Anda di halaman 1dari 16

1

A.

JUDUL PROGRAM
Merintis Bisnis Prospektif Melalui Pemanfaatan Limbah Vinir Sebagai Bahan
Dasar Pembuatan Kotak Lampu Hias Berbasis Home Industry.

B. LATAR BELAKANG MASALAH


Beberapa tahun terakhir, perkembangan industri bisnis dan investasi hutan
tanaman industri mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan adanya peningkatan
permintaan pasar domestik dan mancanegara terhadap kebutuhan kayu lapis yang
bersumber dari kayu-kayu pada hutan tanaman industri, yang diusahakan dengan
melakukan penanaman dengan menggunakan teknik-teknik sivikultur yang mendukung
pertumbuhan pohon.
Indonesia, khususnya Propinsi Kalimantan Barat merupakan daerah yang sangat
baik dalam pengembangan hutan tanaman industri, karena jenis tanah dan kondisi
ketersediaan lahan serta tenaga kerja yang sangat mendukung. Pada tahun 2004-2006
Jumlah IUPHHK-HTI hanya ada delapan unit perusahaan yang aktif dengan luasan
516.485 hektar, sedangkan yang tidak aktif mencapai 12 unit dengan luasan 641.256
hektar. Tahun 2007-2008, jumlah IUPHHK-HTI yang aktif naik menjadi sebelas unit
dengan luas 709.035 hektar dan tidak aktif sebanyak 15 unit dengan luasan 467.316
hektar.
Peningkatan luas hutan tanaman industri telah mendorong tumbuhnya industriindustri pengolahan kayu khususnya industri kayu lapis. Industri kayu lapis merupakan
industri yang bertujuan untuk menghasilkan papan plywood atau umum dikenal dengan
sebutan kayu lapis atau triplek. Proses pengupasan vinir yang dilakukan dengan mesin
pengupas telah banyak menghasilkan limbah yang tidak dapat dimanfaatkan kembali
sebagai bahan dasar pembuatan papan triplek. Menurut Tsoumis (1991) ada tiga metode
pengupasan vinir yaitu, rotary cutting/pelling, slicing/sayat dan sawing. Vinir dengan
pengupasan rotary cutting menghasilkan dua sisi yaitu sisi luar (tight side) dan sisi
dalam (loose side) dimana pada pengupasan bagian loose side akan mudah
menghasilkan limbah.
Limbah adalah buangan yang merupakan komponen pencemaran yang terdiri
dari zat atau bahan yang tidak mempunyai kegunaan lagi bagi masyarakat. Limbah vinir
adalah limbah yang dihasilkan dari proses pengupasan kayu lapis dimana adanya

pemotongan dengan menggunakan mesin pada bagian ujung vinir sehingga


menghasilkan potongan pendek vinir dalam jumlah yang sangat besar.
Vinir adalah lembaran kayu tipis dari 0,24 mm sampai 0,6 mm yang diperoleh
dari penyayatan (pengupasan) dolok kayu jenis-jenis tertentu. dengan ketebalan sama
dan lebih kecil dari 6 mm. Ketebalan diatas batas ini digolongkan ke dalam jenis papan.
Dalam setiap kegiatan produksi yang dilakukan industri pengolahan kayu lapis banyak
sekali limbah vinir yang dihasilkan, limbah tersebut biasanya hanya dibakar dan tidak
dimanfaatkan kembali.Dengan banyaknya jumlah limbah vinir maka salah satu upaya
yang harus dilakukan adalah dengan pemanfaatan limbah tersebut untuk berbagai
kebutuhan sehingga memiliki nilai ekonomis yaitu (1) menghemat penggunaan kayu,
(2) memanfaatkan jenis-jenis kayu bernilai rendah dan (3) menambah kekuatan serta
meningkatkan mutu kayu dengan memperindah segi dekoratif kayu.
Dengan uraian tersebut, maka penulis berinisiatif untuk memanfaatkan vinir
menjadi kotak lampu hias. Sebagai bahan tambahan kotak lampu hias, penulis juga
menggunakan limbah bahan organik lainya seperti bambu dan mayang kelapa.
C. PERUMUSAN MASALAH
Prospek usaha ini cukup tepat guna untuk dikembangkan pada pasar-pasar yang
ada di Propinsi Kalimantan Barat khususnya wilayah Kota Pontianak, hal ini
disebabkan belum adanya toko yang menjual kotak lampu hias dari limbah vinir dengan
model yang bervariasi, sehingga menjadi keunggulan tersendiri pada produk yang
dihasilkan. Produk tersebut diharapkan dapat memenuhi permintaan akan kebutuhan
kotak lampu hias yang cukup besar sementara jumlah produsen yang ada masih sedikit.
Bentuk yang minimalis dan model yang bervariasi dari produk kotak lampu hias
menjadi daya tarik tersendiri bagi para pembeli baik itu luar propinsi atau dalam
propinsi untuk membelinya. Provinsi Kalimantan Barat berbatasan langsung dengan
Sarawak, Negara Malaysia. Hal ini merupakan peluang pemasaran yang sangat
potensial untuk kotak lampu hias yang diproduksi. Selama ini, kotak lampu hias yang di
jual di pasar Kota Pontianak hanya dengan bentuk yang relatif standar, padahal dapat
saja dalam pembuatan kotak lampu hias tersebut dikreasikan berdasarkan ornament dari
suku cina, dayak dan melayu. Selain itu, kotak lampu hias yang dijual di pasar juga
terbuat dari bahan-bahan yang relatif lebih mahal misalnya fiber atau stainless sehingga

