Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Filsafat ilmu adalah merupakan bagian dari filsafat yang menjawab beberapa
pertanyaan mengenai hakikat ilmu. Bidang ini mempelajari dasar-dasar filsafat, asumsi
dan implikasi dari ilmu, yang termasuk di dalamnya antara lain ilmu alam dan ilmu
sosial. Di sini, filsafat ilmu sangat berkaitan erat dengan epistemologi dan ontologi.
Ontologi merupakan salah satu kajian filsafat. Studi tersebut membahas
keberadaan sesuatu yang bersifat konkret. Ontologi membahas realitas atau suatu entitas
dengan apa adanya. Pembahasan mengenai ontologi berarti membahas kebenaran suatu
fakta. Untuk mendapatkan kebenaran itu, ontologi memerlukan proses bagaimana realitas
tersebut dapat diakui kebenarannya. Untuk itu proses tersebut memerlukan dasar pola
berfikir, dan pola berfikir didasarkan pada bagaimana ilmu pengetahuan digunakan
sebagai dasar pembahasan realitas.
Ilmu merupakan kegiatan untuk mencari suatu pengetahuan dengan jalan
melakukan pengamatan atau pun penelitian, kemudian peneliti atau pengamat tersebut
berusaha membuat penjelasan mengenai hasil pengamatan atau penelitiannya tersebut.
Dengan demikian, ilmu merupakan suatu kegiatan yang sifatnya operasional. Jadi
terdapat runtut yang jelas dari mana suatu ilmu pengetahuan berasal. Karena sifat yang
operasional tersebut, ilmu pengetahuan tidak dapat menempatkan diri dengan mengambil
bagian dalam pengkajiannya. Maka dari pendahuluan ini kami akan merumuskan
masalah apa saja yang ada dalam penjelasan makalah ini.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud ontologi?
2. Apa yang dimaksud metafisika, asumsi,dan peluang,?
3. Apa saja asumsi yang terdapat pada ilmu?
4. Apa saja batas-batas penjelajahan ilmu?
C. Tujuan
Untuk mengetahui dan memahami ontologi serta bagian-bagiannya.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Ontologi
1|Ontologi; Hakikat apa yang dikaji

studi filosofis 2|Ontologi. Pengertian ini menjadi melebar dan dikaji secara tersendiri menurut lingkup cabang-cabang keilmuan tersendiri. Menurut Pandangan The Liang Gie (2000). Ontologi adalah bagian dari filsafat dasar yang mengungkap makna dari sebuah eksistensi yang pembahasannya meliputi persoalan-persoalan Apakah artinya ada.1. hal ada. Menurut Suriasumantri (1985). Hakikat apa yang dikaji . Sebuah ontologi juga dapat diartikan sebuah struktur hirarki dari istilah untuk menjelaskan sebuah domain yang dapat digunakan sebagai landasan untuk sebuah knowledge base”. 2004) c. b) bagaimana wujud yang hakiki dari obyek tersebut dan bagaimana hubungan antara obyek tadi dengan daya tangkap manusia (seperti berpikir. atau. Pengertian ontologi Pengertian paling umum pada ontologi adalah bagian dari bidang filsafat yang mencoba mencari hakikat dari sesuatu. Ontologi membahas tentang apa yang ingin kita ketahui. definisi tersebut adalah “Ontologi merupakan sebuah spesifikasi eksplisit dari konseptualisme”. Menurut bahasa. Menurut Ensiklopedi Britannica Yang juga diangkat dari Konsepsi Aristoteles Ontologi Yaitu teori atau studi tentang being / wujud seperti karakteristik dasar dari seluruh realitas. b. a. yang merupakan ultimate reality baik yang berbentuk jasmani/konkret maupun rohani/abstrak (Bakhtiar . Telaah ontologis akan menjawab pertanyaanpertanyaan. Ontologi sinonim dengan metafisika yaitu. e. seberapa jauh kita ingintahu. dan mengindera) yang membuahkan pengetahuan. Gruber (1991) memberikan definisi yang sering digunakan oleh beberapa orang. Jadi. merasa. d. Ontologi adalah ilmu yang membahas tentang hakikat yang ada.dan Logos ilmu. Menurut istilah. a) apakah obyek ilmu yang akan ditelaah. Pengertian ontologi ini menjadi sangat beragam dan berubah sesuai dengan berjalannya waktu. Ontologi berasal dari bahasa Yunani yaitu On/Ontos ada. ontologi adalah ilmu tentang yang ada. dengan kata lain suatu pengkajian mengenai teori tentang ada´.

