Anda di halaman 1dari 100

PERTUMBUHAN

PERKEMBANGAN

DAN
ANAK

Apriyani Puji Hastuti, S.Kep Ners

Tujuan Instruksional
Mahasiswa akan dapat :
Menjelaskan pengertian tumbuh
kembang manusia
Membedakan teori tentang tumbuh
kembang
Menjelaskan masalah2 tukem
Melakukan screning terhadap
gangguan tukem dengan
DDST/DDTK

Anak bukanlah miniatur orang


dewasa tetapi mereka adalah
makhluk kecil yang diyakini
memiliki potensi diri untuk
berkembang.
berkembang

Anak memiliki suatu ciri khas yaitu selalu


tumbuh dan berkembang sejak konsepsi
sampai berakhirnya masa remaja
Tumbuh kembang merupakan proses yang
berjalan secara simultan sebagai ciri khas
seorang anak
Anak menunjukkan ciri-ciri pertumbuhan
dan perkembangan yang sesuai dengan
usianya

Tahap tumbuh kembang


anak

Neonatal : lahir - 28 hari


Infancy : 1 bulan - 1 tahun
Toddler : 1 3 tahun
Preschool : 3 - 6 tahun
School age : 6 - 12 tahun
Adolescence : 12 - 20 tahun

Pengertian
Tumbuh Kembang Anak

PERTUMBUHAN ANAK
Tumbuh :
proses bertambahnya dimensi / ukuran sel dan inter
seluler berarti bertambahanya ukuran fisik dan
struktur tubuh sebagian atau seluruhnya sehingga
dapat diukur dengan satuan.

Peningkatan ukuran tubuh :


1. Tinggi badan / Panjang badan
2. Berat badan
3. Lingkar kepala, dll

Faktor penentu pertumbuhan anak


Internal :

genetik : ayah, ibu, nenek, kakek, dst

proses selama kehamilan : nutrisi,


penyakit, obat, polusi, dll

Eksternal :
nutrisi, penyakit, polusi, aktivitas fisik

Kembang :
Bertambahnya struktur dan
fungsi tubuh yang lebih
komplek dalam kemampuan
sesuai proses maturasi fungsi
organ (biofisiko psiko sosial)
sejak konsepsi sampai remaja

Usia Dini merupakan MASA


KEEMASAN (GOLDEN AGE).

MASA
TUMBUH DAN
BERKEMBANG
ANAK

Pertumbuhan & Perkembangan


yang terjadi semasa usia dini
akan menjadi fondasi bagi anak
di masa dewasa.

Setiap Anak akan tumbuh,


berkembang
dan
belajar
dengan
kecepatan
yang
berbeda dengan anak yang
seusianya.

Pentingnya PAUD
dikaitkan dengan
Perkembangan
Otak:100
Saat
lahir bayi memiliki sekitar
milyar sel otak yang belum saling
bersambungan.
Banjir pengalaman indera dari
banyaknya rangsangan yang
diterima anak akan memperkuat
dan memperbanyak sambungan
(synaps) antar sel.
Kerja otak sangat efisien, bagian
yang tidak digunakan akan
dimusnahkan (atrophy).
Banyaknya sambungan akan
menjadikan otak rimbun yang turut
menentukan tingkat kecerdasan
anak nantinya.
50% perkembangan kecerdasan
anak terjadi pada usia 0-4 tahun,

PEMBENTUKAN SINAPS

Lahir-3 tahun: banyak dan cepat.

Usia 8-18 tahun: terjadi


pemangkasanpenurunan kepadatan sinaps.

Usia 3-8 tahun: kepadatan sinaps 2 kali lipat


orang dewasa.

Sumber: Huttenlocher, 1987; Jernigan, dkk, 1991; Pfefferbaum dkk, 1994; Chugani,
1998; Kolb et al, 1999; Huttenlocher, 1999)

KEPADATAN SINAPS SEJAK LAHIR SAMPAI 14 TAHUN

Sumber: Rima Shore, Rethinking the Brain, Families and Work Institute, 1997

14

SINAPS YANG SUDAH TERBENTUK

Sumber:
http//www.willamette.edu/~gorr/classes/cs449/figs/neurons.jpg

15

GIZI
Gizi amat berperan di dalam proses
pertumbuhan dan perkembangan otak.
Zat gizi yang diperlukan terdiri dari
1. Zat gizi makro:
Energi, Protein, dan Lemak
2. Zat gizi mikro:
Vitamin dan Mineral