harga jual yang ditawarkan pun menjadi lebih mahal. Dengan demikian perumusan
masalah adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana mengawali kegiatan wirausaha baru berbasis produk inovatif kotak
lampu hias dengan pemanfaatan limbah vinir sebagai bahan dasar dan sebagai
bahan tambahan kotak lampu hias, menggunakan limbah-limbah organik seperti
bambu dan mayang kelapa.
2. Bagaimana memasarkan kotak lampu hias berbahan dasar pemanfaatan limbah
sehingga dapat menjadi trademark khas kreasi Kota Pontianak.
D. TUJUAN
Tujuan dari program kreativitas kemahasiswaan dalam bidang kewirausahaan ini
adalah:
1. Untuk merintis kegiatan wirausaha baru berbasis produk inovatif kotak lampu
hias dengan dengan pemanfaatan limbah vinir sebagai bahan dasar dan bahan
tambahan menggunakan limbah-limbah organik seperti bambu dan mayang
kelapa.
2. Dapat memasarkan kotak lampu hias dengan pemanfaatan limbah yang menjadi
trademark khas buah tangan Kota Pontianak.
E. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Luaran yang dapat diperoleh dalam jangka panjang adalah:
1. Terwujudnya jiwa dan semangat inovatif serta ketrampilan berwirausaha bagi
mahasiswa, sehingga dapat memberikan kontribusi positif untuk mengurangi
pengangguran dengan menyerap tenaga kerja di dalam masyarakat melalui usaha
pembuatan kerajinan kotak lampu hias dengan pemanfaatan berbagai macam
jenis limbah.
2. Dapat menjadikan bisnis kotak lampu hias sebagai trend produk masa kini
dengan interior khas Provinsi Kalimantan Barat.
F. KEGUNAAN
Adapun kegunaannya antara lain:
1. Dapat menjadi media inspiratif bagi mahasiswa dalam membuat sebuah karya
dengan bahan sederhana tetapi memiliki nilai manfaat yang besar.
2. Membuka wawasan mahasiswa dan meningkatkan keterampilan dalam
berwirausaha sehingga mampu menghadapi persaingan bebas.

G. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA


Meningkatnya jumlah permintaan pasar terhadap produk yang berasal dari
industri pengolahan kayu lapis atau plywood, membawa dampak yang sangat signifikan
terhadap banyaknya limbah vinir yang dihasilkan dari kegiatan produksi yang dilakukan
oleh sebuah industri pada setiap harinya.
Limbah vinir merupakan salah satu limbah yang berasal dari industri pengolahan
kayu lapis yang jumlahnya cukup melimpah di Provinsi Kalimantan Barat, akan tetapi
limbah ini belum termanfaatkan secara baik, disamping itu kotak lampu hias yang ada di
Kota Pontianak sebagian besar berasal dari luar Provinsi Kalimantan Barat dan bukan
merupakan produk asli daerah setempat sehingga ciri khas dari motif desain yang
dihasilkan bukan khas Provinsi Kalimantan Barat.
Berdasarkan hal tersebut maka kami berinisiatif dan terinspirasi untuk
menjawab permasalahan serta menangkap peluang pasar yang ada di Kota Pontianak
dengan menciptakan sebuah pruduk yang sangat inovatif yaitu pembuatan kotak lampu
hias yang berbasis home industry dengan pengolahan limbah yang berasal dari industri
pengolahan kayu lapis.
Keunggulan dari produk ini dibandingkan dengan produk lainnya adalah produk
kotak lampu hias dengan motif desain yang sangat menarik, kreasi kotak lampu hias
yang modern dengan bentuk yang berbeda sehingga dapat di tempatkan di meja dan
sudut ruangan serta memilki nilai jual yang lebih terjangkau, tidak seperti kotak lampu
hias yang di jual dipasaran yaitu kotak lampu hias model gantung dengan harga yang
mahal. Nilai lebih lainnya dari produk tersebut adalah pemanfaatan sumberdaya alam
yang melimpah namun belum dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat .
G.1. Analisis Pemasaran
Untuk saat ini permintaan dari kafe, wisma, hotel, dan restoran akan produk kotak
lampu hias setiap tahunnya selalu ada, apalagi saat akan menjelang akhir tahun atau
pada kegiatan perayaan hari-hari besar. Selain itu juga, saat ini banyak rumah hunian
telah menggunakan kotak lampu hias untuk di ruang tamu, kamar tidur, dan ruang
keluarga.

Berikut ini adalah pemaparan aspek pemasaran:


G.1.1 Segmentasi, Targeting dan Positioning

Segmentasi
Segmen sasaran usaha produk kotak lampu hias adalah hotel, restoran, dan
semua kalangan masyarakat.

Targeting
Target pasar adalah kafe, wisma, hotel, dan restoran, masyarakat

Kota

Pontianak serta dipasarkan ke Kuching, Sarawak, Malaysia.


G.1.2 Permintaan

Perkembangan permintaan saat ini


Usaha kotak lampu hias akan terus mengalami peningkatan dalam hal
permintaan karena adanya kecenderungan dari konsumen untuk memunculkan
hal yang baru guna mempercantik interior sebuah ruangan.

Prospek permintaan di masa yang akan datang


Daya jual kotak lampu hias sepertinya tidak dipengaruhi oleh perkembagan
produk-produk dari luar, selama masih dapat mempertahankan ciri khas dari
kotak lampu hias yang dijual dan telah memiliki kerjasama yang baik dari para
pembeli maka dapat diyakini usaha ini akan tetap bertahan.
G.1.3 Penawaran
G.1.3.1 Perkembangan penawaran saat ini
Kotak lampu hias yang ada di pasar Kota Pontianak saat ini hanya kotak lampu
hias dengan bentuk yang sangat standar dan tidak begitu bervariasi. Produk
kotak lampu hias yang akan kami produksi memiliki kreativitas yang
memadukan unsur budaya tiga etnis yang dominan di Provinsi Kalimantan
Barat, yaitu melayu, dayak dan cina. Bahan dasar yang digunakan merupakan
bahan bekas namun produk kotak lampu hias yang dihasilkan memiliki nilai
ekonomis yang tinggi, sehingga peluang produksi dalam jumlah yang relatif
besar dan harga yang relatif terjangkau akan menjadi keunggulan usaha ini.