Paham ini kemudian terebagi ke dalam dua aliran: a. baik yang asal berupa materi ataupun berupa rohani. Hakikat apa yang dikaji . yang lainnya jiwa atau ruh tidaklah merupakan suatu kenyataan yang berdiri sendiri. struktur dan prinsip benda tersebut. bukan rohani. serta relasi objek tersebut yang mungkin terjadi pada suatu domain pengetahuan. tidak mungkin dua. Materialisme Aliran ini menganggap bahwa sumber yang asal itu adalah materi. 2. Haruslah satu hakikat saja sebagai sumber asal. Ringkasnya. ontologi adalah studi tentang sesuatu yang ada dan bagian dari bidang filsafat yang mencoba mencari hakikat dari sesuatu. Aliran-Aliran Dalam Ontologi Secara sederhana ontologi bisa dirumuskan sebagai ilmu yang mempelajari realitas atau kenyataan konkret secara kritis. Aliran ini sering juga disebut dengan naturalisme. property dari suatu objek. Alasan mengapa aliran ini berkembang sehingga memperkuat dugaan bahwa yang merupakan hakikat adalah: 3|Ontologi. Tidak mungkin ada hakikat masing-masing bebas dan berdiri sendiri. Istilah monisme oleh Thomas Davidson disebut dengan Block Universe. pada tinjauan filsafat. Yang ada hanyalah materi. Di dalam pemahaman ontologi dapat diketemukan pandangan-pandangan pokok pemikiran sebagai berikut : 1) Monoisme Paham ini menganggap bahwa hakikat yang asal dari seluruh kenyataan itu hanyalah satu saja.untuk menentukan sifat nyata yang asli (real nature) dari suatu benda untuk menentukan arti. Dengan demikian dapat disimpulkan Ontologi merupakan adalah suatu teori tentang makna dari suatu objek. Pengertian ini menjadi melebar dan dikaji secara tersendiri menurut lingkup cabang-cabang keilmuan tersendiri. (Filosofi ini didefinisikan oleh Aristoteles abad ke-4 SM). Jiwa dan ruh merupakan akibat saja dari proses gerakan kebenaran dengan dengan salah satu cara tertentu. Menurutnya bahwa zat mati merupakan kenyataan dan satu-satunya fakta.

Ruh itu dianggap sebagai hakikat yang sebenarnya.  Materi ialah kumpulan energi yang menempati ruang. Pikiran yang masih sederhana. biasanya dijadikan kebenaran terakhir. 4|Ontologi. Dewi Sri dan Tuhan muncul dari situ.  Manusia lebih dapat memahami dirinya daripada dunia luar dirinya. Benda tidak ada. Idealisme berarti serba cita sedang spiritualisme berarti serba ruh. Kesemuanya itu memperkuat dugaan bahwa yang merupakan hakekat adalah benda. apa yang kelihatan yang dapat diraba. Hakikat apa yang dikaji . Materi atau zat itu hanyalah suatu jenis dari pada penjelmaan ruhani. Dalam sejarahnya manusia memang bergantung pada benda seperti pada padi. Idealisme Aliran idealisme dinamakan juga spiritualisme. Aliran ini beranggapan bahwa hakikat kenyataan yang beraneka ragam itu semua berasal dari ruh (sukma) atau sejenis dengannya. Oleh sebab itu. spirit atau sebangsanya adalah:  Nilai ruh lebih tinggi daripada badan.  Pikiran sederhana tidak mampu memikirkan sesuatu di luar ruang yang abstrak. Jasmani lebih menonjol dalam peristiwa ini. lebih tinggi nilainya dari materi bagi kehidupan manusia. peristiwa jiwa selalu dilihat sebagai peristiwa jasmani. b.  Penemuan-penemuan menunjukan betapa bergantungnya jiwa pada badan. Alasan aliran ini yang menyatakan bahwa hakikat benda adalah ruhani. Sehingga materi hanyalah badan dari suatu bayangan atau penjelmaan. Idealisme diambil dari kata “Idea”. yaitu sesuatu yang hadir dalam jiwa. yaitu sesuatu yang tidak berbentuk dan menempati ruang. yang ada energi itu saja.

