Anda di halaman 1dari 4

USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH

ICE BAN

OLEH:
KELOMPOK 1:
EYCIA HILARIESTI TONGA

(1333121147)

A.A SAGUNG SINTA RAHMAWATI

(1333121161)

AYU ASWIN SUWANDEWI ARTHA

(1333121167)

FIRNA KURNIATI GOGALI

(1333121168)

I MADE ADITYA SAPUTRA

(1333121172)

PURWANTI NOVITA DEWI

(1333121173)

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS WARMADEWA
DENPASAR
2015

A. Finance
- Permodalan awal :untuk modal dari Ice Ban diperoleh dari tabungan
pribadi Sebesar Rp.3.000.000. sudah termasuk rombong serta biaya bahan
untuk pembuatan es berkisar Rp.700.000/hari (tergantung harga pasar
untuk bahan-bahan saat itu)
- Keuntungan bersih yang bisa dibawa pulang dari hasil penjualan berkisar
Rp.150.000 s/d Rp.250.000 per hari.
B. Pemasaran
Produk

: Es buah, es campur, es gula, dan es susu

Harga
: untuk harga es buah dibandrol seharga Rp.8000, es campur
Rp.8000, es gula Rp.3000 dan es susu Rp.5000. harga sangat murah
untuk rasa dan kualitas yang disajikan oleh ICE BAN.
Promosi : Tidak ada promosi khusus untuk pemasaran ice ban, melainkan
hanya melakukan penjualan secara langsung menggunakan rombong dan
beroperasi di jalan Sermakawi depan SMA Santo Josep, dari jam 10:30
sampai es habis. Dan yang terpenting, Kualitas produk, promo yang baik
memang akan menarik banyak pelanggan, namun produk yang ngangenin
akan menciptakan pelanggan-pelanggan setia dan semakin lama semakin
besar. Hal ini akan memancing testimoni dan promosi dari mulut ke
mulut.
Distributor
: produk bisa didapatkan apabila datang langsung ke
tempat Ice Ban beroperasi, Ice Ban menyediakan jasa catering, dan
apabila ada acara kemudian penyelenggara acara ingin menikmati
produk Ice Ban, Ice Ban dapat menerima panggilan untuk berjualan di
tempat acara.
Sasaran penjualan : orang yang menjadi sasaran dalam penjualan Ice ban
yaitu para siswa/siswi, mahasiswa dan masyarakat sekitar dekat Ice ban
menjalankan usahanya. Tetapi tidak jarang ada orang yang rela jauh-jauh
datang untuk menikmati enak dan segarnya cita rasa Ice Ban.
C. Sumber daya Manusia
Karena Ice Ban termasuk usaha kecil dan tidak memiliki cabang, jadi tidak
ada karyawan atau tenaga kerja yang membantu pemilik dalam
menjalankan usahanya. Hanya pemilik yang terjun langsung melayani
konsumen.