Anda di halaman 1dari 9

TUGAS PEMINDAHAN TANAH MEKANIS

RESUME SKRIPSI YANG BERJUDUL OPTIMALISASI TARGET


VOLUME PENGGALIAN LAPISAN TANAH PENUTUP (OVERBURDEN)
DAN LAPISAN TANAH MENGANDUNG TIMAH (WASH) PERIODE
JANUARI-JUNI 2011 DIKAPAL KERUK BEMBAN PT. KOBA TIN

Oleh :
Tri Windy Astuti
1031411066

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG
2015

Judul Skripsi
OPTIMALISASI TARGET VOLUME PENGGALIAN LAPISAN TANAH
PENUTUP (OVERBURDEN) DAN LAPISAN TANAH MENGANDUNG
TIMAH (WASH) PERIODE JANUARI-JUNI 2011 DIKAPAL KERUK
BEMBAN PT. KOBA TIN

Oleh :
Said Faisal Rhamdani
1030811006

Dosen Pembimbing I

Dosen Pembimbing II

Franto, S.T., M.T


NP : 307105002

Ir. Irwan
NP : 306006015

Diketahui dan Disahkan


Ketua Jurusan Teknik Pertambangan
Fakultas Teknik
Universitas Bangka Belitung
Franto, S.T., M.T
NP : 307105002
Disetujui pada tanggal 17 oktober 2012.

TUJUAN PENELITIAN
Adapun maksud dan tujuan dari penelitian skripsi adalah :
1. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian produksi
penggalian tanah penutup (overburden).
2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian
volume penggalian lapisan tanah yang mengandung timah (wash).

HASIL DAN PEMBAHASAN

perolehan

1. Produksi Penggalian Lapisan Tanah Penutup (overburden) dan Lapisan


Tanah Yang Mengandung Timah (wash)
Untuk menentukan sasaran target produksi penggalian lapisan tanah penutup
(overburden) maupun lapisan tanah yang mengandung timah (wash) di kapal keruk
bemban adalah berdasarkan data produksi dan realisasi yang diperoleh dari hasil
penggalian selama periode 6 bulanan tersebut, yakni sepanjang Januari-Juni tahun
2011. Berikut tabel produksi penggalian tanah penutup (overburden) dan lapisan
tanah bertimah (wash) :
Tahun
2011

Bulan
Januari
Februar
i
Maret
April
Mei
Juni
Total

Tanah
Jam
Penutup
Jalan
3
(m )
(Jam/Bln)
363.000
363
292.000
313.000
375.000
375.000
291.000
2.009.000

292
313
375
375
291
2009

Produksi
(m3/Jam)
1000

Tanah
Wash
(m3)
127.000

1000
1000
1000
1000
1000
6000

133.000
152.000
112.000
121.000
153.000
798.000

Jam
Jalan
Produksi
(Jam/Bln) (m3/Jam)
254
500
266
304
224
242
306
1596

500
500
500
500
500
3000

Sumber :Arsip PT. Koba Tin (Longterm Plan For All Mine), 2011
Berdasarkan ketentuan dari Perusahaan dan hasil produksi diatas, diperoleh target
untuk :
Lapisan tanah penutup
Lapisan tanah (wash)
Jam jalan/bulan

= 1000 m3/jam
= 500 m3/jam
= 599 jam/bulan

Rencana produksi pemindahan lapisan tanah per bulan dalam kurun waktu 6 bulan
adalah :

Volume penggalian lapisan tanah penutup per bulan adalah 334.400 m 3/bulan

dan membutuhkan jam jalan selama 334 jam/bulan.


Volume penggalian lapisan tanah mengandung timah per bulan adalah 132.500
m3/bulan dan membutuhkan jam jalan selama 265 jam/bulan.