 Dalam perkembangannya. Pluralisme dalam Dictonary of Philosophy and Religion dikatakan sebagai paham yang menyatakan bahwa kenyataan alam ini tersusun dari banyak unsur. Tokoh paham ini adalah Descrates (1596-1650 M) yang dianggap sebagai bapak filsafat modern. Hakikat apa yang dikaji . maka badan pun akan sehat kelihatannya. menjadi dasar wujud sesuatu. Hubungan keduanya menciptakan kehidupan dalam alam ini. Tetapi dalam perkembangan selanjutnya aliran ini masih memiliki masalah dalam menghubungkan dan menyelaraskan kedua aliran tersebut di atas. yaitu materialisme dan idealisme. Aliran dualisme berpendapat bahwa benda terdiri dari dua macam hakikat sebagai asal sumbernya. Tokoh aliran ini 5|Ontologi. sama-sama azali dan abadi. Contoh yang paling jelas tentang adanya kerja sama kedua hakikat ini dalam diri manusia. Materi muncul bukan karena adanya ruh. benda dan ruh. Pluralisme bertolak dari keseluruhan dan mengakui bahwa segenap macam bentuk itu semuanya nyata. Kedua macam hakikat itu masing-masing bebas dan berdiri sendiri. Menurutnya. Alam nyata yang menempati ruangan ini hanyalah berupa bayangan saja dari alam ide itu. Sebuah analogi dapat kita ambil misalnya tentang jika jiwa sedang sehat. tiap-tiap yang ada di alam mesti ada idenya. Ia menamakan kedua hakikat itu dengan istilah dunia kesadaran (ruhani) dan dunia ruang (kebendaan). jasad dan spirit. begitu pun ruh muncul bukan karena materi. yaitu hakikat materi dan hakikat ruhani. Sama-sama hakikat. yaitu konsep universal dari tiap sesuatu. terlihat dari murungnya wajah orang tersebut. Sebaliknya jika jiwa seseorang sedang penuh dengan duka dan kesedihan biasanya badanpun ikut sedih. lebih dari satu atau dua entitas. Menurut aliran dualisme materi maupun ruh sama-sama merupakan hakikat. aliran ini ditemui pada ajaran Plato (428348 SM) dengan teori idenya. 2) Dualisme Dualisme adalah aliran yang mencoba memadukan antara dua paham yang saling bertentangan. Jadi idealah yang menjadi hakikat sesuatu. 3) Pluralisme Paham ini berpandangan bahwa segenap macam bentuk merupakan kenyataan.

maka Metafisika adalah landasan peluncurannya. ternyata menimbulkan berbagai spekulasi filsafati tentang hakikatnya. Metafisika Ontologi menurut A. Mengapa ontologi terkait dengan metafisika? Ontologi membahas hakikat yang “ada”. api. menembus galaksi dan awan gemawan. berarti ” a central part of metaphisics ” (bagian sentral dari metafisika) sedangkan metafisika diartikan sebagai “that which comes after physics. sebagai berikut 1. Hakikat apa yang dikaji . yang bersifat tetap. Diibaratkan pikiran adalah roket yang meluncur ke bintang-bintang. Lacey. Kelahiran New York dan terkenal sebagai seorang psikolog dan filosof Amerika. Karena itu. yang berdiri sendiri. Animisme 6|Ontologi. tetapi pada pembahasan lain. tiada kebenaran yang mutlak. the study of nature in general” (hal yang hadir setelah fisika. metafisika dan ontologi merupakan dua hal yang saling terkait.pada masa Yunani Kuno adalah Anaxagoras dan Empedocles yang menyatakan bahwa substansi yang ada itu terbentuk dan terdiri dari 4 unsur. Supernaturalisme Di alam terdapat wujud-wujud gaib (supernatural) dan ujud ini bersifat lebih tinggi atau lebih berkuasa dibandingkan dengan alam yang nyata. Beberapa tafsiran tentang metafisika diantaranya. Tokoh modern aliran ini adalah William James (1842-1910 M). metafisika menjawab pertanyaan apakah hakikat kenyataan ini sebenar-benarnya? Pada suatu pembahasan. air. yaitu tanah. Dalam bukunya The Meaning of Truth James mengemukakan. dan udara. yang berlaku umum. Dunia yang sepintas lalu kelihatan sangat nyata ini. Pembahasan ontologi terkait dengan pembahasan mengenai metafisika. Bidang telaah filsafati yang disebut metafisika ini merupakan tempat berpijak dari setiap pemikiran filsafati termasuk pemikiran ilmiah. metafisika merupakan bagian dari ontologi.R. lepas dari akal yang mengenal. B. studi umum mengenai alam). ontologi merupakan salah satu dimensi saja dari metafisika.

