Anda di halaman 1dari 13

RESPON IMUN

Terhadap Infeksi Bakteri

Pertahanan Tubuh Terhadap


Bakteri
Pertahanan
fisik dan
kimiawi

PERTAHANAN FISIK (Kulit bertindak sebagai


barier utama terhadap invasi mikroorganisme)
PERTAHANAN KIMIA (Asam lemak dan pH
rendah pada keringat dapat menghambat
pertumbuhan bakteri)

Imunitas
nonspesifik

Aktivasi komplemen
Fagositosis
Reaksi peradangan

Imunitas
spesifik

Humoral
Seluler

Aktivasi Komplemen

Komplemen yg teraktivasi
akan:
1. Berikatan dg basofil & sel
mast & menginduksi
pelepasan histamin
reaksi inflamasi
2. Berperan sbg faktor
kemotaksis yang
meningkatkan fagositosis
3. Berikatan dengan
permukaan bakteri &
bekerja sbg opsonin
(opsonisasi)
fagositosis
4. Menempel pada
membran & membentuk
struktur berbentuk
tabung yg melubangi
membran sel &
menyebabkan lisis sel.

Fagositosis
Reseptor
untuk antibodi
yang terikat
bakteri (FcR)

Reseptor untuk
bagian
komplemen/C3b
(CR)

Fagositosis
Bakteri yang
teropsonisasi
berikatan dengan
reseptor bakteri
ditelan oleh fagosit
terbentuk vakuol
berisi bakteri
(fagosom)
fagosom berfusi
dengan lisosom
bakteri dirusak dan
dihancurkan oleh
enzim proteolitik

Tahap inflamasi
1.
2.
3.

4.
5.
6.

Masuknya bakteri ke dalam jaringan


Vasodilatasi sistem mikrosirkulasi area yg
terinfeksi meningkatkan aliran darah
(RUBOR/kemerahan & CALOR/panas)
Permeabilitas kapiler & venul yang terinfeksi
terhadap protein meningkat difusi protein &
filtrasi air ke interstisial (TUMOR/bengkak &
DOLOR/nyeri)
Keluarnya neutrofil lalu monosit dari kapiler &
venula ke interstisial
Penghancuran bakteri di jaringan fagositosis
(respons sistemik: demam)
Perbaikan jaringan

faal_imun/ikun/2006

Sistem Imunitas Humoral


Antigen (Ag) merangsang sel B berubah menjadi sel
plasma yg memproduksi antibodi (Ab).
Ab disekresi ke darah atau limf lokasi sel plasma yg
teraktivasi; semua Ab akan mencapai darah gamma
globulin = imunoglobulin (Ig)

Reaksi Ag-Ab

Sistem Imunitas Selular

13

faal_imun/ikun/2006