Anda di halaman 1dari 6

KOORDINASI OPTIMAL RELE DIRECTIONAL OVERCURRENT

RELAY PADA SISTEM TRANSMISI 150 KV MENGGUNAKAN HYBRID


PARTICLE SWARM OPTIMIZATION TIME VARYING
ACCELERATION COEFFICIENT (PSO-TVAC)
Septian Dwiratha
Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Abstrak- Sistem tenaga listrik tidak dapat terlepas dari
terjadinya gangguan. Gangguan pada sistem tenaga dapat
menggangu kontinuitas pelayanan dan berpotensi dapat merusak
peralatan akibat aliran arus hubung singkat pada saluran. Oleh
karena itu dibutuhkan sebuah sistem proteksi yang dapat
mengisolasi daerah yang mengalami gangguan dan dapat
menghindarkan kerusakan pada peralatan akibat arus hubung
singkat yang mengalir pada saluran. Pada paper ini Koordinasi
directional overcurrent relay atau rele arus lebih berarah pada
sistem loop menggunakan metode Hybrid PSO-TVAC dengan
Linier programming pada sistem transmisi multi-loop 150 kV.
Metode Hybrid PSO-TVAC dengan Linier programming
digunakan untuk menala parameter rele arus lebih berarah. Dari
hasil simulasi didapatkan bahwa dengan menggunakan Hybrid
PSO-TVAC lebih baik dibandingkan menggunakan Hybrid PSO.
Dari hasil simulasi didapatkan bahwa total operasi rele primer
dengan menggunakan metode Hybrid PSO-TVAC sebesar 7.45582
detik lebih baik dibanding menggunakan Hybrid PSO sebesar
7.70724 detik.

Metode PSO merupakan metode optimisasi yang


berdasarkan cara kawanan burung atau ikan yang sedang
mencari makan.
Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik metode PSO
dikembangkan dengan memvariasikan koefisien partikel
berdasarkan waktu pencarian. Hasil pengembangan PSO
yang dikenal Particle Swarm Optimization Time Varying
Acceleration Coefficient (PSO-TVAC) [4]. Teknik
optimisasi konvensional khususnya Linear Programming
yaitu suatu teknik optimisasi berdasarkan suatu persamaanpersamaan linier. Linier programming telah berhasil
digunakan untuk menyelesaikan masalah koordinasi rele
arus lebih berarah dalam waktu yang relative cepat [5].
Diharapkan dengan menggunakan metode Hybrid
PSO-TVAC dengan Linear Programming dapat mengasilkan
koordinasi rele arus lebih secara tepat dan optimal.

Kata kunci- Koordinasi Optimal, Directional Overcurrent Relay,


Hybrid PSO-TVAC

II. DASAR TEORI


Untuk menjamin keandalan dan kontinuitas penyaluran
daya pada sistem tenaga listrik maka diperlukan adanya
pengaman yang handal sehingga rele proteksi harus
memenuhi persyaratan sebagai berikut,
1. Sensitivitas
Sensitivitas adalah kemampuan rele proteksi untuk
bereaksi dan bekerja terhadap gangguan yang terjadi pada
sistem.
2. Selektivitas
Selektivitas adalah kemampuan rele untuk beroperasi
ketika jika terjadi gangguan didaerah proteksinya atau rele
proteksi dapat memisahkan bagian sistem yang terganggu.
3. Kecepatan beroperasi
Kecepatan beroperasi merupakan kemampuan rele
proteksi untuk beroperasi sesuai dengan lama waktu yang
dibutuhkan. Kemampuan sistem proteksi memisahkan
gangguan secapat mungkin dari sistem sehingga
mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh gangguan
tersebut. Lama waktu sejak sinyal gangguan diterima
sampai dilakukan pemisahan gangguan merupakan
penjumlahan waktu rele beroperasi dan waktu PMT
beroperasi, dirumuskan sebagai berikut,