yang merupakan kelompok naturalisme juga. mereka hanya berbeda dalam gejala disebabkan yang berlainan namun mempunyai subtansi yang sama. 2.M. Paham vitalistik sepakat bahwa proses kimia 7|Ontologi. Naturalisme Paham ini menolak wujud-wujud yang bersifat supernatural. c. Kaum materialisme menyatakan bahwa gejala-gejala alam disebabkan oleh kekuatan yang terdapat dalam alam itu sendiri. padahal tidak demikian. yang dapat dipelajari dan dengan demikian dapat kita ketahui. Vitalistik : hidup adalah sesuatu yang unik yang berbeda secara subtantif dengan proses tersebut. Materialisme merupakan paham yang berdasarkan pada aliran naturalisme ini. pendiri mazhab tersebut Demokritos mengembangkan pemikiran tentang atom sehingga justru pemikiran Demokritos yang lebih dikenal di dalam sejarah filsafat. panas itu panas.Indentik paham naturalisme adalah paham : a. panas. dingin. warna merupakan terminologi yang manusia berikan arti dari setiap gejala yang ditangkap oleh pancaindra. Ia adalah murid dari leukippos. Obyek dari penginderaan sering dianggap nyata. Democritos (460-370 S. Ia mengembangkan paham materialisme dan mengemukakan bahwa unsur dasar dari alam adalah atom. Jadi. gejala alam dapat didekati dari proses kimia fisika. Hal ini ditentang oleh kaum vitalistik.merupakan kepercayaan yang berdasarkan pemikiran supernaturalisme ini. d. dimana manusia percaya bahwa terdapat roh yang sifatnya gaib terdapat dalam benda-benda. Mekanistik : gejala alam dapat didekati dari segi proses kimia fisika. b. Dengan demikian.) adalah salah satu tokoh awal paham materialisme. Hakikat apa yang dikaji . Pendapat ini merupakan pendapat kaum mekanistik. Hanya berdasar kebiasaan saja maka manis itu manis. dan sebagainya. hanya atom dan kehampaan itulah yang bersifat nyata. Demokritos adalah seorang filsuf yang termasuk di dalam Mazhab Atomisme. Monistik : tidak ada perbedaan antara pikiran dengan zat . bahwa gejala alam (termasuk makhluk hidup) hanya merupakan gejala kimia fisika semata.

Tidak mutlak atau pasti sebagaimana ilmu yang tidak pernah ingin dan tidak pernah berpretensi untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang bersifat mutlak. termasuk pertanyaan-pertanyaan mengenai hal-hal tersebut di atas. tetapi hanya meliputi unsur dan zat yang mati saja. ilmu merupakan pengetahuan yang mencoba menafsirkan alam ini sebagaimana adanya. yakni hukum alam yang bersifat universal ataukah hukum semacam itu tidak terdapat sebab setiap gejala merupakan akibat pilihan bebas ataukah keumuman memang ada namun berupa peluang. Makin dalam penjelajahan ilmiah dilakukan. yakni apakah gejala alam ini tunduk kepada determinisme. Titik pertemuan kaum ilmuwan dari semua itu adalah sifat pragmatis dari ilmu. Karena beragam tinjauan filsafat diberikan oleh setiap ilmuwan. Beberapa asumsi dalam ilmu 8|Ontologi. Resiko asumsi Apa yang diasumsikan akan mengandung resiko secara menyeluruh. 1. akan semakin banyak pertanyaan yang muncul. Timbulnya asumsi karena adanya permasalahan yang belum jelas. Resikonya menggagalkan pelaksanaan pestanya. karena keputusan harus didasarkan pada penafsiran kesimpulan ilmiah yang bersifat relatif. Manusia tidak dapat melepaskan diri dari setiap permasalahan yang dihadapinya. maka pada dasarnya setiap ilmuwan bisa memiliki filsafat individual yang berbedabeda. sekedar tangkapan probalistik (kemungkinan sesuatu hal untuk terjadi). seperti belum jelasnya hakekat alam ini. Seseorang yang mengasumsikan usahanya akan berhasil maka direncanakan akan diadakan pesta keberhasilannya. C. tidak untuk makhluk hidup. Kedudukan ilmu dalam asumsi Ilmu memberikan pengetahuan sebagai dasar untuk mengambil keputusan. 3. Secara tiba. Dalam kajian metafisika. Asumsi Asumsi adalah praduga anggapan sementara (yang kebenarannya masih dibuktikan). 2. Jadi asumsi bukanlah suatu keputusan mutlak.tiba usahanya dinyatakan tidak berhasil. Hakikat apa yang dikaji .fisika sebagai gejala alam dapat diterapkan.