Jadi, rencana produksi pemindahan lapisan tanah penutup dan tanah bertimah per
bulan adalah 334.000 m3/bulan + 132.000 m3/bulan = 466.500 m3/bulan.
a. Kemampuan Teknis Kapasitas Penggalian
Dimana untuk mencari kemampuan teknis menggunakan rumus :
Kecepatan
mangkok
60 menit x
Tanah
mengandung
timahx (wash)
kapasitas
18 BPM mangkok
x 60 menit x 0,68 m3 = 734,4 m3/jam
Diasumsikan dengan ketentuan perusahaan untuk penggalian untuk tanah (wash)

ialah 75% dari kapasitas mangkok 0,68 0,51 m3 :

Total
Jam
(Jam)
617
558
617
599
617
597
3605

18 x 60 menit x 0,51 = 550 m3/jam


Tanah penutup (overburden)
21 BPM x 60 menit x 0,68 m3 = 856,8 m3/jam
Diasumsikan dengan ketentuan perusahaan untuk penggalian tanah penutup
(overburden) ialah 125% dari kapasitas mangkok 0,68 = 0,85 m3 ialah :
21 x 60 menit x 0,85 = 1.071 m3/jam
2. Evaluasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perbedaan Pencapaian
Produksi Penggalian Lapisan Tanah
Beberapa faktor yang mempengaruhi produksi penggalian lapisan tanah di kapal
keruk bemban adalah :
1. Jam Jalan (Running Time)
Dalam periode 6 bulan pertama tahun 2011 untuk kapal keruk Bemban jam kerja
yang tersedia adalah sebesar 4.344 jam. Tetapi pada realisasinya jam jalan di peroleh
sebesar 83% jam dari total jam yang tersedia. Hal tersebut terjadi karena jam sisa
dari totalnya disiapkan untuk gangguan-gangguan yang tidak terduga ketika kapal
keruk sedang beroperasi dan menyebabkan adanya jam berhenti (stoppages time).

Kegiatan

Perencanaan
Perusahaan
(Jam)

Realisasi
Di lapangan
(Jam)

3.598
416

3.495
586

339
4.344

263
4.344

Jam Jalan Efektif


Perawatan
Jam Berhenti
Yang Tidak direncanakan
Jam Jalan Tersedia

Tabel Perencanaan dan Realisasi Jam Jalan Pada Kapal Keruk Bemban Periode Januari Juni Tahun
2011

2. Persen Pengisian Mangkok


Persen pengisian mangkok sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya hasil
penggalian. Dengan persentase pengisian mangkok yang semakin besar, maka
penggalian tanah yang akan digali semakin besar pula. Adapun faktor-faktor yang
mempengaruhi persen pengisian mangkok adalah :
a. Kapasitas mangkok
Kapal Keruk Bemban memiliki kapasitas mangkok sebesar 24 cuft (0,68 m 3)
dengan tinggi mangkok 1,375 meter. Jumlah mangkok yang digunakan dalam
kapal keruk Bemban sebanyak 136 buah.
b. Kemajuan suatu irisan penggalian
Kemajuan suatu penggalian atau penarikan panjang kawat haluan ditentukan
oleh perusahaan. Baik untuk lapisan tanah penutup maupun lapisan tanah (wash)
adalah 5 meter/cut.
c. Kedalaman penurunan tangga mangkok (ladder)
Dari pengamatan yang dilakukan di lapangan terhadap kedalam penurunan
tangga mangkok tiap lapisan adalah