G.1.3.2 Prospek penawaran di masa yang akan datang


Kedepannya, akan lebih beragam dan bervariasi kotak lampu hias yang akan
ditawarkan di pasaran dalam bentuk yang unik, menarik dan tentunya lebih
inovatif.
G.1.4 Strategi Pemasaran
G.1.4.1 Pengembangan produk
Dalam pengembangan produk yang akan ditawarkan, maka secara periodik dan
dinamis kami akan selalu melakukan inovasi terhadap motif atau desain yang
unik dan menarik sehingga produk yang akan ditawarkan mampu bersaing
dengan produk-produk dengan jenis yang sama namun menggunakan bahanbahan dengan harga yang mahal.
G.1.4.2 Kegiatan promosi
Promosi yang efektif dari produk-produk yang dihasilkan akan kami lakukan
dengan menempatkan dan menawarkan produk kami pada tempat-tempat seperti
pusat penjualan souvenir di Kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi
Kalimantan Barat (Dekranasda), di Kota Pontianak, pameran-pameran, dan
melalui media internet dengan pemanfaatan blog serta situs jejaring sosial untuk
promosi.
G.1.4.3 Strategi penetapan harga
Dalam menetapkan harga dari produk-produk yang dihasilkan kami tetap
mempertimbangkan biaya produksi yang dikeluarkan serta margin yang
diinginkan. Setelah kami hitung, biaya penjualan per unit produk kotak lampu
hias yang kami hasilkan tetap lebih murah dari harga-harga kotak lampu hias
yang ada di pasar di Kota Pontianak. Hal ini akan menjadi keunggulan dan nilai
daya saing bagi produk kotak lampu kami.
G.1.5 Sebaran Distribusi
G.1.5.1. Wilayah pemasaran dan jalur distribusi
1.

Wilayah Pemasaran

Lokal Kota Pontianak 80 %


Regional Kalimantan Barat 20 %

2.

Jalur Distribusi

Stand-stand pameran

3.

Tempat Produksi

Pusat penjualan souvenir


Jalan Adi Sucipto, Gang Muhammad
Yusuf, Pontianak, Kalimantan Barat.

G.1.5.2 Analisis Pesaing


PESAING
1. Kotak lampu hias
kualitas import
2.Kotak lampu hias yang
ada di pasar saat ini
3. Kotak lampu
tradisonal

KEUNGGULAN
1. Kualitas ekspor
2. Memiliki label
serta eksklusif
1. Kualitas tinggi

KELEMAHAN
1. Harganya mahal
2. Kurang beredar dipasaran.

1. Harganya mahal
2. Segmentasinya terbatas
1. Murah
1. Kurang diminati masyarakat modern serta
wisatawan
2. Promosi kurang efektif
Tabel 1. Analisa Pesaing Produk Kotak Lampu hias di Provinsi Kalimantan Barat
G.1.5.3 Analisis Produksi
Keunggulan kotak lampu hias yang ditawarkan dengan kotak lampu yang
terdapat di pasar adalah produk yang ramah lingkungan, biaya produksi murah
karena bahan dasar yang digunakan adalah limbah yang tidak dimanfaatkan dan
banyak tersedia sehingga harganya relatif murah.
G.1.6 Perhitungan BEP
Produk kotak lampu yang dihasilkan direncanakan dalam satu hari (8 jam kerja)
akan diproduksi 2 buah kotak lampu hias . Dengan demikian, dalam satu bulan
(24 hari kerja, Senin-Sabtu) akan dihasilkan 48 buah kotak lampu.
Perhitungan BEP disajikan sebagai berikut :
BEP =
BEP =

4.040.500
75.00020.000

BEP = 73 buah.
Keterangan:

FC
P

: Biaya Tetap
: Harga jual per unit

VC

: Biaya Variabel per unit

G.1.7 Analisis dampak dan resiko usaha.


G.1.7.1 Dampak terhadap masyarakat
Tersedianya kotak lampu hias dengan desain yang unik dan menarik.
Inovasi dari pemanfaatan barang bekas yang bernilai ekonomis

tinggi.

G.1.7.2 Dampak terhadap lingkungan

Mengurangi pencemaran lingkungan dengan aktivitas pemanfaatan limbah.

Meningkatkan nilai ekonomi limbah organik.

