Anda di halaman 1dari 10

TUGAS-2

Mata Kuliah Analisis Sistem


Hidrologi (GFM632)
Time Parameters In Watershed
Hydrology
Oleh :

Haki Yusdinar
A155140031)
Dosen Pengampu :
Prof. Dr. Ir. Hidayat Pawitan, M.Sc

PENDAHULUAN
PROGRAM STUDI ILMU PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN
SUNGAI SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN
BOGOR - 2014

Mata Kuliah Analisis Sistem Hidrologi


(GFM632)

Konsep pembangunan yang berkelanjutan yang saat ini sedang menjadi


pembicaraan yang hangat. Dalam kontek DAS, pembangunan yang berkelanjutan
dapat dicapai apabila perangkat kebijaksanaan yang akan diterapkan pada
pengelolaan DAS telah mempertimbangkan beberapa hal diantanya sebagai berikut:
1. Pengelolaan Das dan konservasi tanah dan air merupakan alat untuk tercapainya
pembangunan sumberdaya air dan tanah yang berkelanjutan.
2. Pengelolaan sumberdaya alam yang tidak memadai (pada skala DAS) telah
menyebabkan degradasi tanah dan air, dan pada gilirannya menurunkan tingkat
kemakmuran rakyat pedesaan.
3. Penyebab utama tidak memadainya cara pengelolaan sumberdaya tersebut di atas
seringkali berkaitan dengan kurangnya pemahaman keterkaitan biogeofisik antara
hulu dan hilir sehingga produk kebijaksanaan yang dihasilkan tidak atau kurang
memadai untuk dijadikan pengelolaan DAS.
Dengan demikian pemahaman proses-proses hidrologi menjadi penting untuk
menentukan :
1. Perilaku hujan dalam kaitannya dengan proses terjadinya erosi dan sedimentasi.
2. Hubungan curah hujan dan air larian (runoff).
3. Debit puncak (peak flow) untuk keperluan merancang bangunan-bangunan banjir.
4. Hubungan karakteristik suatu DAS dengan denit puncak yang terjadi di daerah
tersebut, untuk dapat diambil langkah pengendalian terhadap perilaku arus debit
tersebut.
Contoh keterkaitan biogeofisik antara daerah hulu-hilir suatu DAS
sebagaimana gambar 1, dimana kegiatan reboisasi dalam luasan tertentu dapat
menurunkan hasil air (water yield), akan tetapi kegiatan tersebut dapat kualitas air
permukaan, dan terutama air tanah. Sedangkan aktivitas pembalakan hutan atau
deforestasi yang dilakukan di daerah hulu dalam luasan tertentu juga dapat memberi
dampak dalam bentuk meningkatnya hasil air. Kegiatan pembalakan hutan juga
meningkatkan terjadinya erosi karena terjadinya pembukaan permukaan tanah, dan
terutama aktivitas-aktivitas pendukungnya seperti pembuatan jalan dan lainnya.

DAS 2014

Page 1

Mata Kuliah Analisis Sistem Hidrologi


(GFM632)

Gambar-1 Hubungan biofisik antara hulu dan hilir suatu DAS


PARAMETER HIDROLOGI
Hidrologi adalah ilmu bumi yang mempelajari sifat dan karakteristik air,
kejadian, distribusi dan gerakan air, adapun siklus hidrologi merupakan gerakan
vertical dan horizontal air baik dalam bentuk uap, likuid, dan padatan antara
permukaan bumi, di bawah permukaan, di atmosfer, dan di lautan.
Hydrology is the scientific study of the waters of the earth. Hydrologiy
examines the properties of water as well as its planetary occurrence, distribution,
and movement (The COMET Program).
Proses berulang-ulang dari suatu siklus tersebut merupakan komponen utama
dari sistim hidrologi sebagaimana table 1.

DAS 2014

Page 3

Tabel 1. Keterpaduan Sistim Hidrologi


a. Penyimpanan (storage)

Komponen utama siklus hidrologi meliputi :


b. Air di atmosfer c. Air di permukaan bumi

1. Air tersimpan di laut


2. Air tersimpan dalam bentuk es atau salju
3. Air tersimpan sebagai air tanah di dalam aquifer
4. Air tersimpan sebagai air tawar di danau,
bendung, atau sumur.