16

DAMPAK KURANG GIZI

Gizi kurang &


infeksi
Otak Kosong bersifat permanen

Gizi cukup &


sehat

Tak terpulihkan

Anak cerdas
dan produktif

MUTU RENDAH

MUTU SDM TINGGI

BEBAN
Sumber : FKM UI & Unicef, 2002

ASET

17

STIMULASI PENDIDIKAN
PADA ANAK

Memahami karakteristik anak


Didasarkan pada tahap-tahap tumbuh
kembang anak
Memperhatikan seluruh aspek
kecerdasan anak
Ciptakan suasana yang menyenangkan,
tidak membosankan dan tidak memaksa

Dimensi Kecerdasan Jamak


(Multiple intelligences)
Kecerdasan Spiritual
Kecerdasan linguistik (Merangkai kalimat, bercerita)
Kecerdasan logika dan matematika (cerdas angka dan
rasional, pemecahan masalah)
Kecerdasan spasial (cerdas ruang/tempat/gambar)
Kecerdasan kinestetika-raga (cerdas raga, olah tubuh)
Kecerdasan musik (nada, irama, lagu, musik)
Kecerdasan interpersonal (memahami dan menyesuaikan diri
dengan oranglain)
Kecerdasan intrapersonal (memahami dan kontrol diri sendiri)
Kecerdasan naturalis (menikmati dan memanfaatkan alam
untuk kebaikan lingkungan)

20

MANFAAT BERMAIN UNTUK ANAK


Bermain adalah salahsatu cara untuk
membentuk kepribadian dan kecerdasan
anak.
Dalam melakukan aktivitas bermain, anak
tidak menyadari kalau dirinya juga belajar.
Mereka bermain dengan perasaan senang,
lucu, spontan, dan tidak ada unsur
paksaan.
Anak yang selalu gembira akan memiliki
pertumbuhan badan dan perkembangan
jiwa yang baik.

Permainan

Anak itulah Pendidikan

(Ki Hadjar Dewantara)

ANAK BELAJAR MELALUI SELURUH INDERA YANG


DIMILIKI DENGAN CARA BERMAIN DAN KEGIATAN
LAIN YANG MENYENANGKAN UNTUK
MENGEKSPLORASI LINGKUNGANNYA

Ciri-ciri Tumbuh Kembang Anak


1. Perkembangan menimbulkan perubahan
Perkembangan terjadi bersamaan dengan pertumbuhan.
Setiap pertumbuhan disertai dengan perubahan fungsi.
Misal : perkembangan kognitif menyertai pertumbuhan
otak dan serabut syaraf

2. Pertumbuhan dan perkembangan pada


tahap awal akan menentukan
perkembangan selanjutnya

3. Pertumbuhan & perkembangan mempunyai


kecepatan yang berbeda.

4.

Perkembangan berkorelasi dengan


pertumbuhan

Pada saat pertumbuhan berlangsung cepat perkembangan

Anak sehat
bertambah umur,
bertambah berat &
tinggi badannya
bertambah juga
kepandaiannya.

5.

Perkembangan
menetap

mempunyai

pola

yang

Dua hukum yang tetap, yaitu:


Perkembangan terjadi lebih dahulu di
daerah kepala, kemudian menuju ke arah
kaudal/anggota tubuh (pola sefalokaudal).
Perkembangan terjadi lebih dahulu di
daerah proksimal (gerak kasar) lalu
berkembang ke bagian distal seperti jarijari yang mempunyai kemampuan gerak
halus (pola proksimodistal).

6. Perkembangan
memiliki
tahap
yang
berurutan (mengikuti pola yang teratur dan
berurutan).

Tahap-tahap tersebut tidak bisa terjadi terbalik,


misalnya anak terlebih dahulu mampu berdiri
sebelum berjalan dan sebagainya.