Pada lapisan tanah penutup


= 0,51 meter
Pada lapisan tanah wash
= 0,33 meter
d. Kecepatan tarik kawat tambat samping
Kecepatan tarik kawat tambat samping kapal keruk Bemban saat menggali
lapisan tanah penutup lebih cepat dibandingkan dengan saat menggali lapisan
tanah mengandung timah. Hal ini disebabkan pada saat penggalian lapisan tanah
penutup diusahakan menggunakan waktu yang secepat-cepatnya dan dengan
hasul volume tanah yang sebanyak-banyaknya. Sedangkan untuk menggali
lapisan tanah bertimah diusahakan lebih berhati-hati dalam menentukan
kecepatan kawat samping, karena untuk menghindari terjadinya kehilangan tanah
(looses).
Dari pengamatan yang dilakukan di lapangan diperoleh kecepatan tarik kawat
tambat samping untuk masing-masing lapisan adalah
Pada lapisan tanah penutup
= 11,57 meter/menit
Pada lapisan tanah wash
= 9,19 meter/menit
e. Jumlah edar mangkok tiap menit
Jumlah edar mangkok tiap menit (BPM) yang di tetapkan oleh perusahaan
berbeda-beda untuk setiap penggalian tanah penutup dan lapisan tanah wash
sesuai dengan target produksinya. Dari hasil pengamatan yang terjadi di
lapangan, diperoleh jumlah edar mangkok per menitnya adalah
Pada lapisan tanah penutup
= 21 BPM
Pada lapisan tanah wash
= 18 BPM
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan di lapangan dan data yang diperoleh
untuk mengetahui besarnya persen pengisian mangkok pada kapal keruk Bemban
secara teoritis didapatkan :
Persen pengisian maangkok unutk tanah penutup (overburden) = 126,63%,
maka perhitungan untuk produksi lapisan tanah penutup adalah :
P = 0,68 x 21 x 1,2663 x 60
= 1.079,57 m3/jam
Jadi, untuk produksi penggalian tanah tertutup adalah :
1.079,57 m3/jam x 143 jam/bulan = 154.378,2 m3/bulan
Persen pengisian mangkok untuk tanah yang mengandung timah (wash) =
70,50%. Maka, produksi tanah penggalian tanah wash adalah
P = 0,68 x 18 x 0,7050 x 60
= 517,752 m3/jam
Jadi, untuk produksi penggalian tanah wash adalah :
517,752 m3/jam x 456 jam/bulan = 236.378,2 m3/bulan
Terlihat dari perhitungan persen pengisian mangkok untuk tanah penutup sebesar
126,63% belum mencapai target perusahaan yaitu lebih dari 344.00 m 3/bulan.
Sedangkan untuk persen pengisian mangkok untuk lapisan tanah bertimah dengan
Fm sebesar 70,50% telah melebihi target yang ingin dicapai oleh perusahaan yaitu
sebesar 132.500 m3/bulan. Unutk persen pengisian mangkok yang ditargetkan oleh

perusahaan untuk lapisan tanah penutup sebesar 125% dan lapisan tanah wash
sebesar 75%.
3. Hasil Evaluasi
Dari hasil pengamatan diatas untuk lapisan tanah bertimah sudah melewati target
walaupun persen pengisian mangkoknya belum memenuhi target yang diberikan
perusahaan. Dan untuk lapisan tanah penutupnya belum memenuhi target walaupun
persen pengisian mangkoknya sudah memenuhi target.
Oleh karena itu penulis membahas faktor vital yang mempengaruhi perbedaan
pencapaian produksi penggalian lapisan tanah penutp maupun bertimah, dengan
menggunakan parameter yang berperan penting dalam pencapaiannya yaitu
menggunakan waktu efektif jam jalan atau parameter lainnya (kecepatan sling,
jumlah edar mangkok, kedalaman ladder). Faktor vital yang berperan penting
terhadap produktivitas penggalian lapisan tanah oleh kapal keruk Bemban pada
periode Januari-Juni 2011 adalah jam jalan dan persentase pengisian mangkok.
4.
Pembahasan Akhir
Berdasarkan hasil evaluasi di atas semua sudah berjalan dengan prosedur dan
standar perusahaan. Dari parameter yang mempengaruhi persen pengisian mangkok
sudah berjalan dengan optimal, hanya dalam pelaksanaannya jam jalan yang telah
direncanakan untuk penggalian lapisan tanah penutup tidak digunakan sepenuhnya
dikarenakan adanya kolong (area mine out atau lahan bekas tambang). Diketahui jam
kerja telah ditentukan oleh perusahaan untuk penggalian tanah penutup adalah 334
jam/bulan, sedangkan realisasinya di lapangan hanya memerlukan 143 jam/bulan,
jadi sisa waktu yang seharusnya digunakan untuk penggalian tanah penutup adalah
334 143 = 191 jam/bulan. Hasil ini digunakan untuk menambah jam kerja pada
saat penggalian tanah mengandung timah (wash).
Untuk penggalian tanah mengandung timah yang perencanaan jam jalan untuk
waktu penggalian tanah wash adalah 265 jam/bulan menjadi 265 191 = 456
jam/bulan. Walaupun target produksi dari perusahaan untuk penggalian lapisan tanah
wash sudah melebihi target yang diinginkan, namun dalam persentase pengisisan
mangkoknya belum mencapai ketentuan yaitu 75%, maka peningkatan produksi
dapat dilakukan lagi dengan mencapai pesentase pengisian mangkok yang telah
ditentukan. Oleh karena itu upaya peningkatan persen pengisian untuk lapisan tanah
wash 75% dapat dilakukan menggunakan D, n, maka :
Fm
= D x V x KM
Cxn
75%
= 0,33 x V x 5
0,68 x 18
V
= 5,56 meter/menit

