Anda di halaman 1dari 2

Penghalang rezeki

Ketika kita sudah kerja mati2an, sudah ikhtiar tapi kok masih saja belum cukup uangnya
buat beli ini itu.
Berikut adalah beberapa penyebabnya:
1. kurang bersyukur dan kurang bertawakal kepada allah
kita sering mendengar beberapa usaha itu segala sesuatnya didunia itu harus duit, doa,
usaha, ikhtiar dan tawakal kepada allah menyerahkan segala sesuatu kepada allah. Yang
sering salah yaitu ketika bertawakal dilakukan diakhir padahal seharunya tawakal itu
dilakukan bersama sama berbarengan dengan doa ikhtiar dan tawakal bersama2. Org2
yang tidak bertawakal maka artinya ia akan bergantung kepada org lain. Ini yang tidak
boleh. karena allah adalah prasangka hambanya.kalau kita tawakal kepada allah kita
memasrahkan segalanya kepada allah, dari muali rezeki, ujian, semuanya kita bertawakal
kepada allah
2. introspeksi diri mungkin masih banyak maksiat yang dilakukan. Karena penghalang
rezeki itu adalah dosa, dosa itu banyak sekali yang berasal dari diri sendiri terutama.
Tidak hanya dosa besar yang sudah jelas seperti minum khamr, mabuk mabukan, tp
banyak dosa kecil yang tidak kita sadari sepeti mnyakiti perasaan orang lain, kita
berjani kepada orang lain kita ingkar janji atau kita baik kepada orang lain tapi kita
durhaka kepada kedua orang tua.
Pada surah ar-rum ayat 40 pun dibahas bahwa:
Jadi rezeki, kematian, kehidupan, sudah allah atur.dan diperlukan orag2 yang tawakal
didalamnya.
Itu tadi penghalang rezeki yaitu kuran bersyukur dan bertawakal kepada allah, berbuat
dosa / maksiat, hati hati pada rezki yang haram mana tau ada korupsi didalamnya mungkin
se-perak dua perak tetap saja itu menjadi haram. Lalu kita juga masuk org yang kikir
mungkin, kurang bersedekah karena harusnya harta orang lain tp malah ditahan tahan, jadi
sama allah yaudah deh susah aja deh siapa suruh jadi org yang pelit. Mengenai penghalang
rezeki ada nih kisah nyata

Ada cerita nyata.


Seorang bpk diberikan rezeki sama allah berupa jabatan yg tinggi,status social yg baik. istri
yg cantik, anak anak yg banyak dan sehat, uang yg banyak, kehidupannya penuh
kebahagiaan.bahkan orang orang melihat kehidupannya itu sangat sempurna. Banyak
orang yg iri melihat keharmonisan, kebahagiaan, kekayaan,kemasyuran keluarga ini .. sang
bapak ini kemudian dengan begitu banyak kenikamatan yg diberikan pd akhirya lalai kepada
allah, menjadi durhaka kepada allah. Karena segala sesuatunya diperoleh sangat mudah

sehingga ia terjebak pada perbuatan perbuatan dosa. Apa saja yang dilakukan olehnya.
Antara lain induk dari segala dosa seperti minum khamr. Orang orang yg minum khamr
dekat dengan perselingkuhan, perzinahan, dekat dengan yang namanya kekerasan. Ia pun
lantas menjadi orang yang dzolim terhadap orang lain, kepada pegawai pegawainya.
Berbuat kasar. Menjadi org yg berkuasa membuatnya menjadi orang yang penuh dengan
sifat otoriter, karena merasa hebat. Dan alah mengujinya. Tapi sebelumnya ia berkata
kepada allah bahwa aku lelah ya allah, ketika aku berbuat maksiat yang aku peroleh hanya
nikmat sesaat yang aku dapatkan, maka dari itu ya allah aku ingin bertobat ya allah. Aku
menyesal ya allah terlah melakukan dosa besar. Aku berjanji tidak akan melakukan
kesalahanku lagi ya allah. Ketika engkau memberi nikmat kepada ku ya allah aku hendak
bersyukur kepadamu. Ketika ia mulai bertobat, mulai mengerjakan kebaikan2, ternyata allah
uji dia tiba2 allah membuatnya bangkrut, tidak ada harta yang tersisa. Anak2 sakit. Istri
meninggalkan. Dan begitu banyak ujian yang allah berikan. Sampai2 ia mengatakan, dulu
ketika aku kaya raya ketika aku terkenal, uangku banyak, istriku cantik, dan anak2 sehat.
Aku diberikan begitu banyak kebaikan padahal aku berbuat maksiat ya allah. Ketika aku
sudah mulai bertobat kenapa engkaumemberikan aku seperti ini, kalau begitu aku berbuat
maksiat saja katanya. Toh aku berbuat kebaikan engakau memberikan kemiskinan. Marah
dia kepada allah. Kmdian ketika ia hendak melakukan perbuatan maksiat lagi ia bertemu
dengan seorag alim ulama. Dan ia bercerita, kenapa saat aku taat kepada allah aku justru
diberikan kesusahan aku diberikan kemiskinan, aku diberikan anak dan istriku yang
kemudian meninggalkanku. Kemudian alim ulama itu berkata allah senantiasa menguji
hambanya. Apakah engkau lupa surah al ankabut ayat 2. Apakah kamu mengaku dirimu
beriman sementara kamu belum diuji ataukah kamu ingat surah albaqarah ayat 14 wahai
bapak kamu kira kamu akan masuk syurga sementara kamu belum diuji seperti orang2
sebelum kamu bahwa mereka diuji dengan goncangan, malapetaka yang sangat dahsyat
sampai mereka mengatakan dimana pertolongan allah dan dia mengatakan pertolongan
allah sangatlah dekat. Saat itulah sang bapak tersadar ternyata mungkin inilah cara allah
mencuci hartaku yang haram selama ini. Mungkin inilah cara allah menguji imanku. Apakah
aku sungguh2 ingin menjadi orang yang baik atau tidak. Setelah diuji nanti ingatlah bahwa
allah maha adil. Tidak selamanya kita berada dibawah. Dan tidak selamanya kita ada diatas.
Ingat bahwa allah selalu menguji kita seperti di surah al anbya ayat 35. Allah membuka pintu
rahmat pintu rezeki tapi dengan ujian dulu.tapi ingatlah allah tidak akan memberikan ujian
diluar batas kemampuan kita karna allah ingin melihat apa hambanya sungguh2 ingin
menjadi org baik atau org2 berdusta