Proses tumbuh kembang anak


mempunyai prinsip-prinsip yang
saling berkaitan:
1. Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan
belajar
Kematangan merupakan proses intrinsik yang terjadi dengan
sendirinya, sesuai dengan potensi yang ada pada individu.
Belajar perkembangan yang berasal dari latihan dan usaha.
dengan belajar anak mampu menggunakan potensi yang
dimilikinya
2. Pola perkembangan dapat diramalkan
Terdapat persamaan pola perkembangan bagi semua anak.
Perkembangan berlangsung dari tahapan umum ke tahapan
spesifik, dan terjadi berkesinambungan.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi


Kualitas Tumbuh Kembang Anak
Bayi Intra uteri
Lingkungan

Pengelolaan
KOMPREHENSIF

Tumbuh- berkembang

Bayi baru lahir

ASUH
Genetik

ASIH
ASAH

Pada umumnya anak memiliki pola pertumbuhan dan


perkembangan yang ditentukan oleh interaksi banyak faktor yang
mempengaruhi. Adapun faktor-faktor tersebut antara lain:
1)

Faktor dalam (internal) yang berpengaruh pada tumbuh


kembang anak
a.

Ras/etnik atau bangsa


Anak yang dilahirkan dari ras/bangsa Amerika, maka ia
tidak memiliki faktor herediter ras/bangsa Indonesia atau
sebaliknya.

b.

Keluarga
Ada kecenderungan keluarga yang memiliki postur tubuh
tinggi, pendek, gemuk atau kurus.

c. Umur
Kecepatan pertumbuhan yang pesat adalah pada masa
prenatal, tahun pertama kehidupan dan masa remaja.
d. Jenis kelamin
Fungsi reproduksi pada anak perempuan berkembang
lebih
cepat daripada laki-laki. Tetapi setelah melewati
masa
pubertas, pertumbuhan anak laki-laki akan lebih
cepat.
e. Genetik
Genetik (heredokunstitusional) adalah bawaan anak yaitu
potensi anak yang akan
menjadi ciri khasnya. Ada
beberapa kelainan genetik yang berpengaruh pada tumbuh
kembang anak seperti kerdil.
f. Kelainan kromosan
Kelainan kromosan umumnya disertai dengan kegagalan
pertumbuhan seperti pada sindroma Downs dan
sindroma Turners.

2) Faktor luar (external)


A. Faktor Prenatal
a. Gizi
Nutrisi ibu hamil terutama dalam trimester akhri kehamilan
akan mempengaruhi pertumbuhan janin.
b. Mekanis
Posisi fetus yang abnormal bisa menyebabkan kelainan
kongenital seperti club foot.
c. Toksin/zat kimia
Beberapa obat-obatan seperti Aminopterin, Thalidomid
dapat menyebabkan kelainan kongenital seperti
palatoskisis.
d. Endokrin
Diabetes melitus dapat menyebabakan makrosomia,
kardiomegali, hiperplasia adrenal.

e. Radiasi
Preparan radium dan sinar Rontgen dapat mengakibatkan
kelainan pada janin seperti mikrosefal, spina bifida,
retardasi mental dan deformitas anggota gerak, kelainan
kongential, kelainan jantung.
f. Infeksi
Infeksi apda trimester pertama dan kedua oleh TORCH
(Toksoplasma, Rubella, Sitomegalo virus, Herpes
simpleks) dapat menyebabkan kelainan pada janin,
ketarak, bisu tuli, mikrosefal, retardasi mental dan kelainan
jantung kongenital.
g. Kelainan imunologi
Eritroblastosis fetalis timbul atas dasar perbedaan
golongan darah antara janin dan ibu sehingga ibu
membentuk antibodi terhadap sel darah merah janin,
kemudian melalui plasenta masuk dalam peredaran darah
janin dan akan menyebabkan hemolisis yang selanjutnya
mengakibatkan hiperbilirubinemia dan Kernicterus yang
akan menyebabkan kerusakan jaringan otak.

h.

Anoksia embrio

Anoksia embrio yang disebabkan oleh gangguan fungsi


plasenta menyebabkan pertumbuhan terganggu.
i. Psikologi ibu
Kehamilan yang tidak diinginkan, perlakuan salah/
kekerasan mental pada ibu hamil dan lain-lain.
B. Faktor Persalinan
Komplikasi persalinan pada bayi seperti trauma kepala,
asfiksia dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak.