G.1.7.3 Resiko usaha


Resiko yang dihadapi adalah kekhawatiran dari pembeli akan ketahanan atau
kekuatan penggunaan bahan bekas sebagai bahan dasar pembuatannya.
G.1.7.4 Antisipasi resiko usaha
Pengoptimalan pada pembelian dari produk-produk yang dihasilkan kami
fokuskan pada hotel, kafe, dan wisma, karena pada pergantian tahun biasanya
mengadakan renovasi interior ruangan, termasuk kotak lampu yang akan
ditambahkan. Khusus pada tahap awal karena masih terbatasnya modal yang
kurang memadai maka tim kami melakukan kerjasama dengan pihak pengelola
perusahaan industri kayu lapis dan observasi tehadap bahan penunjang lainnya
seperti, bambu dan mayang kelapa.
H. METODE PELAKSANAAN
Hal yang pertama kali harus dilakukan dalam pembuatan kotak lampu hias
adalah pengumpulan limbah vinir. Limbah vinir kami peroleh dari sebuah perusahaan
pengolahan kayu lapis yang terdapat di Kabupaten Kubu Raya, bambu dan mayang
kelapa diperoleh dari perkebunan masyarakat yang ada di Kabupaten Kubu Raya.
Adapun tahap-tahap dalam pembuatan kotak lampu disajikan sebagai berikut:
1. Pengelompokan lembaran vinir terlebih dahulu berdasarkan ukuran ketebalan dari
vinir hasil pemotongan mesin pengupas lembaran kayu.
2. Lembaran vinir kemudian dipotong dengan pisau tajam berdasarkan ukuran yang
ditentukan yaitu 4-8 cm.

3. Vinir dengan ukuran yang tebal dan tipis di amplas, vinir yang tebal dijadikan sebagai
rangka untuk menempelkan finir dengan ukuran yang tipis sedangkan vinir yang tipis
dijadikan sebagai dinding kotak lampu.
4. Cat bagian dalam dan luar vinir yang sudah di tempelkan.
5. Bambu digunakan sebagai rangka dengan bentuk lingkaran untuk menempelkan
vinir apabila bentuk kotak lampu yang dibuat dalam variasi lingkaran dan
kotak.
6. Mayang kelapa dipotong-potong sebagai hiasan luar kotak lampu.
7. Cat kembali seluruh bagian luar dan dalam vinir, kerangka (bambu dan vinir
tebal) kotak lampu, termasuk mayang kelapa yang telah dipotong yang dipasang
pada bagian luar kotak lampu. Kami menggunakan cat poxy clear untuk
membuat warna vinir mengkilap .
8. Selanjutnya memasang reflector pada bagian dalam kotak lampu.
Adapun alur pengolahan kotak lampu disajikan
dalam Gambar 1.
Dirangkai

Pengelompokan

Pe
Bambu dipotong
Dan dibentuk

Pemasang
Cat Kembali Seluruh Bagian Luar Dan Dalam
Vinir
Mayang Kelapa Dipotong

Gambar 1. Diagram Alir Proses Pembuatan Kotak Lampu Hias

I. JADWAL KEGIATAN PROGRAM


Waktu pelaksanaan program selama 4 bulan dengan jadwal pelaksanaan kegiatan
disajikan pada Tabel 2.

Pemasangan
Reflektor

10

Tabel 2. Jadwal Kegiatan Program


No

Rincian Kegiatan

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

Survey pasar
Menyusun rencana bisnis
Survey harga perlengkapan, peralatan, dan bahan
Pembelian perlengkapan, peralatan, dan bahan
Dokumentasi untuk keperluan publikasi
Publikasi, sosialisasi dan promosi
Aktivitas Produksi
Aktivitas Distribusi penjualan
Penjualan produk lampu hias.
Evaluasi penjualan lampu hias
Penyusunan laporan keuangan
Audit laporan keuangan
Penyusunan laporan kegiatan

J.

RANCANGAN BIAYA

Waktu Pelaksanaan (bulan ke-)


