Anda di halaman 1dari 6

PROPOSAL

FAKTOR-FAKTOR PENENTU TINGKAT PROFITABILITAS


BANK BRI SYARIAH DI MATARAM, TAHUN 2016

Oleh :
Rizaldi Taba
( 21312A0002 )
Program studi : Ilmu Administrasi Bisnis (perbankan)

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM
2016/2017

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dengan telah diberlakukannya Undang-Undang No.21 Tahun 2008 tentang
Perbankan Syariah yang terbit tanggal 16 Juli 2008, maka pengembangan industri
perbankan syariah nasional semakin memiliki landasan hukum yang memadai dan
akan mendorong pertumbuhannya secara lebih cepat lagi. Dengan progres
perkembangannya yang impresif, yang mencapai rata-rata pertumbuhan aset lebih
dari 65% pertahun dalam lima tahun terakhir, maka diharapkan peran industri
perbankan syariah dalam mendukung perekonomian nasional akan semakin
signifikan.
Dengan total asset yang semakin besar dari tahun ketahun, diharapkan
perbankan syariah dapat mengelola asset dengan efeketif yang akhirnya akan
meningkatkan laba bank tersebut. Karena total asset perbankan syariah yang
besarnya sudah ratusan miliar rupiah tersebut akan memberikan kekuatan
tersendiri untuk mendorong pertumbuhan bank syariah. Oleh kerena itu, masa
mendatang diharapkan minat masyarakat Indonesia semakin tinggi untuk
menggunakan bank syariah dan pada gilirannya akan meningkatkan signifikansi
peran bank syariah dalam mendukung stabilitas sistem keuangan nasional.
Mengingat begitu pentingnya fungsi dan peranan perbankan syariah di
Indonesia, maka pihak bank syariah perlu meningkatkan kinerjanya agar tercipta
perbankan dengan prinsip syariah dan efisien. Profitibalitas merupakan indikator
yang paling tepat untuk mengukur kinerja suatu bank. Return On Asset (ROA)

merupakan salah satu rasio profitabilitas yang digunakan untuk mengukur


efektifitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan
total aktiva yang dimilikinya.
Analisis ROA mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba
dengan menggunakan total aset yang dipunyai perusahaan setelah disesuaikan
dengan biaya-biaya untuk menandanai tersebut. variasi dalam perhitungan ROA,
adalah dengan memasukan biaya pendanaan. Biaya-biaya pendanaan yang
dimaksud adalah bunga yang merupakan biaya pendanaan dengan utang. Dividen
yang merupakan biaya pendanaan dengan saham dalam analisis ROA tidak
diperhitungkan. Biaya bunga ditambahkan ke laba yang diperoleh perusahaan.
ROA bisa diinterpretasikan sebagai hasil dari serangkaian kebijakan perusahaan
(strategi) dan pengaruh dari faktor-faktor lingkungan (environmental factors).
Analisis difokuskanpada profitabilitas aset, dan dengan demikian tidak
memperhitungkan cara-cara untuk mendanai aset tersebut.
Bank Indonesia sebagai pembina dan pengawas perbankan lebih
mengutamakan nilai profitabilitas suatu bank yang diukur dengan asset yang
dananya sebagian besar dari dana simpanan masyarakat. Oleh karena itu, dalam
penelitian ini ROA digunakan sebagai alat ukuran kinerja perbankan.Dipilihnya
industri perbankan dalam penelitian ini karena kegiatan bank sangat diperlukan
bagi lancarnya kegiatan perekonomian sektor riil. Serta lebih dikhususkan pada
profitabilitas perbankan karena penelitian tentang profitabilitas bank masih
banyak research gap antara penelitian satu dengan yang lain, maka perlu
dilakukan penelitian lanjutan untuk mendapatkan kejelasan.