C. Faktor Pascasalin
a. Gizi
Untuk tumbuh kembang bayi, diperlukan zat
makanan
yang adekuat.
b. Penyakit kronis/kelainan kongenital
Tuberkulosis, anemia, kelainan jantung
bawaan
mengakibatkan retardasi pertumbuhan
jasmani.
c. Lingkungan fisis dan kimia
Lingkungan sering disebut melieu adalah
tempat anak
tersebut hidup yang berfungsi
sebagai penyedia
kebutuhan dasar anak
(provider). Sanitasi lingkungan yang kurang baik,
kurangnya sinar matahari, paparan sinar radioaktif, zat
kimia tertentu (Pb, Mercuri, rokok, dll) mempunyai
dampak yang negatif terhadap pertumbuhan anak.

d.

Psikologis
Hubungan anak dengan orang sekitarnya.
Seorang anak yang tidak dikehendaki oleh orang
tuanya atau anak yang selalu merasa tertekan, akan
mengalami hambatan di dalam pertumbuhan dan
perkembangannya.
e. Endokrin
Gangguan hormon, misalnya pada penyakit
hipotiroid akan menyebabkan anak mengalami
hambatan pertumbuhan.
f. Sosio-ekonomi
Kemiskinan selalu berkaitan dengan kekurangan
makanan, kesehatan lingkungan yang jelek dan
ketidaktahuan, akan
menghambat pertumbuhan
anak.
g. Lingkungan pengasuhan
Pada lingkungan pengasuhan, interaksi ibu-anak
sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak.

h.

Stimulasi
Perkembangan memerlukan rangsangan /
stimulasi khususnya dalam keluarga, misalnya
penyediaan
alat
mainan,
sosialisasi
anak,
keterlibatan ibu dan anggota keluarga lain terhadap
kegiatan anak.
i.
Obat-obatan
Pemakaian kortikosteroid jangka lama akan
menghambat pertumbuhan, demikian halnya dengan
pemakaian obat perangsang terhadap susunan saraf
yang menyebabkan terhambatnya produksi hormon
pertumbuhan.

Aspek-aspek Perkembangan
Yang Dipantau
1. Gerak kasar atau motorik kasar
adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak
melakukan pergerakan dan sikap tubuh yang melibatkan otototot besar seperti duduk, berdiri, dan sebagainya.
2. Gerak halus atau motorik halus
adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak
melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh
tertentu dan dilakukan oleh otot-otot kecil, tetapi memerlukan
koordinasi yg cermat seperti mengamati perintah dan
sebagainya.

3)

Kemampuan bicara dan bahasa


adalah aspek yang berhubungan dengan
kemampuan untuk memberikan respons terhadap suara,
berbicara, berkomunikasi, mengikuti perintah dan
sebagainya.

4)

Sosialisasi dan kemandirian


adalah aspek yang berhubungan dengan
kemampuan mandiri anak (makan sendiri membereskan
mainan selesai bermain), berpisah dengan ibu/pengasuh
anak, bersosialisasi dan beriteraksi dengan lingkungannya
dan sebagainya.

Periode Tumbuh Kembang Anak


Tumbuh
periode.

kembang

anak

terbagi

dalam

beberapa

1) Masa prenatal atau masa intra uterin

Masa ini dibagai menjadi 3 periode, yaitu :


Masa zigot/mudigah, sejak saat konsepsi sampai
umur kehamilan 2 minggu
Masa embrio, sejak umur kehamilan 2 minggu
sampai 8/12 minggu. Ovum yang telah dibuahi
dengan cepat akan menjadi suatu organisme, terjadi
diferensiasi yang berlangsung dengan cepat,
terbentuk sistem organ dalam tubuh.

- Masa janin/fetus, sejak umur kehamilan 9/12 minggu


sampai akhir kehamilan.
Masa ini terdiri dari 2 periode yaitu :
Masa fetus dini yaitu sejak umur kehamilan 9 minggu
sampai trimester ek 2 kehidupan intra uterin. Pada masa ini
terjadi percepatan pertumbuhan, pembentukan jasad
manusia sempurna. Alat tubuh telah terbentuk serta mulai
berfungsi.
Masa fetus lanjut yaitu trimester akhir kehamilan. Pada
masa ini pertumbuhan berlangsung pesat disertai
perkembangan fungsi-fungsi. Terjadi transfer Imunoglogin
G (lg G) dari darah ibu melalui plasenta. Akumulasi asam
lemak esensial seri Omega 3 (docosa hexaniz acid) dan
Omega 6 (arachidonik acid) pada otak dan retina.