I
II
III
IV

J.1. Biaya Bahan


Tabel 3.1. Biaya Bahan
NO
1
2
3
4
Total

URAIAN
Amplas
Reflector
Colokan listrik
Bor Listrik

JUMLAH
1 gulung
3 kotak
2 kotak
1 unit

HARGA
SATUAN
(Rp)
250.000
115.000
70.000
450.000

TOTAL
(Rp)
250.000
345.000
140.000
450.000
1.185.000

11

J.2. Biaya Peralatan dan Perlengkapan


NO

URAIAN

JUMLAH

1
Amplas
1 gulung
2
Reflector
3 kotak
3
Colokan listrik
2 kotak
4
Bor Listrik
1 unit
5
Cat
5 kaleng
6
Clear
2 kaleng
7
Curter
3 buah
8
Paku
0,5 kg
9
Grenda
1 unit
10 Gergaji
2 unit
11 Gergaji Besi
2 unit
12 Gunting
4 unit
13 Isolasi
1 pack
14 Kabel
0,5 roll
15 Kaca Ukir
1 box
16 Kontaktor
1 unit
17 Kuas
6 buah
18 Kursi Plastik
1 buah
19 Lampu Philip
1 unit
20 Lem Kayu
2 botol
21 Lem super G
2 dus
22 Palu
1 buah
23 Multimeter
2 unit
24 Obeng
1 unit
25 Pernis
2 kaleng
26 Pilox
5 botol
27 Gergaji Ukir
2 unit
28 Parang
2 unit
29 Sikat Pembersih
2 buah
30 Tang (Jepit, Potong, Kombinasi)
1 set
31 Taspen
1 buah
32 Tiner
3 kaleng
33 Tool Box
1 buah
Total
Tabel 3.2. Biaya Peralatan dan Perlengkapan

HARGA
SATUAN
(Rp)
250.000
115.000
70.000
450.000
75.000
55.000
14.500
28.000
555.000
45.000
25.000
15.000
10.000
450.000
350.000
165.000
17.500
25.000
45.000
45.000
75.000
35.000
55.000
15.000
65.000
17.000
70.000
35.000
6.500
125.000
5.000
50.000
165.000

TOTAL
(Rp)
250.000
345.000
140.000
450.000
375.000
110.000
43.500
14.000
555.000
90.000
50.000
60.000
10.000
225.000
350.000
145.000
52.500
25.000
45.000
95.000
150.000
35.000
110.000
15.000
130.000
85.000
140.000
70.000
13.000
125.000
5.000
195.000
165.000
4.668.000

12

J.3 Biaya Lain-lain


Tabel 3.3. Biaya Lain - lain
NO
1
2
3
4
5
6
7
8

URAIAN

JUMLAH

Pembuatan Laporan
VCD Kosong
Kertas HVS
Printer
Pensil
Kertas Manila
Tinta hitam
Tinta warna

5 Buah
3 Buah
3 Rim
1 Unit
3 Buah
1 Pack
1 botol
3 botol

HARGA
SATUAN
(Rp)
75.000
5.000
42.000
410.000
7.000
75.000
25.000
35.000

Total
Total Biaya

TOTAL
(Rp)
375.000
15.000
150.000
410.000
21.000
75.000
25.000
105.000
1.401.000

= J.1+J.2+J.3 = 1.185.000 +4.668.000 +1.401.000 = 7.254.000

Terbilang : Tujuh juta dua ratus lima puluh empat ribu rupiah
K. Lampiran
K.1 Ketua
Nama
: Hendriadi
NIM
: G 01108105
Tempat/tanggal lahir : Sukadana/10 Maret 1991
Alamat
: Jl. M. Isja No. 04 Komp. PKM UNTAN
Pendidikan
:
1. Mahasiswa S-1 Program Studi kehutanan Fakultas kehutanan Universitas
Tanjungpura (2008sekarang)
2. SMA Negeri 01 Sukadana (2005 2008)
3. SMP Negeri 01 Sukadana (20022005)
4. SD Negeri 16 Tambak Rawang (19962002)
Pengalaman Penelitian :
1. Program kreativitas mahasiswa bidang penelitian dengan judul Uji Efektivitas
Asap Cair Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Dalam Pengendalian
Aspergillus sp. di persemaian.(Tahun 2010)
Pontianak, 17 Oktober 2011
Hendriadi
NIM. G 01108105