Sebagai misal. kebahagiaan suatu suku primitif bisa jadi diartikan jika mampu melestarikan budaya animismenya.gerak. Aksioma. Jenis-jenis asumsi Terdapat beberapa jenis asumsi yang dikenal. Pangkal pendapat dalam suatu entimen. Pernyataan yang dimintakan persetujuan umum tanpa pembuktian. Ilmu sekedar merupakan pengetahuan yang mempunyai kegunaan praktis yang dapat membantu kehidupan manusia secara pragmatis. b.ruang dan waktu). Pilihan Bebas Manusia memiliki kebebasan dalam menentukan pilihannya. Karakteristik ini banyak ditemukan pada bidang ilmu sosial. tetapi di belahan dunia lain. Deterministik Paham determinisme dikembangkan oleh William Hamilton (17881856) dari doktrin Thomas Hobbes (1588-1679) yang menyimpulkan bahwa pengetahuan adalah bersifat empiris yang dicerminkan oleh zat dan gerak universal. atau suatu fakta yang hendaknya diterima saja sebagaimana adanya Premise. tidak ada tolak ukur yang tepat dalam melambangkan arti kebahagiaan. Sebagai mana pula masyarakat 9|Ontologi. Fisika merupakan ilmu teoritis yang di bangun atas sistem penalaran deduktif yang meyakinkan serta pembuktian induktif yang sangat mengesankan. Pertanyaan penting yang terkait dengan asumsi adalah bagaimana penggunaan asumsi secara tepat? Untuk menjawab permasalahan ini. tidak terikat pada hukum alam yang tidak memberikan alternatif. Pernyataan yang disetujui umum tanpa memerlukan pembuktian karena kebenaran sudah membuktikan sendiri (Postulat). antara lain. Aliran filsafat ini merupakan lawan dari paham fatalisme yang berpendapat bahwa segala kejadian ditentukan oleh nasib yang telah ditetapkan lebih dahulu. Pragmatis: sesuatu yang mengandung manfaat.Akan terjadi perbedaan pandang suatu masalah bila ditinjau dari berbagai kacamata ilmu begitu juga asumsi. 4. Masyarakat materialistik menunjukkan semakin banyak harta semakin bahagia. perlu tinjauan dari awal bahwa gejala alam tunduk pada tiga karakteristik : a. Hakikat apa yang dikaji . Fisika terdapat celah-celah perbedaan yang terletak di dalam pondasi dimana dibangun teori ilmiah diatas yakni dalam asumsi tentang dunia fisiknya (zat. Asumsi-asumsi dalam ilmu contohnya ilmu fisika yakni ilmu yang paling maju bila di bandingkan dengan ilmu-ilmu lain.