Periode paling penting dalam masa


prenatal
Trismester pertama
Pada periode ini pertumbuhan otak janin
sangat peka terhadap pengaruh lingkungan.

Trimester I

II

III

Organ
5 bagian besar
(fore brain,mid brain,Hind
brain,hemispher,cerebellum)

Gangguan (*)

Ukuran bertambah
terutama hemisfer, tetapi
permukaan otak masih rata

Penyempurnaan bentuk
Otak melekuk, melipat,
terutama bagian luar
otak (korteks).

Otak/Sel Saraf
(Minggu ke-3)
Migrasi
Diferensiasi

Mielinisasi

Proliferasi
10 minggu
Malformasi berat

6 lapisan

26 minggu

Contoh kelainan pertumbuhan otak

Contoh kelainan pertumbuhan otak/SSP

Agar janin dalam kandungan dapat tumbuh dan berkembang


menjadi anak sehat maka selama intra uterin seorang ibu
diharapkan:

Menjaga kesehatannya dengan baik


Selalu berada dalam ingkungan yang menyenangkan
mendapat nutrisi yang sehat untuk janin yang dikandungnya
ANC secara teratur
Memberi stimulasi dini terhadap janin
Tidak mengalami kekurangan kasih sayang dari suami dan
keluarganya
Menghindari stres baik fisik maupun psikis
Tidak bekerja berat yang dapat membahayakan kondisi
kehamilannya

Tumbuh Kembang Infant


(0-1 thn)
Fisik : BB meningkat 150-200 gr/mg
TB meningkat 2,5 cm/bln
Lingkar kepala meningkat 1,5 cm/bln
Motorik
dibantu

: Mengangkat kepala
Ditengkurapkan, kepala menoleh
Refleks primitif (+)

Sensorik

: Mengikuti sinar tengah

Sosialisasi

: Mulai tersenyum

Usia 2 3 bulan
Fisik : fontanel post menutup
Motorik :
- mengangkat kepala dibantu
- memasukkan tangan ke mulut
- meraih benda2 yang menarik
- dpt duduk dgn punggung
disokong
- mulai main dgn jari & tangan
Sensorik : - bisa mengikuti sinar ke tepi
- mendengar suara
Sosialisasi :
- tertawa pada seseorang
- menangis mulai kurang

Usia 4 5 bulan
Fisik

: BB = 2X BB Lahir
kord. menelan (-)
Motorik :
- kepala & punggung mulai kuat
- tengkurap : kepala tegak lurus
& bisa miring
- refleks primitif mulai hilang
- meraih benda dengan tangan
Sensorik :

- kenal orang
- akomodasi mata (+)
Sosialisasi & Vokalisasi :
- interaksi dengan orang lain
- mengeluarkan suara tidak senang
bila
mainan / benda diambil
orang

Usia 6 - 7 bulan
Fisik :

BB meningkat 90 150 gr / mg
TB meningkat 1,25 cm / bln
Gigi mulai tumbuh

Motorik :

Membalikkan badan
Memindahkan benda
Mengambil mainan dgn tangan
Memasukkan kaki ke mulut
Memasukkan makanan ke mulut

Sosialisasi : Stranger anxiety


Dpt menyebut mmmm
Cpt menangis & cpt tertawa

Usia 8 9 bulan
Motorik : Bisa duduk sendiri
Kordinasi tangan ke mulut lebih sering
Tengkurap sendiri & belajar merangkak
Mengambil dengan menggunakan jari
Sensorik : Tertarik pada benda2 kecil
Sosialisasi : Stranger anxiety
Memeluk orang yang dicintai
Ada reaksi bila dimarahi
Mengulang kata : dada

Usia 10 12 bulan

Fisik :

BB = 3X BB lahir
TB = 65 75 cm
Gigi atas & bawah sdh tumbuh

Motorik :

belajar berdiri sendiri


belajar berjalan dgn bantuan
bisa berdiri dan duduk sendiri
belajar makan menggunakan sendok
senang corat-coret kertas

Sosialisasi : emosional (+)


takut lingkungan asing
mengerti perintah sederhana
tahu namanya
menyebut : dada, mama

Hereditary more strongly influences height than

Tumbuh Kembang Toddler


(1 3 tahun)