13

K.2. Anggota
Nama
: Dwi Yoga Budi P.
NIM
: G 01110104
Tempat/tanggal lahir : Jember/ 3 Mei 1990
Alamat
: PERUM 3 Gg. Benuang Dalam No. 145 Tanjung Hulu
Pendidikan
:
1. Mahasiswa S-1 Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas
Tanjungpura (2010sekarang)
2. SMA Negeri 01 Rambipuji (2005 2008)
3. SMP Negeri 01 Rambipuji (20022005)
4. SD Negeri 08 Rambipuji (19962002)
Pengalaman Lomba :
1. Lomba karya tulis ilmiah dengan judul Konsep Bioregionalisme Sebagai Upaya
Optimalisasi Fungsi Hutan Gambut Untuk Mengurangi Pemanasan Global.
(Tahun 2010)
2. Lomba karya tulis ilmiah program penelitian lingkungan hidup dengan judul
Konsep Bioregionalisme Sebagai Upaya Optimalisasi Fungsi Hutan Gambut
Untuk Mengurangi Pemanasan Global. (Tahun 2010)
Pontianak, 17 Oktober 2011
Dwi Yoga Budi P
NIM. G 01110104
K.3. Anggota
Nama
: Mitra Hargyanto
NIM
: G 01108127
Tempat/tanggal lahir : Pontianak/ 10 September 1989
Alamat
: Jl. Adi sucipto Gg. M. Yusuf No. 9F
Pendidikan
:
1. Mahasiswa S-1 Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas
Tanjungpura (2008Sekarang)
2. SMA Negeri 01 Sungai Raya (2004 2007)
3. SMP Negeri 03 Sungai Raya (20012004)
4. SD Negeri 48 Parit Karya Baru (19952001)
Pengalaman Lomba :
Pontianak, 17 Oktober 2011
Mitra Hargyanto
NIM. G 01108127
K.4. BIODATA DOSEN PENDAMPING
Nama lengkap
: Dr. Farah Diba, S.Hut, M.Si
NIP
: 197011161996012001
Pangkat / Gol. Ruang
: Penata Tingkat I / III d

14

Jabatan Fungsional
Tempat / Tanggal Lahir
Bidang Keahlian
Kantor / Unit Kerja

:
:
:
:

Lektor Kepala
Pontianak, 16 November 1970
Hasil Hutan Non Kayu
Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak

Alamat Kantor
Alamat Rumah
Nomor Telepon

: Jl Imam Bonjol Pontianak


: Komplek UNTAN No P 42 Jl Imam Bonjol Pontianak
: 0561-767673

Tabel 4.1. Pendidikan


No.
Perguruan Tinggi

Kota & Negara

Gelar

Bidang Ilmu

1.

Universitas Tanjungpura

Pontianak Indonesia

S.Hut

Kehutanan

2.

Institut Pertanian Bogor

Bogor Indonesia

M.Si

Kehutanan

3.

Institut Pertanian Bogor

Bogor Indonesia

Dr

Kehutanan

Tabel 4.2. Pengalaman Kerja dalam Pendidikan dan Pengalaman Profesional serta Kedudukan
Saat Ini
Institusi
Jabatan
Periode Bekerja
Fakultas Kehutanan Universitas
Tanjungpura Pontianak

Dosen

1996-sekarang

Tabel 4.3. Publikasi Jurnal dan Prosiding (5 tahun terakhir)


No.
Karya Ilmiah
1
Diba, F., H.A. Oramahi, Wahdina . Antifungi Activity of Wood Vinegar from
Acacia mangium Willd and Vitex pubescens Vahl Bionatura, Journal of Life and
Physical Sciences Volume 13 No 1 March 2011 Padjajaran University Bandung,
Indonesia ISSN 1411-0903 (Terakreditasi B)
2
Diba F. Antitermites and Antifungal Properties of the Soldier Defense Secretions of
Coptotermes curvignathus Holmgren (Blattodea : Rhinotermitidae) Proceedings 8 th
Pacific Rim Termites Research Group Symposium. 28 February - 1 March 2011,
Bangkok, Thailand
3
Diba F, F. Hadary, S.D. Panjaitan, T. Yoshimura. Development of Bio-control
Technology for Subterranean Termites Coptotermes curvignathus Holmgren Using
Electromagnetic Waves. Wood Research Journal, Journal of Indonesian Wood
Research Society Volume 1 No 2 October 2010, ISSN 2087-3840
4
Diba F, Jasni, Rita. Durability, Mechanical and Physical Properties of Particleboard
made from Betung Bamboo and Acacia wood. Proceeding MAPEKI XIII
(Indonesian Wood Research Society), 10-11 November 2010, Bali, Indonesia,
ISBN : 978-979-96348-7-0
5
H.A. Oramahi Diba F, and Wahdina. Efficacy of Wood Vinegar from Oilpalm
Empty Fruit Bunch to inhibit Aspergillus niger fungi. Journal of Tropical Plant
Pest and Disease, Volume 10 No 2 September 2010. Lampung University ISSN
1411-7525
6
Diba F. and T. Yoshimura. Effect of Oilpalm Vinegar on Hydrogen and Methane
Emission to Subterranean Termites Coptotermes formosanus Shiraki. Proceedings
7th Pacific Rim Termites Research Group Symposium. 1-3 March 2010, Singapore
7
Diba F. Growth Inhibition of Staphyloccoccus aureus and Escherichia coli by