Karena itu. Ilmu memberikan pengetahuan sebagai dasar untuk mengambil keputusan. Pernyataan ini berarti suatu variabel dicoba diukur kondisi deterministiknya hanya sebesar 95%. Probabilistik menunjukkan sesuatu memiliki kesempatan untuk memiliki sifat deterministik dengan menolerir sifat pilihan bebas. sisanya adalah kesalahan yang bisa ditoleransi. dimana keputusan itu harus didasarkan pada penafsiran kesimpulan ilmiah yang bersifat relative. Di antara kutub deterministik dan pilihan bebas. semua tergantung ruang dan waktu. kecenderungan keumuman dikenal memang ada namun sifatnya berupa peluang. Jika kebenaran statistiknya kurang dari 95% berarti hubungan variabel tesebut tidak mencapai sifat-sifat deterministik menurut kriteria ilmu ekonomi. c. penafsiran probabilistik merupakan jalan tengahnya. Ilmuwan melakukan kompromi sebagai landasan ilmu.brahmana di India mengartikan bahagia jika mampu membendung hasrat keduniawiannya. Dalam menentukan suatu asumsi dalam perspektif filsafat. Sekiranya yang dipilih adalah hukum kejadian yang bersifat khas bagi tiap individu manusia maka akan digunakan asumsi pilihan bebas. Tidak ada ukuran yang pasti dalam pilihan bebas. sekiranya menyangkut hukum kejadian yang berlaku bagi seluruh manusia. Jadi. Sesuatu akan berlaku deterministik dengan peluang tertentu. harus disadari bahwa ilmu tidak pernah ingin dan tidak pernah berpretensi untuk mendapatkan pengetahuan yang bersifat mutlak. Pada ilmu pengetahuan modern. Sebab ilmu sebagai pengetahuan yang berfungsi membantu manusia dalam memecahkan masalah praktis sehari-hari. karakteristik probabilitas ini lebih banyak dipergunakan. Dalam ilmu ekonomi misalnya. H a k i k a t a p a y a n g d i k a j i . berdasarkan teori-teori 10 | O n t o l o g i . kebenaran suatu hubungan variabel diukur dengan metode statistik dengan derajat kesalahan ukur sebesar 5%. tidak perlu memiliki kemutlakan seperti agama yang berfungsi memberikan pedoman terhadap hal-hal hakiki dalam kehidupan. maka harus bertitik tolak pada paham deterministik. permasalahan utamanya adalah mempertanyakan pada diri sendiri (peneliti) apakah sebenarnya yang ingin dipelajari dari ilmu. Terdapat kecenderungan. Probabilistik Pada sifat probabilistik.

Yang didapatkan adalah kesimpulan yang probabilistik. Dari sudut keilmuan hal tersebut memberikan suatu penjelasan bahwa ilmu tidak pernah ingin dan tidak pernah berpretensi untuk mendapatkan pengetahuan yang bersifat mutlak. tidak akan pernah didapatkan hal pasti mengenai suatu kejadian. Sekarang dalam bidang datar yang sama bayangkan para amuba mau bikin rumah juga. bahkan dunia bisa sebesar daun kelor. Dengan demikan maka kata akhir dari suatu keputusan terletak ditangan manusia pengambil keputusan itu dan bukan pada teori-teori keilmuan. Permukaan yang rata berubah menjadi kumpulan berjuta kurva. Tetapi ilmu memberikan pengetahuan sebagai dasar bagi manusia untuk mengambil keputusan. orang-orang tampak seperti raksasa Pandangan itu berubah setelah kita berangkat dewasa. atau bersifat peluang D. Asumsi dan Skala Observasi Mengapa terdapat perbedaan pandangan yang nyata terhadap obyek yang begitu kongkret sperti sebuah bidang? Ahli fisika Swiss Charles-Eugene Guye 11 | O n t o l o g i . H a k i k a t a p a y a n g d i k a j i . dunia ternyata tidak sebesar yang kita kira. Peluang Peluang secara sederhana diartikan sebagai probabilitas. pohon terasa begitu tinggi. wujud yang penuh dengan misteri ternyata hanya begitu saja. Bagi amuba bidang datar itu tidak rata dan mulus melainkan bergelombang. E.keilmuan. dimana keputusan itu harus didasarkan kepada kesimpulan ilmiah yang bersifat relatif. Kesemestaan pun menciut.8 secara sederhana dapat diartikan bahwa probabilitas untuk suatu kejadian tertentu adalah 8 dari 10 (yang merupakan kepastian). Asumsi Dalam Ilmu Waktu kecil segalanya kelihatan besar. Dengan ilmu itu kita membuat kontruksi kayu bagi atap rumah kita. bagi orang yang putus asa. penuh dengan lekukan yang kurang mempesona. Katakanlah kita sekarang sedang mempelajari ilmu ukur bidang datar (planimetri). Peluang 0.