I. PENDAHULUAN
Directional overcurrent relay atau rele arus lebih
berarah merupakan salah satu jenis rele proteksi yang
paling banyak digunakan pada sistem proteksi tenaga
listrik. Rele arus lebih berarah digunakan untuk mendeteksi
adanya gangguan hubung singkat pada sistem yang
mempunyai sumber lebih dari satu dan mempunyai jaring
yang membentuk loop.
Masalah yang muncul pada performansi koordinasi rele
arus lebih berarah ketika beroperasi pada sistem
interkoneksi multi-loop, yaitu sulit untuk mendapatkan
koordinasi rele yang memenuhi fundamental sistem
proteksi tenaga listrik. Koordinasi rele arus lebih pada
sistem berbentuk loop membutuhkan waktu yang lama agar
didapatkan koordinasi yang baik namun hasil koordinasi
yang diperoleh tidak optimal [1].
Untuk menyelesaikan permasalahan koordinasi rele
arus lebih, berbagai metode dan teknik yang telah
dilakukukan diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu teknik
curve fitting, teknik teori Graph dan teknik optimisasi.
Teknik optimisasi dibedakan menjadi tiga jenis yaitu teknik
optimisasi konvensional, teknik optimisasi interior point
dan teknik optimisasi menggunakan artificial intelegence
[2].
Sebuah metode optimisasi berbasis artificial intelligent
yaitu Particle Swarm Optimization (PSO), diperkenalkan
oleh Kennedy and Eberhart pada tahun 1995 [3].

toperasi = trele + tCB

4.

(1)

Keandalan (reliability)
Keandalan merupakan kemampuan rele untuk selalu
beroperasi secara tepat pada berbagai kondisi.

Ekonomis
Disamping memenuhi persyaratan 1 s/d 4, namun
penggunaan rele harus disesuaikan dengan saluran dan
peralatan yang diamankan.

dengan,

2.1. Dasar Setting Rele


Setting arus untuk rele arus lebih mempunyai batas
maksimum dan minimum dari besarnya arus yang mengalir.
Batas maksimum dan minimum dirumuskan sebagai
berikut,
1. Batas minimum
Pada dasarnya batas minimum setting rele arus lebih
yaitu rele tidak boleh beroperasi pada saat mengalir arus
beban penuh.
2. Batas maksimum
Pada setting arus maksimum pada rele arus lebih perlu
memperhitungkan arus hubung singkat yang melewati rele.
Suatu gangguan hubung singkat tiga fasa pada
pembangkitan maksimum akan menyebabkan mengalirnya
arus gangguan maksimum dan gangguan hubung singkat
antar fasa akan menyebabkan mengalirnya arus hubung
singkat minimum. Rele harus dapat merespon terhadap dua
kondisi yaitu kondisi maksimum dan kondisi minimum.
I SC min adalah arus hubung singkat dua fasa dengan
pembangkitan minimum yang terjadi pada ujung saluran
pada daerah perlindungan berukutnya. Sehingga
persyaratan setting arus pada rele dapat dirumuskan sebagai
berikut,

TMSi adalah Time Multiple Setting rele ke-i

5.

1,25 I FL I P 0,8 I SC min


(2)
Untuk jenis rele arus lebih dengan karakteristik invers,
setting waktu ditentukan pada saat arus gangguan
maksimum mengalir pada rele, untuk dapat mensetting
waktu pada rele invers maka harus men-setting TMS rele
berdasarkan setting arus dan kurva karakteristik rele. TMS
didefinisikan sebagi berikut,

Tm adalah waktu operasi rele primer


Tb adalah waktu operasi rele backup

I pi adalah setting arus rele ke-i


Dengan CTI (Coordination Time Interval) merupakan
interval waktu operasi antara waktu operasi rele primer dan
waktu operasi rele sekunder. Pada paper ini CTI yang
digunakan sebesar 0,3 detik.

III. PEMODELAN SISTEM TENAGA


Sistem kelistrikan yang dipakai yaitu sistem transmisi
150 kV multi-loop yang terdiri dari dua unit generator, dua
unit transformator, delapan bus dan empat belas rele arus
lebih berarah. Sistem yang dapat dilihat pada Gambar 1.
Rele yang digunakan pada paper ini adalah rele arus
lebih berarah atau directional overcurrent relay IDMT
(Invers Definit Minimum Time) tipe Normal Inverse. Rele
arus lebih berarah yang digunakan pada tugas paper ini
mempunyai karakteristik sebagai berikut [7],
t = K1

TMS

K
(7)
I 2

+ K3
Ip

dengan nilai K1 , K 2 , K 3 yaitu 0,14, 0.02 dan -1 berurutan


sedangkan nilai TMS (Time Multiplier Setting) yaitu dalam
range 0.1 sampai dengan 1.0 [6]. Nilai I p merupakan hasil

(3)

perkalian dari rasio CT dan tap current setting. Nilai tap


current setting rele arus lebih yaitu 0.5, 0.6, 0.8, 1,0, 1,5,
2,0 dan 2,5 [6]. Data rasio current transformer (CT) yang
dipakai pada paper ini dapat dilihat pada Tabel 1.

dengan,
T : waktu yang dibutuhkan rele untuk bekerja
Tm : waktu yang didapat dari kurva karakteristik rele
dengan TMS = 1,0 dan menggunakan nilai ekivalen
PSM untuk arus gangguan maksimum.