1. Kondensasi
2. Presipitasi
3. Evaporasi
4. Transpirasi.

1. Pelelehan salju
2. Aliran permukaan
3. Debit di sungai
4. Mata air

d. Air di dalam tanah


1. Infiltrasi
2. Kadar lengas
3. Ground water

Pada Tabel 2, disajikan beberapa parameter fisik dan non fisik lingkup hidrologi yang berkaitan dengan kegiatan yang
berlainan, juga menunjukkan bahwa parameter waktu berperan dalam sistem hidrologi secara keseluruhan.
Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan daerah yang dibatasi oleh topografi secara alami sehingga semua air hujan
yang jatuh diatas DAS tersebut akan mengalir melalui titik pembuangan (outlet) yang sama. Hujan merupakan faktor
utama yang mengendalikan proses siklus hidrologi dalam suatu DAS. Oleh karena itu perlu adanya pemahaman yang baik
pula terhadap karakteristik hujan yang dapat mempengaruhi produk akhir dari suatu proses yang menjadikan parametersparameters itu sendiri dalam suatu DAS.
Produk akhir dari proses yang terjadi dalam suatu DAS yang sangat menjadi perhatian adalah aliran permukaan.
Hal ini dikarenakan besar kecilnya aliran permukaan yang terjadi dapat mencerminkan kondisi DAS serta baik buruknya
sistim pengelolaan yang dilakukan.
Hidrograf aliran suatu DAS merupakan bagian penting yang diperlukan dalam berbagai perecanaan bidang Sumber
Daya Air, dimana Terdapat hubungan yang sangat erat antara hidrograf dengan karakteristik suatu DAS.

DAS 2014

Page 5

Tabel 2. Parameter-parameter Hidrologi (parameter waktu ada pada bagian diarsir dan cetak miring)

(sumber dimodifikasi dari Volker, 1968 di dalam Seyhan, 1993)

DAS 2014

Page 7

Menurut definisinya hidrograf satuan sintetis adalah hidrograf limpasan


langsung (tanpa aliran dasar) yang tercatat di ujung hilir DAS yang ditimbulkan oleh
hujan efektif sebesar satu satuan (1 mm, 1 cm, atau 1 inchi) yang terjadi secara
merata di seluruh DAS dengan intensitas tetap dalam suatu satuan waktu (misal 1
jam) tertentu.
Waktu Konsentrasi
Waktu konsentrasi (tc) ialah waktu yang dibutuhkan untuk bergeraknya air
dari titik aliran terjauh dari suatu DAS sampai dengan titik pelepasan (outlet). Jika
lama hujan sama dengan waktu konsentrasi, maka semua bagian daerah aliran secara
bersamaan memberikan pengaruh terhadap aliran di tempat keluar. Adapun
pendugaan waktu konsentrasi (Tc) terdapat beberapa metoda antara lain:
1. Metode Kirpich (1940)
Persamaan yang dikembangkan oleh Kirpich untuk menghitung waktu
konsentrasi yaitu :
Tc = 0.0195 L0.77 S-0.385
Dimana,
Tc : waktu konsentrasi (menit),
L : panjang aliran (meter),
S : lereng daerah aliran (meter per meter) atau perbedaan elevasi antara
tempat keluar dengan titik terjauh dibagi dengan jarak antara keduanya.
2. Metode Bransby-Williams
Bransby-William mengembangkan persamaan waktu konsentrasi untuk
memperkirakan banjir di India (Wilson, 1993).
Adapun persamaan tersebut yaitu :

L
5
d

a2

Tc =
Dimana,
L : jarak terjauh dari ujung catchment hingga outlet,
d

: diameter lingkaran dari area yang sama dengan catchment, (L/d adalah

DAS 2014

Page 8

koefisien keliling),
a

: luas catchment (mil2), h adalah slope saluran (%) dan Tc adalah waktu
konsentrasi.