Usia 15 bulan
Motorik kasar : berjalan sudah baik
Motorik halus : memegang cangkir
memasukkan jari ke lubang
membuka kotak
melempar benda
Usia 18 bulan
Motorik kasar : berlari tapi sering jatuh
menarik mainan
naik tangga
Motorik halus : menggunakan sendok
membuka halaman buku
belajar menyusun balok

Usia 24 bulan
Motorik kasar : berlari sudah baik
naik tangga sendiri
Motorik halus : bisa membuka pintu
bisa membuka kunci
menggunting
minum dengan gelas
bisa menggunakan sendok
Usia 36 bulan
Motorik kasar : bisa naik turun tangga sendiri
memakai baju dengan bantuan
mulai bisa sepeda roda tiga

Sosial & Emosional Toddler :


Bermain sangat penting untuk perkembangan
sosial
Solitary play

Pertumbuhan Fisik :
Usia 2 tahun : BB = 4X BBL
TB = 50% TB org dewasa
Usia 3 tahun : BB meningkat 2-3 kg/th
TB meningkat 6-8 cm/th

Tumbuh Kembang Pra Sekolah


Usia 4 tahun :
Motorik kasar : berjalan jinjit
melompat
menangkap bola
melempar bola dari atas kepala
Motorik halus :

menggunakan gunting dg lancar


menggambar kotak
menggambar garis vertikal
belajar buka pasang kancing

Usia 5 tahun
Motorik kasar
berjalan mundur sambil jinjit
menangkap & melempar bola dgn
baik
melompat dg kaki bergantian
Motorik halus
menulis angka, huruf, kata2
belajar menulis nama
belajar mengikat tali sepatu

Sosial & Emosional Toddler


Bermain sendiri mulai berkurang
Sering berkumpul dg teman
Interaksi sosial meningkat
Pertumbuhan Fisik
BB meningkat 3,3 kg/th
TB meningkat 6,75-7,5 cm/th

Tumbuh Kembang Usia Sekolah


Motorik
Lebih mampu menggunakan otot2 kasar
Motorik halus berkurang
Anak laki2 lebih aktif
Sosial Emosional
Mencari lingkungan yg lebih luas
Sekolah lebih berperan dlm membentuk
kepribadian anak
Peranan guru sangat besar
Pertumbuhan Fisik
BB meningkat 2 3 kg / th
TB meningkat 6 -7 cm / th

Tumbuh Kembang
Adolescense

Pertumbuhan Fisik

Growth spurt
Semua sistem berubah, terutama endokrin
Bagian tubuh tertentu memanjang

Sosial Emosional
Kemampuan sosialisasi meningkat
Relasi dg teman pria/wanita, tapi lebih sering
dg sejenis
Mengutamakan penampilan fisik
Peranan ortu/klg dianggap tidak begitu penting

Tahapan Perkembangan Psiko


Seksual (Sigmund Freud)

Oral : 0 - 12 bulan

sucking, swallowing, chewing, biting

Anal : 1 - 3 tahun
explusion and retention of waste product,kadang senang
bermain dengan fesesnya,waktu yg tepat u/ toilet
training:

Phallic/oedipal : 4 - 6 tahun
Masturbation, Kehidupan anak berpusat pada genetalia
dan area tubuh yang sensitif,anak meniru perilaku ortu

Latent : 6 - 12 tahun

- Pada awal fase laten ,anak perempuan lebih menyukai


teman dgn jeni skelamin yang sama, demikian juga
sebaliknya.
- Pertanyaan anak semakin banyak, mengarah pada
sistem reproduksi (Ortu harus bijaksana dan
merespon)

Genital : 12 - 20 tahun
masturbation, feelings for others
Kepuasan anak akan kembali bangkit dan mengarah pada
perasaan cinta yang matang terhadap lawan jenis.