Pada paper ini digunakan metode matrik untuk


menentukan pasangan rele primer dan rele backup untuk
semua kemungkinan terjadi suatu gangguan. Dengan
menggunakan metode matrik dari ref [5] maka sistem pada
paper ini matrik plant didapatkan menggunakan langkahlangkah sebagai berikut,

TMS =

T
Tm

Untuk mendapatkan koordinasi rele arus lebih berarah,


kita harus menghitung arus hubung singkat yang mengalir
pada saluran.
Optimisasi dilakukan untuk mendapatkan waktu operasi
rele primer secepat mungkin dan seselektif mungkin dengan
tetap memenuhi constrain yang diijinkan.
2.2. Constrain Koordinasi
Untuk mendaptkan koordinasi rele arus lebih yang
optimal maka constrain pada oordinasi harus dipenuhi.
Consrtrain pada koordinasi rele arus lebih yang optimal
dirumuskan sebagai berikut [8],
Tm Tb CTI

(4)

TMSiminimum TMSi TMSimaximum

(5)

I pi I pmaksimum

(6)

Ip

minimum

Gambar 1. Sistem Transmisi 150 kV multi-loop

Tabel 2. Rele Primer dan Rele Backup

a. Assumsi e adalah jumlah dari line transmisi dan n


adalah jumlah dari bus.

Pasangan rele pada saluran

b. Jumlah kolom dari matrik ini sama dengan jumlah bus.


Augmented incidence matrix disusun dengan
mengalikan setiap elemen node incidence matrix
dengan -1 pada jumlah kolom e + 1 hingga 2e.
c. Kolom dari 1 hingga e mempunyai nilai sama dengan
node incidence matrik.
d. Arah cabang untuk jaring diberikan secara bebas dan
elemen dari incidence matrik A diperoleh menggunakan
aturan sebagai berikut:
1.
2.

elemen dari matrik A diberi nilai -1 jika aliran


memasuki node.
elemen dari matrik A diberi nilai +1 jika aliran
meninggalkan node.

Dengan menggunakan langkah diatas maka matrik A


mempunyai ukuran 6 x 7 direpresentasikan sebagai berikut,
1 1 0 0 0

1 0 0 0 0
0 1 1 0 0
A=
0 0 1 1 0
0 0 0 1 1

0 0 0 0 1

0 1

1 0
0 0

0 0
0 0

1 1

Rele
primer

Rele
backup

Rele
primer

Rele
backup

10

10

11

11

12

12

13

12

14

14

13

14

13

14

Langkah 2. Ambil baris yang sesuai dengan elemen negatif.


Langkah 3. Cari elemen positif yang sesuai baris ke- 1 pada
kecuali elemen positif pada kolom ke-8.
(8)

Untuk mendapatkan matrik sistem maka matrik A


diperluas hingga kolom matrik menjadi menjadi matrik
Acl ukuran 6 x 14. Matrik Acl merupakan representasi dari
matrik sistem.

Langkah 4. Langkah 1-3 diulang untuk rele primer dan rele


backup yang lain.
Dari matrik Acl kita dapat mengetahui pasangan rele
primer dan rele backup. Dari matrik Acl kita dapat
mengetahui pasangan rele primer dan rele backup.
Pasangan rele primer dan rele backup dapat dilihat pada
Tabel 2.
IV. HYBRID PSO-TVAC

1 1 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 1

1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0
0 1 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0

Acl =
0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0

0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0
0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 1 11

(9)

Pada Paper ini, optimisasi yang menggunakan metode


Hybrid PSO-TVAC. Metode Hybrid PSO-TVAC merupakan
gabungan algoritma particle swarm opimization yang
menggunakan teknik time varying acceleration dengan
metode Linier Programming. Hybrid PSO-TVAC yaitu
terdiri dari dua proses yaitu proses PSO-TVAC dan proses
Linier Programming.
4.1 Proses PSO-TVAC

Rele primer dan backup dapat dinilai dari augmented


incidence matrik dengan menggunakan langkah sebagai
berikut,
Langkah 1. Anggap kolom 1 sesuai dengan rele 1. Ambil
elemen negatif pada kolom tersebut.
Tabel 1. Data rasio CT pada setiap rele

Rasio Current Transformer

Proses PSO-TVAC digunakan untuk mendapatkan nilai


I S setiap rele arus lebih agar didapatkan koordinasi rele
arus lebih yang optimal. Nilai I S merupakan variabel
nonlinier pada model rele arus lebih sehingga dengan
menggunakan PSO-TVAC maka didapatkan nilai yang
optimal.

