Anda di halaman 1dari 3

KESELAMATAN KERJA STERILISASI

No. Dokumen :

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN

PROSEDUR

Tanggal Terbit :

No Revisi :

Halaman :

00

1/3

Ditetapkan,

Merupakan prosedur dalam melaksanakan tugas dan


operasional seharihari guna tercapainya keselamatan kerja di
sterilisasi.
Sebagai acuan dalam melakukan tugas seharihari untuk
mencapai keselamatan kerja di sterilisasi.
1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009
Tentang Kesehatan
2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009
Tentang Rumah Sakit
3. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 382 Tahun 2007
Tentang Pelaksanaan PPI di RS dan FPK lain
4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1087 Tahun 2010 Tentang Standar Kesehatan dan
Keselamatan Kerja di Rumah Sakit.
1. Melakukan pekerjaan sesuai dengan standar prosedur
operasional yang telah ditetapkan.
2. Pada saat melaksanakan tugas, petugas harus memakai alat
pelindung diri seperti masker, sarung tangan, sepatu boot,
dan apron.
3. Meningkatkan pengetahuan yang dimiliki para petugas
khususnya dibidang bahaya yang dapat terjadi pada saat
melakukan prosedur sterilisasi dengan cara pengarahan rutin
dari penanggung jawab sterilisasi.
Saran tindakan aman

Jangan sekali-kali memasukkan tangan ke dalam


wadah berisi barang terkontaminasi tanpa dapat

KESELAMATAN KERJA STERILISASI


No. Dokumen :

No Revisi :

Halaman :

00

2/3

melihat secara jelas isi dari wadah tadi.


Tuangkan cairan yang dapat mengganggu pengenalan
secara visual alat-alat, lalu pindahkan alat/instrument
satu persatu. Pastikan agar bagian yang runcing dari
instrument mengarah berlawanan terhadap tubuh kita
pada saat transportasi.
Buang sampah benda tajam (jarum suntik, blades) ke
dalam wadah yang tahan tusukan dan tidak dibuang
pada tempat sampah biasa.
Pada saat memproses ulang benda tajam pakai ulang,
pisahkan dari instrument lain dan posisikan sedemikian
sehingga dapat mencegah kemungkinan terjadinya
luka pada petugas lain dengan penanganan normal
Ikuti petunjuk/rekomendasi pabrik untuk penanganan
zat kimia secara aman, dan gunakan alat pelindung diri
untuk mencegah pemaparan zat kimia terhadap kulit
dan membran mukosa yang dapat menyebabkan luka
bakar kimia
Berhati-hatilah apabila mendekati daerah dimana air
biasa digunakan, periksa kondisi lantai untuk
mencegah terjatuh akibat licin lantai, sebaiknya ada
rambu-rambu peringatan
Pada saat mencuci instrument di dalam sink,
perhatikan untuk selalu menggosok dibawah
permukaan air untuk mencegah terjadinya aerosol
yang dapat terhirup
Gunakan sarung tangan tahan panas pada saat
menangani kereta mesin sterilisasi atau pada saat
berhubungan dengan objek lain bersuhu tinggi
Letakkan mesin sterilisasi diluar daerah lalu lalang
petugas lain untuk menghindari petugas lain
menyentuh mesin yang panas ini.
Pengoperasian mesin sterilisasi hanya boleh dilakukan

KESELAMATAN KERJA STERILISASI


No. Dokumen :

No Revisi :

Halaman :

00

3/3

oleh petugas terlatih


Bila terkena zat kimia pertolongan pertamanya:
Alkohol
Mata : lakukan irigasi dengan sejumlah air bersih
atau NaCL 0,9 % perlahan selama 15-20 menit
Kulit : cuci segera bagian kulit yang terkena dengan
air mengalir minimal 10 menit
Formaldehid
Mata : lakukan irigasi dengan sejumlah air bersih
atau NaCL 0,9 % perlahan selama 15-20 menit
Kulit : cuci segera bagian kulit yang terkena dengan
air mengalir minimal 10 menit, Lepaskan pakaian,
arloji,

dan

muntahan

sepatu
dan

yang

buanglah

terkontaminasi
dalam

atau

wadah/plastik

tertutup

4. Mencuci tangan dengan sabun/antiseptik sebelum dan


sesudah memakai sarung tangan.
UNIT TERKAIT

Sterilisasi