Perkembangan Psikososial
(Erikson)
1. Trust vs Mistrust (0-1 tahun)
mulai percaya kepada orang lain
sehingga kebutuhan dasarnya terpenuhi
(kehangatan, makanan, rasa nyaman)
mistrust akan terjadi bila kebutuhannya
tidak terpenuhi
gangguan : rasa tidak percaya, menarik
diri

2. Otonomi vs malu dan ragu (2-3 tahun)


Mengontrol diri dan lingkungan,
kemauan keras, egosentris
Malu dan ragu terjadi bila orang tua
over protective dan tidak memberikan
kesempatan kepada anak untuk
mencoba ketrampilan baru
Gangguan : malu, ragu
Penyimpangan : temper tantrum

3. Inisiatif vs rasa bersalah (4-6


thn)
Menemukan pengalaman baru,
membayangkan bagaimana dan
mengapa sesuatu hal di
lingkungan terjadi
Mulai berinisiatif dalam
mempelajari sesuatu
Kemampuan bahasa meningkat
Anak dapat menghargai orang lain
Gangguan : rasa bersalah, pasif, (-)
inisiatif

4. Industri vs inferioritas (6-12


tahun)
Keinginan menghasilkan sesuatu
memperoleh pengakuan dari
keluarga, guru, teman sebaya
Belajar berkompetisi
Sosialisasi dengan orang lain, saling
memberi, menerima,setia kawan
Gangguan : malas, rendah diri,
gangguan dalam prestasi, takut
bersaing

5. Identitas vs role confusion (12-18 thn)

Perubahan fisik yang nyata dan


pesat
Anak mencari seseorang yang
dianggap sebagai penuntun
Kunci sosialisasi : teman
sebaya,kelompok
Bila diterima masyarakat : identitas
diri positif
Gangguan : bingung, merasa asing,
hilang rasa percaya diri, disfungsi
peran

6. Intimacy vs isolation (young


adult)
Close personal relationships based on
commitment to others
Gangguan : bila gagal membina
hubungan
isolasi sosial,
menyendiri

7. Generativity vs stagnation
(middle adult)
Perhatian dan bimbingan terhadap
generasi yang lebih muda, teman,
komunitas
Gangguan : kurang perhatian dan minat,
tidak mampu memenuhi kebutuhan dirinya

8. Integritas vs perpisahan
(>65 tahun)
Menerima kehidupan sebagai
sesuatu yang berharga dan unik
Mempersiapkan menerima
kematian
Gangguan : kehilangan rasa
cinta

Theory of Cognitive development


(Jean Piaget)
Perkembangan kognitif terjadi secara
bertahap
Terdiri dari 5 tahap dan mempunyai
karakteristik yang unik
Terdapat 2 proses yang mendukung :
asimilasi : proses yang kontinyu,
mengintegrasikan pengalaman baru kedalam
pemikiran yang telah ada
akomodasi : kaitannya dengan proses pemikiran
untuk menghubungkan data yang lebih kompleks

Cognitive developmental
tasks
1. Sensorik motorik (lahir - 2 tahun)
anak menggunakan indera dan aktifitas motorik
untuk mengenal lingkungan
bayi memberikan jawaban atas rangsangan

Semua gerakan akan diarahkan kemulut dgn merasakan


keingintahuan sesuatu dari apa yg dilihat didengar,disentuh.

2. Preoperational (2 - 7 tahun)
Mulai belajar bahasa dan gambar
Mulai mengenal simbol-simbol
perkembangan konsep

Preconceptual (2 - 4 tahun)
pendekatan egosentris
menggali lingkungan

Intuitive (4 - 7 tahun)
perkembangan bahasa yang cepat
asosiasi kata dan benda

3.Concrete operational (7-11 tahun)


Mulai mengembangkan berpikir logis,
terarah dan menggolongkan
membina hubungan dalam suatu
komunitas yang luas
mulai berkurangnya egosentris
mengerti : menjumlah dan mengukur
mampu mengkomprehensifkan
penjelasan dasar, dan memahami
persepsi orang lain

4.Formal operational (>11


thn)
Berpikir abstrak, hipotesis
mampu menghubungkan konsep
yang umum dengan situasi,
konsekuensi, dan pertimbangan
yang lebih spesifik
mampu memecahkan masalah
secara rasional
mampu memikirkan hal yang akan
terjadi

Gagal Tumbuh (failure to thrive)


Anak lahir cukup bulan
Mengalami kegagalan pertumbuhan fisik
dengan malnutrisi dan retardasi
perkembangan sosial atau motorik
Faktor yg mempengaruhi : gangguan
psikososial

Gangguan Makan

Penolakan makan
Pika
Regurgitasi
Anoreksia nervosa
dan bulimia

Gangguan Tidur
Gangguan tidur teror
Ditandai dgn anak kadang-kadang
sering menangis pd tengah malam,
menjerit, merintih, dll.
Gangguan tidur berjalan
(somnambulisme)
Episode berulang bangkit dari tempat
tidur dan berjalan dari tempat tidur.