Rele no

CT Ratio

Rele no

CT Ratio

a.

240

240

Pada langkah pertama, inisialisasi jumlah partikel,


iterasi maksimum, kecepatan partikel, posisi awal,
pbest , g best . Posisi pada algoritma PSO-TVAC

240

160

mempresentasikan nilai I p .

160

10

240

240

11

240

240

12

240

240

13

240

160

14

160

b.

Langkah berikutnya evaluasi fitness setiap partikel.


Nilai fitness didefiniskan sebagai berdasarkan fungsi
objektif. Fungsi fitness berdasarkan yang digunakan
untuk mendapatkan koordinasi rele arus lebih sebagai
berikut,

Fobj = Wi Tik

(10)

c.
d.

e.

dengan Tik merupakan waktu operasi rele ketika terjadi


gangguan pada bus k dan Wi adalah probabilitas
terjadinya gangguan besarnya 1.0 [8].
Update pbest dan g best .
Update kecepatan dan posisi semua partikel
menggunakan.
vik +1 = w.v + c1r1 ( pBseti xik ) + c2 r2 ( gBesti xik )
.
xi k +1 = xi + vi k +1
Update weight
w=

f.

wmax iterasimax iterasi

+ wmin
wmin
iterasimax

Update koefisien
menggunakan.
c1= (c1 f c1i )

akselerasi

(11)
(12)

(13)
kecepatan

iterasi
+ c1i
iterasimax imum

parikel

(14)

iterasi
(15)
+ c2i
iterasimax imum
Ulangi mulai proses a s/d e hingga iterasi maksimum
c2 = (c2 f c2i )

g.

dengan variabel sebagai berikut,


k +1
vi
: update kecepatan parikel ke-i
vi
pBesti
gBesti
k +1

xi
xi
w
wmax
wmin
c1
c2
iterasimax

: kecepatan awal partikel ke-i


: best position partikel ke-i
: local best position partikel ke-i
: update posisi partikel ke-i
: posisi awal partikel ke-i
: parameter weight
: weight akhir iterasi
: weight inisialisasi
: koefisien accelerasi induvidu
: koefisien accelerasi sosial
: maksimum iterasi

4.2 Proses Linier Programming


Linier programming digunakan untuk mendapatkan
nilai variabel TMS pada rele arus lebih. Sehingga fitness
pada koordinasi optimal rele arus lebih berarah didapatkan.
Untuk mendapatkan
Flowcart hybrid PSO-TVAC dapat dilihat pada
Gambar 2. Untuk menghitung nilai fitness pada setiap
partikel dijelaskan sebagai berikut,
a. Untuk mendapatkan nilai fitness maka dibutuhkan nilai
I p yang didapatkan PSO-TVAC.
b.

Dengan menyelesaikan ppersamaan linier maka


digunakan linier solver sehingga didapat nilai variabel
TMS.

Flowchart metode hybrid PSO-TVAC yang digunakan


untuk mendapatkan koordinasi rele arus lebih berarah,
dapat dilihat pada Gambar 2.