Memperkecil kecepatan tarik kawat samping menjadi 5,21 meter/menit, akan


diperoleh Fm sebesar 75%. Sehingga perhitungan untuk produksi tanah bertimah
yaitu :
P
= C x n x Fm x 60
P
= 0.68 x 18 x 0,75 x 60
P
= 550,8 m3/jam
Maka untuk produksi penggalian lapisan tanah mengandung timahnya adalah
P
= 550,8 m3/jam x 456 jam/bulan = 251.164,8 m3/bulan
Berdasarkan hasil perhitungan diatas dengan memperbaiki faktor-faktor yang
mempengaruhi produksi penggalian lapisan tanah bertimah sepetri kecepatan tarik
kawat samping. Persen pengisian mangkok untuk lapisan tanah bertimah dapat
ditingkatkan lagi.
5. Faktor Hambatan Jam Kerja Produktif
Produksi alat merupakan salah satu parameter yang dapat digunakan untuk
menilai kinerja dari alat tersebut. Semakin besar produksinya maka kerja lat tersebut
semakin baik. Salah satu penyebab rendahnya produksi adalah rendahnya waktu
kerja efektif yang disebabkan hambatan dari alat yang dioperasikan. Adanya jam
berhebti pada kapal keruk Bemban disebabkan oleh :
Kurangnya koordinasi dan perencanaan antar bagian kelompok kerja untuk
perawatan mingguan kapal keruk dengan baik, sehingga terjadi kelebihan

waktu dari target yang sudah ditentukan oleh perusahaan.


Adanya perawatan tahunan yang terjadi pada awal tahun, sehingga memakan
waktu jam produktif yang telah direncanakan perusahaan , dan sebaiknya
perawatan tahunan dilakukan pada saat kapal sedang tidak produksi sehingga

tidak mengganggu jam produktif.


Daerah kolong kerja pada operasi penambangan kapal keruk Bemban saat ini
banyak terdapat tanah liat dan bongkah kayu, sehingga menyebabkan kapal

tidak produksi.
Adanya masalah dalam penempatan tali kawat tambang dengan kawasan

tambang darat sehingga jam kerja sering berhenti ketika ada masalah.
Adanya pengukuran oleh tim survei unutk memantau kemajuan penggalian
tiap bulan tidak direncanakan dengan baik sehingga dapat mengganggu kerja
kapal keruk pada saat beroperasi karena diberhentikan.
Usaha yang dilakukan untuk memperkecil jam berhenti seminimal mungkin

adalah dengan cara sebagai berikut :


1. Memanfaatkan jam berhenti untuk perawatan mingguan dan tahunan seefektif
mungkin.

2. Mengurangi gangguan-gangguan lain yang dapat dihindari, dengan dilakukan


pengawasan dan penjagaan pada tempat-tempat tertentu yang dapat membuat
kapal keruk berhenti.
Adanya upaya peningkatan waktu kerja efektif tersebut diharapkan kesediaan
penggunaan alat meningkat, sehingga produksi penggalian tanah penutup maupun
tanh bertimah pada produksi kapal keruk Bemban dapat ditingkatkan lagi.
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil dan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa :


Untuk hasil lapisan tanah bertimah sudah melewati target walaupun persen
pengisian mangkoknya belum memenuhi target yang diberikan perusahaan. Dan
untuk lapisan tanah penutupnya belum memenuhi target walaupun persen

pengisian mangkoknya sudah memenuhi target.


Untuk meningkatkan penggalian lapisan wash, maka persen pengisian mangkok

harus mencapai atau melabihi 75%.


Bertambahnya waktu perawatan sehingga memakan waktu jam produktif yang
telah direncanakan.