Enuresis Fungsional
Merupakan gangguan dalam pengeluaran
urine yg involunter pada waktu siang atau
malam hari pd anak yg berumur lbh dari 4
tahun tanpa adanya kelainan fisik maupun
penyakit organik
Faktor : kegagalan dalam toilet training

Enkopresis Fungsional
Merupakan gangguan dalam pengeluaran
tinja yg tidak terkontrol pd anak yg terjadi
secara berulang-ulang tanpa adanya
konstipasi tanpa adanya penyebab
organik pd anak yg berumur lebih dari 4
tahun
Faktor : kondisi psikologis

Gagap
Merupakan gangguan dlm arus bicara
pada anak yg ditandai dgn adanya
pengulangan suara atau terjadi blocking
dlm bicara.
Faktor : psikologis anak, kelainan
neurologis (gangguan dalam dominasi
serebral)

Mutisme Efektif
Merupakan gangguan bicara pada anak
yg ditandai dgn menolak utk berbicara
pada situasi sosial.
Faktor : gangguan psikologis, mengurangi
perasaan takut, menarik perhatian

Gangguan Perkembangan Spesifik


Gangguan perkembangan membaca dan
menulis (disleksia)
Gangguan perkembangan berhitung
(diskalkulia)
Gangguan perkembangan bahasa ; tipe
decoding dan encoding
Gangguan perkembangan artikulasi
Gangguan perkembangan motorik

Retardasi Mental

1.
2.
3.
4.

Terjadi gangguan dlm fungsi intelektual yg sub


normal adanya perilaku adaptif sosial dan
timbul pada masa perkembangan yaitu
dibawah umur 18 tahun.
Penyebab : genetik, faktor ibu selama hamil,
infeksi.
Dibagi 4 kelompok :
IQ : 50-70 (RM ringan)
IQ : 35-49 (RM sedang)
IQ : 20-34 (RM berat)
IQ : <20 (RM sangat berat)

Penganiayaan dan Pengabaian Anak

Penganiayaan secara fisik


Penganiayaan emosional
Penganiayaan seksual
pengabaian

Autisme
Dikenal dgn sindrom keanner dgn
memiliki gejala tdk mampu
bersosialisasi, mengalami, kesulitan
menggunakan bahasa, berperilaku
berulang-ulang serta bereaksi tidak
biasa thdp lingk rangsangan sekitarnya.
Terdiri dari 3 jenis : jenis persepsi, jenis
reaksi, jenis autisme yg timbul kemudian

Gangguan Pemusatan
Perhatian/hiperaktif
Tanda dan gejala : gangguan
konsentrasi, sifat impulsif, dan
hiperakitivitas.

Penilaian pertumbuhan anak


Penilaian perkembangan anak

Penilaian Pertumbuhan Anak


Pengukuran antropometrik, ada 2 cara :
1. pengukuran berdasarkan umur
2. pengukuran tidak berdasarkan umur
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan laboratorium
Pemeriksaan radiologi

Pengukuran Antropometrik
Pengukuran Berat Badan
Pengukuran Tinggi Badan
Pengukuran LLA

Cont..
Penilaian :
1. WHO dgn baku NCHS dengan cara persentil :
percentil ke-50-3 (normal), kurang atau sama
dengan tiga (malnutrisi).
2. BB berdasarkan TB menurut WHO dgn cara
persentase dari median : 8085 % (malnutrisi
sedang), <80 % (malnutrisi akut)
3. BB berdasarkan TB baku NCHS dgn cara
persentil : percentil 75-25 (normal), percentil ke
10-5 (malnutrisi sedang), percentil ke-5
(malnutrisi berat)

Kurva Pertumbuhan Fisik Anak


Laki-laki usia 0-36 Bln menurut
Percentil NCHS

Penilaian Perkembangan Anak

Wawancara
Tes skrining perkembangan
Tes IQ
Tes psikologi
Evaluasi lingkungan anak
Evaluasi fungsi penglihatan, pendengaran,
bicara, bahasa
Pemeriksaan fisik (pemeriksaan neurologis,
pemeriksaan metabolik)