Simulasi menggunakan metode Hybrid PSO-TVAC dan


metode Hybrid PSO. Hybrid PSO digunakan sebagai
pembanding. Parameter yang digunakan untuk simulasi
dapat dilihat PSO-TVAC pada tabel 4 [4]. Arus hubung
singkat pada paper ini dihitung menggunakan software
Etap. Hasil simulasi arus yang mengalir pada rele ketika
terjadi gangguan dapat dilihat pada Tabel 3. Dari hasil
simulasi bahwa metode Hybrid PSO-TVAC mempunyai
hasil yang lebih baik dibandingkan menggunakan Hybrid
PSO. Nilai fitness menggunakan metode Hybrid PSOTVAC sebesar 7.45582 detik sedangkan menggunakan
Hybrid PSO nilai fitness sebesar 7.70724 detik. Grafik
konvergensi metode Hybrid PSO-TVAC dan metode Hybrid
PSO dapat dilihat pada Gambar 3. Dengan parameter rele
arus lebih berarah pada Tabel 5. Waktu operasi rele ketika
terjadi gangguan dengan parameter rele yang didapatkan
menggunakan metode Hybrid PSO-TVAC dapat dilihat
pada Tabel 6.
Diagram plot waktu operasi rele ketika terjadi gangguan
hubung singkat pada saluran antara Bus 3 dan Bus 4 dapat
dilihat pada Gambar 4. Pada gambar diagram plot, rele yang
digunakan yaitu rele GE Multilin 735 yang merupakan rele
feeder Protection tipe Normal Inverse [15].
Dari gambar plot diagram dapat diketahui bahwa rele 3
dan rele 2 beroperasi secara tepat pada arus gangguan
maksimum maupun ketika arus gangguan minimum
mengalir pada saluran.
Table 3. Arus Hubung Ketika Terjadi Gangguan
Rele
primer

Arus
(kA)

Rele
backup

Arus
(kA)

Rele 1

2.898

Rele 6

3.126

Rele 2

5.893

Rele 1

0.947

Rele 2

5.893

Rele 7

1.8

Rele 3

3.824

Rele 2

3.824

Rele 4

2.545

Rele 3

2.545

Rele 5

1.555

Rele 4

1.555

Rele 6

5.893

Rele 5

0.486

Rele 6

6.893

Rele 14

1.8

Rele 7

5.04

Rele 5

0.486

Rele 7

5.04

Rele 13

0.947

Rele 8

5.893

Rele 7

1.8

Rele 8

5.893

Rele 9

0.486

Rele 9

1.658

Rele 10

1.658

Rele 10

2.661

Rele 11

2.661

Rele 11

Rele 12

Rele 12

6.354

Rele 13

0.947

Rele 12

6.354

Rele 14

1.8

Rele 13

3.126

Rele 8

2.898

Rele 14

6.36

Rele 1

0.947

Rele 14

6.36

Rele 9

0.486

Tabel 4. Parameter PSO-TVAC


Tabel 5. Nilai Parameter Rele TMS dan Ip dari Hasil Simulasi
Jumlah partikel

20

Maksimum iterasi

100

Weigt maksimum

0.9

Weigt minimum

0.1

c1i

Rele no

Hybrid PSO

Hybrid PSO-TVAC

TMS

Ip

TMS

Ip

Rele 1

0.1

600

0.1

600

0.25

Rele 2

0.2499

600

0.2519

600

c1f

0.5

Rele 3

0.2069

400

0.2094

400

c2i

0.5

Rele 4

0.1134

480

0.1

600

c2f

0.25

Rele 5

0.1

240

0.1231

192

Rele 6

0.3023

192

0.1768

600

Rele 7

0.2287

400

0.23

400

Rele 8

0.2182

360

0.1639

600

Rele 9

0.1

240

0.1

240

Rele 10

0.2524

120

0.1

600

Rele 11

0.1841

600

0.1648

600

Rele 12

0.267

600

0.316

360

Rele 13

0.1

600

0.1

600

Rele 14

0.2342

400

0.2287

400

I set

Tabel 6. Margin Waktu Operasi Rele Menggunakan PSO-TVAC

Gambar 2. Flowchart Hybrid PSO-TVAC

Gambar 3. Grafik konvergensi Metode

Rele
Primer

Waktu
(detik)

Rele
Backup

Waktu
(detik)

Margin
(CTI)