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi profitabilitas bank, yaitu


faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal bank bisa diukur dengan
menggunakan rasio-rasio keuangannya, karena dalam menganalisis laporan
keuangan akan mudah jika menghitung rasio-rasio keuangan suatu perusahaan.
Menurut Gitman (2009), menyatakan bahwa metode perhitungan
profitabilitas perusahaan dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu : Operating
income ratio, operating ratio, net profit margin, return on investment, return on
asset (ROA), return on equity (ROE), return on sales.
Penelian tentang tingkat profitabilitas telah banyak diteliti oleh para
peneliti perbankan syariah, namun dari beberapa hasil penelitian masih belum
memberikan gambaran yang jelas dan masih terdapat kontradiktif teori yang
terjadi.
Melihat pentingnya analisisi lebih lanjut tentang profitabilitas, maka perlu
diselidiki faktor-faktor apasaja yang mempengaruhi profitabilitas bank syariah di
Indonesia seperti, pendapatan nasional, inflasi, tingkat suku bunga, market share,
Size dan jumlah uang yang beredar.Penelitian ini akan menguji pengaruh
pendapatan nasional, inflasi, tingkat suku bunga, market share, Size dan jumlah
uang yang beredar terhadap tingkat profitabilitas Bank BRI Syariah di Mataram.
Penelitian ini menjadi penting untuk melihat hubungan jangka panjang
dari variabel-variabel makro ekonomi terhadap profitabilias bank syariah sehingga
manajemen bank syariah dapat menentukan kebijakan yang tepat terkait
perubahan-perubahan kondisi makro ekonomi yang mengalami perubahan drastis.

B. Rumusan Masalah
Pokok Masalah yang akan diteliti berdasarkan pemaparan latar belakang
yang telah disampaikan sebelumnya adalah:
1. Bagaimanakah pengaruh pendapatan nasional terhadap tingkat profitabilitas Bank
BRI Syariah di Mataram ?
2. Bagaimanakah pengaruh inflasi terhadap tingkat profitabilitas Bank BRI Syariah
di Mataram ?
3. Bagaimanakah pengaruh tingkat suku bunga terhadap tingkat profitabilitas Bank
BRI Syariah di Mataram ?
4. Bagaimanakah pengaruh market share terhadap tingkat profitabilitas Bank BRI
Syariah di Mataram ?
5. Bagaimanakah pengaruh ukuran perusahaan terhadap tingkat profitabilitas Bank
BRI Syariah di Mataram ?
6. Bagaimanakah pengaruh jumlah uang yang beredar terhadap tingkat profitabilitas
Bank BRI Syariah di Mataram ?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas tujuan penelitian ini dilakukan adalah


meneganalisis dan menjelaskan variabel yang mempengaruhi tingkat pendapatan
keuangan Bank BRI Syariah di Mataram.

D. Manfaat Penelitian

Kegunaan penelitian yang dilakukan berkaitan dengan profitabilitas pada bank


syariah beserta variabel-variabel yang mempengaruhinya adalah sebagai berikut:
1.

Penelitian diharapkan bermanfaat terutama bagi para debitur


maupunkreditur bank syariah guna mengetahui bagaimana
perubahan

suatu

kondisi,baik

internal

maupaun

eksternal

perbankan mempengaruhi kinerja banksyariah. Dengan begitu


debitur maupun kreditur mempunyai gambaran pada kondisi
yang

bagaimana

suatu

perbankan

dapat

menguntungkan

sebagai media investasi maupun penyedia dana.


2. Bagi bank syariah diharapkan dapat menjadi pertimbangan
dalam pembuatan keputusan terhadap kebijakan pembiayaan
maupun ekspansi asset serta untuk langkah antisipasi terhadap
semua
3.

faktor

yang

perusahaan.
Bagi akademisi

nantinya

dapat

akan

memberikan

mempengaruhi
manfaat

kinerja

dalam

hal

pengembangan ilmu ekonomi khususnya manajemen keuangan,


melalui pendekatan dan cakupan variable yang digunakan,
terutama pengaruh kondisi makro ekonomi dan pangsa asset
bank syariah terhadap kinerja bank syariah yang diukur dari
profitabilitasnya.