maka secara pragmatis hal ini dapat dipertanggungjawabkan. Ilmu-ilmu ini bersifat otonom dalam bidang pengkajiannya masing-masing dan “berfederasi” dalam suatu pendekatan multidisipliner. H a k i k a t a p a y a n g d i k a j i . Seperti disebutkan terdahulu ilmu sekadar merupakan pengetahuan yang mempunyai kegunaan praktis yang dapat membantu kehidupan manusia secara pragmatis. Teori ini menyatakan bahwa radiasi yang dikeluarkan materi tidak berlangsung secara konstan namun terpisah-pisah yang dinamakan kuanta. Hal – hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan asumsi. Bagi skala observasi anak kecil pohon-pohon natal itu begitu gigantik. Pada awalnya kausalitas dalam ilmu-ilmu alam menggunakan asumsi determinisme. Dengan demikian maka untuk tujuan membangun atap rumah. Selanjutnya Indeterministik dalam gejala fisik ini muncul dengan pemenuhan Niels Bohr dalam Prinsip Komplementer (Principle of Complementary) yang dipublikasikan pada tahun 1913. Masalah ini yang menggoyahkan sensi-sendi fisika ditambah lagi dengan penemuan Prinsip Indeterministik (Principle of Indeterminancy) oleh Werner Heisenberg pada tahun 1927. 12 | O n t o l o g i . Heisenberg menyatakan bahwa untuk pasangan besaran tertentu yang disebut conjugate magnitude pada prinsipnya tidak mungkin mengukur kedua besaran tersebut pada waktu yang sama dengan ketelitian yang tinggi. (jadi buka “fusi” dengan penggabungan asumsi yang kacau balau). Fisika quantum menunjukkan adanya partikel-partikel yang melanggar logika hukum fisika dan bergerak secara tak terduga. Jadi secara mutlak sebenarnya tak ada yang tahu seperti apa sebenarnya bidang datar itu. sekiranya kita asumsikan bahwa permukaan papan itu adalah bidang datar. Prinsip Indeterministik ini. Namun asumsi ini goyang ketika MaxPlanck pada tahun 1900 menemukan teori Quantum.menyimpulkan gejala itu diciptakan oleh skala observasi. hanya Tuhan yang tahu! Secara filsafati mungkin ini merupakan masalah besar namun bagi ilmu masalah ini didekati secara praktis. sedangkan bagi skala observasi amuba. bidang datar ini merupakan daerah pemukiman yang berbukit-bukit. Prinsip komplementer ini menyatakan bahwa elektron bisa berupa gelombang cahaya dan bisa juga berupa partikel tergantung dari konteksnya. kata William Barret. menunjukkan bahwa terdapat limit dalam kemampuan manusia untuk mengetahui dan meramalkan gejala-gejala fisik.

1. Kedua. Seseorang ilmuwan harus benar-benar mengenal asumsi yang dipergunakan dalam analisis keilmuannya.. Sekiranya dalam kegiatan ekonomis maka manusia yang berperan adalah manusia ‘yang mencari keuntungan sebesarbesarnya dengan pengorbanan sekecil-kecilnya’ maka itu sajalah yang kita jadikan sebagai pegangan tidak usah ditambah dengan sebaiknya begini. 2. Asumsi manusia dalam administrasi yang bersifat operasional adalah makhluk ekonomis. maka berarti berbeda pula konsep pemikiran yang dipergunakan. strategi. Asumsi ini harus operasional dan merupakan dasar bagi pengkajian teoretis. Baik hal-hal yang terjadi sebelum hidup kita. Sesuatu yang belum tersurat (atau terucap) dianggap belum diketahui atau belum mendapat kesamaan pendapat. makhluk aktualisasi diri atau makhluk yang kompleks. asumsi ini harus disimpulkan dari ‘keadaan sebagaimana adanya’ bukan ‘bagaimana keadaan yang seharusnya’. semua itu berada di luar penjelajahan ilmu. makhluk sosial. Berdasarkan asumsi-asumsi ini maka dapat dikembangkan berbagai model. atau seharusnya begitu. F. maupun apa-apa yang terjadi sesudah kematian kita. H a k i k a t a p a y a n g d i k a j i . Sekiranya asumsi semacam ini dipakai dalam penyusunan kebijaksanaan (policy). Batas-Batas Penjelajahan Ilmu ilmu memulai penjelajahannnya pada pengalaman manusia dan berhenti di batas pengalaman manusia. Mengapa ilmu hanya membatasi daripada hal-hal yang berbeda dalam batas pengalaman kita? jawabnya terletak pada fungsi ilmu itu sendiri dalam kehidupan 13 | O n t o l o g i . maka hal ini bisa saja dilakukan. dan praktek administrasi. sebab surga dan neraka berada di luar jangkauan pengalaman manusia. asalkan semua itu membantu kita dalam menganalisis permasalahan. sebab mempergunakan asumsi yang berbeda. Apakah ilmu mempelajari hal ihwal surga dan neraka? Jawabnya adalah tidak. serta penjabaran peraturan alinnya. Namun penetapan asumsi yang berdasarkan keadaan yang seharusnya ini seyogyanya tidak dilakukan dalam analisis teori keilmuan sebab metafisika keilmuan berdasarkan kenyataan sesungguhnya sebagaimana adanya. Asumsi ini harus relevan dengan bidang dan tujuan pengkajian disipin keilmuan. atau strategi.