3. Metoda California Division of Highways


Metode ini digunakan untuk DAS yang kecil (yang tidak melebihi26 km 2).
Adapun persamaannya yaitu :

tc =

0.87 L3

x 0.385

dimana,

tc : waktu konsentrasi (jam)


L : panjang kanal utama dari sumber ke outlet DAS (km)
H : total penurunan dari sumber ke outlet (m).
4. Metode Mockus (1957)
Metode ini juga dikembangkan untuk menentukan besarnya waktu konsentrasi.
Persamaannya yaitu :

tc =

tr
0 .6

tc = (tc)1/2 + 0.60 (tc)


tr

dimana,

waktu dari maksimum (jam) = waktu dari awal aliran hingga


puncak/maksimum aliran.

5. Metode Waktu Tenggang (Time Lag)


Metode ini dikembangkan oleh U. S. Soil Conservation Service (1972).
Persamaannya yaitu :
L0.8 ( S 1) 0.7
1900 0.5
TL =

Tc =

5
TL
3

dan

S=

1000
10
CN

Dimana,
DAS 2014

Page 10

Tc : waktu konsentrasi,
TL : waktu tenggang antara terjadinya hujan lebih sampai terjadinya aliran
puncak (peak discharge) (jam),

: kemiringan permukaan tanah (%),

L : panjang hidrolik (kaki),


S : retensi maksimum (inci),
CN : Curve Number yaitu suatu indeks yang menyatakan pengaruh bersama
tanah, penggunaan tanah, perlakuan

yang diberikan kepada tanah

pertanian, keadaan hidrologi dan kandungan air tanah sebelumnya,


terhadap besarnya aliran permukaan.
Metode waktu tenggang juga dikembangkan oleh Snyder (1938), didasarkan pada
teori hidrograf satuan sintetik yang telah ada. Adapun persamaan Snyder yaitu :
TL = Ct (L x Lca)0.3
Dimana,
TL

: waktu tenggang (jam)

Ct

: koefisien yang besarnya tergantung pada sifat-sifat DAS

: panjang maksimum saluran utama (mil)

Lca

: jarak sepanjang saluran utama dari tempat pengukuran

(outlet) ke suatu titik yang letaknya berlawanan dengan pusat gravitasi DAS.
6. Metode Melchior (1914) :
Melchior menetapkan waktu konsentrasi (Tc) sebagai berikut :

Dimana,
Tc = waktu konsentrasi (jam)
L = Panjang sungai (km)
Q = Debit puncak (m3/det)

DAS 2014

Page 12

I = Gradient rata-rata DAS

7. Metode Tanah Darat (Upland Method)


Metode ini disebut juga dengan metode kecepatan untuk menentukan waktu
konsentrasi. Adapun persamaannya yaitu :

Tc =

L
V

Dimana,
Tc : waktu konsentrasi (detik),
L : panjang hidrolik (jarak tempuh) aliran air (kaki),
V : kecepatan aliran (kaki detik-1).
Nilai V didapat dari kurva dan nilai Tc yang diperoleh dari persamaan ini dibagi
3600 untuk merubah detik menjadi jam (Arsyad, 2006).
Hidrograf aliran merupakan bagian yang sangat penting dalam mengatasi masalah
masalah yang berkaitan dengan hidrologi, mengingat hidrograf aliran dapat
menggambarkan suatu distribusi waktu dari aliran permukaan di suatu tempat
pengukuran dan menentukan keanekaragaman karakteristik fisik DAS, dimana ini
sangat ditentukan pula oleh parameter waktu seperti Tb yaitu Waktu dasar (jam) dan
Tp yaitu waktu yang diperlukan untuk mencapai laju aliran puncak (jam) serta Qp
yaitu debit puncak/laju puncak aliran permukaan (m3/detik).

DAS 2014

Page 14

DAFTAR PUSTAKA
Asdak, C. 2004. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gajah Mada
University Press. Yogyakarta.
Seyhan, E. 1990. Dasar-dasar Hidrologi. Gajah Mada University Press. Bandung.
Subarkah, Iman. 1978. Hidrologi untuk Perencanaan Bangunan Air. Penerbit Idea
Dharma. Bandung.
Soewarno, 1991. Hidrologi, Pengukuran dan Pengolahan Data Aliran Sungai
(Hidrometri), Penerbit NOVA.
Wilson, E. M. 1990. Engineering Hydrology : 4th Edition. Macmillan Press Ltd.
London

DAS 2014

Page 16