Rele 1

0.43752

Rele 6

0.73749

0.29996

Rele 2

0.75432

Rele 1

1.52686

0.77253

Rele 2

0.75432

Rele 7

1.0544

0.30008

Rele 3

0.63473

Rele 2

0.93452

0.29979

Rele 4

0.47748

Rele 3

0.77758

0.3001

Rele 5

0.4034

Rele 4

0.72808

0.32469

Rele 6

0.52943

Rele 5

0.91925

0.38982

Rele 6

0.49466

Rele 14

1.04844

0.55378

Rele 7

0.61947

Rele 5

0.91925

0.29978

Rele 7

0.61947

Rele 13

1.52686

0.90738

Rele 8

0.4908

Rele 7

1.0544

0.5636

Rele 8

0.4908

Rele 9

0.98512

0.49432

Rele 9

0.35523

Rele 10

0.6817

0.32648

Rele 10

0.46298

Rele 11

0.763

0.30001

Rele 11

0.59662

Rele 12

0.89668

0.30007

Rele 12

0.74863

Rele 13

1.52686

0.77823

Rele 12

0.74863

Rele 14

1.04844

0.29982

Rele 13

0.41713

Rele 8

0.7171

0.29997

Rele 14

0.56285

Rele 1

1.52686

0.96401

Rele 14

0.56285

Rele 9

0.98512

0.42227

Gambar 4. Diagram Plot Karakteristik Operasi Rele Gangguan


diantara Saluran 3 dan Saluran 4.

[6]

H.H. Zeineldin, E.F. El-Saadany, M.M.A. Salama,


Optimal coordination of overcurrent relays using a
modified particle swarm optimization, Electric
Power Systems Research 76 (2006) 988-995

[7]

Albert J. Urdaneta, Ramon Nadira, Luis G. Perez


Jimenez, Optimal Coordination Of Directional
Overcurrent Relays In Interconnected Power
Systems, IEEE Transactions on Power Delivery, Juli
(1988) 903- 911

[8]

Abbas Saberi Noghabi, Javad Sadeh, Habib Rajabi


Mashhadi,
Considering
Different
Network
Topologies in Optimal Overcurrent Relay
Coordination Using a Hybrid GA, IEEE Trans.
Power Delivery , Oktober (2009) 1857- 1863

[9]

Stevenson Jr, W. D, Analisa Sistem Tenaga,


Jakarta: Erlangga. 1988

[10]

Gonen, Turan, Electric Power Transmission System


Engineering: Analysis & Design, New York:
Wiley-Interscienc. 1988

[11]

Wahyudi, Diktat Mata Kuliah Sistem Pengaman


Sistem Tenaga Listrik.

[12]

User mannual GE Multilin

V. KESIMPULAN
Metode
Hybrid
PSO-TVAC
dengan
Linier
Programming dapat digunakan untuk menala parameter rele
arus lebih berarah sehingga didapatkan koordinasi rele arus
lebih bearah yang optimal.
Optimisasi yang dilakukan dengan menggunakan
Hybrid PSO-TVAC mempunyai nilai fitness 7.45582 detik
lebih baik dibanding dengan menggunakan Hybrid PSO
mempunyai nilai fitness 7.70724.

VI. REFERENSI
[1]

D. Vijayakumar, R. K. Nema, A Novel Optimal


Setting for Directional overcurrent Relay
Coordination using Particle Swarm Optimization,
International Journal of Electrical Power and Energy
Systems Engineering (2008) 220-225

[2]

Dinesh Birla, Rudra Prakash Maheshwari, dan Hari


Om Gupta, Time-Overcurrent Relay Coordination:
A Review, International Journal of Emerging
Electric Power Systems, (2005) Article 1039

[3]

Yamille
del
Valle,
Ganesh
Kumar
Venayagamoorthy, Salman Mohaghegh, Jean-Carlos
Hernandez dan Ronald G. Harley, Particle Swarm
Optimization: Basic Concepts, Variants and
Applications in Power Systems, IEEE Transactions
on Evolutionary Comput, April (2008) 171-195

[4]

Krishna Teerth Chaturvedi, Manjaree Pandit, Laxmi


Srivastava, Particle swarm optimization with time
varying acceleration coefficients for non-convex
economic power dispatch, Electrical Power and
Energy Systems 31 (2009) 249257

[5]

H. B. Elrafie, M. R. Irving, Linear programming for


directional overcurrent relay coordination in
interconnected power systems with constraint
relaxation, Electric Power Systems Research, 27
(1993) 209 216

Septian Dwiratha lahir di Surabaya, Jawa


Timur pada tanggal 29 Desember 1988.
Pada tahun 2000 penulis menyelesaikan
studi di SDN Ngagel Rejo VI Surabaya.
Penulis melanjutkan studi di SLTPN 39
Surabaya dan lulus pada tahun 2003.
Setelah lulus dari SMUN 4 Surabaya pada
tahun 2006, penulis melanjutkan studi S1 di Institut
Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jurusan
Teknik Elektro bidang studi Teknik Sistem Tenaga.
Penulis dapat dihubungi melalui alamat email:
s_ptian@elect-eng.its.ac.id