manusia: yakni sebagai alat pembantu manusia dalam menanggulangi masalah-masalah yang dihadapinya sehari-hari. bagaimana kita melakukan pembuktian secara metodologis? bukankah hal ini merupakan suatu kontradiksi yang menghilangkan keahlian metode ilmiah? Kalau begitu maka sempit sekali batas jelajahan ilmu. tentang indah dan jelek. bahkan dalam batas pengalaman manusia pun. melainkan kepada agama. Ilmu tanpa (bimbingan moral) agama adalah buta. sebab agamalah pengetahuan yang mengkaji masalah-masalah seperti itu. Saling pandang-memandang ini. Cuma sepotong dari sekian permasalahan kehidupan. jawab filsuf ilmu. H a k i k a t a p a y a n g d i k a j i . Memang demikian. Tentang baik dan buruk. Dengan makin sempitnya daerah penjelajahan suatu bidang keilmuan maka sering sekali diperlukan “pandangan” dari disiplin-disiplin lain. demikian kata Einstein. Tanpa kejelasan batasbatas ini maka pendekatan multidisipliner tidak akan bersifat konstruktif melainkan berubah menjadi sengketa kapling (yang sering terjadi akhir-akhir ini). 14 | O n t o l o g i . semua (termasuk ilmu) berpaling kepada sumber-sumber moral. Persoalan mengenai hari kemudian tidak akan kita nyatakan kepada ilmu. ilmu hanya berwenang dalam menentukan benar atau salahnya suatu pernyataan. kata seorang. Ilmu membatasi lingkup penjelajahannya pada batas pengalaman manusia juga disebabkan metode yang dipergunakan dalam menyusun yang telah teruji kebenarannya secara empiris. semua (termasuk ilmu) berpaling kepada pengkajian estetik. Artinya harus jelas bagi semua: di mana disiplin seseorang berhenti dan di mana disiplin orang lain mulai. Sekiranya ilmu memasukkan daerah di luar batas pengalaman empirisnya. atau dalam bahasa protokolnya pendekatan multi-disipliner. membutuhkan pengetahuan tentang tetangga-tetangga yang berdekatan.

ontologi membahas hakikat yang “ada”. Sehingga perlu menentukan asumsi pokok sebelum pelaksanaan penelitian. 15 | O n t o l o g i . Keberadaan asumsi sebagai bagian dari filsafat ilmu merupakan hal yang sangat penting karena asumsi berfungsi sebagai bagian yang mendasar yang harus ada. Kesimpulan Ontologi merupakan suatu teori tentang makna dari suatu objek. Saran Berbagai disiplin ilmu berawal dari filsafat ontologi. B. dengan berbagai macam asumsi-asumsinya. properti dari suatu sesuatu yang ada.BAB III PENUTUP A. karena asumsi akan dapat memberi arah dan landasan bagi kegiatan penelaahan.sedangkan metafisika menjawab pertanyaan apakah hakikat kenyataan ini sebenar-benarnya. Sedangkan dalam ontologi suatu ilmu pengetahuan menentukan asumsi pokok (the standard presumption) dari keberadaan suatu objek penelitian dilakukan sebelum pelaksanaan penelitian oleh si peneliti itu sendiri. H a k i k a t a p a y a n g d i k a j i . Asumsi memiliki posisi di berbagai bidang disiplin keilmuwan bahkan keberadaan asumsi pun ada dalam hukum alam sekalipun karena segala yang terjadi di alam ini bukanlah suatu kebetulan semata akan tetapi terdapat pola-pola tertentu yang terus terulang. Dikarenakan. yang dapat memberi arah dan landasan bagi kegiatan penelaahan dan penelitian. Pembahasan ontologi terkait dengan pembahasan mengenai metafisika.