Anda di halaman 1dari 14

Analisa Vitamin

Ardhea Mustika Sari,S.TP.,M.Sc

Definisi Vitamin
Senyawa

organik
komplek
yang
terdapat
dalam
jumlah kecil dalam
bahan
makanan
tetapi memiliki fungsi
penting
untuk
pertumbuhan
dan
fungsi
biologis
makhluk hidup
Vitamin tidak dapat
disintesa tubuh
diperoleh dari diet

Kegunaan Analisa Vitamin


Memberikan

informasi komposis
vitamin dari suatu bahan
makanan untuk menentukan
asupan dapat diketahui
kecukupan gizi dan perbaikan
status gizi manusia
Analisa yang reliable dapat
digunakan untuk menjamin
akurasi food labelling

Faktor Analisa Vitamin


Akurasi

dan

presisi
Jumlah/ketersedi
aan sampel
Metode yang
digunakan
Kondisi
(cahaya,oksigen,
pH dan panas)

Metode Analisa Vitamin


Bioassay

Vitamin B1 (Thiamin)
Berbentuk

bubuk putih yang higroskopis


dengan BM 337,26; titik cair 246-250 C
Larut dalam air dan alkohol tetapi tidak
larut pada ethil eter, benzen dan pelarut
lemak yang lain
Stabil pada pemanasan kering tetapi
rusak bila dipanaskan menggunakan
autoklaf
Tidak stabil pada pH netral dan basa,
lebih stabil pada pH asam (3,5)

Analisa Vitamin B1
(Thiamin)

fisika flurometer oksidasi


thiamin menjadi thiokrom yg dapat
berpendar memancarkan sinar UV
Secara kimia kalorimetri dan
volumetri
Kalorimetri mereasikan thiamin
dengan garam Reinecke (ammonium
tetrathiosianodiammonochromat)
endapan yg larut aseton diukur
kadarnya pada panjang gelombang 525
nm
Secara

Analisa Vitamin B1
(Thiamin)

volumetri menitrasi
larutan thiamin dengan asam
tungstosilikat, 1 ml asam
tungstosilikat ekuivalen dengan
8,43 mg thiamin hidroklorida
Sering digunakan satuan
internasional IU (international
Unit), 1 g thiamin ekuivalen
3330,00 IU
Secara

Vitamin C
Vitamin

C atau asam askorbat


berbentuk kristal tidak berwarna,
titik cair 190-192 C
Bersifat larut dalam air,sedikit
larut dalam aseton atau alkohol
BM rendah
Stabil pada pH rendah, mudah
teroksidasi
Oksidasi lebih cepa bila terdapat
katalisator Fe, Cu, enzimaskorbat

Analisa Vitamin C
Metode

titrasi Iodin

Prinsip: Iodine akan mengadisi ikatan


rangkap pada C no 3 dari vitamin C
jumlah vitamin C dalam bahan
sebanding dengan iodine yang
diperlukan untuk mengadisi ikatan
rangkap pada vitamin C

Analisa Vitamin C
Jika

keseluruhan vitamin C dalam bahan


sudah teradisi oleh iod maka iod akan
berikatan dengan indikator amilum
membentuk komplek berwarna biru

Kadar Vitamin C = ml iodin x N iodin x BM Vitamin C


x 100%
2 x berat sampel (gr) x 1000

Perhitungan
Timbang

200 300 g bahan ( tomat ) dan hancurkan dalam


Waring blender sampai diperoleh slurry ( bubur ). Timbang 30 g
( A ) slurry masukkan ke dalam labu takar 100 ml ( B ) dan
tambahkan aquades sampai tanda. Saring dengan krus Gooch
atau dengan sentrifuge atau dengan kertas saring Whatman 41
untuk memisahkan filtratnya.
Ambil 25 ml ( C ) filtrat dengan pipet volume dan masukkan ke
dalam Erlenmeyer 125 ml. Tambah 2 ml larutan amilum 1%
(soluble starch) dan tambahkan 20 ml aquades kalau perlu.
Kemudian titrasilah dengan 0,01 N standard yodium . Misalnya
volume titran =
D ml .
Kesetaraan : 1 ml 0,01 N Yodium
= 0,88 mg Vit C .
Perhitungan :

% Vit C

B/C x D x 0,88 mg vit C


= -------------------------------- x 100 %
A x 1000

Contoh Soal
Timbang

200 300 g bahan (tomat) dan


hancurkan dalam blender sampai diperoleh slurry
(bubur). Timbang 25,5 g slurry masukkan ke
dalam labu takar 100 ml dan tambahkan
aquades sampai tanda.
Saring dengan krus
Gooch atau dengan sentrifuge atau dengan
kertas saring Whatman 41 untuk memisahkan
filtratnya.
Ambil 10 ml filtrat dengan pipet
volume dan
masukkan ke dalam Erlenmeyer 125 ml. Tambah
2 ml larutan amilum 1% (soluble starch) .
Kemudian titrasilah dengan 0,0095 N standard
yodium Misalnya volume titran =
10.5 ml .

Jawaban
(100/10 x 10,5 x 0,0095) / 2 x 176
% Vit C

= ----------------------------------------------- x

100 %
25,5 x 1000

= 0,34%