Anda di halaman 1dari 5

EXECUTIVE SUMMARY

AUDIT TEKNIS AIR BAKU DAN PENYUSUNAN AKNOP

Bab
4

BAB IV
ANALISA FUNGSI
4.1. Fungsi Sistem Jaringan Air Baku Sesere
Posisi broncaptering terletak pada hilir air terjun Benang Stokel. Kondisi sekitar
broncaptering merupakan hutan dan semak belukar yang memiliki suhu udara sekitar
24C. Broncaptering sistem penyediaan air baku Ma.Sesere terletak pada koordinat :
X :427140 , Y: 9056626 dan berada pada ketinggian 526 m diatas permukaan laut.
Pemanfaatan debit sumber air baku sesere :

Gambar 4 - 1 Sumber Air Baku Sesere

4.2. Fungsi Sistem Jaringan Air Baku Sesaot

CV. Geo Techno Design

4 -1

EXECUTIVE SUMMARY
AUDIT TEKNIS AIR BAKU DAN PENYUSUNAN AKNOP

Bab
4

Mata air Sesaot terletak di Desa Sesaot Kecamatan Narmada Lombok Barat,
berada 20 Km disebelah timur Kota Mataram. Mata air Sesaot berada pada elevasi 274
mdpl merupakan mata air yang berada di bawah bendung sesaot, tepatnya pada sebelah
kiri saluran penguras bendung sesaot dan mata air ini hanya digunakan untuk kebutuhan
air baku untuk penambahan suplay air yang rencananya untuk menyuplai reservoir telaga
sari. Pembangunan Sistem Jaringan Transmisi Sesaot dibangun dalam 2 (dua) tahap
pembangunan (multiyears) oleh BWS NT I tahun anggaran 2013 untuk tahap I dan tahun
2015 untuk rencana pembangunan tahap II . Penyediaan air baku Sesaot merupakan
sistem penyediaan dengan pengambilan bebas dan pengaliran secara gravitasi.
Dari debit yang diproduksi sebesar 150 lt/dt, PDAM hanya memanfaatkan
sebesar 120 lt/dt untuk kebutuhan air baku kota mataram dan sebagian Lombok barat.
Pemanfaatan debit sumber air baku Sesaot :

Gambar 4 - 2 Sumber Air Baku Sesaot

CV. Geo Techno Design

4 -2

EXECUTIVE SUMMARY
AUDIT TEKNIS AIR BAKU DAN PENYUSUNAN AKNOP

Bab
4

4.3. Fungsi Sistem Jaringan Air Baku Jongplangka


Mata air Jongplanka terletak di Dusun San baro, Desa Bentek. Kec. Gangga Kab.
Lombok Utara. Mata air Jongplangka berada pada elevasi 250 mdpl dan mata air ini
digunakan untuk pemenuhan kebutuhan air baku kecamatan Tanjung, Gangga, Kayangan
dan Pemenang.
Pemanfaatan debit sumber air baku Jongplangka :

Gambar 4 - 3 Sumber Air Baku Jongplangka

4.4. Fungsi Sistem Air Baku Embung Tibu Ulik


Data-Data Teknis Embung Tibu Ulik
a.

b.

Hidrologi
1).

Luas DAS

10,675

Km2

2).

Panjang sungai

7,4

Km

3).

Hujan R100

188,80

mm

4).

Debit Q100

102,087

m3/dtk

5).

Debit 1,25xQ100

127,609

m3/dtk

6).

Debit Inflow pertahun

9,492

MCM

7).

Type sungai

Pherenial

Tubuh Embung
1).

Tipe

Pasangan

2).

Tinggi embung

10,5

3).

Lebar puncak embung

1,5

CV. Geo Techno Design

4 -3

EXECUTIVE SUMMARY
AUDIT TEKNIS AIR BAKU DAN PENYUSUNAN AKNOP
4).

Panjang bentang as embung :

86,03

5).

Elevasi puncak embung

+ 95,5

6).

Elevasi dasar sungai

+ 88,00

7).

Kemiringan hulu

5:1

8).

Kemiringan hilir

2:1

9).

Kedalaman tanah keras

4,0

+ 85

10). Elevasi tanah keras


c.

d.

e.

Bab
4
m

Spillway
1).

Tipe

Ogee tanpa pintu

2).

Lebar pelimpah

12,0

3). Tinggi pelimpah


sungai)

8,6

m (dari dasar

4).

Elevasi mercu pelimpah

+ 94

5).

Debit Rancangan Q100

72,087

6).

Kolam olak

USBR Type III

7).

Panjang total

22,46

m3/dtk

Tampungan
1).

Luas genangan

3,13

Ha

2).

Volume genangan

148.224,69

m3

3).

Volume mati

329,57

m3

4).

Volume efektif

147.905,12

m3

5).

Elevasi MAB

+ 95,93

6).

Elevasi MAN

+ 94

Bangunan Pengambilan
1).

Tipe

Pintu geser

2).

Elevasi intake

+ 87

3).

A. Debit kebutuhan Irigasi

0,025

m3/dtk

B. Debit Kebutuhan Air Baku :

0,005

m3/dtk

4).

Type saluran pembawa

Jaringan Pipa HDPE 3

5).

Transmisi

singgle stang d = 75

mm

6).

Lebar Pintu

1,0 x 1,0

m2

CV. Geo Techno Design

4 -4

EXECUTIVE SUMMARY
AUDIT TEKNIS AIR BAKU DAN PENYUSUNAN AKNOP
7).
f.

Tebal Pintu

Bab
4

5 (baja INP 5)

mm

Service Area
1).

Luas tanam

25

Ha

2).

Intensitas

200

3).

Awal tanam

15 Desember

4).

Pola tanam

Palawija-palawija-Broo

CV. Geo Techno Design

4 -5