Tahun
2011

2011

2010

2010

2010

2010
2009

15

8
9
10

11
12
13
14

15
16
17

18

19

20

Secretions Derived from Soldier Defensive of Subterranean Termites Coptotermes


curvignathus Holmgren. Proceedings 1st International Wood Research
Symposium.2-3 November 2009, Bogor
Oramahi H.A. Diba F and Wahdina. Components and Antifungal Efficiency of
Wood Vinegar from Wood Wastes and Oilpalm Empty Fruit Bunch. Proceedings 1 st
International Wood Research Symposium. 2-3 November 2009, Bogor, Indonesia
Wahdina, Diba F and Oramahi, H.A. Antitermitic Activity of Wood Vinegar and
Its Components. Proceedings 1st International Wood Research Symposium. 2-3
November 2009, Bogor, Indonesia
Diba F dan D. Nandika. Toksisitas Sekresi Pertahanan Diri Rayap Tanah
Coptotermes curvignathus Holmgren terhadap Semut Odontoponera denticulata.
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan IPB Volume 2 No 1
Juni 2009
Hal 27-31 ISSN 1979-5238
Diba F. Morphology and Anatomy Frontal Gland Subterranean Termites
Coptotermes curvignathus Holmgren. Proceedings National Symposium on Forest
Product , 30-31 October 2009, Bogor, Indonesia
Arinana and Diba F. Durability Properties of Densified Wood against Subterranean
Termites Coptotermes curvignathus Homgren. Proceedings National Symposium
on Forest Product , 30-31 October 2009, Bogor, Indonesia
Diba F and H.A. Oramahi. Termiticidal Activity of Wood Vinegar and Its
Components. Proceeding 3rd Conference Natural Resources in the Tropics
(NRTrop3), 3-5 August 2009, Kuching Sarawak, Malaysia
H. A.Oramahi and Diba F. Application of Wood Vinegar with Different Raw
Materials as Antifungal and Its Components. Proceeding 3rd Conference Natural
Resources in the Tropics (NRTrop3), 3-5 August 2009, Kuching, Sarawak,
Malaysia
Diba F. Bamboo Dendrocalamus sp Preservation without Chemical against
Dinoderus minutus beetle. Proceeding Bamboo National Seminar, 6-17 March
2009, Gadjah Mada University, Yogyakarta, Indonesia
Diba F. Chemical Defensive Secretions of Subterranean Termites Coptotermes
curvignathus Holmgren (Isoptera : Rhinotermitidae). Proceedings 6th Pacific Rim
Termites Research Group, Kyoto Japan, 2-3 March 2009
Diba F. Utilization of Soldier Defensive Secretions From Coptotermes
curvignathus Holmgren (Isoptera: Rhinotermitidae) To Inhibition Damping off
Fungi. Proceedings 5th Pacific Rim Termites Research Group, Bali Indonesia, 3-4
March 2008
Pengujian Aktivitas Anti Cendawan Sekresi Pertahanan Diri Rayap Tanah
Coptotermes curvignathus Holmgren (Isoptera: Rhinotermitidae) Jurnal Ilmu dan
Teknologi Kayu Tropis
(Terakreditasi A)Vol 5 No 1 Januari 2007. ISSN 1693-3834
Diba F. Utilization Soldier Defensive Secretions Coptotermes curvignathus
Holmgren (Isoptera: Rhinotermitidae) as Biopesticide on Wood Preservation.
Proceedings National Seminar MAPEKI X (Indonesian Wood Research Society),
Tanjungpura University, Pontianak, 8-11 August 2007
Diba F. Wood Preservation Technology with Micro Heating: Physical and
Mechanical Properties. Journal Vokasi Vol 3 No 3 January 2007 Polytechnic State
Institute, Pontianak, ISSN 1693-9085

Pontianak, 17 Oktober 2011

2009
2009
2009

2009
2009
2009
2009

2009
2009
2008

2007

2007

2007

16

Dr. Farah Diba, S.Hut M.Si


NIP. 197011161996012001