Anda di halaman 1dari 10

0

Makalah Seminar Ortodonti


ALAT UNIMAKSILAR

Sumber

: Removable Appliance Fabrication: A Text For


Technicians, Students, and Practicioners of
Orthodontics
Pengarang
: Emil Witt, Geherke, Elisabeth-Marta Gehrke,
Robert Shaye
Halaman
: 27-34
Pembimbing : Prof. Dr. Bergman, drg., Sp.Ort(K)
Gita Gayatri, drg., Sp.Ort
Seminaris
: Ummi Arifach
(160110110105)
Trima Yusiana
(160112150080)
Anindya Novia Putri (160112150041)
Hari/Tanggal : Senin, 28 Maret 2016
Jam
: 08.30

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS PADJADJARAN
BANDUNG
2016

Alat Unimaksilar

Alat unimaksilar merupakan plat yang dapat dibuat untuk maksila maupun
mandibula. Alat ini digunakan untuk menggerakkan satu atau beberapa gigi dalam
tiga bidang ruang. Ketika gigi digerakkan kearah bukolingual atau labiolingual,
terjadi pergerakan tipping karena adanya gaya yang beracu pada satu titik poin.
Alat ortodonti ini terdiri dari beberapa elemen, yakni:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Basis Akrilik
Cangkolan dan elemen yang mendukung
Kawat labial
Spring
Skrup
Anterior atau posterior bite plane.
Basis akrilik mendukung elemen kawat dan skrup pada alat ortodonti

sehingga dapat berfungsi untuk mendistribusikan gaya aktif dan gaya fungsional
pada gigi, palatum, dan procesuss alveolar. Sebaliknya, plat retensi (retainer)
berfungsi untuk melindungi gigi dan bentuk rahang yang telah di koreksi setelah
selesainya perawatan aktif. Plat retensi terdiri dari basis akrilik, beberapa
cangkolan sederhana, dan kawat labial khusus.

Penjangkaran
Pada alat unimaksilar, istilah penjangkaran dapat dibagi menjadi dua: yaitu
sebagai (1) perlindungan perlekatan antara gigi pada plat, serta (2) sesuai dengan
definisi tradisional, berdasarkan prinsip fisika aksi sama dengan reaksi.
Penjangkaran tidak menjadi masalah ketika menggerakkan gigi dengan ukuran

yang sama atau beberapa gigi menjauhi satu sama lain seperti ketika transverse
expansion pada lengkung gigi. Penjangkaran menjadi sulit ketika beberapa gigi
akan digerakkan, disaat gigi lainnya tetap pada posisi semula (penjangkaran blok
atau stationary).
Resistensi dari pergerakan satu ada beberapa gigi bergantung kepada
beberapa faktor, yakni bentuk, panjang, permukaan akar, kondisi periodontal,
termasuk jaringan lunak dan tulang, dan arah pergerakan. Faktor-faktor tersebut
menentukan penjangkaran pada gigi. Gigi molar pertama sulit untuk digerakkan
pada arah distal, terutama bila berkontak dengan molar kedua. Gigi ini sangat
resisten terhadap gaya yang mendorong ke arah distal. Pergerakkan molar pada
arah mesial lebih mudah dilakukan karena adanya potensi terjadinya mesial
drifting. Kondisi biologis ini harus dipertimbangkan pada rencana perawatan dan
kontruksi alat.
Syarat penjangkaran gigi merupakan aspek yang penting dalam mendesain
alat. Penjangkaran secara tradisional diletakkan melalui cangkolan pada plat
lepas-pasang untuk menahan gaya resistensi dan retensi. Tipe penjangkaran ini
bergantung pada tingkat kekuatan gigi yang telah erupsi. Tammoscheit (1969)
menjelaskan tiga tipe geometri penjangkaran pada alat ortodonti.

Tabel 3-1: Gambaran skematik penjangkaran intermaksilar pada plat aktif (1)
penjangkaran trapezoid; (2) penjangkaran triangular; (3) penjangkaran triangulartrapezoid (ideal)

Desain alat
Karakteristik morfologi, faktor biologis (seperti usia dan erupsi gigi),
temuan psikologis, dan tujuan pengobatan merupakan pertimbangan penting
dalam

merancang

sebuah

alat.

Dokter

gigi

harus

mengevaluasi

dan

mempertimbangkan faktor-faktor tersebut dalam merencanakan pembuatan alat,


kemudian dokter gigi menyampaikan informasi tersebut kepada tekniker
mengenai alat yang akan digunakan. Cangkolan, springs, sekrup, jenis kawat
labial, dan bentuk plat akrilik harus digambarkan dengan tepat. Penempatan kawat
merupakan hal yang paling penting. Kawat harus diposisikan dengan benar
sehingga tidak akan mengganggu pergerakan gigi selama perawatan. Diameter
dan kualitas kawat juga harus ditentukan sebaik mungkin. Komunikasi dokter gigi
dengan tekniker merupakan hal yang sangat penting.
Berikut merupakan pedoman yang disarankan saat menulis petunjuk
mengenai alat yang akan didesain.
1. Keterangan penulisan

Instruksi dokter gigi dapat dibaca.


