDI KELAYAKAN DERMAGA SUNGAI DI KOTA
TERPADU MANDIRI (KTM) RAWA PITU KAB. TULANG BAWANG T.A
2013

yaitu pasar yang terdapat di Batang Hari, Sumber Agung,


Andalas Cermin, Duto Yoso Mulyo, Gedung Jaya dan Rawa
Ragil.
Dari keenam pasar tersebut ada dua pasar yang paling besar
yaitu Pasar Batang Hari dan Pasar Rawa Ragil. Di Pasar Batang
Hari, terdapat pedagang menetap sebanyak 57 pedagang dan
pedagang tidak menetap sebanyak 360 pedagang. Sebagian
besar pedagang merupakan penduduk desa Batang Hari dan
desa sekitar, dan sebagian yang lain adalah pedagang dari
Gedong Aji dan Penawar Aji. Barang kebutuhan primer (beras,
ikan, ikan asin, telur, tempe dan daging ayam) berasal dari
desa Batang Hari dan desa-desa sekitar. Pakaian didatangkan
dari Unit II, Metro, Tanjungkarang dan Jakarta. Gula, garam dan
beberapa barang lain biasnya didatangkan dari Unit II. Barangbarang kelontong (sabun, barang kebutuhan sekunder dan
barang tertier lainnya) didatangkan dari Unit II, Metro dan
Bandarlampung.
Selain di Batang Hari, pasar yang juga cukup besar dan cukup
penting karena berada di pintu kawasan Rawa Pitu sebelah
timur adalah Pasar Rawa Ragil. Di pasar ini, terdapat 45
pedagang tetap yang membuka tokonya setiap hari dan 280
pedagang tidak tetap yang hanya buka pada hari Rabu dan

PT. NANDHA CITRA KREASI

IV - 8

LAPORAN ANTARA
PENYUSUNAN STUDI KELAYAKAN DERMAGA SUNGAI DI KOTA
TERPADU MANDIRI (KTM) RAWA PITU KAB. TULANG BAWANG T.A
2013

Minggu. Pedagang di pasar ini banyak yang berasal dari


Kecamatan Rawajitu

3) Fasilitas Perekonomian
Fasilitas perekonomian yang pada saat ini telah ada perlu
dijadikan sebagai modal dasar untuk pengembangan baru ini.
Fasilitas perekonomian yang pada saat ini telah ada di lokasi
Kota Terpadu Mandiri Rawa Pitu disajikan pada Tabel 4.1.
Tabel 4.1. Fasilitas Perekonomian Eksisting di kawasan Rawa
Pitu
Nama
Kampung/
Kelurahan
Rawa Ragil
Gedung Jaya
Duta Yoso Mulyo
Andalas Cermin
Panggung Mulyo
Batang Hari
Sumber Agung
Bumi Sari
Mulyo Dadi
Jumlah

No

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Pasar

Toko/Kio
s/
Warung

Rumah/Warung
makan

BAN
K

1
1
1
1
1
1
6

15
50
34
39
13
40
16
14
6
227

1
4
5

Kopera
si
KUD/No
n
KUD
1
1
1
3

Dari Tabel 4.1 tersebut, terlihat bahwa fasilitas perekonomian


aktual

di

Kawasan

Rawa

Pitu,

secara

total

ada

227

toko/kios/warung, 5 warung makan dan 3 koperasi. Terlihat


dari data-data tersebut bahwa pada dasarnya, kegiatan
perekonomian di Rawa Pitu ini sudah sangat hidup. Diharapkan
pembangunan dermaga KTM Rawa Pitu ini dapat membantu
pertumbuhan fasilitas ekonomi tersebut.

PT. NANDHA CITRA KREASI

IV - 9

LAPORAN ANTARA
PENYUSUNAN STUDI KELAYAKAN DERMAGA SUNGAI DI KOTA
TERPADU MANDIRI (KTM) RAWA PITU KAB. TULANG BAWANG T.A
2013

4.3. Pasang Surut


Pasang surut merupakan salah satu komponen utama penyusun
suatu desain pelabuhan. Pergerakan muka air naik turun yang rutin
setiap harinya merupakan salah satu dasar desain tinggi dermaga.
Sungai yang membuang airnya ke laut dipengaruhi fruktuasi tinggi
muka air di laut akibat pasang surut. Dalam perencanaan Dermaga
KTM Rawa Pitu dipergunakan muka air pasang tinggi. Data muka air
pasang digunakan untuk bisa menentukan tinggi muka air efektif di
daerah hilir supaya tidak terjadi backwater. Pada perencanaan
dermaga sungai ini tinggi pasang pada hilir sungai mencapai 2,07 m
(HWL). Data pasang surut selengkapnya dapat dilihat pada Gambar
4.1. dibawah ini.

PT. NANDHA CITRA KREASI

IV - 10

LAPORAN ANTARA
PENYUSUNAN STUDI KELAYAKAN DERMAGA SUNGAI DI KOTA
TERPADU MANDIRI (KTM) RAWA PITU KAB. TULANG BAWANG T.A
2013

Gambar 4.1. Grafik data pasang surut

PT. NANDHA CITRA KREASI

IV - 11