Diagnosis: rahang atas sempit dengan gigi anterior berjejal
Alat : plat pada rahang atas dengan :
1. Kawat labial yang elastis (0,8 mm (0,032in.) dimulai dari akrilik antara
kaninus dan premolar pertama
2. C-retractor (0,7mm (0,028in.) pada permukaan mesial kaninus)
3. Sekrup untuk ekspansi lateral sejajar dengan premolar kedua
4. Berbagai macam cangkolan 0,7mm (0,028 in.); cangkolan : continuous
arrowhead clasp pada premolar kanan pertama dan kedua; cangkolan
adam pada molar kiri pertama; cangkolan C ( dari aspek distal) pada
2.

premolar kiri pertama.


Gambar desain alat pada model
Desain alat yang langsung digambar pada model kerja lebih menguntungkan
daripada cara menulis karena tekniker lebih dapat membayangkan macammacam alat dan fungsinya.

Gambar 3-1a dan b. Gambar desain alat secara detail langsung pada model
3. Gambar desain alat

Bentuk cetakan lengkung rahang dapat digunakan untuk menggambar alatalat yang akan digunakan. Gigi yang hilang atau gigi yang akan diekstraksi
diberi tanda silang atau dicoret.

Gambar 3-2a sampai e. Contoh desain alat untuk berbagai tipe maloklusi.
Kawat tipe hard (h) ; spring-tempered wire (st)

Gambar 3-3a. Gambaran bentuk lengkung rahang. Elemen kawat : springs


(merah); cangkolan (biru). Kawat tipe keras (h); spring-tempered wire (st).

Gambar 3-3b. Fotokopi model dengan desain alat

Besarnya Akrilik pada Plat Aktif


Landasan akrilik dari plat aktif menghubungkan cangkolan, spring,
sekrup, dan kawat labial dengan unit fungsional. Kawat dan sekrup dimungkinkan
untuk bergerak dengan dukungan dari unit fungsional. Landasan akrilik pada plat
rahang atas dan bawah dibentuk sesuai daerah anatomis. Bentuk dan wujud dari
besarnya akrilik disesuaikan dengan perluasan yang bergantung pada jumlah dan
jenis alat aktif. Faktor fisiologis dan psikologis harus dipertimbangkan dalam
mendesain landasan akrilik.
Besarnya Akrilik pada Plat Rahang Atas
Landasan akrilik rahang atas yang ideal untuk alat tanpa sekrup memiliki
bentuk seperti tapal kuda (horse-shoe shape) (Gambar 3-4). Lebar akrilik di
bagian posterior yaitu 10-15 mm. Penutupan akrilik di seluruh bagian palatum
bukanlah hal utama dalam memfungsikan alat, namun kontak akrilik dengan
seluruh gigi yang telah erupsi adalah aturan umumnya. Diperlukan ketebalan yang
sama pada landasan akrilik (2-3 mm) (Gambar 3-5). Kelenturan landasan akrilik
meningkatkan keseimbangan terhadap jarak antara sumber gaya (sekrup) dan
objek dari gaya (gigi). Ketika satu atau lebih sekrup diletakkan dalam satu plat,
landasan akrilik harus diperluas hingga ke posterior, serta mengisi bagian terbuka
di daerah berbentuk tapal kuda.

Gambar 3-4 Bentuk ideal dari landasan akrilik rahang atas

Gambar 3-5 Ketebalan plat landasan yang sama

Besarnya Akrilik pada Plat Rahang Bawah


Alat rahang bawah diperluas ke arah apikal dari permukaan lingual gigigigi posterior di atas prosesus alveolaris dengan lebar 10-12 mm. Di anterior, plat
berakhir pada 2 mm di bawah ujung insisal. Perluasan apikal dibatasi oleh
frenulum lingualis sehingga menutupi tulang alveolar hanya 5-7 mm. Perubahan
bentuk elastis pada alat rahang bawah yang lebih mudah rusak penting untuk
diketahui. Fungsi landasan akrilik yang kecil dan sempit hanya akan terpenuhi
jika terdapat ketebalan plat yang cukup (2-3 mm). Stabilitas alat berkurang ketika

bentuk batas tepi plat tidak sesuai. Batas tepi plat seharusnya membulat, tidak
tajam. (Gambar 3-6).
Undercut di bagian posterior harus ditutupi dengan lilin sebelum alat
dibuat untuk menghindari terbentuknya daerah yang sakit dan juga memudahkan
insersi alat. Pada kasus dengan undercut yang sangat dalam, landasan di bagian
lingual bisa saja tidak dianjurkan dan sebagai variasinya, dapat dibuat landasan
bukal rahang bawah sebagaimana dibahas lebih lanjut dalam bab ini.

Gambar 3-6 Potongan melintang landasan rahang bawah di bagian posterior.


Batas tepi sebaiknya membulat (kanan), tidak tajam (kiri). Undercut harus
ditutupi.